Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kompetensi Guru-Guru Sdn Pakis V Surabaya Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital Imaging
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SDN Pakis V Surabaya dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi digital imaging. Latar belakang kegiatan ini adalah tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan, workshop, dan pendampingan yang dilaksanakan secara bertahap, meliputi pengenalan digital imaging, pembuatan media pembelajaran, pendampingan proyek, serta pendokumentasian hasil karya dalam bentuk flipbook digital. Subjek kegiatan adalah guru SDN Pakis V Surabaya. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata guru dari 65,7 pada pretest menjadi 85,1 pada posttest. Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, guru juga memperoleh pengalaman dalam mendokumentasikan media pembelajaran secara digital. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.
Improving the Competence of Teachers at Pakis V Public Elementary School in Surabaya in Creating Digital Imaging Technology-Based Learning Media
This community service program aimed to improve the competence of teachers at Pakis V Public Elementary School, Surabaya, in developing learning media based on digital imaging technology. The program was motivated by the demands of 21st-century learning, which emphasize the integration of digital technology to create interactive and meaningful learning experiences. The implementation employed training, workshops, and mentoring conducted in several stages, including the introduction to digital imaging, development of learning media, project-based assistance, and documentation of products in the form of digital flipbooks. The participants were teachers of SDN Pakis V Surabaya. Program effectiveness was evaluated using pretest and posttest assessments. The results showed a significant improvement in teachers’ competencies, with the average score increasing from 65.7 to 85.1. In addition to enhancing technical skills, teachers gained experience in digitally documenting learning media. This program positively impacted instructional quality and contributed to the achievement of Sustainable Development Goal 4 on quality education.Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Peningkatan Kompetensi Guru-Guru SDN Pakis V Surabaya dalam Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital Imaging dilakukan dengan beberapa pertimbangan antara lain sebagai berikut. Fransisca Dwi Harjanti Pertama, menghadapi era digitalisasi pembelajaran abad ke-21 dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan para guru dalam membuat perangkat pembembelajaran berbasis teknologi. Perangkat pembelajaran yang dibutuhkan untuk menarik minat peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran di abad ke-21 adalah media pembelajaran berbasis teknologi. Untuk keperluan ini tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain sebagai berikut. Pertama, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru di SDN Pakis V Surabaya dalam membuat media pembelajaran berbasis teknologi digital. Kedua, memberikan keterampilan kepada guru-guru di SDN Pakis V Surabaya dalam mendokumentasikan proyek yang telah dibuatnya dalam bentuk flipbook atau buku digital interaktif. Manfaat dari kegiatan ini adalah para guru di SDN Pakis V Surabaya memiliki kompetensi dalam membuat media pembelajaran berbasis teknologi digital imaging dan mampu mendokumentasikannya ke dalam flipbook atau buku digital interaktif. Dengan demikian hasil dari kegiatan pengabdian ini juga membawa dampak yang positif kepada peserta didik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN Pakis V Surabaya dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, penugasan, dan proyek. Sasaran dari kegiatan ini adalah guru-guru di SDN Pakis V Surabaya yang berjumlah 25 orang. Hasil dari egiatan pengabdian ini dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek tahun anggaran 2025 antara adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru SDN Pakis V Surabaya dalam membuat media pembelajaran berbasis teknologi digital imaging.
Pemanfaatan Inovasi Moveable Book Sebagai Peningkatan Edukasi Pencegahan Demam Berdarah Dengue Pada Siswa SD Negeri 02 Besuki Kabupaten Situbondo
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sering menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) karena cepatnya perkembangan dan cenderung fluktuatif yang biasa terjadi di wilayah negara tropis. Jawa Timur tepatnya di Kecamatan Besuki menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi KLB demam berdarah dengue yang cukup tinggi setelah Kecamatan Situbondo. Terbatasnya tenaga ahli serta kurangnya fasilitas kesehatan menjadi faktor penghambat tersampaikannya informasi kesehatan pada warga sekitar, mulai dari pencegahan penyakit secara mandiri hingga pengobatan. Oleh karena itu, perlu adanya penyampaian informasi kesehatan menggunakan media inovatif yang menarik terlebih untuk anak-anak sebagai pondasi pengetahuan dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak dini. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD Negeri 02 Besuki dengan jumlah 30 siswa. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyampaian materi menggunakan movable book dengan hasil (p-value=0.000). Selain itu, adanya edukasi melalui movable book mampu mendorong siswa untuk secara sadar dapat melindungi diri mereka sendiri dari gigitan nyamuk Aedes aegepti. Selain itu dengan edukasi pengenalan gejala demam berdarah juga dapat memungkinkan anak-anak untuk mengenali gejala awal demam berdarah.
