Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Peran Social Support terhadap Digital Stress pada Dewasa Muda yang Aktif Bermedia Sosial

    No full text
    Kehadiran media sosial tentunya memudahkan individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seperti memperluas jaringan, mengakses informasi yang up-to-date, mencari informasi yang relevan, dan lainnya. Namun, jika tidak adanya batasan dalam penggunaannya akan membawa dampak negatif. Fenomena di atas tentunya menimbulkan kondisi stres karena ada keinginan untuk selalu terhubung terhadap penggunaan media sosial. Kondisi tersebut disebut dengan "Digital Stress" yang merupakan ketegangan psikologis dan emosional yang dirasakan individu disebabkan oleh komunikasi individu terhadap teknologi digital, terutama di ruang virtual. Dalam penelitian ini melibatkan social support sebagai peranan yang dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki hubungan interpersonal dengan individu seperti anggota keluarga, teman, pasangan, dan lainnya. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah social support berperan terhadap digital stress pada dewasa muda yang aktif bermedia sosial. Penelitian ini dilakukan pada 343 individu dewasa muda dengan menggunakan metode kuantitatif, yaitu Multidimensional Digital Stress Scale (MDSS) untuk mengukur variabel digital stress dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur variabel social support. Hasil penelitian pada uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan korelasi yang signifikan dengan nilai sig. 0.882 > 0.05 sehingga variabel social support (X) dalam penelitian ini tidak memiliki peranan ataupun korelasi pada variabel digital stress (Y)

    PROSEDUR PEMERIKSAAN BELANJA UANG ATAU JASA UNTUK DIBERIKAN KEPADA MASYARAKAT PADA LKPD X TA 2023

    No full text
    The purpose of writing the report is to find out whether the implementation of procedures for spending money and/or services to be provided to the community found any non-compliance with the laws and regulations regarding the account in the regional government financial report x period 2023. Therefore, steps were taken in the audit to to find out whether there is non-compliance and to assess the fairness of the presentation of these accounts in regional government financial reports in accordance with the mandate of article 23 paragraph (5) of the Constitution regarding the BPK's task of examining financial reports, one of which is regional government financial reports. The results of this research show that there is disobedience found with the implementation of regulations regarding accounts for spending money and/or services to be provided to the community related to the inefficiency nominal in awarding prizes to winners of competitions held by the Regional Government of Regency X in 2023. Keywords: spending money and/or services to be provided to the community, Financial Report of Regional Government Penulisan Laporan memiliki tujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan prosedur untuk Belanja Uang Atau Jasa Untuk Diberikan Kepada Masyarakat menemukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan akun tersebut di LKPD X TA 2023. Oleh karena itu dilakukan langkah-langkah dalam pemeriksaan untuk mengetahui hal apakah terdapat ketidakpatuhan dan untuk menilai kewajaran atas penyajian akun tersebut dalam laporan keuangan pemerintah daerah sesuai amanat pasal 23 ayat (5) UUD terkait tugas BPK memeriksa laporan keuangan salah satunya laporan keuangan pemerintah daerah.Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat ketidakpatuhan pelaksanaan peraturan perundang-undangan atas akun Belanja Uang Atau Jasa Untuk Diberikan Kepada Masyarakat terkait adanya ketidakhematan nominal pemberian hadiah kepada pemenang lomba yang diadakan Pemerintah Daerah Kabupaten X TA 2023. Kata Kunci: Belanja Uang Atau Jasa Untuk Diberikan Kepada Masyarakat Prosedur Pemeriksaan, LKP

