Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Identifikasi Kesulitan Belajar Operasi Hitung Pecahan Matematika Peserta Didik Kelas IV SDIT Tiara Az-zahra
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dan jenis-jenis kesulitan yang dialami peserta didik khusus materi operasi hitung pecahan dikelas IV SDIT Tiara Az-Zahra.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat faktor yang menyebabkan kesulitan belajar dilihat dari faktor internal dan eksternal serta faktor kesulitan matematka. faktor internal baik dari kondisi kesehatan peserta didik saat mengikuti pembelajaran dan kurang konsentrasinya dalam belajar, daya tangkap (pemahaman) yang kurang, kurang aktifnya peserta didik saat pembelajaran berlangsung, cara peserta didik mengontrol emosi/ amarah ketika menghadapi kesulitan saaat belajar dan kurangnya minat peserta didik dalam pembelajaran matematika. Faktor eksternal dari orang tua peserta didik yang sering membantu mengerjakan tugas sekolah saat belajar di rumah, faktor penyampaian materi dari guru, faktor kesulitan matematika yang belum bisa diatasi oleh peserta didik seperti tidak dapat membedakan antara pembilang dan penyebut serta tidak dapat menyamakan penyebut pada materi oprasi hitung pecahan
Peran Badan Permusyawaratan Desa Terhadap Pemerintah Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah desa sebagai unsur penyelengaraan desa. Keberadaan BPD dalam pemerintah desa adalah bukti perlibatan masyarakat dalam bidang penyelengaraan pemerintah pada masa orde baru pelibatan masyarakat di dalam penyelengaraan pemerintah desa dilaksanakan melalui pembentukan Lembaga Musyawarah Desa (LMD) dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD). Namun lembaga tersebut kurang berfungsi secara proporsional, hanya berfungsi sebagai tangan kanan dari kepala desa pada sisi lainnya, hegemoni penguasa desa sangat dominan dalam segala hal. Akibatnya masyarakat kurang bisa belajar berdemokrasi. Hal ini dibuktikan dengan kekuasaan kepala desa yang dapat dikatakan analogi dengan kekuasaan diktator atau raja absolut, sehingga masyarakat kurang dapat secara leluasa menyalurkan aspirasinya. Sebagai bentuk perwujudan sebuah negara yang berdaulat sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 1 ayat 2 “kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut undang-undang Dasar”. Ada negara yang menganggap bahwa kedaulatannya berada ditangan rakyat, artinya suara rakyat benar-benar banyak didengar, keluhan dan penderitaannya.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap pemerintah Desa Tarusan Danum Untuk mengetahui efektiviitas dan efesiensi peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap pemerintah Desa Tarusan Danum., Hasil penelitian menunjukan bahwa Desa Tarusan Danum Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan saya mendapati BPD ini tidak efektif dan efisien banyak keluhan dari warga desa ke BPD yang tidak berkerja semaksimal mungkin dan cenderung hanya menjadi pelengkap aparatur desa. Atau lebih tepatnya tidak mengerti akan tugasnya yang dimana diatur dalam Permendagri 110 tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa atau BPD ini mengatur tata cara pencalonan, kriteria, hingga pendanaan BPD di Desa secara rinci
Saran Pemerintah hendaknya memperhatikan perkembangan lembaga BPD melalui program pendidikan khusus atau melalui pelatihan-pelatihan khusus secara berkesinambungan bagi para anggota BPD agar lebih mengetahui dan mengerti akan peran dan fungsinya sebagai legislator Desa
Kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan Mendawai Pada Pemilihan Legislatif Tahun 2019 Kabupaten Katingan
Penelitian ini dilatarbelakangi PPK atau Panitia Pemilihan Kecamatan yang membantu tugas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota ditingkat Kecamatan pada pemilihan umum tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dan mendeskripsikan mengenai Kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan mendawai Pada Pemilihan Legisltaif Tahun 2019 Kabupaten Katingan. Metode penelitiannya adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan empat komponen yang terdiri dari Tahap persiapan, penilaian data, interprestasi data dan kesimpulan Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja panitia pemilihan kecamatan mendawai pada pemilihan legislative tahun 2019 Kabupaten Katingan belum optimal terlihat berdasarkan Menurut Dwiyanto (Pasolong, 2007:178) menjelaskan beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja birokrasi publik, yaitu produktivitas, kualitas pelayanan, responsivitas, resposibilitas, dan