Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Olahan Mbote Talas Kreatif Berbasis UKM di Dusun Mangunrejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang
Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat terhadap olahan mbote talas kreatif berbasis UKM di Dusun Mangunrejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Metode pelaksanaan pengabdian diantaranya yaitu membuatkan media promosi pemasaran produk mitra di media online. Membuatkan desian spanduk. Membantu menyiapkan prasarat administrasi. Membantu mendaftarkan kelembagaan usaha sebagai legalitas produk agar mitra usaha menjadi kuat dan terpercaya. Membantu meberikan coaching keteramilan pengelolaan manajemen keuangan. membantu membelikan buku administrasi. Memberikan alat penggiling Mbote dan mesin press packing. Menyiapkan berkas administrasi dan mengawal mitra untuk mendaftarkan merek dagang ke HKI; serta mendesain produk kemasan uasaha Mbote talas yang bervariasi, dengan merk “Mr. Mboteo”. Dari hasil pendampingan ini dapat memperbanyak produksi keripik Mbote dengan kemasan yang menarik yang diproduksi melalui alat produksi yang lebih higenis dari sebelumnya. Pengabdian ini dibantu oleh mahasiswa yang ikut serta mendampingi pengupasan, penggorengan dan pengemasi Mbote talas sehingga lebih terkesan menarik dan ternilai estetis. Produk yang kemasan besar di jual dengan harga Rp. 10.000 sedangkan yang kemasan kecil dijual seharga Rp. 5000 dengan rasa original khas mbote. Secara uji organoleptik kebanyakan orang lebih suka rasa originel daripada rasa yang lain seperti rasa balado dan rasa sapi panggang yang disajikan.
Community Empowerment of Processed Mbote Taro Creative Based on SMEs in Mangunrejo Hamlet, Wonosalam District, Jombang Regency
The purpose of this community service program is to empower the community to process more taro creatively based on SMEs in Mangunrejo Hamlet, Wonosalam District, and Jombang Regency. The method of implementing the service includes making promotional media for partner product marketing in online media. Make a banner design. Assist in preparing administrative requirements. Help register business institutions as product legality so that business partners become strong and reliable. Help provide coaching skills in financial management. help buy administrative books. Provide Mbote grinding tools and press packing machines. Prepare administrative files and escort partners to register trademarks with IPR; as well as design various Mbote taro business packaging products, with the brand “Mr. Mboteo". From the results of this assistance, it is possible to increase the production of Mbote chips with attractive packaging which is produced through production equipment that is more hygienic than before. This service is assisted by students who participate in peeling, frying, and packing Mbote taro so that it looks more attractive and has aesthetic value. Products with large packaging are sold at a price of Rp. 10,000 while the small ones are sold for Rp. 5000 with the original taste of Mbote. In the organoleptic test, most people prefer the original taste to other flavors such as the taste of Balado and the taste of roast beef serve
Pengenalan Dan Pendampingan Budidaya Black Soldier Larva Di PT Kharisma Inti Usaha
Kegiatan ini bertujuan untuk mengintroduksi budidaya BSFL (Black soldier fly larva) di PT. Kharisma Inti Usaha (PT. KIU). Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan. Tahap pertama adalah survey lokasi dan potensi. Tahap ke dua adalah proses pencarian data baik data sekunder maupun primer terkait budidaya BSFL dan potensi serta keberlanjutan program. Tahap ketiga adalah implementasi teknologi budidaya BSFL dan pendampingan program. Adapun hasil dari kegiatan ini terdapat potensi sumber daya untuk dilakukan pengembangan program budidaya BSFL di area site PT KIU. Hasil dari proses pembudidayaan BSFL secara tidak langsung dapat mendukung PT KIU dalam penerapan sirkular ekonomi. Melalui pemanfaatan limbah rumah tangga pekerja di PT KIU yang di integrasikan dengan pemanfaatan limbah kelapa sawit solid decanter mampu menghasilkan biomassa BSFL yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pekerja di PT KIU untuk pakan ternak ikan lele. Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan khususnya dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pekerja di PT KIU.
