Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Uji eksperimental rancangan jaw gripper OP 30 dengan material onyx-carbon fiber di PT. Matahari Megah (TM - 1387)

    No full text
    Robot lengan atau bisa disebut robot manipulator adalah sebuah robot komponen subsistem gerak dari sistem robot untuk penentuan posisi, mengorientasikan objek sehingga robot dapat melakukan tugas tertentu seperti pengelasan dan untuk pick and place suatu objek. Dalam penggunaan sebagai pick and place suatu objek diperlukan sebuah gripper: Dalam sebuah gripper biasanya diperlukan sebuah jari-jari atau biasa disebut jaw gripper. Jaw gripper adalah sebuah perangkat yang berbentuk seperti jari-jari tangan manusia yang digunakan untuk memegang, mengencangkan, menangangi, dan melepaskan suatu objek/benda. Jaw gripper ini juga yang bersentuhan langsung dengan sebuah objek/ benda pada sistem robot lengan. Bentuk dari sebuah jaw gripper didesian dan dibuat menyesuaikan bentuk dari benda kerja yang akan digenggam, bentuk dari jaw gripper yang diciptakan oleh PT. Matahari Megah menggunakan metode manufaktur 3D-printing untuk konsumennya dalam stasiun OP 30 input pada mesin otomatis automatic assembling gear shaft input and output. Jaw gripper yang sudah didesain, masih perlu dikembangkan untuk membuat desain jaw gripper yang lebih optimal seperti mengurangi penggunaan filamen yang berlebihan tanpa mengurangi kualitasnya dan meminimalisir biaya yang dikeluarkan untuk pencetakan sepasang jaw-gripper. Oleh karena itu, dilakukan pembuatan jaw gripper yang lebih optimal dengan metode pengurangan material dengan proses generative design pada software Inventor dan dilakukan pengujian fisik, dari segi kemampuan mencengkram dan defleksi menggunakan sistem pengujian defleksi yang sudah di rancang. Hasil dari uji defleksi dibandingkan dengan hasil simulasi

    Perancangan dan optimalisasi top cover feeding unit modular production system dan pick and place station (TM - 1397)

    No full text
    Modular Production System merupakan sebuah unit stasiun yang terdiri dari komponen-komponen industri berupa komponen pneumatik dan elektrik yang dikendalikan dengan Programmable Logic Controller yang diarahkan untuk pelatihan kejuruan yang berorientasi pada bidang industri. Pada suatu Modular Production System terdapat beberapa jenis stasiun, salah satunya, stasiun pick and place yang terdiri dari dua modul, yaitu modul pick and place dan modul konveyor. Pada perancangan ini membahas tentang optimalisasi desain pada bagian top cover feeding unit pada stasiun pick and place yang membuat benda kerja dislokasi setiap terjadinya pergerakkan, Dimana dislokasi top cover terjadi setiap adanya perubahan posisi saat vakum menghisap top cover. Optimalisasi desain ini dilakukan dengan merancangan ulang slider feeding unit. Dengan dilakukannya optimalisasi ini, dapat membuat feeding unit menampung top cover pada tempat yang seharusnya dan meningkatkan kapabilitas proses dari system stasiun pick and place ini. Hasil dari optimalisasi ini ditentukan berdasarkan nilai kapabilitas proses Cp dan Cpk dimana sebelum optimalisasi dihasilkan nilai Cp dan Cpk berturut-turut adalah 1,0417 dan 0,77. Kemudian setelah optimalisasi desain dihasilkan nilai Cp dan Cpk berturut- turut adalah 3,402 dan 6,396 dan menghasilkan gaya total 0,205 N dengan menggunakan sudut kemiringan slider feeding unit sebesar 14°. Sudut kemiringan ini ditetapkan sebagai sudut yang paling optimal karena menghasilkan kegagalan sistem yang paling sedikit

    Modifikasi inovasi Adjustable Chair yang ergonomis dengan memanfaatkan batang eceng gondok (T. Ind - 859)

