Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Perancangan kampanye deteksi dini kanker payudara bagi remaja wanita di Jakarta (DKV - 3078)
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia dengan angka kematian sebanyak 22.430 jiwa per tahun 2020 menurut Global Cancer Observatory (GLOBOCAN). Tingginya tingkat kematian akibat kanker tersebut disebabkan karena kebanyakan kasus kanker yang terjadi di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga kanker sudah lebih sulit untuk disembuhkan. Terdapat cara mudah yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mendeteksi kanker payudara, yakni Periksa Payudara Sendiri (SADARI), di mana sebagian besar kelainan atau benjolan pada payudara pertama ditemukan oleh penderita sendiri melalui penerapan SADARI yang tepat. Hanya saja, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, masih terdapat banyak wanita dari kelompok usia remaja hingga dewasa muda yang belum terlalu paham akan pentingnya SADARI dan cara penerapannya, bahkan tidak sedikit juga di antara mereka yang belum mengenal apa itu SADARI. Padahal, kanker payudara ini dapat menyerang wanita dari berbagai kelompok usia, bahkan remaja yang masih berumur 14 tahun sekalipun. Oleh karena itu, diperlukan sebuah strategi komunikasi seperti kampanye dengan menggunakan media dan pendekatan yang tepat untuk meningkatkan edukasi dan awareness mereka mengenai kanker payudara dan SADARI ini. Tujuan dari kampanye ini antara lain adalah agar mereka bisa lebih sadar dan peduli terhadap isu ini, dengan harapan akan membantu mendeteksi kemungkinan kanker sejak dini agar dapat segera ditangani lebih lanjut
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Loneliness yang Dimoderasi Gratitude pada Dewasa Muda
Media sosial merupakan sarana komunikasi serta interaksi manusia dalam membagikan nilai-nilai konten berbasis internet. Hadirnya media sosial dalam perkembangan teknologi memberikan kemudahan dan dampak bagi para penggunanya. Melalui perubahan pola interaksi dalam era digital, loneliness menjadi salah satu kondisi yang dirasakan oleh penggunanya. Loneliness merupakan sebuah perasaan yang muncul akibat pengalaman pribadi individu akan kehidupan sosialnya. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan hubungan antara loneliness dengan intensitas penggunaan media sosial. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak loneliness pada pengguna, dibutuhkan gratitude. Gratitude merupakan sebuah perasaan bahagia serta cara pandang individu dalam memaknai kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan loneliness dengan gratitude sebagai moderator. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online. Penelitian menggunakan tiga alat ukur, yaitu Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial, The Social and Emotional Loneliness Scale for Adults (SELSA-S) Indonesian Version, dan The 30-item Gratitude Scale Indonesian Version. Pengujian asumsi klasik ditemukan bahwa persebaran data pada 427 partisipan tidak normal, sehingga pengujian dilakukan dengan menggunakan metode non-parametrik. Data utama diolah dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil pengujian moderated regression analysis (MRA) menunjukan tidak terdapat peranan signifikan pada variabel gratitude dengan nilai t = 1.928; dan p = 0.055 > 0.05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gratitude tidak memiliki peran moderasi terhadap hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan loneliness
Penerapan Prinsip Kehati-Hatian Oleh Notaris Di Dalam Menerima Uang Pemisah Sertifikat Dan Pembayaran Bphtb (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 285/Pid/2021/Pt Bdg)
Penelitian ini membahas penerapan prinsip kehati-hatian oleh notaris dalam menerima uang pemisahan sertifikat tanah dan pembayaran BPHTB. Sebagai pejabat publik, notaris memiliki peran penting dalam memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, notaris harus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat dengan mematuhi UUJN dan PMPJ. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan Undang-Undang dan pendekatan kasus. