Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Melalui Pendekatan Tekno Sociopreneur: Studi Implementasi Program Keterampilan dan Literasi Digital di Mizan Amanah

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan anak-anak panti asuhan melalui pendekatan tekno sociopreneur, dengan menekankan literasi digital dan keterampilan kewirausahaan dasar. Program dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim Dhuafa Mizan Amanah dan melibatkan 12 anak perempuan berusia 7–12 tahun. Metode partisipatif diterapkan melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pembelajaran berbasis permainan menggunakan platform Quizizz. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman materi (dari 50% menjadi 83%) dan minat belajar (dari 60% menjadi 75%). Program ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan motivasi belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan semangat kolaboratif di antara peserta. Kendala utama yang dihadapi mencakup keterbatasan fasilitas dan variasi tingkat pemahaman anak, yang diatasi dengan strategi pembelajaran diferensiasi. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan pemberdayaan sosial. Dengan hasil tersebut, pendekatan tekno sociopreneur terbukti efektif sebagai model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat direplikasi di lingkungan panti asuhan lain untuk mendukung kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital. Empowering Orphanage Children Through a Techno-Sociopreneur Approach: A Study on the Implementation of Skills and Digital Literacy Programs at Mizan Amanah  This community service program aims to empower orphanage children through a techno-sociopreneur approach, focusing on digital literacy and basic entrepreneurial skills. Implemented at Mizan Amanah Orphanage, the program involved 12 female children aged 7–12 years. A participatory method was employed, combining interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and game-based learning via the Quizizz platform. Evaluation results showed significant improvements in both content comprehension (from 50% to 83%) and learning interest (from 60% to 75%). Beyond cognitive gains, the program fostered self-confidence and teamwork among the participants. Major challenges included limited learning facilities and varying levels of student comprehension, which were addressed through differentiated instruction strategies. The initiative also contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDG 4), particularly in promoting inclusive and quality education. The outcomes demonstrate that a techno-sociopreneur model can serve as an effective and sustainable framework for empowering marginalized children. It offers practical experience, nurtures creativity, and prepares young learners to navigate the digital era with confidence. The success of this program highlights the potential for replication in other orphanages to support youth development through equitable access to digital and entrepreneurial education

    Pembangunan Tapal Batas Desa untuk Penataan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kamiri Pohuwato

    No full text
    Pembuatan tapal desa adalah proses penting dalam pengembangan infrastruktur pedesaan yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, keteraturan dan identitas wilayah antar desa serta membantu masyarakat agar mudah mengenali batas setiap lingkungan atau wilayah. Tapal desa merupakan titik-titik yang strategis dalam jaringan transportasi lokal yang menghubungkan desa-desa dengan pusat-pusat ekonomi dan sosial terdekat. Proses pembuatan tapal desa melibatkan beberapa tahapan, termasuk pemilihan lokasi yang tepat, perencanaan  infrastruktur jalan yang sesuai, dan pelaksanaan kontruksi dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembuatan tapal desa memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan aksesibilitas dan keteraturan diwilayah pedesaan, terutama tingkat partisipasi masyarakat dalam ikut membangun desa. Dampak langsung yang dirasakan adalah penataan wilayah yang lebih baik sehingga masyarakat lebih mudah mengenali batas-batas wilayah administratif tiap desa. Aksesibilitas yang meningkat memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik serta akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, pertukaran barang dan jasa antar-desa yang lebih mudah. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembuatan tapal desa meningkatkan pemberdayaan masyarakat sehingga timbul rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap infrastruktur yang dibangun di desa tersebut. Boundary Making In Kamiri Village, Paguat District, Pohuwato Regency Making village taps is an important process in developing rural infrastructure which aims to increase accessibility and connectivity between villages. Village tapals are strategic points in the local transportation network that connect villages with nearby economic and social centers. The process of making a village site involves several stages, including choosing the right location, planning appropriate road infrastructure, and implementing construction by paying attention to environmental, social and economic aspects. The research results show that making village tapal has a significant positive impact on economic and social development in rural areas. Increased accessibility allows local economic growth to increase access to health and education services, and facilitates the exchange of goods and services between villages. In addition, active community participation in the process of making village taps increases the sense of ownership and responsibility for the infrastructure being built.

