Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Furnitur Bertema Industrial di SMA Trisoko Kramatjati
Upaya yang dilakukan untuk menekan angka penggangguran yaitu dengan memberikan Motivasi serta membuka peluang usaha untuk menghasilkan sebuah karya kreatif, inovatif merupakan bekal bagi mahasiswa yang akan berwirausaha sehingga diharapkan dapat menjadi cikal bakal kemunculan produk usaha sebagai karya mandiri bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar siswa-siswi kelas XII SMA Trisoko mampu membuat dan menjual furnitur bertema industrial sebagai usaha atau menjadi penghasilan tambahan; Hasil wawancara dengan bagian kemahasiswaan SMA trisoko Kramat jati, Kota Jakarta Timur menyatakan bahwa siswa/siswinya belum memiliki pengetahuan tentang bahan dan pembuatan dalam furnitur bergaya industrial, dan juga belum mengetahui tentang bagaimana menjual barang secara online. Berdasarkan hasil wawancara tersebut didapatkan beberapa tawaran solusi permasalahan diantaranya: 1) memberikan pelatihan pembuatan furnitur bergaya industrial, dan 2) memberikan pelatihan penjualan secara online. Pelatihan dalam kegiatan ini diberikan selama 1 bulan (Oktober), sebanyak 3 kali pertemuan, 1 kali seminggu dengan alokasi waktu 120 menit/pertemuan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi tiga tahapan yang disesuaikan dengan materi pelatihannya. Hasil dari kegiatan ini terlihat para peserta mampu membuat rak dan lampu bertema industrial. Rekomendasi pada kegiatan ini bahwa kegiatan ini dapat terus ditingkatkan sehingga kemampuan siswa/siswi dapat maksimal dan dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi pengembangan sebuah produk serta diharapkan pelatihan yang serupa dapat dilakukan pada mitra lainnya.
The Training of Creating Industrial-Style Furniture at Trisoko Senior High School-Kramatjati
One mean that can be done to reduce the unemployment rate is to motivate and to give an opportunity to run a business in producing creative and innovative products, so that the products will be the provision for students to start business as an independent work of the nation. Moreover, the objective of this training is students of twelfth grade of Trisoko High School will be able to make and to sell industrial-style furniture as a business or as an additional income; the result of interview from the students of Trisoko High School shows that they have no knowledge of how to build the industrial-style furniture and its material, nor did they know how to sell goods online. The solutions to the problems that the trainers offer are 1) providing training on how to build industrial-style furniture, and 2) providing online sales training. The expected output of this Community Service Program is scientific article that will be published through National Journals accredited with ISSN. The training in this activity is given for 1 month (October), 3 meetings, once a week with an allocation of 120 minutes/meeting. The implementation of this training activity is divided into three stages according to the training material. The result of this training shows that the participants are able to bulid industrial-style shelves and lamps. Furthermore, the recommendations of this activity are that this activity can be continuously improved so that the ability of students can be maximized and can increase creativity and innovation in product development; also it is hoped that similar training can be carried out on other partner
Pelatihan dan Pendampingan Penelitian dan Publikasi Ilmiah untuk Guru Anggota MGMP IPA Kota Malang
Guru memiliki tugas untuk mengembangkan keprofesian berkelanjutan antara lain melalui publikasi ilmiah, oleh karena itu peningkatan kemampuan guru dalam bidang penelitian menjadi hal yang penting. Budaya membuat karya penelitian dan publikasi bagi guru masih belum lama dikembangkan bagi guru oleh karena itu pembuatan karya penelitian dan dilanjukan ke kegiatan publikasi ilmiah masih menjadi kendala bagi guru pada umumnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan karya penelitian dan karya publikasi ilmiah hasil penelitian. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah peserta MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) IPA kota Malang. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah melalui kegiatan workshop dan pendampingan Workshop dilakukan untuk memberikan materi untuk penguatan mempersiapkan pembuatan rancangan penelitian dan publikasi sedang pendampingan. dilakukan pembuatan rancangan penelitian dan pelaksanaan penelitian untuk kemudian dilanjutkan publikasi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam penyusunan proposal PTK dan pelaksanaan PTK di sekolah, dimana proposal PTK yang berhasil disusun sebanyak 3 judul. Kendala pada kegiatan pengabdian ini adalah pertama kendala secara umum bagi guru yakni ketersediaan waktu. Kendala kedua yang menyebabkan tujuan publikasi belum tercapai adalah hingga berakhirnya kegiatan pengabdian sekolah belum melakukan pembelajaran tatap muka sehingga guru belum berani melakukan penelitian PTK oleh karena PTK yang digunakan untuk karya ilmiah guru tidah boleh dilakukan saat pembelajaran on line dan oleh karena belum memiliki data penelitian maka belum mendapatkan hasil artikel yang di submit. Kegiatan pengabdian ini sebaiknya dilaksanakan dua tahap tahap pembuatan karya penelitian dan tahap pembuatan karya publikasi.
