E-Jurnal Universitas Swadaya Gunung Jati
Not a member yet
3467 research outputs found
Sort by
A SOSIALISASI EKOLITERASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: Indonesia
Kesadaran lingkungan pada anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya di Kabupaten Cirebon masih sangat rendah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang lebih adaptif dalam membangun kesadaran ekologis, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan program ekoliterasi berbasis kearifan lokal sebagai strategi pedagogis yang inovatif dalam menanamkan nilai-nilai kesadaran lingkungan pada siswa ABK. Metode kegiatan pengabdian dilakukan melalui tahapan monitoring, sosialisasi dan evaluasi. Monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan untuk mengamati pola perubahan perilaku anak-anak SLB sebelum pelaksanaan dan setelah kegiatan sosialisasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal secara efektif meningkatkan pemahaman siswa ABK tentang ekoliterasi, sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab siswa terhadap pelestarian lingkungan sekitar
ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN AS-WEB TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan pengaruh besar dalam bidang pendidikan, termasuk dalam pembaharuan sistem pendidikan dan pembelajaran. Salah satu contoh pembaruan yang memanfaatkan perkembangan teknologi di bidang pendidikan adalah multimedia pembelajaran. Media pembelajaran memiliki berbagai kegunaan, mulai dari perencanaan pembelajaran dan kurikulum hingga perencanaan bahan pembelajaran, termasuk program multimedia. Articulate Storyline adalah aplikasi pembuat media pembelajaran interaktif yang mirip dengan PowerPoint dan memiliki sejumlah keunggulan. Pendidikan matematika memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berfikir kreatif siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data melalui tes, observasi, wawancara, atau angket. Media pembelajaran Articulate Storyline dapat menghasilkan media pembelajaran interaktif yang menarik dan menyenangkan, dengan kombinasi berbagai elemen seperti teks, gambar, animasi, video, audio, dan kuis. Media yang dihasilkan dapat diakses melalui laptop, komputer, atau smartphone, sehingga peserta didik dapat menggunakan dan berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Articulate Storyline berbasis web (AS-WEB) dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berfikir kreatif matematis siswa pada pokok bahasan operasi hitung aljabar. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan media pembelajaran berbasis web yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif matematika siswa pada pokok bahasan operasi hitung aljabar
MENJUAL GADAI DALAM ATURAN PENETAPAN WILAYAH TANAH PERTANIAN DALAM PASAL 10 PRP. NOMOR 56 TAHUN 1960 TENTANG UNSUR PIDANA DALAM HUKUM PERTANAHAN INDONESIA
Dalam permasalahan yang muncul adalah, terkadang orang yang sedang berada dalam kesulitan, belum dapat memperoleh sejumlah uang untuk menebus tanah yang digadaikan, sehingga kondisinya bisa bertahan lama, hingga puluhan tahun, orang-orang belum melakukannya mampu menebus tanahnya, sebaliknya masyarakat menjadi menganggur, karena di pedesaan biasanya lahan pertanian merupakan satu-satunya kegiatan yang dapat dilakukan oleh masyarakat desa.
