Repository Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Not a member yet
667 research outputs found
Sort by
Efektivitas Sistem Informasi Kepegawaian Nasional (SIMPEGNAS) Dalam Meningkatkan Efisiensi Presensi Kerja Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Katingan
MODUL PEMBELAJARAN TAFSIR
Modul ini merupakan pengantar fundamental bagi mahasiswa untuk memahami disiplin ilmu Tafsir Al-Qur'an. Pembahasan meliputi definisi dan perbedaan istilah kunci (Tafsir, Ta'wil, Terjemah), urgensi mempelajari tafsir, sejarah perkembangan penafsiran dari masa Nabi hingga modern, serta pemetaan metodologi tafsir yang berkembang di dunia Islam
Identifikasi Jenis Kantong Semar (Nepenthes SPP) di KHDTK Kelurahan Mungku Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya
Kantong semar merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan Indonesia. kantong semar adalah jenis flora unik dan mulai banyak dikembangkan sebagai tanaman hias di mancanegara. Namun saat ini nepenthes menjadi salah satu jenis flora yang dilindungi di Indonesia karena mengalami tekanan akibat eksploitasi dan kerusakan habitat (Puspaningtyas dan Wawaningrum 2007).Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2022 di Desa Mungku Baru Kecamatan Rakumpit Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan petak ganda, ukuran setiap petak pengamatan yaitu 2m x 2m Peletakkan petak pengamatan dilakukan dengan cara purposive sampling atau sengaja diletakan pada lokasi yang terdapat banyak kantong semarhasil pengamatan yang dilaksanakan pada 3 jalur dengan arah dan panjang yang bervariasi pada setiap jalurnya di lapangan, khususnya dalam KHDT Khusus di Desa Mungku Baru Kecamatan Rakumpit , di temukan 6 (jenis) jenis kantong semar (Nepenthes spp), yaitu N. ampullaria jack, N. Reinwardtiana (miq), N. tobaica , N. rafflesiana jack. N. Tomoriana danser dan N. hirsute (hook)Tingkat keanekaragaman jenis kantong semar (H’) di dalam dan sekitar KHDTK adalah sedang (1 ≤ H’), di hutan rawa gambut nilai keanekaragaman jenis Nepenthes sebesar 1.794 dan di pinggiran sungai (sahai A) sebesar 1.310, dan untuk kerangas hanya 0,549. N. ampullaria menduduki tingkat pertama di KHDTK Mungku Baru, sedangkan N. rafflesiana ada di peringkat kedua. Dan di temukan jenis baru di lokasi pengamatan di low pole yaitu N. tomoriana
Development Green Skills Through 6R Work Culture Concept
This study discusses the additional concept of Green Skills, with the aim of forming more competent workers in an industry that currently demands green jobs. So, it is necessary to have stages of competency formation in developing students' cognitive abilities to become green employees who are environmentally friendly and care about the environment. Until now, only a few studies have guided and revealed the needs of the community in meeting the demands of green skills, especially in Vocational High Schools. This paper uses a literature review-based methodology to identify Green Skills and formulate cycle stages that shape student competencies. It was found that from the results of a literature study on green skills competencies to realize in school, it is necessary to have a special application model in vocational schools into learning, so that a concept known as 6R is found competence to reuse, recycle, reduce, repair, reassemble, and resaving energy. To make realistic creative TVET innovations according to the needs of the Industrial Revolution 4.0 based on green skills materials through virtual technology based on virtual reality. To diffuse creative TVET innovations into the community TVET Institutions, Government through the policy of infusion of green skills learning into the curriculum, Society, and Stake Holders can be done by joining Green Leaders Indonesia (GLI), GLI is a movement of young Indonesians to bring together and encourage collaboration between activists of the environmental care movement, green technology developers, stakeholders, government, and leaders of the ministry of the environment to create environmentally friendly solutions. Therefore well the aim of the movement having a better impact on the current environmental damage phenomenon. It is no stranger that environmental problems have become a classic problem in Indonesia, especially in TVET. The six main requirements above will be fulfilled if they are supported by the Vocational Education objectives in training green skills to form green employe. The novelty of this research is that there are six main requirements in the application of green skills with conditions that are supported by the goal of Vocational Education to form green employees
