Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Peran Social Support terhadap Digital Stress pada Dewasa Muda yang Aktif Bermedia Sosial
Kehadiran media sosial tentunya memudahkan individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seperti memperluas jaringan, mengakses informasi yang up-to-date, mencari informasi yang relevan, dan lainnya. Namun, jika tidak adanya batasan dalam penggunaannya akan membawa dampak negatif. Fenomena di atas tentunya menimbulkan kondisi stres karena ada keinginan untuk selalu terhubung terhadap penggunaan media sosial. Kondisi tersebut disebut dengan "Digital Stress" yang merupakan ketegangan psikologis dan emosional yang dirasakan individu disebabkan oleh komunikasi individu terhadap teknologi digital, terutama di ruang virtual. Dalam penelitian ini melibatkan social support sebagai peranan yang dapat didefinisikan sebagai bantuan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki hubungan interpersonal dengan individu seperti anggota keluarga, teman, pasangan, dan lainnya. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui apakah social support berperan terhadap digital stress pada dewasa muda yang aktif bermedia sosial. Penelitian ini dilakukan pada 343 individu dewasa muda dengan menggunakan metode kuantitatif, yaitu Multidimensional Digital Stress Scale (MDSS) untuk mengukur variabel digital stress dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur variabel social support. Hasil penelitian pada uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan korelasi yang signifikan dengan nilai sig. 0.882 > 0.05 sehingga variabel social support (X) dalam penelitian ini tidak memiliki peranan ataupun korelasi pada variabel digital stress (Y)
ANALISA DAMPAK IMPLEMENTASI AWAL PENERAPAN PSAK 115 PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DI ASIA DAN INDONESIA
PROSEDUR PEMERIKSAAN BELANJA UANG ATAU JASA UNTUK DIBERIKAN KEPADA MASYARAKAT PADA LKPD X TA 2023
The purpose of writing the report is to find out whether the implementation
of procedures for spending money and/or services to be provided to the community
found any non-compliance with the laws and regulations regarding the account in
the regional government financial report x period 2023. Therefore, steps were taken
in the audit to to find out whether there is non-compliance and to assess the fairness
of the presentation of these accounts in regional government financial reports in
accordance with the mandate of article 23 paragraph (5) of the Constitution
regarding the BPK's task of examining financial reports, one of which is regional
government financial reports. The results of this research show that there is
disobedience found with the implementation of regulations regarding accounts for
spending money and/or services to be provided to the community related to the
inefficiency nominal in awarding prizes to winners of competitions held by the
Regional Government of Regency X in 2023.
Keywords: spending money and/or services to be provided to the community,
Financial Report of Regional Government
Penulisan Laporan memiliki tujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan
prosedur untuk Belanja Uang Atau Jasa Untuk Diberikan Kepada Masyarakat
menemukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan akun tersebut di
LKPD X TA 2023. Oleh karena itu dilakukan langkah-langkah dalam pemeriksaan
untuk mengetahui hal apakah terdapat ketidakpatuhan dan untuk menilai kewajaran
atas penyajian akun tersebut dalam laporan keuangan pemerintah daerah sesuai
amanat pasal 23 ayat (5) UUD terkait tugas BPK memeriksa laporan keuangan salah
satunya laporan keuangan pemerintah daerah.Hasil penelitian ini diketahui bahwa
terdapat ketidakpatuhan pelaksanaan peraturan perundang-undangan atas akun
Belanja Uang Atau Jasa Untuk Diberikan Kepada Masyarakat terkait adanya
ketidakhematan nominal pemberian hadiah kepada pemenang lomba yang diadakan
Pemerintah Daerah Kabupaten X TA 2023.