Introduction And Assistance Of Black Soldier Larva Cultivation At Pt Kharisma Inti Usaha
This activity aimed to introduce the rearing of BSFL (Black soldier fly larva) at PT. KIU. The activity was carried out in 3 stages. The first stage was a site and potential survey. The second stage was searching for secondary and primary data related to BSFL cultivation and the potential and sustainability of the program. The third stage was the implementation rearing of BSFL technology and program assistance. There were potential resources for developing a rearing of the BSFL program in the PT KIU site area. The rearing of BSFL could indirectly support PT KIU in implementing the circular economy. Using workers' household waste at PT KIU, integrated with solid decanter palm oil waste, could produce BSFL biomass for catfish animal feed at PT KIU. It was expected that this sustainable activity could significantly improve the working community's welfare at PT KI
Gelar Teknologi Produksi Pupuk Organik Eksmecat Untuk Mengatasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Pada Kelompok tani Ternak Kamboja di Desa Kalijaga Timur Nusa Tenggara Barat
Kelompoktani Ternak Kamboja di Desa Kalijaga Timur Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah mitra dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat Internal Undikma Tahun 2022. Ada tiga masalah utama yang dihadapi mitra dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggotanya, yaitu: (1) kelangkaan pupuk bersubsidi, (2) rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap mitra dalam pembuatan pupuk organik dan (3) belum mengenal pupuk organik eksmecat. Metode diseminasi teknologi yang ditawarkan sebagai solusi mengatasi masalah mitra adalah gelar teknologi produksi pupuk organik eksmecat. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa gelar teknologi dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani peternak sapi potong anggota kelompoktani ternak Kamboja dalam pembuatan pupuk organik eksmecat mencapai 100%. Produksi pupuk organik eksmecat yang dihasilkan mencapai 2,083 kg per hari atau sekitar 500 kg pupuk organik eksmecat selama 40 hari budidaya dengan menggunakan 6 kg cacing tanah Eisenia foetida sebagai dekomposernya. Simpulannya bahwa gelar teknologi merupakan metode diseminasi teknologi baru yang sangat efektif karena mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani peternak sapi potong anggota kelompoktani ternak Kamboja dalam memproduksi pupuk organik eksmecat Dengan demikian, teknologi ini dapat diterapkan secara massal untuk mengatasi kelangkaan pupuk subsidi yang dihadapi petani selama ini.
Eksmecat Organic Fertilizer Production Technology Degree To Overcome the Scarcity of Subsidized Fertilizers in Cambodian Livestock Farmer Groups
Abstract: The Kamboja Livestock Farmer's Group in East Kalijaga Village, Aikmel District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province is a partner in the implementation of the Undikma Internal Community Partnership Program in 2022. There are three main problems faced by partners in order to increase the income and welfare of its members, namely: (1) the scarcity of fertilizers subsidized, (2) low level of knowledge, skills and attitudes of partners in the manufacture of organic fertilizers and (3) not familiar with organic fertilizer Eksmecat. The technology dissemination method offered as a solution to overcome partner problems is the show case technology for the production of eksmecat organic fertilizer. The results of this study indicate that a show case technology can increase the knowledge, skills and attitudes of beef cattle farmers, members of the Cambodian cattle farmer group, in the manufacture of organic fertilizers by up to 100%. The production of eksmecat organic fertilizer reached 2,083 kg per day or about 500 kg of organic eksmecat fertilizer for 40 days of cultivation using 6 kg of earthworm Eisenia foetida as decomposer. The conclusion is that the show case technology is a very effective method of disseminating new technology because it is able to improve the knowledge, skills and attitudes of beef cattle farmers, members of Kamboja livestock farmer groups, in producing organic fertilizers. so far
Pelatihan Manajemen Konflik pada Karyawan Hotel di Semarang
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan manajemen konflik bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan konflik pada karyawan hotel di Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh 18 karyawan yang tergabung dalam tiga hotel berbeda di Kota Semarang yaitu Hotel Noormans, Hotel Candi Indah dan Sisingamangaraja Guest House. Pelaksanaan kegiatan pelatihan terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pemberian materi tentang manajemen konflik, dan diskusi untuk pendalaman kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan focus group discussion dan indikator keberhasilan pelatihan ini dilihat dari tindakan karyawan yang berkontribusi pada pendalaman kasus. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu mengidentifikasi bahwa komunikasi merupakan faktor yang penting dalam pengelolaan konflik pada karyawan hotel. Komunikasi tersebut perlu disertai dengan sikap asserteivess dan responsiveness. Sehingga dalam setiap konflik atau permasalahan dapat mengarah pada suatu bentuk kompromi atau kerjasama yang saling menguntungkan.