Utilization of Moveable Book Innovation as an Improvement of Dengue Fever Prevention Education for Students of SD Negeri 02 Besuki, Situbondo Regency
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) frequently escalates into outbreaks due to its rapid spread and fluctuating patterns, particularly in tropical regions. East Java, specifically Besuki District, ranks among the areas with a high prevalence of DHF outbreaks, second only to Situbondo District. The scarcity of medical professionals and inadequate healthcare facilities hinder the effective dissemination of crucial health information to the community, ranging from self-preventive measures to proper treatment. Consequently, it is essential to convey health education through innovative and engaging media, particularly targeting children as a crucial foundation for early DHF prevention. The primary audience of this initiative consists of students from SD Negeri 02 Besuki with a total of 30 students. The outcomes of this community service program reveal a significant improvement in students'knowledge levels before and after receiving educational materials through interactive movable books with results (p-value=0.000). Furthermore, this approach has motivated students to take proactive steps in protecting themselves from Aedes aegypti mosquito bites. Additionally, the education on recognizing dengue fever symptoms has empowered children to identify early signs of the diseas
Edukasi Olahan Pangan Bergizi untuk Anak Stunting
Periode 0 bulan sampai 2 tahun disebut sebagai periode emas yaitu periode yang menentukan kualitas kehidupan. Periode ini sensitive karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi tidak dapat dikoreksi dan bersifat permanen. Permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, kesibukan mencari penghasilan, kurang peduli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak menyebabkan anak menjadi kurang gizi yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan terjadinya stunting yang permanen. Selain adanya program dari pemerintah melalui dinas kesehatan maupun orang tua asuh untuk anak stunting maka diperlukan edukasi pada orang tua dengan pemberian makanan bergizi. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi edukasi kepada orang tua agar mampu mengolah makanan sendiri dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau dan bernilai gizi untuk menangani anak stunting. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal dengan 6 baduta stunting beserta orang tuanya. Hasil analisis perbedaan pretest dan posttest menunjukkan p-value 0.175 dan nilai t hitung (-1.581) lebih kecil daripada t tabel (2.015), sehingga H0 diterima atau tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi. Dengan adanya edukasi olahan pangan diharapkan orangtua mampu mengolah makanan sendiri untuk anak stunting dari bahan yang mudah di peroleh dengan harga terjangkau.
Education on Nutritious Processed Foods for Stunting Children
The period from 0 months to 2 years is called the golden period, which determines the quality of life. This period is sensitive because the effects on the baby cannot be corrected and are permanent. Complex problems such as poverty, low levels of education, busy earning an income, and lack of concern for children's health and growth and development cause children to become malnourished which, if not treated immediately, will cause permanent stunting. Apart from the existence of programs from the government through the health service and foster parents for stunted children, education is needed for parents by providing nutritious food. This activity aims to provide education to parents so they can prepare their food from ingredients that are easily obtained at affordable prices and have nutritional value to deal with stunting children. This activity was carried out in Debong Kulon Village, Tegal Selatan District, Tegal City with 6 stunting children and their parents. The results of this activity show that there has been an increase in the knowledge of participants or parents after receiving education. With food processing education, it is hoped that parents will be able to prepare their food for stunted children from ingredients that are easy to obtain at affordable price
Pelatihan Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi: Inovasi Ramah Lingkungan di Dusun Janti, Sukun, Kota Malang
Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering diabaikan, meskipun berpotensi didaur ulang menjadi produk bernilai guna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Dusun Janti, Kota Malang, melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Metode kegiatan meliputi eksperimen awal, sosialisasi, pelatihan praktik, evaluasi, dan gelar karya. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pengolahan limbah jelantah. Produk yang dihasilkan menarik secara visual, memiliki aroma kuat, dan layak dikembangkan secara ekonomi. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring sosial dan semangat kewirausahaan lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik efektif dalam mendorong kesadaran lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan
Recycling Used Cooking Oil into Aromatherapy Candles Training: An Environmentally Friendly Innovation in Dusun Janti, Sukun, Malang City
Used cooking oil is a common household waste often overlooked despite its potential to be recycled into valuable products. This community service activity aimed to empower members of the Indonesian Catholic Women’s Organization (WKRI) in Dusun Janti, Malang City, through training in making aromatherapy candles from used cooking oil. The program involved initial experiments, socialization, hands-on training, evaluation, and a final exhibition. The results indicated significant improvements in participants’ knowledge and technical skills in processing used oil. The resulting products were visually appealing, had strong scents, and showed economic development potential. The activity also fostered stronger social networks and local entrepreneurial spirit. These findings affirm that practice-based educational approaches are effective strategies to enhance environmental awareness and promote sustainable community economic empowerment.
