Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Hubungan antara Loneliness dan Persepsi Penggunaan Artificial Intelligence Chatbot Companionship pada Dewasa Awal

    No full text
    Maraknya fenomena loneliness yang terjadi di dunia maupun Indonesia menjadikan hal ini sebuah permasalahan kesehatan global. Loneliness didefinisikan sebagai ketidaknyaman psikologis yang disebabkan oleh kurangnya interaksi sosial baik secara kualitas maupun kuantitas. Peningkatan fenomena loneliness sejalan dengan meningkatnya penggunaan artificial intelligence (AI) seperti AI chatbot companionship (AICC) yang semakin meluas digunakan individu yang mengalami kesepian. AICC sendiri didefinisikan sebagai sebuah sistem chatbot yang memiliki fungsi untuk berinteraksi dengan manusia, serupa dengan pertemanan, persahabatan, atau hubungan romantis antara manusia. Terdapat sebuah inovasi terbarukan dari AICC yang memungkinan penggunanya untuk melakukan interaksi seperti menukar gambar dan melakukan panggilan video dengan AICC. Akan tetapi, masih sangat terbatas untuk menemukan studi yang mencoba untuk membahas dampak psikologis yang ditimbulkan oleh penggunaan chatbot dan manusia. Untuk mencari keterhubungan antara fenomena loneliness yang dialami manusia serta peningkatan penggunaan chatbot companionship, peneliti melakukan studi dengan metode kuantitatif korelasional terhadap 237 partisipan yang pernah menggunakan AICC. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur loneliness adalah The University of California Los-Angeles Loneliness Scale version 3 (The UCLA-3) dan untuk mengetahui persepsi penggunaan AI companion, peneliti menggunakan Chatbots as Social Companion Survei. Hasil penelitian analisis data utama yang diolah menggunakan uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara loneliness dan persepsi penggunaan AICC dengan nilai rs (237) = 0.827, p < 0.01. Loneliness juga terbukti memiliki hubungan dengan dimensi persepsi penggunaan AICC yaitu social health, experience, consciousness, agency, dan human-likeness yang dapat dilihat di bagian pembahasan

    Perancangan video promosi untuk produk Kojie-San melalui sosial media Tiktok (DKV - 3082)

    No full text
    Video merupakan sebuah teknologi yang dasarnya merekam, menangkap, memproses, mentransmisikan, dan menata ulang objek menjadi gambar bergerak. Sedangkan, promosi merupakan upaya menyampaikan suatu pesan dari kondisi yang kurang dikenal masyarakat menjadi lebih dikenal oleh khalayak luas. Jadi, Video promosi merupakan sebuah bentuk promosi dalam format video/gambar gerak. Lalu melalui penelitian ini kojie-san sendiri merupakan sabun kecantikan yang sudah cukup terkenal namun, brand ini masih blom memiliki ciri / identitas, story telling, musik yang kekinian, serta memaksimalkan fitur yang ada di sosial media TikTok. TikTok juga salah satu satu media sosial yang sangat ramai di kalangan anak muda zaman sekarang. Jadi, tujuan perancangan ini adalah untuk mendapatkan hasil rancangan berupa video promosi yang memiliki ciri/identitas, story telling, musik yang kekinian, hastag, upload secara konsisten serta dapat memaksimalkan fitur yang ada di sosial media TikTo