Kata Kunci: Belanja Uang Atau Jasa Untuk Diberikan Kepada Masyarakat
Prosedur Pemeriksaan, LKP
ANALISIS HUBUNGAN OPINI AUDITDENGAN PERSISTENSI LABA
This research investigates the relationship between earnings persistence and audit opinion among
manufacturing companies that listed in IDX (Indonesia Stock Exchange) start from 2012 to 2014. This
research argues that firms receiving unqualified audit opinions have higher earnings persistence than firms
with modified opinions. Furthermore, different types of modification have different level of earnings
persistence. This research employs purposive sampling to select a sample of 357 observations. This research
is using general least square method to run the regressions. The result of this research proves that firms with
modified audit opinions exhibit lower earnings persistence. However, this research finds no evidence that
firms receiving unqualified opinion with explanatory paragraph have higher earnings persistence compared
to the firms that receiving qualified opinion.
Key Words: Earnings Persistence, Audit Opinion, Modified Audit Opinion, Earnings
Quality
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara persistensi laba dan opini audit pada perusahaan yang bergerak
di bidang manufaktur dan terdaftar di BEI mulai dari tahun 2012 sampai 2014. Penelitian ini berpendapat
bahwa perusahaan yang menerima opini tanpa modifikasian memiliki tingkat persistensi laba yang lebih
tinggi dari perusahaan dengan opini modifikasian (Modified Audit Opinion). Lebih lanjut, jenis MAO yang
berbeda memiliki tingkat persistensi laba yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teknik purposive
sampling untuk memilih sampel sebanyak 357 observasi. Dalam penelitian ini, metode regresi general least
square digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel penelitian. Hasil akhir penelitian
membuktikan, perusahaan dengan MAO menunjukkan tingkat persistensi laba yang lebih rendah. Namun,
penelitian ini tidak menemukan bukti bahwa perusahaan yang menerima opini tanpa modifikasian dengan
paragraf penekanan suatu hal atau hal lain memiliki persistensi laba yang lebih tinggi dibandingkan
perusahaan yang menerima opini wajar dengan pengecualian.
Kata kunci: Persistensi Laba, Opini Audit, Opini Modifikasian, Kualitas Lab
Pengaruh Fee Audit, Turnover Intention, dan Time Budget Pressure Terhadap Kualitas Audit
Dalam penelitian yang dilakukan sekarang ini memiliki tujuan untuk menganalisis
pengaruh Fee Audit, Turnover Intention, dan Time Budget Pressure terhadap
Kualitas Audit untuk auditor yang bekerja di PwC. Penelitian ini menerapkna metode
kuantitatif melalui pendekatan survei. Data yang diperoleh dari kusioner telah
disebarkan dan dibagikan kepada 50 responden dan telah dianalisis menggunakan
regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS Statistics 30.0.
Hasil penelitian yang sudah dilakukan memberikan hasil bahwa Fee Audit memiliki
pengaruh dengan arah yang positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit. Namun,
Turnover Intention dan Time Budget Pressure tidak memiliki dampak yang
signifikan terhadap Kualitas Audit. Secara simultan, ketiga variabel bebas tersebut
berkontribusi sebesar 17,5% terhadap Kualitas Audit, sementara itu untuk faktor
lainnya dapat juga dipengaruhi oleh variabel lain selain faktor yang diteliti dalam
penelitian ini. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pemberian fee audit yang
memadai dapat meningkatkan motivasi untuk auditor dalam menghasilkan laporan
audit yang berkualitas.
Kata Kunci: Fee Audit, Turnover Intention, Time Budget Pressure, Kualitas Audit,
Regresi Linear Berganda
The purpose of this current study to analyse the influence of Audit Fee, Turnover
Intention, and Time Budget Pressure on Audit Quality among auditors working at
PwC. The research employs a quantitative method with survey approach. The data
was obtained and collected through questionnaires from google form has been
distributed to 50 respondents and analyse using multiple linear regression with
SPSS Statistics 30.0 software. The results of this study indicate that Audit Fee has a
positive direction and significant influence on Audit Quality. However, the last two
variables, Turnover Intention and Time Budget Pressure do not have a significant
influence on Audit Quality. Simultaneously, these three independent variables
contribute 17.5% to Audit Quality, while the remaining percentage is impacted by
another variable outside this study. These findings imply that providing adequate
audit fees can enhance auditors' motivation to produce high-quality audit reports.