    Jelantah Fresh: Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah sebagai Bahan Baku Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan

    No full text
    Minyak goreng bekas atau minyak Jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering kali dibuang sembarangan dan dapat mencemari lingkungan, khususnya untuk elemen tanah dan air. Salah satu solusi pemanfaatan limbah minyak Jelantah ini adalah dengan mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti sabun cuci tangan. Melalui Projek Kewarganegaraan ini pembuatan sabun cuci tangan atau yang disebut Jelantah Fresh bertujuan untuk mengurangi adanya limbah minyak Jelantah yang ada di rumah tangga sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat terjadi dengan banyaknya jumlah minyak Jelantah setiap harinya, serta mengajak Siswa untuk dapat lebih menjaga kesehatan diri dengan tidak lupa cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah melakukan aktivitas di sekolah. Pembuatan sabun cuci tangan dari minyak Jelantah dilakukan dengan menambahkan bahan seperti larutan NaOH, Glycerin, air, pewarna, garam, dan pewangi. Projek ini menggunakan metode partisipatif edukatif dengan partisipan yaitu siswa kelas XI D SMA Negeri 10. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan pengalaman langsung (learning by doing) kepada peserta, sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan melalui praktik nyata daur ulang limbah rumah tangga. Hasil dari projek ini menunjukkan bahwa sabun yang dihasilkan memiliki daya pembersih yang baik, berbusa cukup, dan aman digunakan pada kulit. Penggunaan minyak Jelantah sebagai bahan baku sabun tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan pencemaran lingkungan. Dengan demikian, inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.  Jelantah Fresh: The Use of Waste Cooking Oil as a Raw Material for the Production of Eco-Friendly Soap Used cooking oil, or waste cooking oil, is one of the common types of household waste that is often disposed of carelessly and can pollute the environment, particularly affecting soil and water elements. One solution for utilizing this waste is to process it into more beneficial products, such as hand soap. Through this Citizenship Project, the creation of hand soap called JelantahhFresh aims to reduce the amount of waste cooking oil in households while also decreasing environmental pollution caused by the high volume of waste oil produced daily. Additionally, the project encourages students to maintain better personal hygiene by remembering to wash their hands with soap before and after school activities. The production of hand soap from waste cooking oil involves the addition of ingredients such as a NaOH solution, glycerin, water, coloring agents, salt, and fragrance. This project uses an educational participatory method involving students from class XI D of SMA Negeri 10. This approach was chosen to provide participants with hands-on experience (learning by doing), while also instilling a sense of environmental responsibility through the practical recycling of household waste. The results of this project show that the soap produced has good cleansing power, creates sufficient foam, and is safe for use on the skin. Using waste cooking oil as a raw material for soap not only provides economic value but also contributes to reducing environmental pollution. Therefore, this innovation can serve as an environmentally friendly and sustainable alternative for managing household waste.

    Peningkatan Daya Saing dan Resiliensi UMKM Sulam Pita Kelurahan Tlogosari Melalui Digital Marketing dan Tata Kelola Keuangan

    No full text
    Kelompok UMKM Sulam Pita Kelurahan Tlogosari Kota Semarang menghadapi kendala dalam pemasaran produk dan bidang keuangan. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada mitra, baik dalam hal penyusunan laporan keuangan maupun strategi pemasaran digital. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kapabilitas manajerial UMKM mitra, khususnya dalam hal akuntansi dan digital marketing, serta mendorong terciptanya usaha yang tangguh, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Metode pelaksanaan program terdiri dari beberapa tahap, yakni identifikasi permasalahan melalui diskusi kelompok terfokus (FGD), pelatihan dalam bentuk workshop, serta evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test. Selama dua bulan pelaksanaan, mitra mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai prinsip dasar akuntansi, penyusunan laporan keuangan sederhana berbasis Excel sesuai SAK EMKM, serta pelatihan pemasaran digital yang mencakup pembuatan konten promosi, aktivasi media sosial (Instagram dan TikTok), serta optimalisasi platform marketplace (Shopee dan Tokopedia). Hasil dari program ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Mitra berhasil menyusun laporan keuangan secara mandiri dan lebih sistematis, serta mulai mengelola akun media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan visibilitas produk serta mendukung pertumbuhan penjualan secara online. Increasing the Competitiveness and Resilience of Sulam Pita Msme’s in Tlogosari Village Through Digital Marketing and Financial Governance The Sulam Pita MSME Group in Tlogosari Village, Semarang City, faces challenges in product marketing and finance. This community service program is designed to provide intensive training and mentoring to partners, both in preparing financial reports and digital marketing strategies. The main objective of this program is to improve the managerial capabilities of partner MSMEs, particularly in accounting and digital marketing, and to encourage the creation of resilient, professional businesses that are able to adapt to technological developments. The program implementation method consists of several stages, namely problem identification through focus group discussions (FGDs), training in the form of workshops, and evaluation of activity results through pre- and post-tests. During the two-month implementation, partners received material and direct practice on basic accounting principles, preparing simple Excel-based financial reports in accordance with SAK EMKM, as well as digital marketing training that included creating promotional content, activating social media (Instagram and TikTok), and optimizing marketplace platforms (Shopee and Tokopedia). The results of this program have a significant positive impact. Partners successfully prepared financial reports independently and more systematically and began managing social media and marketplace accounts to expand their marketing reach. This activity also helps increase product visibility and supports online sales growth.

