Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pelatihan Penyusunan Konsep Strategi Pencegahan Korupsi Berbasis Sumber Daya Manusia Untuk ASN Pemerintah Kota Kupang
Korupsi di Indonesia sudah mengkawatirkan dan berimplikasi pada seluruh sendi kehidupan. Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan salah satu oknum tertinggi pelaku korupsi, khususnya yang terjadi di Pemerintah Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk itu, pelatihan ini dilakukan untuk memberi pengetahuan dan ketrampilan kepada ASN di Pemerintah Kota Kupang terkait pencegahan korupsi. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 178 ASN yang ditentukan secara kuota sampling jumlah populasi peserta sebanyak 5.789 ASN yang ditentukan secara purposive sampling. Metode pelatihan dilakukan dengan cara focus group discussion (FGD) untuk sharing informasi dan interaksi dalam rangka memberi pengetahuan dan pendidikan, selanjutnya dilakukan workshop untuk diajari atau dilatih menyusun strategi pencegahan korupsi menggunakan analisis SWOT. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa perserta mampu menyusun konsep strategi pencegahan korupsi, yaitu: perkuat kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MoU), pemberlakuan transaksi keuangan berbasis elektronik, membentuk gugus tugas pemberantasan pungutan liar, pemberlakuan pencatatan laporan keuangan dan aset ASN, memberlakukan efisiensi dan efektivitas keuangan daerah, membuka partisipasi publik secara daring, dan memberlakukan konsekuensi pakta integritas
Inovasi Permen Dari Madu Kelulut Sebagai Daya Tarik Minat Anak-Anak Terhadap Madu Kelulut di Desa Henda Kecamatan Jabiren Raya
Permen madu kelulut merupakan inovasi dari madu kelulut yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat dengan hasil panen yang melimpah. Madu kelulut memiliki banyak manfaat. Walau demikian, madu kelulut yang kaya akan manfaat nyatanya tidak disukai oleh kalangan anak-anak karena rasanya yang khas yaitu ada pahit dan asamnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik anak-anak untuk mengkonsumsi madu kelulut dengan inovasi sebuah permen madu kelulut. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode PRA (Praticipatori Rural Appraisal) yang merujuk pada keterlibatan masyarakat selama pelaksanaannya. Hasil dari pengabdian ini mendeskripsikan bahwa masyarakat sekitar khususnya anak-anak menyukai madu kelulut yang sudah diolah menjadi permen. Inovasi permen dari madu kelulut menjadi daya tarik tersendiri untuk anak-anak yang semula sangat sulit mengkonsumsi madu kelulut murni. Permen madu kelulut yang dihasilkan memiliki rasa yang bervariasi dari manis, asam, dan hangat dari campuran jahe. Kini permen madu kelulut menjadi solusi untuk masyarakat khususnya anak-anak yang tidak menyukai madu kelulut. Sehingga, manfaat dari madu kelulut pun akan dirasakan oleh anak-anak juga dengan mengkonsumsi permen madu kelulut.
