Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pendampingan Lesson Study For Learning Community Sebagai Perwujudan Merdeka Belajar Di SMA Muhammadiyah Kepanjen Kabupaten Malang
Lesson Study for Learning Community (LSLC) merupakan pembinaan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara kolaboratif, dengan tahapan plan, do dan see. Tahap see digunakan untuk meredesain dari temuan saat do. Fokus pendampingan LSLC adalah bagimana aktivitas siswa belajar di kelas dan hasil belajar siswa. Hal ini terkait dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru. Pendampingan LSLC di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 (SMAM 1) Kepanjen bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran berkualitas dan menyenangkan dengan memperhatikan kemerdekaan belajar bagi peserta didik dalam merancang RPP 1 lembar. Langkah kegiatan yang dilakukan ialah 1). mengadakan workshop konsep pada LSLC, 2). pendampingan penyusunan perencanaan perangkat pembelajaran 1 lembar, 3). implementasi RPP 1 lembar berbasis LSLC dengan pembelajaran di kelas dan penerapan refleksi pembelajaran Biologi dengan RPP 1 lembar dan desiminasi. Temuan, tahap plan :guru model bersama kolega menyusun RPP 1 lembar. Tahap do, buka kelas guru model dibantu observer, peserta didik berkolaborasi dengan teman saat diskusi. Tahap refleksi guru model berdiskusi dengan kolega untuk mengungkap temuan dari peserta didik. Dengan demikian dari tahap plan, do, dan see terbentuk komunitas belajar antara guru dengan guru, dan antar peserta didik
Assistance for Lesson Study For Learning Community as an Embodiment of Independent Learning at SMA Muhammadiyah Kepanjen, Malang Regency
Lesson Study for Learning Community (LSLC) is teacher development to improve the quality of learning collaboratively, with the stages of the plan, do and see. In the see stage, it is used to redesign the findings from the do. The focus of LSLC assistance is how students learn in class and student learning outcomes, this is related to the lesson plans (RPP) made by the teacher. The LSLC mentoring at Muhammadiyah 1 Senior High School (SMAM 1) Kepanjen aims to improve quality and fun learning by paying attention to learning independence for students by designing 1 sheet of lesson plans. The steps of the activities carried out were holding a concept workshop on the LSLC, Assistance in the preparation of 1 sheet learning device planning, implementation of the LSLC-based 1 sheet lesson plan with classroom learning, and the application of Biology learning reflection with 1 sheet lesson plan and dissemination. Findings, plan stage: the model teacher together with colleagues compiles 1 sheet of lesson plans. In the do stage, open a model teacher class assisted by an observer, students collaborate with friends during discussions. In the reflection stage of the model, the teacher discusses with colleagues to reveal the findings of the students. Thus, from the plan, do, and see stages, a learning community is formed between teachers and teachers, and between student
Program Penerapan Teknologi Inovasi EDCOR (Education Code Qr) di Tempat Wisata Bamboo Winden Park Waluran Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu
Bamboo Winden Park memiliki luas tanah 3 Ha dan terdapat 25 jenis tanaman bamboo yang 13 diantaranya sudah teridentifikasi taksonominya, sarana dan prasarana yang terkendala oleh biaya dan disusul oleh adanya Pandemi COVID-19 sehingga menyebabkan tempat wisata tersebut hiatus. Tujuan dari program ini adalah mengembangkan tempat wisata tersebut dengan menerapkan teknologi EDCOR (Education Code Qr). Program ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu : Tahap Koordinasi Perencanaan Pelaksanaan Program, Tahap Persiapan, Tahap Pelaksaan, dan Tahap Evaluasi. EDCOR (Education code QR) telah berhasil dikembangkan di Bamboo Winden Park. EDCOR yang dirancang dapat memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi. Selain itu, dengan adanya EDCOR (Educational Code QR) diyakini dapat menjadi ciri khas di tempat wisata Bamboo Winden Park.
