Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Pengembangan Strategi Produk dan Pariwisata Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Desa Ngesrep Balong, Kabupaten Kendal

    No full text
    Desa Ngesrep Balong, yang terletak di Kabupaten Kendal, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata dan produk kreatif berbasis kearifan lokal, seperti Wisata Alam Curug Lawe, Desa Wisata Pinusan Separe dan Goa Jepang, wisata budaya batik ecoprint Puspandari, serta aneka jajanan tradisional di area kuliner Londer. Namun, kendala yang dihadapi oleh masyarakat setempat mencakup kurangnya keterampilan dalam inovasi produk, pengemasan, serta promosi yang efektif. Mata pencaharian mayoritas penduduk yang berfokus pada pertanian dan UMKM juga masih terbatas dalam mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan alternatif. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi produk kreatif dan inovatif berbasis kearifan lokal, yang akan meningkatkan daya saing dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup pelatihan kewirausahaan, inovasi produk, serta pemasaran digital bagi pelaku usaha lokal. Selain itu, program ini juga berupaya memperkuat kolaborasi antara pemangku kepentingan lokal untuk memaksimalkan potensi desa wisata secara berkelanjutan. Hasil yang dicapai dari program ini adalah peningkatan keterampilan masyarakat dalam menciptakan produk kreatif yang lebih inovatif dan menarik, serta peningkatan promosi dan pemasaran produk kerajinan local melalui platform e-commerce. Dengan demikian, desa Ngesrep Balong diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang unggul dengan produk-produk khas yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Development of Creative Product and Tourism Strategy Based on Local Wisdom of Ngesrep Balong Village, Kendal Regency Ngesrep Balong Village, which is in Kendal Regency, has great potential in developing tourism and creative products based on local wisdom, such as Curug Lawe Nature Tourism, Pinusan Separe Tourism Village and Japanese Cave, Puspandari ecoprint batik cultural tourism, as well as various traditional snacks in the culinary area Londer. However, obstacles faced by local communities include a lack of skills in product innovation, packaging and effective promotion. The livelihoods of most of the population, which focus on agriculture and MSMEs, are also still limited in optimizing the tourism sector as an alternative source of income. This service program aims to develop creative and innovative product strategies based on local wisdom, which will increase the competitiveness and economic welfare of the community. The approach used includes entrepreneurship training, product innovation, and digital marketing for local business actors. Apart from that, this program also seeks to strengthen collaboration between local stakeholders to maximize the potential of tourism villages in a sustainable manner. The results achieved from this program are increased community skills in creating more innovative and attractive creative products, as well as increased promotion and marketing of local craft products through e-commerce platforms. In this way, it is hoped that Ngesrep Balong village can become a superior tourist destination with unique products that support the economic growth of the local community.

    Edukasi Terhadap Santri Tentang Penggunaan Obat Topikal Terapi Scabies di Pondok Pesantren KH. Syamsuddin Durisawo Ponorogo

