E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
3467 research outputs found
Sort by
UTILIZING TRANSLANGUAGING IN TEACHING ESP TO CULINARY ART STUDENTS IN INDONESIA: CHALLENGES AND EFFORTS
Translanguaging is a pedagogical strategy that can be used to assist students in understanding the material in the classroom and this strategy plays an important role for teachers in conducting classes of English for specific purposes (ESP) in culinary art classrooms. The study was conducted to examine translanguaging utilization in teaching ESP for culinary art students and find out the challenges and effort that teachers have in the classroom. The research used a case study in a culinary art classroom of Almansyuriyah Vocational School at Tangerang and descriptive analysis was used to analyse data that has been collected through classroom observation and interview with a teacher and 20 students. The result explained that utilizing translanguaging in the classroom raises students’ understanding of the material given because students can use the home language (L1) to understand the context and elaborate on the target language. Finally, Translanguaging as a pedagogical strategy can be utilized to assist students in understanding English for specific purposes in culinary art classrooms in Indonesia
PRE-SERVICE TEACHERS’ PERCEPTIONS TOWARDS THE USE OF CANVA IN DESIGNING INFOGRAPHICS AT UNIVERSITY IN CIREBON
Based on a review of the literature, this study intends to give perspectives on the use of infographics in addressing educational requirements. The researchers monitored the participants, mainly the pre-service teachers of the PPG Prajabatan programme at one of Cirebon\u27s universities, who created infographics for their assignments using the Canva design tool. In addition to its aim, this study employed a qualitative descriptive design. Questionnaires were used to gather data for this investigation. It was conducted using a questionnaire-based research design. Twenty pre-service teachers were participating. The researcher investigated ten statement surveys of pre-service instructors\u27 perceptions of using Canva as a medium for generating infographics at a university in Cirebon and found good results. This study concludes on the utilization of Canva as a media tool for designing or generating anything, such as infographics. The findings revealed that pre-service teachers believe Canva may impact focus and creativity while creating infographics. The pre-service teacher appears to be really interested in making infographics using Canva, and they become more creative as a result
Pengembangan Media Animasi Materi Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Berbasis Pembelajaran Abad 21 di Kelas VII SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan proses pengembangan, kepraktisan, dan keefektivan media pembelajaran video animasi materi teks laporan hasil observasi berbasis pembelajaran abad 21. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation). Data dalam penelitian ini dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa deskripsi proses pengembangan media pembelajaran. Data kuantitatif berupa hasil penilaian media pembelajaran yang berasal dari validator ahli media, ahli materi, respon praktisi dan respon siswa. Data kuantitatif diolah menggunakan skala likert dan rumus N-Gain. Subjek penelitian yaitu peserta didik berasal dari kelas VII di SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi. Kepraktisan media pembelajaran dinilai berdasarkan 3 aspek, yaitu aspek kelayakan konten, kelayakan tampilan, dan aspek teknik kebahasaan dengan nilai rata-rata keseluruhan yaitu, 84,90 berkategori tinggi. Media pembelajaran yang dikembangkan ini tergolong efektif diukur berdasarkan selisih nilai N-Gain tes awal dan tes akhir peserta didik ditinjau dari aspek kognitif dan psikomotorik. Selisih tes awal dan tes akhir aspek kognitif sebesar 0,72 dengan kategori N-Gain tergolong tinggi. Pada aspek psikomotorik, selisih tes awal dan tes akhir sebesaar 0,76 dengan kategori N-Gain tinggi. Berdasarkan hal tersebut, media animasi yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi di jenjang SMP.Kata kunci: Pengembangan, teks laporan hasil observasi, pembelajaran abad 2
PENERAPAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM ELEKTRONIK (E-RUPS) PADA PT. “X” BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO.40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ perseroan yang paling tinggi dan memiliki kekuasaan dalam menentukan arah dan tujuan perseroan. RUPS secara elektronik (E-RUPS) diatur dalam Pasal 77 ayat (1) Undang-undang Perseroan Terbatas. RUPS dapat dilakukan secara elektronik (E-RUPS) melalui aplikasi bernama eASY.KSEI, dengan penggunaan e-Proxy dan e-Voting. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah prosedur mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Elektronik (E-RUPS) pada PT. “X”, (2) Bagaimanakah keabsahan akta risalah yang dibuat oleh notaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Elektronik (E-RUPS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis, yaitu berasal dari fenomena-fenomena atau kejadian-kejadian berdasarkan kenyataan dan fakta-fakta yang ada di masyarakat dikaitan dengan teori hukum. Sumber data primer peraturan perundang-undangan, pustakaan. Adapun sumber data sekunder menggunakan wawancara dan metode pencarian data melalui media online. Hasil penelitian ini bahwa mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Elektronik (E-RUPS) pada PT. “X” telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 16/POJK.04/2020 dengan menggunakan aplikasi eASY.KSEI, dengan penggunaan e-Proxy dan e-Voting. Akta risalah rapat yang dibuat oleh notaris melalui media elektronik sudah sah, karena sesuai dengan Pasal 8 ayat (1) huruf b Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 16/POJK.04/2020 notaris pasar modal wajib hadir secara fisik ditempat dilaksanakannya RUPS PT Terbuka secara fisik dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Elektronik (E-RUPS). Dalam konteks mekanisme penerapan Rapat Umum Pemegang Saham secara Elektronik (E-RUPS) telah menggunakan eASY.KSEI dengan e-Proxy yaitu pemberian kuasa secara elektronik pada E-RUPS. Akta risalah dalam Rapat Umum Pemegang Saham secara Elektronik (E-RUPS) sudah sah, karena sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka secara Elektronik
