Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Inovasi Pengrajin Batik Dengan Membuat Sabun Batik Ramah Lingkungan Dari Buah Lerak dan Eco Enzyme

    No full text
    Desa Gondang berada di Wilayah Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Desa Gondang terdapat beberapa pengrajin batik dimana para para pengrajin melalui kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan nama Batik Gondang Sekar Ndaru. Permasalahan yang dihadapi pengrajin UMKM meliputi keluhan dari pelanggan batik yang tidak bisa memelihara dan merawat kain batik, terutama dalam hal mencuci kain batik dengan benar. Selama ini pelanggan hanya mencuci kain batik dengan deterjen biasa tanpa menggunakan sabun khusus batik yang dapat merawat warna dan struktur dari kain batik. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian pengrajin dalam berinovasi dalam membuat sabun yang dapat digunakan untuk mencuci kain batik yang mereka jual ke pelanggan batik dan memasarkan sabun buatan pengrajin. Hasil dari penjualan sabun 85 % meningkat baik secara signikan karena ketika menjual produk batik tulis pelanggan juga membeli sabun batik. Pendekatan yang digunakan pada program pengabdian ini adalah Participation Action Research (PAR) yang mana subjeknya adalah pelaku pengrajin batik tulis di Gondang Mojokerto. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dalam aspek pemahaman pengrajin dalam membuatan sabun batik yang dibuat dari bahan-bahan alami, cara mengemas produk sabun dan cara memasarkan secara offline dan online lewat media digital. Eco-Friendly Batik Soap Product Innovation From Lerak Fruit  and Eco Enzyme For Batik SMEs sekar Ndaru, Mojokerto Gondang Village is located in the Gondang District of Mojokerto Regency. In Gondang Village, there are several batik artisans who operate through a Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) group called Batik Gondang Sekar Ndaru. The problems faced by the MSME artisans include complaints from batik customers who do not know how to maintain and care for batik fabrics, especially in terms of washing batik cloth properly. Until now, customers have only washed batik fabric with regular detergent without using special batik soap that can preserve the color and texture of the batik fabric. This community service activity aims to enhance the skills and expertise of the artisans in innovating by creating soap that can be used to wash the batik fabrics they sell to customers and to market the soap made by the artisans.The sales of soap increased by 85%, significantly, because when selling hand-painted batik products, customers also bought batik soap. The approach used in this community service program is Participatory Action Research (PAR), in which the subjects are the artisans of hand-drawn batik in Gondang, Mojokerto. The activities show that in terms of the artisans' understanding of making batik soap from natural ingredients, how to package soap products, and how to market them both offline and online through digital media.Desa Gondang berada di Wilayah Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Desa Gondang terdapat beberapa pengrajin batik dimana para pengrajin melalui kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan nama Batik Gondang Sekar Ndaru. Permasalahan yang dihadapi pengrajin UMKM meliputi keluhan dari pelanggan batik yang tidak bisa memelihara dan merawat kain batik, terutama dalam hal mencuci kain batik dengan benar. Selama ini pelanggan hanya mencuci kain batik dengan deterjen biasa tanpa menggunakan sabun khusus batik yang dapat merawat warna dan struktur dari kain batik. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian pengrajin dalam berinovasi dalam membuat sabun yang dapat digunakan untuk mencuci kain batik yang mereka jual ke pelanggan batik dan memasarkan sabun buatan pengrajin. Pendekatan yang digunakan pada program pengabdian ini adalah Participation Action Research (PAR) yang subjeknya adalah pelaku pengrajin batik tulis di Gondang Mojokerto. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dalam aspek pemahaman pengrajin dalam membuatan sabun batik yang dibuat dari bahan-bahan alami, cara mengemas produk sabun dan cara memasarkan secara offline dan online melalui media digital

    Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Guna Pencegahan Radang Gusi Pada Ibu Hamil Di Kelurahan Padangsambian Denpasar Tahun 2024

