Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI PEMERINTAH DAERAH PADA BADAN KEUANGAN DAERAH (BKD) DI KABUPATEN SIAK

    No full text
    Aplikasi SIPD RI telah ditetapkan sebagai aplikasi umum bidang pemerintahan daerah oleh Kementerian PANRB melalui Keputusan Menteri PANRB Nomor 823 Tahun 2023 tentang Aplikasi Umum Bidang Pemerintahan Daerah. Berdasarkan ketentuan tersebut penerapan aplikasi SIPD RI bersifat wajib/ mandatory bagi semua pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi SIPD pada BKD di Kabupaten Siak, mengetahui bagaimana efektivitas SIPD pada BKD di Kabupaten Siak serta untuk mengetahui keunggulan aplikasi SIPD jika dibandingkan dengan aplikasi Sofit yang sebelumnya digunakan BKD Kabupaten Siak. Objek penelitian adalah penerapan SIPD pada BKD di Kabupaten Siak. Subjek penelitian ini adalah BKD Kabupaten Siak dan yang menjadi responden dan narasumber penelitian adalah pengambil keputusan dan pembuat kebijakan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer. Data dalam penelitian ini dianalisa menggunakan metode campuran dengan model sekuensial eksplanatori. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPD bisa diimplementasikan, SIPD efektif, dan SIPD unggul dibandingkan aplikasi Sofit pada BKD di Kabupaten Siak. Namun masih terdapat kendala-kendala yang harus dimitigasi oleh Pemerintah Kabupaten Siak. Kata kunci : Implementasi, Efektivitas, Keunggulan SIPD, Sofit The SIPD RI application has been designated as a general application in the field of regional governance by the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform (PANRB) through the Minister of PANRB Decree Number 823 of 2023 concerning General Applications in the Field of Regional Governance. Based on these provisions, implementing the SIPD RI application is mandatory for all regional governments. This research aims to understand how the implementation of SIPD in the BKD of Siak Regency and to determine the effectiveness of SIPD in the BKD of Siak Regency, as well as to identify the advantages of the SIPD application compared to the Sofit application previously used by the BKD of Siak Regency. The object of the research is the implementation of SIPD at the district BKD. The subject of this research is the BKD of Siak District, and the respondents and informants of the research are decision-makers and policymakers. The types of data used in this research are quantitative and qualitative. The data source used is primary data. The data in this study were analyzed using a mixed-methods approach with an explanatory sequential model. Based on the research results, shows that SIPD can be implemented, SIPD is effective, and SIPD is superior compared to the Sofit application in BKD Siak Regency. However, there are still obstacles that need to be mitigated by the Siak Regency Government. Keywords: Implementation, Effectiveness, Advantages of SIPD, Sofi

    Hubungan Body Image Dengan Subjective Well-Being Pada Perempuan Dewasa Awal

    No full text
    Penelitian ini peneliti buat untuk melihat dan mengetahui bagaimana citra tubuh berkorelasi dengan subjective well-being pada perempuan dewasa awal. Body image sendiri adalah cara pandang individu terhadap dirinya sendiri mengenai penampilan fisik dirinya. Peneliti menerapkan kriteria pada subyek adalah perempuan dewasa awal dengan rentang umur 20 hingga 40 tahun dengan mengumpulkan partisipan sebanyak 350 orang. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan non-probability sampling. Saat pengambilan data dimulai, peneliti menyebarkan data dengan menggunakan purposive sampling dengan metode snowball. Dari hasil perhitungan korelasi pada variable body image, didapatkan hasil bahwa variable body image memiliki hubungan dengan subjective well-being dengan nilai r = 0.634 dan p = 0.000 < 0.05, dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan

    Faktor Pelindung Psychological Well-Being Mantan Child Soldier: A Scoping Review

    No full text
    Child soldier adalah eksploitasi anak di bawah 18 tahun yang tergabung dalam kelompok bersenjata, rekrutmen dijalankan oleh organisasi negara maupun non-negara. Fenomena ini hadir karena beberapa hal seperti penculikan, pemaksaan, dan ada tujuan tertentu yang didukung oleh pribadi . Mereka memiliki perannya masing-masing seperti petarung hingga budak seks. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah child soldier yang sudah keluar dari camp dan medan perang/mantan child soldier dari seluruh dunia dalam 10 tahun terakhir (2013-2023). Studi-studi yang membahas refugee, partisipan studi dicampur antara child soldier dan refugee, dan tidak secara jelas membahas child soldier akan dimasukkan ke dalam kriteria eksklusi. Dikaji dengan metode scoping review untuk menggali berapa banyak penelitian terkait faktor pelindung PWB mantan child soldier, serta memahami apa aja yang menjadi faktor pelindung PWB mantan child soldier. Hasilnya didapatkan enam (6) studi terkait faktor pelindung PWB mantan child soldier, dan domain faktor pelindung PWB mantan child soldier yang dibahas dalam keenam studi adalah kebutuhan dasar, resource sosial, dukungan, keagamaan, aktivitas, human capital, serta infrastruktur dan layanan sosial

