Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Not a member yet
266 research outputs found
Sort by
PENGARUH FLEXIBLE WORKING ARRANGEMENTS DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KARYAWAN SWASTA DI JABODETABEK
Seiring dengan perubahan pola kerja pasca-pandemi, penerapan FWA semakin populer, memungkinkan karyawan memiliki fleksibilitas dalam waktu dan lokasi kerja. Selain itu, WLB menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kesejahteraan karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 165 responden karyawan swasta yang menerapkan sistem kerja fleksibel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flexible Working Arrangements berpengaruh positif dan signifikan terhadap Job Satisfaction. Demikian pula, Work-Life Balance memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya, semakin fleksibel sistem kerja yang diterapkan dan semakin baik keseimbangan kehidupan kerja karyawan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja mereka. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan kerja fleksibel dan dukungan terhadap keseimbangan kerja-kehidupan dalam meningkatkan kepuasan kerja. Perusahaan disarankan untuk mempertahankan atau mengembangkan kebijakan yang lebih adaptif guna meningkatkan retensi dan produktivitas karyawan
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DALAM BERBELANJA PRODUK FASHION MELALUI APLIKASI SHOPEE DI JAKARTA
Internet yang terus berkembang dan landscape bisnis yang sudah meluas dengan adanya e-commerce membuat proses jual beli menjadi lebih mudah. Shopee sebagai e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia dengan kategori produk fashion yang paling banyak terjual, ternyata masih memiliki banyak komentar yang menunjukkan ketidakpuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan deskripsi kepuasan pelanggan dalam berbelanja produk fashion melalui aplikasi e-commerce Shopee di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Teknik analisis kepuasan pelanggan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepuasan dan GAP Analysis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang dirasakan pelanggan. Sampel penelitian terdiri dari 115 pelanggan produk fashion Shopee di Jakarta dengan dominasi responden perempuan dan usia 21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk fashion Shopee di Jakarta sebesar 85,3%, yang mengindikasikan pelanggan sangat puas, dengan emosional yang menjadi faktor utama kepuasan pelanggan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan diskon dan promo serta proses pembayaran yang mudah dapat membuat pelanggan merasa senang setelah berbelanja di Shopee. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa rekomendasi untuk penelitian selanjutnya, yaitu 1) penelitian selanjutnya dapat memperluas jangkauan sampel ke wilayah lain di Indonesia yang belum dapat dijangkau peneliti, 2) penelitian selanjutnya dapat melibatkan konsumen dengan kelompok usia lain untuk memberikan perspektif yang lebih luas dan memahami kebutuhan konsumen yang beragam, serta 3) penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor biaya dan kualitas layanan yang memiliki kepuasan rendah di penelitian ini dengan tujuan untuk memberikan masukan yang lebih mendalam mengenai strategi efektif untuk meningkatkan nilai persepsi konsumen terhadap produk fashion di Shopee
DAMPAK KENAIKAN PAJAK 12% TERHADAP PROFITABILITAS UMKM DI INDONESIA: ANALISIS DARI PERSPEKTIF UMKM DI KEMANG
Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% untuk barang tertentu, yang direalisasikan pemerintah pada awal tahun 2025 lalu telah menimbulkan berbagai reaksi di masyarakat, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak isu kenaikan PPN 12% untuk brang tertentu terhadap profitabilitas UMKM serta strategi adaptasi yang diterapkan oleh pelaku usaha dalam menghadapi perubahan kebijakan pajak tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan PPN berpotensi meningkatkan biaya operasional dan harga jual produk UMKM, yang dapat mempengaruhi daya saing di pasar. Namun, beberapa UMKM mampu bertahan dengan menerapkan efisiensi operasional, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang lebih kreatif. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada UMKM dan pembuat kebijakan untuk menciptakan kebijakan pajak yang lebih mendukung pertumbuhan sektor ini
ANALISIS PENERAPAN E-FAKTUR TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) DI LINGKUNGAN PERUM PERHUTANI KBM IHHBK JAWA BARAT & BANTEN