    No full text
    Setiap tahun, sekitar 15 juta bayi lahir prematur, dengan lebih dari 60% kasus terjadi di Afrika dan Asia Selatan. Indonesia menempati peringkat kelima dengan jumlah bayi prematur tertinggi di dunia. Kesehatan mulut yang buruk pada ibu hamil dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Menyikat gigi merupakan tindakan preventif terhadap penyakit gigi dan mulut. Di Kelurahan Padangsambian Denpasar, terdapat 21 Posyandu, namun belum ada pelatihan kader terkait kesehatan gigi ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam pencegahan radang gusi pada ibu hamil. Pelatihan dilakukan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan simulasi. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader dalam menyuluh serta memeriksa kebersihan gigi. Evaluasi menunjukkan kader telah melakukan penyuluhan kepada ibu hamil. Disarankan pelatihan serupa dilakukan di daerah lain untuk meningkatkan kesehatan gigi ibu hamil. Capacity Building of Posyandu Cadres to Prevent Gingivitis in Pregnant Women in Padangsambian Village, Denpasar in 2024  Every year it is estimated that 15 million babies are born prematurely and >60% of premature babies Each year, approximately 15 million babies are born prematurely, with over 60% of cases occurring in Africa and South Asia. Indonesia ranks fifth in the world for the highest number of preterm births. Poor oral health in pregnant women has been linked to preterm birth and low birth weight. Brushing teeth is a preventive measure against oral diseases. In Padangsambian Village, Denpasar, there are 21 Posyandu, but no training has been conducted for cadres on pregnant women's oral health. This community service aims to enhance Posyandu cadres' capacity in preventing gingivitis in pregnant women. Training methods include lectures, discussions, demonstrations, and simulations. Results show a significant increase in participants' knowledge and skills in providing counseling and basic oral hygiene assessments. Evaluations confirm that cadres have conducted counseling for pregnant women. It is recommended that similar training be implemented in other areas to improve pregnant women's oral health

    Penerapan Paket Mesin Pembuat Pakan Ikan Otomatis dari Limbah Ikan dan Penguatan Manajemen Kelompok Pembudidaya Ikan “Sari Jati Unggul” Tulungagung

    No full text
    Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat alat pakan ikan yang berbahan dari limbah ikan yang sudah tidak digunakan lagi seperti kepala dan duri ikan sehingga bisa menekan biaya operasional untuk membeli pakan ikan. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah observasi, diskusi, dan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah kelompok pembudidaya ikan “Sari Jati Unggul” Tulungaggung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin pembuat pakan ikan otomatis telah berhasil dalam menekan biaya operasional pakan ikan hingga 70%. Dengan adanya mesin ini, efisiensi dalam proses produksi pakan ikan dapat ditingkatkan secara signifikan, yang kemudian berdampak langsung pada penghematan biaya operasional yang sebelumnya dikeluarkan untuk pembelian pakan ikan. Pemanfaatan mesin pakan yang menggunakan limbah ikan sebagai bahan baku merupakan langkah inovatif yang ramah lingkungan dalam budidaya ikan. Penguatan manajemen keuangan, mitra sduah dapat memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan operasional sangatlah krusial dalam menjaga kesehatan finansial dan keberlanjutan usaha budidaya ikan. Kesimpulan pengabdian ini adalah dengan penerapan teknologi mesin pembuat pakan ikan otomatis dari limbah ikan serta penguatan manajemen kelompok terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha kelompok. Teknologi ini berhasil mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar, sehingga menurunkan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan. Implementation of Automatic Fish Feed Making Machine Packages from Fish Waste and Strengthening Management of Fish Farming Groups “Sari Jati Unggul” Tulungagung This community service research aims to make fish food equipment made from fish waste that is no longer used, such as fish heads and spines, so that it can reduce operational costs for buying fish food. The methods used in service are observation, discussion and evaluation. The partner in this service is the fish cultivator group "Sari Jati Unggul" Tulungaggung. The results of the activity show that the implementation of an automatic fish feed making machine has been successful in reducing operational costs for fish feed by up to 70%. With this machine, efficiency in the fish feed production process can be increased significantly, which then has a direct impact on saving operational costs previously spent on purchasing fish feed. The use of feed machines that use fish waste as raw material is an innovative, environmentally friendly step in fish farming. Strengthening financial management, partners are able to separate personal finances from operational finances, which is crucial in maintaining financial health and sustainability of fish farming businesses. The conclusion of this service is that the application of automatic fish feed making machine technology from fish waste and strengthening group management has proven effective in increasing efficiency, productivity and sustainability of group businesses. This technology has succeeded in reducing dependence on commercial feed, which has been one of the largest cost components, thereby reducing production costs and increasing profits