Training and Assistance for Research and Scientific Publications for Teachers of MGMP Science in Junior High School Malang
Teachers have a duty to develop sustainable professions such as through scientific publications, therefore improving the ability of teachers in research and publication is important. The culture of research and publication for teachers is still not developed, accordingly conducting research and publication is still an obstacle for teachers in general. This service activity aims to improve research and publication capabilities. Partners in this service activity are participants MGMP IPA Malang city. The method used to achieve this goal is through workshop activities and mentoring. Workshops are conducted to provide materials to strengthen preparing research designs and publications while mentoring for making research design and implementing research. The result of this service activity was 3 proposals which are continued into research and publication activities. The obstacle in this service activity was the availability of time for teachers and pandemic conditions. The pandemic condition causes the school not to implement face-to-face learning, so teachers do not dare to do classroom action research, because action research at the time of the online learning should not be used for credit scores. Based on the problem above articles cannot be produced until the end of the program of community and haven’t been submitted the article yet. This service activity should be carried out in two stages, that is the stage of making a research program and the stage of making a publication
Peran Pendidikan Politik Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Bagi Warga Kepulauan Madura
Pengabdian ini dilakukan untuk memberi solusi alternatif dari persoalan yang dihadapi oleh warga Kepulauan Madura, yaitu minimnya kesadaran terhadap hak-hak politik dan pembangunan. Pengabdian ini dilakukan dengan metode dialog, yaitu pengabdi melakukan kegiatan bersama sasaran, yang dilakukan secara berkala selama tahun 2022, baik secara daring maupun secara luring. Daring dilakukan, untuk mengefektifkan jarak lokasi sasaran yang berada di wilayah kepulauan, sementara pengabdi tinggal di daratan. Namun untuk memantapkan kegiatan, pertemuan secara luring juga tetap dilakukan. Sasaran merasa sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan, terutama dengan kehadiran pengabdi ke lokasi tempat sasaran berada. Pengabdi menemukan, selama ini warga kepulauan tidak memiliki akses untuk berpartisiasi dalam mengawal kebijakan politik yang dibuat oleh pejabat publik. Setelah dijelaskan bahwah era teknologi informasi memudahkan bagi warga untuk terlibat di dalam mengawal kebijakan, baik melalui call center, akun resmi yang dimiliki oleh Lembaga pemerintah, dan pejabat publik. Termasuk berkirim surat secara resmi ke lembaga dan pejabat publik. Diperlukan Pendidikan politik yang lebih intensif oleh pemerintah, partai politik, dan kelompok civil society kepada warga Kepulaun Madura.
