Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Laporan Penelitian "Peranan Pemimpin Dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja Pegawai (Studi Pada Kantor Dinas Pehubungan Provinsi Kalimantan Tengah)"
Mampu memotivasi dan mengawasi pegawainya untuk mau bekerja dengan baik untuk mencapai tujuan. Hal ini yang mendorong penulis untuk mengkaji dan meneliti masalah Kadis Dinas Perhubungan Provinsi Kalimatan Tengah yang dikaitkan dengan efektifitas kerja pegawai. Berdasarkan uraian tersebut, penulis merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan Peranan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimatan Tengah dan Efektifitas Kerja. Adapun judul yang ditentukan adalah: “Peranan Pemimpin Dalam Meningkatkan Efektivitas Kerja Pegawai Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kalimatan Tengah)”. Menurut Hasibuan (2003:105), efektivitas merupakan suatu keadaan keberhasilan yang Masalah Sumber Daya Manusia dewasa ini menjadi titik perhatian bagi organisasi pemerintah maupun swasta. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk dapat menciptakan efektifitas kerja pegawai di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kalimatan Tengah, para pegawai harus benar-benar termotivasi untuk melakukan pekerjaannya. Selain itu pimpinan juga dalam hal ini Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimatan Tengah harus sempurna sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Supaya dapat menjamin suatu keberhasilan usaha dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan dalam suatu organisasi sehingga dapat menimbulkan kuantitas kerja, kualitas kerja, dan pemanfaatan waktu. Terdapat beberapa indikator efektivitas kerja yaitu : Kuantitas kerja ,Kualitas Kerja, Pemanfaatan Waktu dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
Efektifitas kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Prov Kalteng juga sudah cukup baik. Terlihat jelas dengan penyelesaian pekerjaan yang tepat waktu, hasil kerja yang cukup memuaskan, pemberian pelayanan kepada masyarakat juga cepat tanggap. Fasilitas-fasilitas yang diberikan benar-benar cukup membantu dan memudahkan para pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya serta adanya motivasi dari Lurah yang semakin membuat para pegawai semakin bersemangat dalam bekerja dengan didorong suasana kerja yang kondusif dan nyaman. Peranan pimpinan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja dan efektifitas kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Prov Kalteng . Ini terbukti dengan pernyataan yang disampaikan oleh kadis itu sendiri maupun para pegawai itu sendiri. Plt Kadis merupakan orang yang bertanggung jawab penuh terhadap segala pekerjaan dan keputusan yang diambil. Berhasil atau tidaknya suatu pekerjaan di Kantor Dinas Perhubungan Prov Kalteng bergantung kepada kinerja para pegawai dan keefektivitan kerja pegawai yang tidak jauh dari pengaruh seorang kepemimpinan Lurah. Kepemimpinan Kantor Dinas Perhubungan Prov Kalteng saat ini sudah terlaksana dengan baik. Artinya hal-hal yang berhubungan dengan antara atasan dengan bawahan, baik dari segi komunikasi, motivasi, penentuan kerja dan pemberian tanggung jawab, penilaian kinerja dan pengawasan yang dilakukan sudah terlaksana dengan sangat baik. Hal ini didapat dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan para informan
Laporan Penelitian "Pengembangan Model Cyber-Counseling Art"
Pada 27 Februari 2020, 852 publikasi akademik tentang COVID-19 telah diterbitkan secara global (World Heatlh Organization (WHO), 2020), tetapi hanya sedikit yang berfokus pada pengaruh peristiwa traumatis lainnya pada populasi. Dengan demikian, penelitian harus mengeksplorasi dampak dari peristiwa trauma yang terjadi selama wabah. Survei epidemiologis pada gangguan mental, perawatan trauma-informasi, pencarian bantuan profesional, dan hambatan terkait harus dilakukan di antara berbagai populasi yang terkena dampak berbagai peristiwa trauma selama pandemi COVID-19. Temuan ini dapat berkontribusi untuk mengoordinasikan dan menyelaraskan program respon dan model perawatan di luar prioritas nasional. Untuk meningkatkan respons terhadap tantangan karena peristiwa trauma yang terjadi bersamaan dengan kejadian tersebut.