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Dalam penerimaan uang titipan, notaris harus memastikan identitas klien, memverifikasi data dengan teliti, dan menjaga transparansi serta akuntabilitas. Meskipun tidak ada aturan eksplisit yang memperbolehkan notaris menerima pembayaran pajak BPHTB, diketahui beberapa kasus menunjukkan notaris menerima uang titipan dari klien untuk pembayaran pajak tersebut, meskipun hal ini berada di luar kewenangan formal. Tanggung jawab notaris didasarkan pada prinsip kesalahan, yang mencakup adanya perbuatan, unsur kesalahan, kerugian, dan hubungan kausalitas. Kesalahan notaris dapat melibatkan tanggung jawab perdata, administratif, dan pidana. Oleh karena itu penerapan prinsip kehati-hatian, integritas moral, dan kepatuhan terhadap hukum adalah kunci untuk menjaga tanggung jawab notaris dan kepercayaan masyarakat pada profesi tersebut. Berdasarkan penelitian ini, diharapkan agar notaris mematuhi prinsip kehati-hatian, memahami batas wewenangnya, dan menghadapi pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku. Pengawasan ketat dan sanksi tegas diperlukan untuk menciptakan kesadaran dan efek jera bagi notaris. Regulasi terkait peran notaris dalam pembayaran pajak perlu ditinjau ulang, dan masyarakat perlu diberi penyuluhan mengenai pembayaran BPHTB agar dapat mencegah risiko permasalahan dengan notaris
Gambaran Resiliensi pada Guru Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada guru pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini didasarkan oleh teori resiliensi Reivich dan Shatté (2002). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Peneliti melakukan penelitian terhadap tiga orang subyek menggunakan teknik purposive snowball sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukkan faktor emotion regulation dari ketiga subyek belum dapat mengontrol emosi dengan baik. Pada faktor impuls control masing-masing subyek dapat mengendalikan dorongan atau keinginan diri dalam berbagai kondisi dengan baik. Pada faktor optimism subyek pertama telah memiliki harapan dan usaha positif terkait masa depan murid ABK yang didampingi. Sementara itu, subyek kedua dan ketiga juga memiliki harapan positif, namun tidak disertai usaha untuk mewujudkannya. Pada faktor causal analysis ketiga subyek mampu menjelaskan sumber tantangan serta dapat mengatasinya dengan baik. Pada faktor self-efficacy ketiga subyek dapat mengatasi permasalahan yang dimiliki, namun tidak memiliki keyakinan pada diri sendiri. Pada faktor reaching out, ketiga subyek telah berhasil menerima hal-hal positif melalui berbagai tantangan sebagai guru pendamping ABK. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan guru pendamping murid ABK khususnya pada gangguan autisme, speech delay, dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) masih memerlukan peningkatan resiliensi pada faktor emotion regulation, optimism, dan self-efficacy
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Psychological Well-Being Pada Remaja Korban Bullying
Bullying sekarang ini sedang ramai terjadi pada kalangan remaja, banyak faktor terjadinya kasus bullying dalam sebuah ruang lingkup masyarakat. Bullying banyak menimbulkan dampak negatif pada korban seperti dampak fisik maupun psikis. Dampak secara psikis sendiri itu terdapat pada rendahnya nilai Psychological Well-Being korban. Bagi korban mendapat dukungan dari keluarga merupakan hal yang dapat membantu korban untuk memelihara kesehatan atau pemulihan dari sakit. Berdasarkan fenomenan bullying yang masih sering terjadi membutuhkan faktor eksternal yang dapat membantu meminimalisir terjadinya dampak negatif remaja korban bullying. Penelitian dilakukan agar dapat mengetahui apakah terdapat hubungan antara Psychological Well-Being korban bullying dengan dukungan sosial terutama yang berasal dari keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan jumlah partisipan sebanyak 530 partisipan remaja yang berjenis kelamin laki laki atau perempuan dengan umur 13-18 tahun. Alat ukur yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Ryff’s Psychological well-being scale 31 items (RPWB), Friedman dukungan keluarga, Revised Owleus Bully/Victim Questionnaire. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Proses pengolahan data menggunakan IBM Statistic SPSS 24 dengan melakukan uji korelasi terhadap variabel dukungan keluarga dan Psychological Well-Being korban. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan hasil bahwa dukungan keluarga berkorelasi positif Psychological Well-Being korban bullying. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah jika dukungan sosial tinggi dan Psychological Well-Being korban juga tingg
Pengaruh Psychological Capital dan Social Support terhadap Work Engagement Agen Asuransi PT X
