Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Penelitian faktor-faktor penghambat penggunaan transportasi berkelanjutan: studi kasus pada pengguna sepeda di daerah Grogol (TS - 2681)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi faktor-faktor yang menghambat penggunaan transportasi berkelanjutan, khususnya penggunaan sepeda, di Daerah Grogol. Dalam konteks pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, transportasi berperan penting, dan penggunaan sepeda telah diidentifikasi sebagai salah satu solusi yang berpotensi mengurangi dampak negatif transportasi konvensional. Namun, penggunaan sepeda di banyak daerah masih terbatas dan menghadapi hambatan yang kompleks. Penelitian ini akan menggali faktor-faktor seperti kondisi infrastruktur jalur sepeda, persepsi risiko, jarak perjalanan, serta pengaruh budaya dan norma sosial yang mempengaruhi keputusan individu untuk menggunakan sepeda. Dalam konteks Daerah Grogol, kajian kasus ini akan memberikan wawasan mendalam tentang hambatan yang khusus dialami pengguna sepeda di wilayah ini. Penelitian ini juga akan mengeksplorasi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari penggunaan sepeda yang terhambat Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui Kuisioner yang dibagikan secara daring kepada pengguna sepeda, hasil data yang telah dikumpulkan akan di analisis dengan tes reliabilitas, validitas, one sample t-test, dan independent t-test. Hasil dari penelitian ini merupakan faktor penghambat penggunaan sepeda di daerah Grogol adalah kekhawatiran pesepeda terhadap keselamatannya saat di jalur sepeda
Karakteristik kekuatan mekanis serat karbon poros roda belakang go-kart (TM - 1369)
Saat ini pengembangan komposit bergantung pada kebutuhan industri untuk material yang ringan dan kuat. Salah satu komposit yang paling umum dibuat adalah komposit berpenguat serat. Kain polyester terbuat dari serat sintetis poliester, yang merupakan polimer yang dihasilkan dari reaksi kimia antara asam dan alkohol. Polimerisasi adalah proses kimiawi di mana molekul-molekul kecil bergabung untuk membentuk rantai panjang polimer. kain breather, terutama digunakan saat membuat produk dengan serat kaca (fiberglass), serat karbon, atau bahan komposit lainnya. Fungsi utama kain breather adalah untuk memungkinkan udara dan gas keluar dari laminasi selama proses curing. Serat karbon memiliki kekuatan dan modulus elastisitas yang sangat tinggi, sehingga dapat meningkatkan kinerja mekanis poros roda. Tujuan utama penggunaan serat karbon adalah untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan poros roda.Metode pengolahan data yang dilakukan adalah melakukan pengujian impact, pengujian bending test, dan kekerasan vickers pada serat karbon twill terhadap sifat komposit untuk meningkatan karakteristik poros roda belakang go-kart. Setelah itu dilakukan setelah itu akan dilakukan pengujian bending test ASTM D790 untuk pengujian impak ASTM 6110 setelah itu melakukan pengujian kekerasan vickers ASTM E92.nilai impact tertinggi diperoleh pada proses Pengujian Impact dengan perbandingan karbon terhadap resin 80/20 pada spesimen C yaitu 0,327 joule
Perancangan komunikasi visual untuk kampanye makan sehat dengan microgreens kepada remaja akhir (DKV - 3042)
Seorang remaja memerlukan asupan kalori dan nutrisi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan. Meskipun penting, banyak remaja di Indonesia cenderung lebih banyak mengonsumsi junk food dan masih belum mencukupi asupan sayuran sesuai pedoman dari Kemenkes dan WHO. Sayur telah lama diakui sebagai komponen kunci dalam menjaga kesehatan dan gizi yang seimbang, serta dapat membantu mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, obesitas, dan masalah kesehatan lainnya. Namun, perhatian baru-baru ini telah beralih ke inovasi makanan yang menarik, dikenal sebagai "microgreens." Sayur microgreens adalah