Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Juridical Analysis of Errors in Recording the Origin of Land on Land Management Rights by the National Land Agency
Tanggung Jawab Notaris dalam Perlindungan Data Pribadi Klien Berdasarkan UU No. 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi
Galeri interaktif: mengingat kembali kultur yang hilang melalui ruang seni yang interaktif
Hilangnya budaya Cina di Tangerang merupakan fenomena yang dapat ditelusuri kembali ke keberadaan keyakinan utama masyarakat Cina Benteng, yaitu Konfusianisme, dan hubungannya dengan kelompok agama dan budaya lainnya. Masyarakat Tionghoa Benteng adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada populasi Cina di daerah Tangerang, terutama di area Pasar Lama dan sekitarnya. Para leluhur masyarakat Cina Benteng adalah orang Cina Hokkien yang datang ke Tangerang dan tinggal di daerah ini selama beberapa generasi. Namun, seiring berjalannya waktu, budaya Tionghoa Benteng mulai memudar akibat berbagai faktor, seperti asimilasi dengan budaya lokal dan modernisasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengusulkan salah satu solusi yang bisa membangkitkan budaya Tionghoa yang telah hilang di Tangerang. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan ruang-ruang yang menggambarkan khas dari budaya Tionghoa. Metode yang akan digunakan yaitu kualitatif dengan cara melakukan survei dan pengamatan mengenai kondisi Tangerang sekarang kemudian mengumpulkan data untuk mengetahui jika budaya Cina di Tangerang diangkat kembali. Hasil penelitian ini berupa galeri interaktif dengan konsep sirkulasi terintegrasi axis, yang memungkinkan pengunjung untuk memahami dan merasakan kembali kekayaan budaya Tionghoa Benteng. Galeri ini akan menampilkan artefak, seni, dan tradisi yang merupakan bagian penting dari warisan budaya Tionghoa Benteng, serta menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan belajar lebih dalam tentang sejarah dan kontribusi komunitas ini di Tangerang. Diharapkan, dengan adanya galeri ini, masyarakat dapat lebih menghargai dan melestarikan budaya Tionghoa Benteng yang unik dan berharga
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA SUSTER YANG BARU MASUK DALAM BIARA
ABSTRAK
(A)JULINA HAREFA/915200176
(B) KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA SUSTER YANG BARU
MASUK DALAM BIARA
(C) xviii + 65 hlm, Tahun 2024, tabel 1, gambar 5, Lampiran 4
(D) JURNALISTIK
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antar budaya
pada suster yang baru memasuki biara, terutama dalam konteks adaptasi sosial
dan spiritual di lingkungan multikultural. Dalam biara, para suster sering
berasal dari latar belakang budaya, bahasa dan tradisi yang beragam, sehingga
proses komunikasi menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat
persaudaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
fenomenologi. Narasumber dari penelitian ini adalah para suster yunior yang
berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Sumba, Manado, Padang dan
Medan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 4 suster dari
berbagai biara di Indonesia. Mereka merupakan anggota komunitas biara yang
baru menjalani hidup membiara dalam 1-3 tahun terakhir. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang budaya yang
beragam, para suster mampu beradaptasi dan membangun komunikasi yang
efektif dalam komunitas. Faktor-faktor seperti nilai-nilai agama yang universal,
kesamaan tujuan, dan sikap terbuka menjadi kunci dalam memperlancar
komunikasi antarbudaya dalam biara.
Kata Kunci: Komunikasi antarbudaya, adaptasi budaya, biara, suster baru.
(E) DAFTAR PUSTAKA: 7 (buku), 15 (jurnal)
(F) Dr. Riris Loisa, M.S
KONSTRUKSI SIUL SEBAGAI MITOS DALAM FILM (STUDI PADA FILM PENDEK NGAHEOT)
ABSTRAK
(A) DELINDA AMELIA JAKARIA / 915210016
(B) KONTRUKSI SIUL SEBAGAI MITOS DALAM FILM (STUDI PADA FILM
PENDEK NGAHEOT)
(C) xiv + 67 hlm, Tahun 2024, 8 tabel, 16 gambar, 1 Lampiran
(D) ADVERTISING
Abstrak: Film dapat dibuat sebagai bentuk komunikasi massa untuk
menyampaikan sebuah pesan, film pada saat ini berperan sebagai media popular
untuk menyampaikan pesan dengan sangat efektif. Setiap film selalu dibangun
dengan banyak tanda. Tanda-tanda tersebutlah yang memiliki makna-makna
yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Dalam penelitian ini, peneliti ingin
mencari tahu dan mendeskripsikan tanda-tanda konstruksi siul sebagai mitos
yang dipertahankan dalam film pendek “Ngaheot”. Penelitian ini menggunakan
konsep film, konstruksi realitas sosial, mitos, dan semiotika model Roland
Barthes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
menggunakan metode analisis teks semiotika Roland Barthes. Subjek dari
penelitian ini adalah adegan-adegan dalam film yang memiliki tanda-tanda
konstruksi siul sebagai mitos yang dipertahankan dan objek dari penelitian ini
adalah adegan atau teks yang memiliki tanda-tanda mitos dalam film. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konstruksi mitos antara orang tua
yang dianggap kolot dan anak muda mewakili pemikiran yang mengikuti
generasi dalam film pendek “Ngaheot”.