    No full text
    Penyakit skabies merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di pondok pesantren. Rendahnya pengetahuan santri mengenai cara penggunaan obat topikal yang benar sering menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan pengobatan yang efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri putri mengenai penggunaan obat topikal untuk skabies. Edukasi dilakukan melalui metode presentasi kepada 100 santri putri kelas XI MA. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan desain pretest-posttest dengan kuesioner. Peningkatan pengetahuan dianalisis menggunakan uji N-Gain. Kegiatan ini berhasil meningkatkan secara signifikan pengetahuan santri tentang penggunaan obat topikal skabies. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat drastis dari 53,7% (sebelum) menjadi 93,1% (sesudah) edukasi. Hasil uji N-Gain sebesar 0,8832 menempatkan peningkatan pengetahuan pada kategori tinggi. Metode presentasi dinilai sangat efektif (efektivitas >76%) dalam meningkatkan pemahaman santri. Edukasi menggunakan metode presentasi sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman santri putri tentang penggunaan obat topikal untuk skabies. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung kesehatan dan kualitas hidup santri di lingkungan pesantren. Education on the Use of Topical Scabies Medication for Students at the KH. Syamsuddin Islamic Boarding School in Ponorogo  Scabies is a common health problem in Islamic boarding schools. Students' low knowledge regarding how to use topical medications correctly often becomes an obstacle in effective prevention and treatment efforts. This service activity aims to increase female students' knowledge regarding the use of topical medicine for scabies. Education was carried out through presentation methods to 100 female students in class XI MA. The effectiveness of the activity was measured using a pretest-posttest design with a questionnaire. Increased knowledge was analyzed using the N-Gain test. This activity succeeded in significantly increasing students' knowledge about the use of topical scabies medication. The average knowledge score increased drastically from 53.7% (before) to 93.1% (after) education. The N-Gain test result of 0.8832 places the increase in knowledge in the high category. The presentation method is considered very effective (effectiveness >76%) in increasing students' understanding. Education using the presentation method is very effective in increasing female students' understanding of the use of topical medication for scabies. This activity is recommended to be implemented on an ongoing basis to support the health and quality of life of students in the Islamic boarding school environment.Abstrak: Penyakit scabies sering terjadi di lingkungan pondok pesantren, dan pengetahuan santri tentang penggunaan obat topikal sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap peningkatan pengetahuan santri mengenai penggunaan obat topikal terapi scabies. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana edukasi dapat meningkatkan pemahaman santri tentang terapi yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah desain one group pretest-posttest, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada 100 santri putri kelas XI MA. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain untuk mengukur efektivitas dari edukasi yang diberikan, guna menentukan peningkatan pengetahuan santri sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan santri setelah diberikan edukasi. Rata-rata nilai pretest adalah 53,7%, yang meningkat menjadi 93,1% setelah edukasi, dengan N-Gain sebesar 0,8832 yang menunjukkan kategori tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode presentasi efektif dalam meningkatkan pemahaman santri tentang penggunaan obat topikal untuk pengobatan scabies, hal ini dikarenakan rata-rata efektifitas >76 yang masuk kedalam kategori efektif sehingga diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan santri di pondok pesantren

    Penyuluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Nanjung Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

    No full text
    Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang penting, terutama pada anak-anak. Kurangnya pemahaman tentang pencegahan ISPA serta rendahnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian ISPA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai ISPA, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengoptimalkan pemanfaatan TOGA melalui edukasi dan praktik penanaman langsung. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan praktik budidaya TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pencegahan ISPA dari 93,5% menjadi 95,7% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta terbentuknya kelompok masyarakat yang berkomitmen memelihara kebun TOGA di lingkungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan berbasis masyarakat dalam memberdayakan keluarga untuk mencegah ISPA dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat. Improving Community Health through ARI Education and TOGA Cultivation in Nanjung Village, Margaasih District, Bandung Regency Acute Respiratory Tract Infection (ARI) remains a major public health issue, particularly among children. Limited understanding of ARI prevention and the low utilization of family medicinal plants (TOGA) contribute to its high prevalence. This community service program aimed to enhance public knowledge of ARI, promote clean and healthy living behaviors, and optimize the use of TOGA through health education and practical planting sessions. The implementation involved interactive lectures, discussions, and hands-on TOGA cultivation. The results indicated an improvement in participants’ understanding of ARI prevention from 93.5% to 95.7% based on pre- and post-tests, and the establishment of community groups committed to maintaining TOGA gardens. These outcomes highlight the practical significance of community-based health education in empowering households to prevent ARI and sustain healthier living environments.   Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak. Kurangnya pemahaman mengenai pencegahan ISPA dan rendahnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) menyebabkan tingginya angka kejadian ISPA di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ISPA, mendorong pola hidup bersih dan sehat, serta mengoptimalkan pemanfaatan TOGA melalui penyuluhan dan praktik penanaman TOGA di lingkungan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta praktik langsung penanaman TOGA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pencegahan ISPA dari rata-rata 93,5% menjadi 95,7% berdasarkan pre-test dan post-tes, serta terbentuknya kelompok masyarakat yang berkomitmen memelihara TOGA di lingkungan rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan kejadian ISPA dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. Kata kunci: ISPA, TOGA, penyuluhan, kesehatan masyarakat, pengabdia