The Role of Political Education in Increasing Political Participation for the Residents of the Madura Islands
This devotion is carried out to provide alternative solutions to the problems faced by the residents of the Madura Islands, that is the lack of awareness of political rights and development. This devotion is carried out using the dialogue method, in which the servant carries out activities with the target, which is carried out periodically during 2022, both online and offline. Online is carried out, to make the distance of the target location effective in the archipelago, while the servant lives on the mainland. However, to strengthen activities, offline meetings are still being held. The target feels very helpful with the activities carried out, especially with the presence of a servant at the location where the target is located. I have found that all this time the islanders do not have access to participate in overseeing the political policies made by public officials. After being explained, the era of information technology makes it easier for citizens to be involved in overseeing policies, either through the call centers, official accounts owned by government agencies, and public officials. This includes sending official letters to public institutions and officials. More intensive political education is needed by the government, political parties, and civil society groups for the residents of Madura Island.
Pemberdayaan Ibu-ibu PKK melalui Pelatihan Pembuatan Buket Snack sebagai Alternatif Peluang Usaha Untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Pengabdian pada masyarakat dilakukan oleh dosen Universitas Panca Marga Probolinggo dan mahasiswa peserta KKN Desa Bulang yang dilaksanakan di Dusun Klompang Desa Bulang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang adalah ibu-ibu PKK. Kegiatan ini merupakan salah satu pelatihan kewirausahaan membuat buket snack sebagai salah satu alternative peluang usaha dimana nantinya dengan inovasi pembuatan buket snack ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat menggunakan Metode Penyuluhan dan Metode Pelatihan pada kegiatan awal dilakukan dengan metode penyuluhan dengan materi Kreativitas, Peluang Usaha, dan Cara Memulai Berwirausaha dan dilakunjutkan dengan pelatihan pembuatan buket snack. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan dalam hal ini adalah ibu-ibu PKK tentang cara membuat buket snack sebagai alternatif peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga
Empowering PKK Mothers through Training on Making Snack Bouquets as An Alternative Business Opportunity to Increase Family Income
Community service was carried out by lecturers of Panca Marga University of Probolinggo and students participating in the Bulang Village KKN which was held in Klompang Hamlet, Bulang Village, Gending District, Probolinggo Regency with a total of 10 participants being PKK mothers. This activity is one of the entrepreneurship trainings to make a bouquet of snacks as an alternative business opportunity where later with the innovation of making this snack bouquet can increase family income. The implementation method used in community service using the Counseling Method and Training Method in the initial activity was carried out by the counseling method with the material Creativity, Business Opportunities, and How to Start Entrepreneurship and was carried out with training on making snack bouquets. The results obtained from this community service activity, there was an increase in the knowledge of the trainees in this case pkk mothers about how to make a bouquet of snacks as an alternative business opportunity to increase family income
PKM-Penerapan Desa Mandiri Energi Berkelanjutan Melalui Pengembangan Teknologi PLTHV Di Desa Duren Berbasis Peningkatan Soft Skill
Desa Duren Kecamatan Gading terletak di daerah pegunungan sebelah selatan Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu Desa pegunungan yang belum mendapatkan pasokan listrik dari PLN. Fokus dan arah pengabdian adalah pengembangan desa mandiri energi diwilayah mitra, pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Vortex, peningkatan kualitas keilmuan, serta dapat menerapkan sistem manajemen Maintenance (Pemeliharaan). Kegiatan PKM ini meliputi beberapa mitra yang ikut berpartisipasi diantaranya Kepadal Desa Duren, pemilik pembabgkit, warga Desa Duren, dan Pemuda Desa Duren. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini, dua aspek diantaranya, Aspek pertama terkait peningkatan kapasitas teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Vortex serta aspek kedua terkait peningkatan manajemen Maintenance (Pemeliharaan) Pembangkit Listrik. Metode yang dilakukan pada program PKM ini yaitu metode pelatihan, dan pendampingan. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diantaranya pelatihan teknologi pembangkit listrik tenaga hidro Vortex (plthv), pendampingan peningkatan pengoperasian pembangkit listrik tenaga hidro Vortex, pembinaan, pengelolaan pembangkit listrik melalui kelompok peguyuban, dan pembinaan soft skill sistem pemeliharaan pembangkit listrik menuju desa mandiri energi.
