E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
3467 research outputs found
Sort by
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Dengan Media Dakon Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran project based learning dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Populasi penelitian ini seluruh siswa di MI Uswatun Hasanah tahun pelajaran 2021-2022. Dengan sampel adalah kelas IV yang berjumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar tes dan RPP. Berdasarkan hasil data diperoleh hasil observasi siklus I dengan presentase 72% dan siklus II dengan presentase 97%. Sedangkan hasil belajar siswa dari siklus I dengan rata-rata 57,5 dengan presentase 50% dan pada siklus II dengan rata-rata 76,5 dengan presentase 85%. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran Project Based Learning efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika materi KPK dan FPB pada siswa kelas IV MI Uswatun Hasanah tahun pelajaran 2021/2022. Berdasarkan analisis data hasil observasi dan hasil belajar siswa terbukti bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci: Hasil belajar, model Project Based Learning, kelas IV.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Sukawati
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada tingkat sekolah dasar di Gugus VI di Kecamatan Sukawati. Penelitian ini menjadi penting untuk mengulas persiapan, pelaksanaan hingga kendala yang ditemukan guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas empat pada Sekolah Dasar di Gugus VI Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar, meliputi SD Negeri 7 Batubulan, SD Negeri 2 Batubulan, dan SD Ganesha Nusantara. Penelitian ini dapat dikumpulkan dari hasil observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasilnya proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah diawali dengan (1) tahap persiapan yakni menyiapkan masalah yang berkaitan dengan materi serta berdasarkan RPP. (2) tahap pelaksanaan guru membentuk kelompok siswa, selanjutnya diarahkan untuk mengerjaan tugas berupa pemecahan masalah. Tahap ini guru juga lebih banyak memberikan bimbingan kepada siswa dalam menemukan penyelesaian masalah. (3) tahap evaluasi guru tidak hanya menilai hasil karya siswa, namun juga mengevaluasi permasalahan sebagai kendala yang dihadapi siswa selama proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa guru sekolah dasar di Gugus VI Kecamatan Sukawati telah dapat menerapkan model pembelajaran berbasis masalah, walaupun masih ditemukan sejumlah kendala namun hal tersebut masih bisa diatasi oleh guru.Kata Kunci:AnalisisPenerapanPembelajaran Berbasis Masala
Analysis of Fares and Subsidy Needs for Public Transportation using The Vehicle Operating Cost Approach (Case Study: Corridor 2 Trans Cirebon)
Public transportation subsidies or what is called the Public Service Obligation (PSO) is an important indicator in the public transport system to ensure the sustainability of the operation of the public transportation system. Subsidies are government interventions in controlling transportation fares so that people can use public transportation at affordable fares. This study aims to provide an overview of the determination of fares and the amount of subsidy needed in corridor 2 of Trans Cirebon. Fare analysis is determined using the vehicle operating cost and Willingness To Pay (WTP) approaches which will then form the basis for providing an overview of the subsidy that should be provided by the Government in an ideal Trans Cirebon operation. This research shows that: 1) the fare currently applied are still in accordance with the WTP value the people of Cirebon City; 2) for an ideal Trans Cirebon operation, a vehicle operating cost of Rp. 6,135,159,933.29/year is required; 3) the amount of subsidy required ranges from Rp. 5,705,919,933.29/year to Rp. 6,108,879,933.29/year depending on the achievement value of the load factor and the fare applied
Analysis of Lightning Interference on The 500 Kv Depok-Tasik Transmission Tower
Lightning is a natural phenomenon that can cause damage to transmission lines and cause disturbances in the distribution of electrical energy. Indonesia is a country with a high density of lightning strike in tropical areas such as in Java Island (Indonesia). The 500 kV Depok-Tasik transmission tower is part of the West Java interconnection. This transmission is 142 kms away and is supported by a tower of 340 units (tower 326-666), this transmission uses dual channels. This study aims to analyze and determine the method of lightning protection and to determine the magnitude of the voltage arising from a lightning strike in the 500kV transmission tower Depok-Tasik in order to be able to see the transmission parameters of the lightning density map, the trend of the time of the strike and the peak current frequency of the overvoltage caused by the lightning strike by analyzed using software falls. Software falls is a lightning analysis software used to study the relationship between lightning events and geographically referenced assets. Anomaly data on the 500kV Depok-Tasik conductor in 2021-2022 occurred 12 times, disturbances occurred 6 times in 2021 and 6 disturbances occurred in 2022, this can be a reference for asset inventory in the future
PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA TAHAP PELAKSANAAN PEMANCANGAN TIANG PANCANG (SPUN PILE) PENGGANTIAN JEMBATAN SIDUK 3
Jembatan Siduk 3 berada di Desa Kuala Satong Kecamatan Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang dan berfungsi sebagai penghubung ruas jalan Kabupaten Ketapang menuju Kabupaten Kayong Utara. Penggantian jembatan dilakukan karena bagian bawah jembatan masih menggunakan kayu, terdapat kerusakan pada struktur bawah dan perlu di rekontruksi ke struktur beton agar bagunan jembatan lebih kokoh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alat berat apa saja yang digunakan, pelaksanaan pekerjaan dan produktivitas dump truck pada pekerjaan penyediaan tiang pancang (spun pile) dan crawler crane pada pelaksanaan pemancangan tiang pancang (spun pile). Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Setelah melakukan penelitian, diketahui bahwa alat berat yang digunakan pada penggantian Jembatan Siduk 3 pada pekerjaan penyediaan tiang pancang (spun pile) yaitu crawler crane, dump truck dan excavator. Pekerjaan penyediaan tiang pancang (spun pile) dengan menggunakan alat berat 2 unit dump truck produktif karena realisasi pekerjaan lebih cepat dibanding waktu rencana pada time schedule. Untuk alat berat yang digunakan pada pekerjaan pemancangan tiang pancang (spun pile) trailer truck, excavator, diesel hammer, dan crawler crane. Pekerjaan pemancangan tiang pancang (spun pile) dinyatakan produktif karena realisasi pekerjaan lebih cepat dibanding rencana time schedule.