PKM Peningkatan Peran Kader Posyandu dengan Metode PESAN PENTING untuk atasi Stunting
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) berbasis pangan lokal. Inti permasalahan yang dihadapi yaitu masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam menyediakan MP-ASI yang bergizi, aman, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas gizi balita di masyarakat. Metode pemecahan yang digunakan meliputi pelatihan, demonstrasi langsung, serta pendampingan intensif kepada kader Posyandu. Kegiatan ini diikuti oleh 30 kader Posyandu dan terlaksana dengan baik serta lancar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebesar 70,4% serta peningkatan keterampilan kader dalam pengolahan MP-ASI lokal sebesar 41,9% setelah intervensi. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan kader Posyandu terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader, khususnya terkait pengetahuan dan keterampilan pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal. Kegiatan PKM ini berimplikasi pada meningkatnya kapasitas kader Posyandu dalam penyediaan MP-ASI berbasis pangan lokal yang bergizi dan aman, sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi anak, pencegahan masalah gizi (stunting, gizi kurang), serta mendukung terciptanya generasi sehat dan produktif di masyarakat, sehingga diharapkan berdampak pada perbaikan status gizi anak di masyarakat.
Community Service Program: Enhancing the Role of Posyandu Cadres through the KEY MESSAGE Method to Overcome Stunting
The objective of this Community Service (PKM) activity is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres in processing complementary foods for breast milk (MP-ASI) based on local foods. The core problem faced is the limited knowledge and skills of Posyandu cadres in providing nutritious, safe, and developmentally appropriate MP-ASI, which has the potential to affect the nutritional quality of toddlers in the community. The methods used to solve this problem include training, live demonstrations, and intensive mentoring of Posyandu cadres. This activity was attended by 30 Posyandu cadres and was carried out smoothly and successfully. The results of the activity showed a 70.4% increase in the cadres' knowledge and a 41.9% increase in their skills in processing local MP-ASI after the intervention. The conclusion of this activity is that training and mentoring of Posyandu cadres is proven to be effective in increasing the capacity of cadres, particularly in relation to knowledge and skills in processing locally-based MP-ASI. This PKM activity has implications for increasing the capacity of Posyandu cadres in providing nutritious and safe locally-based complementary foods, which is expected to contribute to improving children's nutritional quality, preventing nutritional problems (stunting, malnutrition), and supporting the creation of a healthy and productive generation in the community, thereby improving the nutritional status of children in the community
PENINGKATAN POTENSI MASYARAKAT PESISIR BERBASIS METODE COMMUNITY-BASED INTEGRATED COASTAL MANAGEMENT SYSTEM (CB-ICMS) MENUJU KELURAHAN MARITIM MANGUNHARJO MANDIRI SEJAHTERA
Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, memiliki potensi alam yang melimpah berupa hasil perikanan dan mangrove, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kendala utama yang dihadapi masyarakat nelayan adalah rendahnya nilai jual ikan segar, keterbatasan variasi produk olahan, serta kurangnya pemahaman terhadap pemasaran digital. Selain itu, terdapat permasalahan sosial berupa rendahnya literasi dan tingginya kasus bullying di kalangan anak-anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan potensi masyarakat pesisir melalui metode Community-Based Integrated Coastal Management System (CB-ICMS) menuju Kelurahan Maritim Mandiri Sejahtera. Kegiatan ini diawali dengan survei, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi permasalahan secara komprehensif. Implementasi program dilakukan melalui tiga pilar utama: (1) peningkatan ekonomi dengan pelatihan diversifikasi olahan ikan (seperti nugget dan ikan kaleng) dan pendampingan digital marketing; (2) pemanfaatan sumber daya alam dengan pelatihan pengolahan pangan inovatif dari daun mangrove; serta (3) pemberdayaan sosial melalui program literasi dan edukasi anti-bullying bagi anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah produk bernilai jual tinggi, membuka wawasan terhadap potensi ekonomi mangrove, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan serta lingkungan sosial yang suportif. Kesimpulannya, pendekatan terintegrasi CB-ICMS terbukti efektif sebagai model pemberdayaan holistik yang mampu mengatasi tantangan multi-dimensi di Kelurahan Mangunharjo, menciptakan fondasi bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Increasing the Potential of Coastal Communities Based on the Community-Based Integrated Coastal Management System (CB-ICMS) Method Towards a Prosperous, Independent Maritime Village of Mangunharjo