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN DI KABUPATEN CIREBON
Hak asasi anak muncul seiring dengan kesadaran perlunya perhatian khusus dan perlindungan khusus bagi anak, disamping konsep hak asasi secara umum karena banyaknya permasalahan dan persoalan yang dialami anak seperti kekerasan fisik dan psikis, tidak terpenuhinya hak anak di berbagai bidang ketertinggalan di berbagai bidang dan lain-lain. Pengaturan dalam bentuk hukum nasional sangat perlu untuk dijabarkan dalam bentuk penyusunan produk hukum daerah sebagai bentuk kebijakan pengaturan terkait dengan perlindungan anak dari kekerasan. Dalam penulisan jurnal ini menggunakan metode penelitian normatif dan dalam penelitian ini jenis pendekatan yang digunakan adalah sebagai antara lain : Pendekatan perundang-undangan Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perlindungan hukum terhadap anak sudah diatur dalam Konvensi Hak-hak Anak. Di Indonesia, pengaturan perlindungan hokum terhadap anak telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kemudian Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentangPerubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,selanjutnya telah dilakukan perubahan kedua yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun2016. Kabupaten Cirebon terdapat Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak, walaupun Kabupaten Cirebon secara khusus belum memiliki Peraturan Daerah tentang Perlindungan terhadap Anaka Kabupaten Cirebon mengingat jumlah kasus kekerasan terhadap anak sangat besar
Hybrid Learning dalam Perkuliahan Matematika Kimia 1
Abstrak. Latar belakang dari penelitian ini adalah hasil belajar mahasiswa program studi kimia FMIPA, Universitas Padjadjaran, dalam mata kuliah Matematika Kimia 1 masih rendah, dan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan proses pembelajaran belum memungkinkan untuk dilaksanakan secara tatap muka langsung sehingga berdampak terhadap pemahaman dan motivasi mahasiswa. Penelitian ini perlu dilakukan karena hybrid learning adalah metode pembelajaran yang saat ini dijadikan sebagai alternatif metode pembelajaran yang diterapkan selama masa pandemi. Penelitian ini membahas tentang sejauhmana hybrid learning telah diterapkan dalam perkuliahan Matematika Kimia 1. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa hybrid learning memiliki kekuatan dan kelemahan, serta dapat membantu mahasiswa lebih memahami dan termotivasi dalam mata kuliah mata kuliah Matematika Kimia 1 dengan bantuan beberapa aplikasi yang bersifat interaktif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hybrid learning yang didukung oleh beberapa aplikasi yang bersifat interaktif, berpeluang meningkatkan pemahaman dan motivasi mahasiswa dalam perkuliahan Matematika Kimia 1. Kata Kunci: Hybrid learning, Matematika Kimia, Hasil Belajar, Motivasi.
Kemampuan Berpikir Komputasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Numerasi Tipe AKM Materi Pola Bilangan
Abstrak. Kemampuan berpikir komputasi sangat penting untuk dikembangkan sehingga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merancang bahan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir komputasi siswa dan mendeskripsikan kemampuan berpikir komputasi 6 orang subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa terpilih dari 25 siswa kelas VIII G SMP Nuris Jember. Instrumen penelitan berupa soal tes pola bilangan, pedoman wawancara serta lembar validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 siswa menunjukkan 16% siswa yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi rendah, 64% siswa yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi sedang, dan 20% yang mempunyai kemampuan berpikir komputasi tinggi. Siswa kelas VIII G rata-rata mampu memenuhi indikator kemampuan berpikir komputasi yaitu dekomposisi, berpikir algoritma, pengenalan pola. Namun, belum maksimal pada indikator abtraksi dan generalisasi. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi tinggi mampu memenuhi semua indikator berpikir komputasi yaitu dekomposisi, berpikir algoritma, pengenalan pola, dan abtraksi dan generalisasi. Walaupun, pada tahap abstraksi dan generalisasi masih terdapat kesalahan. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi sedang mampu memenuhi indikator dekomposisi, berpikir algoritma, dan pengenalan pola. Siswa dengan kemampuan berpikir komputasi rendah mampu memenuhi indikator dekomposisi dan berpikir algoritma, namun masih terdapat beberapa kesalahan.Kata Kunci: Berpikir Komputasi, Numerasi, Pola bilangan
Analyzing Eighth-grade Students\u27 Numerical Literacy Skills in Problem Solving with Number Concepts