Kata Kunci: Konstruksi, Siul, Mitos
(E) DAFTAR PUSTAKA: 6 (buku), 34 (jurnal), 1 (skripsi)
(F) Nigar Pandrianto S.Sos., M.SI
Representasi Perubahan di Era Digital Pada Iklan (Tinjauan Semiotika Atas Iklan iPad Pro)
ABSTRAK
(A) ARIEF BUDHIMAN/915210022
(B) REPRESENTASI PERUBAHAN DI ERA DIGITAL PADA IKLAN
(TINJAUAN SEMIOTIKA ATAS IKLAN IPAD PRO)
(C) xvi +69 hlm, Tahun 2024, tabel 8, gambar 6, Lampiran 4
(D) PERIKLANAN
Abstrak:
Kemajuan teknologi merupakan hal yang memilki aspek signifikan terhadap kehidupan
manusia, salah satu contohnya media sosial. Perusahaan menggunakan media tersebut
untuk berbagi pesan kepada audiens. Setiap iklan memiliki makna pesan baik secara tersirat
atau tersurat yang ingin disampaikan kepada audiens dan setiap audiens memiliki
pandangan yang berbeda dalam memahamai makna yang terkandung dalam iklan, untuk
mengetahui makna tersirat dalam suatu pesan diperlukannya bantuan dari semiotika. Salah
satu perusahaan yang membawakan makna pesan tersirat yang menarik pada iklan adalah
Apple, yang membawakan tema perubahan. Peneliti ingin menelaah lebih lanjut mengenai
makna pesan tersirat pada elemen-elemen yang terkandung di dalam iklan iPad Pro dengan
melakukan analisis semiotik menurut Roland Barthes melalui makna konotasi dan makna
denotasi, teori disrupsi yang membahas bagaimana perubahan mengubah tatanan hidup
manusia, serta bantuan dari internet untuk memperkuat data yang diperlukan agar
mendukung hasil dari penelitian ini. Melalui metode yang digunakan dalam penelitian ini
terdapat bentuk-bentuk representasi digital pada iklan Apple iPad Pro dengan judul “crush”
yang dapat disebutkan dengan tiga poin, yaitu simpel, penambahan, serta revolusi.
Kata Kunci: Disrupsi, Iklan, Perubahan, Semiotika
(E) DAFTAR PUSTAKA: 7 buku, 18 jurnal
(F) Nigar Pandrianto, S.Sos., M.S
PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP PEMBERITAAN MEDALI GIVEAWAY GREGORIA MARISKA TUNJUNG DI METRO TV (ANALISIS TEORI ENCODING DECODING STUART HALL)
ABSTRAK
(A) Regina Florentina / 915210031
(B) PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP PEMBERITAAN MEDALI
GIVEAWAY GREGORIA MARISKA TUNJUNG DI METRO TV (ANALISIS
TEORI ENCODING DECODING STUART HALL)
(C) XV + 68 hlm, Tahun 2024, table 3, gambar 7, Lampiran 6
(D) Jurnalistik
Abstrak: Penulis membahas tentang Pemaknaan Khalayak Terhadap
Pemberitaan Medali Giveaway Gregoria Mariska Tunjung di Metro TV
(Analisis Teori Encoding Decoding Stuart Hall). Melalui penelitian ini, penulis
ingin menggali proses pemaknaan yang terjadi di kalangan audience yang
dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, dan ideologi. Penelitian ini
menggunakan teori resepsi untuk memahami proses komunikasi antara media
dan audience. Melalui penelitian ini, dapat diketauhi bahwa pemilihan kata dan
narasi menjadi sangat penting dalam pemberitaan. Hal ini, untuk menghindari
interpretasi yang salah dan negatif oleh khalayak.
Kata Kunci: Audience, Berita, Media Massa, Teori Resepsi, EncodingDecoding
(E) DAFTAR PUSTAKA: 8 (buku), 12 (jurnal)
(F) DODDY SALMAN, S.H., M.S
REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL PADA FILM DUA HATI BIRU (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
ABSTRAK
(A) CINDY NATANIA SETIAWAN/915210056
(B) REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL PADA FILM DUA HATI BIRU
(ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
(C) xvi+52 hlm, Tahun 2024, gambar 10, lampiran 3
(D) PUBLIC RELATIONS
Abstrak: Kesenjangan dalam sosial, ekonomi, akses terhadap pendidikan dan
kesehatan merupakan masalah yang dihadapi banyak negara seperti Indonesia.
Isu kesenjangan sosial kerap menjadi topik yang diangkat dalam media massa,
seperti film Dua Hati Biru. Sebagai kelanjutan dari film Dua Garis Biru, Dua
Hati Biru menceritakan kisah dan tantangan yang dihadapi dalam rumah tangga
Bima dan Dara yang disebabkan dari kesenjangan dan perbedaan latar belakang
sosial antara kedua karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan
bagaimana film Dua Hati Biru merepresentasikan isu kesenjangan sosial
melalui tanda-tanda dan mengeksplorasi makna di balik tanda-tanda tersebut.
Teori yang digunakan dalam penelitian berupa komunikasi massa, media
massa, film, semiotika Roland Barthes, representasi dan kesenjangan sosial.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
penelitian analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup denotasi, konotasi
dan mitos. Subjek penelitian adalah film Dua Hati Biru dan objek penelitian
berupa tanda-tanda yang merepresentasikan kesenjangan sosial. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa film Dua Hati Biru menampilkan realitas
kesenjangan dan perbedaan kelas sosial melalui elemen-elemen visual dan
dialog seperti kondisi tempat tinggal, jenis kendaraan, pendidikan, pekerjaan,
serta pandangan terhadap pendidikan dan pola asuh anak.
Kata Kunci: Kesenjangan Sosial, Representasi, Semiotika Roland Barthes,
Film
(E) DAFTAR PUSTAKA: 33 (buku), 46 (jurnal), 8 (website), 4 (prosiding)
(F) Dr. Moehammad Gafar Yoedtadi, M.S