Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Laporan Penelitian "Pengembangan Model Konseling Lilis Lamiang Berdasarkan Falsafah Budaya Masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah Untuk Penanganan Masalahan Anak Akibat Keluarga Broken Home"
Pelayanan konseling lilis lamiang belum ditemukan di sekolah
jadi penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseling lilis lamiang dan
penelitian ini perlu dilakukan agar peserta didik mampu menghadapi masalah akibat broken
home. Penelitian ini penting dilakukan karena layanan konseling dari aspek budaya masih perlu
di tingkatkan dan permasalahan broken home dari hari ke hari semakin meningkat. Skema
penelitian ini yaitu penelitian dasar yang ditujukan untuk melakukan inovasi berupa
pengembangan model konseling yang mendasarkan kepada aspek kearifan local. Mendasarkan
dari konsisi tersebut maka peneliti tertarik untuk mengembangkan model konseling yang
mendasarkan pada filosofi budaya lokal yaitu lilis lamiang untuk menangani masalah anak
akibat broken home. Untuk memperjelas gambaran penelitian ini maka berikut ini gambaran
peta jalan penelitian
The Phytochemical Screening and Antioxidant Potential of Cinnamomum javanicum Blume Leaves from Central Kalimantan
Background: Sintok lancang (Cinnamomum javanicum Blume.) is one of the typical plant of Central Kalimantan, which has not been widely studied. Local people use leaves of C. javanicum to treat various diseases, like diabetes and skin diseases. Based on this, it is necessary to do preliminary study to know phytochemical content and antioxidant potential that may be contained in this plant.
Methods: C. javanicum leaves were extracted using percolator with 96% ethanol. The extract was tested for qualitative phytochemical with standard procedures, while the antioxidant test was carried out using 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method with quercetin as standard and ferric reducing antioxidant power (FRAP) with trolox as standard.
Results: The result showed ethanolic extract of C. javanicum leaves qualitative phytochemical contained alkaloid, flavonoid, tannin and steroid. Antioxidant activity test showed leaves of C. javanicum with DPPH method IC50= 26.99±0.27 ppm and antioxidant activity with FRAP method 779.73±19.66 µmoltrolox/g.
Conclusion: It can be concluded that C. javanicum leaves have potential high antioxidant activity was tested with DPPH and FRAP method. Furthermore need further research, especially to determine specific compound of C. javanicum leaves
Kajian Literatur Trend Penelitian di Bidang Informatika dan Komputer Untuk Dosen Dan Mahasiswa
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi Informatika dan komputer penelitian di bidang Informatika dan komputer menjadi salah satu hal yang penting dan menarik untuk dibahas dan dikaji. Keilmuan teknologi Informatika dan komputer memiliki jangkauan yang luas dan juga cepat perkembangannya seiring dengan kemajuan teknologi. Mahasiswa tingkat akhir yang harus menulis skripsi seringkali dihadapkan pada permasalahan menemukan topik dan judul penelitian. Dosen dengan rumpun ilmu Teknik Informatika dan Ilmu Komputer juga seringkali menemukan kesulitan untuk menemukan topik penelitian yang spesifik di bidangnya. Penelitian ini ini bertujuan untuk memberikan kajian literatur yang berguna untuk dosen dan mahasiswa dalam mencari inspirasi judul dan topik pada skripsi atau tugas akhir perkuliahan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu dari berbagai sumber pustaka akan dihimpun beberapa Apa tema atau topik penelitian di bidang Informatika dan komputer yang saat ini sedang menjadi tren. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa untuk penelitian dosen dan mahasiswa di bidang Informatika dan komputer bisa disusun dengan mengambil topik-topik yang terkini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penelitian di bidang Informatika dan komputer senantiasa mengikuti perkembangan teknologi di bidang tersebut
Merancang Pembelajaran Daring Pada Mata Kuliah Evaluasi Pendidikan
Terjadinya pandemi Covid-19 pada bulan Februari 2020 di Indonesia membawa banyak dampak dalam berbagai segi kehidupan, termasuk diantaranya dalam tatanan dunia pendidikan. Pola interaksi pembelajaran yang selama ini sebagian besar menggunakan model-model konvensional, secara drastis harus diubah menjadi model pembelajaran berbasis web atau teknologi informasi. Adanya keharusan untuk menjaga jarak dan mengurangi pertemuan secara fisik dalam jumlah banyak dalam satu ruangan, menyebabkan model perkuliahan konvensional di dalam kelas terpaksa ditinggalkan. Para pengajar kemudian beralih ke model pembelajaran dalam jaringan atau disingkat daring
Internalization of Huma Betang in Cultural Counselling: Learning Perspective