    Gambaran Commuting Stress pada Pekerja Wanita di Jabodetabek

    No full text
    Pekerja wanita sering kali harus menghadapi tantangan besar yang terkait dengan perjalanan menuju tempat kerja, mulai dari perjalanan jauh, kemacetan lalu lintas, hingga kerumunan yang dapat menjadi sumber stres. Setiap tantangan di perjalanan dapat menimbulkan tekanan yang tidak diinginkan, atau yang biasa disebut dengan commuting stress. Commuting stress adalah tekanan yang timbul saat seseorang melakukan perjalanan ke atau dari tempat kerja, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mereka. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran umum commuting stress pada pekerja wanita di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan purposive sampling dan melibatkan 254 partisipan yang mengisi kuesioner secara online. Partisipan ini adalah pekerja wanita dari umur 18-55 tahun yang melakukan komuting ke tempat kerja. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Multimodal Commuting Stress Scale (MCSS) dari Useche et al. (2023). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pekerja wanita di Jabodetabek memiliki tingkat commuting stress yang bervariasi: 42 orang (16,5%) mengalami tingkat rendah, 124 orang (48,8%) mengalami tingkat sedang, dan 88 orang (34,6%) mengalami tingkat tinggi, dengan total mean commuting stress sebesar 2,61. Dimensi psychophysical strain menjadi penyebab utama stres dalam perjalanan mereka, dengan skor rata-rata sebesar 2,93. Kelompok usia 26-35 tahun menunjukkan tingkat commuting stress tinggi (22,0%). Pengguna kereta cenderung mengalami tingkat commuting stress yang lebih tinggi (12,2%) dibandingkan pengguna moda transportasi lain. Durasi perjalanan 3-4 jam juga mengalami tingkat commuting stress yang tinggi (19,7%). Dengan demikian, tingkat commuting stress pekerja wanita di Jabodetabek berada pada kategori sedang dengan rata-rata sebesar 2,46

    Hubungan Work Passion dan Professional Quality of Life pada Guru Anak Berkebutuhan Khusus

    No full text
    Penelitian mengungkapkan bahwa guru anak berkebutuhan khusus (ABK) dinilai memiliki resiko tinggi untuk mengalami kelelahan emosional berkepanjangan karena tekanan mental dan beban kerja yang berat di pekerjaan mereka. Stres yang dialami oleh guru ABK ini dikaitkan dengan konsep Kualitas Hidup Profesional atau Professional Quality of Life (ProQol) yang merupakan indeks untuk menginvestigasi kualitas hidup profesional penolong ketika bekerja di bidang pekerjaan mereka. ProQOL meliputi 2 aspek yaitu compassion satisfaction (CS) dan compassion fatigue (CF) yang meliputi 2 elemen yaitu burnout dan Secondary Traumatic Stress (STS). Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah work passion dalam diri individu memiliki hubungan dengan tingkat kualitas hidup profesional seseorang. Work passion adalah kecenderungan kuat terhadap pekerjaan yang sangat disukai dan dianggap menjadi bagian dari identitas individu. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif korelasional. Alat ukur yang digunakan untuk meneliti work passion adalah Passion Scale dan ProQOL versi 5 untuk meneliti ProQOL. Partisipan dari penelitian ini adalah 121 guru yang bekerja dengan ABK. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara work passion dengan ProQOL dan menerima hipotesis penelitian. Guru ABK pada penelitian ini dinilai memiliki tingkat work passion yang tinggi, tingkat CS yang tinggi, dan tingkat burnout serta STS yang rendah. Hasil korelasional menyatakan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara WP dengan CS (r(119) = +.602, p < 0,05), hubungan negatif yang signifikan antara WP dan burnout (r(119) = -.487, p < 0,05), dan hubungan negatif yang signifikan antara WP dan STS (r(119) = -.384, p < 0,05)

    Tanggung Jawab PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Atas Keterlambatan Pengiriman Barang (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 175 K/Pdt.Sus-BPSK/2021)