Keywords: Audit Fee, Turnover Intention, Time Budget Pressure, Audit Quality,
Multiple Linear Regressio
PENGARUH AUDIT ROTATION, SPESIALISASI AUDITOR DAN AUDIT TENURE TERHADAP OPINI AUDIT PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERUSAHAAN CONSUMER NON CYCLICAL 2020-2022
Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan guna menyoroti peran penting audit untuk memastikan
keandalan dan akurasi laporan keuangan, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan yang diambil
oleh investor serta pemangku kepentingan lainnya. Penelitian ini secara komprehensif menganalisis
pengaruh audit rotation, spesialisasi auditor, serta audit tenure pada opini audit, khususnya dalam
konteks perusahaan yang beroperasi pada sektor consumer non-cyclical. Penelitian memanfaatkan
pendekatan kuantitatif untuk mendapatkan data dari berbagai firma audit di Indonesia untuk mengkaji
hubungan antar variabel yang sedang diteliti. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwasanya ketiga
faktor tersebut saling berinteraksi dan berdampak signifikan pada kualitas opini audit yang dihasilkan.
Dengan temuan ini penulis berharap dapat memberikan wawasan berharga bagi praktisi audit, firma
audit, serta regulator dalam upaya mengembangkan integritas laporan keuangan yang disajikan kepada
publik, serta memberikan rekomendasi praktis untuk praktik audit yang lebih baik dengan
mempertimbangkan pengaruh masing-masing variabel. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya
menemukan keseimbangan yang tepat antara pengalaman dan independensi auditor guna mencapai hasil
audit yang berkualitas tinggi, sehingga diharapkan hasil dari penelitian ini dapat berkontribusi terhadap
pengembangan praktik audit yang lebih efektif dan transparan, serta meningkatkan kepercayaan publik
pada informasi keuangan yang dikemukakan perusahaan.
Kata Kunci: Audit Rotation Spesialisasi Auditor, Audit Tenure, Opini Audit
The research carried out aims to highlight the important role of audit in ensuring the reliability and
accuracy of financial statements, which in turn influences the decisions made by investors and other
stakeholders. The research comprehensively analyzes the impact of audit rotation, auditor
specialization, and audit tenure on audit opinions, particularly in the context of companies operating in
the non-cyclical consumer sector. The research utilizes a quantitative approach to obtain data from
various audit firms in Indonesia to examine the relationship between the variables being studied. The
results of this research state that these three factors interact with each other and have a significant
impact on the quality of the audit opinion produced. With these findings, the author hopes to provide
valuable insights for audit practitioners, audit firms, and regulators in their efforts to develop the
integrity of financial reports presented to the public, as well as to offer practical recommendations for
better audit practices by considering the influence of each variable. Furthermore, this study emphasizes
the importance of finding the right balance between auditor experience and independence to achieve
high-quality audit outcomes, thereby contributing to the development of more effective and transparent
audit practices while also enhancing public trust in the financial information presented by companies.