    ANALISIS HUBUNGAN OPINI AUDITDENGAN PERSISTENSI LABA

    No full text
    This research investigates the relationship between earnings persistence and audit opinion among manufacturing companies that listed in IDX (Indonesia Stock Exchange) start from 2012 to 2014. This research argues that firms receiving unqualified audit opinions have higher earnings persistence than firms with modified opinions. Furthermore, different types of modification have different level of earnings persistence. This research employs purposive sampling to select a sample of 357 observations. This research is using general least square method to run the regressions. The result of this research proves that firms with modified audit opinions exhibit lower earnings persistence. However, this research finds no evidence that firms receiving unqualified opinion with explanatory paragraph have higher earnings persistence compared to the firms that receiving qualified opinion. Key Words: Earnings Persistence, Audit Opinion, Modified Audit Opinion, Earnings Quality Penelitian ini menyelidiki hubungan antara persistensi laba dan opini audit pada perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan terdaftar di BEI mulai dari tahun 2012 sampai 2014. Penelitian ini berpendapat bahwa perusahaan yang menerima opini tanpa modifikasian memiliki tingkat persistensi laba yang lebih tinggi dari perusahaan dengan opini modifikasian (Modified Audit Opinion). Lebih lanjut, jenis MAO yang berbeda memiliki tingkat persistensi laba yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih sampel sebanyak 357 observasi. Dalam penelitian ini, metode regresi general least square digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel penelitian. Hasil akhir penelitian membuktikan, perusahaan dengan MAO menunjukkan tingkat persistensi laba yang lebih rendah. Namun, penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa perusahaan yang menerima opini tanpa modifikasian dengan paragraf penekanan suatu hal atau hal lain memiliki persistensi laba yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang menerima opini wajar dengan pengecualian. Kata kunci: Persistensi Laba, Opini Audit, Opini Modifikasian, Kualitas Lab

    Pengaruh Fee Audit, Turnover Intention, dan Time Budget Pressure Terhadap Kualitas Audit

    No full text
    Dalam penelitian yang dilakukan sekarang ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh Fee Audit, Turnover Intention, dan Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit untuk auditor yang bekerja di PwC. Penelitian ini menerapkna metode kuantitatif melalui pendekatan survei. Data yang diperoleh dari kusioner telah disebarkan dan dibagikan kepada 50 responden dan telah dianalisis menggunakan regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS Statistics 30.0. Hasil penelitian yang sudah dilakukan memberikan hasil bahwa Fee Audit memiliki pengaruh dengan arah yang positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit. Namun, Turnover Intention dan Time Budget Pressure tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap Kualitas Audit. Secara simultan, ketiga variabel bebas tersebut berkontribusi sebesar 17,5% terhadap Kualitas Audit, sementara itu untuk faktor lainnya dapat juga dipengaruhi oleh variabel lain selain faktor yang diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pemberian fee audit yang memadai dapat meningkatkan motivasi untuk auditor dalam menghasilkan laporan audit yang berkualitas. Kata Kunci: Fee Audit, Turnover Intention, Time Budget Pressure, Kualitas Audit, Regresi Linear Berganda The purpose of this current study to analyse the influence of Audit Fee, Turnover Intention, and Time Budget Pressure on Audit Quality among auditors working at PwC. The research employs a quantitative method with survey approach. The data was obtained and collected through questionnaires from google form has been distributed to 50 respondents and analyse using multiple linear regression with SPSS Statistics 30.0 software. The results of this study indicate that Audit Fee has a positive direction and significant influence on Audit Quality. However, the last two variables, Turnover Intention and Time Budget Pressure do not have a significant influence on Audit Quality. Simultaneously, these three independent variables contribute 17.5% to Audit Quality, while the remaining percentage is impacted by another variable outside this study. These findings imply that providing adequate audit fees can enhance auditors' motivation to produce high-quality audit reports. Keywords: Audit Fee, Turnover Intention, Time Budget Pressure, Audit Quality, Multiple Linear Regressio

    PENGARUH AUDIT ROTATION, SPESIALISASI AUDITOR DAN AUDIT TENURE TERHADAP OPINI AUDIT PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERUSAHAAN CONSUMER NON CYCLICAL 2020-2022

