Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Laporan Penelitian "Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Tradisional di Desa Tumbang Tarusan Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau"
Di Indonesia obat tradisional masih banyak digunakan secara meluas di berbagai masyarakat baik di Desa maupun di Kota. Pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman obat tradisional merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan secara turun temurun. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat tradisional di Desa Tumbang Tarusan. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner sebagai media pengumpul data. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Tumbang Tarusan sebesar 87 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna obat tradisional terbanyak merupakan perempuan (69%), usia 28-38 tahun (34,5%), pendidikan terakhir SMA (47,1%) dan ibu rumah tangga (44,8%). Hasil tingkat pengetahuan responden berdasarkan rata-rata ialah 75,5% dan masuk pada kategori baik
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Augmented Reality Dan Virtual Reality (Arvr) Untuk Mendukung Literasi Keanekaragaman Hayati: Studi Kasus Tumbuhan Dan Satwa Langka Di Taman Nasional Sebangau
Investigasi Kualitas Tanah pada Pembangunan Kelapa Sawit PT. Tunas Harapan Baru
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi tanah pada lahan yang digunakan
untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit di PT. Tunas Harapan Baru. Evaluasi dilakukan
dengan menganalisis sifat fisik dan kimia tanah yang mencakup tekstur, pH, kandungan bahan
organik, dan unsur hara utama. Data diambil dari uji laboratorium pada beberapa sampel tanah
dari lokasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tanah memenuhi syarat untuk
pengembangan perkebunan kelapa sawit, meskipun terdapat beberapa parameter yang
memerlukan perhatian dalam pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Artikel ini juga
membahas dampak lingkungan dari penggunaan lahan perkebunan terhadap kondisi tanah
setempat dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan kualitas tanah
MODUL HADIS AHKAM
Secara istilah, para ulama mendefinisikan Hadis Ahkam sebagai hadis-hadis Nabi SAW yang di dalamnya mengandung hukum-hukum syara’ (hukum Islam) atau yang dijadikan dasar istinbat (pengambilan) hukum fiqih. Berbeda dengan hadis-hadis yang bertema akidah (keimanan), targhib wa tarhib (janji dan ancaman), atau khasais (keistimewaan), Hadis Ahkam secara spesifik berbicara tentang status perbuatan mukallaf, seperti Wajib, Sunnah, Haram, Makruh, Mubah, serta syarat dan rukun ibadah maupun muamalah
Pembuatan dan Pemasangan “LOSIDA” (Lodong Sisa Dapur), Sebagai alternatif Pembuatan Kompos dan Pupuk Cair di Perumahan Masyarakat Jl. Kembang Kersen 3 Kota Palangka Raya
Sosialisasi Bahaya Stunting Untuk Perkembangan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Dan Pembagian Susu Gratis Di Lingkungan Kampus 2 Univeristas Muhammadiyah
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Mengingat pentingnya permasalahan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam sambutan di Pembukaan Rapat Kerja Nasional Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana) menyampaikan bahwa dampak stunting ini bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi yang paling berbahaya adalah nanti rendahnya kemampuan anak untuk belajar, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak. Selain Itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kegiatan Sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna menghindari stunting pada balita.
Berdasarkan permasalahan tersebut dan untuk mendukung program pemerintah pusat dan pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Tim ini dibentuk sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam wujud Pengabdian Kepada Masyakat. Tim ini terdiri dari beberapa dosen lintas disiplin ilmu dan beberapa mahasiswa aktif berkuliah di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Kegiatan ini berupa sosialisasi bahaya stunting bagi balita dan pembagian susu gratis dalam upaya mencukupi gizi bagi balita di 1000 hari pertama kehidupan
Laporan Penelitian "Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moring Oleifera) Sebagai Koagulan Alami Untuk Pengelolaan Air Gambut"
Air gambut merupakan salah satu sumber air yang sering digunakan oleh masyarakat di wilayah tertentu, terutama di daerah rawa dan pasang surut. Air gambut memiliki karakteristik khusus seperti warna coklat kehitaman, pH rendah, dan kandungan bahan organik yang tinggi. Penggunaan koagulan alami dari tanaman kelor (Moringa Oleifera) menjadi salah satu alternatif dalam pengolahan air gambut untuk meningkatkan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas biji dan daun kelor sebagai koagulan alami dalam meningkatkan pH dan mengurangi warna air gambut.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel air gambut diambil dari saluran drainase Kalibata, Kota Palangka Raya. Biji dan daun kelor yang digunakan adalah yang sudah tua, diolah menjadi serbuk, dan diaplikasikan pada air gambut dengan variasi dosis koagulan (10 g, 15 g, dan 20 g) dan pengadukan menggunakan alat Jar Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan koagulan alami dari biji dan daun kelor mampu meningkatkan pH air gambut namun masih belum mencapai standar baku mutu air bersih yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan. Penggunaan koagulan dari biji kelor memberikan perubahan pH dari 3,90 menjadi 4,07 pada dosis 10 g, dari 2,80 menjadi 3,15 pada dosis 15 g, dan dari 2,04 menjadi 4,17 pada dosis 20 g. Penggunaan daun kelor juga menunjukkan peningkatan pH namun tidak signifikan. Selain itu, koagulan alami dari kelor efektif dalam mengurangi warna air gambut.
Kesimpulannya, koagulan alami dari biji dan daun kelor efektif dalam mengurangi warna air gambut dan sedikit meningkatkan pH, namun belum mampu mencapai standar baku mutu air bersih. Penelitian lebih lanjut dengan metode pengolahan tambahan seperti filtrasi disarankan untuk mencapai hasil yang lebih optimal