    Scale Up UKM Bawang Goreng Rahel: Transformasi Produksi dan Pemasaran Digital Melalui Inovasi Teknologi

    No full text
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, namun sebagian besar masih menghadapi kendala pada efisiensi produksi dan pemasaran digital. Salah satunya adalah UKM Bawang Goreng “Rahel” di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, yang mengalami hambatan dalam peningkatan kapasitas produksi, konsistensi kualitas produk, serta strategi pemasaran daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan kapasitas pemasaran digital melalui penerapan inovasi teknologi dan pendampingan manajerial. Program dilaksanakan selama lima bulan dengan metode partisipatif-aplikatif yang melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Panca Marga. Tahapan kegiatan meliputi observasi awal, penerapan mesin pengupas, pengiris, dan peniris minyak otomatis, pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi berbasis Android, serta pelatihan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 50% (dari 20 kg menjadi 30 kg per hari), penurunan kadar minyak hingga 20%, dan peningkatan omzet penjualan sekitar 30% melalui pemanfaatan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Dampak program tidak hanya dirasakan oleh mitra, tetapi juga mahasiswa yang memperoleh pengalaman lapangan melalui implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan dukungan teknologi tepat guna dan digitalisasi, UKM Rahel menjadi lebih efisien, mandiri, dan berdaya saing di era ekonomi digital yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDG 8) tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.  Scale Up of “Rahel” Fried Shallot UKM: Transforming Production and Digital Marketing through Technological Innovation Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in strengthening Indonesia’s national and regional economies. However, most MSMEs still face challenges related to production efficiency and digital marketing capacity. One of them is “Rahel” Fried Shallot MSME located in Pesisir Village, Sumberasih District, Probolinggo Regency, which struggles to increase production capacity, maintain product consistency, and adopt digital-based marketing strategies. This community service program aimed to enhance production efficiency, product quality, and digital marketing skills through the implementation of technological innovation and managerial assistance. The program was conducted for five months using a participatory–applicative approach involving lecturers and students from Universitas Panca Marga. The activities included initial observation, application of automatic peeling, slicing, and oil-draining machines, training on Android-based accounting applications, and digital marketing workshops. The results demonstrated a 50% increase in production capacity (from 20 kg to 30 kg per day), a 20% reduction in oil content, and approximately 30% growth in sales turnover through the utilization of e-commerce platforms such as Shopee and Tokopedia. The program also provided valuable experiential learning opportunities for students participating under the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) scheme. Supported by appropriate technology and digitalization, UKM Rahel has become more efficient, independent, and competitive in the digital era, aligning with Sustainable Development Goal (SDG) 8 on decent work and economic growth.  UKM Bawang Goreng “Rahel” di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo menghadapi kendala dalam peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar. Proses produksi bawang goreng masih dilakukan secara manual, kualitas produk tidak seragam, serta pemasaran dan pencatatan keuangan belum berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki kualitas produk, serta memperkuat pemasaran digital melalui penerapan inovasi teknologi dan pendampingan manajerial. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penerapan mesin pengupas, pengiris, dan peniris minyak otomatis, pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi berbasis Android, serta pelatihan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 50% (20 kg menjadi 30 kg per hari), penurunan kadar minyak hingga 20%, serta peningkatan omzet penjualan sekitar 30% melalui pemanfaatan e-commerce Shopee dan Tokopedia. Program ini juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa Universitas Panca Marga yang terlibat dalam pendampingan sebagai bagian dari rekognisi kegiatan MBKM. Dengan dukungan teknologi dan digitalisasi, UKM Rahel menjadi lebih efisien, mandiri, dan kompetitif di pasar digital

    Upaya pencegahan stunting pada anak melalui edukasi gizi seimbang dan inovasi puding kelor