Keberhasilan individu dalam mencapai kinerja yang tinggi memerlukan peran dari work engagement, demikian pula dengan agen asuransi. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi work engagement adalah psychological capital dan social support. Work engagement merupakan keadaan di mana individu terlibat secara positif dalam pikiran dan merasa puas dengan pekerjaan, yang dicirikan dengan semangat, dedikasi, dan absorpsi. Psychological capital adalah kondisi positif dari psikologis individu yang mencakup aspek harapan, resiliensi, optimisme, dan efikasi diri. Social support merupakan sejumlah interaksi sosial yang memberikan bantuan dan tersedia di lingkungan kerja, yang dapat berasal dari teman, orang terpenting dalam hidup, dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh psychological capital dan social support terhadap work engagement. Partisipan penelitian ini adalah 182 agen asuransi berusia 19 hingga 54 tahun yang bekerja di PT X. Metode penelitian yang digunakan adalah non-probability dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Psychological Capital Questionnaire (Luthans et al., 2007), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (Zimet et al., 1988), dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) (Schaufeli & Bakker, 2003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological capital dan social support secara bersama-sama maupun secara parsial berpengaruh terhadap work engagement agen asuransi PT X. Penelitian ini memiliki implikasi bagi perusahaan untuk dapat merancang program intervensi guna meningkatkan work engagement agen asuransi PT X
Persepsi Pola Asuh Authoritative Terhadap Konsep Diri Oleh Remaja Awal di Panti Asuhan Jakarta
Cara atau pola asuh yang diterapkan pengasuh dan orang tua sangat penting untuk kehidupan anak. Anak yang memasuki masa remaja awal akan mengalami banyak perubahan, termasuk perubahan dalam hubungan mereka dengan orang tua, sekolah, dan perkembangan kognitif dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 92 remaja awal usia 13-15 tahun yang bertempat tinggal di panti-panti asuhan Jakarta. Penelitian ini menggunakan variabel pola asuh yang mengukur dua dimensi, yaitu Responsiveness dan Demandingness. Lalu variabel konsep diri atau self-concept menggunakan 6 aspek, yaitu Physical Self, Moral-Ethical Self, Personal Self, Family Self, Social Self, dan Critical Self. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji beda antar variabel pola asuh dan konsep diri. Didapatkan hasil uji beda dengan nilai F = 1.220 dan p = 0.018, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan konsep diri yang terbentuk antara pola asuh authoritative dan non-authoritative
Gambaran Tingkat Pengetahuan Terkait "Pharmacology Pain Management" Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan Tahun 2020
Nyeri merupakan perasaan tidak nyaman yang umum dialami oleh tiap individu dan
merupakan alasan paling sering mengapa individu mengunjungi tenaga ahli professional
perawatan kesehatan. Pada beberapa kasus ketidak kompetenan seorang dokter dalam
menilai rasa nyeri, mendiagnosis, dan pemberian obat membuat rasa nyeri menjadi sulit
di tangani. Manajemen nyeri yang memadai merupakan kunci utama keselamatan dan
kepuasan pasien serta kualitas layanan medis yang diberikan di rumah sakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan terkait pharmacology pain management
pada mahasiwa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan tahun 2020. Penelitian
deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan dari bulan January-Mei 2024.
Data penelitian ini didapatkan dari hasil 36 pertanyaan kuesioner yang disebar secara
online dengan metode total population sampling. Analisis data yang digunakan ialah
analisis univariat untuk melihat tingkat pengetahuan, meliputi: Pain Assesment Tools, Pain
Pathway, Klasifikasi Nyeri, Nyeri Nociceptive dan Neuropatik, WHO Analgesic Ladder, serta
Farmakoterapi Nyeri Nociceptive dan Neuropatik dengan jumlah sebanyak 123 responden
yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat pengetauan dikategorikan menjadi baik, cukup,
dan kurang. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebesar 92 responden (74.8%) memiliki
pengetahuan baik terkait pharmacology pain management, meliputi: Pain Assesment Tools
(63.8%), Pain Pathway (56.7%), Klasifikasi Nyeri (58.9%), pengetahuan nyeri nociceptive
(58.9%), pengetahuan nyeri neuropatik (58.9%), WHO Analgesic Ladder (59.6%),
