E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
    3467 research outputs found

    AI AND ETHICS: MOVING TOWARDS A FUTURE WHERE AI BENEFITS – RATHER THAN DESTROYS – HUMANITY

    No full text
    2023 may be remembered as the year that Artificial Intelligence (AI) hit the headlines for its potential to transform the economy, society, and humanity. With the launch of OpenAI’s ChatGPT, the wider public experienced first-hand what is it like to interact with an AI that shows remarkably human-like responses in one-to-one conversations. This is a technology with the potential for profound (both negative and positive) impacts on all aspects of human activity from business to politics, justice, education, arts, science, medicine, and virtually any other field of human endeavour. The challenges, as many academics, practitioners, observers, and some legislatures have realised, are in the capabilities of the underlying technology and in regulating AI and ensuring that its deployment and use are ethical, responsible, and trustworthy; that it is used for good rather than evil, to benefit humanity rather than destroy or damage it. However, given both the complexity of the technology itself and the competing vested interests of the many interested parties involved, this is a task which is much easier said than done. Indeed, some commentators have noted that the cursory nature with which ethics has been approached by some actors in the AI regulation debate has been nothing more than “ethics washing” (Metzinger, 2019a, 2019b; van Maanen, 2022) or even “ethics theatre” (Cath & Jansen, 2021). Simply articulating what is meant by “ethical AI” is a task freighted with intercultural challenges, as one may ask “whose ethics are we referring to?” Ethical systems vary through history and across cultures, making it difficult, if not impossible, to articulate a “universal” form of AI ethics. This paper examines the meta-ethical challenges of AI and its regulation and offers novel recommendations to improve discussions and outcomes around the ethics and regulation of contemporary AI.  Keywords: Artificial intelligence (AI); AI ethics; AI regulation; intercultural communication and AI; explainable AI; technology; cybersecurity

    STRATEGI KOMUNIKASI DI PESISIR PANTAI WISATA PELUANG DAN TANTANGAN BAGI WIRAUSAHAWAN BARU

    No full text
    When starting and growing businesses, budding entrepreneurs in coastal tourism areas face various challenges and opportunities. Family and community support, access to social media, government cooperation, and cross-sector collaboration offer valuable resources but also introduce market and regulatory navigation complexities. To provide insights into effective strategies to encourage more involvement in entrepreneurship, focusing on integrating communication strategies in coastal tourism areas. A qualitative approach is used through case studies, with primary data collected from budding entrepreneurs in the coastal tourism sector through in-depth interviews, observations, and content analysis demonstrating the importance of building strong communication networks through stakeholder collaboration to help entrepreneurs overcome initial challenges and capitalise on opportunities. Establishing communication networks is critical for entrepreneurial success, with family and community support providing an essential foundation for business growth and development. Communication strategies developed by the government and relevant agencies should include elements that support the formation of these networks, ensure adequate socialisation, and provide complete and accurate information to new entrepreneurs to guide them through the entrepreneurial process. Key Words: budding entrepreneurs, tourist beach, social network, communication strategy, marketing strategyWirausahawan pemula di wilayah pesisir pantai wisata menghadapi berbagai tantangan dan peluang dalam memulai dan mengembangkan usaha mereka. Dukungan keluarga dan komunitas, akses ke media sosial, kerjasama pemerintah, serta kolaborasi lintas sektor menawarkan sumber daya yang berharga namun juga memperkenalkan kompleksitas dalam navigasi pasar dan regulasi. Menyediakan wawasan tentang strategi yang efektif untuk mendorong partisipasi lebih luas dalam kewirausahaan, dengan fokus pada integrasi strategi komunikasi di wilayah pesisir pantai wisata. Pendekatan kualitatif melalui studi kasus, dengan data primer yang dikumpulkan dari wirausahawan pemula di sektor pariwisata pantai melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis konten. Menunjukkan pentingnya membangun jaringan komunikasi yang kuat melalui kolaborasi antar stakeholder untuk membantu wirausahawan mengatasi tantangan awal dan memanfaatkan peluang. Pembentukan jaringan komunikasi merupakan aspek kritis untuk kesuksesan wirausahawan, dengan dukungan keluarga dan komunitas yang menjadi dasar penting untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha. Strategi komunikasi yang disusun oleh pemerintah dan dinas terkait harus memasukkan elemen-elemen yang mendukung pembentukan jaringan ini, memastikan sosialisasi yang efektif, dan menyediakan informasi yang lengkap dan akurat kepada wirausahawan baru untuk memandu mereka melalui proses kewirausahaan. Kata-kata Kunci: wirausahawan pemula, pantai wisata, jaringan sosial, strategi komunikasi, strategi marketin

    FENOMENOLOGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM FESTIVAL 7 SUNGAI SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DESA WISATA

    No full text
    Kegiatan Festival 7 Sungai rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pihak pemerintah Desa Cibuluh tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga menjadi wadah untuk melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal. Kearifan lokal memiliki kaitan yang sangat erat dengan komunikasi pemasaran, terutama dalam konteks pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di desa wisata  diantaranya dalam Unique Selling Proposition (USP), kearifan lokal menjadi USP yang unik bagi setiap desa wisata. Ini adalah hal yang membedakan satu desa wisata dengan yang lain, dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik. Selain itu dalam hal positioning, kearifan lokal dapat digunakan untuk memposisikan desa wisata sebagai destinasi yang berbeda dan bernilai. Dalam konteks penelitian sosial, fenomenologi digunakan untuk memahami makna yang dibangun oleh individu terhadap suatu fenomena tertentu. Dengan kata lain, fenomenologi memungkinkan kita untuk "masuk ke dalam kulit" peserta penelitian dan melihat dunia dari perspektif subjek penelitian yaitu kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pendekatan fenomenologi juga untuk memahami bagaimana komunikasi pemasaran dalam festival  mengkonstruksi dan mengkomunikasikan nilai-nilai budaya kepada wisatawan. Melalui analisis mendalam terhadap berbagai elemen komunikasi, seperti narasi festival, simbol-simbol budaya, dan interaksi sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran telah berhasil menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang kearifan lokal di kalangan wisatawan. Lebih lanjut, penelitian ini juga mengidentifikasi peran penting komunikasi dalam membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pengembangan berkelanjutan di desa wisata. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi komunikasi pemasaran yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam konteks desa wisata

    PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS X SMA

    No full text
    This research aims to analyze the influence of social support and learning motivation, both partially and simultaneously, on the economic learning outcomes of class X students at SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik. This research is a descriptive quantitative type that uses multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 22 software. Data on social support and learning motivation were collected through questionnaires, while learning outcomes used second semester economic report card grades. The sample used was 120 class X students of SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, with a simple random sampling technique using the Slovin formula. The results of this research show that (1) There is a positive and significant influence between social support on economic learning motivation with a significance value of 0.000 < 0.005, (2) There is a positive and significant influence between economic learning motivation on economic learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.005, (3) Simultaneously there is a significant positive influence between social support and learning motivation on economic learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.005. Keywords: Social Support, Learning Motivation, and Economic Learning Outcomes.This research aims to analyze the influence of social support and learning motivation both partially and simultaneously on the economic learning outcomes of class X students at SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik. This research is a type of quantitative descriptive research that uses multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 22 software. Data on social support and learning motivation are collected through questionnaires, while learning outcomes use daily economic test scores. The sample used was 120 class X SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik students, with a simple random sampling technique using the Slovin formula. The results of the research show that (1) Partially there is a positive and significant influence between social support on economic learning outcomes, (2) Partially there is a positive and significant influence between economic learning motivation on economic learning outcomes, (3) Simultaneously there is an influence positive and significant relationship between social support and learning motivation on economic learning outcomes. Keywords: Social support, learning motivation, and economic learning outcome