EDCOR (Education Code Qr) Innovation Technology Application Program at Bamboo Winden Park Tourist Attractions Waluran Geopark Ciletuh Palabuhan Ratu
Bamboo Winden Park has a land area of ??3 hectares and there are 25 types of bamboo plants of which 13 have been identified by taxonomy, facilities, and infrastructure are constrained by costs and followed by the COVID-19 pandemic, causing the tourist attractions to go on hiatus. The purpose of this program is to develop these tourist attractions by applying EDCOR (Education Code Qr) technology. This program is carried out in four stages, namely: the Coordination Stage of Program Implementation Planning, the Preparation Stage, the Implementation Stage, and the Evaluation Stage. EDCOR (Education code QR) has been successfully developed at Bamboo Winden Park. EDCOR is designed to make it easier for users to get information. In addition, the existence of EDCOR (Educational Code QR) is believed to be a characteristic of Bamboo Winden Park tourist attractions
Pemasangan IUD dan Implant Sebagai Pencegahan Baby Boom Pada Masa Pandemi Covid-19
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan jumlah peserta KB MKJP dengan pemasangan Implant dan IUD. Metode pengabdian ini menggunakan studi lapangan, pemeriksaan langsung dengan langkah kegiatan; Penyuluhan, Pendidikan Kesehatan tentang KB MKJP IUD, Â Implant dan pemasangan Implant serta IUD. Kgiatan Pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah Kabupaten Sleman, dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai dengan September 2020. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di ikuti oleh 88 akseptor yang terdiri dari 60 akseptor IUD dan 28 akseptor implant. Kegiatan Pengabdian dapat memberikan informasi kepada WUSÂ serta memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan jumlah peserta KB MKJP ( IUD dan Implant)
Installation of IUDs and Implants as a Baby Boom Prevention During the Covid-19 Pandemic
The purpose of this community service is to increase the number of MKJP family planning participants by installing implants and IUDs. This service method uses field studies, direct examination with activity steps; Counseling, Health Education about KB MKJP IUD, Implants, and the installation of Implants and IUDs. Community service activities are carried out in the Sleman Regency area, carried out from August to September 2020. The results of this community service activity were participated in by 88 acceptors consisting of 60 IUD acceptors and 28 implant acceptors. Service activities can provide information to WUS and make a major contribution to increasing the number of MKJP family planning participants (IUD and Implant)
Memasyarakatkan Ekoenzim Berbahan Dasar Limbah Organik untuk Peningkatan Kesadaran dalam Menjaga Lingkungan
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi tentang daur ulang limbah organik menjadi ekoenzim untuk menjaring data tentang kepedulian masyarakat terhadap limbah organik dan kebermanfaatan ekoenzim di kalangan masyarakat. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi tatap muka, paparan secara online dan diskusi grup komunitas di media sosial. Jumlah mitra yang terlibat 21 orang wanita dari kelompok PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Desa Giri Mekar, Ujung Berung, Bandung. Pada kegiatan sosialisasi tersebut para peserta melakukan praktek membuat ekoenzim. Sedangkan penyampaian paparan secara online dan media sosial dilakukan untuk mencapai target responden dari generasi muda dan masyarakat umum dengan jumlah peserta lebih banyak (524 responden). Responden terdiri dari 82,3% wanita dan 17,7% pria. Angket penjaringan data menunjukkan bahwa masyarakat mengetahui tentang limbah organik (92,4%), ekoenzim (52,9%); kebermanfaatan ekoenzim untuk pupuk (64,1%); dan untuk lain-lain (44,8%). Hasil ini menunjukkan bahwa masih ada masyarakat yang belum melakukan daur ulang sampah organic menjadi ekoenzim. Walaupun sosialisasi ekoenzim terus dilakukan oleh para relawan melalui beberapa metoda.
Promoting Ecoenzymes Based on Organic Waste to Increase Awareness in Protecting the Environment
The purpose of this service activity is to socialize about recycling organic waste into eco enzymes to collect data about public awareness of organic waste and the benefits of eco enzymes among the community. The methods used are face-to-face socialization, online exposure, and community group discussions on social media. The number of partners involved was 21 women from the PKK (Family Welfare Empowerment) group in Giri Mekar Village, Ujung Berung, Bandung. In the socialization activity, the participants practiced making eco enzymes. Its use online and social media is carried out to reach the target respondents from the younger generation and the general public with a larger number of participants (524 respondents). Respondents consisted of 82.3% women and 17.7% men. The survey data shows that the public knows about organic waste (92.4%), eco enzymes (52.9%); the usefulness of eco enzymes for fertilizers (64.1%); and for others (44.8%). These results indicate that there are still people who have not recycled organic waste into eco enzymes. Although the socialization of eco enzymes continues to be carried out by volunteers in several ways.