    No full text
    Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan guna menyoroti peran penting audit untuk memastikan keandalan dan akurasi laporan keuangan, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan yang diambil oleh investor serta pemangku kepentingan lainnya. Penelitian ini secara komprehensif menganalisis pengaruh audit rotation, spesialisasi auditor, serta audit tenure pada opini audit, khususnya dalam konteks perusahaan yang beroperasi pada sektor consumer non-cyclical. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan data dari berbagai firma audit di Indonesia untuk mengkaji hubungan antar variabel yang sedang diteliti. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwasanya ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dan berdampak signifikan pada kualitas opini audit yang dihasilkan. Dengan temuan ini penulis berharap dapat memberikan wawasan berharga bagi praktisi audit, firma audit, serta regulator dalam upaya mengembangkan integritas laporan keuangan yang disajikan kepada publik, serta memberikan rekomendasi praktis untuk praktik audit yang lebih baik dengan mempertimbangkan pengaruh masing-masing variabel. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya menemukan keseimbangan yang tepat antara pengalaman dan independensi auditor guna mencapai hasil audit yang berkualitas tinggi, sehingga diharapkan hasil dari penelitian ini dapat berkontribusi terhadap pengembangan praktik audit yang lebih efektif dan transparan, serta meningkatkan kepercayaan publik pada informasi keuangan yang dikemukakan perusahaan. Kata Kunci: Audit Rotation Spesialisasi Auditor, Audit Tenure, Opini Audit The research carried out aims to highlight the important role of audit in ensuring the reliability and accuracy of financial statements, which in turn influences the decisions made by investors and other stakeholders. The research comprehensively analyzes the impact of audit rotation, auditor specialization, and audit tenure on audit opinions, particularly in the context of companies operating in the non-cyclical consumer sector. The research utilizes a quantitative approach to obtain data from various audit firms in Indonesia to examine the relationship between the variables being studied. The results of this research state that these three factors interact with each other and have a significant impact on the quality of the audit opinion produced. With these findings, the author hopes to provide valuable insights for audit practitioners, audit firms, and regulators in their efforts to develop the integrity of financial reports presented to the public, as well as to offer practical recommendations for better audit practices by considering the influence of each variable. Furthermore, this study emphasizes the importance of finding the right balance between auditor experience and independence to achieve high-quality audit outcomes, thereby contributing to the development of more effective and transparent audit practices while also enhancing public trust in the financial information presented by companies. Keywords: Audit Rotation, Auditor Specialization, Audit Tenure, Audit Opinio

    UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK HOTEL PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KAB. KOLAKA

    No full text
    Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber pembiayaan penting bagi pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik. Di Kabupaten Kolaka, pajak hotel menjadi salah satu kontributor utama PAD, terutama seiring dengan perkembangan sektor tambang yang meningkatkan kebutuhan akan fasilitas akomodasi. Namun, realisasi penerimaan pajak hotel belum optimal karena masih terbatasnya jumlah hotel komersial dan rendahnya kepatuhan pengusaha hotel dalam memenuhi kewajiban pajak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan pajak hotel, tingkat kepatuhan pengusaha hotel lokal, dan kontribusi pajak hotel terhadap PAD Kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kolaka serta pelaku usaha hotel. Data yang dianalisis mencakup penerimaan pajak hotel, kepatuhan wajib pajak, serta kontribusi pajak hotel terhadap PAD selama lima tahun terakhir (2019–2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan pajak hotel mengalami peningkatan signifikan, terutama pasca-pandemi, dengan tingkat kepatuhan yang terus membaik dari 70,10% pada tahun 2019 menjadi 91,70% pada tahun 2023. Meskipun kontribusi pajak hotel terhadap total PAD masih kecil, tren peningkatan ini menunjukkan potensi sektor perhotelan sebagai sumber pendapatan yang penting. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan perpajakan, peningkatan sosialisasi, serta optimalisasi pengawasan untuk meningkatkan kontribusi sektor perhotelan terhadap PAD Kabupaten Kolaka. Kata Kunci: Kepatuhan Pajak; Pajak Hotel; Pendapatan Asli Daerah (PAD) Local own-source revenue (PAD) is an important source of financing for local governments to support infrastructure development and improved public services. In Kolaka Regency, hotel tax is one of the main contributors to PAD, especially along with the development of the mining sector which increases the need for accommodation facilities. However, the realisation of hotel tax revenue has not been optimal due to the limited number of commercial hotels and the low compliance of hotel entrepreneurs in fulfilling their tax obligations. This study aims to analyse the factors that influence the level of hotel tax revenue, the level of compliance of local hotel entrepreneurs, and the contribution of hotel tax to Kolaka Regency PAD. The research method used is a qualitative descriptive approach, with data collection through documentation from the Kolaka Regency Regional Revenue Office and hoteliers. The data analysed includes hotel tax revenue, taxpayer compliance, and the contribution of hotel tax to PAD for the last five years (2019-2023). The results show that hotel tax revenue has increased significantly, especially post-pandemic, with the compliance rate continuing to improve from 70.10% in 2019 to 91.70% in 2023. Although the contribution of hotel tax to total PAD is still small, this increasing trend shows the potential of the hotel sector as an important source of revenue. This study recommends strengthening taxation policies, increasing socialisation, and optimising supervision to increase the contribution of the hotel sector to Kolaka Regency's PAD. Keywords: Tax Compliance; Hotel Tax; Regional Original Revenue (PAD