    ANALISIS PENGETAHUAN DAN KETERTARIKAN SISWA SMP MENGENAI MATEMATIKAWAN WEIERSTRAS DAN KONTRIBUSINYA DI BIDANG MATEMATIKA

    No full text
    Weierstras ialah seorang matematikawan asal Prusia yang terkenal karena kontribusinya dalam pengembangan analisis matematika pada abad ke-19. Ia memberikan banyak kontribusi dalam pengembangan teori lengkap tentang deret fungsi dan merumuskan dasar legitimasi untuk operasi-operasi seperti pengintegralan dan pendiferensialan suku demi suku. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan biografi Weierstras dan menilai sejauh mana tingkat pengetahuan dan minat siswa SMP terkait dengan matematikawan Weierstras dan kontribusinya dalam bidang matematika. Penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tinjauan literatur dan studi kasus. Studi kasus difokuskan pada lima siswa SMP, terdiri dari dua siswa perempuan dan tiga siswa laki-laki. Instrumen penelitian melibatkan analisis beberapa jurnal serta wawancara terbuka dengan pertanyaan-pertanyaan terkait matematikawan Weierstras dan kontribusinya dalam matematika. Analisis data dilakukan dengan pendekatan meta-analisis dan tematik. Dari hasil penelitian ini, diperoleh informasi mengenai biografi Weierstrass serta tingkat pengetahuan dan minat siswa SMP terhadap matematikawan Weierstrass dan kontribusinya dalam bidang matematika.Weierstras ialah seorang matematikawan asal Prusia yang terkenal karena kontribusinya dalam pengembangan analisis matematika pada abad ke-19. Ia memberikan banyak kontribusi dalam pengembangan teori lengkap tentang deret fungsi dan merumuskan dasar legitimasi untuk operasi-operasi seperti pengintegralan dan pendiferensialan suku demi suku. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan biografi Weierstras dan menilai sejauh mana tingkat pengetahuan dan minat siswa SMP terkait dengan matematikawan Weierstras dan kontribusinya dalam bidang matematika. Penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode tinjauan literatur dan studi kasus. Studi kasus difokuskan pada lima siswa SMP, terdiri dari dua siswa perempuan dan tiga siswa laki-laki. Instrumen penelitian melibatkan analisis beberapa jurnal serta wawancara terbuka dengan pertanyaan-pertanyaan terkait matematikawan Weierstras dan kontribusinya dalam matematika. Analisis data dilakukan dengan pendekatan meta-analisis dan tematik. Dari hasil penelitian ini, diperoleh informasi mengenai biografi Weierstrass serta tingkat pengetahuan dan minat siswa SMP terhadap matematikawan Weierstrass dan kontribusinya dalam bidang matematika

    PENERAPAN MODEL PBL PADA MATA KULIAH KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

    No full text
    Perubahan kurikulum merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas pendidikan untuk mencapai sebuah tujuan dari pendidikan itu sendiri. Pada saat ini kurkulum yang digunakan yaitu kurikulum merdeka belajar yang merupakan sebuah transisi dari kurikulum 2013. Salah stu metode pembelajaran yang diusungkan dalam kurikulum merdeka adalah metode pembelajaran berbasis masalah/PBL. Menurut Trianto (2009:63) model pembelajaran berbasis masalah merupakan model yang didasari prinsip dengan menggunakan permasalahan sebagai titik awal akusisi dan integrasi pengetahuan baru. Pada mata kuliah Kurikulum dan pembalajaran yang diampu mahapembelajar prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 3 ini, penulis menggunakan metode pembelajaran dengan lima sintaks yang diusung oleh Ibrahim & Nur, (2000:13)

    HUBUNGAN ANTARA ACADEMIC PROCRASTINATION DAN KECEMASAN AKADEMIK DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI SARJANA KEDOKTERAN YANG BERMAIN GAME ONLINE