    Gambaran Resiliensi pada Ibu yang Memiliki Anak dengan Kelainan Genetik Langka

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada ibu yang memiliki anak dengan kelainan genetik langka. Penelitian didasari oleh teori resiliensi Reivich and Shatté (2003). Partisipan penelitian adalah 4 ibu yang memiliki anak dengan kelainan genetik langka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Peneliti menganalisis data dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor emotional regulation, partisipan kedua, ketiga, dan keempat mampu mengelola emosinya dengan tepat, sedangkan partisipan pertama tidak mampu melakukannya. Selaras dengan hal tersebut, partisipan kedua, ketiga, dan keempat memiliki impulse control yang baik, sedangkan partisipan pertama tidak mampu melakukannya. Kemudian pada faktor optimism, partisipan pertama memiliki pandangan yang baik terhadap masa depan, sedangkan partisipan kedua, ketiga, dan keempat tidak memilikinya. Pada faktor causal analysis, setiap partisipan mampu menganalisa penyebab dari suatu permasalahan sehingga mencegah terulangnya permasalahan. Pada faktor empathy, partisipan pertama, kedua, dan keempat mampu mengenali kondisi psikologis individu lain melalui bahasa nonverbal, sedangkan partisipan ketiga tidak mampu melakukannya. Pada faktor self- efficacy, setiap partisipan memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk memecahkan suatu permasalahan. Kemudian, pada faktor reaching out, setiap partisipan mampu melepaskan diri dari kemalangan dan membuka diri pada lingkungannya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap partisipan masih perlu mengembangkan diri pada faktor resiliensi yang belum terpenuhi, seperti emotional regulation, impulse control, optimism, dan empathy

    Peranan Smartphone Addiction terhadap Subjective Well-being pada Remaja di Jakarta

    No full text
    Penggunaan smartphone telah menjadi bagian integral dalam kehidupan remaja di era digital, khususnya di Jakarta, dengan tingkat kepemilikan smartphone yang terus meningkat. Smartphone menawarkan beragam manfaat, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat memicu kecanduan, dikenal sebagai smartphone addiction, yang berpotensi memiliki peranan terhadap subjective well-being seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan smartphone addiction terhadap subjective well-being pada remaja di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan desain korelasional pada 239 remaja berusia 15 hingga 24 tahun yang belum menikah dan berdomisili di Jakarta yang dipilih dengan metode purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Smartphone Addiction Scale - Short Version (SAS-SV) Indonesian Version dan Indonesian Well-Being Scale. Hasil analisis menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan nilai T sebesar -1.870 dengan signifikans

    Hubungan antara Pola Asuh Permissive dengan Self-Confidence pada Generasi Z

    No full text
    Salah satu peranan dan tanggung jawab orang tua adalah melakukan pengasuhan pada anak. Dalam melalukan pengasuhan, karakteristik anak, karakteristik orang tua dan faktor lainnya menentukan gaya pengasuhan itu sendiri. Salah satunya pada orang tua yang menerapkan pola asuh permissive, karena gaya pengasuhan akan berdampak pada karakteristik anak. Bagi orang tua mengasuh anak merupakan tantangan tersendiri, tak terkecuali pada orang tua yang mengasuh anak Gen Z yang sangat lekat dengan teknologi. Dimana, salah satu hasil penelitian menunjukan bahwa kepercayaan diri pada Generasi Z masih tergolong sedang dan masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh permisif dengan kepercayaan diri Generasi Z. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional, dengan teknik purpose sampling dengan menggunakan dua alat ukur antara lain, skala ukur Pola Asuh Permisif yang dan Personal Evaluation Inventory. Subjek penelitian ini merupakan 386 Generasi Z yang termasuk dalam remaja akhir dengan rentang usia 17 – 20 tahun. Seluruh data yang diperolah dianalisis dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh permisif dengan self-confidence pada Generasi Z dengan nilai korelasi sebesar 0.689 dan nilai signifikansi <0.001