Conflict Management Training for Hotel Employees in Semarang
Community service activities in the form of conflict management training aim to understand conflict management for hotel employees in Semarang. This training was attended by 18 employees of three different hotels in Semarang City, namely Noormans Hotel, Candi Indah Hotel, and Sisingamangaraja Guest House. The implementation of the training activities consists of three stages, namely preparation, provision of material on conflict management, and discussions for deepening cases. The data collection technique uses focus group discussions, and indicators of the success of this training are seen from the actions of employees who contribute to the deepening of the case. This community service activity results can identify that communication is essential in managing conflict among hotel employees. This communication needs to be accompanied by an attitude of assertiveness and responsiveness. So that every conflict or problem can lead to a form of compromise or mutually beneficial cooperation.
Menggali Kreatifitas dan Memanfaatkan Hasil Bumi untuk Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Perekonomian Masyarakat
Sejak Pandemi Covid 19 warga Desa Galengdowo menutup akses bagi wisatawan yang berkunjung dan memutuskan untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia di Desa Galengdowo. Untuk mendongkrak potensi wisata budaya dan mendukung program UKM, berbagai potensi dari penjualan hasil kopi, susu sapi, buah duren dan tanaman hasil bumi lainnya sangat berpengaruh dalam mewujudkan desa wisata budaya. Dalam mendukung desa wisata budaya kami memberikan inovasi baru pada kerajian ecoprint berbasis budaya lokal yaitu ecoprint pada media kertas. UKM Griya Ava merupakan penghasil kopi khas Gunung Anjarmoro rintisan dari pelaku UKM berbentuk kopi bubuk dengan merek Arabika Ajasmoro berbasis budaya local. Dalam proses pelaksanaannya menggunakan metode pendampingan kepada pelaku UMKM secara berskala. Strategi pendampingan yang dilakukan mulai dengan memperkenalkan inovasi produk kerajinan tangan ecoprint merancang desain, proses produksi ecoprint sampai pada pelatihan pemasaran secara digital guna menuju Go Digital. Dari hasil binaan kami produk ecoprint pada media kertas berhasil dengan menggunakan bahan-bahan alami dan tidak merusak lingkungan karena berasal dari tanaman masyarakat yang ada di sekitar rumah dan kebun. Dalam menunjang produk ecoprint ini dapat diketahui masyarakat luar maka dilakukanlah pembinaan pelatihan pemasaran secara digital dengan menggunakan E- ommerce, Facebook, dan Instagram sebagai pendukung program pelatihan ecoprint. Berdasarkan monitoring UKM Griya Ava sudah berjualan menggunakan pemasaran secara digital melalui Tokopedia, Facebook, dan Instagram. Dengan pemasaran digital produk ecoprint dapat mendukung program menggali kreativitas dan memanfaatkan hasil bumi dari kegiatan pelatihan ecoprint.