This study was inspired by the wisdom and philosophy of the Central Kalimantan Dayak tribe named Huma Betang philosophy. The Betang philosophy symbolizes the journey of nobleness and self-wisdom of the Dayak people. It transcends the boundaries of collective awareness about unity within the diversity to internalize cultural values. This study attempted to identify the philosophical values of Huma Betang from a cross-cultural counseling perspective, and to understand the internalization of Huma Betang philosophy in students and its implementation in their behavior. The study used participatory qualitative methods, statistical quantitative techniques and purposive sampling. The data was collected through observation, interviews, and documentation for qualitative analysis and the pre-test and post-test method for quantitative analysis. The results of this study revealed four values of Huma Betang's philosophy in the cross-cultural counseling context namely, namely, Hapahari, Handep, Belom Bahadat, and Hapakatkula. It was also known that the values of Huma Betang philosophy can be internalized through transformation, transactions, and trans-internalization, three principles to be practiced by students. The study recommends implementing Huma Betang's philosophical values actually in students’ behavior, to develop a sense of unity and continuity, cooperation, and mutual respect. It is also suggested to instill the values of Huma Betang philosophy as a permanent element in the process of education and learning in schools and colleges
Implementasi Transaksi Pembayaran Nontunai Pada Sekretariat DPRD Kabupaten Pulang Pisau
Pemanfaatan teknologi harus segera diimplementasikan untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Pulang Pisau. Salah satu pemanfaat teknologi yaitu penerapan transaksi pembayaran nontunai. Pengelolaan keuangan negara pada Sekretariat DPRD perlu dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab. Teori yang digunakan sebagai kajian teori dalam penelitian ini adalah teori yang ditemukan Edwards III yang menyatakan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat variabel, yaitu : (1) komunikasi, (2) sumber daya, (3) disposisi, (4) struktur birokrasi. Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Transaksi Pembayaran Nontunai Pada Sekretariat DPRD Kabupaten Pulang Pisau Sudah berjalan namun belum maksimal, dikarenakan dengan penerapan sistem pembayaran nontunai ini belum diiringi dengan komunikasi yang dilakukan secara langsung kepada pegawai, sehingga penerimaan dari pegawai kurang responsif, dengan adanya pemberlakuan pembayaran nontunai perlu ditindak lanjut dengan pembinaan, pelatihan agar kebijakan yang diberlakukan di DPRD Kabupaten Pulang Pisau dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, Implementasi pembayaran nontunai ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas dan kemudahan kepada Bendahara dan penerima jasa dalam pelaksanaan transaksi pembayaran nontunai dengan tetap menjamin unsur akuntabilitas. yang tercermin dalam transaksi yang dilakukan menggunakan internet banking dan kartu debit tercatat dalam sistem Bank Umum. Sehingga terhadap transaksi tersebut dapat dirujuk, diverifikasi, dan dianalisis untuk kepentingan pemeriksaan. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah (1) Perlu dilakukan sosialisasi, pelatihan, pendidikan, dan bimbingan secara teknis dalam pemberlakuan sistem pembayaran nontunai kepada pegawai DPRD Kabupaten Pulang Pisau. (2). Menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan tidak dilakukan mutasi/pindah jabatan terhadap pegawai yang membidangi ini agar nantinya benar-benar profesional dan fokus pada bidangnya
Kualitas Pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian di Polda Kalimantan Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kualitas pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian Di Polda Kalimantan Tengah. Metode penelitiannya adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian Di Polda Kalimantan Tengah sudah berjalan dengan baik serta dapat dengan mudah diterima masyarakat. Khususnya pemohon yang telah menggunakan layanan SKCK, namun ada beberapa kendala yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat yaitu pada atribut Complexity dimana sarana seperti lokasi parkir yang kurang memadai dan tidak tersedianya jaringan internet gratis untuk membantu pemohon mengakses website SKCK dan juga dari 3 petugas hanya 1 saja petugas yang mempunyai sertifikasi pelayanan SKCK dari Lembaga Sertifikasi Pelayanan (LSP) sehingga untuk kompetensi petugas SKCK belum memenuhi standar. Serta terkendalanya sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mengetahui tentang kualitas pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ini. Saran penelitian ini yaitu 1) Si Yanmin Ditintelkam Polda Kalteng agar selalu memberikan sosialisasi terhadap masyarakat tentang Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian, Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan SKCK Si Yanmin Direktorat Intelkam Polda Kalteng melalui media sosial, media cetak dan media elektronik. 2) Peningkatan Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai salah satunya tempat parkir untuk pemohon, jaringan internet gratis. 3) Peningkatan Kompetensi petugas pemberi pelayanan melalui pelatihan dan pendidikan yang bertahap serta sertifikasi oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), bertingkat dan berlanjut sehingga menghasilkan Sumber Daya Manusia dalam hal ini petugas SKCK yang kompetabel dan profesional