    PENGARUH BOPO, CAR, LDR, DAN NIM TERHADAP ROA PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH DI SUMATERA PERIODE 2019 – 2023

    No full text
    Penelitian ini mengkaji pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional, Rasio Kecukupan Modal, Rasio Pinjaman terhadap Simpanan, dan Margin Bunga Bersih terhadap Return on Assets (ROA) pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Sumatera periode tahun 2019 sampai dengan 2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Sumatera serta menggunakan metodologi kuantitatif dengan sampel rasio keuangan tahunan selama lima tahun. Regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa kuat dan ke arah mana hubungan antara variabel bebas (BOPO, CAR, LDR, NIM) dengan variabel terikat (ROA). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara BOPO dengan ROA, yang menunjukkan bahwa peningkatan belanja operasional terhadap pendapatan akan menurunkan profitabilitas BPD. Sebaliknya, LDR dan NIM menunjukkan efek positif dan signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan bahwa BPD dengan rasio pinjaman terhadap simpanan yang tinggi dan margin bunga yang lebih baik memperoleh profitabilitas yang lebih besar. Namun, CAR tidak menunjukkan dampak yang signifikan secara statistik terhadap ROA, yang menunjukkan perannya yang tidak berpengaruh terhadap profitabilitas dalam analisis ini. Temuan ini menekankan pentingnya efisiensi operasional dan manajemen margin bunga bagi BPD di Sumatera untuk meningkatkan profitabilitas. Wawasan yang diperoleh dari studi ini dapat membantu manajemen bank dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang mendukung stabilitas keuangan dan profitabilitas. Kata Kunci: BPD, Kinerja Keuangan, Profitabilitas, Return on Assets (ROA) This study examines the impact of Operational Cost to Operating Income (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), and Net Interest Margin (NIM) on Return on Assets (ROA) in Regional Development Banks (BPD) throughout Sumatra from 2019 to 2023. This research utilizes secondary data from the finansial statements of all Regional Development Banks (BPDs) in Sumatra, employing a quantitative methodology with a five-year sample of yearly financial ratios. Multiple linear regression was used to figure out how strong and which way the relationships were between the independent variables (BOPO, CAR, LDR, NIM) and the dependent variable (ROA). The results indicate a significant negative association between BOPO and ROA, suggesting that increased operational expenditures in relation to income diminish BPD's profitability. Conversely, LDR and NIM demonstrate a positive and significant effect on ROA, suggesting that BPDs with elevated loan-to-deposit ratios and enhanced interest margins attain greater profitability. However, CAR does not exhibit a statistically significant impact on ROA, pointing to its non-influential role in profitability in this analysis. These findings emphasize the importance of operational efficiency and interest margin management for BPDs in Sumatra to increase profitability. The insights derived from this study can assist bank management and policymakers in formulating strategies that bolster financial stability and profitability. Keywords: BPD, Financial Performance, Profitability, Return on Assets (ROA

    PENERAPAN PENGGUNAAN APLIKASI ATLAS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK ARIFIN ANISSA MARDANI & MUCHAMMAD (AAMM)

    No full text
    Di era digital yang semakin berkembang, kebutuhan akan sistem informasi yang efektif dan efisien untuk mengelola data keuangan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi Kantor Akuntan Publik (KAP) khususnya Kantor Akuntan Publik Arifin Anissa Mardani & Muchammad (KAP AAMM) dalam melakukan audit laporan keuangan historis. Penggunaan TABK yaitu aplikasi Audit Tool and Linked Archive System (ATLAS) yang dirilis pada tahun 2019 ini dirancang untuk membantu auditor dalam pelaksanaan prosedur audit menjadi lebih efektif dan efisien dengan proses dokumentasi yang lebih terarah dan berlandaskan standar dan regulasi audit yang relevan, serta format yang dihasilkan menjadi lebih umum dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aplikasi ATLAS pada KAP AAMM dengan metode kualitatif deskriptif meliputi teknik wawancara, observasi dan studi literatur. Kesimpulannya, penerapan ATLAS di KAP AAMM memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi dan kepatuhan dalam audit, namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan agar penggunaan aplikasi tersebut dapat dioptimalkan. Kata Kunci: ATLAS, Kantor Akuntan Publik, Audit Laporan Keuangan In the increasingly developing digital era, the need for an effective and efficient information system to manage financial data has become a very important need for Public Accounting Firms (KAP), especially the Arifin Anissa Mardani & Muchammad Public Accounting Firm (KAP AAMM) in conducting historical financial statement audits. The use of TABK, namely the Audit Tool and Linked Archive System (ATLAS) application released in 2019, is designed to assist auditors in implementing audit procedures more effectively and efficiently with a more focused documentation process based on relevant audit standards and regulations, and the resulting format becomes more general and uniform. This study aims to determine the implementation of the ATLAS application at KAP AAMM with a descriptive qualitative method including interview techniques, observations and literature studies. In conclusion, the implementation of ATLAS at KAP AAMM has a positive impact on increasing efficiency and compliance in audits, but there are still several things that need to be improved so that the use of the application can be optimized. Keywords: ATLAS, Public Accounting Firm, Financial Statement Audi