akuntabilitas, dari 5 indikator pengukuran masih terdapat 2 indikator yang belum optimal yaitu pada indikator produktivitas dan responsivitas. Sosialisasi yang tidak diselenggarakan sehingga pola pikir masyarakat yang salah tentang pemilihan umum sehingga masih menjadi acuan didalam diri masyarakat, dan dalam respon terhdap masyarakat yang lambat. Saran penelitian, agar panitia pemilihan kecamatan mendawai melaksanakan sosialisasi agar pola piier masyarakat bisa menjadi baik tentang pemilihan sehingga bisa mengeluarkan hak pilihnya, dalam merespon keluhan masyarakat diharapkan cepat sehingga msayarakat pun mendapat jawaban cepat dari permasalahan yang tidak dimengerti. Dan Kepada Komisi Pemilihan Umum Pusat bisa dipertimbangkan lagi jumlah sumber daya manusianya dikarenakan pemilihan serentak yang diselenggarakan setidaknya bisa menambah jumlah petugas agar tidak ada permasalahan lagi yang terjadi di pemilihan kedepannya
Efektivitas Pengelolaan Pelabuhan Rambang Sebagai Tempat Wisata Kuliner Kota Palangka Raya
Pengelolaan adalah proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenaga orang lain serta membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi. Kata Pengelolaan dapat disamakan dengan istilah Manajemen yang berarti pengatur dan pengurusan dalam berbagai hal dan merupakan hal penting yang harus dimiliki setiap aspek kehidupan. Secara umum pengelolaan adalah kegiatan merubah sesuatu hingga menjadi baik, memiliki nilai-nilai yang tinggi dari semula. Pengelolaan dapat juga diartikan sebagai untuk melakukan sesuatu agar lebih sesuai serta cocok dengan kebutuhan sehingga lebih bermanfaat.
Tujuan penelitian berisi beberapa poin tentang apa saja yang ingin diketahui dari hasil penulisan ini. Beberapa tujuan dari penelitian ini antara lain adalah Untuk mengetahui efektivitas pengelolaan pelabuhan rambang sebagai jalur transfortasi air kota Palangka Raya.
Adapun teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. utama dari penelitian adalah mengumpulkan data. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi
Evaluasi Program Relawan Angkatan Muda Muhammadiyah Pada Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kalimantan Tengah
Kondisi Pandemi Covid-19 menuntut kader-kader Muhammadiyah untuk turut berpartisipasi secara kreatif dan inovatif dalam penanggulangan pandemi ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Secara umum evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keefektifan Program Relawan Muhammadiyah dalam Pemulasaran jenazah covid-19. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui analisis kebutuhan, tujuan dan sasaran pada tahapan Antecedents/context; 2) Mengetahui proses pelayanan, dukungan sarana dan prasarana, penjadwalan, dukungan stakeholder, dana, dan metode pelaksanaan dalam tahapan Transaction/Process; 3) Mengetahui hasil kegiatan/pelayanan pada tahapan output.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan model evaluasi STAKE (context, process dan outcome. Subjek penelitian berasal dari relawan Angkatan Muda Muhammadiyah di 2(dua) kabupaten yaitu Palangkaraya dan Kuala Kapuas. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data juga dilakukan dengan melakukan konfirmasi data kepada unsur MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre).
Hasil yang diperoleh dari “Evaluasi Program Relawan Angkatan Muda Muhammadiyah Pada Pemulasaran Jenazah Covid-19 Di Kalimantan Tengah” dipaparkan temuan-temuan hasil evaluasi kedalam tiga bagian model evaluasi yaitu: context, process, dan outcome. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Analisis kebutuhan dan tujuan serta sasaran program pada komponen context ada pada kategori baik sekali. (2) Implementasi aktifitas kegiatan dalam aspek process termasuk dalam kategori baik. (4) Outcome dari program ada pada kategori baik. Kesimpulan dari evaluasi ini adalah program Program Relawan Angkatan Muda Muhammadiyah Pada Pemulasaran Jenazah Covid-19 Di Kalimantan Tengah tetap dilanjutkan dengan beberapa perbaikan
Implementasi Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana pada Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas
Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas adalah salah satu dinas yang
melaksanakan pengadaan melalui sistem pengadaan e-purchasing agar biaya
transaksi/administrasi akan jauh lebih murah dan proses penyerapan anggaran
juga lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi
serta faktor penghambat pengadaan peningkatan sarana dan prasarana di Dinas
Kesehatan Kabupaten Gunung Mas.