Praktikum Virtual Laboratory IPA dan Biologi Di Era Abad 21 Bagi Guru IPA dan Biologi Se-Jawa Tengah: Ekologi Populasi Serangga Metode Capture Recapture
Abstrak: Perkembangan teknologi menambah warna kompleksitas pendidikan generasi Z. Setahun belakangan kompleksitas ini ditambah dengan fenomena global pandemi corona virus. Siswa dan guru di sekolah khususnya untuk mata pelajaran IPA dan Biologi telah terpengaruh secara signifikan karena kegiatan praktikum tidak bisa dilaksanakan secara langsung di laboratorium atau di lapangan. Permasalahan yang sama juga dirasakan khususnya di wilayah Jawa Tengah dikarenakan sampai saat ini masih memberlakukan pembatasan kegiatan. Padahal materi pada mata pelajaran IPA dan Biologi di sekolah membutuhkan kegiatan praktikum. Salah satu solusi untuk permasalahan ini adalah laboratorium virtual yang memungkinkan siswa melakukan eksperimen secara mandiri. Dengan melihat permasalahan ini, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan metode praktikum virtual dengan sasaran guru SD dan SMP pengampu mata pelajaran IPA dan Biologi se Jawa Tengah dengan tema Ekologi Populasi Serangga Metode Capture Recapture. Kegiatan berbasis daring menggunakan dua platform yaitu Zoom dan Schoology. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pengalaman baru bagi guru pendamping mata pelajaran IPA dan Biologi terutama yang mengajar tema ekologi untuk mengembangkan metode praktikum estimasi populasi hewan motil secara simulasi dan dapat dilakukan oleh siswa secara mandiri. Sebanyak 40% dari peserta melakukan simulasi mandiri dan mengumpulkan Lembar Kerja Peserta (LKP).
Virtual Laboratory Practicum Workshop for Science and Biology Teachers in Central Java: Insect Population Ecology Capture-Recapture Method
Abstract: Technological developments add color to the complexity of generation Z education. In the past year, this complexity has been added to the global phenomenon of the coronavirus pandemic. Students and teachers in schools, especially for science and biology subjects, have been significantly affected because practicum activities cannot be carried out directly in the laboratory or in the field. The same problem is also felt, especially in the Central Java region because until now there are still restrictions on activities. Even though the material in science and biology subjects at school requires practical activities. One solution to this problem is a virtual laboratory that allows students to conduct experiments independently. By looking at this problem, this community service activity aims to introduce a virtual practicum method targeting elementary and junior high school teachers who are teaching science and biology subjects throughout Central Java with the theme of Insect Population Ecology Capture-Recapture Method. Online-based activities use two platforms, namely Zoom and Schoology. This community service activity provides a new experience for teachers of science and biology subjects, especially those who teach the theme of ecology to develop a practical method of estimating the population of motile animals in a simulation and can be done by students independently. As many as 40% of the participants carried out independent simulations and collected Participant Worksheets (LKP)
Sosialisasi Dasar Teknik Instalasi Listrik Rumah Tangga di Kelurahan Kecamatan Trimurjo
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan  masyarakat khususnya warga RT 26 Kelurahan Trimurjo Kecamatan Trimurjo akan standar keamanan yang perlu diterapkan dalam instalasi listrik rumah tangga. Metode yang digunakan adalah diskusi dan demistrasi. Hasil dari kegitan ini antara lain, 1) Kegiatan sosialisasi ini telah memberikan dampak terhadap warga bahwa pentingnya pengetahuan akan standarisasi instalasi listrik sesuai dengan PUIL 2011. Kegiatan berlangsung dengan baik dan tertib. Warga RT 26 Kelurahan Trimurjo Kecamatan Trimurjo antusias dalam menyimak, dan berdiskusi terhadap materi-materi sosialisasi yang disajikan. Warga memberikan feedback yang baik terhadap kegiatan sosialisasi dasar teknik instalasi listrik. Dan merasa bahwa perlu adanya peningkatan kehandalan, dan keamanan pada instalasi listrik khususnya kelistrikan rumah tangga kedepannya.