    No full text
    Latar Belakang: Intensitas bermain game online yang tinggi akan berdampak pada perilaku penundaan pekerjaan, selain dari itu aktif bermain game online juga akan berdampak pada kondisi psikis seseorang salah satunya adalah kecemasan yang dapat berujung pada perubahan prestasi belajar mahasiswa. Tujuan: Mengetahui bagaimana hubungan antara academic procrastination dan kecemasan akademik dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi Sarjana kedokteran yang bermain game online. Metode: Penelitian ini merupakan penelitin observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara academic procrastination dan kecemasan akademik dengan prestasi belajar. Sampel penelitian yang diambil menggunakan teknik cluster sampling dengan cara mengambilan data menggunakan kuesioner academic procrastination, kuesioner kecemasan akademik dan data sekunder berupa Indeks Prestasi Mahasiswa. Hasil: Hasil analisis didapatkan 93,1% mahasiswa fakultas kedokteran yang bermain game online memiliki tingkat academic procrastination sedang, 91,1% berada dalam tingkat kecemasan akademik sedang, dan 36,1% memiliki prestasi belajar dalam rentangan 3,01-3,50. Hubungan antara academic procrastination dan prestasi belajar mahasiswa yang bermain game online tidak didapatkan hubungan yang bermakna (p = 0.682; r = -0.042) untuk kecemasan akademik dan prestasi belajar mahasiswa yang bermain game online didapatkan nilai p sebesar 0.478 dan r sebesar -0.073 yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antar kedua variabel tersebut. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara academic procrastination dan kecemasan akademik dengan prestasi belajar mahasiswa yang bermain game online. Kata Kunci: Academic Procrastination, Kecemasan Akademik, Prestasi Belajar   ABSTRACT   Background: The high intensity of playing online games will have an impact on the procrastination behavior, A person\u27s psychological state will also be affected by playing online games, one of which is anxiety, which can have an impact on student accomplishment. Objective: The aims of this study was to determine the relationship between procrastination and academic anxiety with academic achievement of medical faculty students who play online games. Method: This research is an analytic observational study with a cross sectional research design and uses the Spearman correlation test to determine the relationship between procrastination and academic anxiety with learning achievement. The research sample was collected using cluster sampling technique by collecting data using academic procrastination questionnaires, academic anxiety questionnaires and secondary data in the form of Student Achievement Index. Results: The results of the analysis obtained 93.1% of academic procrastination of medical school students who played online games at a moderate level, 91.1% were in a moderate level of academic anxiety, and 36.1% had learning achievement in the range of 3.01-3.50. Relationship between academic procrastination and student achievement who played online games showed a insignificant relationship (p = 0.682; r = -0.042) for academic anxiety and student achievement who played online games, the p value was 0.478 and r was -0.073. Therfore, there is no significant relationship between the two variables. Conclusion: There is no significant relationship between procrastination and academic anxiety with student achievement playing online games. Keywords: Academic Procrastination, Academic Anxiety, Learning Achievemen

    HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN CORONAVIRUS DISEASE (2019) PADA MASYARAKAT DESA NEGLASARI

    No full text
    Latar Belakang : Coronavirus disease 2019 (COVID-19)  merupakan virus dari gen Betacoronavirus yang masih berhubungan dengan Severe acute respiratory illness corronavius (SARS-CoV). Semakin tingginya kasus COVID-19 di Indonesia merupakan tantangan tersendiri untuk tenaga kesehatan dalam menurunkan angka kejadian COVID-19. Kurangnya pengetahuan mengenai COVID-19 menjadikan masyarakat kurang mematuhi protokol kesehatan dan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan semakin tingginya penyebaran infeksi. Tujuan : Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan terhadap pengetahuan mengenai COVID-19 pada masyarakat Desa Neglasari. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan teknik simple random sampling, alat ukur yang digunakan yaitu menggunakan kuisioner, jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 121 responden. Hasil Penelitian : Berdasarkan kuisioner yang telah dibagikan kepada 121 responden didapatkan hasil masyarakat dengan kategori tingkat pengetahuan kurang (2.5%) cukup (35,5%) dan baik (62.0%). Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan terhadap pengetahuan COVID-19 dengan nilai P value = 0,000 ≤ 0,05. Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan masyarakat Desa Neglasari dengan tingkat pengetahuan COVID-19. Kata Kunci : Coronavirus disease, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pengetahuan

    Evaluation of Optimum Temperature and Soaking Time for Reduction of Nitrite Levels in Cirebon Typical Salted Fish

