Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Yoghurt Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Motivasi Bisnis Pada Ibu-ibu Rumah Tangga
The purpose of this service program is provide information and assistance in making yogurt for housewives and provide information about the benefits of yogurt when consumedas well as for business purposes.  This activity was carried out on 10 cadres, Partners of the household industry community group of Perum Dramaga Pratama Rt 06, Cibadak Village, Ciampea District, Bogor Regency. The training method of making yogurt by means of a starter is added to milk and fermentated at 37oC by the cadres. The evaluation of making yogurt is carried out after 2 days of training to wait for the fermentation process that occurs on the milk base and to determine the success of the program, and after 1 month of implementation to find out the increase in knowledge of the cadres. The results of this activity indicate that the cadre of housewives can make yogurt from milk with a variety of flavors. This training activity is in accordance with the needs of the community, with a relatively sufficient program implementation time according to the needs. Conclusion there is an increase in the knowledge and skills of housewives in Cibadak Village, Sukamakmur District, Bogor Regency in making yogurt 80%. This activity is an achievement for the cadres to increase the skills of a family business venture 20%. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan pendampingan dalam pembuatan yogurt untuk ibu rumah tangga serta memberikan informasi tentang manfaat yogurt saat dikonsumsi serta untuk tujuan bisnis. Kegiatan ini dilakukan pada 10 kader, Mitra Kelompok masyarakat industri rumah tangga Perum dramaga Pratama Rt 06, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Metode pelatihan membuat yogurt dengan cara starter ditambahkan ke susu untuk difermentasi oleh para kader. Evaluasi pembuatan yogurt dilakukan setelah 2 hari pelatihan untuk menunggu proses fermentasi yang terjadi pada basis susu dan untuk mengetahui keberhasilan program, serta setelah 1 bulan pelaksanaan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan para kader. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kader ibu rumah tangga dapat membuat yogurt dari susu dengan berbagai macam rasa. Kegiatan pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dengan waktu pelaksanaan program yang relatif cukup sesuai dengan kebutuhan. Sebagian kader telah mampu mengembangkannya untuk bisnis keluarga. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Ibu-ibu rumah tangga di Desa Cibadak Kecamatan Ciampea, kabupaten Bogor dalam membuat yoghurt 80 %. Kegiatan ini merupakan prestasi bagi para kader dapat meningkatkan ketrampilan usaha bisnis keluarga20%.AbstractThe purpose of this service program is provide information and assistance in making yogurt for housewives and provide information about the benefits of yogurt when consumedas well as for business purposes.  This activity was carried out on 10 cadres, Partners of the household industry community group of Perum Dramaga Pratama Rt 06, Cibadak Village, Ciampea District, Bogor Regency. The training method of making yogurt by means of a starter is added to milk and fermentated at 37oC by the cadres. The evaluation of making yogurt is carried out after 2 days of training to wait for the fermentation process that occurs on the milk base and to determine the success of the program, and after 1 month of implementation to find out the increase in knowledge of the cadres. The results of this activity indicate that the cadre of housewives can make yogurt from milk with a variety of flavors. This training activity is in accordance with the needs of the community, with a relatively sufficient program implementation time according to the needs. Conclusion there is an increase in the knowledge and skills of housewives in Cibadak Village, Sukamakmur District, Bogor Regency in making yogurt 80%. This activity is an achievement for the cadres to increase the skills of a family business venture 20%
Peningkatan Pemahaman dan Kepedulian Masyarakat Desa Terhadap Lingkungan Mangrove Di Pantai Muara Indah Kabupaten Deli Serdang
Tujuan kegitan Pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatakan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan mangrove di wilayah pantai Muara Indah Kabupaten Deli Serdang. Mitra pengabdian adalah warga masyarakat yang berada diwilayah pantai deli serdang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan persuasive dengan metode penyuluhan. Tingkat pemahaman mitra terhadap keseluruhan indictor terjadi peningkatan dari 30,8 menjadi 82,7 dengan rata-rata peningkatan mencapai 51.8. ini menunjukkan bahwa mitra memahami dan menguasai materi lingkungan mangrove dalam hal menjaga dan merawat. Kegitan-kegitan penyuluhan dan pelatihan masih perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat benar-benar memahami dan sadar untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap seimbang.