Exploring Creativity and Utilizing Earth Products for Community Empowerment and Community Economic Resilience
Since the Covid 19 Pandemic, residents of Galengdowo Village have closed access for visiting tourists and decided to strengthen the quality of Human Resources in Galengdowo Village. To boost the potential for cultural tourism and support the SME program, various potentials from the sale of coffee, cow's milk, durian fruit, and other crops are very influential in realizing a cultural tourism village. In supporting the cultural tourism village, we provide new innovations in local culture-based eco print crafts, namely eco prints on paper media. UKM Griya Ava is a coffee producer typical of Mount Anjarmoro, pioneered by SMEs in the form of ground coffee with the Arabica Ajasmoro brand based on local culture. In the implementation process, it uses the mentoring method for MSME actors on a scale. The mentoring strategy carried out started by introducing eco print handicraft product innovations in designing designs, eco print production processes to digital marketing training to go Digital. From the results of our development, eco print products on paper media are successful by using natural materials and do not damage the environment because they come from community plants around their homes and gardens. In supporting this eco print product, it is known to the outside community that digital marketing training is carried out using E-commerce, Facebook, and Instagram as supporters of the eco print training program. Based on the monitoring of SMEs, Griya Ava has been selling using digital marketing through Tokopedia, Facebook, and Instagram. With digital marketing, eco print products can support programs to explore creativity and utilize agricultural products from eco print training activitie
Restrukturisasi Kawasan Sumber Air Sebagai Wisata Edukasi di Desa Ngenep Kabupaten Malang
Desa Ngenep berada di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, memiliki kekayaan alam berupa sumber air alami, masyarakat menyebutnya dengan nama Sumbernyolo. Sumbernyolo saat ini dikembangkan menjadi tempat wisata lokal yang dikelola oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis Sumbernyolo. Kondisi mutu kawasan saat ini sangat menurun, untuk menjaga kelestarian perlu dikembangkan wisata edukasi. Usaha untuk mengubah arah menuju wisata edukasi masih memiliki permasalahan. Permasalahan tersebut adalah: (1) Pengetahuan masyarakat terhadap wisata edukasi masih rendah, (2) Pengelolaan kawasan yang masih bersifat tradisional, dan (3) Masih banyak ditemukan kelemahan dalam hal estetika di kawasan Sumbernyolo. Sehubungan dengan itu, tujuan kegiatan ini adalah restrukturisasi kawasan sumber air sebagai wisata edukasi di Desa Ngenep Kabupaten Malang. Metode sebagai solusi atas permasalah yang akan dilakukan melalui kegiatan PPM skim Kelompok adalah (1) Sosialisasi dan pemaparan program wisata edukasi ke Pokdarwsis, (2) Pembenahan sarana dan potensi yang mendukung wisata edukasi. (3) Menyusun strategi pelaksanaan wisata edukasi. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah: (1) Tumbuhnya kesadaran partisipasi Pokdarwis, (2) Tersedianya sumber air siap minum, (3) Bertambahnya wahana wisata edukasi, (4) Tertatanya kawasan untuk mengantisipasi pembuangan sampah sembarangan (5) Meningkatnya kebersamaan kelompok sebagai wujud strategi dalam meningkatkan mutu wisata edukasi. Kegiatan ini berhasil menstrukturisasi kawasan wisata lokal tradisional menuju wisata edukasi. Dengan terbentuknya wusata edukasi akan membuat kawasan Sumbernyolo semakin menarik untuk rekreasi sekalligus menjamin kelestarian alamnya.