    No full text
    Setiap orang dalam menunjang berbagai kebutuhan hidupnya memerlukan jasa ekspedisi pengiriman. PT TIKI sebagai pelaku usaha jasa ekspedisi hadir ditengah masyarakat untuk mengirimkan barang dari satu tempat ke tempat yang dituju dengan cepat, selamat, dan aman sesuai apa yang diperjanjikan dengan konsumen. Namun dalam prakteknya, terdapat konsumen yang dirugikan oleh TIKI akibat keterlambatan dalam pengiriman barang. Atas kerugian yang dialami konsumen, PT TIKI dijatuhi hukuman sanksi administratif dan pidana denda, yang pada awalnya sanksi administratif sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) diperbaiki dalam kasasi menjadi sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan pidana denda yang awalnya sebesar Rp 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) dihapuskan dalam tingkat kasasi. Permasalahan yang ditimbulkan dari penelitian ini ialah bagaimana bentuk pertanggungjawaban PT TIKI sebagai pelaku usaha terhadap konsumen atas keterlambatan pengiriman barang dan bagaimana pertimbangan hukum dalam penetapan sanksi terhadap PT TIKI atas ketelambatan pengiriman barang berdasarkan studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 175 K/Pdt.Sus-BPSK/2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif dengan mengkaji putusan, peraturan perundang-undangan, teori yang berkaitan, dan dilengkapi dengan wawancara. Tanggung Jawab TIKI terhadap konsumen atas keterlambatan pengiriman barang ialah mengganti kerugian dengan ganti rugi sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam perjanjian. Sanksi administratif yang dijatuhkan kepada TIKI ialah sebagai bentuk hukuman terhadap pelaku usaha yang telah merugikan konsumen dengan nominal sanksi yang dipertimbangkan sesuai dengan nilai kerugian yang dialami konsumen serta pidana denda yang dihapuskan karena BPSK sebagai lembaga pertama yang menjatuhi hukuman tersebut tidak memiliki wewenang untuk menjatuhi pidana denda

    Peran Kepribadian Machiavellianisme terhadap Perilaku Cyberbullying: Moral Disengagement Sebagai Mediator

    No full text
    Perkembangan teknologi dan informasi di era modern banyak membuat masyarakat merasakan berbagai kemudahan, terutama pada penggunaan media sosial. Meskipun penggunaan media sosial banyak memberikan manfaat, di lain sisi dapat menimbulkan dampak negatif, seperti perilaku cyberbullying. Perilaku cyberbullying yang marak terjadi dapat menjadi salah satu kekhawatiran di era modern ini. Namun, alasan yang mendorong terjadinya perilaku cyberbullying masih belum banyak diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran kepribadian machiavellianisme terhadap perilaku cyberbullying dengan moral disengagement sebagai mediator. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-experimental dengan convenience sampling pada teknik pengambilan data. Partisipan pada penelitian ini didapatkan sebanyak 352 orang dengan minimal jenjang pendidikan saat ini SMA atau sudah lulus SMP, serta berada pada rentang usia 17 hingga 27 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Short Dark Triad (SD3) oleh Jones & Paulhus (2013), Cyberbullying Questionnaire (CBQ) milik Gamez-Guandix et al. (2014), dan The Mechanism of Moral Disengagement oleh Bandura et al. (1996) yang sudah ditranslasi ke Bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini tidak dapat menunjukkan bahwa moral disengagement menjadi mediator penuh dalam peran kepribadian machiavellianisme terhadap perilaku cyberbullying. Hal ini dikarenakan tidak adanya hubungan antara kepribadian machiavellianisme dan perilaku cyberbullying

    Peran Harga Diri Sebagai Moderator Dalam Hubungan Parasocial Relationship dan Intensi Membeli Pada Remaja Penggemar K-Pop