Basic Socialization of Household Electrical Installation Techniques in Trimurjo Sub-District
This service aims to increase the knowledge, awareness, and skills of the community, especially the residents of RT 26 Trimurjo Subdistrict, Trimurjo District on safety standards that need to be applied in household electrical installations. The method used is discussion and demonstration. The results of this activity include 1) This socialization activity has had an impact on the residents that it is important to know about the standardization of electrical installations in accordance with PUIL 2011. The activity took place well and in an orderly manner. Residents of RT 26 Trimurjo Subdistrict, Trimurjo Subdistrict, were enthusiastic in listening and discussing the socialization materials presented. Residents gave good feedback on the basic socialization of electrical installation techniques. And feel that there is a need to increase reliability and security in electrical installations, especially household electricity in the future
Pendampingan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Di Pondok Pesantren Ridlol Walidain NW Jenggik
Keterampilan adalah keahlian yang diberikan kepada santri pondok pesantren Ridlol Walidain NW Jenggik sebagai bekal bagi mereka yang tidak dapat melanjutkan pendidikan. Tujuan pendampingan ini adalah untuk memberikan penyuluhan agar para santri memiliki keterampilan pembudidayaan jamur tiram. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Apraisal. Pendampingan dilakukan dari bulan Februari– November 2020. Partisipannya yaitu para santri di lingkungan pondok pesantren MA NW Ridlol Walidain Jenggik. Hasil dari pendampingan ini adalah para santri bisa membudidayakan jamur tiram di lingkungan pondok pesantren dan dijadikan sebagai modal awal mereka untuk berwiraswasta
Analisis Risiko Usaha Ternak Di Dusun Koloh Brora Dan Pengenalan Upaya Mitigasi Risiko Melalui Diversifikasi Usaha
Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk menganalisis Resiko Usaha Ternak Di Dusun Koloh Brora dan Pengenalan Upaya Mitigasi Resiko Melalui Diversifikasi Usaha. Kegiata ini bermitra dengan kelompok ternak yang ada di dusun Koloh Brorah dengan sasaran ibu rumah tangga dari kelompok ternak, kegiatan ini melibatkan 29 orang. Metode yang digunakan adalah difusi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan prosedur kerja yakni 1) perencanaan,  tindakan, pendampingan, dan  evaluasi. Hasil dari kegitan ini adalah 1) terbentuknya pengetahuan dan pemahaman tentang resiko usah ternak dan bentuk upaya mitigasi resiko, 1) terbentuknya pengetahuan dan pemahaman tentang mitigasi resiko melalui derifikasi usaha, 2) terbentuknya keterampilan derifikasi usaha pembuatan kue dan jajanan, 3) terbentuknya keterampilan dalam pengemasan yang baik dan higienis, dan 4) memahami menejemen dalam penjualan produk hasil kegiatan. Rekomendasi yang diberikan setelah program ini berakhir adalah upaya peningkatan komitmen para istri peternak tersebut agar dapat konsisten menjalankan apa yang sudah diarahkan oleh tim fasilitator.Livestock Business Risk Analysis in Koloh Brora Hamlet and Introduction to Risk Mitigation Efforts Through Business DiversificationAbstract The purpose of this community service program is to analyze Livestock Business Risks in Koloh Brora Hamlet and Introduction to Risk Mitigation Efforts through Business Diversification. This activity was partnered with a group of livestock in the Koloh Brorah hamlet with the target of a housewife from the livestock group, this activity involved 29 people. The method used is the diffusion of science and technology. With work procedures, namely 1) planning, action, assistance, and evaluation. The results of this activity are 1) the formation of knowledge and understanding of agricultural risks and forms of risk mitigation, 1) the formation of knowledge and understanding of financial mitigation through business derification, 2) the formation of business and cake making snacks and derivation skills. 3) arrange skills in good and hygienic packaging, 4) understand management in the sale of products from activities. The recommendation given after the program ends is an effort to increase the commitment of the wives of farmers to facilitate what has been directed by the facilitator team
