Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGELOAAN KEUANGAN, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, DAN GOOD GOVERNANCE PADA KINERJA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan keuangan, sistem pengendalian internal, dan good governance terhadap kinerja pada BPK RI. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 101 pegawai BPK yang telah bekerja minimal satu tahun dan terlibat dalam manajemen kinerja atau keuangan. Metode analisis yang digunakan adalah SEM-PLS menggunakan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu pengelolaan keuangan, sistem pengendalian internal, dan good governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja BPK. Pengelolaan keuangan yang baik berkontribusi pada efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran, sistem pengendalian internal meningkatkan keandalan pelaporan dan kepatuhan terhadap regulasi, serta praktik good governance memperkuat akuntabilitas dan transparansi lembaga.
Kata kunci : Pengelolaan Keuangan, Sistem Pengendalian Internal, Good Governance, Kinerja, BPK
This study aims to analyze the influence of financial management, internal control systems, and good governance on the performance of BPK RI. A descriptive quantitative approach was used, with primary data collected through questionnaires distributed to 101 BPK employees who had worked for at least one year and were involved in performance or financial management. The data were analyzed using SEM-PLS approach, utilizing the SmartPLS 4.0 software. The results show that all three independent variables—financial management, internal control systems, and good governance have a positive and significant impact on BPK’s performance. Effective financial management contributes to the efficiency and effectiveness of budget utilization; strong internal control systems enhance the reliability of reporting and regulatory compliance; and good governance practices reinforce institutional accountability and transparency.
Keywords: Financial Management, Internal Control System, Good Governance, Performance, Audit Board of Indonesi
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN SOLVABILITAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN RORKO DI BEI TAHUN 2018-2024
Industri rokok merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kontribusi terhadap penerimaan negara dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas, dan solvabilitas terhadap kinerja keuangan perusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2018–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan likuiditas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja keuangan sedangkan solvabilitas berpengaruh negatif signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat beberapa faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan rokok.
Kata kunci: Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Solvabilitas, Kinerja Keuangan, Perusahaan Rokok
The tobacco industry is one of the strategic sectors that plays an important role in driving Indonesia’s economic growth through its contribution to state revenue and employment absorption. This study aims to analyse the effect of firm size, liquidity, and solvency on the financial performance of tobacco companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2018–2024 period. The research method employed is a quantitative approach using secondary data in the form of annual financial statements of the companies. Data analysis was carried out using the EViews 13 application. The results of the study show that firm size and liquidity have a positive but not significant effect on financial performance, while solvency has a significant negative effect. These findings indicate that several key factors influence the improvement of financial performance in tobacco companies.
Keywords: Firm Size, Liquidity, Solvency, Financial Performance, Tobacco Companie
PENGARUH AKTIVITAS PERBANKAN HIJAU TERHADAP PERFORMA HIJAU BANK YANG DIMEDIASI OLRH PEMBIAYAAN HIJAU BERKELANJUTAN
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja perbankan hijau dengan fokus pada aktivitas perbankan hijau yang dimediasi oleh pembiayaan hijau berkelanjutan, serta membandingkan kondisi sebelum dan sesudah Covid-19 di tengah digitalisasi perbankan. Penelitian ini menguji adanya hubungan positif dan signifikan antara aktivitas perbankan hijau, pembiayaan hijau berkelanjutan, dan performa hijau bank. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji perbedaan dampak aktivitas perbankan hijau terhadap pembiayaan hijau berkelanjutan dan performa hijau bank sebelum dan sesudah Covid-19. Metode yang digunakan adalah Ordinary Least Square dengan pendekatan Causal Step untuk menguji variabel mediasi, serta Moderated Regression Analysis untuk menguji variabel moderasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian memberikan implikasi penting bagi pengembangan perbankan di Indonesia dan memperkaya kajian pada topik ini.
Kata Kunci: Aktivitas Perbankan Hijau, Performa Hijau Bank, Pembiayaan hijau berkelanjutan, Covid-1
Implementasi Kebijakan Perseroan Terbatas Yang Dinyatakan Pailit Oleh Pengadilan Niaga (Studi Putusan Nomor 399/Pdt.Sus.PKPU/2020/PN.Niaga Jkt.Pst).
Penelitian ini mengkaji implementasi kebijakan hukum terhadap keberlanjutan operasional perseroan terbatas yang dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga, dengan fokus pada studi kasus Putusan Nomor 399/Pdt.Sus.PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. Perseroan terbatas memiliki peran penting dalam perekonomian, tetapi risiko kepailitan akibat kesulitan finansial menjadi ancaman serius bagi keberlanjutannya. Meskipun demikian, asas going concern memungkinkan perusahaan yang pailit untuk tetap beroperasi dengan dukungan kerangka hukum tertentu, demi melindungi aset, mempertahankan lapangan kerja, dan memenuhi kewajiban terhadap kreditur.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris untuk mengamati implementasi kebijakan yang ada, dengan pendekatan deskriptif dan analisis data kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumen hukum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang mendukung keberlanjutan operasional perusahaan yang dinyatakan pailit, meskipun pelaksanaannya sering terkendala oleh kurangnya transparansi dan konsistensi dari pihak kurator dan pengadilan niaga.
Penelitian ini juga menemukan bahwa keberlanjutan operasional perusahaan pailit memiliki potensi besar untuk menarik minat investor, terutama jika proses restrukturisasi aset dilakukan dengan transparan dan efisien. Namun, ketertarikan investor sering kali terhambat oleh persepsi risiko dan ketidakpastian hukum. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan pengawasan terhadap kurator, peningkatan transparansi dalam proses restrukturisasi, dan reformasi regulasi untuk meningkatkan kepercayaan investor serta melindungi semua pihak yang terlibat.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis, khususnya dalam pengembangan hukum kepailitan di Indonesia, serta menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dalam merancang aturan yang mendukung keberlanjutan operasional perusahaan pailit