Keywords: Audit Rotation, Auditor Specialization, Audit Tenure, Audit Opinio
UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK HOTEL PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KAB. KOLAKA
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber pembiayaan penting bagi
pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan
layanan publik. Di Kabupaten Kolaka, pajak hotel menjadi salah satu kontributor utama
PAD, terutama seiring dengan perkembangan sektor tambang yang meningkatkan
kebutuhan akan fasilitas akomodasi. Namun, realisasi penerimaan pajak hotel belum
optimal karena masih terbatasnya jumlah hotel komersial dan rendahnya kepatuhan
pengusaha hotel dalam memenuhi kewajiban pajak mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
tingkat penerimaan pajak hotel, tingkat kepatuhan pengusaha hotel lokal, dan
kontribusi pajak hotel terhadap PAD Kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang
digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui
dokumentasi dari Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kolaka serta pelaku usaha
hotel. Data yang dianalisis mencakup penerimaan pajak hotel, kepatuhan wajib pajak,
serta kontribusi pajak hotel terhadap PAD selama lima tahun terakhir (2019–2023).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan pajak hotel mengalami
peningkatan signifikan, terutama pasca-pandemi, dengan tingkat kepatuhan yang terus
membaik dari 70,10% pada tahun 2019 menjadi 91,70% pada tahun 2023. Meskipun
kontribusi pajak hotel terhadap total PAD masih kecil, tren peningkatan ini
menunjukkan potensi sektor perhotelan sebagai sumber pendapatan yang penting.
Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan perpajakan, peningkatan
sosialisasi, serta optimalisasi pengawasan untuk meningkatkan kontribusi sektor
perhotelan terhadap PAD Kabupaten Kolaka.
Kata Kunci: Kepatuhan Pajak; Pajak Hotel; Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Local own-source revenue (PAD) is an important source of financing for local
governments to support infrastructure development and improved public services. In
Kolaka Regency, hotel tax is one of the main contributors to PAD, especially along
with the development of the mining sector which increases the need for accommodation
facilities. However, the realisation of hotel tax revenue has not been optimal due to the
limited number of commercial hotels and the low compliance of hotel entrepreneurs in
fulfilling their tax obligations.
This study aims to analyse the factors that influence the level of hotel tax revenue,
the level of compliance of local hotel entrepreneurs, and the contribution of hotel tax
to Kolaka Regency PAD. The research method used is a qualitative descriptive
approach, with data collection through documentation from the Kolaka Regency
Regional Revenue Office and hoteliers. The data analysed includes hotel tax revenue,
taxpayer compliance, and the contribution of hotel tax to PAD for the last five years
(2019-2023).
The results show that hotel tax revenue has increased significantly, especially
post-pandemic, with the compliance rate continuing to improve from 70.10% in 2019
to 91.70% in 2023. Although the contribution of hotel tax to total PAD is still small,
this increasing trend shows the potential of the hotel sector as an important source of
revenue. This study recommends strengthening taxation policies, increasing
socialisation, and optimising supervision to increase the contribution of the hotel
sector to Kolaka Regency's PAD.
Keywords: Tax Compliance; Hotel Tax; Regional Original Revenue (PAD
PENGARUH HASIL PEMERIKSAAN BPK TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA KAB/KOTA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana hasil pemeriksaan Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK) berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pengelolaan
keuangan pemerintah daerah pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi
Selatan. Penelitian ini berpusat pada tiga variabel utama yang menjadi fokus utama
analisis, yaitu penilaian terhadap opini hasil audit, hasil temuan yang diperoleh selama
audit, serta langkah-langkah tindak lanjut yang diambil berdasarkan rekomendasi dari
BPK. Untuk menganalisis data, penelitian ini mengaplikasikan regresi linear berganda,
dengan menggunakan laporan hasil pemeriksaan BPK sebagai data sekunder, serta
informasi yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pemeriksa
BPK yang terlibat langsung dalam pemeriksaan tersebut sebagai data primer. Sampel
penelitian terdiri dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang diperiksa
oleh BPK pada periode tahun 2020-2022. Penelitian ini menemukan bahwa opini hasil
audit dan pelaksanaan tindak lanjut dari rekomendasi BPK berkontribusi secara
substansial terhadap pengelolaan keuangan di tingkat daerah. Di sisi lain, temuan hasil
audit tidak berkontribusi secara substansial terhadap pengelolaan keuangan di tingkat
daerah. Hasil kajian penelitian ini diharapkan dapat menyajikan pembelajaran yang
berharga bagi pengelolaan keuangan daerah dalam memperkuat akuntabilitas dan
transparansi pengelolaan keuangan, serta bagi BPK dalam merancang kebijakan
pemeriksaan yang lebih efisien.
