Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Galeri interaktif: mengingat kembali kultur yang hilang melalui ruang seni yang interaktif

    No full text
    Hilangnya budaya Cina di Tangerang merupakan fenomena yang dapat ditelusuri kembali ke keberadaan keyakinan utama masyarakat Cina Benteng, yaitu Konfusianisme, dan hubungannya dengan kelompok agama dan budaya lainnya. Masyarakat Tionghoa Benteng adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada populasi Cina di daerah Tangerang, terutama di area Pasar Lama dan sekitarnya. Para leluhur masyarakat Cina Benteng adalah orang Cina Hokkien yang datang ke Tangerang dan tinggal di daerah ini selama beberapa generasi. Namun, seiring berjalannya waktu, budaya Tionghoa Benteng mulai memudar akibat berbagai faktor, seperti asimilasi dengan budaya lokal dan modernisasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengusulkan salah satu solusi yang bisa membangkitkan budaya Tionghoa yang telah hilang di Tangerang. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan ruang-ruang yang menggambarkan khas dari budaya Tionghoa. Metode yang akan digunakan yaitu kualitatif dengan cara melakukan survei dan pengamatan mengenai kondisi Tangerang sekarang kemudian mengumpulkan data untuk mengetahui jika budaya Cina di Tangerang diangkat kembali. Hasil penelitian ini berupa galeri interaktif dengan konsep sirkulasi terintegrasi axis, yang memungkinkan pengunjung untuk memahami dan merasakan kembali kekayaan budaya Tionghoa Benteng. Galeri ini akan menampilkan artefak, seni, dan tradisi yang merupakan bagian penting dari warisan budaya Tionghoa Benteng, serta menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan belajar lebih dalam tentang sejarah dan kontribusi komunitas ini di Tangerang. Diharapkan, dengan adanya galeri ini, masyarakat dapat lebih menghargai dan melestarikan budaya Tionghoa Benteng yang unik dan berharga

    KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA SUSTER YANG BARU MASUK DALAM BIARA

    No full text
    ABSTRAK (A)JULINA HAREFA/915200176 (B) KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA SUSTER YANG BARU MASUK DALAM BIARA (C) xviii + 65 hlm, Tahun 2024, tabel 1, gambar 5, Lampiran 4 (D) JURNALISTIK Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antar budaya pada suster yang baru memasuki biara, terutama dalam konteks adaptasi sosial dan spiritual di lingkungan multikultural. Dalam biara, para suster sering berasal dari latar belakang budaya, bahasa dan tradisi yang beragam, sehingga proses komunikasi menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat persaudaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Narasumber dari penelitian ini adalah para suster yunior yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumba, Manado, Padang dan Medan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 4 suster dari berbagai biara di Indonesia. Mereka merupakan anggota komunitas biara yang baru menjalani hidup membiara dalam 1-3 tahun terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang budaya yang beragam, para suster mampu beradaptasi dan membangun komunikasi yang efektif dalam komunitas. Faktor-faktor seperti nilai-nilai agama yang universal, kesamaan tujuan, dan sikap terbuka menjadi kunci dalam memperlancar komunikasi antarbudaya dalam biara. Kata Kunci: Komunikasi antarbudaya, adaptasi budaya, biara, suster baru. (E) DAFTAR PUSTAKA: 7 (buku), 15 (jurnal) (F) Dr. Riris Loisa, M.S

    KONSTRUKSI SIUL SEBAGAI MITOS DALAM FILM (STUDI PADA FILM PENDEK NGAHEOT)

    No full text
    ABSTRAK (A) DELINDA AMELIA JAKARIA / 915210016 (B) KONTRUKSI SIUL SEBAGAI MITOS DALAM FILM (STUDI PADA FILM PENDEK NGAHEOT) (C) xiv + 67 hlm, Tahun 2024, 8 tabel, 16 gambar, 1 Lampiran (D) ADVERTISING Abstrak: Film dapat dibuat sebagai bentuk komunikasi massa untuk menyampaikan sebuah pesan, film pada saat ini berperan sebagai media popular untuk menyampaikan pesan dengan sangat efektif. Setiap film selalu dibangun dengan banyak tanda. Tanda-tanda tersebutlah yang memiliki makna-makna yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mencari tahu dan mendeskripsikan tanda-tanda konstruksi siul sebagai mitos yang dipertahankan dalam film pendek “Ngaheot”. Penelitian ini menggunakan konsep film, konstruksi realitas sosial, mitos, dan semiotika model Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis teks semiotika Roland Barthes. Subjek dari penelitian ini adalah adegan-adegan dalam film yang memiliki tanda-tanda konstruksi siul sebagai mitos yang dipertahankan dan objek dari penelitian ini adalah adegan atau teks yang memiliki tanda-tanda mitos dalam film. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konstruksi mitos antara orang tua yang dianggap kolot dan anak muda mewakili pemikiran yang mengikuti generasi dalam film pendek “Ngaheot”. Kata Kunci: Konstruksi, Siul, Mitos (E) DAFTAR PUSTAKA: 6 (buku), 34 (jurnal), 1 (skripsi) (F) Nigar Pandrianto S.Sos., M.SI

    Representasi Perubahan di Era Digital Pada Iklan (Tinjauan Semiotika Atas Iklan iPad Pro)