Pkm-Implementation of Sustainable Energy Independent Villages Through the Development of PLTHV Technology in Duren Village Based on Soft Skill Improvement
Duren Village, Gading District, is located in a mountainous area to the south of Probolinggo Regency, which is one of the mountainous villages that has not yet received electricity supply from PLN. The focus and direction of service is the development of energy independent villages in partner areas, development of Hydro Vortex Power Plant technology, improving scientific quality, and being able to implement a Maintenance management system. This PKM activity includes several participating partners including the Duren Village Head, the generator owner, Duren Village residents, and Duren Village Youth. The problems that partners are currently facing are two aspects, the first aspect is related to increasing the capacity of Hydro Vortex Power Plant technology and the second aspect is related to improving the management of Power Plant Maintenance. The methods used in this PKM program are training methods, and mentoring. From the results of community service carried out, including training on Vortex hydro power plant technology (PLTHV), assistance in improving the operation of Vortex hydro power plants, coaching, managing power plants through community groups, and coaching soft skills for power plant maintenance systems towards energy independent villages
Revitalisasi Kampung Tangguh COVID-19 Sebagai Upaya Penguatan Resiliensi Keluarga
Pandemi COVID-19 berdampak multidemensi, tidak hanya berdampak pada krisis kesehatan, namun juga mengancam resiliensi keluarga. Program Kampung Tangguh adalah gerakan lokal berjejaring hingga nasional yang di inisiator oleh pemerintah untuk mendukung gerakan pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19 dengan berbagai upaya yang bertujuan untuk membuat masayarakat dan keluarga menjadi kuat, sehat, dan mampu bertahan di masa pandemic. Dalam upaya penguatan resiliensi keluarga, perlu ditambahkan program penguatan keluarga dalam Gerakan Kampung Tangguh sehingga tercapai masyarakat yang tangguh dengan keluarga yang resilien. Kader Kampung Tangguh Desa Bicak belum pernah mendapatkan pelatihan penguatan resiliensi keluarga terutama karena dampak pandemi COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan Kader Kampung Tangguh dalam melaksanakan penguatan resiliensi keluarga dengan terlaksananya pendidikan dan pelatihan penguatan resiliensi keluarga berbasis modul. Metode PENGMAS ini dilaksanakan dengan tiga proses utama yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dengan mengukur pengetahuan Kader sebelum dan sesudah kegiatan dilaksanakan untuk mengukiur keberhasilan PENGMAS. Pelaksanaan PENGMAS dapat disimpulkan berhasil dibuktikan dengan adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan dan kemampuan peserta tentang penguatan resiliensi keluarga serta adanya respon yang positif dari peserta mengingat kegiatan ini merupakan hal baru yang belum pernah didapatkan untuk merevitalisasi Kampung Tangguh.