Farmakoterapi nyeri nociceptive : mekanisme kerja (56.7%), Sediaan dan Dosis (58.2%),
Efek Samping (56.0%),dan Farmakoterapi nyeri neuropatik : mekansime kerja (53.2%),
Dosis dan Sediaan (24.1%), Efek samping (61.7%). Secara keseluruhan tingkat
pengetahuan pharmacology pain management pada mahasiswa kedokteran Universitas
Tarumanagara angkatan tahun 2020 masuk kedalam kategori baik
Tinjauan Penggunaan Ciptaan Lagu Secara Ilegal Dari Soundcloud Berdasarkan Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta
Hak cipta adalah suatu bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada pencipta karya-karya orisinal, termasuk di dalamnya lagu. Tujuan utama dari hak cipta adalah untuk mendorong dan memastikan berkelanjutan dalam menciptakan karya-karya kreatif. Dalam konteks industri musik, hak cipta terhadap lagu memiliki peran yang sangat penting. Ini bukan hanya tentang melindungi hak- hak pencipta, tetapi juga memberikan insentif bagi mereka untuk terus menciptakan karya-karya baru yang memperkaya warisan musik kita. Penelitian yang dilakukan melalui tinjauan literatur dan analisis kasus- kasus terkait hak cipta lagu mengungkapkan bahwa hak cipta juga memiliki peran krusial dalam memajukan industri musik secara keseluruhan. Melalui hak cipta, label rekaman, penerbit musik, dan distributor dapat memastikan bahwa investasi mereka dalam pemasaran, promosi, dan distribusi lagu akan mendapatkan pengembalian yang adil. Ini membantu menciptakan lingkungan di mana para artis dan pencipta lagu dapat terus berinovasi dan berkembang dalam karir mereka. Namun, tidak dapat diabaikan bahwa ada tantangan dan masalah yang muncul dalam konteks hak cipta lagu. Salah satu tantangan terbesar adalah penyebaran lagu secara ilegal dan praktik pembajakan. Fenomena ini merugikan pencipta lagu melalui internet dan mengurangi penghasilan yang seharusnya mereka terima. Oleh karena itu, perlindungan hukum ini harus diimbangi dengan upaya penegakan hukum yang efektif untuk mengatasi pelanggaran hak cipta. Dalam kesimpulan, hak cipta terhadap lagu memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong kreativitas, melindungi hak-hak pencipta, dan memajukan industri musik secara keseluruhan. Meskipun tantangan seperti pembajakan masih ada, perlindungan hukum ini tetap menjadi landasan bagi perkembangan industri musik dan mendorong pencipta untuk terus menghasilkan karya-karya baru yang memperkaya budaya musik kita
Kajian Terhadap Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Persetubuhan Berdasarkan Perspektif Viktimologi (Contoh Kasus: Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 23/Pid.Sus/2022/PN JKT.PST)
Korban dan viktimologi mempunyai hubungan yang erat dalam kacamata hukum pidana. Dalam hal ini, korban merupakan individu yang menjadi sasaran atau objek dari tindak pidana, dengan viktimologi sebagai ilmu yang memperdalam eksistensi dan probelamatika korban atas akibat dari tindak pidana tersebut. Pihak yang dapat menjadi korban tidak dilimitasi oleh usia, gender, dan lain sebagainya, serta tidak terkecuali anak yang notabene menjadi salah satu sasaran utama tindak pidana. Salah satu contoh dari tindak pidana terhadap anak adalah tindak pidana kekerasan seksual, dimana Penulis akan meninjau dan menganalisis salah satu contoh konkrit tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak dalam perspektif kriminologi. Tujuan penelitian dari topik ini adalah memberikan sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, terkhusus pada bidang ilmu hukum dan viktimologi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan memanfaatkan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Kesimpulan dari skripsi ini adalah trauma pada sosok laki-laki dan dampak psikologis lainnya seperti Trauma Emosional, Depresi dan Kecemasan, Stres Pasca Trauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD), Rasa Malu dan Stigma, Gangguan dalam Hubungan interpersonal, Penurunan Harga Diri, Perkembangan Seksual yang Tidak Sehat, Gangguan Masalah Kesehatan Psikis lainnya dan diperlukannya melakukan upaya-upaya serius dari berbagai pihak, termasuk pendidikan seksual yang mencakup pemahaman tentang batasan-batasan pribadi, hak-hak anak, dan cara mengenali perilaku yang tidak pantas. Saran dari Penulis adalah untuk menanggulangi tindak pidana persetubuhan terhadap anak, diperlukan kerja sama dari seluruh masyarakat, termasuk orang tua, pemerintah, penegak hukum, dan individu lainny