Laporan Pengabdian Masyarakat "Penyuluhan Pemberdayaan Fungsi Masjid di Kalangan Milenial"
Generasi milenial jika tidak landasi nilai spiritual, moral dan agama, semua temuan yang mengagumkan itu telah pula digunakan manusia untuk mendukung selera nafsunya. Praktik ekonomi yang kapitalistik dan berjiwa predator, politik yang menghalalkan segala cara, peredaran narkoba, perdagangan manusia, pergaulan bebas, praktek LGBT, perusakan lingkungan dan sebagainya, nampak semamin canggih, karena di dukung oleh teknologi yang dilakukan manusia generasi milenial. Peran masjid yang optimal, yang mampu memberikan wadah kegiatan generasi milenial dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan generasi milenial bisa mencintai masjid, rajin ke masjid dan menjadi hambahamba yang taat dan patuh kepada Allah Sw
Laporan Pengabdian Masyarakat "Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Pascasarjana IAIN Palangka Raya (Materi: "Penerapan Nilai Moderasi Beragama Bagi ASN Dalam Konteks Cinta Tanah Air""
Untuk memberikan pemahaman Moderasi Beragama diperlukan Trik khusus agar setiap pribadi lebih paham dan menjalankan di kehidupan sehari-hari, Hal penting yang perlu dipahami dalam Moderasi Beragama yaitu “4 Indikator Moderasi Beragama yaitu Komitmen kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan, dan Penerimaan Terhadap Tradisi”. Atas dasar tersebut maka perlu dilakukan penanaman nilai-nilai moderasi beragama terhadap para Aparatus Sipil Negara, sehingga secara sederhana dan ringan, kita dapat memahami makna moderasi beragama, yaitu cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama membangun kemaslahatan umum – berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa, sehingga mampu memberikan keadamaian dalam kehiidupan masyarakatm bangsa dan negara
Inovasi Pelayanan Publik Samsat Online Isen Mulang di Palangka Raya
The government has to deal with a variety of complex problems, including railroad accumulation, illegal fishing, brokerage activities, and even the general public's lack of awareness and willingness to pay motor vehicle taxes. The purpose of this study is to provide a comprehensive description of the E-Samsat service innovation, which is a public service innovation. The research method used in this research is this type of research using literature study research techniques. Since information relevant to the topic or problem being studied is collected by the researcher during the data collection process, this information can be obtained in research reports, journals, scientific papers, theses and dissertations, regulations, encyclopedias, and written sources that are both printed and in data form. electronic. The findings from this study indicate that e-Samsat service innovation has many aspects. Where is the Relative Advantage, namely the ease of the community in managing motorized vehicle tax payments (PKB). Compatibility (suitability) where e-samsat service innovations for the community are in accordance with the current conditions of technological development. Complexity (complexity) where e-samsat service innovation is felt to be uncomplicated in the implementation process. Then Triability (possibility of trying) people who respond positively to the e-samsat service. Furthermore, from Observability (ease of being observed) with a fairly simple service procedure electronically
Laporan Penelitian "Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Pasien BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan Pasien Umum di Rumah Sakit dr Doris Sylvanus Kalimantan Tengah"
Kualitas pelayanan merupakan upaya pemenuhan kebutuhan yang diiringi dengan keinginan konsumen serta ketepatan cara penyampaiannya agar dapat memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan tersebut. Data yang pertama di dapatkan dalam latar belakang peneliti di awal bahwa jumlah pasien istalasi gawat darurat (IGD) yang masuk Di Rumah Sakit Umum dr. Doris Sylvanus di tahun 2023 sampai bulan September berjumlah 86.335 pasien. Fenomena yang terjadi di lapangan bahwa masih banyak nya keluhan masyarakat terhadap keditak puasan terhadap kualitas pelayanan di RSUD dr. Doris Sylvanus kusus nya di Unit Gawat Darurat, keluhan-keluhan yang disampiakan melalui media social yaitu Dari masih terdapat permasalahan yang dihadapi oleh Rumah Sakit yaitu pasien dan keluarga pasien, masih adanya beberapa pasien yang kurang puas dengan pelayanan di Istalasi Gawat Darurat yang diberikan rumah sakit, dimana beberapa pasien mengeluh perawat yang kurang tanggap, kurang cepat, dan kurang