Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Kartu Warna Untuk Menyelesaikan Permasalahan Persamaan Linear Satu Variabel Di SMP Islam Riyadul Mukhlisin
Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu siswa menemukan cara menyelesaikan persamaan linear satu variabel melalui pemanfaatan media pembelajaran berupa Kartu Warna. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas hasil observasi pada 10 Maret 2025 yang menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan memahami materi tersebut. Persamaan yang digunakan meliputi bentuk x+b=cx + b = cx+b=c dan ax+b=cax + b = cax+b=c, dengan a, b, dan c merupakan bilangan bulat. Dalam penggunaan kartu, warna hijau mewakili variabel, kuning untuk konstanta positif, dan merah untuk konstanta negatif. Kegiatan difokuskan pada penjelasan cara penggunaan kartu serta pemberian tugas kelompok. Respon siswa terhadap metode ini sangat positif, ditunjukkan oleh antusiasme mereka selama kegiatan berlangsung. Selain itu, terjadi peningkatan rata-rata nilai dari pretest ke posttest, yakni dari 61,23 menjadi 95,43. Hasil uji N-Gain sebesar 0,8 menunjukkan bahwa media Kartu Warna efektif dalam pembelajaran persamaan linear satu variabel.
The Use of Color Cards to Address One-Variable Linear Equation Problems at SMP Islam Riyadul Mukhlisin
The objective of this activity was to help students discover effective strategies for solving one-variable linear equations through the use of Color Cards as a learning medium. This initiative was carried out in response to observations conducted on March 10, 2025, which revealed that students struggled to understand the topic. The targeted equation forms included x+b=cx + b = cx+b=c and ax+b=cax + b = cax+b=c, where a, b, and c are integers. In this method, green cards represented variables, yellow cards indicated positive constants, and red cards denoted negative constants. The activity involved explaining how to use the Color Cards and assigning group tasks to be solved with the cards. Students responded positively, as shown by their enthusiasm during the sessions. Moreover, there was a significant improvement in their test scores, with the average increasing from 61.23 (pretest) to 95.43 (posttest). The N-Gain score of 0.8 further confirmed the effectiveness of Color Cards in supporting students' understanding of linear equations
Workshop BMC: Dari Ide Bisnis Menuju Rencana Bisnis yang Terstruktur pada Mahasiswa Politeknik Caltex Riau
Pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa menjadi faktor penting dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Sayangnya, banyak mahasiswa yang memiliki ide bisnis namun kesulitan menuangkannya dalam rencana yang sistematis. Business Model Canvas (BMC) menjadi solusi strategis untuk merancang model bisnis yang terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa Politeknik Caltex Riau dalam menyusun rencana bisnis berbasis BMC dan memperkuat pola pikir kewirausahaan. Metode pelaksanaan berupa workshop interaktif dengan pendekatan partisipatif, diikuti oleh 25 mahasiswa dari berbagai jurusan. Kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi, praktik BMC, presentasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan 65% peserta sangat tertarik menerapkan BMC ke depannya, menandakan peningkatan pemahaman. Kegiatan ini diharapkan memicu terbentuknya komunitas wirausaha mahasiswa PCR yang mampu merealisasikan ide menjadi bisnis nyata, serta menjadi model pengembangan kewirausahaan di kampus.