    No full text
    ABSTRAK (A) ARIEF BUDHIMAN/915210022 (B) REPRESENTASI PERUBAHAN DI ERA DIGITAL PADA IKLAN (TINJAUAN SEMIOTIKA ATAS IKLAN IPAD PRO) (C) xvi +69 hlm, Tahun 2024, tabel 8, gambar 6, Lampiran 4 (D) PERIKLANAN Abstrak: Kemajuan teknologi merupakan hal yang memilki aspek signifikan terhadap kehidupan manusia, salah satu contohnya media sosial. Perusahaan menggunakan media tersebut untuk berbagi pesan kepada audiens. Setiap iklan memiliki makna pesan baik secara tersirat atau tersurat yang ingin disampaikan kepada audiens dan setiap audiens memiliki pandangan yang berbeda dalam memahamai makna yang terkandung dalam iklan, untuk mengetahui makna tersirat dalam suatu pesan diperlukannya bantuan dari semiotika. Salah satu perusahaan yang membawakan makna pesan tersirat yang menarik pada iklan adalah Apple, yang membawakan tema perubahan. Peneliti ingin menelaah lebih lanjut mengenai makna pesan tersirat pada elemen-elemen yang terkandung di dalam iklan iPad Pro dengan melakukan analisis semiotik menurut Roland Barthes melalui makna konotasi dan makna denotasi, teori disrupsi yang membahas bagaimana perubahan mengubah tatanan hidup manusia, serta bantuan dari internet untuk memperkuat data yang diperlukan agar mendukung hasil dari penelitian ini. Melalui metode yang digunakan dalam penelitian ini terdapat bentuk-bentuk representasi digital pada iklan Apple iPad Pro dengan judul “crush” yang dapat disebutkan dengan tiga poin, yaitu simpel, penambahan, serta revolusi. Kata Kunci: Disrupsi, Iklan, Perubahan, Semiotika (E) DAFTAR PUSTAKA: 7 buku, 18 jurnal (F) Nigar Pandrianto, S.Sos., M.S

    PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP PEMBERITAAN MEDALI GIVEAWAY GREGORIA MARISKA TUNJUNG DI METRO TV (ANALISIS TEORI ENCODING DECODING STUART HALL)

    No full text
    ABSTRAK (A) Regina Florentina / 915210031 (B) PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP PEMBERITAAN MEDALI GIVEAWAY GREGORIA MARISKA TUNJUNG DI METRO TV (ANALISIS TEORI ENCODING DECODING STUART HALL) (C) XV + 68 hlm, Tahun 2024, table 3, gambar 7, Lampiran 6 (D) Jurnalistik Abstrak: Penulis membahas tentang Pemaknaan Khalayak Terhadap Pemberitaan Medali Giveaway Gregoria Mariska Tunjung di Metro TV (Analisis Teori Encoding Decoding Stuart Hall). Melalui penelitian ini, penulis ingin menggali proses pemaknaan yang terjadi di kalangan audience yang dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, dan ideologi. Penelitian ini menggunakan teori resepsi untuk memahami proses komunikasi antara media dan audience. Melalui penelitian ini, dapat diketauhi bahwa pemilihan kata dan narasi menjadi sangat penting dalam pemberitaan. Hal ini, untuk menghindari interpretasi yang salah dan negatif oleh khalayak. Kata Kunci: Audience, Berita, Media Massa, Teori Resepsi, EncodingDecoding (E) DAFTAR PUSTAKA: 8 (buku), 12 (jurnal) (F) DODDY SALMAN, S.H., M.S

    REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL PADA FILM DUA HATI BIRU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)

    No full text
    ABSTRAK (A) CINDY NATANIA SETIAWAN/915210056 (B) REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL PADA FILM DUA HATI BIRU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) (C) xvi+52 hlm, Tahun 2024, gambar 10, lampiran 3 (D) PUBLIC RELATIONS Abstrak: Kesenjangan dalam sosial, ekonomi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan merupakan masalah yang dihadapi banyak negara seperti Indonesia. Isu kesenjangan sosial kerap menjadi topik yang diangkat dalam media massa, seperti film Dua Hati Biru. Sebagai kelanjutan dari film Dua Garis Biru, Dua Hati Biru menceritakan kisah dan tantangan yang dihadapi dalam rumah tangga Bima dan Dara yang disebabkan dari kesenjangan dan perbedaan latar belakang sosial antara kedua karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana film Dua Hati Biru merepresentasikan isu kesenjangan sosial melalui tanda-tanda dan mengeksplorasi makna di balik tanda-tanda tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian berupa komunikasi massa, media massa, film, semiotika Roland Barthes, representasi dan kesenjangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi dan mitos. Subjek penelitian adalah film Dua Hati Biru dan objek penelitian berupa tanda-tanda yang merepresentasikan kesenjangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dua Hati Biru menampilkan realitas kesenjangan dan perbedaan kelas sosial melalui elemen-elemen visual dan dialog seperti kondisi tempat tinggal, jenis kendaraan, pendidikan, pekerjaan, serta pandangan terhadap pendidikan dan pola asuh anak. Kata Kunci: Kesenjangan Sosial, Representasi, Semiotika Roland Barthes, Film (E) DAFTAR PUSTAKA: 33 (buku), 46 (jurnal), 8 (website), 4 (prosiding) (F) Dr. Moehammad Gafar Yoedtadi, M.S

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