    No full text
    Stunting pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi seimbang, keterbatasan ekonomi, serta kurangnya variasi pangan bergizi dalam rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan status gizi anak dan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan berbasis lokal berupa puding kelor. Kegiatan dilakukan melalui edukasi gizi seimbang, pembuatan dan pembagian puding kelor sebagai PMT. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan absolut sebesar 11,1 atau setara dengan persentase peningkatan 16,3%. Kegiatan ini juga mendapat antusiasme tinggi dari para ibu yang aktif berpartisipasi dalam pembuatan puding kelor dan berkomitmen menerapkannya sebagai alternatif makanan bergizi bagi keluarga. Efforts to Prevent Stunting in Children Through Balanced Nutrition Education and Moringa Pudding Innovation Stunting among toddlers remains a significant public health concern influenced by limited knowledge of balanced nutrition, economic constraints, and a lack of dietary diversity within households. This community service program aimed to improve children's nutritional status and community knowledge in stunting prevention through the provision of locally based supplementary food in the form of Moringa pudding. The activities included balanced nutrition education, preparation, and distribution of Moringa pudding as complementary food. The results showed an absolute increase of 11.1 points, equivalent to a 16.3% improvement in participants’ knowledge. Moreover, the program received a high level of enthusiasm from mothers, who actively participated in the preparation of Moringa pudding and expressed commitment to adopting it as a nutritious alternative food for their familiesStunting pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi seimbang, keterbatasan ekonomi, serta kurangnya variasi pangan bergizi dalam rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan status gizi anak dan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan berbasis lokal berupa puding kelor. Kegiatan dilakukan melalui edukasi gizi seimbang, dan pembagian puding kelor sebagai PMT. Hasilnya menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman ibu balita tentang pentingnya gizi seimbang. Inovasi puding kelor terbukti efektif sebagai media edukatif dan preventif untuk mencegah stunting di masyarakat

    Pengembangan Kreativitas Ekonomi Pengerajin Kria Delia Ketato Khas Lombok Sebagai Pendukung Pariwisata di Nusa Tenggara Barat

    No full text
    Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas ekonomi dan kapasitas usaha Kelompok Pengrajin Kria Delia Ketato “Ketato by Delia Craft” sebagai bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di Lombok. Kelompok ini memiliki potensi strategis sebagai pendukung pariwisata Nusa Tenggara Barat, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam aspek manajemen organisasi, manajemen keuangan, produksi, perencanaan bisnis, dan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan mencakup manajemen organisasi, pencatatan keuangan sederhana, perencanaan dan penjadwalan produksi, pengendalian mutu, penyusunan business plan, dan pemasaran berbasis teknologi informasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan mitra, ditandai dengan kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana, rencana produksi, serta media promosi digital. Evaluasi pascapelatihan menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan kuantitas produk, pembagian kerja yang lebih terstruktur, serta pemanfaatan platform digital untuk pemasaran. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas usaha pengrajin, peningkatan pendapatan, dan keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal sebagai penopang penting sektor pariwisata Lombok Efforts to Prevent Stunting in Children Through Balanced Nutrition Education and Moringa Pudding Innovation This community service program aimed to strengthen the economic creativity and business capacity of the Delia Ketato Craft Group, a local knitting-based microenterprise that plays a strategic role in supporting cultural tourism in Lombok, West Nusa Tenggara. The program was designed to address several key challenges faced by the group, including weak organizational management, the absence of structured financial records, limited production planning, inadequate product quality control, and the minimal use of digital marketing. Activities were conducted through a participatory approach involving training, mentoring, and evaluation across management, financial literacy, production planning, business plan development, and information technology–based marketing. The results indicate significant improvements in organizational governance, with members able to define task distribution and enhance teamwork. Financial management showed progress through the adoption of simple bookkeeping and the separation of personal and business finances. Production skills improved through better scheduling, quality control practices, and equipment maintenance. Participants also successfully developed business plans and digital promotional media, leading to broader market reach. Post-training evaluations revealed increased product quality, higher production capacity, and improved sales performance. Overall, the program effectively enhanced the group’s entrepreneurial competence and contributed to strengthening Lombok’s creative economy as a supporter of sustainable tourism.