Candy Innovation from Honey Kelulut as an Attractive Children's Interest in Honey Kelulut in Henda Village, Jabiren Raya District
Kelulut honey candy is an innovation from kelulut honey which is cultivated by local people with abundant harvests. Honey kelulut has many benefits. However, kelulut honey, which is rich in benefits, is actually not liked by children because of its distinctive taste. This service aims to increase the attractiveness of children to consume honey kelulut with the innovation of a honey kelulut candy. The method used is the method PRA (Patricipatori Rural Appraisal), which refers to community involvement during its implementation. The results of this service describe that the surrounding community, especially children, like kelulut honey that has been processed into candy. The innovation of sweets from honey kelulut is the main attraction for children who initially find it very difficult to consume pure kelulut honey. The resulting kelulut honey candy has a distinctive taste of sweet, sour, and warm from a mixture of ginger. Now kelulut honey candy is a solution for the community, especially children who don't like kelulut honey. So, the benefits of kelulut honey will be felt by children too by consuming kelulut honey cand
Pemberdayaan Kelompok Tani Siparakai Melalui Pengembangan Usaha Sayuran Aquaponik Melalui Teknologi Budikdamber Di Kab.Takalar
Tujuan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap dari kelompok tani agar mampu menerapkan teknologi budikdamber.Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattalassang, Kab. Takalar.yang dihadiri oleh Kepala Kelurahan, serta mitra kelompok tani sebanyak 30 orang.metode kegiatan yang dilakukan yaitu:1. Pelatihan teknik pembuatan instalasi aquaponik budikdamber memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga, 2. Pelatihan teknik pengemasan dan pelabelan produk, 3. Pelatihan menajemen pemasaran produk. Hasil Pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan,keterampilan dan sikap peserta pelatihan sehingga mampu menghasilkan produk sayuran aquaponik dan hasil ikan dari budikdamber yang sehat, produk tersebut selain dapat digunakan sendiri juga dapat dijual karena memiliki potensi pasar yang luas khususnya membantu perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat dimasa pandemi Covid-19. desa mengetahui cara instalasi teknologi budikdamber yang Kesimpulannya adalah masyarakat desa kalabbirang dapat meningkatkan kemampuanya dalam pengembangan usaha sayuran aquaponik melalui penerapan teknologi budikdamber.
Empowerment of Siparakai Farmer Group through Aquaponic Vegetable Business Development of Budikdamber Technology in Takalar Regency
The purpose of community empowerment is to increase knowledge and skills as well as change the attitude of farmer groups so that they are able to apply Budikdamber technology. Takalar, which was attended by the Village Head, as well as 30 farmer group partners. The methods of the activities carried out were: 1. Training on techniques for making Budikdamber aquaponics installations using residents' yards, 2. Training on product packaging and labeling techniques, 3. Product marketing management training. The results of this service can improve the knowledge, skills and attitudes of the training participants so that they are able to produce aquaponic vegetable products and fish products from healthy budikdamber, these products can not only be used alone, they can also be sold because they have broad market potential, especially helping the economy and food security of the community during the pandemic. Covid-19. The village knows how to install the budikdamber technology. The conclusion is that the people of the village of kalabbirang can improve their abilities in developing aquaponic vegetable business through the application of budikdamber technology
Program Penyuluhan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Kepercayaan diri Santri
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan MTS Al-azhar NW Kayangan desa Sandik kecamatan Batulayar kabupaten Lombok barat NTB dengan jumlah peserta 68 orang siswa Pemelihan mitra ini didasarkan pada kesesuaian kebutuhan pengembangan kepercayaan diri siswa dalam proses belajar mengajar. Kepercayaan diri siswa sangatlah penting untuk menunjang perkembangan peserta didik. Dengan adanya sikap percaya diri, siswa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dengan rasa berani dan yakin sehingga memberikan pengalaman yang positif dalam proses belajar. Begitu juga sebaliknya apabila kepercayaan diri siswa rendah dapat menghambat proses belajar yang dilakukan, hal ini menjadi dasar untuk melakukan penyuluhan terkait pendidikan karakter sebagai upaya meningkatkan kepercayaan diri siswa mengingat dalam pendidikan karakter mengandung pendidikan budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action), yang dapat mengarah pada penguatan diri dan mentalitas yang bermuara pada peningkatan kepercayaan diri terhadap siswa.