Abstract. The aim of this study was to assess the numerical literacy abilities of eighth-grade students at MTs Miftahul Ulum in applying problem-solving skills to number concepts on a question-by-question basis. The research followed a qualitative methodology, and the participants consisted of 15 students from the VIIIA class at MTs Miftahul Ulum. The data were analyzed based on Polya\u27s stages of problem-solving and numeracy literacy indicators. Data collection methods included numeracy literacy tests, interviews, and documentation. The results indicated that a significant proportion of students demonstrated a moderate level of numeracy literacy, while some students showed low or high levels of proficiency. Generally, the understanding stage had higher percentages of students who demonstrated comprehension. However, the planning and implementation stages varied across different questions. By focusing on the specific stages where students struggled or excelled, teachers can adapt their instructional approaches to better address students\u27 needs. Keywords: Numerical Literacy, Polya, Numbers
Reaksi Pasar pada Peristiwa Rebalancing Indeks Msci di Negara Asean-5
AbstractRebalancing the MSCI index is essential information in order to make investment recommendations. This event caused a market reaction that affected the stock price. The research aims to analyze the influence of the MSCI index rebalancing on abnormal returns and trading volume activity of shares in ASEAN-5 countries in 2017-2021. From the test conducted, there was an effective in abnormal returns after the announcement of the index rebalancing on stocks that were indexed. Trading volume activity also showed an increasement in volume of trading in stocks which indexed to the rebalancing. Meanwhile, for the shares of companies that experienced write-offs in the rebalancing index, there was a decline. Furthermore, for the trading volume activity of stocks that experienced additions or deletions in the rebalancing index, it was found an increase in the trading volume of their shares. The results of the hypothesis test show that there is a significant positive abnormal return and significant trading volume activity in stocks that have added to the index. Meanwhile, stocks that have been deleted have the results of hypothesis testing which show that there is a significant negative abnormal return and a significant trading volume activity.Keywords: Abnormal return, ASEAN-5, MSCI index rebalancing; Trading volume activity.AbstrakPengumuman rebalancing indeks MSCI merupakan informasi penting dalam pengambilan keputusan investasi. Pengumuman ini menimbulkan reaksi pasar yang berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengumuman rebalancing indeks MSCI terhadap abnormal return dan trading volume activity saham di negara ASEAN-5 pada tahun 2017-2021. Pengujian dilakukan dengan metode event study. Dari hasil pengujian, terdapat peningkatan abnormal return sesudah pengumuman rebalancing indeks terhadap saham yang mengalami penambahan pada indeks. Hasil yang sama juga terjadi pada trading volume activity dimana terdapat peningkatan volume perdagangan pada saham yang mengalami penambahan pada rebalancing indeks. Sedangkan untuk saham perusahaan yang mengalami penghapusan pada rebalancing indeks terdapat penurunan. Selanjutnya untuk trading volume activity saham yang mengalami penambahan maupun penghapusan pada rebalancing indeks ditemukan peningkatan volume perdagangan sahamnya. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa terdapat abnormal return yang signifikan positif dan trading volume activity yang signifikan pada saham yang mengalami penambahan pada indeks. Sedangkan untuk saham yang mengalami penghapusan mempunyai hasil uji hipotesis yang menunjukan bahwa terdapat abnormal return yang signifikan negatif dan trading volume activity yang signifikan.Kata Kunci: Abnormal return; ASEAN-5; Rebalancing indeks MSCI; Trading volume activity
MEANS OF CLASS ACTION LAWSUIT AS AN ALTERNATIVE AND SOLUTION FOR RECOVERING STATE AND COMMUNITY FINANCIAL LOSSES IN CORRUPTION DIRECT CASH ASSISTANCE VILLAGE FUNDS
The purpose of this study was to analyze the means of class action lawsuits that can be used as an alternative to recovering state losses and community losses as direct victims of Village Fund Direct Cash Assistance budget corruption. This type of research is normative legal research, namely looking at law from the point of view of norms which of course is prescriptive, using an analytical descriptive approach, namely describing the position of law as it is now. The legal materials used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials obtained through library research, so that deeper analysis and understanding can be carried out so that there is a strengthening of the legal basis to produce good legal analysis. The collected legal materials were then analyzed using qualitative analysis techniques. The results of the study show that the use of class action lawsuits can be used as an alternative to recover state losses and community losses due to acts of corruption in the Village Direct Cash Assistance budget. Class action facilities are far more effective and efficient in efforts to eradicate corruption which do not burden the state budget, compared to enforcing criminal law through the criminal justice system (police, prosecutors, courts, and correctional institutions). In addition, the implementation of the execution of the return of compensation through class action facilities is more accommodative and equivalent because the legal interests of the injured stakeholder, in this case, the State and the people of the Direct Cash Assistance (Bantuan Langsung Tunai/BLT) Fund Beneficiary Group, can both be restored