Workshop BMC: Dari Ide Bisnis Menuju Rencana Bisnis yang Terstruktur pada Mahasiswa Politeknik Caltex Riau
Entrepreneurial development among students is a key factor in preparing graduates who are not only ready to enter the workforce but also capable of creating job opportunities. However, many students with business ideas struggle to create structured and actionable business plans. The Business Model Canvas (BMC) is a strategic tool that helps organize business ideas into a comprehensive model. This community service activity aimed to enhance the ability of students at Politeknik Caltex Riau to develop structured business plans using the BMC methodology, while also fostering a stronger entrepreneurial mindset. The program was conducted through an interactive workshop using a participatory learning approach, involving 25 students from various departments. The activities included preparation, BMC material delivery, hands-on practice, presentations, and evaluation. Results showed that 65% of participants were highly interested in applying BMC in future business development, indicating a significant improvement in their understanding. This initiative is expected to foster a student entrepreneur community at PCR and serve as a model for entrepreneurship development on campus
Peningkatan Produktivitas Usaha Kelompok Industri Pengrajin Peralatan Dapur
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah menciptakan Produktivitas Usaha Kelompok Industri Pengrajin Peralatan Dapur dan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya terutama pada kelompok yang dijadikan mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Industri Pengrajin Peralatan Dapur “Beriuk Maju”. Permasalahan sering muncul dalam menjalankan usaha bagi kelompok ini adalah terutama permasalahan dibidang: 1. Permasalahan Diversifikasi Produk, 2. Permasalahan manajemen pemasaran dan Pengelolaan Keuangan dan 3. Permasalahan pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi. Metode pelaksanaan untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan pelatihan dan pemberiab bantuan bahan dan peralatan guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengrajin serta meningkatnya kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Adapun jenis pelatihan yang dilakukan adalah : pelatihan Diversifikasi Produk, Pelatihan manajemen pemasaran dan Pengelolaan Keuangan dan 3. Pelatihan pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi dengan menggunakan metode pendekatan partisipatif melalui (4) empat tahapan pelatihan, yaitu: 1. tahap penilaian, 2. tahap perancangan, 3. tahap penyampaian dan 4. tahap evaluasi. Hasil kegiatan ini meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra dalam Diversifikasi Produk, manajemen pemasaran dan Pengelolaan Keuangan dan pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi
Enhancing the Business Productivity of Kitchenware Craftsmen Industry Groups
The purpose of this Community Service Program is to enhance the business productivity of the kitchenware craftsmen industry group and to improve the welfare of their families, particularly the partner group involved in this program, namely the “Beriuk Maju” Kitchenware Craftsmen Industry Group. Several challenges frequently arise in the operation of this business group, especially in the areas of: (1) product diversification, (2) marketing management and financial administration, and (3) marketing using information technology. To address these issues, the program implemented a series of training activities and provided material and equipment assistance aimed at increasing the craftsmen’s knowledge and skills, as well as improving the quality and quantity of the products produced. The training included: product diversification training, marketing management and financial administration training, and marketing training using information technology. All training activities were delivered using a participatory approach and carried out through four stages: (1) assessment, (2) planning, (3) implementation, and (4) evaluation. The results of the program indicate an increase in the partner group’s knowledge and skills in product diversification, marketing management, financial administration, and digital marketing
Penerapan Mesin Tanam Padi Elektrik dan Sprayer Otomatis serta manajemen kelompok dalam mengoptimalisasi produktivitas Kelompok Tani Sido Makmur I
Pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pertanian, dengan Mesin Tanam Padi Elektrik dan Sprayer Otomatis sebagai salah satu langkah strategis untuk membantu Kelompok Tani Sido Makmur I dalam menyelesaikan masalah saat musin tanam tiba. Metode pelaksanaannya dimulai dengan observasi terhadap kondisi lapangan, dilanjutkan dengan diskusi untuk merumuskan rencana, dilaksanakan pelatihan kepada anggota Kelompok Tani Sido Makmur I, dan terakhir dilakukan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok Tani Sido Makmur I yang beranggotakan 15 petani. Hasil dari satu hektar sawah dengan penggunaan mesin tanam padi elektrik mampu menggantikan tenaga kerja manual, mengurangi kebutuhan tenaga kerja dari 25 orang menjadi 8 orang, dan meningkatkan efisiensi proses penanaman dari semula 8 jam mampu menjadi 5 jam. Selain itu, penggunaan sprayer otomatis juga dapat meningkatkan efisiensi dalam penyemprotan pestisida. Di samping penerapan teknologi, peningkatan manajemen kelompok tani menjadi solusi kunci dalam pembukuan yang baik memungkinkan kelompok tani untuk melacak pengeluaran dan pendapatan secara lebih akurat sehingga mempermudah dalam perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan ekonomi.