Ketentuan hukum perdata Indonesia diatur dalam Pasal 1150-1160. Unsur denda hipotek diatur dalam Perpu. Nomor 56 Tahun 1960 Tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian berkaitan dengan penguasaan tanah pertanian oleh pegadaian yang telah melebihi 7 tahun atau lebih tidak mengembalikan tanah gadai kepada pemiliknya dalam waktu satu bulan setelah ada tanaman dipanen. Tindak pidana ini merupakan suatu pelanggaran. Sanksi pidana di penjualan gadai diatur dalam Perpu. Nomor 56 Tahun 1960 Tentang Penetapan Kawasan Lahan Pertanian khususnya mengenai ketentuan Pasal 7 Perpu. Nomor 56 Tahun 1960 adalah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 3 bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 10.000
Tingkat Kinerja Penyuluh Pertanian di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak
Upaya Membangun ketahanan pertanian memerlukan sumber daya manusia profesional yang memiliki bakat dan pengetahuan mumpuni, salah satunya adalah penyuluh. Kinerja penyuluh harus terarah pada pemecahan masalah yang dihadapai oleh petani dalam melaksanaka usahatani. Penyuluh pertanian juga berperan untuk menjalankan program dari pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat petani. Adanya penyuluh pertanian akan sangat membantu untuk membuka peluang petani desa dalam menggali dan mengembangkan potensi yang ada di desa, baik dari sumberdaya petani hingga produktivitas yang di hasilkan, sehingga akan membantu untuk mewujudkan kesejahteraan petani. Kinerja penyuluh pertanian dapat dilihat melalui tiga tahapan, yaitu persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi dan laporan penyuluhan. Metode penelitian ini berbentuk deskriptif dengan sampel berjumlah 99 orang dan dianalisis menggunakan skor interval kelas. Hasil penelitian menunjukkan petani di Kecamatan Mandor di dominasi oleh petani dengan umur 41-45 sejumlah 27 orang, berpendidikan Sekolah Dasar berjumlah 59 orang, dan pengalaman usahatani 6-10 tahun sejumlah 60 orang. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja penyuluh di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak berada di kategori sedang. Setiap aspek berada di kategori sedang dan diharapkan dapat ditingkatkan
PENGAWASAN PENYALURAN BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA KARANG TANDING KECAMATAN LINTANG KANAN KABUPATEN EMPAT LAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pengawasan Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Karang Tanding, lintang Kanan, Empat Lawang. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan informan seperti Pendamping PKH, Kepala Desa, BPD/Penyalur PKH, dan KPM PKH. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengawasan Penyaluran Bantuan Sosial PKH di Desa Karang Tanding sudah berjalan dengan baik. Faktor pendukung melibatkan komitmen yang kuat dan aturan yang jelas, sedangkan faktor penghambat meliputi jarak KPM PKH yang jauh dan saldo kosong/Nol. Implementasi pengawasan mencakup pemantauan, pemeriksaan, bimbingan, tindak disiplin, dan tindak koreksi dalam penyaluran bantuan sosial PKH. Hasil penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang efektivitas dan kendala dalam pengawasan penyaluran bantuan sosial PKH di wilayah tersebut
HUBUNGAN USIA, PENGETAHUAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PARTISIPASI KADER DALAM KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA
Keaktifan posyandu sangat bergantung pada partisipasi kader dalam kegiatan rutin posyandu. Tahun 2021 di wilayah kerja Puskesmas Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya terdapat penurunan tingkat posyandu ditandai oleh kurangnya cakupan kegiatan posyandu dan partisipasi masyarakat sehingga terjadi keterbatasan jumlah kader yang mengelola setiap pelaksanaan kegiatan posyandu karena banyak faktor yang mempengaruhi partisipasi kader tersebut. Hal ini dapat dijadikan sebagai tolak ukur partisipasi masyarakat dan aktivitas kader dalam menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, pengetahuan, dukungan keluarga dan faktor yang paling berpengaruh dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan data primer dengan desain cross-sectional dan teknik sampling simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Mei-Juli 2022 dengan 150 kader posyandu. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis bivariat dengan uji Chi-Square (Odds Ratio), dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas kader berusia dewasa awal 54,0%, berpengetahuan baik 70,7%, keluarganya mendukung 75,3%, dan berpartisipasi aktif 82,0%. Hasil analisis bivariat yang berhubungan secara bermakna yaitu usia (p=0,036; OR=2,904), pengetahuan (p=0,001; OR=4,935), dan dukungan keluarga (p=0,001; OR=5,739). Hasil analisis multivariat menunjukkan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling kuat pengaruhnya terhadap partisipasi kader dalam kegiatan posyandu (OR=9,210). Simpulan penelitian ini yaitu usia, pengetahuan, dan dukungan keluarga berhubungan dengan partisipasi kader dalam kegiatan posyandu. Dukungan keluarga merupakan faktor yang paling kuat mempengaruhi partisipasi kader dalam kegiatan posyandu
