Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    KAJIAN TEORITIS ATAS STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA

    No full text
    Karya akhir ini merupakan kajian teoritis yang bertujuan untuk mendalami pengaruh struktur kepemilikan perusahaan dan pengimplementasian tata kelola perusahaan terhadap tindak manajemen laba pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Struktur kepemilikan meliputi kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial, sementara elemen tata kelola perusahaan mencakup kualitas audit dan keberadaan komite audit. Kajian ini menggunakan pendekatan teoritis untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel-variabel tersebut dan dampaknya terhadap integritas pelaporan keuangan perusahaan. Dengan mengacu pada literatur terkait dan kerangka teori seperti teori keagenan, harapan agar tulisan ini mampu menyumbang wawasan konseptual yang bermanfaat kepada akademisi, regulator, juga pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi isu manajemen laba guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan. Kata Kunci: Manajemen Laba, Tata Kelola Perusahaan, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komite Audit, Kualitas Audit. This final project is a theoretical study aimed at exploring the impact of ownership structure and the application of good corporate governance (GCG) on earnings management activities in firms registered on the Indonesia Stock Exchange, particularly in textile companies. The ownership structures examined include institutional ownership and managerial ownership, while corporate governance elements encompass audit quality and the presence of audit committees. This study employs a theoretical approach to explore the connection between these variables and their influence on the reliability of corporate financial reporting. Referring to relevant literature and theoretical frameworks such as agency theory, it is anticipated that this study will provide conceptual insights favourable to academics, regulators, and other stakeholders in addressing earnings management issues to enhance financial reporting transparency and accountability. Keywords: Earnings Management, Corporate Governance, Institutional Ownership, Managerial Ownership, Audit Committee, Audit Quality

    PENERAPAN PSAK 338 DALAM MERGER PT LOGISTIC SERVICES DAN DAMPAKNYA TERHADAP RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan PSAK 338 dalam proses merger Perusahaaan sepengendali serta melakukan analisis atas dampak merger terhadap rasio keuangan Perusahaan. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menjabarkan proses merger yang dilakukan PT Logistic Services dan memberi penilaian terhadap kesesuaian pencatatan akuntansi sesuai dengan PSAK 338 serta melakukan anilisis atas dampak merger terhadap rasio keuangan Perusahaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengukuran dan pengakuan merger telah sesuai yang disyaratkan dalam PSAK 338. Analisis rasio keuangan menunjukan adanya dampak signifkan terhadap rasio likuiditas Perusahaan setelah dilakukan merger jika dibandingkan dengan sebelum merger. Namun tidak ditemukan perubahan signifikan atas rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas Perusahaan setelah dilakukan merger. Kata kunci: Merger, Analisis Rasio Keuangan, Likuiditas, Solvabilitas, Profitabilitas. This study aims to examine the implementation of PSAK 338 in the merger process of entities under common control and analyze the impact of the merger on the Company's financial ratios. This research is a case study that describes the merger process undertaken by PT Logistic Services, evaluates the compliance of accounting records with PSAK 338, and analyzes the impact of the merger to the Company's financial ratios. The results of this study indicate that the measurement and recognition of the merger was comply with the requirements of PSAK 338. The financial ratio analysis shows a significant impact on the Company's liquidity ratio post -merger compared to pre-merger. However, no significant changes were found in the Company's solvency and profitability ratios after the merger. Key words: Merger, Financial Ratio Analysis, Liquidity, Solvability, Profitability

