Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    THE INFLUENCE OF ELECTRONIC WORD OF MOUTH (EWOM), BRAND ATTITUDE AND BRAND IMAGE ON PURCHASE INTENTION OF ACE HARDWARE IN JAKARTA

    No full text
    (A) MARCELLY WILLINA (115210334) (B) THE INFLUENCE OF ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM), BRAND ATTITUDE AND BRAND IMAGE ON PURCHASE INTENTION OF ACE HARDWARE IN JAKARTA (C) XVII + 78 Pages, 28 Tables, 6 Pictures, 19 Attachments (D) MARKETING MANAGEMENT (E) Abstract This study aims to examine the effect of E-WOM, Brand attitude, Brand image on Ace Hardware's purchase intention in Jakarta. These respondents were sampled using non-probability sampling techniques with the design used in this research is descriptive through a quantitative approach. Sampling using purposive sampling technique and the sample size in this study was 105 respondents. Data was obtained using a questionnaire instrument in the form of a google form distributed via social media. Data analysis was carried out using Structural Model Evaluation (Inner Model). The research test results show that E-WOM, Brand attitude and Brand image have a significant effect on Ace Hardware's purchase intention in Jakarta. The results of this study are expected to provide advice and input to companies in making future planning and decision making. (F) E-WOM, Brand Attitude, Brand image, Purchase intention (G) References (H) Sanny Ekawati , S.E., M.M. (I) MARCELLY WILLINA (115210334) (J) THE INFLUENCE OF ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM), BRAND ATTITUDE AND BRAND IMAGE ON PURCHASE INTENTION OF ACE HARDWARE IN JAKARTA (K) XVII + 78 Halaman, 28 Tabel, 6 Gambar, 19 Lampiran (L) MANAJEMEN PEMASARAN (M) Abstract : Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh, E-WOM, Brand attitude, Brand image terhadap Purchase intention Ace Hardware di Jakarta. Responden ini diambil sampelnya menggunakan teknik non probability sampling dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dan ukuran sampel dalam penelitian ini 105 responden. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen kuesioner dalam bentuk google form yang disebar melalui media sosial. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Evaluasi Model Struktural (Inner Model). Hasil uji penelitian menunjukkan bahwa E-WOM, Brand attitude dan Brand image berpengaruh signifikan pada purchase intention Ace Hardware di Jakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan kepada perusahaan dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan kedepannya. (N) E-WOM, Brand Attitude, Brand image, Purchase intention (O) Referensi (P) Sanny Ekawati , S.E., M.M

    Faktor penentu kinerja karyawan yang dimediasi oleh keterikatan pekerja

    No full text
    Abstract: This study aims to examine the influence of work environment, job security, and work-family conflict on the performance of Millennial and Gen Z employees, with employee engagement as a mediating variable. This study uses a quantitative descriptive method with data collection through a Google Form questionnaire targeted to employees aged 18-43 years at PT XY. A total of 112 samples were collected through purposive sampling method, and the data were analyzed using partial least square structural equation modeling (PLS-SEM) technique through Smart-PLS 4. The results showed that work environment, job security, and work-family conflict have a significant effect on employee engagement and employee performance. Employee engagement is shown a positive effect on performance and is able to mediate the relationship between the independent variables and performance. This study provides an originality by using employee engagement as a mediating variable that completes previous research gaps and focuses on the Millennial and Gen Z generations and also contributes to the development of Job Demands-Resources (JD-R) and employee engagement theory. This study confirms that job resources such as work environment and job security enhance engagement and performance, while family work conflict as a job demand inhibits both. By measuring attachment through emotional, cognitive, behavioral, and organizational dimensions, this study provides empirical evidence for the important mediating role of engagement in improving young people's performance in the workforce. Keywords: work environment, job security, work-family conflict conflict, employee engagement, Job performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh lingkungan kerja, keamanan pekerjaan, dan konflik kerja keluarga terhadap kinerja karyawan Milenial dan Gen Z, dengan keterikatan pekerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Form yang ditujukan kepada karyawan berusia 18-43 tahun di PT. XY. Sebanyak 112 sampel dikumpulkan melalui metode purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan teknik partial least square Structural equation modeling (PLS-SEM) melalui Smart-PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja, keamanan pekerjaan, dan konflik kerja keluarga berpengaruh signifikan terhadap keterikatan pekerja dan kinerja karyawan. Keterikatan pekerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja serta mampu memediasi hubungan antara variabel independen dengan kinerja.Penelitian ini menghadirkan pembaruan dengan pengunaan keterikatan pekerja sebagai variabel mediasi yang melengkapi gap penelitian sebelumnya dan fokus pada generasi Milenial dan Gen Z serta memberikan kontribusi pada pengembangan teori Job Demands-Resources (JD-R) dan Employee Engagement. Penelitian ini menegaskan bahwa job resources seperti lingkungan kerja dan keamanan pekerjaan meningkatkan keterikatan dan kinerja, sementara konflik kerja keluarga sebagai job demand menghambat keduanya. Dengan mengukur keterikatan pekerja melalui dimensi emosional, kognitif, perilaku, dan organisasi, penelitian ini memberikan bukti empiris atas pentingnya peran mediasi keterikatan pekerja dalam meningkatkan kinerja generasi muda di dunia kerja. Kata Kunci: lingkungan kerja, keamanan pekerjaan, konflik kerja keluarga, keterikatan pekerja, Kinerj