Restructuring Water Source Areas as Educational Tourism in Ngenep Village, Malang Regency
Ngenep Village is located in Karangploso District, Malang Regency has natural wealth in the form of natural water sources, people call it Sumbernyolo. Sumbernyolo is currently being developed into a local tourist spot managed by community groups who are members of the Sumbernyolo Pokdarwis. The condition of the area is currently quite declining, to maintain sustainability it is necessary to develop educational tourism. Efforts to change direction toward educational tourism still have problems. These problems are: (1) Public knowledge of educational tourism is still low. (2) Management of the area is still traditional, and (3) There are still many weaknesses in terms of aesthetics in the Sumbernyolo area. In this regard, the purpose of this activity is to restructure the water source area as an educational tour in Ngenep Village, Malang Regency. The method as a solution to the problem that will be carried out through PPM group skim activities is (1) Socialization and exposure of educational tourism programs to Pokdarwsis, (2) Improving facilities and potentials that support educational tourism. (3) Develop a strategy for implementing educational tourism. The results achieved in this activity are: (1) Growing awareness of Pokdarwis participation, (2) Availability of ready-to-drink water sources, (3) Increasing educational tourism facilities, (4) Organizing the area to anticipate littering (5) Increasing group togetherness as a form of strategy in improving the quality of educational tourism. This activity succeeded in structuring traditional local tourism areas towards educational tourism. The formation of an educational tour, it will make the Sumbernyolo area more attractive for recreation as well as ensure its natural preservation
Pelayanan Kepada Wanita Usia Subur Melalui Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (Iva Test) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Serviks
Kanker serviks ditandai dengan tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Diperkirakan 90 persen kanker leher rahim disebabkan human papillomavirus (HPV). Di Indonesia, tiap tahun diperkirakan terdapat 100 penderita baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari jumlah 237 juta penduduk, ada sekitar 237.000 penderita kanker baru setiap tahunnya. Sejalan dengan itu, data empiris juga menunjukkan bahwa kematian akibat kanker dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 kematian akibat kanker sampai dengan tahun 2018 sebesar 18,1 juta kasus dan 9,6 juta kematian di tahun 2018. Kematian akibat kanker diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada tahun 2030. Saat ini cakupan skrining kanker serviks di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah (sekitar 5 %), padahal cakupan skrining yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kanker serviks adalah 85 %. Oleh karena itu Prodi Kebidanan Universitas Gunadarma yang terdiri dari sepuluh orang dosen dan dua orang mahasiswa merasa perlu melakukan skrining kanker serviks melalui IVA test sehingga jika ditemukan kasus atau hasil pemeriksaan positif dapat terdeteksi dini dan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian. Pemeriksaan IVA test pada wanita usia subur dilakukan tanpa adanya biaya sebagai wujud pelaksanaan pengabdian masyarakat (Abdimas) dari tim dosen Program Studi Kebidanan Universitas Gunadarma, bekerjasama dengan praktek mandiri Bidan Dian Dwi Anggraeni, SST, Desa Pabuaran, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor Kegiatan pemeriksaan IVA test dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2022 dengan peserta sebanyak 16 orang yang berdomisili di wilayah sekitar tempat praktek mandiri Bidan Dian Dwi Anggraeni, SST, Desa Pabuaran, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pada wanita usia subur hasilnya yaitu negatif.
Services To Reproductive Women Through Acetic Acid Visual Inspection Examination (Iva Test) As An Effort For Early Detection Of Cervical Cancer
Cervical cancer is characterized by the growth of abnormal cells in the cervix. It is estimated that 90 percent of cervical cancers are caused by the human papillomavirus (HPV). In Indonesia, it is estimated that every year there are 100 new patients per 100,000 population. This means that from a total of 237 million people, there are about 237,000 new cancer patients every year. In line with that, empirical data also shows that cancer deaths from year to year continue to increase. Based on the results of Riskesdas in 2018, cancer deaths until 2018 were 18.1 million cases and 9.6 million deaths in 2018. Cancer deaths are expected to continue to increase to more than 13.1 million in 2030. Currently, the coverage of cervical cancer screening in Indonesia through Pap smears and IVA is still very low (around 5%), even though the effective screening coverage in reducing morbidity and mortality due to cervical cancer is 85%. Therefore, the Midwifery Study Program