Lokakarya dan Pelatihan Pembuatan Preparat Biologi bagi Guru-Guru SMA di Lampung Timur
Lokakaraya dan pelatihan pembuatan preparat biologi bagi guru-guru SMA bertujuan untuk melatih guru-guru membuat preparat awetan biologi yang penting dalam pelaksaaan praktikum biologi di sekolah. Khalayak sasaran dari pengabdian ini adalah guru-guru SMA biologi di Lampung Timur. Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2019 yang bertempat di Laboratorium SMA Negeri 1 Way Jepara, dengan diikuti oleh 26 orang peserta guru biologi SMA. Hasil evaluasi diperoleh hasil dan manfaat dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah meningkatkan keterampilan guru- guru SMA dalam pembuatan preparat smear darah dan preparat awetan biologi sebagai media pembelajaran biologi. Kegiatan diharapkan kelak dapat membantu guru-guru biologi dalam mengembangkan media pembelajaran IPA sehingga mutu pembelajaran IPA dapat lebih meningkat.Workshop and Training on Making Biology Preparations for High School Teachers in East LampungAbstractThe workshop and training in making biological preparations for high school teachers aims to train teachers to make biological preparations that are important in the implementation of biology practices in schools. The target audience for this service is high school biology teachers in East Lampung. The dedication activity was carried out on October 15, 2019 which took place at the State High School Laboratory of 1 Jepara, with 26 participants participating in the high school biology teacher. The evaluation results obtained the results and benefits of this service include increasing the skills of high school teachers in making blood smear preparations and biological preservation preparations as media for learning biology. The activity is expected to be able to help biology teachers in developing science learning media so that the quality of science learning can be improve
Pengembangan Desa Wisata Kuliner Deret Jurang Sate
Desa Sepakek memiliki kawasan wisata yang belum dikelola secara maksimal. Kawasan wisata tersebut merupakan saluran irigasi yang mengalir sepanjang tahun yaitu saluran irigasi Jurang Sate. Pada tahun 2019 telah dikembangkan wahana mini rafting untuk menghidupkan kawasan wisata Jurang Sate. Sebagai kelanjutan dari usaha menghidupkan kawasan wisata Jurang Sate dan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sepakek, pada tahun 2020 ini kelompok PPDM Universitas Pendidikan Mandalika mengembangkan Wisata Kuliner Deret Jurang Sate dengan tujuan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kawasan ini. Kuliner deret Jurang Sate menghadirkan konsep kuliner yang ditata berderet dengan menarik dan menjual berbagai makanan tradisional maupun makanan khas Desa Sepakek oleh ibu-ibu dan pemuda dari Desa. Selain itu, hadir pula makanan khas Desa Sepakek berupa ikan asap air tawar yang diolah dengan menggunakan TTG pengasapan ikan air tawar (PETA). Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan metode community development yaitu pendekatan dalam kegiatan pengembangan masyarakat dimana masyarakat diarahkan untuk mencapai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih baik serta metode Participatory Technology Development yaitu pengembangan teknologi tepat guna yang berbasiskan pada ilmu pengetahuan dan kearifan budaya lokal, dalam hal ini akan dikembangkan teknologi tepat guna alat pengasapan ikan dengan tong bekas. Langkah pelaksanaannya yaitu Problem posing (pemaparan masalah), problem analysis (analisis masalah), penentuan tujuan (aims) dan sasaran (obyectives), actions plans (perencanaan tindakan), tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap evaluasi. Melalui kegiatan ini diharapkan pariwisata di Desa Sepakek dapat berkembang sehingga perekonomian dan kesejahtaraan masyarakat dapat meningkat. Hasil kegiatan PPDM ini yaitu tertatanya kawasan Wisata Jurang Sate dan mulai beroperasinya Kuliner Deret Jurang Sate