    Modeling Night and Daylighting Toll Road Tunnel Using Dialux to Compare the Performance of HPS and LED Lamp

    No full text
    In toll road tunnels, the lighting at the threshold zone must balance the brightness of the access zone with natural light. Therefore, artificial lighting is strategically placed in that area to match the brightness to the intensity of natural light. This balance shifts during nighttime to ensure uniform brightness throughout the tunnel equivalent to street lighting. Additionally, to realize this artificial lighting, a significant amount of power is required. There are several lamp technologies used for tunnel lighting; one commonly used is HPS lamps, which have low energy efficiency. Currently, there are LED lamps available that are energy-efficient. The challenge is determining artificial lighting in the threshold zone using energy-efficient lamps. To address this issue, simulations were conducted to compare the two lamp types applied in tunnels to achieve the greatest power savings. This research creates a model of toll road tunnel lighting using DIALux software to better understand the characteristics of toll road tunnel lighting using HPS and LED lamps. The Indonesian National Standard (SNI) and ANSI/IES Rp-22-11 are the standards used. The research utilizes the Cisumdawu tunnel as a case study example. The simulation results show that the luminance in the interior zone using LED or HPS lamps, can meet the SNI standard. Using LED lamps results in higher luminance with less power than using HPS. This discovery can potentially improve energy efficiency in tunnel environments, thereby contributing to sustainable lighting solutions for transportation infrastructure

    Tanggung Jawab Hukum Produsen Pesawat Udara Terhadap Korban Kecelakaan Dalam Penyelenggaraan Penerbangan(Studi Kasus Kecelakaan Sriwajaya Air SJ182)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan agar bermanfaat kepada khalayak umum mengenai konsep Strict Liability yang merupakan suatu prinsip umum dalam rezim hukum Perlindungan konsumen. Secara praktis penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atas konsep Strict Liability, dimana produsen atas suatu barang atas kecacatan terhadap produk tersebut maka dapat dilakukan suatu upaya hukum penuntutan yang dalam skripsi ini mengangkat mengenai cacat produk terhadap pesawat udara dari perusahaan The Boeing Company yang digunakan dalam penerbangan oleh maskapai Sriwijaya Air SJ182. secara khusus manfaat penelitian ini untuk para akademisi agar dapat menambah khazanah dan pengetahuan mengenai implementasi Strict Liability terhadap kasus cacatnya produk pesawat udara, disamping hal itu manfaat kepada masyarakat Indonesia secara khususnya para konsumen diseluruh Indonesia agar dapat lebih memahami konsep Strict Liability tersebut sebagai suatu upaya konkret mencegah adanya suatu perselisihan konsumen yang disebabkan atas peristiwa cacat produk. Kemudian penelitian ini juga diharapkan dapat memberi manfaat kepada para penegak hukum agar selalu senantiasa dapat melakukan penegakan hukum terutama dalam permasalahan cacat produk atas suatu barang dan jasa. Penelitian ini memiliki urgensi dimana suatu kelalaian atas produk yang cacat seringkali konsumen tidak menerima bentuk kompensasi atas peristiwa tersebut sehingga hal ini yang mendorong agar penelitian secara konkret dan teoretis serta ilmiah perlu dijalankan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan bahan hukum primer dan sekunder dalam penyusunannya. Dalam penelitian ini yaitu bahwa kebaruan yang diangkat mengenai prinsip Strict Liability yang diimplementasikan terhadap cacat produk Pesawat Udara yang digunakan oleh maskapai Swasta di Indonesia dimana produsen pesawat udara bertanggungjawab atas cacat produksi tersebut.