varietas sayuran yang dipanen pada usia muda, sekitar 7-21 hari, dan memiliki kandungan nutrisi yang jauh lebih tinggi daripada sayuran dewasa, termasuk vitamin, mineral, dan antioksidan. Meski potensial sebagai alternatif makanan sehat yang menarik, sayuran ini masih kurang dikenal di kalangan remaja akhir berusia 17-25 tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah kampanye yang bertujuan untuk memperkenalkan microgreens dan mengajak remaja untuk mencoba microgreens agar bisa mengintegrasikan microgreens dalam makanan mereka sehari-hari hingga membentuk sebuah kebiasaan pola makan sehat. Dengan strategi 5A (aware, appeal, ask, action dan advocate), perancangan komunikasi visual kampanye ini akan menggunakan berbagai media dan pesan yang relevan untuk menyadarkan remaja akhir akan manfaat makan sehat dengan microgreens
Perancangan tampilan visual buku belajar investasi (DKV - 3060)
Mengelola uang merupakan satu keterampilan yang dibutuhkan oleh setiap orang. Salah satu cara mengelola uang adalah dengan berinvestasi. Walau memiliki banyak keuntungan, masih banyak orang yang belum mengenal dunia investasi ini. Menurut narasumber, Linda Lee, seorang trader dan penulis, melakukan investasi baik dilakukan sedini mungkin. Oleh karena itu diperlukan perancangan tampilan visual buku belajar investasi yang secara khusus ditujukan untuk pemula, terutama anak muda dengan rentang usia 18-24 tahun. Pengumpulan data perancangan dilakukan melalui studi pustaka, wawancara, dan melalui survey online terhadap target audience. Rancangan ini dibuat untuk memperkenalkan konsep- konsep saham yang cukup kompleks secara mudah dan ringkas melalui layout dan ilustrasi agar pembaca lebih mudah memahami dan mempraktekan investasi
Perancangan buku mengenai tanaman obat di Eco Spirit Center Puspanita (DKV - 3061)
Dalam pengobatan secara umum memiliki dua jenis metode yaitu medis atau bisa juga disebut metode kedokteran dan pengobatan non- medis alias metode tradisional. Metode pengobatan tradisional sudah sepantasnya berkembang di negara tropis kita Indonesia. Tanaman obat adalah tanaman yang bagiannya dapat dipakai sebagai obat. Namun, faktanya jaman sekarang masyarakat lokal kebanyakan telah terbiasa dengan metode pengobatan kedokteran yaitu racikan dari bahan kimia. Kebiasaan ini menyebabnya berkurangnya remaja mengenal tentang pengobatan non medis atau tradisional. Maka, penulis mencari lalu menemukan klien pada sebuah rumah retret yang memiliki taman tanaman obat, tetapi tidak memiliki media informasi tanaman tersebut dengan tepat. Media informasi yang klien perlukan ialah sebuah buku mengenai tanaman obat yang terdapat pada taman tanaman obat di rumah retret tersebut, dengan target remaja berumur 16-20 tahun yang tertarik dengan alam dan sedang berkunjung ke taman rumah retret. Supaya menarik perhatian para remaja untuk membaca buku tanaman obat, penulis memberi ide mendesain buku tanaman obat dan mengisi ilustrasi. Dalam perancangan ini perancang menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dengan yang bersangkutan dengan perancangan ini, observasi, dan studi Pustaka
Perancangan buku cerita bergambar bahaya membuang sampah plastik yang berdampak pada laut (DKV - 3070)
Sampah merupakan barang yang dihasilkan dari aktivitas manusia yang tidak lagi digunakan, baik tidak dipakai, tidak disenangi, atau dibuang, (WHO). Masih banyaknya Masyarakat Indonesia yang membuang sampah secara sembarangan. Saat ini, 80% sampah laut di Indonesia berasal dari daratan dan 30% di antaranya adalah sampah plastik. Pengetahuan tentang lingkungan dapat ditingkatkan dalam diri anak-anak lewat buku cerita bergambar, karena berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka. Oleh sebab itu dibuatnya media buku cerita bertema sampah plastik di laut dengan menampilkan karakter visual yang bertujuan untuk mengedukasi dan membangun kebiasaan