Kata Kunci: Pengaruh Hasil Pemeriksaan BPK, Implementasi Rekomendasi Audit,
Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
This research seeks to examine the extent to which the audit results of the Supreme
Audit Institution (BPK) influence the improvement of financial management
performance within local governments at the regency/city level in South Sulawesi
Province. The study focuses on three primary variables central to the analysis: the
evaluation of audit opinions, findings discovered during the audit process, and the
follow-up actions implemented based on BPK’s recommendations. To process the
data, this research applies multiple linear regression, using BPK’s audit reports as
secondary data and responses collected through questionnaires from BPK auditors
actively involved in the audits as primary data. The sample includes 24 regencies/cities
in South Sulawesi Province audited by BPK between 2020 and 2022. The study’s
findings indicate that audit opinions and the execution of follow-up actions based on
BPK recommendations have a significant impact on local financial management. In
contrast, audit findings themselves do not substantially affect financial management
performance. This study is expected to offer meaningful insights to enhance the
accountability and transparency of local financial management, as well as assist BPK
in formulating more effective audit policies.
Keywords: Audit Opinion, Follow-Up Recommendations, Audit Findings, Regional
Financial Performanc
PENGARUH KUALITAS BUKTI AUDIT, KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN PEMBERIAN OPINI AUDIT
Analisis ini dilakukan dengan maksud menilai korelasi antara kualitas bukti audit,
kompetensi serta independensi terhadap ketepatan pemberian opini audit. Analisis
yang dilakukan bersifat kualitatif dan menggunakan metode pengambilan sampel
purposive sampling. Kuesioner dibagikan kepada auditor yang bekerja di KAP dengan
tingkat posisi minimal senior auditor. Pengolahan data dilakukan dengan
menggunakan Regresi Linier Berganda. Responden terdiri dari 35 KAP dengan 70
orang auditor. Penelitian menunjukkan bahwa bukti audit dan independensi memiliki
pengaruh positif terhadap ketepatan pemberian opini audit dan kompetensi memiliki
pengaruh negatif terhadap ketepatan pemberian opini audit.
Kata Kunci: Kualitas Bukti Audit, Kompetensi, Independensi dan Ketepatan
Pemberian Opini Audit
The purpose of analysis was to evaluate corelation audit evidence, competence and
independence of the accuracy of audit opinion. The analysis conducted was qualitative
and used a purposive sampling method . The questionnaire was distributed to auditors
working at KAP with lowest level as a senior auditor. Data processing is completed by
Multiple Linear Regression. Respondents consisted 35 KAP with 70 auditors. Finding
show’s audit evidence and independence have a positive affect to accurate audit
opinion and competence has a negative affect to accurate audit opinion.
Keywords : Quality of Audit Evidence, Competence, Independence and Accuracy of
Audit Opinio
DETERMINASI PENYEBAB KETIDAKBERHASILAN DALAM PENCAPAIAN OPINI WTP: ANALISIS PADA PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA
Penelitian ini mengidentifikasi determinasi yang menyebabkan kegagalan
pemerintah daerah di Indonesia dalam memperoleh opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) untuk
Tahun Anggaran 2020 hingga 2022. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan
untuk menyelidiki lebih mendalam faktor-faktor penyebab kegagalan tersebut.
