E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
3467 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN DAMPAK COVID 19 MELALUI BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) (Desa Tuladenggi Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Tuladenggi Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Borontalo. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan pendekatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah melalui pendekatan analisis jalur yang mengedepankan aspek narasi deskriptif. Adapun hasil penelitian menunjukan program tersebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Implementasi program bantuan langsung tunai (BLT) di Desa Tuladenggi telah disosialisasikan oleh pemerintah Desa melalui berbagai kegiatan yang mengumpulkan masyarakat, maupun pelibatan unsur aparat pemerintah pada tingkat Dusun. Program bantuan langsung tunai (BLT) model pendanaannya adalah melalui kebijakan anggaran dana Desa yang ditetapkan melalui musyawarah Desa dengan melibatkan masyarakat didalamnya. Untuk mendukung tercapainya tujuan program, maka komitmen kerja pemerintah Desa telah ditunjukan dengan adanya sinergitas dan konsistensi sejak tahapan pengusulan pendataan sampai pada dana diterima langsung oleh masyarakat. Sebagai saran dari peneliti terhadap pemerintah Desa Tuladenggi dalam melaksanakan kebijakan program bantuan langsung tunai (BLT) adalah Perlu dimaksimalkan lagi dengan berbagai cara untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan program atau kebiajakan yang diambil dan dilaksanakan, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung dan menyebarkan informasi penting akan setiap kebijakan yang diambil
TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN INKLUSIF DI INDONESIA
Sistem pendidikan inklusif diharapkan mampu menjadi jawabannya karena dianggap dapat memberikan lebih banyak kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi yang secara khusus mengatur mengenai pendidikan inklusif di Indonesia serta dasar tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak pendidikan inklusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sehingga dapat memberikan gambaran atau uraian suatu keadaan pada objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang secara khusus mengatur mengenai pendidikan inklusif di Indonesia adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang memiliki Kelainan dan memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Dasar tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak pendidikan inklusif di Indonesia adalah terdapat pada Pasal 4 ayat 1 dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang memiliki Kelainan dan memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa diatur bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Kemudian berlanjut di Pasal 5 ayat (1), (2) dan (4) yang mengatur bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Serta warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. Dari pengaturan tersebut, terlihat bahwa pendidikan inklusif merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah sebagai bagian dalam memenuhi dan menghormati hak asasi manusia
ANALISIS TINJAUAN HUKUM ATAS KEBIJAKAN SISTEM PERADILAN PIDANA SECARA ELEKTRONIK DI MASA PANDEMI COVID-19
Di dalam tataran praktik hukum, khususnya di lingkungan peradilan saat ini pun telah mengenal proses digitalisasi. Bukti dari proses digitalisasi di dunia peradilan yang paling dikenal adalah Virtual Civil Courts, yang mana di Indonesia kita mengenalnya sebagai satu kesatuan yang terpadu di dalam sistem e-court. Penyebaran yang sangat cepat dari manusia ke manusia lainnya menyebabkan jenis virus baru ini juga ditetapkan sebagai pandemi global. Akibatnya, tidak hanya terhadap angka infeksi maupun kematian yang terus meningkat, fenomena tersebut juga telah berimbas pada hampir semua aspek kehidupan seperti ekonomi hingga hukum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik, artinya dengan mendeskripsikan, mencatat, menganalisa dan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang ada. Dikeluarkanya Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020 Tentang Perubahan Keempat Atas Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 serta Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahum 2020 Tentang Administrasi Dan Persidangan Perkara Pidana Di Pengadilan Secara Elektronik merupakan pelengkap atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik yang telah ada sebelumnya hal ini merupakan inovasi sekaligus komitmen oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam mewujudkan reformasi di dunia peradilan Indonesia (Justice reform) ) yang mensinergikan peran teknologi informasi dengan hukum acara sebagai solusi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Praktek pelaksanaannya belum berlaku secara efektif, hal ini dikarenakan persidangan secara elektronik masih meninggalkan sejumlah permasalahan yang terklasifikasi menjadi problem yuridis-substansial, dan yuridis-prosedural. Oleh karena itu ke depan diharapkan instansi penegak hukum dapat terus mengevaluasi serta mengoptimalisasi pelaksanaan persidangan secara elektronik khususnya
PENGARUH DISIPLIN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN FARMERS MARKET ONE BELPARK JAKARTA SELATAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh disiplin dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Farmers Market One Belpark Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif Asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dimana seluruh populasi dijadikan responden dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, Uji Koefisien Korelasi berganda, Uji Koefisien Determinasidan uji hipotesis (Uji t dan Uji f). Berdasarkan hasil perhitungan di peroleh nilai t hitung > t tabel atau (6,289 >2,009). Dengan demikian H01 ditolak dan Ha1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan Farmers Market One Belpark Jakarta Selatan . Berdasarkan hasil perhitungan di peroleh nilai t hitung > t tabel atau (8,620 > 2,009). Dengan demikian H02ditolak dan Ha2diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Farmers Market One Belpark Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil perhitungan Disiplin (X1) dan Motivasi (X2) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dengan persamaan Y = 5,930 + 0,088X1 - 0,184X2 nilai koefisien korelasi atau tingkat pengaruh antara variabel bebas dan terikat diperoleh sebesar 0,794 memiliki hubungan yang kuat. Dengan koefisien korelasi atau determinasi pengaruh secara simultan sebesar 0,630 atau sebesar 63% dan sisanya sebesar 37% di pengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis di peroleh F hitung > F tabel atau (41,674 > 3,19), Dengan demikian H03 di tolak dan Ha3 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara disiplin (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyaawan (Y) pada Farmers Market One Belpark Jakarta Selatan