Hubungan Tingkat Stres dan Pengetahuan Akne Vulgaris pada Pelajar Kelas 12 SMAN 1 Majalengka
Latar Belakang: Jerawat, juga dikenal sebagai akne vulgaris (AV), adalah peradangan kronis yang disertai penyumbatan pada folikel pilosebasea dan biasanya terjadi di wajah, leher, bahu, dada, punggung, dan lengan atas. AV sering menyebabkan kerusakan sekunder yang dapat menyebabkan skar. Stres adalah salah satu dari banyak faktor yang diduga turut berperan yang dapat mempengaruhi dan mencetuskan penyebab AV. Tugas yang berat, ujian akhir, dan persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan stres bagi siswa. Pengetahuan AV saat ini kurang dan sering keliru. Mengetahui AV dapat membantu mencegah dan mengurangi kejadian AV. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pengetahuan siswa tentang akne vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat stres dan pengetahuan tentang akne vulgaris pada siswa kelas 12 SMAN 1 Majalengka berhubungan satu sama lain. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 12 SMAN 1 Majalengka tahun 2023, dan metode analitik observasional digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Metode penelitian ini adalah sampling acak sederhana, dan data dianalisis dengan uji chi square. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan foto visual wajah responden. Derajat AV dinilai oleh Sp.kk. Hasil: Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat stres yang lebih tinggi dan tingkat kejadian gangguan vaskular (AV). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kejadian AV (p = 0.002; p < 0.05).Pengetahuan tentang AV juga mempengaruhi kejadian AV. Responden dengan pengetahuan rendah lebih mungkin mengalami AV dibandingkan dengan responden dengan pengetahuan baik atau cukup. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan AV dan kejadian AV (p = 0.023; p < 0.05). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stress dan pengetahuan akne vulgaris dengan kejadian akne vulgaris.
Kata kunci : Akne Vulgaris, Tingkat Stres, Pengetahuan.
ABSTRAK
Background: Pilosebaceous follicle obstruction coexists with persistent inflammation in acne vulgaris (AV). In the face, neck, shoulders, chest, back, and upper arms, it is most frequent. AV often causes tambahan cedera, which can result in scarring. Stres is one of the many factors that might cause an AV to malfunction. Students may experience stress due to the pressures of lengthy projects, final exams, and rivalry for college admission. As of now, knowledge about AV is scarce and inconsistent. Information about AV can help reduce and stabilize the incidence and severity of the aforementioned illness. It is hoped that this would improve students\u27 understanding of acne vulgaris. Penelitian focus: The purpose of this study is to determine the relationship between stress levels and knowledge of acne vulgaris, as well as the prevalence of acne vulgaris among SMAN 1 Majalengka students enrolled in 12th grade. Metode: This is an analytical observational study using a cross-sectional design. The study\u27s population consisted of SMAN 1 Majalengka twelfth-year students in 2023. In this study, a robust sampling technique is applied, and tes chi square is used for data analysis. The data was collected via a questionnaire and a photo taken of the respondent\u27s face, which was then evaluated by Sp.kk. Results: These are the study\u27s findings, which indicate that higher stress levels are associated with more AV cases. The analysis\u27s results indicate a relationship between the AV peristiwa and the stress threshold (p = 0.002; p <0.05). Information about AVs also affects AV performances. Individuals who don\u27t know much about AV are more likely to experience AV than those who know a great deal—or even a great deal—about it. Based on the analysis results, there is a relationship between knowledge about AV and homeostasis (p = 0.023; p <0.05). In the third paragraph, there is a relationship between stress level and knowledge about acne vulgaris and incidenc
HUBUNGAN RUJUKAN KASUS OBSTETRI DENGAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GARUT PERIODE 2018-2020
Latar belakang: Sectio Caesarea (SC) merupakan jenis persalinan buatan yang dilakukan pada saat kondisi ibu dan janin tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara pervaginam atau normal. Perlu adanya rujukan dengan beberapa indikasi terkait terlebih dahulu untuk melakukan persalinan secara Sectio Caesarea. Penggunaan tindakan sectio caesarea saat ini semakin meningkat diatas standar yang ditetapkan WHO.
Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan rujukan kasus obstetric dengan kejadian persalinan secara section caesarea.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 387 subyek. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang kemudian dilakukan analisis. Untuk analisis bivariat, digunakan uji korelasi Spearman, sedangkan untuk analisis multivariat diterapkan uji regresi logistik
Hasil: Didapatkan sebesar 58,7% pasien melahirkan dengan caesar dan 41,3% melahirkan dengan persalinan normal. Faktor dengan indikasi medis adalah 57,1% pada indikasi ibu dan 42,9% pada indikasi janin, faktor dengan resiko paritas 17,1%, resiko umur ibu 30,5%, resiko usia kehamilan 60,2%, resiko respon time 36,2%. Berdasarkan perhitungan analisa data peneliti didapatkan hasil dari faktor kejadian persalinan caesar yaitu kejadian indikasi rs=0,184, paritas rs=0,171, umur ibu rs=0,248, usia kehamilan rs=0,207, waktu respon rs=0.=,335. Variabel paling berpengaruh dalam kejadian sectio caesarea adalah umur ibu yang dengan Exp(B) tertinggi dibandingkan variabel yang lain. Kesimpulan: Dari hasil analisis 5 variabel tersebut membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara rujukan kasus obstetri dengan kejadian SC di Rumah Sakit Umum Daerah Garut periode 2018-2020.
Kata Kunci: Sectio Caesarea, Rujukan Persalinan, Proses Persalinan
ABSTRACT
Introduction : Sectio Caesarea (SC) is a type of artificial childbirth that is carried out when the condition of the mother and fetus does not allow for pervaginal or normal birthing. There needs to be a referral with several related indications in advance to childbirth by Caesarean sectio. The use of caesarean section is currently increasing and has even exceeded the maximum limit of WHO standards.
Aim : This study was conducted to determine the relationship between obstetric case referrals and the incidence of delivery by caesarean sectio.
Method This study is an observational research using a cross-sectional method with a sample size of 387 subjects. The data used is secondary data, which was then analyzed. For bivariate analysis, the Spearman correlation test was used, while multivariate analysis employed logistic regression.
Result : Researchers got the percentage results of 58.7% of patients gave birth by caesarean section and 41.3% gave birth by normal delivery. Factors with medical indications were 57.1% for maternal indications and 42.9% for fetal indications, factors with parity risk 17.1%, maternal age risk 30.5%, gestational age risk 60.2%, risk response time 36 ,2%. Based on the calculation of the research data analysis, the results obtained from the incidence of cesarean delivery, namely the incidence of indications rs=0.184, parity rs=0.171, maternal age rs=0.248, gestational age rs=0.207, response time rs=0.=.335. The most influential on the incidence of sectio caesarea is the age of the mother who has the highest Exp (B) value compared to other variables.
Conclusion : The analysis of the five variables demonstrates a significant relationship between obstetric referrals and the occurrence of cesarean sections at Garut Regional General Hospital during the period of 2018-2020..
Keywords: Section Caesarea, Labor Referral, Delivery Proces
ANGKA KEJADIAN RETINOPATI DIABETIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALED CIREBON TAHUN 2020-2022
Latar belakang : Menurut laporan ICO, satu dari tiga orang yang menderita diabetes mellitus mengalami retinopati diabetik (RD), komplikasi kronis akibat penyakit diabetes mellitus terhadap mikrovaskular retina. Penyakit ini dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pada mata tersumbat, yang mengakibatkan gangguan penglihatan.. Tujuan : Untuk mengetahui angka kejadian retinopati diabetik di poli mata RSUD Waled Cirebon tahun 2020-2022. Metode : Metode penelitian yang digunakan observasional yaitu deskriptif restropektif dari data rekam medis pasien retinopati diabetik tahun 2020-2022 di RSUD Waled Cirebon tahun 2020-2022. Hasil : Dari 54 sampel yang didapatkan distribusi prevalensi tertinggi terdiri dari klasifikasi NPDR yaitu sebanyak 30 orang. Sedangkan distribusi terendah pada klasifikasi PDR. Jenis kelamin, mayoritas pasien adalah perempuan, sebanyak 39 pasien (72,2 %). sedangkan usia, pasien paling banyak di dominasi kelompok usia 41-60 tahun yaitu sebantak 50 pasien (92,6%) dari keseluruhan pasien terindikasi komplikasi dari DM tipe 2. Kesimpulan : Pasien RD ditemukan paling banyak pada pasien NPDR dengan jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan, dengan kategori usia terbanyak di rentan usia 41-60 tahun dan semuanya memiliki komplikasi dari DM tipe 2.