    Hubungan Self-esteem dengan Psychological Well-being pada Remaja Pengguna Instagram

    No full text
    Sosial media terutama Instagram merupakan salah satu hal yang bisa dikatakan wajib untuk dimiliki setiap remaja dengan tujuan yang beragam. Ada banyak aktivitas dan konten menarik yang dapat dijelajahi dan dinikmati di Instagram. mereka bisa menjalin hubungan dengan teman-teman dan mengikuti akun selebriti atau orang populer lainnya. Dengan mereka terjun ke sosial media, dengan banyak hal yang mereka lihat dan temui baik positif maupun negatif, hal ini bisa mempengaruhi self-esteem mereka yang tentunya juga akan mempengaruhi tingkat psychological well-being mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara tingkat self-esteem dengan psychological well-being pada remaja pengguna Instagram. Penelitian ini menggunakan alat ukur self-esteem yang sudah diadaptasi oleh Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara yang menggunakan dasar teori Rosenberg dan menggunakan Ryff’s Scales of Psychological Well-Being (PWB) untuk mengukur tingkat psychological well-being. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara self-esteem dan psychological well-being. Data diolah menggunakan SPSS versi 25, data tidak terdistribusi secara normal maka digunakan spearman correlation. (r= 0.475, p= 0.000

    PENCEGAHAN FRAUD DI SEKTOR PUBLIK: PERAN AUDIT INTERNAL

    No full text
    Fraud berdampak serius pada keuangan dan reputasi lembaga publik, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meminimalkan risiko insiden fraud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi efektivitas peran audit internal dalam mencegah fraud di sektor publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa faktor penyebab penipuan di sektor publik, antara lain tekanan keuangan, gaya hidup yang diinginkan, masalah perjudian, tekanan dari lingkungan keluarga, ketidakpuasan terhadap perusahaan, dan kesombongan. Faktor-faktor ini dapat menciptakan insentif untuk terlibat dalam perilaku penipuan. Selain itu, keberhasilan manajemen risiko dalam mengelola risiko fraud bergantung pada penerapan pengendalian internal yang efektif, pemantauan yang ketat, dan budaya organisasi yang mendukung integritas. Peran auditor internal sangat penting dalam mencegah kecurangan dengan mengidentifikasi potensi risiko, menguji efektivitas pengendalian internal, dan menciptakan lingkungan kerja yang transparan. Auditor internal juga berperan dalam menghilangkan penyebab kecurangan, menciptakan budaya yang menghargai kejujuran, menerapkan proses pemantauan yang efektif, dan membangun dasar akuntabilitas dan transparansi dalam administrasi pemerintah daerah. Kata Kunci: Pencegahan, Penipuan, Sektor Publik, Audit Internal, Manajemen Risiko, Pemerintah Fraud has a serious impact on the finances and reputation of public institutions, so it is important to identify factors that can minimize the risk of fraud incidents. This research aims to analyze and evaluate the effectiveness of the role of internal audit in preventing fraud in the public sector. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The research results identified several factors that cause fraud in the public sector, including financial pressure, desired lifestyle, gambling problems, pressure from the family environment, dissatisfaction with the company, and arrogance. These factors can create incentives to engage in fraudulent behavior. In addition, the success of risk management in managing fraud risk depends on the implementation of effective internal controls, strict monitoring, and an organizational culture that supports integrity. The role of internal auditors is crucial in preventing fraud by identifying potential risks, testing the effectiveness of internal controls, and creating a transparent work environment. Internal auditors also play a role in eliminating the causes of fraud, creating a culture that values honesty, implementing an effective monitoring process, and building a basis for accountability and transparency in the administration of local government. KEYWORDS: Prevention, Fraud, Public Sector, Internal Audit, Risk Management, Governmen

    PENGARUH PENERAPAN BIG DATA ANALYTICS (BIDICS) DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT

    No full text
    Big Data Analytics (BIDICS) BPK merupakan strategi yang digunakan BPK untuk mengoptimalkan sejumlah besar data yang diperoleh dari berbagai sumber dan dalam berbagai format. Kualitas audit untuk BPK diantisipasi dapat diberikan melalui pengoptimalan data. Sejalan dengan itu, keahlian auditor merupakan faktor utama dalam kualitas audit. Dengan jumlah keahlian yang tepat, auditor dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang perusahaan yang diperiksa, melihat potensi risiko audit, dan melakukan proses audit dengan lebih presisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman auditor dan big data analytics (BIDICS) memengaruhi kualitas audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan purposive sampling dan dilakukan di Kantor Perwakilan BPK Sulawesi Selatan. Untuk menguji hipotesis dan mengetahui seberapa besar faktor independen memengaruhi variabel dependen, pendekatan penelitian menggunakan metode regresi linier berganda. Meskipun pengalaman auditor memengaruhi kualitas audit, penelitian ini menemukan bahwa penerapan BIDICS tidak memiliki pengaruh yang berarti terhadap kualitas audit. Kata Kunci: BIDICS, Pengalaman Auditor, Kualitas Audit Big Data Analytics (BIDICS) BPK is a strategy that BPK uses to optimize massive amounts of data acquired from different sources and in different formats. Audit quality for BPK is anticipated to be provided via data optimization. Along those lines, auditor expertise is a major factor in audit quality. With the right amount of expertise, auditors may have a deeper understanding of the examined company, see potential audit risks, and perform audit processes with more precision. The goal of this research is to find out how auditor experience and big data analytics (BIDICS) affect audit quality. The research used the purposive sampling approach and was carried out in the BPK Representative Office of South Sulawesi. In order to test the hypothesis and find out how much the independent factors affect the dependent variable, the research approach employs multiple linear regression methods. While auditor experience does impact audit quality, the research found that BIDICS implementation had no meaningful influence on audit quality. Keywords: BIDICS, Auditor Experience, Audit Qualit