Mangunharjo Village, located in Tugu District, Semarang City, possesses abundant natural potential in the form of fishery and mangrove products, yet this potential has not been optimally utilized. The main challenges faced by the fishing community include a low selling price for fresh fish, a lack of processed product variations, and limited understanding of digital marketing. Furthermore, social issues such as low literacy rates and a high incidence of bullying among children are prevalent. This community service program aimed to enhance the potential of the coastal community through the Community-Based Integrated Coastal Management System (CB-ICMS) method, aspiring to become a Prosperous and Self-Sufficient Maritime Village. The activities began with a comprehensive problem identification phase, which included surveys, direct observation, and Focus Group Discussions (FGDs). The program was implemented through three main pillars: (1) economic improvement via training on processed fish product diversification (such as nuggets and canned fish) and digital marketing assistance; (2) natural resource utilization through innovative food processing training from mangrove leaves; and (3) social empowerment through literacy and anti-bullying programs for children. The results indicate an increase in the community's capacity to process high-value products, raise awareness of the economic potential of mangroves, and foster an understanding of the importance of education and a supportive social environment. In conclusion, the integrated CB-ICMS approach proved effective as a model for holistic empowerment, capable of addressing the multi-dimensional challenges in Mangunharjo Village and creating a foundation for the self-sufficiency and prosperity of the coastal communityKelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, memiliki potensi alam yang melimpah berupa hasil perikanan dan mangrove, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kendala utama yang dihadapi masyarakat nelayan adalah rendahnya nilai jual ikan segar, keterbatasan variasi produk olahan, serta kurangnya pemahaman terhadap pemasaran digital. Selain itu, terdapat permasalahan sosial berupa rendahnya literasi dan tingginya kasus bullying di kalangan anak-anak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan potensi masyarakat pesisir melalui metode Community-Based Integrated Coastal Management System (CB-ICMS) menuju Kelurahan Maritim Mandiri Sejahtera. Kegiatan ini diawali dengan survei, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi permasalahan secara komprehensif. Implementasi program dilakukan melalui tiga pilar utama: (1) peningkatan ekonomi dengan pelatihan diversifikasi olahan ikan (seperti nugget dan ikan kaleng) dan pendampingan digital marketing; (2) pemanfaatan sumber daya alam dengan pelatihan pengolahan pangan inovatif dari daun mangrove; serta (3) pemberdayaan sosial melalui program literasi dan edukasi anti-bullying bagi anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah produk bernilai jual tinggi, membuka wawasan terhadap potensi ekonomi mangrove, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan serta lingkungan sosial yang suportif. Kesimpulannya, pendekatan terintegrasi CB-ICMS terbukti efektif sebagai model pemberdayaan holistik yang mampu mengatasi tantangan multi-dimensi di Kelurahan Mangunharjo, menciptakan fondasi bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat pesisir
Pelatihan Promosi Melalui Sosial Media dan Teknologi Tepat Guna Mesin Kretek UMKM Rumah Bunga di Desa Banyurip Kecamatan Kedamaian Kabupaten Gresik
Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada petani bunga di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamaian, Kabupaten Gresik. Tujuan dari program ini adalah untuk memberdayakan petani bunga dengan memberikan bantuan mesin kretek yang merupakan penerapan teknologi tepat guna. Kendala yang dihadapi oleh petani bunga ini adalah belum memiliki mesin kretek yang berfungsi untuk mengangkut pohon besar dari lokasi kios bunga Bapak Faisal ke tempat pembeli atau kebun yang dibuat oleh Bapak Faisal. Metode PKM yang dilakukan adalah selain memberikan bantuan mesin kretek juga memberikan bantuan promosi melalui media sosial agar jasa pembuatan kebun Bapak Faisal lebih dikenal oleh konsumen. Bantuan diberikan kepada Bapak Faisal agar dapat mengunggah video di TikTok. Hasil lain dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah petani bunga ini dapat meningkatkan efisiensi karena sebelum menggunakan mesin kretek, petani ini menyewa alat tersebut yang mana biayanya mahal. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dengan menggunakan mesin kretek sebagai penerapan teknologi tepat guna (TTG) maka seorang petani bunga akan dapat meningkatkan efisiensi. Semakin baik keterampilan dalam praktik media sosial juga akan meningkatkan pangsa pasar bisnis ini.