Sebagai dukungan awal untuk perawatan psikologis yang berfokus pada trauma melalui perawatan daring seperti Cyber-counseling, mental hotline, dan perawatan mental berbasis smartphone harus disediakan untuk orang yang membutuhkan ditengah pandemi COVID-19. Peneliti mengambangkan model perawatan untuk menangani trauma petugas kesehatan melalui “Pengembangan Model Cyber-Counseling Art”. Penelitian dilaksanakan berdasarakan model desain penelitian dan pengembangan, yang terdiri dari tiga tahap: tahap persiapan, tahap persiapan produk dan fase uji atau validasi produk. Hasil uji coba lapangan menggunakan repeated measures design, analisis statistik wilcoxon sign rank test. Penelitian pengembanga dilaksanakan selama 6 Bulan. Rencana capaian penelitian pengembangan tahap 1 adalah tersusunya Prototype model awal Cyber-Counseling Art
Bukti Korespondensi "Development of Animation Learning Media Based on Local Wisdom to Improve Student Learning Outcomes in Elementary Schools"
Boesenbergia Pandurata as an Anti-Breast Cancer Agent: Molecular Docking and ADMET Study
Background: Boesenbergia pandurata or fingerroot is known to have various pharmacological activities, including anticancer properties. Extracts from these plants are known to inhibit the growth of cancer cells, including breast cancer. Anti-breast cancer activity is significantly influenced by the inhibition of two receptors: ER-α and HER2. However, it is unknown which metabolites of B. pandurata play the most crucial role in exerting anticancer activity.
Objective: This study aimed to determine the metabolites of B. pandurata with the best potential as ER-α and HER2 inhibitors.
Methods: The method used was molecular docking of several B. pandurata metabolites to ER-α and HER2 receptors, followed by an ADMET study of several metabolites with the best docking results.
Results: The docking results showed eight metabolites with the best docking results for the two receptors based on the docking score and ligand-receptor interactions. Of these eight compounds, compounds 11 ((2S)-7,8-dihydro-5-hydroxy-2-methyl-2-(4''-methyl-3''-pentenyl)-8-phenyl-2H,6H-benzo(1,2-b-5,4- b')dipyran-6-one) and 34 (geranyl-2,4-dihydroxy-6-phenethylbenzoate) showed the potential to inhibit both receptors. Both ADMET profiles also showed mixed results; however, there is a possibility of further development.
Conclusion: In conclusion, the metabolites of B. pandurata, especially compounds 11 and 34, can be developed as anti-breast cancer agents by inhibiting ER-α and HER2
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK pada Tanah Berpasir terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) (2) mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) (3) mengetahui interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember tahun 2019. Penelitian dilakukan pada media tanah berpasir yang berlokasi di Jalan Anggrek Kelurahan Kereng Bengkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk kandang ayam (A) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : A0 = 0 t ha-1 (0 gr polybag ha-1), A1 = 15 t ha-1 (142,5 gr polybag ha-1), A2 = 20 t ha-1 (190 gr polybag ha-1), A3 = 25 t ha-1 (237,5 gr polybag ha-1) dan faktor kedua yaitu pemberian pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : N0 = 0 kg ha-1 (0 gr polybag ha-1), N1 = 210 kg ha-1 (1,995 gr polybag ha-1), N2 = 420 kg ha-1 (3,99 gr polybag ha-1), N3 = 630 kg ha-1 (570 gr polybag ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kacang hijau di tanah berpasir menunjukkan hasil rata-rata tertinggi dan terbaik terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman 18, 25 dan 32 HST, diameter pangkal batang 18, 25 dan 32 HST, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman dan bobot 100 biji kering dengan perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk NPK dihasilkan dari dosis pupuk kandang ayam 25 t ha ha-1 dan pupuk NPK 630 kg ha-1
Implementasi Fungsi Legislasi DPRD Dalam Pembentukan Peraturan Daerah (Kajian Di Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Provinsi Kalimantan Tengah)
The legislative function is one of the functions attached to the Regional Representative Council whose main task is to compile regional legal products in the form of Regional Law. The legislative function of this Regional Representative Council needs to be optimized because it is a representation of policy formulation based on the aspirations of the people (bottom-up policymaking).
This study aims to examine how the implementation of the legislative function inherent in the Central Kalimantan Regional Representative Council in the process of forming Regional Law and the obstacles that occured. This study uses qualitative methods with data collection techniques through in-depth interviews and observation.