Application of Electric Rice Planting Machines and Automatic Sprayers as well as group management in optimizing the productivity of the Sido Makmur I Farmer Group
This service aims to optimize productivity and efficiency in agricultural management, with Electric Rice Planting Machines and Automatic Sprayers as one of the strategic steps to help the Sido Makmur I Farmer Group in solving problems when the planting season arrives. The implementation method begins with observation of field conditions, followed by discussions to formulate plans, training is carried out for members of the Sido Makmur I Farmers Group, and finally an evaluation is carried out. The partner in this service is the Sido Makmur I Farmers Group, which consists of 15 farmers. The results from one hectare of rice fields using an electric rice planting machine can replace manual labor, reduce the need for labor from 25 people to 8 people, and increase the efficiency of the planting process from 8 hours to 5 hours. Apart from that, using an automatic sprayer can also increase efficiency in spraying pesticides. In addition to the application of technology, improving farmer group management is a key solution in good bookkeeping, enabling farmer groups to track expenses and income more accurately, making financial planning and economic decision making easier
Mengembangkan Kemampuan Dakwah Bil Qolam Santri Kelas XI melalui Pelatihan Kepenulisan di Pondok Pesantren Putri Taruna Qur’an Yogyakarta
Pengabdian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan ketrampilan menulis yang relevan dengan kebutuhan para santri seperti mengolah data atau informasi dengan metode riset yang efektif, penggunaan referensi yang tepat, strategi publikasi dalam berbagai platform cetak maupun digital dengan menarik tanpa mengurangi nilai-nilai tulisan yang terkadung didalamnya melalui pelatihan kepenuliasan ini. Pengabdian ini melibatkan santri kelas XI dan XII yang berjumlah 80 santri Pondok Tahfidz Putri Taruna Qur’an Yogyakarta. Ada 3 tahapan pelaksanaan pengabdian ini yaitu sosialisasi, workshop pelatihan dan pendampingan pembuatan tulisan dakwah. Hasil pengabdian menunjukkan santri memahami dengan baik mengenai pelatihan kepenulisan sebagai dakwah bil qolam. Dari hasil pengukuran pretest dan post test kemampuan santri dalam menulis mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 99,48%. Pencapaian pelatihan ini berupa peningktan pengetahuan dan ketrampilan santri dalam menulis. Keberhasilan pelatihan ini menjadi model pengembangan pelatihan kepenulisan yang tidak hanya dapat diterapkan di Pondok Pesantren Taruna Qur’an namun dapat diterapkan pada Lembaga Pendidikan pada umumnya. Karena pelatihan ini terbukti dapat membantu mengembangkan kemampuan menulis bagi santri dan tidak menutup kemungkinan dapat juga diterapkan untuk pelajar di Indonesia.
Improving Abilities of Da'wah Writing Skills of XI Grade Students through Writing Training at the Taruna Qur'an Islamic Boarding School for Girls in Yogyakarta
This community service aims to improve the writing skills of students relevant to their needs, such as processing data or information using effective research methods, using appropriate references, and publication strategies in various print and digital platforms in an attractive way without reducing the values contained in the writings. This community service involves 80 students of class XI of Pondok Tahfidz Putri Taruna Qur'an Yogyakarta. There are 3 stages of implementation of this community service, socialization, workshop training, and mentoring of writing da'wah. The results of this community service show that students understand well about writing training as da'wah bil qolam. From the results of pre-test and post-test measurements, students' writing abilities increased significantly by 99.48%. The achievement of this training is in the form of increased knowledge and skills of students in writing. The success of this training becomes a model for developing writing training that can not only be applied in Pondok Pesantren Taruna Qur'an but also in educational institutions in general. Because this training has proven to help develop the writing skills of students and does not rule out the possibility that it can also be applied to students in Indonesia
Pemberdayaan Usaha Melalui Peningkatan Pengelolaan Keuangan Untuk Meningkatkan Daya Saing Unit Usaha Sarinah Jaya
Pengelolaan keuangan yang tertib merupakan tantangan utama bagi keberlanjutan dan daya saing usaha kecil menengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Unit Usaha Sarinah Jaya melalui peningkatan keterampilan pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital berupa aplikasi kasir (POS). Sebanyak 26 peserta, terdiri dari pemilik dan anggota unit usaha, mengikuti pelatihan. Metode yang digunakan adalah partisipatif melalui penyampaian materi, praktik pencatatan, simulasi penggunaan aplikasi POS, dan diskusi interaktif. Hasil pre-test menunjukkan hanya 25% peserta memahami pengelolaan keuangan dan 10% mampu mengoperasikan aplikasi POS. Setelah pelatihan, hasil post-test meningkat signifikan menjadi 93% dan 95%. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas peserta dalam mengelola usaha secara modern, transparan, dan akuntabel, sehingga memperkuat daya saing Unit Usaha Sarinah Jaya di era digital.