    Gambaran Hardiness Anak Tunggal Wanita dalam Dunia Kerja

    No full text
    Penelitian yang akan dilakukan dengan judul "Gambaran Hardiness Anak Tunggal Wanita dalam Dunia Kerja" disusun agar peneliti dapat mengetahui dan lebih memahami bagaimana individu yang merupakan anak tunggal dalam keluarga dan berjenis kelamin Wanita dapat mengubah stressor dalam diri menjadi suatu hal yang positif dan membuat individu tersebut dapat mengembangkan dirinya. Dalam penelitian ini, aspek-aspek penelitian yang akan diteliti berfokus pada cara ataupun metode yang digunakan oleh partisipan agar dapat menciptakan kehidupan yang lebih positif dan jauh dari kata “stres” dengan cara meningkatkan dan memperkuat karakteristik hardiness dalam diri partisipan. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik purpoisive sampling dan mendapat total partisipan yang diteliti sejumlah 5 partisipan. Sebelum melakukan penelitian, peneliti menyusun pedoman wawancara dengan menggunakan alat ukur Dispositional Resilience Scale (DRS-15) yang dikembangkan oleh Bartone dalam Hystad et al., 2010). Alat ukur ini juga mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Kobasa, et al. pada tahun 1982 terkait hardiness yang memiliki 3 dimensi, yaitu control, challenge, dan commitment. Tidak hanya berfokus pada metode, peneliti juga mengulik lebih lanjut dari pengalaman masa lalu dan juga pola asuh orang tua dalam mendidik dan membangun sang anak tunggal wanita agar memiliki karakter hardiness dalam dirinya untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hardiness yang tinggi dapat ditunjukkan dengan bagaimana individu mampu menghadapi tantangan dalam dunia kerja dan mampu mengubah stressor negatif yang dirasakan menjadi suatu hal yang positif. Namun, tingkat hardiness dalam dunia kerja dapat dikatakan rendah apabila individu tersebut tidak menyukai tantangan dan enggan untuk menghadapinya

    Peranan Self-Efficacy sebagai Moderator dalam Hubungan antara Hardiness dan Career Adaptability pada Karyawan Generasi Milenial

    No full text
    Generasi milenial merupakan generasi yang saat ini memiliki usia 28 hingga 43 tahun. Dalam menghadapi dunia kerja, karyawan generasi milenial menghadapi persaingan dengan 2 generasi yang ada dalam usia produktif, yaitu Generasi X dan generasi Z. Fenomena ini tentunya, menjadi suatu tantangan bagi generasi milenial untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat dalam menghadapi generasi lain, dan juga tetap bertahan untuk terus mengembangkan diri. Oleh karena itu, penting bagi karyawan generasi milenial untuk memiliki hardiness dan career adaptability yang tinggi untuk menghadapi tantangan, terutama mulai saat individu memulai karir dan beradaptasi dengan dunia kerja. Adapun hal yang penting dimiliki karyawan adalah self-efficacy merupakan keyakinan seseorang mengenai kemampuan yang dimiliki untuk mengerjakan pekerjaannya. Kemampuan ini membuat individu memiliki keyakinan diri yang kuat dalam menghadapi masalah. Penelitian ini dilakukan pada 303 partisipan karyawan milenial dengan rentang usia 28 sampai 43 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif degan tiga skala pengukuran, yaitu Career Adapt-Abilities Scale-Short Form (CAAS-SF), Dispositional Resilience Scale (DRS-15), dan New General Self-Efficacy Scale (NGSE). Hasil analisa data utama menggunakan uji regresi berganda menunjukan nilai signifikansi interaksi antara variabel hardiness dan self-efficacy dengan dependen career adaptability, diperoleh nilai t= 18.366, p= 0.000>0.05. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini Self-Efficacy memiliki peran dalam memoderasi hubungan antara Hardiness dan Career Adaptability sebesar 52.8%

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