Tamanu (Calophyllum inophyllum) growth performance on different types of degraded peatlands in Central Kalimantan
o achieve its national goals in climate and landscape resilience, including bioenergy production, the Government of Indonesia has launched an initiative to restore 14 million hectares of degraded land, including 2 million hectares of peatlands, by 2030. Here we present early findings on tamanu adaptability and tree growth (height, diameter and branches) on two types of degraded peatlands in Central Kalimantan. The paper reports peatland type and tamanu tree growth and adaptability in a 3-ha plantation trial plot over three years and a 2-ha plot over two years in Kalampangan and Buntoi villages. Results show survival rates of 82% in the plot on ombrogenous peat in Kalampangan and 81% on topogenous peat in Buntoi. Furthermore, the growth performance of 2-year-old tamanu trees on topogenous peat in Buntoi with an average height of 1.74 m and diameter of 3.97 cm at 5 cm above ground level and 15 branches was better than on ombrogenous peat in Kalampangan with an average height of 0.68 m and diameter of 1.43 cm at 5cm above ground level and five branches. While initial survival and tree growth results are promising, further monitoring of flowering and fruiting is necessary to determine tamanu's viability for biodiesel production on degraded peatlands
Perbedaan Jumlah Trombosit Pada Sampel yang Diperiksa Segera dan Ditunda Pada Suhu 4℃
Pemeriksaan hitung sel darah terutama trombosit merupakan pemeriksaan yang sering dilakukan di laboratorium klinik. Hal ini disebabkan peranannya penting dalam membantu menegakkan diagnosis, memberikan terapi, gambaran prognosis, dan follow up pasien. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan jumlah trombosit diusahakan dilakukan dengan benar dan harus segera diperiksa dalam waktu kurang dari 1 jam setelah pengambilan darah. Perubahan pemeriksaan dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit, tetapi jika terdapat suatu sebab pemeriksaan untuk tidak bisa dilakukan segera maka sampel boleh disimpan pada suhu 4-8℃. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit pada pemeriksaan segera dan ditunda pada suhu 4℃. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimen dilakukan dengan tahapan dimana sampel darah dikumpulkan dan dilakukan pemeriksaan segera, ditunda 1 hari pada suhu 4℃ dan ditunda 2 hari pada suhu 4℃ kemudian diukur jumlah trombosit dengan alat Hematology Analyzer. Hasil penelitian analisis deskriptif menunjukkan rerata jumlah trombosit pada waktu pemeriksaan segera adalah 343.600/μL, ditunda 1 hari pada suhu simpan 4oC adalah 348.200/μL dan ditunda 2 hari pada suhu simpan 4oC adalah 336.400/μL. Uji One Way Anova dengan p-value = 0,939 (>0,05) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata pada jumlah trombosit yang diperiksa segera, ditunda 1 hari dan 2 hari pada suhu 4℃
Implementasi Kebijakan Dana Desa Dalam Menunjang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Tumbang Baraoi Kabupaten Katingan
Pada kenyataannya Pendapatan Asli Desa lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan transfer(berupa Dana Desa), sehingga peran Dana Desa sangat penting dalam penyelenggaraan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatan di tingkat Desa. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana implementasi kebijakan Dana Desa dalam menunjang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa Tumbang Baraoi di tengah Pandemi Covid-19 tahun 2020 dengan memperhatikan faktor pendukung proses implementasi, yaitu standar dan sasaran kebijakan, karakteristik badan pelaksana, sumberdaya, lingkungan, komunikasi serta sikap pelaksana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif (Deskriptif Riset) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer(observasi dan wawancara) serta sekunder (dokumentasi berbagai sumber buku) yang berkaitan dengan situasi dan kondisi empiris tentang kebijakan implementasi Dana Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Dana Desa dalam menunjang pembangunan telah terlaksana dan tercapai tujuan, sedangkan implementasi kebijakan untuk pemberdayaan masyarakat di desa Tumbang Baraoi pun terlaksana dan terealisasi sesuai dengan penganggaran dan ketentuan nya,-. Pencapaian tujuan dibidang pemberdayaan masyarakat belum terjadi secara maksimal dikarenakan salah satu lembaga pemerintahan desa (BUMDES/Badan Usaha Milik Desa) tidak beroperasi dari mulai berdiri hingga saat penelitian dilakukan, selain itu anggaran untuk BUMDES seluruhnya hanya digunakan untuk Pembelian Very Penyeberangan yang masih belum beroperasi sampai saat ini, sehingga untuk biaya pemiliharaan nya memangkas dari anggaran Dana Desa Ke-enam faktor pendukung proses implementasi seluruhnya memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan kegiatan Dana Desa