anak-anak dalam menjaga lingkungan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi pustaka, observasi dan kuesioner. Hasil yang dicapai berupa buku cerita bergambar yang akan menjelaskan bagaimana sampah plastik bisa berada di laut dan berbagai macam dampak apa saja yang ditimbulkan akibat sampah plastik berada di laut. Terdapatnya Ilustrasi karakter Banyu dan Maya (karakter utama) dan kedua orang tuanya (karakter pendukung). karakter dirancang dengan menampilkan visual yang sesuai dengan khayalak sasaran yaitu anak-anak usia 6-12 tahun. Perancangan ini diharapkan dapat mengedukasi dan membangun kebiasaan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan
Peran Work Passion terhadap Innovative Work Behavior dengan Work-Life Integration sebagai Moderator: Studi pada Pekerja Industri Kreatif di Jabodetabek
Dengan industri kreatif yang terus berkembang, ide-ide kreatif dan inovatif menjadi kunci untuk tetap dapat bersaing. Bentuk inovasi yang bisa diukur salah satunya
adalah innovative work behavior (IWB). Salah satu determinan dari IWB adalah work passion (WP). WP berhubungan dengan work-life thoughts yang terjadi saat kehidupan profesional dan pribadi terintegrasi, digambarkan dengan variabel
work-life integration (WLI). Dengan demikian, penelitian kuantitatif prediktif korelasional ini bertujuan untuk mengetahui peran WP terhadap IWB dan lebih lanjut untuk mengetahui peran WLI sebagai moderator pada pekerja industri kreatif di Jabodetabek. 200 pekerja industri kreatif yang berdomisili di Jabodetabek dan sudah bekerja selama minimal satu tahun menjadi partisipan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan kedua hipotesis terbukti diterima. WP berperan terhadap IWB dan WLI terbukti berperan sebagai moderator dengan pengaruh yang negatif setelah WLI dimasukkan sehingga dinyatakan melemahkan peran WP terhadap IWB. Pekerja industri kreatif di Jabodetabek juga sangat sering menunjukkan perilaku kinerja inovatif saat bekerja, memiliki passion yang tinggi terhadap pekerjaannya, dan domain antara kehidupan pribadi dan profesionalnya sudah melangkahi batas masing-masing domain. Kemudian, analisis data tambahan menunjukkan masing-masing dimensi dari WP memiliki pengaruh yang positif terhadap IWB. Lalu, data demografis pengaturan jam kerja yang fleksibel, sistem kerja WFA, dan status pekerjaan pekerja lepas/ paruh waktu menunjukkan potensi yang lebih tinggi dalam mendukung nilai IWB, WP, dan WLI dibandingkan dengan pilihan lainnya dalam kategori masing-masing
Pengaruh Handwriting Training Terhadap Working Memory Pada Siswa Sekolah Dasar
Pendidikan merupakan kebutuhan wajib untuk menunjang manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan selalu dimulai dari sekolah dasar yang akan membekali ilmu keterampilan dasar kepada anak. Namun, pada pendidikan sekolah dasar seringkali didapatkan laporan bahwa tidak sedikit anak yang mengalami kondisi kesulitan belajar. Anak yang mengalami kondisi kesulitan dalam pembelajaran biasanya diindikasikan dengan gangguan pada memori kerja atau working memory. Working memory merupakan sebuah sistem pada otak manusia yang bertugas untuk menyimpan dan memanipulasi informasi sementara untuk melakukan tugas-tugas yang kompleks seperti berpikir, berhitung, membaca, menulis, dan sebagainya. Menulis dengan tangan atau handwriting memerlukan kinerja dari tiga bagian aktif pada otak yang akan membuat representasi visual dan motorik saat memproduksi sebuah tulisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya pengaruh handwriting training terhadap working memory pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan partisipan adalah 10 siswa kelas IV Sekolah Dasar. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Wilcoxon yang menguji hasil pre-test dan post-test alat ukur digit span untuk melihat pengaruh handwriting training terhadap working memory. Analisis data menunjukkan perolehan nilai N positive ranks pada post test sebesar 35 dengan nilai asymp.sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh handwriting training terhadap working memory pada siswa sekolah dasar. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi baru untuk pengembangan penelitian selanjutnya. Penelitian ini juga dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para pembaca khususnya kepada guru-guru untuk menambahkan program handwriting training ke dalam program pembelajaran untuk melatih kemampuan working memory siswa