Evaluasi Kinerja Operasional dan Tarif Bus Trans Cirebon Koridor I
Demi menunjang kelancaran dalam sarana transportasi darat yang saat ini sangat menunjang perkembangan dan kemajuan suatu wilayah maka dibutuhkan sarana trasnportasi yang mampu mendukung perkembangan di segala bidang khususnya dalam perpindahan manusia dan barang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kinerja Bus Trans Cirebon koridor I dengan mengacu pada indikator kinerja angkutan umum menurut Departemen Perhubungan Darat Tahun 1996 dan BRT Standart 2016. Metode penelitian yang digunakan dengan menganalisis eksploratif dengan pengumpulan data primer meliputi waktu antara (headway), faktor muat, jumlah penumpang, jarak antar halte, waktu tempuh, kecepatan perjalanan, data sekunder seperti peta jalur Bus Trans Cirebon, kapasitas bus, dan penjadwalan Bus Trans Cirebon. Data dianalisis dengan menggunakan Microsoft excel kemudian hasil pengolahan data dibandingkan dengan indikator Kinerja Angkutan Umum Menurut Departemen Perhubungan Darat Tahun 1996 dan BRT Standart 2016. Dari hasil penelitian yang diperoleh dari evaluasi Bus Trans Cirebon mempunyai kapasitas bus 40 penumpang, waktu antara (headway) 15,25 menit, faktor muat (load factor) 8,16% waktu tunggu 15 menit untuk terminal dukuh semar dihalte 1 menit di bus stop 10 detik, waktu tempuh 60 menit dan kecepatan perjalanan 22,02 km/jam. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada Bus Trans Cirebon 8 indikator yang ada dan yang memenuhi 4 indikator. Bus Trans Cirebon juga mendapat nilai 7 poin menurut penilaian The BRT Standard 2016 sehingga belum bisa disebut Bus Rapid Transit
PENGGUNAAN LIMBAH SERBUK KERAMIK SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET - WEARING COURSE (HRS-WC)
Jalan merupakan bagian penting dalam transportasi, kenyamanan dalam berkendara dapat ditentukan dari perkerasan yang ada. Perlu adanya material yang baik untuk menunjang pembangunan jalan, sehingga perlu adanya sumber material yang baik sebagai pengganti campuran perkerasan jalan. Material yang dimaksud telah memenuhi standar teknis umum Bina Marga. Pada penelitian ini menggunakan bahan pengisi keramik sebagai pengganti abu batu pada campuran perkerasan jalan Lataston Lapis Aus (HRS - Wear Course). Berdasarkan pengujian sifat fisik agregat, material tersebut dapat digunakan sebagai komposit pada campuran HRS - Wear Course. Pada penelitian ini digunakan 6 variasi dengan kadar keramik sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% tanpa mengubah kadar aspal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan penggunaan bahan pengisi serbuk keramik dan nilai sifat yang dihasilkan untuk pengujian Marshall. Hasil penelititan diperoleh kadar aspal optimum 6.8% dengan filler 0% bubuk keramik nilai stabilitas 1150,2 kg > 600 kg, flow 3,83 mm > 2,5 mm, MQ 300,05 kg/mm > 250 mm, VIM 4.7% > 6,0% > 4,0%, VMA 17% > 18% (pada campuran ini nilai VMA tidak memenuhi spesifikasi) dan VFB 71,9% > 68%. Dengan filler 15% nilai stabilitas 1197,9 kg > 600 kg, flow 2,80 mm > 3 mm (pada campuran ini nilai flow tidak memenuhi spesifikasi), MQ 427,84 kg/mm > 250 mm, VIM 5.7% > 6,0% > 4,0%, VMA 18% > 18% dan VFB 67,5% > 68%.
