Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Pengendalian persediaan bahan baku Steel Scrap untuk meminimalkan Bullwhip Effect pada pembuatan rumah pompa air dengan cara die Casting (T. Ind - 854)
Perkembangan industri semakin ketat dalam hal persaingan sehingga harus mempunyai keunggulan dibandingkan pesaing lainnya. Hal terpenting dalam manajemen pada perusahaan adalah mampu mengatur manajemen stok persediaan khususnya dalam bahan baku. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang casting pompa air. Dalam proses produksinya perusahaan masih mengontrol persediaan bahan baku di gudang hanya dengan perkiraan. Jika bahan baku untuk proses produksi mulai habis maka akan dilakukan pemesanan kembali. Hanya dengan perkiraan itu maka selalu menyebabkan bahan baku berlebih atau kekurangan. Jika terjadi kesalahan dalam perencanaan stok bahan baku maka akan terhambat nya proses produksi dan mengakibatkan hilangnya peluang dalam menjual produk sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan. Maka dari itu untuk meminimalkan bullwhip effect, penelitian ini mengusulkan strategi untuk mengidentifikasi permasalahan bullwhip effect dengan menghitung peramalan dan memperoleh model perencanaan yang efektif, validasi dan verifikasi peramalan, menghitung bullwhip effect, menghitung safety stock, menerapkan untuk peramalan Material Requirement Planning (MRP) dan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP)
Perancangan flame freeze connector untuk pemadaman kebakaran hutan dengan metode VDI 2221 (T. Ind - 868)
Kebakaran hutan di Indonesia sudah menjadi kasus yang tiap tahunnya terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan 99 persen kebakaran hutan dan lahan terjadi di darat. Kebakaran hutan dan lahan terbesar di Indonesia terjadi pada tahun 1997-1998, dengan luas lahan terbakar sebesar 9,2 juta hektar. Kebakaran hutan tahunan di Indonesia tidak hanya merugikan ekologi dan masyarakat dalam berbagai hal, namun juga merugikan pihak-pihak luar. Akibat kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun, telah menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, baik di tingkat regional maupun internasional. Pendekatan yang mencakup aspek lingkungan dan ekonomi sangat penting dalam upaya untuk merehabilitasi hutan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Dasar pembuatan Flame Freeze Connector untuk memadamkan api di lahan terjadinya kebakaran yang memerlukan penyemprotan air secara terus menerus ke lahan yang terbakar. Pendekatan VDI 2221 digunakan dalam desain ini untuk mengoptimalkan material, teknologi, dan keadaan ekonomi alat. Hasil rancangan menunjukkan Flame Freeze Connector bekerja dari seluruh komponen yang membentuk kesatuan produk yang dapat memadamkan api dengan flame freeze (racun api). Uji tekanan dilakukan menggunakan daya hidrolik yang merupakan prinsip fisika (hukum Pascal) dihasilkan 0.838 kW. Hukum Bernoulli digunakan untuk menghitung volume debit air terhadap energi yang ada pada selang menghasilkan 1.82 bar
Puring Retro Junction (PRJ): redesain pasar barang bekas di Taman Puring
Pasar Taman Puring dahulunya merupakan tempat berjualan barang-barang bekas. Seiring berjalannya waktu, Pasar Taman Puring kehilangan identitasnya sebagai tempat berjualan barang bekas, semakin memperkuat teori Edward Relph (1976) tentang Placeless Place yang merupakan fenomena di mana tempat-tempat yang bermakna serta unik digantikan oleh lingkungan monoton dan tidak bermakna, ini disebabkan oleh kurangnya kepekaan terhadap signifikansi tempat. Tujuan Perancangan ini untuk menanggulangi pemanfaatan ruang publik yang tidak berfungsi secara optimal, untuk membangun identitas lokal yang kuat dengan menjadikannya jembatan atau ruang antar individu atau kelompok masyarakat di Pasar Taman Puring melalui program baru yang diusulkan seperti commercial, creative Space, dan communal area. Penelitian ini bersifat kualitatif. Metode pengumpulan data melalui tahap wawancara, observasi tapak dan kawasan lalu dokumentasi. Lalu juga melakukan analisis lokasi dalam memperoleh data sejarah, pengguna, aktivitas, serta isu dan masalah pada lokasi. Lokasi penelitian dilakukan di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan, bertujuan untuk mengetahui Bagaimana peran arsitektur dalam mengembalikan identitas Pasar Taman Puring. Perancangan ini diadaptasi dari konsep desain modular dengan penggunaan ruang dalam konteks waktu yang adaptive, serta elemen-elemen arsitektur mengalami perubahan atau interaksi aktivitas pada waktu berbeda. Menciptakan ruang publik yang nyaman dengan kesan yang menarik dan unik dengan pengolahan streetscape sebagai outdoor market. Dengan hadirnya identitas baru pada Pasar Taman Puring diharapkan dapat memberikan lapangan pekerjaan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat
Sportainment center: reprogram Mall Taman Palem untuk membangun kawasan Cengkareng Timur
Setiap tempat memiliki makna, karena tempat bukan hanya bicara soal fisik dan aktifitas tapi tempat juga berbicara soal makna. Makna merupakan sebuah identitas yang dimiliki suatu tempat, ketika memori manusia yang secara kolektif memaknai suatu tempat. Hilangnya makna bisa disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah pembangunan yang terus berlanjut. Mall Taman Palem juga kehilangan identitasnya akibat pembangunan yang terjadi. Mall pertama di Cengkareng ini menjadi pusat perbelanjaan modern pertama di Cengkareng, mall ini menjadi titik kumpul satu-satunya di kawasan ini, warga dari beberapa kelurahan di Cengkareng dan diluar Cengkareng datang untuk keperluannya masing-masing, namun setelah pembangunan jalan tol jorr waktu itu memisahkan Cengkareng menjadi dua yaitu Cengkareng barat dan timur sehingga membatasi akses menuju Mall Taman Palem. Terpisahnya Cengkareng mengakibatkan hanya Cengkareng barat yang terus mengalami pertumbuhan sedangkan Cengkareng Timur tempat mall ini berada tidak mengalami pertumbuhan, sehingga ini berdampak pada menurunnya mall ini. Secara lokasi mall ini strategis karena berada di jalan penghubung antar kawasan sehingga berpontensi untuk dibangun kembali dan menggerakan pertumbuhan kawasan ini. Reprogram dipilih sebagai metode yang akan dilakukan terhadap mall ini, hal ini diharapkan selain untuk mengembalikan makna mall ini juga dapat membangun kawasan terutama Cengkareng Timur. Reprogram yang dilakukan juga didasari kontekstual user dan kebutuhan kawasan Cengkareng Timur yang dan diharapkan dapat menjadi daya tarik baru kawasan ini
Revitalisasi dan ekstensi ex-Tio Tek Hong sebagai ruang musik dan kerja di Pasar Baru distrik, Jakarta Pusat
Kawasan Pasar Baru merupakan kawasan perdagangan di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pasar Baru merupakan kawasan yang dibangun pada abad ke-19, dan kawasan di sekitarnya merupakan salah satu pusat perbelanjaan tertua di kota Jakarta. Awal mula berdirinya kawasan ini merupakan pusat perdagangan yang banyak dihuni oleh orang Tiong Hoa dan juga Belanda. Namun, kawasan Pasar Baru dengan banyaknya bangunan historical yang ada di dalamnya, sekarang telah berubah fungsi dan masyarakat tidak lagi mengenal nilai historical bangunan yang penting dalam kawasan tersebut. Seiring waktu, banyak bangunan historic di kawasan Pasar Baru kehilangan identitasnya dan menjadi placeless place, padahal tempat ini memiliki potensi dan lokasi strategis yang berada dekat dengan beberapa titik transit dan kawasan bangunan ikonik Jakarta Pusat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghidupkan kembali tempat bersejarah yang terhimpit oleh perkembangan kawasan wisata budaya kota, metode revitalisasi dilakukan dengan menambahkan program-program aktivitas yang mendukung dan menarik pengunjung untuk datang. Revitalisasi dilakukan dengan fokus utama pada pelestarian warisan budaya kawasan ini. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan citra budaya dari bangunan yang saat ini placeless place menjadi aktif kembali dan memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya citra budaya Pasar Baru yang saat ini terpinggirkan, menjadi pusat aktivitas kultural yang berarti dan relevan
Desain fasilitas rekreasi malam dan wisata urban jalan Jaksa, Jakarta