    Pemanfaatan Online Quiz Sebagai Inovasi Asesmen Dalam Pembelajaran: Pengabdian Di Desa Madumulyorejo, Gresik

    No full text
    Dalam era digital, asesmen pembelajaran mengalami perubahan besar melalui pemanfaatan teknologi daring. Salah satu bentuk inovasi adalah penggunaan Quizizz dan Kahoot sebagai alat asesmen interaktif yang menarik dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik, dalam mengimplementasikan kuis daring sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan, dengan metode penyampaian materi, praktik langsung, dan diskusi. Materi yang diberikan meliputi konsep asesmen digital, cara membuat kuis daring, serta penerapannya dalam pembelajaran. Para guru merespons kegiatan ini dengan sangat positif, menyatakan apresiasi atas materi yang diberikan, dan berkomitmen untuk mengaplikasikan media kuis digital di kelas sebagai bentuk asesmen formatif. Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap guru-guru mampu mengoptimalkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, sehingga kualitas pendidikan lokal meningkat dan selaras dengan perkembangan zaman

    Edukasi Preventif bagi Penggiat Anti Narkoba: Strategi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Jayapura

    No full text
    Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi pencegahan penyalahgunaan narkotika bagi penggiat komunitas di Kabupaten Jayapura melalui pendekatan partisipatif berbasis konteks lokal. Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan satu hari yang mencakup materi pengenalan jenis narkoba, identifikasi gejala pengguna, dan strategi pencegahan, disertai simulasi komunikasi publik serta evaluasi pre–post test skala 0–100. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna (Pre = 62,42 ± 3,87; Post = 82,40 ± 5,83; ? = 19,98 ± 4,36; t(39) = 28,94; p < 0,001; d = 4,58), dengan perbaikan terbesar pada pengenalan jenis narkoba dan strategi pencegahan. Selain aspek kognitif, peserta melaporkan penguatan keterampilan komunikasi untuk menyampaikan pesan anti narkoba di komunitas. Keterbatasan utama kegiatan adalah durasi singkat dan cakupan peserta yang terbatas; rancangan pelatihan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial-budaya serupa. Preventive Education for Anti-Drug Advocates: Strategies for Preventing Narcotics Abuse in Jayapura Regency This community service program aimed to strengthen drug-prevention literacy among community activists in Jayapura Regency through a participatory, context-sensitive approach. Forty participants completed a one-day training covering drug typologies, recognition of user symptoms, and prevention strategies, complemented by public-communication simulations and a 0–100 pre–post test evaluation. Findings indicate a statistically meaningful improvement (Pre = 62.42 ± 3.87; Post = 82.40 ± 5.83; ? = 19.98 ± 4.36; t(39) = 28.94; p < 0.001; d = 4.58), with the largest gains observed in drug-type recognition and prevention strategies. Beyond cognition, participants reported enhanced communication skills to disseminate anti-drug messages. Despite the short duration and limited coverage, the training design is replicable in other locales with similar socio-cultural characteristics

    PKM Diversifikasi Pengolahan Buah Durian Pasca Panen berkonsep Zero Waste dan Branding Potensi Agropolitan Kelompok Tani "Lestari" Desa Suluk Madiun