Are Tax Avoidance and Earnings Management Link to Cost of Debt?
AbstractThe company\u27s debt cost shows the level of creditor confidence in its ability to repay its loans. Creditors charge a higher rate of return on debt to the company to compensate for the risk of the number of receivables being unable to be recovered by the company. This study examines empirical evidence of the effect of tax avoidance and earnings management on the cost of debt. This study uses data from mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2018 to 2020. The data is obtained from www.idx.co.id and the company\u27s official website. Based on purposive sampling, the number of samples used in the study amounted to 89 observations. Analysis of the data in this study using multiple linear regression tests for cross-section data. The test results suggest that tax avoidance is not associated with cost of debt, while earnings management is positively associated with cost of debt. This research indicates that the Indonesia Financial Services Authority can improve policies on credit applications by companies listed on the Exchange to maintain the company\u27s financial health.Keywords: Cost of debt;Earnings quality; Tax avoidance.AbstrakBiaya utang yang ditanggung perusahaan menunjukkan tingkat kepercayaan kreditor atas kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Kreditor mengenakan tingkat pengembalian utang yang lebih tinggi kepada perusahaan untuk mengkompensasi risiko atas jumlah piutang yang tidak mampu dikembalikan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bukti empiris pengaruh penghindaran pajak dan manajemen laba terhadap biaya utang. Penelitian ini menggunakan data perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018 sampai dengan 2020. Data penelitian diperoleh dari www.idx.co.id dan situs resmi perusahaan. Berdasarkan purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian berjumlah 89 observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda untuk data cross section. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penghindaran pajak tidak berpengaruh terhadap biaya utang, sedangkan manajemen laba berpengaruh positif terhadap biaya utang. Penelitian ini mengindikasikan bahwa Bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat meningkatkan kebijakan atas pengajuan kredit yang dilakukan oleh perusahaan listed di Bursa untuk dalam rangka menjaga kesehatan keuangan perusahaan.Kata Kunci: Biaya utang; Kualitas laba, Penghindaran pajak
ACCELERATION OF THE ROLE OF THE KPK IN PREVENTION AND ERADICATION OF CORRUPTION CRIMINAL ACTS POST AMENDMENT TO LAW NUMBER 19 OF 2019
The Corruption Eradication Commission in carrying out its duties and authorities is independent and free from the influence of any power. This article aims to describe the efforts of the Corruption Eradication Commission in preventing the eradication of criminal acts of corruption after the enactment of Law Number 19 of 2019 concerning the Second Amendment to Law Number 30 of 2002 concerning the Corruption Crime Commission. This type of research is normative legal research which is oriented to processing legal principles, legal doctrines, and current law. This research also uses primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The three legal materials were collaborated in an analytical and prescriptive study in this study using a statutory and conceptual approach. The findings in this study reveal that the revised KPK Law provides convenience in enforcing the law on corruption by building synergy with other law enforcement officials such as the Indonesian National Police, the Indonesian Attorney General\u27s Office by prioritizing prevention without ignoring the principles of eradicating corruption. In addition, the Corruption Eradication Commission\u27s supervisory board is a state institution within the executive power cluster that carries out the task of preventing and eradicating criminal acts with a supervisory function to carry out the oversight function in the process of enforcing criminal acts of corruption committed by the Corruption Eradication Commission
LEGAL ASPECTS OF PP NO 29 OF 2020 CONCERNING INCOME TAX FACILITIES IN THE FRAMEWORK OF HANDLING CORONA VIRUS DISEASE
The Legal Aspects of PP No 29 of 2020 Concerning Income Tax Facilities in the Context of Handling Corona Virus Disease (Covid-19) and the impact after the enactment of PP No 29 of 2020 Concerning Income Tax Facilities in the Contex of Handling Corona Virus Disease (Covid-19) for UMKM. This study uses an empirical juridical approach which is a type of legal research conducted by looking at the real conditions of the community environment with the intent and purpose of finding the facts and date needed. The conclusions from this study are (1) The understanding of UMKM actors who still do not understand the contents of PP No 29 of 2020 article (5) to article (6) which states that UMKM actors do not pay taxes but only report their business income to the Web DJP and will be paid by the government which will be accumulated annually. (2) Knowing the impact after the enactment of PP No 29 of 2020, namely UMKM players, especially Semarang Candisari, Semarang City, have made good use of this regulation because IT problems have developed, many UMKM are better acquainted with IT, especially small business, the majority of sellers are elderly and parent. (3) The researcher suggests for all UMKM actors, especially in the Candisari Semarang area, to contribute more to the state througt paying taxes because currently it is made easier by the Government