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

    No full text
    Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji variabel-variabel yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah Indonesia. Pendekatan penelitian ini menggunakan pengujian hipotesis dengan pendekatan cross section. Penelitian dilakukan pada pemerintah daerah Indonesia. Waktu penelitian yakni tahun anggaran 2023. Dengan 221 pemerintah daerah di wilayah timur yang menjadi populasi penelitian. Mekanisme penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni pemilihan sampel berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh peneliti sehingga diperoleh obyek penelitian sebanyak 98 pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) Kinerja keuangan pemerintahan daerah di Indonesia tidak dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh ukuran suatu pemerintah daerah dengan nilai Sig. Sebesar 0,056 >0,05 dan nilai thitung 1,933 > ttabel 1,667 sehingga H1 ditolak, 2) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan atas hasil audit terhadap kinerja keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia dengan nilai Sig. Sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai thitung 3,149 > ttabel 1,667 sehingga H2 diterima, 3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan pada hasil tindak lanjut atas temuan audit mengenai kinerja keuangan pemerintah provinsi di Indonesia dengan nilai Sig. sebesar. 0,004 < 0,005 dan nilai thitung 2,081 > 1,668 sehingga H3 diterima. Kata Kunci : Ukuran Pemerintah Daerah, Temuan Pemeriksaan, Tindak Lanjut atas Rekomendasi Hasil Pemeriksaan, Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah The aim of this study is to identify and test the variables that may influence the financial performance of local governments in Indonesia. This research employs hypothesis testing with a cross-sectional approach. The study was conducted on local governments in Indonesia during the 2023 fiscal year, with 221 local governments in the eastern region as the research population. The sample selection was carried out using purposive sampling, a technique that selects samples based on criteria determined by the researchers, resulting in a total of 98 provincial, regency, and city governments as research subjects. The study results indicate that: 1)The financial performance of local governments in Indonesia is not positively and significantly influenced by the size of a local government, with a significance value of 0.056 > 0.05 and a t-value of 1.933 > t-table 1.667, thus rejecting H1, 2) There is a negative and significant influence of audit results on the financial performance of local governments in Indonesia, with a significance value of 0.002 t-table 1.667, thus accepting H2, 3) There is a positive and significant influence of follow-up actions on audit findings concerning the financial performance of provincial governments in Indonesia, with a significance value of 0.004 t-table 1.668, thus accepting H3. Keyword: Local Government Size, Audit Findings, Audit Recommendations Follow-up, Financial Performance of Local Government

    DAMPAK FINANCIAL DISTRESS, AUDIT TENURE DAN DEBT DEFAULT: OPINI AUDIT GOING CONCERN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial distress, audit tenure, dan debt default terhadap opini audit going concern pada perusahaan sektor propertidan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2022–2023.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data sekunder darilaporan keuangan yang telah diaudit. Populasi penelitian terdiri dari 87 perusahaansektor properti dan real estate yang terdaftar secara berturut-turut di BEI selamaperiode 2022–2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposivesampling, dengan kriteria perusahaan yang menyajikan laporan keuangan dalam matauang rupiah dan memiliki indikasi financial distress atau debt default pada periodetersebut. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS versi 26 dengan metode analisis statistik deskriptif dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkanbahwa financial distress memiliki pengaruh signifikan terhadap opini audit goingconcern, di mana tingkat financial distress yang lebih tinggi meningkatkan kemungkinan pemberian opini tersebut. Audit tenure juga memiliki pengaruhsignifikan, menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang antara auditor dan klienmeningkatkan akurasi opini audit. Selain itu, debt default terbukti memengaruhi opini audit going concern, karena perusahaan yang gagal memenuhi kewajiban utangnya cenderung menerima opini tersebut. Secara simultan, ketiga variabel tersebutmemberikan pengaruh signifikan terhadap opini audit going concern. Kata Kunci: Financial distress, audit tenure, debt default, opini audit going concern. This study aims to examine the influence of financial distress, audit tenure, and debt default on the going concern audit opinion in property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2022–2023. This quantitative research utilizes secondary data from audited financial statements. The population of the study consists of 87 property and real estate companies listed consecutively on the IDX during the 2022–2023 period. The sampling technique used is purposive sampling, with criteria for companies that report their financial statements in Indonesian Rupiah and exhibit indications of financial distress or debt default during the period. Data analysis was conducted using SPSS version 26 with descriptive statistical analysis and logistic regression methods. The results of this study indicate that financial distress significantly affects the going concern audit opinion, where higher levels of financial distress increase the likelihood of receiving this opinion. Audit tenure also significantly influences the audit opinion, suggesting that a longer relationship between the auditor and the client improves the accuracy of the audit opinion. Moreover, debt default has been proven to affect the going concern audit opinion, as companies that fail to meet their debt obligations are more likely to receive this opinion. In combination, these three variables have a significant impact on the going concern audit opinion. Keywords: Financial distress, audit tenure, debt default, going concern audit opinion

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TEMUAN BERULANG PADA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG)