Business Empowerment Through Improved Financial Management to Increase the Competitiveness of Sarinah Jaya Business Units
Effective financial management is a major challenge for the sustainability and competitiveness of small and medium enterprises. This community service activity aims to empower Sarinah Jaya Business Units by improving financial management skills and utilizing digital technology in the form of a cashier application (POS). A total of 26 participants, consisting of business unit owners and members, participated in the training. The method used was participatory through material delivery, recording practice, POS application usage simulations, and interactive discussions. Pre-test results showed that only 25% of participants understood financial management and 10% were able to operate the POS application. After the training, post-test results increased significantly to 93% and 95%. This activity had a positive impact on increasing the capacity of participants in managing their businesses in a modern, transparent, and accountable manner, thereby strengthening the competitiveness of Sarinah Jaya Business Units in the digital era
Penerapan Konsep Green Economy Dengan Konsep 3R dalam Pengembangan Desa Wisata Pantai Pangi Masaingi
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep Green Economy berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengembangan Desa Wisata Pantai Pangi Masaingi. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat, pemerintah desa, dan pelaku usaha di sekitar kawasan wisata sebagai mitra utama. Program yang dilaksanakan meliputi sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi hijau, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan penghijauan dengan penanaman pohon ketapang kencana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, masyarakat mulai menerapkan prinsip 3R dalam mengelola sampah, termasuk pemanfaatan limbah organik untuk kompos dan daur ulang sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik wisata melalui perbaikan estetika lingkungan. Kesimpulannya, penerapan ekonomi hijau dengan pendekatan 3R memiliki potensi besar dalam pengembangan desa wisata berkelanjutan. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya pendampingan lanjutan serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan program. Selain itu, perlu dikembangkan inisiatif ekonomi kreatif berbasis lingkungan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Application of the Green Economy Concept With the 3R Concept in the Development of Pangi Masaingi Beach Tourism Village
This study aims to implement the Green Economy concept based on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) in the development of the Pangi Masaingi Beach Tourism Village. The program engaged local communities, village authorities, and business owners as key partners. Activities included awareness campaigns and educational sessions on sustainable environmental management, as well as the provision of supporting facilities such as waste bins and tree planting with Ketapang Kencana trees. The results indicate an increased awareness among the community regarding environmental sustainability and cleanliness. Additionally, locals have begun adopting the 3R principles in waste management, such as utilizing organic waste for compost and recycling plastic waste into economically valuable products. The program also contributed to enhancing the tourism appeal by improving the area's aesthetics. In conclusion, the application of the Green Economy approach using 3R principles has significant potential for sustainable tourism village development. Therefore, continued assistance and collaboration between the government, local communities, and relevant stakeholders are recommended to ensure the program’s sustainability. Furthermore, fostering creative economic initiatives based on environmental sustainability is essential for improving the well-being of the local population
Pendampingan P5 Berbasis Kearifan Lokal: Inovasi Cimi–Cimi Berbahan Dasar Bayam di SMK N 20 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mendampingi siswa SMK N 20 Samarinda dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis kearifan lokal melalui inovasi pembuatan cimi-cimi berbahan dasar bayam. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa kelas 12 yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui tahapan Appreciative Inquiry: Discovery, Dream, Design, dan Destiny. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berhasil memproduksi cimi-cimi inovatif dengan skor organoleptik tertinggi pada aspek tekstur (4,2). Kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap potensi aset lokal, keterampilan wirausaha, dan kerja sama tim. Kesimpulannya, program ini efektif dalam mengembangkan kreativitas siswa dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis budaya lokal. Rekomendasi yang diberikan adalah integrasi program P5 dalam kurikulum sekolah, peningkatan pelatihan guru, dan pengembangan kerja sama dengan UMKM lokal.