Increasing Understanding and Awareness of Village Community towards Mangrove Environment at Muara Indah Beach, Deli Serdang Regency
The purpose of this community service activity is to increase public understanding and concern for the mangrove environment in the Muara Indah coastal area, Deli Serdang Regency. Service partners are community members in the Deli Serdang beach area. The method used in this community service is a persuasive approach with the extension method. The level of understanding of partners on all indicators increased from 30.8 to 82.7 with an average increase of 51.8. This shows that partners understand and master mangrove environmental materials in terms of maintaining and caring for them. Extension and training activities still need to be carried out on an ongoing basis so that the community really understands and is aware of keeping the surrounding environment in balance
Peningkatan Motivasi pada Anak Yatim Piatu untuk Mengikuti Jenjang Pendidikan Formal di Yayasan Yatim Piatu Desa Mekarmukti Lampung Timur
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi pada anak yatim piatu untuk mengikuti jenjang Pendidikan formal di Yayasan Yatim Piatu Desa Mekarmukti Lampung Timur. Yayasan yatim piatu ini kegiatan kemasyarakaatan yang membina, mendidik, dan mengasuh anak-anak yatim, dan yatim piatu. Pengasuhan pada anak, berakhir saat anak sudah berusia 17 tahun. Hal ini dianggap anak pada usia tersebut sudah baliqh (dewasa) dan dapat bertahan hidup secara mandiri dengan bekerja. Namun, saat ini masih banyak anak yatim yang berhenti sekolah sebelum menempuh wajib belajar yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu 12 tahun di jenjang Pendidikan formal. Pentingnya menempuh jenjang Pendidikan formal, agar kelak anak-anak memiliki bekal untuk mendapatkan pekerjaan saat mereka sudah dapat hidup secara mandiri. Peningkatan motivasi pada anak yatim di Yayasan yatim piatu Desa Mekarmukti diperlukan agar anak-anak dapat mengikuti jenjang Pendidikan formal sekurang-kurangnya memenuhi wajib belajar 12 tahu
Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru guru Bahasa Inggris SMP se MGMP Kabupaten Mojokerto
Tujuan Program Pengabdian Masyarakat adalah memberikan pelatihan kepada guru guru Bahasa Inggris se MGMP Kabupaten Mojokerto tentang sistematika penulisan proposal penelitian Tindakan kelas (PTK). Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta dari guru guru Bahasa Inggris SMP se MGMP Kabupaten Mojokerto. Metode pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan pendampingan dan ceramah tentang konsep PTK yang dilakukan dengan daring menggunakan zoom, whatsapp, dan email. Berdasarkan hasil pendampingan, terdapat 6 proposal yang sudah di beri catatan dari Tim pelaksana untuk direvisi dan dikembalikan dalam waktu 1 minggu setelah pelaksanaan kegiatan. 29 peserta yang belum melakukan pendampingan proposalnya beri kesempatan untuk konsultasi melalui whatsapp atau email. Hasil peserta dapat mengidentifikasi kesalahan yang dibuat oleh peserta dalam proposal para peserta dan memberikan pembetulan terhadap kesalahan tersebut, misalnya kesalahan pada judul yang tidak mencerminkan karakteristik PTK, pendahuluan yang tidak focus pada masalah dalam kelas, dan metode penelitian yang tidak ditulis dan dijabarkan secara sistematis dan adanya kesalahan konsep tentang data dan sumber data, dan prosedur pengumpulan data.