    No full text
    Kelompok Tani “Lestari” di Desa Suluk merupakan wadah komunikasi petani yang fokus pada budidaya rambutan, alpukat, dan durian. Meskipun menghasilkan banyak durian setiap tahun, pada 2024 kelompok ini mengalami gagal panen karena rasa buah hambar meskipun sudah matang. Upaya pemupukan belum mampu memperbaiki kualitas rasa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan strategi diversifikasi produk berkonsep zero waste menjadi solusi. Diversifikasi tersebut berupa Daging durian dapat dijadikan dodol atau dijual ke PT. Ice Cream Campina sebagai bahan es krim atau diolah menjadi dodol, sementara bijinya dapat dijadikan keripik. Untuk mengatasi hal tersebut tim PKM melakukan diskusi setelah dilakukan observasi dan menghasilkan bahwa kelompok tani “Lestari” membutuhkan Teknologi Tepat Guna berupa Mesin Ekstraktor Durian (pemisah daging dan biji) serta mesin perajang biji durian model horizontal. Dengan dukungan ini, hasil panen dapat dimanfaatkan optimal. Selain itu, kelompok tani “Lestari” memerlukan pendampingan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar, melengkapi manajemen yang selama ini sudah berjalan baik melalui pertemuan rutin bulanan. PKM on Post-Harvest Durian Fruit Processing Diversification with a Zero-Waste Concept and Branding of Agropolitan Potential of the “Lestari” Farmer Group Suluk Village Madiun The “Lestari” farmer group in Suluk Village serves as a communication forum for farmers focusing on the cultivation of rambutan, avocado, and durian. Although they produce a significant amount of durian each year, in 2024 the group experienced crop failure as the fruits tasted bland despite being ripe. Fertilization efforts had not been able to improve the fruit quality. To address this issue, a product diversification strategy with a zero-waste concept was introduced as a solution. The diversification includes pulp can be made into dodol or selling durian pulp to PT Ice Cream Campina as an ingredient for ice cream or processing it into dodol, while the seeds can be processed into chips. To overcome these challenges, the PKM team conducted discussions after carrying out observations and concluded that the “Lestari” farmer group requires appropriate technology in the form of a Durian Extractor Machine (to separate pulp and seeds) as well as a horizontal model seed slicer. With this support, harvest yields can be utilized optimally. In addition, the “Lestari” farmer group requires assistance in digital marketing to expand market reach, complementing the management practices that have already been running well through regular monthly meetings.Kelompok Tani “Lestari” di Desa Suluk merupakan wadah komunikasi petani yang fokus pada budidaya rambutan, alpukat, dan durian. Meskipun menghasilkan banyak durian setiap tahun, pada 2024 kelompok ini mengalami gagal panen karena rasa buah hambar meskipun sudah matang. Upaya pemupukan belum mampu memperbaiki kualitas rasa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan strategi diversifikasi produk berkonsep zero waste menjadi solusi. Diversifikasi tersebut berupa Daging durian dapat dijadikan dodol atau dijual ke PT. Ice Cream Campina sebagai bahan es krim atau diolah menjadi dodol, sementara bijinya dapat dijadikan keripik. Untuk mengatasi hal tersebut tim PKM melakukan diskusi setelah dilakukan observasi dan menghasilkan bahwa kelompok tani “Lestari” membutuhkan Teknologi Tepat Guna berupa Mesin Ekstraktor Durian (pemisah daging dan biji) serta mesin perajang biji durian model horizontal. Dengan dukungan ini, hasil panen dapat dimanfaatkan optimal. Selain itu, kelompok tani “Lestari” memerlukan pendampingan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar, melengkapi manajemen yang selama ini sudah berjalan baik melalui pertemuan rutin bulanan

    Peningkatan Kompetensi Guru Penyelenggara Pendidikan Inklusif Melalui Bimbingan Teknis Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus

    No full text
    Pendidikan inklusif merupakan jawaban atas kekhawatiran masyarakat global berkaitan lambatnya perkembangan pendidikan di negara-negara berkembang. Pada tahun 1990 UNESCO melalui sebuah konferensi yang diikuti negara-negara yang peduli terhadap pendidikan dan organisasi-organisasi pendidikan internasional mendeklarasikan semboyan Education for All. Gerakan ini berupaya untuk memberi kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat di seluruh dunia untuk mendapatkan kesempatan dan layanan pendidikan yang sama. Seiring berkembangnya pendidikan inklusif, guru-guru di sekolah reguler menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah guru tidak cukup memiliki kompetensi untuk membelajarkan peserta didik berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, Pemerintah menghadirkan program pelatihan guru secara moda daring terbimbing melalui Learning Management System (LMS) dalam bentuk kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus yang merupakan salah satu program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yang bertujuan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan guru pembimbing khusus sekaligus meningkatkan kompetensi guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan guru sekolah reguler yang melayani pendidikan bagi peserta didik yang beragam.&nbsp