    No full text
    Temuan berulang pada laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya terkait pengelolaan aset tetap, mencerminkan tantangan dalam implementasi rekomendasi pemeriksaan serta efektivitas sistem pengendalian internal yang belum optimal. Meskipun upaya perbaikan dilakukan, beberapa kendala masih menyebabkan munculnya masalah serupa dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyelesaian tindak lanjut rekomendasi pemeriksaan atas pengelolaan aset di Kabupaten Kupang. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pejabat di Sekretariat Daerah, Inspektorat, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Hasil analisis menunjukkan bahwa kelemahan dalam aspek Sistem Pengendalian Internal (SPI), terutama pada komponen lingkungan pengendalian, pemantauan dan komunikasi, serta kurang optimalnya peran pihak internal dan eksternal, menjadi penyebab utama temuan berulang. Selain itu, keterbatasan sumber daya dan strategi tindak lanjut yang kurang efektif turut mempengaruhi penyelesaian rekomendasi pemeriksaan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan SPI, peningkatan koordinasi lintas unit, serta optimalisasi kolaborasi dengan pihak eksternal seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mempercepat sertifikasi aset. Melalui temuan ini, Pemerintah Kabupaten Kupang diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kualitas laporan keuangannya melalui strategi pengendalian dan tindak lanjut yang lebih efektif. Kata Kunci : Pemeriksaan LKPD, Temuan Berulang, Tindak Lanjut Rekomendasi The repeated audit findings in the financial reports of Kupang Regency Government, particularly in fixed asset management, reflect challenges in implementing audit recommendations and highlight inefficiencies in the internal control system. Despite corrective efforts, certain obstacles continue to cause similar issues annually. This study aims to identify and analyze the factors influencing the resolution of audit followup recommendations related to asset management in Kupang Regency. Using a qualitative method and case study approach, data were collected through in-depth interviews with officials from the Regional Secretariat, Inspectorate, and Finance and Asset Agency. The analysis reveals that weaknesses within the Internal Control System (ICS)—notably in the areas of control environment, monitoring, and communication— along with suboptimal roles of internal and external stakeholders, are primary contributors to repeated audit findings. Additionally, resource constraints and less effective follow-up strategies significantly impact the resolution of audit recommendations. The study implies the importance of strengthening the ICS, enhancing inter-unit coordination, and optimizing collaboration with external entities such as the National Land Agency (BPN) to expedite asset certification. These findings are expected to aid Kupang Regency Government in improving accountability, transparency, and financial report quality through more effective control and follow- up strategies. Key Word : Audit of Local Government Financial Statements (LKPD), Repeated Audit Findings, Follow-up on Recommendation

    PENGARUH KOMISARIS INDEPENDEN, KUALITAS AUDIT DAN FINANCIAL DISTRESS TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN (Studi pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2020-2023)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaruh komisaris independen, kualitas audit dan Financial distress terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di BEI untuk periode 2020sampai 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitif dengan total populasi sebanyak 81 Laporan keuangan perusahaan selama tahun 2020 sampai 2023. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini adalah dengan teknik purposive Sampling menggunakan kriteria tertentu dengan total sampel penelitian adalah sebanyak 60 Laporan keuangan Perusahaan. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak data analisis SPSS versi 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komisaris independen tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, kualitas audit tidak berpengaruh signifikan pada integritas laporan keuangan dan Financial distress berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Kata Kunci : Komisaris independen, Kualitas audit, Financial distress dan Integritas laporan keuangan. This study aims to analyze the influence of independent commissioners, audit quality and Financial distress on the integrity of financial reporting in state-owned enterprises (BUMN) listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2020 to 2023. This quantitative research used a total population of 81 financial statements of the Companies during 2020 to 2023. The sampling technique used in this study was purposive sampling with specific criteria, with a total sample of 60 company financial statements. This study used SPSS version 26 for data analysis software. The results of this study indicate that independent commissioners have no significant effect on the integrity of financial reporting, audit quality has no significant effect on the integrity of financial reporting, and Financial distress has a significant effect on the integrity of financial reporting. Keyword : independent commissioners, audit quality, Financial distress and finansial statement integrity

    Perbandingan Pemungutan Pajak Final Di Indonesia Dengan Yang Berlaku Di Negara Australia, Singapura Dan Hongkong

    No full text
    Penelitian ini membahas perbandingan penerapan pajak final antara Indonesia dan beberapa negara lain, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam penerapan sistem perpajakan. Pajak Final mengacu pada pengenaan PPh yang tarif dan obyek pajaknya ditentukan secara khusus dan bersifat final, dan tidak memerlukan pelaporan atau pembayaran tambahan. Di Indonesia, pajak final sering diterapkan pada jenis pendapatan tertentu seperti penghasilan UMKM, sewa tanah dan bangunan, penjualan saham di bursa. Tarifnya bervariasi, misalnya 0,5% untuk penghasilan UMKM dan 10% untuk penghasilan sewa tanah dan bangunan , dan 0,5% untuk penjualan saham di bursa. Sedangkan dinegara lain penerapan pajak final berbeda dari sisi tarif dan jenis penghasilan yang dikenakan pajak final, tapi tujuan umum dari penerapan pajak final ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan efisiensi administrasi sambil mengurangi beban pajak berganda bagi individu dan perusahaan. Misalnya di Australia, pajak final dikenakan pada deviden dan bunga dengan tarif pajak deviden sekitar 30% dan bunga dikenakan sesuai penghasilan pajak individu. Di Singapura mengenakan pajak final atas sumber penghasilan lain, seperti royalty dan penghasilan dari luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan pemotongan PPh Final di Indonesia dibandingkan yang berlaku di negara lain. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perpajakan final yang cukup bervariatif dibandingkan dengan negara lain yang mungkin memiliki sistem pajak final yang lebih terpusat atau terfokus pada jenis pendapatan tertentu. Kata kunci: PPh Final, PemungutanPaja