    Uji Reliabilitas dan Penyusunan Norma Alat Ukur Self Acceptance Scale (SAS) (Studi pada Remaja Penyandang Disabilitas Fisik)

    No full text
    Masa remaja adalah masa yang ditandai dengan perubahan biologis, kognitif, dan transisi sosial. Namun, tidak semua remaja beruntung memiliki fisik yang lengkap. Terdapat sebagian remaja yang memiliki keterbatasan dalam hal fisik. Hal tersebut berdampak pada tekanan psikologis seperti perasaan rendah diri, mengalami kecemasan sosial, bahkan depresi. Di sisi lain, kondisi di mana individu dapat menerima diri, disebut dengan istilah self-acceptance. Self-acceptance penting bagi individu, khususnya bagi remaja yang berada dalam kondisi disabilitas fisik. Oleh karena itu, self-acceptance perlu diidentifikasi, sebagai langkah awal dalam usaha pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internal consistency reliability dan norma pengukuran alat ukur Self-Acceptance Scale pada Remaja Penyandang Disabilitas Fisik (SAS-PDF). SAS-PDF memiliki jumlah lima dimensi, yaitu: (a) asset value; (b) social stigma; (c) Containment of Disability Effect; (d) Body Acceptance; dan (e) Enlargement. Partisipan penelitian berjumlah 118, dengan 64 partisipan laki-laki dan 54 partisipan Perempuan. Partisipan berusia minimal 12-21 tahun (SD = 2.293). Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa kelima dimensi alat ukur SAS-PDF memiliki internal consistency reliability sebesar 0.816 (dimensi enlargement) s.d. 0,842 (dimensi body acceptance). Berdasarkan hasil pengujian, menunjukkan bahwa alat ukur SAS-PDF memiliki informasi reliabilitas yang baik sehingga dapat digunakan, misalnya untuk membantu psikolog dalam melakukan asesmen sebagai dasar penyusunan program peningkatan penerimaan diri remaja, khususnya yang mengalami disabilitas fisik

    Perbedaan Mindfulness Berdasarkan Jenis Kelamin (Studi pada Mahasiswa)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan mindfulness berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa berusia 18-25 tahun. Mindfulness didefinisikan sebagai kemampuan untuk fokus pada saat ini dengan penerimaan penuh, yang diukur melalui lima dimensi: mengamati (observing), bertindak dengan kesadaran (acting with awareness), mendeskripsikan (describing), tidak menghakimi (non-judging of experience), dan tidak bereaksi terhadap pengalaman batin (non-reactivity to inner experience). Jenis kelamin merujuk pada karakteristik biologis dan sosial yang membedakan laki-laki dan perempuan. Partisipan penelitian ini terdiri dari 210 mahasiswa, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (71,9%) dan mayoritas berusia 21 tahun (37,1%). Data dikumpulkan melalui online survey menggunakan kuesioner Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental, dengan analisis data menggunakan uji Mann Whitney U karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan mindfulness antara mahasiswa laki-laki dan perempuan, khususnya pada dimensi acting with awareness (U = 3358,0, p = 0,006), describing (U = 3647,0, p = 0,041), dan non-reactivity (U = 3121,5, p = 0,001). Mahasiswa laki-laki cenderung lebih mampu bertindak secara sadar, melabelkan apa yang sedang dirasakan, dan mengendalikan pikiran yang menyedihkan. Tidak ditemukan perbedaan pada dimensi observing (U = 4184,5, p = 0,494) dan non-judging (U = 4172,0, p = 0,474). Laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan yang sama dalam menyadari sensasi-sensasi yang dirasakan dan menerima hal-hal yang sedang dirasakan tanpa penghakiman. Implikasi penelitian ini menekankan bagaimana pemahaman terhadap laki-laki yang terkadang tampak lebih tenang (non-reactive) sehingga terkesan lebih dapat mengendalikan emosi dibanding perempuan

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