Peran Self-esteem dan Kecemasan Sosial Terhadap Perilaku Ghosting Pengguna Aplikasi Kencan
Self-esteem dan kecemasan sosial menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku ghosting. Individu dengan self-esteem rendah cenderung mengakhiri hubungan karena penghindaraan dan tidak terpenuhinya kebutuhan keterikatan. Sementara itu, individu dengan kecemasan sosial tinggi tidak dapat mempertahankan hubungan karena cenderung tidak dapat menerima evaluasi dari orang lain. Hal ini menyebabkan berakhirnya hubungan yang mengarah kepada perilaku ghosting, yang umumnya terjadi pada pengguna aplikasi kencan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-esteem dan kecemasan sosial terhadap perilaku ghosting pengguna aplikasi kencan. Partisipan penelitian sebanyak 203 emerging adults (18-25 tahun) yang melakukan ghosting 6 bulan sebelum penelitian dilakukan, merupakan pengguna aplikasi kencan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Uji regresi berganda dilakukan untuk melihat peran self-esteem dan kecemasan sosial terhadap perilaku ghosting, menghasilkan R= 0.363 dan R² = 0.132. Hasil menunjukkan bahwa self-esteem dan kecemasan sosial berperan sebesar 13.2%. Hasil analisa regresi menunjukkan F= 15.151 dan p= 0.000 < 0.05, yang dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh signifikan self-esteem dan kecemasan sosial terhadap perilaku ghosting. Implikasi penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran atas perilaku ghosting sehingga dapat mencegahnya
Analisis Kepastian Hukum Dalam Pemenuhan Unsur Kesengajaan Dan Unsur Kelalaian Pada Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Terhadap Kebakaran Lahan Perkebunan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009.
Kerusakan lingkungan hidup yang dilakukan oleh korporasi menjadi salah satu perkara yang sering terjadi melihat gerakan pembangunan nasional, namun permasalahan pengelolaan lingkungan hidup yang tidak baik dan melanggar hukum membuat korporasi harus bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukannya baik secara sengaja ataupun lalai dengan kesalahan yang dilakukan korporasi, namun pemenuhan unsur kesengajaan dan kelalaian menjadi permasalahan dalam menangani perkara lingkungan hidup dan harus ditinjau berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah yang pertama, Bagaimana Kepastian Hukum Terhadap Koporasi yang Melakukan Tindak Pidana Berdasarkan Pemenuhan Unsur Kesengajaan dan Unsur Kelalaian Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan yang kedua, Bagaimana Pertanggungjawaban Pidana Korporasi terhadap Kerusakan Lingkungan Hidup Ditinjau berdasarkan Penegakan Hukumnya dalam UUPPLH. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 unsur dalam pemenuhan unsur kesengajaan dan kelalaian dalam UUPPLH, dan dalam pertanggungjawaban pidana, korporasi merupakan subjek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban terkait dengan kesalahannya baik itu karena sengaja dan lalai berdasarkan Pasal 98 dan Pasal 99 UUPPLH dengan ancaman hukuman delik kesengajaan lebih berat dibandingkan dengan delik kelalaian. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah untuk pembuat undang-undang dan Hakim agar dapat memberikan kepastian hukum yang lebih rigid, serta untuk korporasi agar wajib memperhatikan kelangsungan pelestarian lingkungan