    Pelatihan Pembuatan Jamu Herbal untuk Santri: Alternatif Pengobatan Diare dan Pendukung Kesehatan di Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW

    No full text
    Program pelatihan pembuatan jamu herbal di Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW bertujuan untuk meningkatkan keterampilan santri dalam meracik jamu sebagai alternatif pengobatan diare dan pendukung kesehatan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi observasi awal, pelatihan berbasis teori dan praktik, serta evaluasi menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi. Sebanyak 50 santri menjadi peserta dalam pelatihan ini. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 40% menjadi 88% dan keterampilan meracik jamu dari 30% menjadi 85%. Meskipun penggunaan jamu herbal telah dikenal luas di masyarakat, minimnya pelatihan terstruktur di kalangan santri masih menjadi celah yang nyata dalam pengembangan pendidikan kesehatan komunitas. Pelatihan ini memanfaatkan pendekatan experiential learning dan andragogi yang efektif dalam membangun keterampilan praktis dan meningkatkan kesadaran kesehatan berbasis sumber daya lokal. Selain menghasilkan peningkatan signifikan dalam kompetensi peserta, pelatihan ini juga mendorong santri untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai model pelatihan berbasis herbal di pesantren lain, sejalan dengan pencapaian SDG 3 dan SDG 6. Training on Making Herbal Medicine for Santri: an Alternative Treatment for Diarrhea and Health Support at Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW The herbal medicine training program at Pondok Pesantren Daru Muhyiddin NW aimed to enhance students’ skills in preparing herbal remedies as an alternative treatment for diarrhea and to support general health. This community service used a method consisting of initial observation, theory-and-practice-based training, and evaluation through questionnaires, interviews, and observation. Fifty students participated in this training. Results indicated an increase in knowledge from 40% to 88% and practical skills in concocting herbal medicine from 30% to 85%. Although herbal medicine is widely known in the community, there remains a clear gap in structured training among pesantren students. This training applied experiential learning and andragogical approaches effectively to develop hands-on skills and promote health awareness using local resources. Beyond significant improvement in participants’ competencies, the program also empowered students to become health agents in their communities. This initiative has strong potential to be replicated as a model for herbal-based training in other pesantren, contributing to the achievement of SDG 3 and SDG 6

    Sosialisasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru-Guru Yayasan Ponpes Birrul Walidain NWDI Rensing

    No full text
    Sosialisasi pembelajaran mendalam (PM) adalah tanggapan terhadap kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman guru untuk menghadapi tantangan pembelajaran abad kedua puluh satu dan untuk mendukung penerapan Kurikulum Merdeka. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperbaiki kesalahpahaman tentang konsep pembelajaran mendalam dan meningkatkan kemampuan guru untuk menerapkan prinsip, dimensi, dan strategi pembelajaran mendalam. Sejumlah 66 orang guru dari MI, MTs, MA, dan SMA mengikuti sosialisasi di Ponpes Birrul Walidain NWDI Rensing pada 19 Juli 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-reflektif berbasis asesmen diagnostik. Tes awal dilakukan dengan aplikasi Quizizz, dan materi didistribusikan, diskusi interaktif, dan refleksi dilakukan setelahnya. Hasil tes diagnostik menunjukkan bahwa sebagian besar guru memahami konsep dasar pembelajaran mendalam. Namun, para peserta masih kurang tepat tentang aspek aplikatif dan strategisnya. Soal no 8 paling tinggi peserta menjawab dengan persentase 88,9%, sedangkan soal no 7 memiliki tingkat kesalahan tertinggi 80,5%. Diskusi dan refleksi sangat penting untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan membuat strategi implementasi berbasis konteks. Kegiatan ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan yang tidak hanya menyampaikan ide tetapi juga membantu guru menerapkan praktik pengajaran yang transformatif dan bermakna. Socialization of Deep Learning for Teachers of the Birrul Walidain NWDI Rensing Islamic Boarding School Foundation The deep learning socialization program is a response to the need to improve teachers' understanding of the challenges of twenty-first-century learning and to support the implementation of the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka). The objective of this activity is to correct misconceptions about the concept of immersive learning and improve teachers' ability to apply the principles, dimensions, and strategies of immersive learning. A total of 66 teachers from deep learning (Islamic elementary school), MTs (Islamic junior high school), MA (Islamic senior high school), and SMA (high school) participated in the socialization at the Birrul Walidain Islamic Boarding School (Ponpes NWDI) Rensing on July 19, 2025. The method used was an educative-reflective approach based on diagnostic assessment. The diagnostik test was conducted using the Quizizz application, followed by distribution of materials, interactive discussions, and reflections. The initial test results indicated that most teachers understood the basic concept of deep learning. However, they still had misunderstandings about its applicability and strategic aspects. Question number 8 had the highest number of participants answering with a percentage of 88.9%, while question number 7 had the highest error rate of 80.5%. Discussion and reflection are crucial for enhancing conceptual understanding and developing context-based implementation strategies. This activity emphasized the importance of ongoing training that not only conveys ideas but also helps teachers implement transformative and meaningful teaching practices

    Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Pestisida Nabati dan Penggunaan APDu ntuk Mencegah Keracunan Pestisida pada Petani di Kelurahan Pematang Raya Kabupaten Simalungun

    No full text
    Keracunan pestisida masih menjadi masalah kesehatan serius yang dialami petani di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Simalungun. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai pembuatan dan penggunaan pestisida nabati sebagai alternatif ramah lingkungan serta pemanfaatan alat pelindung diri (APD) dalam mencegah keracunan pestisida. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, dan aplikasi langsung pestisida nabati pada lahan pertanian. Sasaran kegiatan adalah kelompok tani di Kelurahan Pematang Raya, dengan total 20 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan: pada pre-test, 45% peserta berada pada kategori rendah, sedangkan setelah intervensi tidak ada lagi peserta pada kategori rendah, dan 60% peserta mencapai kategori tinggi. Selain itu, peserta berhasil mempraktikkan pembuatan pestisida nabati berbahan cabai, bawang putih, bawang merah, dan daun pepaya yang efektif mengendalikan hama tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan APD juga meningkat setelah kegiatan, baik dari segi pengetahuan maupun perilaku. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi melalui penyuluhan dan pelatihan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap kesehatan kerja, sekaligus memberikan solusi ramah lingkungan untuk pengendalian hama melalui pestisida nabati. Enhancing Knowledge on the Use of Botanical Pesticides and Personal Protective Equipment to Prevent Pesticide Poisoning among Farmers in Pematang Raya Village, Simalungun Regency Pesticide poisoning remains a serious health issue among farmers in many regions, including Simalungun Regency. This Community Service Program aimed to enhance farmers’ knowledge on the production and utilization of botanical pesticides as environmentally friendly alternatives, as well as the use of personal protective equipment (PPE) to prevent pesticide poisoning. The methods applied included counseling, practical training, and field application of botanical pesticides. The target group consisted of 20 farmers in Pematang Raya Village. Evaluation was conducted through pre- and post-tests to assess knowledge improvement. Results revealed a significant increase: in the pre-test, 45% of participants were in the low category, while in the post-test no participants remained in the low category and 60% reached the high category. Moreover, participants successfully practiced the production of botanical pesticides using chili, garlic, shallots, and papaya leaves, which proved effective in controlling pests without causing negative environmental impacts. PPE usage also improved in terms of both knowledge and behavior following the intervention. This program concludes that education through counseling and training plays a crucial role in raising farmers’ occupational health awareness while simultaneously providing an environmentally friendly solution for pest control through botanical pesticides

    Inovasi Mesin Steamer Batik Ecoprint Otomatis dan Manajemen Pemasaran Digital Untuk Meningkatkan Bisnis Fashion Batik Ecoprint Kelompok PKK Rejosari Tulungagung