    Optimalisasi Penggunaan Video Layanan Masyarakat Sebagai Inisiasi Awal Pemilih Pemula

    No full text
    Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik pemilih pemula di Desa Sanur Kauh melalui optimalisasi video layanan masyarakat (PSA). Mitra kegiatan adalah komunitas lokal desa, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan program melibatkan perencanaan strategis, produksi PSA, distribusi melalui media sosial dan komunitas lokal, serta sosialisasi langsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang proses pemilu, hak suara, dan partisipasi aktif, terutama di kalangan pemilih pemula. Pendekatan berbasis video efektif menjawab tantangan akses informasi formal. Kesimpulan program mengindikasikan keberhasilan pendekatan media visual yang kontekstual dalam meningkatkan partisipasi politik. Rekomendasi mencakup pengembangan konten yang lebih interaktif, distribusi yang luas, dan adaptasi program di wilayah lain untuk memperkuat demokrasi lokal dan nasional. Optimization of Public Service Video Usage as Initial Initiation for Beginners Voters This program aims to enhance the political awareness and participation of first-time voters in Sanur Kauh Village by optimizing public service announcement (PSA) videos. The program's partners include the local community, village government, and community leaders. Implementation involved strategic planning, PSA production, distribution through social media and local communities, and direct outreach. Results showed significant improvement in the community's understanding of election processes, voting rights, and active participation, particularly among first-time voters. The video-based approach effectively addressed challenges in accessing formal political education. The program's conclusion highlights the success of contextual visual media in increasing political engagement. Recommendations include developing more interactive content, expanding distribution, and adapting the program to other regions to strengthen local and national democracy

    Edukasi Swamedikasi yang Rasional pada Masyarakat Wilayah Pesisir Kakap Kalimantan Barat

    No full text
    Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir Sungai Kakap tentang swamedikasi yang rasional guna mencapai efektivitas pengobatan yang aman dan tepat. Program ini melibatkan 15 mitra yang terdiri dari ibu muda dan remaja. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah dan pemutaran video edukatif yang dilakukan di rumah penduduk setempat. Evaluasi dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya membaca label obat, risiko penggunaan obat dalam jangka panjang, dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Sebelum edukasi, hanya 10% peserta yang memahami pentingnya membaca label obat, namun setelah edukasi, angka ini meningkat menjadi 80%. Pemahaman tentang risiko penggunaan obat dalam jangka panjang meningkat dari 40% menjadi 90%, dan pemahaman tentang bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter meningkat dari 30% menjadi 100%. Rekomendasi dari program ini adalah perlunya edukasi yang berkelanjutan dan komprehensif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Pemerintah dan organisasi kesehatan perlu mendukung inisiatif ini dengan menyediakan sumber daya informasi yang mudah diakses dan dipahami. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan swamedikasi dengan lebih aman dan efektif, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan dan pendidikan. Rational Self-Medication Education in the Communities of the West Kalimantan Kakap  Coastal Area The objective of this program is to enhance the knowledge of the coastal community of Sungai Kakap on rational self-medication to achieve safe and effective treatment. The program involved 15 partners, comprising young mothers and teenagers. The implementation method included lectures and educational videos conducted at local residents' homes. Evaluation was carried out through questionnaires administered before and after the program to measure changes in participants' knowledge. The results showed a significant increase in participants' understanding of the importance of reading medication labels, the risks of long-term medication use, and the dangers of using antibiotics without a doctor's prescription. Before the education, only 10% of participants understood the importance of reading medication labels, but after the education, this figure rose to 80%. Understanding of the risks associated with long-term medication use increased from 40% to 90%, and understanding of the dangers of using antibiotics without a prescription increased from 30% to 100%. The program recommends ongoing and comprehensive education to improve health literacy in the community. Government and health organizations need to support this initiative by providing accessible and easily understood information resources. This will enable the community to practice safer and more effective self-medication, supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in health and education.

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