Classroom Action Research Proposal Writing Training for Middle School English teachers in Mojokerto Regency MGMP
The objective of the Community Service Program is to provide training to English teachers throughout Mojokerto Regency MGMP on the systematics of writing classroom action research proposals (CAR). This training was attended by 35 participants from junior high school English teachers throughout Mojokerto Regency MGMP. The method of implementing this training is with mentoring and lectures on the concept of CAR which are carried out online using zoom, WhatsApp, and email. Based on the results of the assistance, there are 6 proposals that have been noted from the implementation team to be revised and returned within 1 week after the implementation of the activity. 29 participants who have not assisted their proposals, give them the opportunity to consult via WhatsApp or email. Results participants can identify errors made by participants in the participants' proposals and provide corrections for these errors, for example, errors in titles that do not reflect the characteristics of CAR, introductions that do not focus on problems in class, and research methods that are not written and described systematically and there are misconceptions about data and data sources, and data collection procedures.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Taman Ayu Melalui Inovasi Teknologi Sistem Integrasi Jagung Dan Sapi (Sijasa)
Tujuan kegitan PkM ini untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya peternak sapi potong serta memperluas lapangan kerja di pedesaan yang disesuaikan dengan potensi agroekosistem wilayah desa, yaitu sistem integrasi tanaman jagung dengan ternak sapi potong (SIJASA). Metode pelaksankaan PKM difusi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tahapan 1) perencaan, 2) Pelaksaan, 3) Pendampingan dan 4) evaluasi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi SIJASA dapat memberikan hasil yang optimal apabila penerapan metode diseminasi gelar teknologi dikawal dan didampingi oleh peneliti/dosen dari perguruan tinggi dan penyuluh pertanian di lapangan secara berkesinambungan di bawah koordinasi dinas/instansi terkait
Community Empowerment of Taman Ayu Village Through Technology Innovation of Corn and Cattle Integration System (Sijasa)
The purpose of this PkM activity is to increase the income and welfare of the community, especially beef cattle breeders, and to expand employment opportunities in rural areas that are adapted to the agro-ecosystem potential of the village area, namely the corn crop integration system with beef cattle (SIJASA). The method of implementing PKM is the diffusion of science and technology with stages 1) planning, 2) implementation, 3) mentoring, and 4) evaluation. Community empowerment activities through the application of SIJASA technology can provide optimal results if the application of the technology degree dissemination method is escorted and accompanied by researchers/lecturers from universities and agricultural extension workers in the field on an ongoing basis under the coordination of related agencies/agencies
Implementasi Konsep Bioentrepreneurship Berbasis Potensi Lokal Melalui Pelatihan Pembuatan Nata de Cashew
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah buah jambu mete menjadi Nata de Cashew. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Menggala sebanyak 17 orang. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam tiga tahap yaitu (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan, (3) Evaluasi. Hasil kegiatan pelatihan bahwa implementasi konsep bioentrepreneurship melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Cashew efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yaitu: (1) penguasan materi dan keterampilan peserta dalam membuat Nata de Cashew dikategorikan Baik; (2) kualitas Nata de Cashew yang dihasilkan dikategorikan Baik; (3) Motivasi, minat, dan kerjasama peserta selama pelaksanaan pelatihan dan pendampingan  dikategorikan Sangat Baik; (4) Motivasi peserta untuk produksi Nata de Cashew secara mandiri juga dikategorikan Baik.
Implementation of the Local Potential-Based Bioentrepreneurship Concept Through Training on Making Nata de Cashew
The aim of this activity is to increase the knowledge and skills of farmers in processing cashew nuts into Nata de Cashew. The participants of this activity were the people of the village of Menggala as many as 17 people. The training activities are carried out in three stages, namely (1) preparation, (2) implementation, (3) evaluation. The result of the training was that the implementation of the bio entrepreneurship concept through training and mentoring in making Nata de Cashew was effective in increasing the knowledge and skills of the participants. This is evidenced by the results of observations, namely: (1) the mastery of the material and skills of the participants in making Nata de Mete is categorized as Good; (2) the quality of the Nata de Mete produced is categorized as Good; (3) Participants' motivation, interest, and cooperation during the training and mentoring implementation were categorized as Very Good; (4) Participants' motivation for independent cashew nut production is also categorized as Good
Pelatihan Kosakata Bahasa Inggris Berbasis Game Interaktif untuk Pegawai di PT Lazuardy Global Service
Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Interaktif ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kosakata berbahasa Inggris para peserta. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini merupakan pegawai di PT Lazuardy Global Service yang sebelumnya diobservasi dan diwawancarai untuk pemetaan kebutuhan Bahasa Inggris berdasarkan level kemampuan. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tatap muka dengan menggunakan metode observasi, wawancara, ceramah, workshop, dan simulasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman serta keterampilan kosakata bahasa Inggris peserta. Hal ini terlihat dari motivasi dan antusiasme peserta terhadap pembelajaran Bahasa Inggris yang meningkat setelah kegiatan pelatihan ini dilaksanakan. Berdasarkan hasil observasi selama pelatihan, materi yang disajikan dengan menggunakan game interaktif ini terbukti berhasil menciptakan suasana dimana para peserta dapat berkomunikasi Bahasa Inggris secara aktif, interaktif, dan komunikatif. Oleh karena itu, penggunaan game interaktif selama pembelajaran Bahasa Inggris disarankan untuk dapat diaplikasikan di berbagai situasi formal maupun tidak formal karena terbukti disenangi oleh para pemelajar Bahasa Inggris.