Kata kunci : Angka kejadian, pasien, retinopati diabetik.
ABSTRACT
Background: According to an ICO report, one in three people with diabetes mellitus experiences diabetic retinopathy (DR), a chronic complication of diabetes mellitus affecting the retinal microvasculature. This disease can cause small blood vessels in the eye to become blocked, resulting in vision impairment. Objective: To determine the incidence of diabetic retinopathy in the eye clinic of Waled Cirebon Regional Hospital from 2020 to 2022. Method: The research method used is observational, specifically a descriptive retrospective study of the medical records of diabetic retinopathy patients from 2020 to 2022 at Waled Cirebon Regional Hospital. Results: Out of 54 samples obtained, the highest prevalence distribution consists of NPDR classification, with 30 individuals. Meanwhile, the lowest distribution is found in the PDR classification. In terms of gender, the majority of patients are female, totaling 39 patients (72.2%). Regarding age, the most represented group is those aged 41-60 years, comprising 50 patients (92.6%) of all patients indicated with complications from type 2 diabetes mellitus. Conclusion: RD patients are most commonly found among NPDR patients, with the majority being female and the largest age category being those in the 41-60 year range, all of whom have complications from type 2 diabetes mellitus
PERILAKU COPY PASTE DALAM WHATSAPP GROUP PERTEMANAN: (Studi Etnografi Virtual Tentang Perilaku Copy Paste Dalam Whatsapp Group Pertemanan)
The current existence of WhatsApp has become an unavoidable need. As a result, everyone has a lot of WAG and is busy with their respective posts. Anyone from us can post, or share anything in the WAG, including greetings of joy and sorrow, where the posts submitted are the same or different. For this reason, the authors are interested in understanding how the behaviour of copypaste appears in WAG friendship and what is often copied and pasted into WAG friendship. The method used in this study is a qualitative method with a virtual ethnographic approach to several WAG friendships. The results of this study indicate that: 1) copypaste behaviour of speech often occurs in large groups of WhatsApp groups, with participants of more than 40 people, and occurs in school alumni groups, or friends who have joined certain institutions or institutions; 2) the thing that is often in the copypaste of the WhatsApp group participants is great friendship is giving joyful and grief; 3) the copypaste behaviour of the greetings made by WhatsApp group participants is that big friendship is the one delivered 100 per cent the same, both from words, a series of sentences, the use of punctuation, to writing errors.
Keywords: WhatsApp, copy-paste behaviour, virtual ethnographyKeberadaan WhatsApp saat ini sudah menjadi suatu kebutuan yang tak dapat dihindari. Alhasil setiap orang memiliki banyak WAG dan ramai dengan postingannya masing-masing. Siapapun dari kita dapat memposting, membagikan sesuatu apapun di WAG, termasuk ucapan sukacita dan dukacita, dimana postingan yang disampaikan persis sama ataupun berbeda. Atas hal tersebut, penulis tertarik untuk memahami bagaimana perilaku copypaste muncul di WAG pertemanan dan hal apa yang kerap dicopy paste pada WAG pertemanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual pada beberapa WAG pertemanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perilaku copypaste ucapan kerap terjadi pada grup WhatsApp pertemanan besar, dengan peserta lebih dari 40 orang, dan terjadi pada grup- grup-grup alumni sekolah, atau teman-teman yang pernah tergabung dalam instansi atau lembaga tertentu; 2) hal yang kerap di copypaste peserta grup WhatsApp pertemanan besar adalah pemberian ucapan suka cita dan duka cita; 3) perilaku copypaste ucapan yang dilakukan peserta grup WhatsApp pertemanan besar adalah ucapan yang disampaikan seratus persen sama, baik dari kata-kata, rangkaian kalimat, penggunaan tanda baca, hingga kesalahan penulisan.
Kata Kunci: WhatsApp, Perilaku copy paste, Etnografi Virtua