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 9 TAHUN 2015 DALAM PENGANGKATAN PENJABAT PENGHULU DI KECAMATAN BANGKO PUSAKO KABUPATEN ROKAN HILIR
Implementation of Regional Regulation Number 9 of 2015 in the Appointment of Acting Penghulu in Bangko Pusako District, Rokan Hilir Regency, which aims to find out whether Regional Regulation No. 9 of 2015 is implemented well or vice versa. The theory used is policy implementation (Van Horn and Van Metter in Kurniawan: 2020). It can be seen in six indicators, namely: policy standards and targets, resources, characteristics of implementing organizations, attitudes of implementers, communication between organizations, and the social, economic, and political environment. This research uses qualitative research methods and is analyzed based on qualitative descriptive methods. The results of this research can be concluded that the implementation of Regional Regulation Number 9 of 2015 in the Appointment of Acting Penghulu in Bangko Pusako District, Rokan Hilir Regency, has not been implemented properly. This is because communication is less effective. As well as the attitude of implementers that is inconsistent with established policies. So there is a need for effective communication and deliberation between the regional governments that have the authority to appoint officials and have a consistent attitude towards the established policies
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA ROTI KUKUS PANGGANG (STUDI KASUS PADA KEDAI BI’LIS BAJENG PERMAI)
This study aims to determine the business development of Kedai Bi\u27lis Bajeng Permai in innovating on development to be able to compete and survive in running the steamed toast business. This study uses a qualitative method, where the data obtained comes from interviews with several informants and through questionnaires filled out online via Google Form. The results of the study are (1) the need for creativity in developing a business with the development of ideas for the products produced such as the number of menus, appearances or unique product forms so as to attract the attention of consumers; (2) the need for innovation towards more creative baked steamed bun products; (3) the development of the steamed toast business can be done with creativity and innovation as well as implementing online marketing or sales strategies
MATHEMATICS TEACHERS’ AND TUTORS’ IMPRESSION ON THE CONCEPT AND STRUCTURE OF THE OPTIMISING PROBLEM SOLVING (OPS) FRAMEWORK
A number of frameworks have been proposed to help students become more adept at solving mathematical problems, including Problem Based Learning (PBL), Research Skill Development (RSD), Blooms\u27 Taxonomy, and Optimising Problem Solving (OPS). One of the most recent frameworks created by professionals in issue solving is the Optimising issue Solving (OPS) framework. It has been demonstrated to enhance students\u27 ability to solve engineering-related problems. Consequently, the OPS framework might potentially be a different framework for mathematics teachers and tutors. This research aims to analyse teachers’ and tutors’ impression on the concept and structure of the OPS framework. The study are categorised into an ethnographic by using a thematic content analysis approach. It resulted in two concepts and two structures of the OPS framework that impress the mathematics teachers and tutors. The concepts are related to the non-sequential facets and the facet titles. While, the structure of the framework that impress the teachers and tutors are related to the pentagon shape, and the word and colour format. Keywords. Framework, Optimising Problem Solving, Mathematics Learnin
PERBEDAAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 3 MEDAN PADA SOAL CERITA YANG DIAJARKAN DENGAN PROBLEM BASED LEARNING DAN KONVENSIONAL
Tujuan penelitian ini adalah untuk membedakan kemampuan literasi matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran konvensional. Dengan desain post-test-only control group design, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Medan. Cluster random sampling digunakan untuk memilih 32 peserta dari masing-masing dua kelas (kelas kontrol dan kelas eksperimen). Instrumen penelitian ini merupakan sebuah tes dengan lima pertanyaan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa Problem Based Learning dan pendidikan konvensional menghasilkan tingkat literasi matematika yang berbeda secara signifikan
DESAIN DIDAKTIS UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA TUNAGRAHITA PADA MATERI BILANGAN BULAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari desain didaktis materi bilangan bulat yang dibuat sesuai dengan kesulitan yang dialami siswa tunagrahita. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan tahapan Didactical Design Research (DDR). Metode ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu: tahap analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran, tahap metapedadidaktik, dan tahap retrosfektif. Desain didaktis berupa modul yang memuat permasalahan-permasalahan berdasarkan kesulitan siswa tunagrahita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain didaktis yang diberikan dapat meminimalisir kesulitan siswa tunagrahita, hal tersebut dapat terlihat dari pengerjaan modulnya.Kata Kunci: Desain didaktis, Bilangan Bulat, Tunagrahita, DD
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN PEMALANG
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh kecerdasan emosional siswa terhadap kemampuan literasi matematis siswa SMA Negeri di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 428 siswa kelas XI SMA Negeri di Kabupaten Pemalang TA 2022/2023. Data dikumpulkan melalui angket kecerdasan emosional dan soal tes kemampuan literasi matematis. Instrumen soal divalidasi oleh ahli sedangkan instrumen angket menggunakan Rasch Model. Selanjutnya nilai logit dari kecerdasan emosional dianalisis regresi linier sederhana sehingga diperoleh nilai konstanta sebesar 81.502 dan nilai koefisien regresi sebesar 0.967. Hasil uji parsial dan simultan menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0.041 lebih kecil dari 0.05 maka H0 ditolak. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik dan hasilnya semua asumsi terpenuhi. Dengan demikian dapat disimpulkan pada taraf nyata 5% kecerdasan emosional siswa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan literasi matematis siswa SMA Negeri di Kabupaten Pemalang.Kata kunci: literasi matematis, kecerdasan emosional, regres