Teori yang digunakan sebagai kajian teori dalam penelitian ini adalah teori
yang dikemukakan Edward III yang terdapat 4 (empat) faktor agar implementasi
kebijakan berjalan efektif yaitu (1) Komunikasi (2) Sumberdaya (3) Disposisi (4)
Struktur Organisasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
instrument penelitian merupakan peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data
yang digunakan yaitu : teknik wawancara, teknik observasi, teknik kuesioner, dan
teknik dokumen.
Berdasarkan hasil penelitian, implementasi Pengadaan Peningkatan
Sarana dan Prasarana di Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas sudah
dilaksanakan dengan cukup baik dan lancar. Perencanaan dilakukan secara
bottom up maupun top down sesuai dengan kebutuhan di lapangan, kemampuan
SDM Pengadaan peningkatan sarana dan prasarana di Dinas Kesehatan
Kabupaten Gunung Mas sudah memiliki kemampuan yang memadai.
Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) tetap
mempertahankan kekompakan kerja dalam tim, (2) pegawai tetap disiplin dalam
bekerja, dapat mempertahankan kinerja dan prestasi yang diraih dan
meningkatkan kualitas kinerja yang bermutu serta mampu menjadi yang lebih
baik lagi dengan melakukan evaluasi atau perbaikan-perbaikan, (3) lebih
meningkatkan dan mengembangkan pemeliharaan sarana dan prasarana baik
dari Tingkat Dinas Kesehataan, Rumah Sakit Pratama di Tumbang Talaken,
Tingkat Puskesmas, Pustu dan Poskesdes Se- Kabupaten Gunung Mas
Pesan Pencegahan COVID-19 di Facebook Muhammadiyah Kalimantan Tengah Untuk Mencegah Informasi Palsu
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran Muhammadiyah untuk mencegah informasi palsu melalui pesan di media sosial facebook tentang pencegahan COVID-19. Rumusan masalah yang diajukan, bagaimana narasi dan kode untuk mencegah informasi palsu yang diterapkan oleh Muhammadiyah melalui pesan pencegahan COVID-19 di media sosial facebook? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotik Roland Barthes. Pesan yang di analisis melalui media sosial facebook berupa maklumat, pernyataan dan edaran, himbauan dan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah melakukan pencegahan informasi palsu melalui pesan pencegahan COVID-19 di Media sosial facebook. Melalui maklumat, pernyataan dan edaran, himbauan dan rekomendasi Muhammadiyah Kalimantan Tengah telah mencegah informasi palsu yang beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa COVID-19 itu tidak nyata, tidak perlu menjaga jarak atau menggunakan masker, dan mengenai vaksin COVID-19 tidak halal dan dapat menyebabkan kematian
Smart Drone Area Untuk Kebakaran Hutan Di Kalimantan Tengan Dengan Metode Prototype
Hutan di Kalimantan Tengah memiliki kondisi tanah gambut. Kondisi tanah yang gambut sangat berbahaya jika terjadi kebakaran karena api dapat menyebar dibawah tanah. Seringkali disaat musim kemarau atau kering terjadi keakaran hutan. Hal ini selalu menjadi permasalah tahunan yang dialami oleh provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini akan memberikan gambaran penggunaan drone pintar untuk menangani kasus KARHUTLA (Kebakaran Hutan dan Lahan) yang terjadi di Kalimantan Tengah. Adanya drone pintar ini berfungsi untuk mempermudah petugas pemadam kebakaran dalam mengamati dan mengawasi hutan dipalangkaraya ketika sedang memasuki musim kemarau. Prototype ini menggunakan AI dan metode pengembangan perangkat lunak yang mengijinkan pengguna dan drone saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem, interaksi yang diberikan akan digunakan untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini berdasarkan Prototyping Methodology yang menggunakan feedback dari pengguna untuk terus mengembangkan program/software kedalam drone pintar. Penelitian ini pun juga memberikan konstribusi kepada pemerintah dalam menangani kebakaran hutan