    Pendampingan Penyusunan Laporan Biaya Produksi pada UMKM Food and Beverage (FnB) X di Jakarta Selatan

    No full text
    Pengelolaan biaya produksi yang tepat dan penetapan harga jual yang kompetitif merupakan tantangan utama bagi UMKM di sektor Food and Beverage (FnB). Banyak UMKM kesulitan dalam menyusun laporan biaya produksi yang akurat dan menentukan harga jual yang sesuai dengan kondisi pasar, yang dapat mempengaruhi profitabilitas usaha. Pendampingan ini bertujuan untuk membantu UMKM di Jakarta Selatan dalam mengelola biaya produksi dan harga jual dengan menggunakan Ecurate, sebuah alat yang mempermudah pembuatan laporan biaya yang terstruktur dan berbasis data. Melalui serangkaian tahapan seperti identifikasi kebutuhan, sosialisasi Ecurate, implementasi, serta analisis laporan biaya dan harga jual, diharapkan UMKM dapat menetapkan harga jual yang lebih tepat, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengoptimalkan margin keuntungan. Selain itu, pendampingan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman UMKM dalam penggunaan data keuangan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Hasil dari pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan mendukung keberlanjutan usaha mereka melalui pengelolaan biaya yang lebih efisien

    Sosialisasi Prevensi dan Mitigasi Penyakit Emerging dan Re-Emerging pada Industri Peternakan Sapi Perah di Koperasi Unit Desa Sembada Puspo Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Penyakit emerging dan re-emerging yang melanda peternakan ruminansia di Indonesia dalam dua tahun terakhir menyebabkan penurunan populasi ternak dan kerugian ekonomi besar. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran paramedik veteriner dan peternak dalam deteksi dini penyakit melalui sosialisasi dan edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Agustus 2024 di KUD Sembada Puspo, Kabupaten Pasuruan, melibatkan 35 peserta, termasuk ketua kelompok ternak dan paramedik veteriner. Tahapan pelaksanaan meliputi pre-sosialisasi (engagement, identifikasi masalah, need assessment, dan FGD), sosialisasi (pemaparan materi tentang penyakit, pencegahan, dan penanganan wabah), serta post-sosialisasi (evaluasi dampak melalui pre- dan post-test serta indeks kepuasan masyarakat). Hasil pre-test menunjukkan 25,43% peserta memiliki pengetahuan baik, 49,14% cukup, dan 25,43% kurang. Setelah program, hasil post-test meningkat menjadi 73,71% baik, 23,14% cukup, dan 3,14% kurang. Indeks kepuasan masyarakat menunjukkan delapan aspek di atas 60%, sementara dua aspek masih di bawah. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan pengetahuan peserta dan mencegah masuknya penyakit ke kawasan peternakan. Dampaknya adalah nol kasus emerging dan re-emerging disease, yang berkontribusi pada produktivitas susu serta keberlanjutan peternakan. Socialization of Prevention and Mitigation of Emerging and Re-Emerging Diseases in the Dairy Cattle Industry at the Sembada Puspo Village Unit Cooperative, Pasuruan Regency Emerging and re-emerging diseases affecting ruminant farming in Indonesia over the past two years have led to a decline in livestock populations and significant economic losses. This program aims to raise awareness among veterinary paramedics and farmers about early disease detection through socialization and education. The program was conducted in August 2024 at KUD Sembada Puspo, Pasuruan Regency, involving 35 participants, including livestock group leaders and veterinary paramedics. The implementation stages included pre-socialization (engagement, problem identification, need assessment, and FGD), socialization (presentation on disease identification, prevention strategies, and outbreak management), and post-socialization (impact evaluation through pre- and post-tests and a community satisfaction index). Pre-test results showed that 25.43% of participants had good knowledge, 49.14% had moderate knowledge, and 25.43% had poor knowledge. After the program, post-test results improved to 73.71% good, 23.14% moderate, and 3.14% poor. The community satisfaction index indicated that eight aspects scored above 60%, while two aspects remained below this threshold. In conclusion, the program effectively enhanced participants' knowledge and helped prevent disease outbreaks in livestock farming areas. The impact resulted in zero emerging and re-emerging disease cases, contributing to milk productivity and sustainable livestock farmin