Revitalization of Kampung Tangguh COVID-19 as an Effort to Strengthen Family Resilience
The COVID-19 pandemic has multidimensional impacts, not only having an impact on the health crisis but also threatening family resilience. The Kampung Tangguh Program is a networked local to the national movement initiated by the government to support the government's movement in dealing with the COVID-19 pandemic with various efforts aimed at making communities and families strong, healthy, and able to survive during the pandemic. In an effort to strengthen family resilience, it is necessary to add a family strengthening program in the Kampung Tangguh Movement so that a resilient community with resilient families is achieved. Kampung Tangguh cadres in Bicak village have never received training on strengthening family resilience, especially because of the impact of the COVID-19 pandemic. The purpose of Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) is to increase the knowledge and ability of Kampung Tangguh Cadres in implementing family resilience strengthening by implementing module-based family resilience strengthening education and training. The PENGMAS method is carried out with three main processes, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage by measuring the knowledge of the Cadre before and after the activity is carried out to measure the success of the PENGMAS. The implementation of PENGMAS can be concluded as successful as evidenced by a significant increase in the knowledge and ability of participants about strengthening family resilience as well as a positive response from participants considering that this activity is something new that has never been obtained to revitalize Kampung Tangguh
Pelatihan Manajemen K3 Dan Penerapannya Sebagai “Value Co-Creation” Di Masa Pandemik Covid-19 (Studi Kasus Pada Pangkas Rambut Madura Di Kota Semarang)
Usaha Pangkas Rambut Madura telah menjadi ikonik “Migrant Family Entrepreneurship” di Indonesia. Kehadiran mereka telah menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang tangguh dan mandiri. Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi pendapatan sector jasa termasuk usaha Pangkas Rambut Madura yakni 90,90%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi atas dampak pandemic dengan pelatihan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (k3) dan penerapannya sebagai “Value Co-Creation”. Kegiatan pengabdian ini melibatkan tiga mitra Usaha Pangkas Rambut Madura di Kota Semarang. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian adalah pelatihan dan pemberian alat Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta IPTEK. Instrumen evaluasi kegiatan pengabdian dengan penyusunan kuesioner yang mengukur kinerja pelaksanaan program pelatihan, sedangkan instrument kinerja pemasaran dipergunakan untuk mengukur dampak positip bagi tiga mitra pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan pertama, perilaku mitra pengabdian semakin patuh melaksanakan protocol Kesehatan. Kedua, mitra pengabdian mampu praktik manajemen K3. Ketiga, Mereka memasukan konsep penciptaan Value Co-Creation dalam praktik bisnis mereka. Keempat, mereka mampu meningkatkan kinerja usaha dengan praktik manajemen K3 dan konsep penciptaan Value Co-Creation.
K3 Management Training and Its Application as "Value Co-Creation" During the Covid-19 Pandemic (Case Study on Madura Barbershop in Semarang City)
The Madura Barbershop has become an iconic “Migrant Family Entrepreneurship” in Indonesia. Their presence has become a strong and independent people's economic force. The COVID-19 pandemic has affected the revenue of the service sector, including the Madura Barbershop business, which is 90.90%. This service activity aims to provide solutions to the impact of the pandemic with occupational Health, Safety and Environment (HSE) management training and its application as "Value Co-Creation". This service activity involves three partners of the Madura Barber Shop in Semarang City. The method used in service activities is training and providing management tools for Occupational Health, Safety and Environment (HSE) and science and technology. The instrument for evaluating service activities is by compiling a questionnaire that measures the performance of the implementation of the training program, while the marketing performance instrument is used to measure the positive impact for the three service partners. The results of service activities show that first, the behavior of service partners is increasingly obedient in implementing the Health protocol. Second, service partners are able to practice HSE management. Third, they incorporate the concept of Value Co-Creation in their business practices. Fourth, they are able to improve business performance with HSE management practices and the concept of Value Co-Creation.
Sosialisasi Dampak Kecanduan Bermain Game Online Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa di SDN Subangjaya 2 Kota Sukabumi
Tujuan sosialisasi pada siswa ini merupakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar bisa membatasi diri dalam bermain game online di karnakan akan menggagu proses belajar dan pasti akan menurunkan prestasi belajar pada siswa. Hingga aktivitas ini dilaksanakan di SDN Subangjaya 2 Kota Sukabumi dengan jumlah partisipan 35 orang. Kegiatan Pkm yang di lakukan dengan ceramah serta dialog dengan memberiakan modul tentang dampak kecanduan bermain game online terhadap motivasi belajar pada siswa. Hasil capaian kegiatan ini antara laingar siswa dapat mengetahui akan dampak kecanduan bermain game online terhadap motivasi belajar dan memberikan solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatisipasi kecanduan bermain game online pada siswa SD. Dari angket didapatkan hasil ada perbe dan pengetahuan saat sebelum serta setelah di bagikan sosialisasi dampak kecanduan bermain game online terhadap motivasi belajar pada siswa SDN Subangjaya 2 Kota Sukabumi dengan nilai P- Value: 0, 000. Direkomendasikan Para guru-guru agar dapat memberikan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam mengurangi kecanduan game dan meningkatkan motivasi belajar siswa dengan memberikan layanan informasi tentang memanfaatkan waktu senggang dengan hal yang positif, serta informasi tentang dampak negatif dari kecanduan game.