Jalan Jaksa merupakan ikon hiburan dan rekreasi bagi wisatawan asing maupun wisatawan lokal di Jakarta pada tahun '60 hingga '90an dengan memanfaatkan lokasi strategis di pusat kota. Setelah rentetan peristiwa kerusuhan dan pengeboman yang terjadi di Indonesia, Jalan Jaksa mengalami penurunan pengunjung yang mengakibatkan perpindahan fungsi dan kehilangan identitas kawasannya. Urban acupuncture dilakukan untuk menghidupkan kembali Jalan Jaksa sebagai satu strip dengan cara melakukan injeksi program yang menyebar pada beberapa titik di Jalan Jaksa. Menggunakan metode everyday urbanism untuk mengidentifikasi keseharian masyarakat, baik pengunjung dan lokal terhadap aktivitas spasial dan temporal sebagai acuan dasar dari karakter masyarakat dalam menentukan program dan titik sensitif akupuntur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghidupkan kembali dan mengembangkan potensi Jalan Jaksa yang terletak di pusat kota Jakarta dengan menciptakan atraksi wisata serta jaringan program baru di kawasan Jalan Jaksa sebagai penunjang sekaligus pemicu interaksi, aktivitas, aksesibilitas serta menonjolkan identitas Jalan Jaksa sebagai destinasi wisata perkotaan, serta memenuhi kriteria place dalam teori placemaking untuk berupa keterbukaan dan interaksi sosial, penggunaan dan aktivitas, kenyamanan dan citra, serta akses dan keterhubungan. Hasilnya adalah jaringan titik akupuntur kota dengan program yang mendukung elemen pariwisata meliputi atraksi utama berupa bar cafe dan active play area sebagai faktor penarik bagi pengunjung, amenitas berupa area komersil pertokoan, akomodasi berupa hotel kapsul, dan aksesibilitas kawasan dengan karakter yang sesuai dengan kriteria karakter jalan jaksa, yaitu karakter teras
Menenun kembali identitas: pembangunan kembali “pasaraya Manggarai” sebagai distrik perbelanjaan dan rekreasi
Kehidupan kota saat ini semakin modern dan dinamis, dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital yang mengubah gaya hidup masyarakat. Pasaraya Manggarai menjadi salah satu yang terdampak oleh modernisasi ini, sehingga mengalami penurunan signifikan karena tidak mampu beradaptasi. Kehadiran pusat perbelanjaan baru yang lebih modern membuat Pasaraya kehilangan daya tarik dan akhirnya berhenti beroperasi pada tahun 2020, menjadikannya ruang terbengkalai yang dianggap "placeless." Lokasi Pasaraya menyimpan banyak kenangan dan menjadi saksi perkembangan kawasan Manggarai yang dulunya merupakan pusat perdagangan dan kini beralih menjadi area transit utama. Oleh karena itu, tujuan utama proyek ini adalah mengubah Pasaraya menjadi area komersial dan rekreasi baru serta memaksimalkan potensi Manggarai sebagai stasiun sentral. Dengan menggunakan metode kontekstual dan transprogramming, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan program yang menarik, adaptif, dan terintegrasi dengan kawasan Manggarai. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan pusat perbelanjaan, area rekreasi, dan pusat edukasi budaya dengan sentuhan modern, menjadikan Pasaraya sebagai atraktor baru di kawasan Manggarai. Program yang direncanakan meliputi Shopping Retail, Game Sports, Communal & Co-Working Space, Reflexology, Hydrotherapy, Bike Park, Bike Exhibition, Interactive Museum, Art Gallery, Exhibition Hall, dan Ruang Hijau Publik. Diharapkan proyek ini dapat menjadi tempat singgah, menciptakan ruang interaksi, membangun komunitas baru, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta menjadi identitas baru kawasan Manggarai yang dinamis
Peningkatan kesejahteraan pedagang pasar loak Kebayoran Lama melalui ‘penataan tata ruang pasar’
Kegemaran membeli barang-barang bekas menjadi populer dalam awal tahun 2024 bagi kalangan milenial. Salah satu tempat terkenal untuk mencari barang bekas berkualitas adalah di Pasar Loak Kebayoran Lama. Penempatan para pedagang di Pasar Loak Kebayoran Lama tidak tertata dengan baik, para pedagang memiliki lapak yang bersebaran di sekitar trotoar jalan dengan bangunan semi permanen atau hanya beralaskan dengan tikar. Fasilitas publik di sekitar Kebayoran Lama tidak dapat berfungsi dengan baik, terutama pada trotoar dan beberapa jalan yang terganggu akibat adanya aktivitas Pasar Loak Kebayoran Lama. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan tempat yang lebih layak bagi para pedagang pasar, serta melakukan penataan kembali para pedagang Pasar Loak Kebayoran Lama. Pasar ini memiliki potensi sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat Kebayoran Lama. Metode kontekstual digunakan sebagai pendekatan desain perancangan dalam merespons keadaan sekitar kawasan sebagai konsep perancangan nantinya. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Pasar Loak Kebayoran Lama belum nyaman bagi para pedagang dan pengunjung, padahal Pasar Loak memiliki potensi ekonomi untuk para pedagang. Kebaruan dibutuhkannya fasilitas yang dapat merespons kebutuhan di Pasar Loak Kebayoran Lama dengan mengkonsep ulang pasar menjadi lebih modern dan tertata dengan displin ilmu arsitektur