    PENGARUH HASIL PEMERIKSAAN BPK TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA KAB/KOTA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pengelolaan keuangan pemerintah daerah pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini berpusat pada tiga variabel utama yang menjadi fokus utama analisis, yaitu penilaian terhadap opini hasil audit, hasil temuan yang diperoleh selama audit, serta langkah-langkah tindak lanjut yang diambil berdasarkan rekomendasi dari BPK. Untuk menganalisis data, penelitian ini mengaplikasikan regresi linear berganda, dengan menggunakan laporan hasil pemeriksaan BPK sebagai data sekunder, serta informasi yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pemeriksa BPK yang terlibat langsung dalam pemeriksaan tersebut sebagai data primer. Sampel penelitian terdiri dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang diperiksa oleh BPK pada periode tahun 2020-2022. Penelitian ini menemukan bahwa opini hasil audit dan pelaksanaan tindak lanjut dari rekomendasi BPK berkontribusi secara substansial terhadap pengelolaan keuangan di tingkat daerah. Di sisi lain, temuan hasil audit tidak berkontribusi secara substansial terhadap pengelolaan keuangan di tingkat daerah. Hasil kajian penelitian ini diharapkan dapat menyajikan pembelajaran yang berharga bagi pengelolaan keuangan daerah dalam memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan, serta bagi BPK dalam merancang kebijakan pemeriksaan yang lebih efisien. Kata Kunci: Pengaruh Hasil Pemeriksaan BPK, Implementasi Rekomendasi Audit, Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah This research seeks to examine the extent to which the audit results of the Supreme Audit Institution (BPK) influence the improvement of financial management performance within local governments at the regency/city level in South Sulawesi Province. The study focuses on three primary variables central to the analysis: the evaluation of audit opinions, findings discovered during the audit process, and the follow-up actions implemented based on BPK’s recommendations. To process the data, this research applies multiple linear regression, using BPK’s audit reports as secondary data and responses collected through questionnaires from BPK auditors actively involved in the audits as primary data. The sample includes 24 regencies/cities in South Sulawesi Province audited by BPK between 2020 and 2022. The study’s findings indicate that audit opinions and the execution of follow-up actions based on BPK recommendations have a significant impact on local financial management. In contrast, audit findings themselves do not substantially affect financial management performance. This study is expected to offer meaningful insights to enhance the accountability and transparency of local financial management, as well as assist BPK in formulating more effective audit policies. Keywords: Audit Opinion, Follow-Up Recommendations, Audit Findings, Regional Financial Performanc

    PENGARUH KUALITAS BUKTI AUDIT, KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN PEMBERIAN OPINI AUDIT

    No full text
    Analisis ini dilakukan dengan maksud menilai korelasi antara kualitas bukti audit, kompetensi serta independensi terhadap ketepatan pemberian opini audit. Analisis yang dilakukan bersifat kualitatif dan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling. Kuesioner dibagikan kepada auditor yang bekerja di KAP dengan tingkat posisi minimal senior auditor. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Regresi Linier Berganda. Responden terdiri dari 35 KAP dengan 70 orang auditor. Penelitian menunjukkan bahwa bukti audit dan independensi memiliki pengaruh positif terhadap ketepatan pemberian opini audit dan kompetensi memiliki pengaruh negatif terhadap ketepatan pemberian opini audit. Kata Kunci: Kualitas Bukti Audit, Kompetensi, Independensi dan Ketepatan Pemberian Opini Audit The purpose of analysis was to evaluate corelation audit evidence, competence and independence of the accuracy of audit opinion. The analysis conducted was qualitative and used a purposive sampling method . The questionnaire was distributed to auditors working at KAP with lowest level as a senior auditor. Data processing is completed by Multiple Linear Regression. Respondents consisted 35 KAP with 70 auditors. Finding show’s audit evidence and independence have a positive affect to accurate audit opinion and competence has a negative affect to accurate audit opinion. Keywords : Quality of Audit Evidence, Competence, Independence and Accuracy of Audit Opinio