ramah terhadap pasien, kedatangan dokter yang memeriksa pasien terkesan lambat , serta adanya keluhan dari pasien atas fasilitas yang rusak. Tempat tidur pasien penuh sehingga menggunakan velbad dan d tempakan diselasar ruang tunggu UGD serta proses alur pelayanan yang tidak d sampaiakan sehingga pasien merasa sangat lama dilayani sampai dinyataknnya dirawat inap dan mendapatkan ruangan rawat inap. Bedasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah penelitian ini akan menganalisis Kualitas Pelayanan Instalasi Gawat Darurat Terhadap Pasien BPJS dan Pasien Umum di Rumah Sakit dr Doris Sylvanus Kalimantan Tengah! Penelitian ini juga menggunakan teori Kualitas pelayanan memiliki 5 (lima) dimensi yang disebutdengan SERVQUAL (kualitas pelayanan) sebagai berikut, Parasuraman 2013 dalam (Klaudia,2020) : Tangibles (berwujud). Tangibles meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.Reliability (kehandalan). Reliability merupakan kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan tepat waktu dan memuaskan. Responsiveness (respon/ketanggapan) Para staff atau karyawan harus membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggapAssurance (jaminan). Terdiri dari kemamppuan, kesopanan, bebas dari resiko dankeraguanEmphaty (empati). Meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik serta memahami kebutuhan para pelanggan.Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Hasil penelitian Dimensi Bukti fisik (Tangibles) pelayanan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah dr Doris Sylvanus yaitu fasilitas fisik, kebersihan, kelengkapan sarana dan prasarana, dan penampilan petugas. Sudah cukup baik namun untuk fasilitas sarana dan prasarana rumah sakit masih perlu di upayakan agar memadai. Kehandalan (reliablility) berkaitan dengan kehandalan kemampuan rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang segera dan akurat sejak pertama kali tanpa membuat kesalahan apapun dan memuaskan.Daya tanggap merupakan kesediaan dan kemampuan para karyawan untuk membantu para pasien dan merespon permintaan mereka dengan tanggap, serta menginformasikan jasa secara tepat. Jaminan (assurance) yakni mencakup pengetahuan, keterampilan, mampu menumbuhkan kepercayaan pasiennya. Jaminan juga berarti bahwa bebas bahaya, risiko dan keragu-raguan. Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan di rumah sakit sudah sesuai aturan/standar rumah sakit, petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan dan dalam pemberian obat selalu menjelaskan tentang aturan penggunaan dan efek samping obat.Empati (empathy) merupakan persepsi pasien yang dinilai berdasarkan kesopanan dan keramahan pemberian layanan secara individu dengan penuh perhatian dan memahami kebutuhan pasien sebagai pelanggan dan bertindak
Laporan Penelitian "Pengaruh Perendaman Tanah Terhadap Nilai Kohesi dan Sudut Geser Internal pada Peristiwa Kelongsoran Lereng"
Benefits of Kalteng Berkah Scholarship, What's for and to Whom? (Evaluation of Scholarship Program Using a Transactional Model)
Background: Based on the 2016-2021 Central Kalimantan Long Term Development Plan (RPJMD) contained in Regional Regulation Number 1 of 2017 (2), the vision of the Central Kalimantan provincial government is called Kalteng Berkah. "Kalteng Berkah" is an abbreviation for Central Kalimantan, which means dignified, graceful, religious, strong, fair, and harmonious. The Kalteng Berkah Program focuses on nine missions, including accelerating infrastructure development, increasing regional income, controlling inflation, alleviating poverty, and improving the quality of education and health. This mission gave birth to several programs, including the Central Kalimantan Berkah program in the field of education. Aim: Based on the technical guidelines for the Bidikmisi Kalteng Berkah program, this program aims to help the people of Central Kalimantan who need funding for their studies or to complete studies at universities. Method: This study used a transactional model program evaluation method. The paradigm was a mixed qualitative-quantitative paradigm. A qualitative approach was used to analyze the awardee's responses descriptively. Results and Dıscussion: the program has achieved the expected goals. In general, achieving objectives as perceived by the awardee indicates the program's success and may be used as consideration for policymaking to continue the program. Conclusion: By using the transactional evaluation model, we concluded that the Kalteng Berkah Scholarship program has been successfully implemented following the expected program objectives