Promotion Training Through Social Media and Appropriate Technology for Kretek Machines for Rumah Bunga MSMEs in Banyurip Village, Kedamaian District, Gresik Regency
Community service is carried out for flower farmers in Banyu Urip Village, Kedamaian District, Gresik Regency. The objective of this program is to empower the flower farmer by providing a kretek machine which is an application of appropriate technology. The problem faced by this flower farmer is not having a kretek machine that functions to transport large trees from Mr. Faisal's flower stand location to the buyer's place or the garden made by Mr. Faisal. The PKM method is besides providing a kretek machine, it also gives promotional assistance via social media so that Mr. Faisal's garden making services are better known to consumers. Assistance is provided to Mr. Faisal so that he can upload videos to TikTok. Further, the other result of this community service is this flower farmer can increase the efficiency because before using kretek machine, this farmer rents this tool in which it is costly. Lastly, as a conclusion that with using kretek machine as an application of the appropriate technology (TTG), a flower farmer will be able to increase the efficiency. The better skill on social media practices will also increase the market of this business
Mewujudkan Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT) Melalui Penyuluhan Hukum Bagi Kelompok Kadarkum PKK Desa
Program Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT) bertujuan meningkatkan literasi hukum dan kesadaran masyarakat dalam mencegah perdagangan manusia (TPPO), khususnya di Kelurahan Benua Mas, Kabupaten Bengkayang. Mitra utama dalam program ini adalah PKK Kelurahan Benua Mas yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga. Metode utama yang digunakan adalah penyuluhan hukum berbasis komunitas melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta pemanfaatan media digital seperti video edukasi dan grup WhatsApp. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep TPPO, modus operandi pelaku, serta mekanisme perlindungan hukum, dengan peningkatan skor pemahaman hingga 55%. Pembentukan Kelompok Sadar Hukum (Kadarkum) PKK juga menjadi langkah strategis dalam keberlanjutan program. Kesimpulannya, program KIAT efektif dalam meningkatkan kesadaran hukum dan kapasitas komunitas dalam mencegah TPPO. Rekomendasi utama meliputi penguatan literasi digital bagi kader PKK, perluasan cakupan program ke wilayah lain, serta sinergi dengan pemangku kepentingan untuk kebijakan pencegahan TPPO yang lebih sistematis.
An Indonesian Anti-Trafficking Family (KIAT) Through Legal Counseling for the Kadarkum PKK Village Group
The Indonesian Anti-Trafficking Family (KIAT) program aims to enhance legal literacy and public awareness in preventing human trafficking (TPPO), particularly in Benua Mas Village, Bengkayang Regency. The main partner in this program is the Benua Mas PKK, which plays a strategic role in empowering women and families. The primary method used is community-based legal counseling through interactive lectures, group discussions, case simulations, and the use of digital media such as educational videos and WhatsApp groups. The program results show an increase in participants' understanding of TPPO concepts, perpetrators' modus operandi, and legal protection mechanisms, with knowledge scores improving by up to 55%. The formation of the PKK Legal Awareness Group (Kadarkum) is also a strategic step in ensuring the program's sustainability. In conclusion, the KIAT program effectively raises legal awareness and strengthens community capacity to prevent TPPO. Key recommendations include strengthening digital literacy for PKK members, expanding the program to other regions, and fostering synergy with stakeholders for a more systematic anti-trafficking policy.