P5 Mentoring Based on Local Wisdom: Cimi Innovation - Cimi Made from Spinach At SMK N 20 Samarinda
This study aims to mentor students at SMK N 20 Samarinda in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) based on local wisdom through the innovation of spinach-based cimi-cimi. The partners in this program are 30 twelfth-grade students. The method used is the Asset-Based Community Development (ABCD) approach through the stages of Appreciative Inquiry: Discovery, Dream, Design, and Destiny. The results show that students successfully produced innovative cimi-cimi, with the highest organoleptic score on texture (4.2). This activity enhanced students' understanding of local asset potential, entrepreneurial skills, and teamwork. In conclusion, the program effectively fosters students' creativity and entrepreneurial spirit based on local culture. The recommendations are integrating the P5 program into the school curriculum, enhancing teacher training, and developing collaborations with local SMEs
Penguatan Kapasitas Guru Penggerak dalam Pembelajaran Berpusat pada Siswa melalui Kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC)
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru yang tergabung pada Komunitas Guru Penggerak (KGP) Lombok Timur dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC). Pengabdian ini melibatkan 27 guru penggerak jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lombok Timur. Ada empat tahapan pelaksanaan pengabdian ini yaitu focus group discussion, sosialisasi dan workshop desain pembelajaran berpusat pada siswa melalui kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC), melakukan plan bersama, serta praktek buka kelas dan forum refleksi pembelajaran. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 85% peserta memahami dengan baik mengenai LSLC. Disamping itu, peserta sangat antusias dan terlibat aktif dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Pada saat pelaksanaan buka kelas, proses pembelajaran yang dilakukan sudah berpusat pada siswa. Siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Strengthening the Capacity of Teachers in Student-Centered Learning through Lesson Study for Learning Community (LSLC) Activities
This service aims to provide an understanding to teachers who are members of the East Lombok Community of Teacher Movers (KGP) in implementing student-centered learning through Lesson Study for Learning Community (LSLC) activities. This service involved 27 mobilizing teachers at the elementary and junior high school levels in East Lombok Regency. There are four stages of implementing this service, namely focus group discussions, socialization and workshops on student-centered learning design through Lesson Study for Learning Community (LSLC) activities, conducting joint plans, as well as open class practices and learning reflection forums. The results of the service showed that 85% of the participants had a good understanding of LSLC. In addition, participants were very enthusiastic and actively involved in every activity implementation. During the open class implementation, the learning process was student-centered. Students were actively involved during the learning process
Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test) Kepada Wanita Usia Subur di “Lapas Wanita” Bulu Semarang
Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test) merupakan upaya efektif dalam skrining kanker serviks, terutama bagi kelompok perempuan dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Lapas Wanita Bulu Semarang dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA Test. Sebanyak 29 peserta mengikuti pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Selain skrining, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan kanker serviks. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode IVA Test dapat diterapkan dengan mudah dan memberikan hasil yang cepat, sehingga memungkinkan tindakan lanjutan segera bagi peserta yang terdeteksi memiliki risiko. Kegiatan ini mendukung program nasional dalam menekan angka kejadian kanker serviks dan meningkatkan kesehatan perempuan Indonesia.
Early Detection of Cervical Cancer through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA Test) for Women of Reproductive Age at "Women's Prison" Bulu Semarang
Cervical cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia. Early detection using the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test is an effective screening method, especially for women with limited access to healthcare services. This community service activity was conducted at the Women's Prison (Lapas Wanita) Bulu Semarang to raise awareness and promote early detection of cervical cancer through VIA testing. A total of 29 participants underwent screening performed by a team of obstetrics and gynecology specialists. In addition to screening, participants received education on reproductive health and cervical cancer prevention. The results of this activity indicate that the VIA test can be easily implemented and provides immediate results, allowing for prompt follow-up actions for participants at risk. This initiative supports the national program to reduce cervical cancer incidence and improve women's health in Indonesia