Character Education Extension Program to Increase Santri's Confidence
This community service was carried out on 68 students of MTS Al-Azhar NW Kayangan, Sandik Village, Batulayar District, West Lombok Regency, NTB. The selection of this subject is based on the suitability of students' self-confidence development needs in the teaching and learning process. Student self-confidence is very important to support the development of students. With a confident attitude, students are able to develop their potential with a sense of courage and confidence so as to provide a positive experience in the learning process. Vice versa, if students' low self-confidence can hinder the learning process, this becomes the basis for conducting counseling related to character education as an effort to increase student confidence considering that character education contains character education which involves aspects of knowledge (cognitive), feelings (feeling). ), and action, which can lead to self-strengthening and mentality which leads to increased confidence in students
Pembinaan guru dalam melaksanakan Pembelajaran STEM dengan Kemampuan Berfikir Kreatif dan Keterampilan Kolaboratif pada Siswa SMP
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan kemampuan guru dan dampaknya bagi siswa dalam pembelajaran STEM dengan kemampuan berfikir kreatif dan keterampilan kolaboratif pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Batu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pertemuan langsung (pelatihan dan praktik). Mitra kegiatan ini adalah guru-guru diSMP Muhammadiyah 2 Batu, sedangkan subjek kegiatan ujicoba pembelajaran STEM adalah siswa kelas VII. Pembelajaran STEM ini mengambil materi IPA SMP kelas VII tentang Fotosintesis. Siswa diberikan penjelasan dan diekplorasi informasi yang berhubungan dengan fotosintesis serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dirangsang untuk menemukan solusi terhadap adanya kondisi lahan terbatas bahkan telah beralih fungsi menjadi pemukiman atau tempat wisata. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan oksigen menjadi berkurang. Solusi yang ditawarkan siswa dalam implementasi fotosintesis ini, yaitu dengan membuat Vertical Garden. Disinilah uji kreativitas dan keterampilan kolaboratif siswa diamati. Hasil pembelajaran STEM dengan kemampuan berfikir kreatif terlihat dari rancangan desain pembelajaran STEM pada setiap kelompok yang bervariasi. Setiap kelompok menuliskan topik, identifikasi masalah, dan solusi yang beragam hingga menghasilkan produk miniatur vertical garden yang unik dan bervariatif. Sementara itu, keterampilan kolaboratif terlihat saat siswa melakukan diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Keaktifan siswa saat memberikan solusi,memecahkan suatu masalah, dan pembagian tugas dilakukan secara aktif bertanggung jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah guru mampu melaksanakan pembelajaran STEM dengan kemampuan berfikir kreatif dan keterampilan kolaboratif pada siswa SMP Muhammadiyah 2 Batu.
Coaching teachers in implementing STEM Learning with Creative Thinking and Collaborative Skills for Junior High School Students
This service activity aims to find out how the changes in teachers’ ability and its effect on students in STEM learning with creative thinking skills and collaborative skills in students of SMP Muhammadiyah 2 Batu. The method used in this service activity was direct meetings (training and practice). The partners of this activity are teachers at SMP Muhammadiyah 2 Batu, while the subject of the STEM learning trial activity is in class VII students. This STEM learning takes the VII grade junior high school science material on Photosynthesis. Students were given an explanation and explored information related to photosynthesis and its implementation in everyday life. Students were stimulated to find solutions to the limited land conditions that have even been converted into settlements or tourist attractions. This condition causes the need for oxygen to be reduced. The solution offered by students in the implementation of photosynthesis is to create a Vertical Garden. This is where the test of creativity and collaborative skills of students is observed. The results of STEM learning with creative thinking skills can be seen from the various STEM learning designs in each group. Each group writes down topics, identifies problems, and various solutions to produce unique and varied miniature vertical garden products. Meanwhile, collaborative skills are seen when students conduct group discussions and class discussions. The activeness of students when providing solutions, solving a problem and the division of tasks are carried out actively and responsibly. The conclusion of this activity is that teachers are able to carry out STEM learning with creative thinking skills and collaborative skills in students of SMP Muhammadiyah 2 Batu.
Pelatihan Pengelolaan Website Pada Kantor Desa Duman
Tujuan kegitan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa duman dalam mengelola website. Mitra kegitan adalah Desa Duman (perangkat desa) yang berjumlah 7 orang. Metode pelaksanaan knowledge transfer melalui kegiatan Ceramah dan praktik. Tahapan kegitan penagbdian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegitan pengabdian telah memberikan pengalaman, pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola website dengan indikator mitra dapat membuat akun, mengisi konten dalm bentuk teks, foto, dan video secara mandiri. Kegitan pelatihan perlu dilakaukan secara berkesinambungan agar perangkat desa dapat secara mandiri dalam pengelolaan website sehingga dapat memberikan dampak pada pelayanan informasi kepada masyarakat dan pemerintah tentang kemajuan dan kedala-kendala di desa.