Penelitian ini menganalisis 143 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD yang
mendapatkan opini selain WTP pada 81 entitas pemerintah daerah. Data LHP
LKPD tersebut didapatkan melalui permintaan informasi pada Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK)
BPK sebagai pelaksana tugas teknis PPID BPK. Berdasarkan data tersebut
dilakukan identifikasi atas faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan
dalam pencapaian opini WTP pada pemerintah daerah di Indonesia dengan
mengelompokkan pada beberapa kategori yaitu permasalahan pada kelompok
akun-akun yang disajikan tidak sesuai SAP, permasalahan pada kelompok jenis
temuan kelemahan SPI, permasalahan pada kelompok jenis temuan kelemahan
ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, dan
permasalahan berulang pada masing-masing entitas. Pengelompokan permasalahan
tersebut mengacu pada Keputusan BPK RI No.5/K/I-XIII.2/8/2010 tanggal 27
Agustus 2010 tentang Petunjuk Teknis Kodering Temuan Pemeriksaan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa kegagalan pemerintah daerah dalam mencapai opini
WTP selama tahun anggaran 2020–2022 dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1)
Penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan SAP, terutama pada
kelompok akun aset tetap, aset lancar, belanja modal, beban operasi, kewajiban
jangka pendek, pendapatan, dan belanja tak terduga. (2) Kelemahan dalam SPI,
meliputi sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, serta sistem pengendalian
anggaran yang tidak optimal. (3) Ketidakpatuhan terhadap regulasi, yang seringkali
mencakup penyimpangan administrasi, potensi kerugian, serta kekurangan dalam
pengawasan. Lebih lanjut, ditemukan pula adanya masalah berulang, khususnya
pada kelemahan SPI dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,
selama dua hingga tiga tahun berturut-turut. Penelitian ini hanya berfokus pada
periode 2020-2022, sehingga penelitian ini tidak menjelaskan secara detail
penyebab struktural atau sistemik di luar yang teridentifikasi oleh audit, sehingga
ada kemungkinan adanya faktor lain yang berperan tetapi belum diungkapkan.
Kata kunci: Kelemahan SPI, Ketidakpatuhan, Opini Audit, Salah Saji, Temuan
Berulang
This study identifies the determinants behind the failure of local governments inIndonesia to obtain Unqualified Opinions on their Local Government FinancialStatements (LGFS) for the 2020–2022 fiscal years. A descriptive quantitativeapproach was employed to investigate the factors contributing to this failure. Theresearch analyzed 143 Audit Reports of LGFSs that received opinions other thanUnqualified Opinions, involving 81 local government entities. The Audit Reports
data were obtained by requesting information through the Public Information andDocumentation Officer (PIDO) at the Information and Communication Center(ICC) of BPK, acting as the technical executor of PIDO. Based on these data, the
study identified factors leading to the failure in achieving Unqualified Opinions
among local governments in Indonesia by categorizing them into several groups:
issues related to account groups not presented in compliance with GovernmentAccounting Standards (GAS), findings of weaknesses in the Internal Control System(ICS), findings of non-compliance with statutory regulations, and recurringproblems in each entity. The categorization of these issues refers to BPK RI DecreeNo. 5/K/I-XIII.2/8/2010 dated August 27, 2010, on Technical Guidelines for AuditFindings Coding. The analysis results indicate that the failure of local governmentsto achieve Unqualified Opinions during the 2020–2022 fiscal years was influenced
by three main factors: Non-compliance with GAS in financial statement
presentation, particularly in account groups such as fixed assets, current assets,
capital expenditures, operating expenses, short-term liabilities, revenues, andunexpected expenditures. Weaknesses in the ICS, including suboptimal accountingand reporting control systems as well as budget control systems. Non-compliancewith regulations, often involving administrative deviations, potential losses, and
deficiencies in oversight. Additionally, recurring issues were found, particularly inICS weaknesses and non-compliance with regulations, persisting for two to threeconsecutive years. This study focuses exclusively on the 2020–2022 period, and
therefore does not detail structural or systemic causes beyond those identifiedthrough audits, leaving the possibility of other contributing factors unaddressed.
Keywords: Weaknesses in ICS, Non-compliance, Audit Opinion, Misstatements,
Recurring Finding