Socializing the Impact of Online Game Addiction on Learning Motivation in Students at SDN Subangjaya 2 Sukabumi City
Nowadays online games are booming in the community, and the fans are not half-hearted, from children to adults. The negative impacts of playing games include decreasing concentration in learning at home and at school. The purpose of socialization to students is to provide understanding to students so that they can limit themselves in playing online games because it will interfere with the learning process and will definitely reduce student achievement. Until this activity was carried out at SDN Subangjaya 2 Sukabumi City with 35 participants. Pkm activities are carried out with lectures and dialogues by providing modules on the impact of addiction to playing online games on students' learning motivation. The results of this activity include other students being able to find out the impact of online game addiction on motivation and what solutions can be done to anticipate online game addiction in elementary school students. From the questionnaire, the results showed that there were differences and knowledge before and after the socialization of the impact of addiction to playing online games on learning motivation in SDN Subangjaya 2 Sukabumi students with a P-Value: 0.000. It is recommended that teachers be able to provide Guidance and Counseling services in reducing game addiction and increasing student learning motivation by providing information services about using free time for positive things, as well as information about the negative effects of game addictio
Pengembangan Usaha Produksi Olahan Sagu Di Desa Pemakuan Kecamatan Sungai Tabuk
Salah satu mata pencaharian warga desa Pekauman Kecamatan Sungai Tabuk adalah sebagai petani sagu sekaligus memproduksi tepung sagu dan pengolah tepung sagu menjadi produk sagu setengah jadi. Petani sagu banyak dipilih sebagai alternatif jika warga belum memiliki pekerjaan, hal ini disebabkan melimpahnya tanaman sagu di desa Pemakuan. Namun karena kemasan yang sangat sederhana dan tidak tahan lama, maka konsumen pun kurang tertarik untuk membeli olahan sagu setengah jadi tersebut. Tujuan dari pengabdian pengembangan usaha ini adalah untuk menjadikan produk sagu dapat bertahan lama dan struktur amilum tidak rusak maka sagu dikeringkan pada suhu < 600C dan kemas menggunakan plastik vakum, dengan alat pengering berupa box yang terbuat dari aluminium dilengkapi dengan elemen pemanas di bagian bawah dan samping, pengatur suhu serta kipas exhaust di bagian atas. Box pengering berukuran panjang 100m, lebar 80cm dan tinggi 80cm dengan rak berjumlah 5 tingkat. Sosialisasi pada pengembangan usaha produksi olahan sagu ini dihadiri oleh 23 orang peserta yeitu, petani dan pengolah sagu, ibu rumah tangga dan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN). Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah survey lokasi, survey terhadap warga pembuat sagu, pembuatan/rancang bangun alat, uji coba alat, sosialisasi dan pemasaran. Hasil pada pembuatan rancang bangun alat pengering dan kemasan secara keseluruhan adalah pada tahap uji coba alat, pemanas tidak mencapai suhu maksimal yaitu 400C dan kipas mengalami kerusakan. Untuk itu dilakukan penggantian kipas. Pada uji coba suhu menggunakan 300C, bau, warna, bentuk dan rasa sagu tidak berubah dan masih bisa langsung direbus untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut.