    ANALISIS KEAKURATAN VALUASI SAHAM PERBANKAN DI BEI SEBELUM DAN SESUDAH COVID-19

    No full text
    Penelitian ini menyelidiki akurasi berbagai metode valuasi dalam menilai nilai intrinsik saham perbankan di Indonesia. Studi ini dimulai dengan populasi 50 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, dengan fokus khusus pada enam bank konvensional (non-syariah). Dari sampel tersebut, enam bank dipilih: Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Bank Mega Tbk. (MEGA), dan Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA). Untuk menentukan nilai intrinsik bank-bank ini, penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif berdasarkan laporan keuangan lima bank konvensional utama selama periode sebelum dan sesudah COVID-19 (2017-2019 dan 2021-2023). Studi ini menggunakan tiga metode valuasi utama: pendekatan Neraca menggunakan rasio Price to Book Value (PBV); pendekatan Laporan Laba Rugi menggunakan Earnings per Share (EPS) dan rumus Benjamin Graham; dan pendekatan Arus Kas menggunakan analisis Discounted Cash Flow (DCF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Laporan Laba Rugi secara konsisten melebih-lebihkan nilai intrinsik saham bank, sedangkan pendekatan Neraca dan Arus Kas cenderung meremehkannya. Secara khusus, pendekatan Neraca—terutama untuk BNGA, diikuti oleh BBNI dan BMRI— menunjukkan tingkat akurasi tertinggi dalam mencerminkan harga pasar aktual. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Neraca dapat menjadi metode paling andal untuk menilai saham bank di pasar Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi investor dan analis keuangan, khususnya di sektor perbankan, dalam menilai nilai intrinsik saham. Kata Kunci: nilai intrinsik, valuasi saham, discounted cash flow, price to book value, earnings per share, keakuratan metode valuasi This research investigates the accuracy of various valuation methods for assessing the intrinsic value of Indonesian bank stocks. The study begins with population of top 50largest market capitalization companies, focusing specifically on six conventional(non-sharia) banks. From this sample, six banks were selected: Bank Central Asia Tbk.(BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), Bank Mandiri (Persero)Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Bank Mega Tbk.(MEGA), and Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). To determine the intrinsic value of these banks, this research employs a quantitative methodology based on the financial statements of the five major conventional banks during both the pre- and post-COVID- 19 periods (2017-2019 and 2021-2023). The study utilizes three key valuation methods: The Balance Sheet approach using the Price to Book Value (PBV) ratio; The Income Statement approach using Earnings per Share (EPS) and the Benjamin Graham Formula, and; The Cash Flow approach using Discounted Cash Flow (DCF) analysis. The results reveal that the Income Statement approach consistently overestimates the intrinsic value of bank stocks, whereas both the Balance Sheet and Cash Flow approaches tend to undervalue them. Notably, the Balance Sheet approach—especially for BNGA, follows by BBNI and BMRI—demonstrates the highest accuracy in aligning with actual market prices. These findings suggest that the Balance Sheet approach could be the most reliable method for valuing bank stocks in the Indonesian market. This research is expected to serve as a valuable reference for investors and financial analysts, particularly in the banking sector, when assessing the intrinsic value of stocks. Keywords: intrinsic value, stock valuation, discounted cash flow, price to book value, earnings per share, accuracy of valuation metho

    PENGARUH PROFITABILITAS, SOLVENSI, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN KAP, DAN OPINI AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY (STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BEI 2021-2023)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh profitabilitas, solvensi, ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan opini audit terhadap audit delay. Penelitian ini dialkukan dengan mengambil 37 sampel perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2021-2023 yang diolah menggunakan program EViews 12. Hasil uji secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel solvensi dan opini audit mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Sedangkan, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan ukuran KAP tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap audit delay. Kata kunci: Profitabilitas, Solvensi, Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP, Opini Audit, Audit Delay The aim of this research is to analyze the influence of profitability, solvency, company size, audit firm size, and audit opinion on audit delay. The study was conducted by taking 37 samples from mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021-2023 period, and the data was processed using the EViews 12 program. The partial test results (t-test) indicate that the variables of solvency and audit opinion have a significant effect on audit delay. Meanwhile, profitability, company size, and audit firm size do not have a significant effect on audit delay. Key words: Profitability, Solvency, Company Size, Audit Firm Size, Audit Opinion, Audit Dela

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