at Gunadarma University which consists of ten lecturers and two students feels the need to screen for cervical cancer through the IVA test so that if a case or positive test result is found, it can be detected early and can reduce morbidity and mortality. The IVA test examination for WUS was carried out free of charge as a form of community service implementation (Abdimas) by a team of lecturers from the Gunadarma University Midwifery Study Program, in collaboration with BPKM of Midwife Dian Dwi Anggraeni, SST, Pabuaran Village, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor The IVA test was carried out on June 20, 2022, with 16 participants living in the area around the BPM of Midwife Dian Dwi Anggraeni, SST, Pabuaran Village, Kec. Bojonggeede, Kab. Bogor. Based on the examination carried out by WUS the results were negativ
Pendampingan dalam Pembinaan Kelompok Karya Ilmiah Remaja SMA Muhammadiyah 1 Malang
Siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang telah banyak memperoleh prestasi di bidang seni dan olahraga, tetapi tidak di bidang penalaran/ilmiah. Pihak sekolah berkomitmen untuk membina kelompok karya ilmiah remaja (KIR). Tujuan kegiatan ini adalah pendampingan sekolah untuk pendampingan Pembinaan Peningkatan Prestasi Kelompok Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Muhammadiyah 1 Malang. Metode yang digunakan adalah presentasi, diskusi, pendampingan, dan praktik langsung/implementasi. Adapun gambaran solusi atau kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) Pelatihan guru dan penyusunan bersama pedoman pendampingan kelompok KIR. (2) Pembentukan kelompok KIR SMA Muhammadiyah 1 Malang; dan (3) Publikasi. Bentuk luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah (1) pedoman pendampingan kelompok KIR SMA Muhammadiyah 1 Malang yang dapat digunakan sebagai pedoman oleh guru dan pihak sekolah. (2) Adanya atau terbentuknya kelompok KIR SMA Muhammadiyah 1 Malang yang dapat menjadi wadah (kegiatan ekstrakurikuler) bagi para siswa dan bernilai keunggulan sekolah. (3) Publikasi media massa. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan target dan semua luaran tercapai. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan sukses dan memberikan dampak bagi terlaksananya pembinaan kelompok KIR di SMA Muhammadiyah 1 Malang.
Assistance in Fostering Youth Scientific Work Groups at SMA Muhammadiyah 1 Malang
Students of SMA Muhammadiyah 1 Malang have achieved many achievements in the fields of art and sports, but not in the field of reasoning/scientific. The school is committed to fostering youth scientific work groups (Karya Ilmiah Remaja/KIR). The purpose of this activity is to assist schools to assist in the development of achievement improvement of the KIR at SMA Muhammadiyah 1 Malang. The methods used are presentation, discussion, mentoring, and direct practice/implementation. The description of the solutions or activities carried out are as follows: (1) Teacher training and joint preparation of KIR group mentoring guidelines. (2) Establishment of KIR group at SMA Muhammadiyah 1 Malang; and (3) Publications. The outcomes of this activity are (1) guidelines for mentoring KIR groups at SMA Muhammadiyah 1 Malang which can be used as guidelines by teachers and the school. (2) The existence or formation of the KIR group of SMA Muhammadiyah 1 Malang which can be a forum (extracurricular activities) for students and has the value of school excellence. (3) Mass media publications. The results show that the activities have been carried out in accordance with the targets and all outcomes have been achieved. It can be concluded that the activity was successful and had an impact on the implementation of the development of the KIR group at SMA Muhammadiyah 1 Malang
Pelatihan Reference Managemenet Software (RMS) Zotero dalam pengelolaan Sumber Rujukan Penelitian
Kurangnya pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan Reference Managemenet Software (RMS) Zotero menjadi kendala dalam menyusun sumber pustaka yang sistematis dan presisi. Pengabdian Kemitraan Masyrakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dna keterampilan mahasiswa pendidikan biologi menggunakan Reference Managemenet Software (RMS) Zotero dalam pengelolaan sumber rujukan. Mitra dalam kegiatan ini adalah mahasiswa semester enam program studi pendidikan biologi Universtas Pendidikan Mandalika, jumlah mitra yang terlibat 6 orang mahasiswa. Metode pelaksanaan adalah knowledge transfer dan Model Community development dengan tahapan kegiatan; 1) plan, 2) implementation, dan 3) evaluation. Setelah kegitan dilaksanakan terdapat peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam memanfaatkan Reference Managemenet Software (RMS) Zotero dalam pengelolaan sumber rujukan. Keterampilan menggunakan RMS Zotero penting untuk dimiliki oleh mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah tugas akhir, sehingga materi tetang RMS Zotero ini perlu menjadi salah satu pokok bahasan dalam mata kuliah teknik penulisan artikel ilmiah.