Sagu Processed Production Business Development In Pemakuan Village, Sungai Tabuk District
One of the livelihoods of being a resident of Pekauman Village, Sungai Tabuk Subdistrict, is as a sago farmer as well as producing sago flour and processing sago flour for semi-finished sago products. Many sago farmers are chosen as an alternative if residents do not have jobs, this is due to the abundance of sago plants in Pemakuan village. However, because the packaging is very simple and not durable, consumers are less interested in buying the semi-finished sago processed product. The purpose of this service is to make sago products durable and the starch structure is not damaged, so it is dried at a temperature of < 600C and packaged using vacuum plastic, with a dryer in the form of a box made of aluminum equipped with heating elements at the bottom and sides, temperature control and an exhaust fan at the top. Drying Box measuring 100m long, 80cm wide, and 80cm high with shelves opened 5 levels. The socialization on the business development of processed sago production was attended by 23 participants, namely, sago farmers and processors, housewives, and real work college students (KKN). The method of implementation carried out is a site survey, a survey of the residents of sago makers, the manufacture/design of tools, testing of tools, socialization, and marketing. The results in the overall design of the drying and packaging equipment are at the testing stage of the tool, the heater does not reach the maximum temperature of 400C and the fan is damaged. For this reason, a fan was replaced. In the temperature test using 300C, the smell, color, shape, and taste of sago did not change and could still be directly developed for further processin
Pelatihan Manajemen Sitasi (Penggunaan Mendeley) Pada Dosen dan Mahasiswa PSDKU UNTAD Morowali
Artikel ilmiah merupakan sesuatu yang sangat penting dalam dunia kampus khususnya untuk mahasiswa dan dosen dimana bagi mahasiswa artikel ilimiah adalah syarat wajib untuk kelulusan sedangkan bagi dosen merupakan salah satu kewajiban tridarma perguruan tinggi serta sebagai syarat kenaikan pangkat dosen. Penggunaan aplikasi Mendeley Bagi mahasiswa merupakan salah satu kebutuhan untuk menulis skripsi dan menjadikan sebagai salah satu penyimpanan referensi skripsi sedangkan bagi Dosen pelatihan Mendeley mendorong percepatan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi. Pelakasanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Pelatihan Penggunaan Mendeley dilaksanakan pada Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNTAD Morowali dengan pesertanya adalah mahasiswa sebanyak 45 orang, dan Dosen sebanyak 5 orang. Metode pelaksanaan yang digunakan pada Pelaksanaan PkM menggunakan dua Metode yakni knowledge transfer dan Model Community development dengan tahapan pelaksanaa; 1) perencaanaa, 2) Pelaksanaa, dan 3) evaluasi .pemaparan materi dilakukan melalui tatap muka di Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNTAD Morowali. Hasil dari kegiatan ini adalah 40 mahasiswa dan 5 dosen peserta sudah mampu untuk melakukan download, instalasi aplikasi plug in pada Ms. Word, mensitasi artikel, mencari referensi jurnal dan membuat daftar pustaka secara otomatis
Citation Management Training (Using Mendeley) for Lecturers and Students of PSDKU UNTAD Morowali
Scientific articles are something that is very important in the campus world, especially for students and lecturers, where students scientific articles are a mandatory requirement for graduation, while for lecturers it is one of the three obligations of higher education as well as a requirement for a promotion. from the lecturer. The use of the Mendeley application is a necessity for students to write theses and use it as a repository of thesis references, while for lecturers the use of Mendeley is needed to accelerate scientific publications in reputable international journals. The Community Service Training (PKM) with Mendeley was held Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) UNTAD Morowali with 45 students and 5 lecturers as participants. The implementation method used in the implementation of PkM uses two methods, namely the transfer of knowledge and the Community development model with the stages of implementation; 1) planning, 2) implementation, and 3) evaluation. The material was delivered face-to-face at the Main Campus Off-campus Study Program (PSDKU) UNTAD Morowali. The results of this activity were that 40 students and 5 participating lecturers were able to download, and install plug-in applications on Ms. Word, cite articles, look for journal references, and create bibliographies automatic