Website Management Training in the Office Duman Village
The purpose of this training is to improve the ability of Duman village officials in managing websites. The activity partner is Duman Village (village apparatus) which consists of 7 people. The method of implementing knowledge transfer is through lectures and practice activities. Stages of activity planning, implementation, and evaluation. Service activities have provided partners experience, understanding, and skills in managing websites with indicators that partners can create accounts, fill out content in the form of text, photos, and videos independently. Training activities need to be carried out on an ongoing basis so that village officials can independently manage the website so that they can have an impact on information services to the community and government about progress and obstacles in the village.
Pemberdayaan Siswa SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Karanganyar Dalam Program Pilih Pilah dan Pulih Sampah
SMP Muhammadiyah 7 (Mutu) Program Unggulan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah berorientasi pada lingkungan dengan adanya program Jumat Bersih dan partisipasi pada kegiatan Bank Sampah. Walaupun sudah ada program berbasis lingkungan, kesadaran siswa terhadap isu lingkungan belum maksimal. Adanya usaha dari pihak sekolah untuk berpartisipasi dalam program Bank Sampah kelurahan belum memiliki rencana pengelolaan maksimal karena belum adanya usaha untuk memanfaatkan potensi sampah menjadi barang yang memiliki manfaat lebih. Solusi yang ditawarkan: Dibutuhkan mekanisme pengelolaan sampah berbasis komunitas siswa peduli lingkungan. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, program pemulihan sampah difokuskan pada pemanfaatan sampah kering anorganik. Program yang ditawarkan adalah pembuatan dan pemanfaatan bata ramah lingkungan (eco brick). Nilai manfaat: Tambahan wawasan mengenai pengelolaan sampah sederhana bagi guru dan siswa yang menunjang materi kurikulum di sekolah khususnya Kelas VII Kompetensi Dasar 3.7. Interaksi antara Mahluk Hidup dan Lingkungannya. Metode Pelaksanaan dnegan transfer of knowledge and technology dengan tahapan. Pengabdian dilaksanakan sebanyak 13 kali pertemuan, dilaksanakan setiap akhir pekan dengan metode sosialisasi (kegiatan hibrid daring dan luring), pelatihan pembuatan eco brick dan pelatihan pembuatan berbagai produk dari ecobrick. Hasil kegiatan: Siswa menyetorkan sampah plastik ke sekolah. Setelah disetor, setiap hari Sabtu, siswa bersama tim membuat ecobrick dan menimbang untuk kontrol kualitas. Dari 4 minggu penyetoran, didapat total 123 buah ecobrick dengan total berat 28,7 kg. Pada akhir fase kegiatan, siswa membuat 5 buah produk terdiri dari 3 rak buku dan 2 kursi. Kegiatan ini mampu menginisiasi siswa SMP Mutu Colomadu untuk menghasilkan produk dari sampah kering sebagai usaha untuk pilih pilah dan pulih sampah.