Penerapan e-Faktur oleh Perum Perhutani KBM IHHBK Jawa Barat & Banten telah menunjukkan dampak positif terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak. Dengan mengadopsi sistem faktur elektronik, perusahaan dapat memenuhi kewajiban perpajakannya secara lebih efisien dan akurat. e-Faktur berfungsi sebagai alat bukti pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sah, diakui oleh Direktorat Jenderal Pajak, dan mengurangi risiko manipulasi data atau penggunaan faktur palsu. Hal ini membantu Perum Perhutani khususnya KBM IHHBK untuk memastikan bahwa mereka mematuhi regulasi perpajakan yang berlaku, sehingga dapat dianggap patuh terhadap kewajiban pajak. Penerapan e-Faktur juga memberikan efisiensi dalam pengelolaan pajak bagi Perum Perhutani KBM IHHBK. Proses perekaman dan pengisian faktur menjadi lebih cepat dan mudah, karena data dapat dimasukkan melalui menu pada program e-Faktur. Implementasi e-Faktur tidak hanya mendukung kepatuhan perpajakan tetapi juga membantu Perum Perhutani dalam mengelola dokumen pajak secara lebih efisien, mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan untuk dokumen fisik, serta memungkinkan perbaikan data secara cepat jika terjadi kesalahan input. Meskipun terdapat kenaikan tarif pajak, hal ini tidak mempengaruhi tingkat kepatuhan Perum Perhutani dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), perusahaan menunjukkan komitmen untuk tetap patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada. Kesadaran akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan negara dan risiko sanksi akibat ketidakpatuhan menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk tetap berkomitmen dalam memenuhi kewajiban perpajakan meskipun ada perubahan tarif pajak. Kenaikan tarif PPN berpengaruh negatif terhadap minat pembelian dalam negeri oleh Perum Perhutani KBM IHHBK Jawa Barat & Banten. Berdasarkan perbandingan grafik antara tahun 2022 dan 2024, terlihat bahwa pada periode Januari hingga Maret 2024, minat pembelian mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022, ketika tarif PPN masih sebesar 10%. Meskipun perusahaan tetap patuh terhadap kewajiban perpajakan dan tidak terpengaruh oleh perubahan tarif PPN dalam hal kepatuhan, kenaikan tarif tersebut dapat mengurangi daya tarik produk sehingga menurunkan volume pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa faktor fiskal seperti tarif PPN memiliki dampak signifikan terhadap keputusan pembelian perusahaan, meskipun kepatuhan pajak tetap terjaga
Penerapan e-Faktur oleh Perum Perhutani KBM IHHBK Jawa Barat & Banten telah menunjukkan dampak positif terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak. Dengan mengadopsi sistem faktur elektronik, perusahaan dapat memenuhi kewajiban perpajakannya secara lebih efisien dan akurat. e-Faktur berfungsi sebagai alat bukti pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sah, diakui oleh Direktorat Jenderal Pajak, dan mengurangi risiko manipulasi data atau penggunaan faktur palsu. Hal ini membantu Perum Perhutani khususnya KBM IHHBK Jawa Barat & Banten untuk memastikan bahwa mereka mematuhi regulasi perpajakan yang berlaku, sehingga dapat dianggap patuh terhadap kewajiban pajak. Penerapan e-Faktur juga memberikan efisiensi dalam pengelolaan pajak bagi Perum Perhutani KBM IHHBK. Meskipun terdapat kenaikan tarif pajak, hal ini tidak mempengaruhi tingkat kepatuhan Perum Perhutani dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), perusahaan menunjukkan komitmen untuk tetap patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada. Kesadaran akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan negara dan risiko sanksi akibat ketidakpatuhan menjadi pendorong utama bagi perusahaan untuk tetap berkomitmen dalam memenuhi kewajiban perpajakan meskipun ada perubahan tarif pajak. Kenaikan tarif PPN berpengaruh negatif terhadap minat pembelian dalam negeri oleh Perum Perhutani KBM IHHBK Jawa Barat & Banten. Berdasarkan perbandingan grafik antara tahun 2022 dan 2024, terlihat bahwa pada periode Januari hingga Maret 2024, minat pembelian mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2022, ketika tarif PPN masih sebesar 10%. Meskipun perusahaan tetap patuh terhadap kewajiban perpajakan dan tidak terpengaruh oleh perubahan tarif PPN dalam hal kepatuhan, kenaikan tarif tersebut dapat mengurangi daya tarik produk sehingga menurunkan volume pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa faktor fiskal seperti tarif PPN memiliki dampak signifikan terhadap keputusan pembelian perusahaan, meskipun kepatuhan pajak tetap terjaga
PENGARUH KUALITAS PRODUK, KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN KEAMANAN TERHADAP MINAT BELI KARTU INTERNET DIGITAL BY. U/TELKOMSEL DI KOTAMOBAGU
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas produk, kemudahan penggunaan, dan keamanan terhadap minat beli kartu internet digital By.U/Telkomsel di Kotamobagu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada konsumen yang pernah membeli kartu tersebut. Populasi penelitian adalah konsumen yang melakukan pembelian, dengan sampel 100 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear berganda, uji F, uji t, dan koefisien korelasi berganda (R) serta koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, kemudahan penggunaan, dan keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Ketiga variabel ini secara bersama-sama dapat menjelaskan variasi minat beli secara signifikan. Kesimpulannya, kualitas produk, kemudahan penggunaan, dan keamanan dapat meningkatkan minat beli kartu internet digital By.U/Telkomsel di Kotamobagu
PENGARUH BEBAN KERJA, DISIPLIN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. X