Konstruksi Akad Nikah (Ijab dan Kabul) dalam Kitab al-Nikah karya Muhammad Arsyad al-Banjari
Ijab dan kabul merupakan elemen terpenting dalam akad pernikahan agar dapat dianggap sah secara hukum. Muhammad Arsyad Al-Banjari (17-18 M), seorang ulama Melayu asal Banjar, menulis tuntunan ijab dan kabul dalam Kita>b al-Nika>h. Tidak seperti kitab fikih klasik pada umumnya, kitab ini menjelaskan tuntunan ijab dan kabul secara gamblang. Artikel ini membahas kontruksi ijab dan kabul pernikahan dalam kitab tersebut. Dengan pendekatan analisis isi kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa uraian-uraian ijab dan kabul ditulis menggunakan bahasa lokal dengan aksara Pegon. Hal ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat Banjar memahami isi yang disampaikan. Tuntunan ijab dan kabul pernikahan juga disajikan dengan contoh akad perkawinan yang bi(a)sa terjadi dalam praktek keseharian sehingga mudah dipahami masyarakat Banjar. Artinya konstruksi ijab dan kabul dalam kitab tersebut bersifat praktis—sesuai dengan kebutuhan masyarakat Banjar pada masa itu. Selain menunjukkan karakter praktis, fikih Al-Banjari tentang akad nikah mencerminkan fikih-fikih berorientasi Mazhab Syafi’i. Oleh karena itu secara teoretis dapat dikatakan bahwa Al-Banjari cukup ketat dalam menerapkan fikih bermazhab Syafi’i
Kinerja Aparatur Sipil Negara Pada Sub Bagian Urusan Rumah Tangga Gubernur di Biro Umum Sekertariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah
Penelitian dilakukan untuk menganalis mengenai penilaian kinerja pegawai. Bagi penulis, selain sebagai syarat menyelesaikan pendidikan, juga dapat menambah ilmu pengetahuan bidang ilmu Administrasi khususnya Manajemen Sumber Daya Manusia. Dengan melakukan penelitian, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berguna bagi peneliti untuk dapat berfikir secara analisis dan dinamis di masa yang akan datangPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : 1) observasi, 2) wawancara (interview), dan 3) dokumentasi. Dengan Teknik pengambilan sampel penelitian mengggunakan teknik snowball sampling. Di simpulkan bahwa kinerja pegawai adalah tingkat hasil yang dicapai pegawai pada fungsi dan tugas tertentu sesuai dengan bidang pekerjaannya. Kemampuan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai, jadi kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Adapun kemampuan itu dipengaruhi oleh kempuan fisik yang diperlukan untuk melakukaan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan keterampilan, yaitu berupa faktor kekuatan dinamis, kekuatan tubuh, kekuatan statik, keluwesan dinamis, koordinasi tubuh, keseimbangan dan stamina. Kemampuan mental/intelektual, yaitu kemampuan yang diperlukan untuk kegiatan intelektual seperti kecerdasan numeric, pemahaman verbal, kecepatan perceptual, penalaran induktif, penalaran deduktif, visualisasi ruang dan ingatan. Pemberian motivasi sangat penting dalam setiap organisasi. Pegawai yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi akan dapat mendorong Pegawai tersebut bekerja lebih semangat serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap pekerjaan yang telah menjadi tanggungjawabnya. Tanpa motivasi, seorang pegawai tidak dapat memenuhi pekerjaannya sesuai standar atau melampui standar karena apa yang menjadi motivasi dalam bekerja. Dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan rangsangan dari luar dalam bentuk benda atau bukan benda yang dapat menumbuhkan dorongan pada orang untuk memiliki, menikmati, menguasai atau mencapai benda atau bukan benda tersebut. Motivasi seseorang melakukan pekerjaan karena memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seseorang akan merasakan kekhawatiran apabila kebutuhan hidupnya tidak tercapai sehingga hal tersebut akan mempengaruhi dalam diri individu untuk lebih meningkatkan motivasinya