    No full text
    Tumbuhan eceng gondok atau dikenal dengan latin eichornia crassipes memiliki dampak negatif seperti menggangu mobilitas di perairan, bagi para nelayan tumbuhan liar eceng gondok sangat mengganggu perahu nelayan serta tumbuhan liar eceng gondok ini dapat merusak lingkungan karena eceng gondok yang sudah mati akan menumpuk sedikit demi sedikit ke permukaan sehingga seiring berjalanya waktu perairan akan menjadi dangkal serta dapat menganggu ekosistem yang ada di perairan. Oleh karena itu dengan banyaknya pertumbuhan limbah eceng gondok liar ini dapat dijadikan sebuah bahan baku untuk industri kerajinan karena limbah eceng gondok memiliki serat alam yang mempunyai tekstur alami yang berciri khas, unik dan menarik serta ramah lingkungan. Dalam perancangan produk adjustable chair ini yaitu kursi santai yang memiliki tujuan membantu mengurangi pencemaran perairan sekaligus menciptakan desain berkombinasi antara tradisional dan modern minimalis. Perancangan modifikasi inovasi adjustable chair dengan memanfaatkan limbah eceng gondok ini menggunakan kerangka baja karbon yang ergonomis dengan menggunakan acuan antropometri pria dan wanita di Indonesia dengan menggunakan persentil 95% dengan dimensi posisi kursi dibuka 176 cm x 60 cm x 55 cm. Kemudian melakukan uji tarik eceng gondok mulai dari 1 batang, 2 batang, 3 batang dan 3 batang dipilin yang didapatkan bahwa uji tarik 3 batang dipilin lebih kuat untuk dianyam

    Peningkatan kualitas produk karung plastik dengan menggunakan metode Six Sigma (T. Ind - 862)

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada produk karung plastik yang diproduksi oleh PT. XYZ. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur di bidang industri daur ulang yang memproduksi biji plastik dan karung plastik. Penelitian ini mengidentifikasi adanya cacat atau kekurangan pada proses produksi karung plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa penyebab cacat produk tersebut selama proses produksi. Secara rata-rata, PT. XYZ memproduksi 48.9683 kg karung plastik selama kurun waktu 6 bulan, dengan tingkat kecacatan sebesar 3,12% dari total produksi. Kecacatan pada proses produksi meliputi cacat bahan baku dan jahitan terlepas. Berdasarkan perhitungan Defects Per Million Opportunities (DPMO), tingkat sigma ditemukan sebesar 3,65. Dilanjutkan dengan analisis FMEA pada cacat produk yang terjadi terdapat skor RPN sebesar 252 pada cacat jahitan terlepas yang menjadikan prioritas perbaikan pada defect ini. Penyebab terjadinya kecacatan produksi tersebut adalah bergesernya mesin rajut dari alur perajutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran perbaikan yang bertujuan memberikan manfaat mengurangi jumlah kecacatan yang terjadi pada saat proses produksi di PT. XYZ sehingga hasil produksinya menjadi sesuai dengan kualitas yang diinginkan

    Penerapan metode Lean Six Sigma untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi waste produksi di area departemen solid perusahaan farmasi (T. Ind - 866)

    No full text
    Pada proses produksi di bagian packaging di area solid Perusahaan Farmasi sering mengalami pemborosan berupa adanya produk defect seperti blister terpotong, kotor, ciplong, dan sebagainya, serta adanya non value added activity seperti setting masalah mesin, dan lain-lain. Adapun Perusahaan Farmasi ini bergerak di bidang manufaktur farmasi yang memproduksi ekstraksi obat dan multivitamin dalam bentuk solid, semi solid, dan liquid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pemborosan, penyebab utama defect produk, nilai DPMO dan level sigma, dan memberikan solusi berupa saran perbaikan kepada Perusahaan Farmasi. Untuk menyelesaikan permasalahan ini dilakukan pendekatan lean six sigma melalui tahapan DMAIC. Pada tahap define ditemukan objek penelitian yaitu produk X (blister) yang memiliki presentasi defect yang tinggi dan menjadi produk highlight perusahaan sehingga diperlukan perhatian yang lebih terhadap kualitas produk. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis dapat diketahui nilai PCE perusahaan sebesar 14,93%, nilai DPMO perusahaan sebesar 3,477 dan nilai sigma sebesar 4,20. Diagram Pareto menunjukkan 3 pemborosan yang besar yaitu defect sebesar 23,08%, waiting sebesar 23,05%, inventory sebesar 17,28%, karena itu diperlukan perbaikan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi. Setelah dilakukan analisa, diberikan saran perbaikan seperti pembuatan OPL, checksheet, analisis SMED, dan sebagainya. Setelah dilakukan implementasi didapatkan nilai PCE meningkat menjadi 19,59%, nilai DPMO menurun menjadi 3.341, dan nilai tingkat sigma meningkat menjadi 4,21 sigma