Interactive Game-Based English Vocabulary Training for Employees at PT Lazuardy Global Service
Interactive Game-Based Vocabulary English Training is a community service activity with the aim to improve the English vocabulary skills of the participants. Participants in this training activity are employees at PT Lazuardy Global Service who were previously observed and interviewed for mapping English needs based on ability level. This training is carried out face-to-face using observation methods, interviews, lectures, workshops, and simulations. The results of this community service activity show that this training is able to improve the understanding and English vocabulary skills of participants. This is evident from the motivation and enthusiasm of participants towards English learning that increased after this training activity was carried out. Based on the results of observations during the training, the material presented using this interactive game proved successful in creating an atmosphere where participants can communicate English actively, interactively, and communicatively. Therefore, the use of interactive games during English learning is recommended to be applied in various formal or informal situations because it is proven to be favored by English learners.
Desain Pembinaan Bakat Matematika siswa SMP untuk Persiapan Menghadapi Kompetisi Sains Nasional
Matematika adalah ilmu yang mengamati cara kerja pikiran, dan cara terbaik untuk melatih kemampuan, serta mengembangkan kekuatan dan ketepatan berpikir. Berpikir dapat difokuskan melalui aktivitas pemecahan masalah. Memecahkan masalah bukan hanya untuk menerapkan matematika, melainkan untuk belajar matematika yang baru. Aktivitas memecahkan masalah banyak ditemukan pada pemecahan soal-soal kompetisi sains nasional (KSN) atau kompetisi sejenis. Memecahkan soal-soal KSN tidaklah sama dengan mengerjakan soal latihan pada umumnya. Tidak sedikit ditemukan siswa/peserta mengalami kesulitan memecahkannya. Bahkan guru cukup kesulitan membelajarkan pemecahan masalah materi yang akan dilombakan. Hal ini mengindikasikan pentingnya sebuah desain pembinaan untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapi KSN. Desain yang ditawarkan adalah desain blok semi kontinu, yakni sebuah desain pembinaan yang diberikan sebanyak 2-3 kali pertemuan setiap minggunya dan berjalan selama 8 minggu atau lebih, dengan program pembinaan terdiri dari 30% pemantapan materi, 50% problem solving, dan sisanya 20% moderasi. Desain ini disosialisasikan berdasarkan flow-map, yang terdiri dari 9 tahapan
Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Pemanfaatan Sisa Olahannya sebagai Tepung Pembuat Kue
Pengabdian ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah kelapa menjadi VCO dan pemanfaatan ampas kelapa menjadi tepung pembuatan kue. Kegitaan ini bermitra dengan masyaraat Desa Maukuru. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu penyuluhan dan praktek . Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini yaitu respon peserta cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran dan antusias mereka dalam mengikuti penyuluhan maupun pelatihan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat melanjutkannya sampai pada proses pemasaran sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dari sisi ekonomi dan peningkatan daya guna tanaman kelapa
Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Upaya Pencegahan Penyakit Menular Seksual di Desa Jagaraga Kuripan Lombok Barat
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang upaya pencegahan penyakit menular seksual di desa Jagaraga. Adapun metode pengabdiannya yaitu penyuluhan dengan pendekatan edukatif melalui tahap (i) Pretes (ii) Penyuluhan kesehatan tentang penyakit menular seksual (iii) Penyuluhan kesehatan tentang HIV/AIDS (iv) Penyuluhan kesehatan tentang perilaku seksual yang sehat (v) Evaluasi. Kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan (Oktober 2019-Januari 2020). Setelah dilakukan rangkaian kegiatan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama tiga kali yaitu peningkatan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 45,3% dan tingkat pengetahuan baik sebanyak 21,4%. Diharapkan ketua remaja dan perangkat desa Jagaraga dapat menindaklanjuti kegiatan ini secara mandiri
Increasing Adolescent Knowledge in Efforts to Prevent Sexually Transmitted Diseases in Jagaraga Village Kuripan, West Lombok
This service aims to increase the knowledge of adolescents about efforts to prevent sexually transmitted diseases in Jagaraga village. The method of service is counseling with an educative approach through stages (i) Pretest (ii) Health education about sexually transmitted diseases (iii) Health education about HIV/AIDS (iv) Health education about healthy sexual behavior (v) Evaluation. This activity was carried out for 4 months (October 2019-January 2020). After a series of health counseling activities were carried out, there was an increase in the level of knowledge of adolescents after three times health counseling, namely an increase in the level of sufficient knowledge by 45.3% and a good level of knowledge by 21.4%. It is hoped that the youth leaders and the Jagaraga village apparatus can follow up on this activity independently