Transformasi Penulisan Ilmiah di Era Digital: Etika dan Teknik Penggunaan Software AI
Penulisan karya ilmiah yang berkualitas memerlukan pemahaman yang mendalam tentang struktur penulisan, penggunaan teknologi, serta etika akademik yang tepat. Mitra masih menghadapi kesulitan dalam memahami dan menerapkan etika serta teknik penggunaan software AI dalam penulisan ilmiah. Oleh karena itu, pemanfaatan software AI dalam proses penulisan ilmiah sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam penerapan kode etik dan teknik cerdas dalam pemanfaatan software AI dalam penulisan karya ilmiah. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang melibatkan 60 mahasiswa dari berbagai program studi di jenjang sarjana. Evaluasi dilakukan menggunakan angket dengan empat pertanyaan yang berfokus pada tingkat pemahaman mitra. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam berbagai aspek penulisan ilmiah. Skor rata-rata yang dicapai adalah 82,33% pada indikator kemampuan menyusun makalah dan karya ilmiah, 89,00% pada penggunaan prompt ChatGPT, dan 81,00% pada penggunaan perangkat AI lainnya seperti Scispace, Gemini, dan Scite. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam memanfaatkan software AI secara efektif untuk penulisan karya ilmiah.
Transformation of Scientific Writing in the Digital Age: A Study of Ethics and Techniques for Using AI Software
Scientific writing requires a deep understanding of writing structure, the use of technology, and proper academic ethics. Therefore, utilizing AI software in the writing process is essential to improve the efficiency and quality of scientific papers. The aim of this activity was to enhance the skills of the participants in applying ethical guidelines and intelligent techniques in utilizing AI software for scientific writing. The method employed was training, involving 60 students from various undergraduate programs. Evaluation was conducted using a questionnaire with four questions focusing on the participants' level of understanding. The evaluation results revealed an improvement in participants' understanding of various aspects of scientific writing. The average scores achieved were 82.33% in the indicator of paper and scientific writing structure, 89.00% in the use of ChatGPT prompts, and 81.00% in the use of other AI tools such as Scispace, Gemini, and Scite. These findings suggest that the training successfully enhanced the participants' ability to effectively utilize AI software for scientific writing
Implementasi Pengaturan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Intrusi Air Laut dalam Peraturan Desa di Desa Pasarseluma, Kabupaten Seluma
Abstrak
Wilayah pesisir Kota Bengkulu memiliki potensi bencana alam berupa intrusi air laut yang, jika tidak ditangani secara serius, dapat memicu dampak lingkungan dan sosial yang lebih luas. Tim pengabdi sebelumnya telah menghasilkan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait pencegahan intrusi air laut yang diajukan kepada DPRD dan Pemerintah Kota Bengkulu. Namun, implementasinya terkendala dua hal utama: pertama, produk hukum yang dihasilkan bergantung pada proses politik yang belum tentu segera direalisasikan; kedua, lingkupnya terbatas hanya pada Kota Bengkulu, sehingga wilayah pesisir lain dengan karakteristik serupa belum terjangkau. Salah satunya adalah Desa Pasar Seluma di Kabupaten Seluma yang telah mengalami dampak signifikan intrusi air laut. Pengabdian ini bertujuan memperluas jangkauan upaya pencegahan intrusi air laut melalui pendekatan berbasis desa, khususnya di Desa Pasar Seluma. Metode yang digunakan meliputi pemetaan wilayah terdampak, sosialisasi mitigasi berbasis komunitas, dan advokasi kebijakan pada tingkat pemerintah daerah. Hasil awal menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat desa terhadap bahaya intrusi air laut serta terbentuknya jejaring kolaborasi lokal. Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengabdian berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
Implementation of Coastal Seawater Intrusion Disaster Prevention and Mitigation Regulations in Village Regulations in Pasarseluma Village, Seluma Regency
The coastal areas of Bengkulu City have the potential for natural disasters in the form of seawater intrusion, which, if not addressed seriously, could trigger broader environmental and social impacts. The community service team previously produced an academic paper and draft regional regulation (Raperda) related to seawater intrusion prevention, which were submitted to the Regional People's Representative Council (DPRD) and the Bengkulu City Government. However, its implementation was hampered by two main factors: first, the resulting legal product depended on a political process that was not immediately realized; second, its scope was limited to Bengkulu City, so other coastal areas with similar characteristics were not yet covered. One of these areas is Pasar Seluma Village in Seluma Regency, which has experienced significant impacts from seawater intrusion. This community service aims to expand the reach of efforts to prevent seawater intrusion through a village-based approach, specifically in Pasar Seluma Village. The methods used included mapping the affected areas, community-based mitigation outreach, and policy advocacy at the local government level. Initial results indicate increased awareness among village communities about the dangers of seawater intrusion and the formation of a local collaborative network. Going forward, this program is expected to become a model for community-based community service that can be replicated in other coastal areas.