    No full text
    Kelompok PKK Rejosari Tulungagung memiliki potensi dalam produksi batik ecoprint berbasis kearifan lokal. Namun, pada saat proses produksi masih menggunakan alat kukus konvensional yang kapasitasnya lima, panas tidak merata, waktu proses produksi lama dan menghasilkan motif yang tidak konsisten. Penggunaan alat tersebut menghambat efesiensi produksi, meningkatkan tingkat kegagalan produk, dan menyulitkan dalam menjaga stadar kualitas. Proses pemasaran produk belum terintegrasi dengan media digital, sehingga jangkauan pasar tidak bisa luas. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing mitra melalui penerapan Mesin steamer batik ecoprint otomatis dan pelatihan manajemen pemasaran digital. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan mesin yang mampu menghasilkan uap panas stabil dan merata dengan bantuan kompor burner double channel. Mesin steamer batik ecoprint otomatis dilengkapi dengan sistem timer dan pengaturan suhu untuk menjaga suhu tetap stabil. Penggunaan mesin steamer batik ecoprint otomatis mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 100%, mempercepat waktu proses sebesar 25%, serta meningkatkan konsistensi dan kualitas motif secara signifikan melalui distribusi panas yang merata dan kontrol suhu terintegrasi. Pelatihan digital marketing membantu mitra memahami strategi promosi dan memperluas akses pasar. Evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, efisiensi produksi, dan kemampuan adaptasi mitra terhadap tren pemasaran. Innovation of Automatic Batik Ecoprint Machine and Digital Marketing Management to Improve Fashion Batik Ecoprint Business of PKK Rejosari Group Tulungagung The PKK Rejosari Tulungagung group has potential in the production of ecoprint batik based on local wisdom. However, during the production process, they still use conventional steaming tools with a capacity of five, uneven heat, a long production process time, and produce inconsistent motifs. The use of these tools hampers production efficiency, increases the product failure rate, and makes it difficult to maintain quality standards. The product marketing process has not been integrated with digital media, so the market reach cannot be wide. This programme aims to increase the productivity and competitiveness of partners through the application of an automatic ecoprint batik steamer machine and digital marketing management training. The results of this activity produce a machine that is able to produce stable and evenly hot steam with the help of a double-channel burner stove. The automatic ecoprint batik steamer machine is equipped with a timer system and temperature settings to keep the temperature stable. The use of an automatic batik ecoprint steamer machine increases production capacity by up to 100%, reduces processing time by 25%, and significantly enhances motif consistency and quality through evenly distributed heat and integrated temperature control. Digital marketing training helped partners understand promotion strategies and expand market access. Evaluation showed improvements in partners' technical skills, production efficiency, and adaptability to marketing trendsKelompok PKK Rejosari Tulungagung memiliki potensi dalam produksi batik ecoprint berbasis kearifan lokal. Namun, pada saat proses produksi masih menggunakan alat kukus konvensional yang kapasitasnya lima, panas tidak merata, waktu proses produksi lama dan menghasilkan motif yang tidak konsisten. Penggunaan alat tersebut menghambat efesiensi produksi, meningkatkan tingkat kegagalan produk, dan menyulitkan dalam menjaga stadar kualitas. Proses pemasaran produk belum terintegrasi dengan media digital, sehingga jangkauan pasar tidak bisa luas. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing mitra melalui penerapan Mesin steamer batik ecoprint otomatis dan pelatihan manajemen pemasaran digital. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan mesin yang mampu menghasilkan uap panas stabil dan merata dengan bantuan kompor burner double channel. Mesin steamer batik ecoprint otomatis dilengkapi dengan sistem timer dan pengaturan suhu untuk menjaga suhu tetap stabil. Penggunaan mesin tersebut mampu mempercepat produksi dua kali lipat karena kapasitas mesin yang muat 10 gulungan tanpa di tekuk yang juga dapat meningkatkan kualitas hasil cetak. Pelatihan digital marketing membantu mitra memahami strategi promosi dan memperluas akses pasar. Evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, efisiensi produksi, dan kemampuan adaptasi mitra terhadap tren pemasaran

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