    Gunsar hub: titik temu komunitas untuk menghidupkan kawasan gunung sahari melalui placemaking

    No full text
    Mall atau pusat perbelanjaan adalah sebuah bangunan yang memiliki beragam fungsi didalamnya, sehingga dapat menjadi salah satu jenis bangunan yang dapat menghidupkan perekonomian Jakarta. Namun, perkembangan jaman yang terus terjadi dapat menyebabkan beberapa bangunan kehilangan fungsi yang merupakan ciri khas dari bangunan tersebut. Ketidakmampuan pengelola bangunan tersebut dalam mempertahankan dan menjaga pengunjung agar tetap datang ke bangunan tersebut dapat membuat bangunan tersebut tidak lagi menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat, membuat bangunan tersebut berubah menjadi Placeless Place. Sehingga istilah ini sering digunakan bagi bangunan yang dulunya merupakan tempat yang ramai dan ikonik bagi masyarakat, namun kehilangan fungsi dan maknanya sehingga tidak lagi dikunjungi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana pengaruh dari sebuah fenomena Placeless Place dan pengaruhnya terhadap lingkungan yang ada disekitarnya, sehingga dapat menciptakan desain yang berfungsi sesuai sebagai penghidup kembali kawasan Gunung Sahari yang sudah kurang dikunjungi oleh masyarakat. Dalam hal ini, desain juga dapat membantu kawasan sekitarnya yang sudah mulai kurang dikunjungi oleh masyarakat, dan membuat kawasan sekitarnya juga ikut berkembang menjadi kawasan hidup yang penuh dengan aktivitas masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat membuat kawasan yang sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat ini kembali menjadi hidup akan aktivitas yang terjadi

    Simfoni dari hujan, karbon dan ikan

    No full text
    Kampung Nelayan Kamal Muara, dahulu komunitas pesisir yang dinamis, kini terjerat degradasi lingkungan dan sosial. Pencemaran laut, reklamasi, dan eksploitasi sumber daya alam berlebihan memicu kematian biota laut, kerusakan habitat, pendangkalan, dan perubahan arus laut. Hal ini tak hanya merenggut mata pencaharian dan ekonomi, tapi juga rasa aman, keterikatan dengan lingkungan, identitas budaya, dan berpotensi menjadikan Kamal Muara sebagai "placeless place". Perancangan ini hadir sebagai upaya melawan degradasi dan membangun kembali rasa tempat di Kamal Muara melalui arsitektur akuakultur berkelanjutan. Kajian literatur menunjukkan akuakultur amfibi menawarkan solusi inovatif untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan kualitas air laut, dan memberdayakan masyarakat. Metode penelitian menggabungkan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan analisis data sekunder. Hasil menunjukkan bahwa sistem akuakultur di Kamal Muara dapat meningkatkan keanekaragaman hayati laut, kualitas air laut, dan pendapatan nelayan. Sistem ini pun dapat memperkuat identitas budaya dan tradisi.Penelitian ini membuktikan akuakultur sebagai strategi efektif dalam memulihkan ekosistem pesisir dan memberdayakan masyarakat di Kamal Muara. Arsitektur akuakultur berkelanjutan tak hanya berfokus pada fungsi ekologis dan ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan budaya. Desain arsitektur yang sensitif terhadap konteks lokal dan kebutuhan masyarakat dapat membantu membangun kembali rasa tempat di Kamal Muara, menangkal fenomena "placeless place", dan menciptakan ruang yang bermakna bagi komunitas pesisir ini