The results of the study show that the Central Kalimantan Regional Representative Council carries out its legislative function through the stages of forming Regional Law. Some of the problems found in the process of forming the Regional Law were the absence of a Regional Law Needs Analysis. The other obstacles found were: 1) communication problems with other stakeholders; 2) the organizational structure in Regional Representative Council is inadequate in overseeing various fields; 3) the condition of human resources, including the members, staff and experts who still do not support the optimization of the legislative function; and 4) the role of the Regional Law Formation Committee which still does not have a main place in the Regional Representative Council
Collaborative Governance Dalam Penaggulangan Pengendalian Penyakit Virus Kecamatan Banturung Kabupaten Bukit Batu
Collaborative governance with various parties has become crucial in disaster management. Research into cooperation between non-governmental and governmental entities is becoming crucial to work at this time, when the state is the only single actor capable of carrying out everything is beginning to lose its relevance, so the role of the state must be minimized and must be cut off by the private sector. This research aims to know clearly about Collaborative Governance in the control of coronavirus disease (COVID-19) district Banturung, Bukit Batu district, Palangkaraya City, Province Kalimantan Center. This research uses a type of qualitative research with a descriptive approach and a library search, which is a series of related activities using the Library data collection method. The focus of research was taken using Ansell and Gash in the collaborative governance process, starting with face-to-face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding and temporary results. (intermediate outcome). The research results showed that the collaborative governance process in combating the control of coronavirus disease (COVID-19) goes well through the process of face-to-face dialogue, negotiations carried out well between stakeholders resulted in various activities to combat the spread of control of covid-19. Activities include arrangement, sharing masks, sharing help, and socialization related to Covid-19. The communication process in the collaborative activities of the treatment of the control of covid-19 is carried out with close coordination to carry out the prevention activities, there is socialization, either directly or indirectly
Laporan Pengabdian Masyarakat "Pengenalan Kosa Kata Dalam Bahasa Arab dan Pembelajaran Ibadah dengan Menggunakan “Arabic Puzzle Dan Ular Tangga” di Desa Danau Tundai"
Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar baik lingkungan pendidikan formal maupun non-formal. Sedangkan, pembelajaran mengacu pada upaya membelajarkan siswa. Sehingga dapat dipahami bahwa pembelajaran merupakan upaya pendidik terhadap peserta didik dalam interaksi belajar supaya siswa dapat mempelajari sesuatu dengan efektif dan efisien. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak yang notabennya bisa membaca dalam kata pembelajaran Bahasa Arab dengan sentuhan yang menarik untuk dilakukan, sehingga dengan adanya ini diharapkan mendapatkan sebuah pengalaman baru untuk menumbuhkan ketertarikan mereka dalam sebuah pembelajaran. Sikap penerimaan terhadap diri anak dan mengetahui potensi yang dimiliki adalah dasar untuk meningkatkan kemampuan lain, karena seseorang anak masih dapat berkembang secara optimal. Tulisan ini menawarkan empat aspek dalam memberi solusi untuk meningkatkan kemampuan terhadap kognitif anak dengan teori self esteem: Kekuatan, Keberartian, Kebajikan, dan kemampuan. Konsep dasar yang ditawarkan adalah agar penanganan dan upaya perlindungan dan pemberdayaan pada anak agar dapat memberi hasil yang lebih baik, dibutuhkan kesediaan semua pihak, terutama para pendidik untuk duduk bersama, berdiskusi mencari jalan terbaik merumuskan program intervensi yang tepat sasaran dan sekaligus melakukan pembagian kerja yang lebih terkoordinasi. Argumen dasar yang dikembangkan adalah anak dapat mengembangkan dirinya jika untuk mengenalkan self esteem yang ada pada diri anak
Identifikasi Rendahnya Hasil Belajar Peserta Didik saat Pembelajaran Daring Menggunakan Aplikasi WhatsApp Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN 7 Menteng
Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskrifsikan faktor penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik saat pembelajaran daring menggunakan aplikasi whatsapp terhadap mata pelajaran IPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek yang diteliti 3 peserta didik, guru kelas V dan triangulasi data kepala sekolah SDN-7 Menteng, operator sekolah (TU) dan orang tua peserta didik. Hasil kesimpulan penelitian menunjukan bahwa : (1) peserta didik kurang berminat mengikuti pembelajaran daring pada mata pelajaran IPA. (2) Peserta didik tidak menyukai mata pelajaran IPA pada saat daring. (3) guru hanya menggunakan aplikasi whatsapp untuk melaksanakan pembelajaran daring. (4) guru hanya memberitahukan dan mengirimkan materi yang akan dipelajari tanpa dijelaskan terlebih dahulu. (5) guru selalu memberikan tugas kepada peserta didik sehingga membuat peserta didik tidak menyukai pembelajaran daring. (6) kurang termotivasi nya peserta didik dalam mengikuti pembelajaran
Laporan Penelitian "Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan NPK 16-16-16 Terhadap Analisis Pertumbuhan Daun dan Hasil Tanaman Mentimun di Tanah Gambut"
Tanaman mentimun sudah banyak dibudidayakan masyarakat Kota Palangka
Raya, namun produktivitasnya masih relatif rendah sampai saat ini. Produktivitas
yang rendah tersebut salah satunya saat dibudidayakan di tanah gambut, padahal di
Kota Palangka Raya memiliki potensi lahan gambut yang luas. Oleh karena itu,
pengembangan budidaya tanaman mentimun menjadi sangat potensial di areal lahan
gambut, namun kendala agronomis sebagai media tanam budidaya membutuhkan
perlakuan pemupukan untuk memperbaiki sifat fisika, sifat kimia dan sifat biologi
tanah gambut agar mampu memiliki kesesuaian dan menyediakan unsur hara yang
cukup bagi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman mentimun.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penggunaan pupuk kandang ayam dan
pupuk NPK 16-16-16 di tanah gambut diharapkan mampu meningkatkan tingkat
kesuburannya. Setelah tingkat kesuburan tanahnya meningkat maka kandungan dan
ketersediaan unsur haranya juga meningkat yang dapat memberikan pengaruh bagi
pertumbuhan daun dan peningkatan hasil panen buah mentimun di lahan gambut.