Student Empowerment of SMP Muhammadiyah 7 Colomadu Karanganyar on Waste Recycling Program
SMP Muhammadiyah 7 (Quality) Colomadu Excellence Program, Karanganyar, Central Java is environmentally oriented with the Clean Friday program and participation in Waste Bank activities. Although there are already environmental-based programs, students' awareness of environmental issues has not been maximized. The existence of an effort from the school to participate in the village Garbage Bank program does not yet have a maximum management plan because there has been no attempt to utilize the potential of waste into goods that have more benefits. The solution offered: It takes a community-based waste management mechanism for students who care about the environment. In this community service activity, the waste recovery program is focused on the utilization of inorganic dry waste. The program offered is the manufacture and use of environmentally friendly bricks (eco-bricks). Value of benefits: Additional insight on simple waste management for teachers and students who support curriculum materials in schools, especially Class VII Basic Competence 3.7. Interaction between Living Things and Their Environment. Implementation method with the transfer of knowledge and technology with stages. The service was held for 13 meetings, held every weekend with socialization methods (online and offline hybrid activities), training on making eco-bricks, and training on making various products from eco-bricks. Result of activity: Students deposit plastic waste at school. After being deposited, every Saturday, students and their team make eco-bricks and weigh them for quality control. From 4 weeks of deposit, a total of 123 eco-bricks were obtained with a total weight of 28.7 kg. At the end of the activity phase, students make 5 products consisting of 3 bookshelves and 2 chairs. This activity was able to initiate Colomadu Quality Middle School students to produce products from dry waste in an effort to sort and recover wast
PROKESMAS: Program Pelatihan Keuangan Sederhana Menuju UMKM Naik Kelas
Prokesmas merupakan suatu bentuk program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan bagi UMKM supaya dapat naik kelas. Pelatihan ini mencakup akuntansi dasar dan penyusunan laporan keuangan yang diterapkan pada kelompok UMKM laundry. Program kegiatan ini menggunakan metode seminar dan praktek secara langsung untuk nenyusun laporan keuangan yang sederhana. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 35 mitra pengusaha UMKM laundry dari Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang Jawa Tengah. Tujuan diadakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mitra UMKM dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Pengukuran pemahaman peserta menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test. Program pelatihan ini dilaksanakan dalam bentuk pemaparan materi untuk memberikan pemahaman terkait akuntansi dasar dan praktek langsung untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Berdasarkan hasil pre-test peserta mendapatkan nilai rata-rata 6,79 sedangkan pada hasil post-test menunjukkan nilai rata-rata 9,53. Maka, implementasi program pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman terhadap akuntansi dasar dan penyusunan laporan keuangan sederhana supaya mewujudkan UMKM naik kelas.
PROKESMAS : The Basic Financial Reporting Training as Upgrading UMKM Program
Prokesmas is a training program that aims to increase understanding of financial management to increase the level of MSMEs. This program consists of basic accounting and financial reports that are applied to the laundry UMKM group. The training program uses the seminar method and the practice of preparing simple financial reports. This training program is attended by 35 participants, who are laundry MSMEs business practitioners in Pekalongan, Pemalang, and Batang Regencies in Central Java, Indonesia. Prokesmas intends to upgrade the capability of UMKM in basic financial reporting, which becomes an important aspect of the business. Measuring the success of the program using pre-test and post-test questionnaire instruments. The implementation of this training program consists of materials to improve basic accounting and hands-on practice to improve the skills of participants in preparing simple financial reports. Based on the results of the pre-test, participants got an average score of 6.79 while the post-test results showed an average score of 9.53. Thus, the implementation of this training program can improve basic accounting and the preparation of simple financial reports for UMKM to increase the level of UMKM
Pendampingan Program Pencegahan Penyakit Scabies Melalui Peningkatan PHBS Menuju Generasi Santri Sehat di Pondok Pesantren