    No full text
    Perkembangan globalisasi yang diikuti berkembangnya kemajuan teknologi dan informasi telah mempermudah akses informasi dari berbagai hal. Salah satu dampak dari adanya perkembangan teknologi dan informasi adalah maraknya fenomena Korean Wave yang didominasi oleh boygroup dan girlgroup berasal Korea Selatan. Dukungan adanya perkembangan teknologi mempermudah interaksi antara penggemar dengan artis hingga dapat menimbulkan perilaku parasocial relationship terutama pada remaja yang berada pada masa mencari jati diri. Perilaku tersebut dapat menimbulkan perilaku intensi membeli yang dipicu oleh tingkat harga diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-esteem sebagai moderator dalam hubungan parasocial relationship dan intensi membeli. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan sebanyak 267 partisipan remaja penggemar K-Pop dengan teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan adalah Parasocial Interaction (PSI) Scale, Purchase Intention Scale dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Hasil pengujian hipotesis dengan teknik analisis Moderated Regression Analysis (MRA) dengan hasil R2 = 14.1%, F = 14.429, p < .05 ; ꞵ = -.034, t = -3.846, p < 0.05 yang menunjukkan bahwa self-esteem terbukti sebagai moderator memiliki peran yang dapat memperlemah atau memperkuat hubungan yang terjadi pada parasocial relationship dan intensi membeli pada remaja yang merupakan penggemar K-Pop

    Gambaran Pengambilan Keputusan pada Wanita Childfree di Indonesia

    No full text
    “Banyak anak banyak rejeki” adalah suatu kalimat yang dipercayai oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Ditambah lagi, suku-suku di Indonesia menganggap anak dapat menurunkan budaya dan warisan dari satu generasi ke generasi lainnya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat Indonesia kini lebih mudah mengakses informasi dari luar negeri. Salah satu informasi tersebut adalah fenomena childfree, yang telah berkembang di negara-negara Barat sejak tahun 1972 dan digunakan pertama kali oleh National Organization for Non-Parents. Masyarakat Indonesia mulai mempertimbangkan konsep childfree ini sebagai sebuah pilihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai proses pengambilan keputusan, dengan fokus utama pada alasan wanita memutuskan untuk childfree. Peneliti akan membahas bagaimana wanita di Indonesia mengambil keputusan childfree di lingkungan yang tidak mendukung hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi, yang akan dianalisis dengan teknik tematik. Partisipan penelitian adalah enam wanita dewasa yang tinggal di Indonesia dan telah memutuskan untuk childfree. Temuan menunjukkan bahwa ada berbagai alasan mengapa wanita memutuskan untuk childfree. Lima dari enam subjek selalu membayangkan bahwa mereka nantinya akan menjadi seorang ibu, sampai pada akhirnya pilihan untuk tidak memiliki anak terlintas dalam pikiran mereka. Alasan yang paling kuat yang muncul dari diri mereka adalah ketidakcocokan terhadap peran ibu, ketidaksiapan secara mental dan finansial, serta alasan lingkungan, seperti dunia yang sudah berlebih populasi atau dunia yang tidak stabil, sehingga mereka tidak ingin anak-anak mereka hidup di lingkungan yang tidak baik

    Analisis Gugatan Pelanggaran Hak Cipta Terhadap Rachmawati Soekarno Dalam Putusan Nomor 305 K/PDT. SUS-HKI/2014

    No full text

    Pembuatan Akta Wasiat Mengenai Objek Tanah Yang Tidak Dimiliki Berdasarkan Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 486 K/Pdt/2020

    No full text
    Surat wasiat merupakan akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya akan terjadi setelah ia meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Warga Negara Asing yang dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 486K/PDT/2020 membuat surat wasiat mengenai objek tanah yang tidak dimilikinya serta menganalisis kedudukan hukum pelaksana wasiat yang secara bersamaan dalam satu surat wasiat menjadi penerima waris. Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini adalah peneilitian hukum normatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian ini menggunakan spesifikasi deskriptif analisis. Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini dibagi menjadi data primer dan sekunder yang kemudian dibagi kembali menjadi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustkaaan. Teknik analisis data secara presktiptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penulis menyatakan bahwa surat wasiat yang dibuat oleh Warga Negara Asing dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 486K/PDT/2020 tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan Indonesia dan menyarankan dalam penunjukkan pelaksana wasiat merupakan individu yang berbeda dengan ahli waris dikarenakan adanya kemungkinan kecurangan dalam pembagian waris

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