    DETERMINASI PENYEBAB KETIDAKBERHASILAN DALAM PENCAPAIAN OPINI WTP: ANALISIS PADA PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini mengidentifikasi determinasi yang menyebabkan kegagalan pemerintah daerah di Indonesia dalam memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) untuk Tahun Anggaran 2020 hingga 2022. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan untuk menyelidiki lebih mendalam faktor-faktor penyebab kegagalan tersebut. Penelitian ini menganalisis 143 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD yang mendapatkan opini selain WTP pada 81 entitas pemerintah daerah. Data LHP LKPD tersebut didapatkan melalui permintaan informasi pada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK) BPK sebagai pelaksana tugas teknis PPID BPK. Berdasarkan data tersebut dilakukan identifikasi atas faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan dalam pencapaian opini WTP pada pemerintah daerah di Indonesia dengan mengelompokkan pada beberapa kategori yaitu permasalahan pada kelompok akun-akun yang disajikan tidak sesuai SAP, permasalahan pada kelompok jenis temuan kelemahan SPI, permasalahan pada kelompok jenis temuan kelemahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, dan permasalahan berulang pada masing-masing entitas. Pengelompokan permasalahan tersebut mengacu pada Keputusan BPK RI No.5/K/I-XIII.2/8/2010 tanggal 27 Agustus 2010 tentang Petunjuk Teknis Kodering Temuan Pemeriksaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan pemerintah daerah dalam mencapai opini WTP selama tahun anggaran 2020–2022 dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1) Penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan SAP, terutama pada kelompok akun aset tetap, aset lancar, belanja modal, beban operasi, kewajiban jangka pendek, pendapatan, dan belanja tak terduga. (2) Kelemahan dalam SPI, meliputi sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, serta sistem pengendalian anggaran yang tidak optimal. (3) Ketidakpatuhan terhadap regulasi, yang seringkali mencakup penyimpangan administrasi, potensi kerugian, serta kekurangan dalam pengawasan. Lebih lanjut, ditemukan pula adanya masalah berulang, khususnya pada kelemahan SPI dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, selama dua hingga tiga tahun berturut-turut. Penelitian ini hanya berfokus pada periode 2020-2022, sehingga penelitian ini tidak menjelaskan secara detail penyebab struktural atau sistemik di luar yang teridentifikasi oleh audit, sehingga ada kemungkinan adanya faktor lain yang berperan tetapi belum diungkapkan. Kata kunci: Kelemahan SPI, Ketidakpatuhan, Opini Audit, Salah Saji, Temuan Berulang This study identifies the determinants behind the failure of local governments inIndonesia to obtain Unqualified Opinions on their Local Government FinancialStatements (LGFS) for the 2020–2022 fiscal years. A descriptive quantitativeapproach was employed to investigate the factors contributing to this failure. Theresearch analyzed 143 Audit Reports of LGFSs that received opinions other thanUnqualified Opinions, involving 81 local government entities. The Audit Reports data were obtained by requesting information through the Public Information andDocumentation Officer (PIDO) at the Information and Communication Center(ICC) of BPK, acting as the technical executor of PIDO. Based on these data, the study identified factors leading to the failure in achieving Unqualified Opinions among local governments in Indonesia by categorizing them into several groups: issues related to account groups not presented in compliance with GovernmentAccounting Standards (GAS), findings of weaknesses in the Internal Control System(ICS), findings of non-compliance with statutory regulations, and recurringproblems in each entity. The categorization of these issues refers to BPK RI DecreeNo. 5/K/I-XIII.2/8/2010 dated August 27, 2010, on Technical Guidelines for AuditFindings Coding. The analysis results indicate that the failure of local governmentsto achieve Unqualified Opinions during the 2020–2022 fiscal years was influenced by three main factors: Non-compliance with GAS in financial statement presentation, particularly in account groups such as fixed assets, current assets, capital expenditures, operating expenses, short-term liabilities, revenues, andunexpected expenditures. Weaknesses in the ICS, including suboptimal accountingand reporting control systems as well as budget control systems. Non-compliancewith regulations, often involving administrative deviations, potential losses, and deficiencies in oversight. Additionally, recurring issues were found, particularly inICS weaknesses and non-compliance with regulations, persisting for two to threeconsecutive years. This study focuses exclusively on the 2020–2022 period, and therefore does not detail structural or systemic causes beyond those identifiedthrough audits, leaving the possibility of other contributing factors unaddressed. Keywords: Weaknesses in ICS, Non-compliance, Audit Opinion, Misstatements, Recurring Finding

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