Scabies adalah penyakit kulit dan menular yang disebabkan oleh sarcopes scabei. Dapat ditularkan langsun (skin to skin) seperti berjabat tangan, hubungan seksual, tidur bersama. Atau penularan secara tidak langsung (melalui benda) seperti selimut, bantal sprei, pakaian, handuk. Scabies merupakan penyakit kulit tersering yang menduduki peringkat ke 3 dari 12 penyakit kulit. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah dengan pemberian pendidikan kesehatan mengenai PHBS sebagai upaya untuk peningkatan derajat kesehatan menuju generasi santri sehat dan dapat mengaplikasikan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Al-Musyarrofah Cianjur. Pengabdian masyarakat di lakukan selama 1 hari, jumlah peserta 55 santriwati. Sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan dilakukan test untuk mengukur pengetahuan santriwati terkait PHBS menggunakan kuesioner. Temuan dari pengabdian ini adalah terdapatnya peningkatan pengetahuan yaitu presentasi sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan sebesar 28% dan setelah dilakukan Pendidikan keseahtan mengenai PHBS persentasinya meningkat jadi 78,5%. Simpulan dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan mengenai PHBS sebagai upaya untuk pencegahan terjadinya Scabies di lingkungan Pondok Pesantren
Assistance In Scabies Prevention Programs Through Increasing Phbs Towards A Healthy Generation Of Students At Islamic Boarding Schools
Scabies is a skin and infectious disease caused by Sarcoptes scabiei. Can be transmitted directly (skin to skin) such as shaking hands, sexual intercourse, or sleeping together. Or indirect transmission (through objects) such as blankets, pillows, sheets, clothes, and towels. Scabies is the most common skin disease which is ranked 3rd out of 12 skin diseases. The purpose of this Community Service is to provide health education about PHBS as an effort to improve health status towards a generation of healthy students and can apply PHBS in everyday life. Community Service will be held at Al-Musyarrofah Islamic Boarding School, Cianjur. Community service was carried out for 1 day, and the number of participants was 55 female students. Before and after the health education has conducted a test was conducted to measure the knowledge of the female students related to PHBS using a questionnaire. The finding of this service is that there is an increase in knowledge, namely the percentage before Health Education is conducted by 28% and after Health Education is carried out on PHBS the percentage increases to 78.5%. The conclusion of this service is to increase knowledge about PHBS as an effort to prevent the occurrence of scabies in the Islamic boarding school environment
Sustainability Kelompok Bisnis Kerajinan Kapuk Di Desa Dalaka Melalui Strategi Patronage
Pengabdian ini bertujuan untuk membangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra. Startegi ini sangat dibutuhkan para mitra sebagai upaya pemulihan demi keberlanjutan bisnis yang harus dilakukan para mitra di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan program pengabdian ini akan dilaksanakan selama 1 bulan. Program ini akan dilakukan oleh 6 (enam) orang dosen dengan kolaborasi kepakaran pada 4 bidang. Bidang tersebut di antaranya bidang akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, manajemen pemasaran dan sistem informasi serta 1 mahasiswa di bidang manajemen pemasaran dan akuntansi. Transfer iptek ke mitra dilakukan melalui penyuluhan dalam tiga bentuk, yaitu penyajian materi, demo, dan pendampingan. Kegiatan penyuluhan ini disambut antusias oleh para pengrajin kapuk dan berharap dapat dilakukan secara intens di desa mereka karena telah memberikan insight. Penyuluhan ini memberikan insightbaik bagi pengabdi maupun peserta. Hal ini dikarenakan pengabdi dapat melihat langsung berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Hasil pengabdian ini menunjukkan perlunya dilakukan bimbingan secara teknis dalammembangkitkan dan mengembangkan bisnis kerajinan kapuk melalui strategi patronage sebagaiupaya memperkuat kemampuan pemasaran para mitra.
Kapuk Craft Business Group Sustainability In Dalaka Village Through The Patronage Strategy
This service aims to generate and develop the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners. This strategy is urgently needed by partners as a recovery effort for business sustainability that must be carried out by partners during the Covid-19 pandemic. The implementation of this service program will be carried out for 1 month. This program will be carried out by 6 (six) lecturers with collaboration of expertise in 4 fields. These fields include management accounting, financial accounting, marketing management and information systems and 1 student in marketing management and accounting. The transfer of science and technology to partners is carried out through counseling in three forms, namely material presentation, demonstration, and mentoring. This outreach activity was enthusiastically welcomed by the kapok craftsmen and hoped that it could be carried out intensely in their village because it had provided insight. This counseling provides insight for both devotees and participants. This is because servants can see firsthand the various problems faced by craftsmen, especially during this Covid-19 pandemic. The results of this service indicate the need for technical guidance in generating and developing the kapok handicraft business through a patronage strategy as an effort to strengthen the marketing capabilities of partners