    Pemberdayaan Ibu dengan Pendekatan Humanis melalui Teknik Pijat Bayi sebagai Upaya Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Kampung Bugis

    No full text
    Stunting masih menjadi masalah gizi di Indonesia, termasuk di Kelurahan Kampung Bugis dengan prevalensi 15,7% pada 2022. Untuk mencegah stunting, dilakukan program pemberdayaan ibu bayi usia 0-59 bulan melalui teknik pijat bayi. Program ini melibatkan edukasi, praktik langsung, dan evaluasi pada 20 ibu bayi dengan pendekatan yang humanis memotivasi dan menyadarkan ibu untuk melakukan perawatan yang baik kepada anaknya. Hasilnya, pengetahuan ibu meningkat signifikan dari nilai pretest rata-rata kurang dengan skor 75% meningkat dengan skor post-test mencapai 90%. Pijat bayi berdampak positif pada nafsu makan, tidur, dan pertumbuhan anak. Keterlibatan ibu dalam pijat bayi efektif dalam pencegahan stunting, meski masih ada tantangan seperti keterbatasan pengetahuan dan motivasi. Program ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan untuk ibu dan kader kesehatan agar intervensi tetap berlanjut. Empowering Mothers with a Humanist Approach through Baby Massage Techniques as an Effort to Optimize Child Growth and Development in Stunting Prevention in Kampung Bugis Village Stunting is still a nutritional problem in Indonesia, including in Kampung Bugis Village with a prevalence of 15.7% in 2022. To prevent stunting, a program was conducted to empower mothers of infants aged 0-59 months through infant massage techniques. This program involved education, hands-on practice, and evaluation of 20 mothers with a humanist approach to motivate and sensitize mothers to take good care of their children. As a result, mothers' knowledge increased significantly from an average pretest score of less than 75% to a post-test score of 90%. Infant massage has a positive impact on children's appetite, sleep, and growth. Mothers' involvement in infant massage is effective in stunting prevention, although there are still challenges such as limited knowledge and motivation. The program recommends ongoing training for mothers and health cadres to sustain the intervention

    Implementasi Pojok Baca untuk Meningkatkan Minat Baca Anak-anak di Kampung Asem, Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas

    No full text
    Minat baca anak-anak merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun rendahnya akses literasi di beberapa daerah menjadi tantangan yang perlu diatasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Pojok Baca sebagai upaya meningkatkan minat baca anak-anak usia 3-12 tahun di Kampung Asem, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Program ini melibatkan berbagai aktivitas interaktif seperti membaca bersama, pendampingan belajar, dan lomba bercerita, serta mendorong keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan membaca anak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat baca anak-anak, dengan jumlah peserta aktif mencapai 25 anak, lebih tinggi dari target awal. Selain itu, koleksi buku juga bertambah dari 30 buku menjadi 40 buku, yang memberikan lebih banyak variasi bacaan bagi anak-anak. Namun, beberapa kendala masih ditemukan, seperti keterbatasan variasi bahan bacaan, kurangnya sumber donasi buku, serta ketidakkonsistenan kehadiran peserta di minggu-minggu akhir program. Sebagai tindak lanjut, program ini diharapkan dapat berlanjut secara mandiri dengan dukungan masyarakat serta bekerja sama dengan perpustakaan daerah untuk meningkatkan akses literasi anak-anak. Dengan adanya program Pojok Baca, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih mendukung literasi anak dan meningkatkan budaya membaca di masyarakat. Implementation of Reading Corner to Increase Children's Interest in Reading in Kampung Asem, Cibodas District Panunggangan Barat Sub District  Children's interest in reading is an important factor in improving the quality of human resources, but low access to literacy in several areas is a challenge that needs to be overcome. This community service aims to implement the Reading Corner as an effort to increase children's interest in reading aged 3-12 years in Kampung Asem, Panunggangan Barat Village, Cibodas District. The methods used are observation, interviews, documentation, and evaluation of the implementation of activities. This program involves various interactive activities such as reading together, learning assistance, and storytelling competitions, as well as encouraging parental involvement in supporting children's reading habits. The results of the community service show a significant increase in children's interest in reading, with the number of active participants reaching 25 children, higher than the initial target. In addition, the book collection has also increased from 30 books to 40 books, which provides more variety of reading for children. However, several obstacles were still found, such as limited variety of reading materials, lack of sources of book donations, and inconsistent attendance of participants in the final weeks of the program. As a follow-up, this program is expected to continue independently with community support and in collaboration with regional libraries to improve children's literacy access. With the Reading Corner program, it is hoped that an environment that is more supportive of children's literacy and improves reading culture in the community can be created

    Penguatan Pendidikan Keagamaan Non-Formal Anak melalui Program Terpadu Pembinaan Baca Al-Qur’an Berbasis Masjid di Belawan Sicanang

    No full text
    Program Terpadu Penguatan Pendidikan Keagamaan Non-Formal melalui KKN Mandiri di Masjid Nurul Hidayah, Belawan Sicanang, bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an anak-anak dan remaja. Kegiatan ini mencakup pengajaran huruf hijaiyah, pembelajaran Iqra’, tahsin bacaan, hingga tadarusan rutin yang dikemas dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan. Program melibatkan mahasiswa, pengurus masjid, serta masyarakat setempat sebagai upaya bersama memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan non-formal. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, peningkatan motivasi belajar, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan agama sejak dini. Tantangan utama yang dihadapi meliputi variasi kemampuan peserta, keterbatasan waktu saat Ramadhan, serta minimnya peran aktif pemuda masjid. Evaluasi kegiatan menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan mampu mendorong keterlibatan lintas usia, mempererat ikatan sosial, dan menciptakan suasana belajar yang inklusif. Program ini memberikan inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang, dengan rekomendasi untuk meningkatkan inovasi metode pengajaran, pelibatan pemuda, serta penguatan pendampingan psikologis bagi peserta agar manfaatnya dapat terus berkelanjutan bagi masyarakat.. Strengthening Children’s Non-Formal Religious Education through an Integrated Mosque-Based Qur’an Reading Development Program in Belawan Sicanang  The Integrated Program for Strengthening Non-Formal Religious Education through the Independent Community Service Program (KKN Mandiri) at Nurul Hidayah Mosque, Belawan Sicanang, aims to improve Qur’anic literacy among children and adolescents. The activities include teaching hijaiyah letters, Iqra’ reading, tajwid improvement sessions, and regular tadarus, all delivered through interactive and engaging approaches. The program involves students, mosque administrators, and the local community to reinforce the mosque’s role as a center for non-formal religious education. The implementation results show significant improvements in Qur’an reading abilities, increased learning motivation, and heightened community awareness of the importance of early religious education. Key challenges encountered include varying participant skill levels, time constraints during Ramadan, and the limited active involvement of mosque youth. Program evaluation confirms that the applied approach effectively encourages cross-age engagement, strengthens social ties, and fosters an inclusive learning atmosphere. This program serves as an inspiration for similar initiatives in the future, with recommendations to enhance teaching innovations, increase youth participation, and provide psychological support for participants to ensure the program’s long-term sustainability and benefits for the community