Sumber daya manusia merupakan aset paling berharga bagi perusahaan, yang diukur melalui kinerja karyawan dengan memperhatikan beberapa faktor antara lain faktor beban kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggali informasi mengenai Beban Kerja, Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, dan Kinerja Karyawan pada PT X. Penelitian ini melibatkan 102 karyawan dengan menggunakan teknik sampel non probability dengan sampel jenuh berjumlah 102 karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial (1) Beban kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT X. (2) Disiplin kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT X. (3) Motivasi kerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja karyawan PT X. (4) Beban kerja, Disiplin kerja, dan Motivasi kerja secara simultan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT X. Berdasarkan hasil penelitian, maka pihak perusahaan diharapkan dapat memberikan dorongan dan perhatian lebih akan beban kerja, motivasi dan disiplin kerja sehingga dapat mempengaruhi kinerja karyawan yang baik
DAMPAK REGULASI PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PERTUMBUHAN BISNIS E-COMMERCE DI INDONESIA
Pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir telah membawa banyak dampak positif terhadap ekonomi digital, namun juga menimbulkan tantangan dalam hal perlindungan terhadap konsumen. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis secara menyeluruh bagaimana regulasi yang telah diterbitkan oleh pemerintah berperan dalam melindungi hak-hak konsumen serta dampaknya terhadap kelangsungan dan pertumbuhan bisnis e-commerce. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan data sekunder dari lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik dan Kementerian Perdagangan, penulisan ini menemukan bahwa regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perdagangan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap platform digital. Kepercayaan konsumen ini secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan sektor e-commerce nasional. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan, seperti kurangnya pemahaman pelaku usaha kecil terhadap aturan hukum, lemahnya pengawasan pemerintah, serta dinamika perkembangan teknologi digital yang lebih cepat dari proses legislasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan implementasi regulasi melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar perlindungan konsumen dapat berjalan optimal di tengah akselerasi ekonomi digital
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENGARUH DIGITAL MARKETING DAN BRAND AWARENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digital marketing dan brand awareness terhadap keputusan pembelian konsumen. Di era digital saat ini serta persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha perlu melakukan pemasaran digital sebagai strategi untuk mempromosikan produk dan jasa mereka, serta memaksa pelaku usaha untuk meningkatkan brand awareness mereka. Digital marketing sendiri merujuk pada strategi pemasaran dengan memanfaatkan media elektronik untuk menjangkau konsumen, memberikan kesempatan untuk interaksi langsung dan pengumpulan data mengenai preferensi pelanggan. Sedangkan brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat merek tertentu, yang berperan penting dalam membedakan produk pelaku usaha dari pesaing. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review (SLR), yang mencakup analisis terhadap 30 jurnal yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa digital marketing memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan data yang mendukung hubungan antara keduanya. Selain itu, brand awareness juga terbukti mempengaruhi keputusan pembelian dengan menciptakan asosiasi positif dan mengurangi ketidakpastian konsumen
PENGARUH FINTECH TERHADAP PERILAKU KONSUMEN: STUDI PADA PENGGUNAAN E-WALLET & QRIS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi finansial (fintech) terhadap perilaku konsumen dengan penggunaan e-wallet dan QRIS sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk menguji peran mediasi dari e-wallet dan QRIS dalam hubungan antara penggunaan fintech dan perilaku konsumen. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa pengguna aktif layanan fintech, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui e-wallet dan QRIS sebagai variabel intervening. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan dan kepraktisan transaksi digital melalui e-wallet dan QRIS memperkuat dampak fintech dalam membentuk perilaku konsumtif generasi muda
RENDANG SEBAGAI DIPLOMASI EKONOMI: POTENSI GEO-EKONOMI IKM PAYAKUMBUH DI PASAR GLOBAL
Rendang, sebagai warisan kuliner Minangkabau, telah berkembang dari sekadar makanan tradisional menjadi simbol identitas nasional yang memiliki potensi diplomatik di tingkat global. Kota Payakumbuh, yang terletak di Sumatera Barat, memainkan peran sentral dalam menjadikan rendang sebagai komoditas ekspor melalui pengembangan industri kecil menengah (IKM). Artikel ini membahas keterkaitan antara geo-ekonomi Payakumbuh, inovasi dalam pengembangan IKM, dan strategi diplomasi ekonomi berbasis budaya. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan rendang dalam kancah internasional sangat bergantung pada sinergi antara sumber daya lokal, kebijakan pemerintah, dan strategi pemasaran global yang berakar pada budaya