Zotero Reference Management Software (RMS) training in managing Research Reference Sources for Biology Education Students
The lack of students' understanding and skills in using Zotero's Reference Management Software (RMS) becomes an obstacle to compiling systematic and precise library sources. This Community Partnership Service aims to improve the understanding and skills of biology education students using Zotero's Reference Management Software (RMS) in managing referral sources. Partners in this activity are sixth-semester students of the Biology education study program at the Mandalika Education University, the number of partners involved is 6 students. The implementation method is a knowledge transfer and Community development model with activity stages; 1) plan, 2) implementation, and 3) evaluation. After the activity was carried out there was an increase in partners' understanding and skills in utilizing Zotero's Reference Management Software (RMS) in managing referral sources. The skill of using RMS Zotero is important for students who are taking final project courses, so this material about RMS Zotero needs to be one of the topics in the technical article writing engineering course
Pendampingan Pascapanen Kopi Menggunakan Fermentasi Carbonic Maceration pada Mitra Piro Coffea Kabupaten Sukabumi
Pengolahan kopi masyarakat di Piro Coffea umumnya masih menggunakan teknologi tradisional yang berpengaruh terhadap kualitas rasa, sehingga berdampak pada nilai ekonomi produk kopi tersebut. Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan teknologi pengolahan kopi sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas. Kopi merupakan salah satu produk yang banyak dikonsumsi masyarakat. Pengolahan kopi masyarakat di Piro Coffea umumnya masih menggunakan teknologi tradisional yang berpengaruh terhadap kualitas rasa, sehingga berdampak pada nilai ekonomi produk kopi tersebut. Program Pengabdian ini berlangsung selama 5 bulan, melibatkan 2 orang dosen pelaksana, dan 3 orang mahasiswa sebagai pelaksana, serta mitra yang terdiri dari 5 orang dari pihak Piro Coffea. Pengabdian dimulai dari persiapan sampai evaluasi keberhasilan proses pendampingan yang dilakukan. Pengabdian ini dibagi menjadi 3 tahap, antara lain tahap observasi awal, implementasi program dan tahap evaluasi efektifivitas program. Akhir program menunjukkan adanya peningkatan kualitas kopi yang dihasilkan, kopi yang dihasilanya memiliki nilai kualitas 91% yang diukur dari rasa, aroma dan warna. Hal ini sesuai juga dengan capaian indikator kegiatan pelatihan yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan teknik pengolahan pasca panen kopi pada mitra Piro Coffea.
Post-harvest assistance for coffee using carbonic maceration fermentation at Mitra Piro Coffea, Sukabumi Regency
The coffee processing community at Piro Coffea generally still uses traditional technology which affects the quality of taste, so it has an impact on the economic value of the coffee product. The implementation of this service aims to improve coffee processing technology so that it can produce quality products. Coffee is one of the products that are consumed by many people. This Service Program lasted for 5 months, involving 2 implementing lecturers, and 3 students as implementers, as well as partners consisting of 5 people from Piro Coffea. Service begins from preparation to the evaluation of the success of the mentoring process carried out. This service is divided into 3 stages, including the initial observation stage, program implementation, and program effectiveness evaluation stage. The end of the program shows an increase in the quality of the coffee produced, the coffee it produces has a quality value of 91% as measured by taste, aroma, and color. This is also consistent with the achievement of indicators for training activities which show an increase in understanding and techniques of post-harvest coffee processing among Piro Coffea partner