    Upaya Perbaikan Gizi Keluarga Dengan Memanfaatkan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oeifera) Sebagai Kudapan Sehat Di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

    No full text
    Masalah kekurangan gizi, termasuk stunting, masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan nutrisi tinggi dan potensial sebagai pangan lokal yang dapat membantu mengatasi persoalan tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat daun kelor dan keterampilan dalam mengolahnya menjadi kudapan sehat berupa stik dan puding. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi memasak, dan evaluasi berbasis data deskriptif kualitatif. Kegiatan melibatkan 25 anggota TP-PKK di Kelurahan Madyopuro, Kota Malang. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 2,1 menjadi 4,3 (skala 1–5), serta 76% peserta mampu mempraktikkan pembuatan olahan secara mandiri. Kegiatan ini juga membuka potensi pengembangan ekonomi rumah tangga serta meningkatkan kesadaran gizi berbasis bahan lokal. Program ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung ketahanan pangan dan upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga. Efforts to Improve Family Nutrition by Utilizing Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera) as a Healthy Snack in Madyopuro Village, Kedungkandang District, Malang City Malnutrition, including stunting, remains a serious challenge in Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) have high nutritional content and potential as local food that can help overcome these problems. This service aims to increase community understanding of the benefits of moringa leaves and skills in processing them into healthy snacks in the form of sticks and puddings. The method used is an educative-participatory approach through socialization, cooking demonstrations, and qualitative descriptive data-based evaluation. The activity involved 25 TP-PKK members in Madyopuro Village, Malang City. The results showed an increase in the average understanding score from 2.1 to 4.3 (scale 1-5), and 76% of participants were able to practice making preparations independently. This activity also opens up the potential for household economic development and increases awareness of nutrition based on local ingredients. This program proves that a participatory approach can be an effective strategy in supporting food security and stunting prevention efforts at the family leve

    Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Hipertensi di Kelurahan Ganti, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah

    No full text
    Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama di Kelurahan Ganti RW 03 RT 02, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi, Sulawesi Tengah dengan 6,5% warga teridentifikasi menderita hipertensi akibat kurangnya pengetahuan dan gaya hidup tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, asam urat, serta senam kebugaran. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin, pola makan sehat, dan olahraga teratur dengan persentase pengetahuan kategori baik dari 57,1% menjadi 76,2%, dan penurunan kategori cukup dari 42,9% menjadi 23,8%. Kegiatan ini efektif meningkatkan perilaku hidup sehat, namun perlu dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan puskesmas agar upaya pengendalian hipertensi dapat berlanjut secara optimal. Community Empowerment Efforts in the Prevention and Control of Hypertension in Ganti Village, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Terjadi peningkatanHypertension remains a major public health issue in Ganti Subdistrict, RW 03 RT 02, Banawa District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province, with 6.5% of residents identified as hypertensive, primarily due to limited knowledge and unhealthy lifestyle habits. This community service program aimed to empower residents in the prevention and control of hypertension through health education, blood pressure screening, and the measurement of blood glucose, cholesterol, and uric acid levels, complemented by community fitness exercises. The results demonstrated a notable improvement in community knowledge and awareness regarding the importance of regular health check-ups, balanced nutrition, and physical activity, with the proportion of participants showing good knowledge increasing from 57.1% to 76.2%, and those in the moderate category decreasing from 42.9% to 23.8%. This program proved effective in promoting healthy lifestyle behaviors, although continued support from local government and primary health centers is required to ensure the sustainability and optimal impact of hypertension control efforts.Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama di Kelurahan Ganti RW 03 RT 02, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi, Sulawesi Tengah dengan 6,5% warga teridentifikasi menderita hipertensi akibat kurangnya pengetahuan dan gaya hidup tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, asam urat, serta senam kebugaran. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin, pola makan sehat, dan olahraga teratur. Kegiatan ini efektif meningkatkan perilaku hidup sehat, namun perlu dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan puskesmas agar upaya pengendalian hipertensi dapat berlanjut secara optimal

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