    No full text
    [email protected] Abstract. Salted fish is one of Indonesia most common side dish. Processing salted fish into ready-to-eat usually done by immersing salted fish in the water. Else of reducing the saltines and soaking can also reduce harmful compounds like nitrite, which can disrupt the blood\u27s oxygen-binding process. Nitrite can build up methemoglobin compounds which disrupt oxygen supply. The study aims to determine which temperature and length of time to soak salted fish effectively reduce nitrite levels. This experimental laboratory study uses a Pre-Posttest Control Group Design. The samples chosen were jambal roti, peda and gubaran salted fish. Five grams of the sample were immersed in a temperature of 400C, 500C, 600C, 700C with immersion time of 10, 15, 20, 25 minutes respectively with a completely randomized design (CRD). The immersion was repeated three times, and the average nitrite levels in the water were compared between temperature, immersion time, and type of fish. Statistically, the most effective temperature to reduce nitrite is 700C with a soaking time of 20 minutes. The fish\u27s size influences the effectiveness, wherein gubaran salted fish is a thin sheet so that it has more surface area. In conclusion, the most effective soaking time is 20 minutes at 700C &nbsp

    KARAKTERISTIK PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR DI RSUD ARJAWINANGUN TAHUN 2020

    No full text
    Latar Belakang: Kematian akibat kecelakaan di jalan merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlahkematian tertinggi. Jumlah kecelakaan lalu lintas terus meningkat di tiap tahunnya. Kecelakaan lalu lintas yang palingfatal adalah penggunaan sepeda motor, kendaraan ini merupakan kendaraan paling tidak aman namun paling banyakdigunakan oleh masyarakat terutama kaum muda.Tujuan: Mengetahui Karakteristik pasien kecelakaan lalu lintas di RSUD Arjawinangun tahun 2020.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional yaitu deskriptif retrospektif dari data rekam medis pasienkecelakaan lalu lintas sepeda motor tahun 2020 pada rawat jalan dan rawat inap di RSUD Arjawinangun KabupatenCirebon. Menggunakan analisis statistik univariat.Hasil: Dari 135 sampel didapatkan pasien kecelakaan lalu lintas sepeda motor pada kelompok usia 25-45 tahun(34,8%) dan paling banyak pada laki-laki (77,8%). Berdarkan jenis traumanya paling banyak dari trauma primer(96,3%) dan menyebabkan korban kecelakaan luka ringan (56,3%). Lokasi luka paling banyak yang ditemukan padakepala serta pada kepala dan ekstremitas inferior (21,5%).Kesimpulan: korban kecelakaan lalu lintas sepeda motor ditemukan paling banyak pada laki-laki pada usia 25-45tahun, dengan jenis trauma primer serta paling banyak berdampak luka ringan. Untuk lokasi perlukaan di dominasipada bagian kepala serta luka multiple pada bagian kepala dan kaki.Kata Kunci: karakteristik, pasien, kecelakaan lalu lintas, sepeda motor.ABSTRACTBackgrounds: Road accident deaths are one of the non-communicable diseases with the highest number of deaths.The number of traffic accident continues to increase every year. The most fatal traffic accident is the use ofmotorcycles, motorcycle the most unsafe vehicle but is most widely used by the public, especially young people.Objectives: To know the characteristics on motorcycle of road accident patients in RSUD Arjawinangun 2020.Methods: This study is an observational research, which is descriptive retrospective from medical record data formotorcycle road accident patients on outpatient and inpatient treatment at Arjawinangun Hospital, Cirebon Regencyin 2020. Statistical analysis was performed univariate analysis.Result: the study showed that 135 sample obtained motorcycle road accident patients in the age group of 25-45 years(34.8%) and the most in men (77.8%). The type of trauma was the most of the primary trauma (96.3%) and causedminor injuries (56.3%). The most injury locations were found on the head as well as on the head and inferiorextremities (21.5%).Conclusion: Most of the victims of motorcycle traffic accidents are found most in men at the age of 25-45 years, withthe type of primary trauma and the most minor injuries. The location of the injury is dominated on head and multipleinjuries on the head and feet

    0

    full texts

    3,467

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