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk: a). menganalisis dan menguji pengaruh
perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk NPK 16-16-16 beserta interaksinya
terhadap analisis pertumbuhan daun dan hasil tanaman mentimun di tanah gambut,
b). mendapatkan dosis pemupukan yang tepat terhadap peningkatan pertumbuhan
daun dan hasil tanaman mentimun di tanah gambut, dan c). mengetahui kesesuaian
pertumbuhan tanaman melalui analisis pertumbuhan daun yang berhubungan dengan
hasil tanaman mentimun yang lebih baik apabila dibudidayakan di tanah gambut
dengan memberikan perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk NPK 16-16-16.
Penelitian ini penelitian kolaborasi bersama mahasiswa yang dilaksanakan di
lahan gambut berlokasi di Jl. Manduhara, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan
Sabangau, Kota Palangka Raya. Penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan,
yaitu bulan September–Desember 2022. Penelitian dirancang menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian berupa percobaan faktorial dengan
dua faktor perlakuan sebanyak 3 (tiga) kelompok. Faktor perlakuan pertama adalah
pemberian pupuk kandang ayam (A) yang dosisnya terdiri dari 3 (tiga) taraf, yaitu:
A1 = 20 ton/ha, A2 = 30 ton/ha, dan A3 = 40 ton/ha. Faktor perlakuan kedua adalah
pemberian pupuk NPK 16-16-16 (S) yang dosisnya terdiri dari 3 (tiga) taraf, yaitu: S1
= 200 kg/ha, S2 = 400 kg/ha, dan S3 = 600 kg/ha. Berdasarkan kedua faktor
perlakuan, maka diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Semua kombinasi perlakuan
disusun dalam 3 (tiga) kelompok sehingga berjumlah 27 petakan satuan perlakuan.
Pengamatan dilakukan terhadap konstanta luas daun mentimun, jumlah daun
umur 35 HST, luas daun umur 35 HST, indeks luas daun umur 35 HST, jumlah buah
mentimun per tanaman panen pada umur 35 HST, dan berat buah mentimun per
tanaman panen pada umur 35 HST.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a). perlakuan pupuk kandang ayam
berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, dan berpengaruh sangat nyata terhadap
luas daun, indeks luas daun, dan berat buah mentimun per tanaman di tanah gambut,
namun tidak berpengaruh terhadap jumlah buah per tanaman. Dosis yang efisien
adalah pemberian 20 ton/ha pupuk kandang ayam di tanah gambut, b). perlakuan
pupuk NPK 16-16-16 berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah mentimun per tanaman, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, luas daun, indeks luas
daun, dan jumlah buah mentimun per tanaman di tanah gambut. Dosis yang efisien
adalah 400 kg/ha pupuk NPK 16-16-16 di tanah gambut, dan c). interaksi perlakuan
pupuk kandang ayam dan pupuk NPK 16-16-16 tidak berpengaruh terhadap
pertumbuhan daun dan hasil tanaman mentimun di tanah gambut.
Hasil penelitian menyarankan: a). budidaya tanaman mentimun di tanah
gambut dapat diberikan pemupukan dengan dosis yang efisien sebesar 20 ton/ha
pupuk kandang ayam atau 400 kg/ha pupuk NPK 16-16-16 untuk meningkatkan
berat buah mentimun per tanaman, dan b). penanaman mentimun di tanah gambut
lebih baik melaksanakan pemangkasan daun atau penggunaan jarak tanam yang
efektif untuk meningkatkan berat buah mentimun per tanaman