    Pusat pendidikan dan hiburan Gunung Agung di Kwitang

    No full text
    Kwitang, sebuah kelurahan di Jakarta Pusat, dikenal karena keahlian pencak silat dan menjadi pusat perhatian para pecinta buku. Nama "Kwitang" berasal dari Kwik Tang Kiam, seorang tuan tanah keturunan Tionghoa yang menguasai sebagian besar wilayah tersebut, yang kemudian dikenal sebagai Kampung Kwitang oleh masyarakat Betawi. Pada tahun 1953, Kawasan Kwitang masih sepi karena minimnya aktivitas. Namun, situasi berubah drastis dengan hadirnya Toko Buku Kwitang 13 dan gerobak buku yang menarik minat anak-anak, membuat kawasan ini ramai. Seiring berjalannya waktu, Kwitang mengalami banyak perubahan. Pemerintah daerah melakukan penertiban yang menyebabkan penyebaran pedagang buku dan penurunan penjualan buku secara keseluruhan. Minat pembeli juga berkurang akibat pergeseran ke format digital seperti e- book. Disrupsi teknologi 4.0 dan menurunnya minat baca buku fisik memperburuk situasi ini, terutama selama pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan interaksi sosial masyarakat Penelitian mengenai kawasan ini menggunakan metode dokumentasi dan analisis deskriptif kualitatif. Pendekatan ini bertujuan memahami dinamika dan perubahan yang terjadi di Kwitang secara mendalam. Dengan langkah ini, diharapkan Kwitang dapat menjadi daya tarik utama dan mengembalikan identitasnya yang berkembang serta tetap relevan di tengah perubahan zaman. Pengembangan kawasan ini bisa dilakukan dengan membangun fasilitas yang mendukung kegiatan literasi dan komunitas, seperti perpustakaan modern, ruang baca, dan area diskusi. Selain itu, acara- acara literasi seperti festival buku, diskusi publik, dan workshop penulisan juga dapat menarik minat masyarakat dan meningkatkan kunjungan ke kawasan ini Dengan upaya terkoordinasi dan komprehensif, diharapkan Kwitang dapat kembali menjadi pusat literasi yang hidup dan relevan di tengah arus perubahan zaman. Pendekatan arsitektur programatik yang mempertahankan identitas budaya dan literasi Kwitang akan membantu kawasan ini tetap menjadi destinasi menarik dan dinamis bagi para pecinta buku, serta menjadi simbol kebanggaan bagi warga Jakarta Pusat

    Analisis kepuasan penumpang terhadap pelayanan Transjakarta koridor 9 (TS - 2679)

    No full text
    Sejak beberapa dekade terakhir, Indonesia mengalami pertambahan penduduk yang nyata contohnya di DKI Jakarta. TransJakarta adalah sistem transportasi umum berbasis bus rapid transit (BRT) yang beroperasi di Jakarta. Transportasi umum seperti Bus Transjakarta adalah komponen penting dalam mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. Pemahaman yang baik tentang tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan yang diberikan sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan transportasi publik. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data dari pengguna Bus Transjakarta Koridor 9. Untuk rute Bus TransJakarta Koridor 9 menghubungkan Pinang Ranti yang berada di Jakarta Timur dengan Pluit yang berada di Jakarta Utara. Total Panjang rutenya yaitu 28,8 Km, dan melintasi 5 kota administrasi DKI Jakarta yakni Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Untuk penumpang bus Transjakarta Koridor 9 banyak didominasi oleh pekerja kantoran, pedagang, dan individu yang memiliki aktivitas harian di sepanjang rute karena terdapat beberapa kawasan bisnis disekitar rute ini. Penyusunan penelitian ini menggunakan studi literatur dan metode kuantitatif. Data yang diperoleh mencakup aspek-aspek seperti frekuensi penggunaan, rute yang sering digunakan, waktu perjalanan, tingkat kepuasan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pengguna dalam memilih Bus Transjakarta. Dapat disimpulkan bahwa responden puas terhadap fasilitas yang disediakan

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