Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Pelatihan Penggunaan Aplikasi Administrasi Kependudukan Berbasis Website Bagi Perangkat Desa Tlangoh

    No full text
    Permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Desa Tlangoh adalah pengelolaan administrasi kependudukan masih manual dengan menggunakan buku induk kependudukan desa dan kesadaran masyarakat Desa Tlangoh bahwa tertib administrasi masih rendah tidak melaporkan bila ada perubahan dalam data penduduk. Oleh karena itu, mengingat jumlah penduduk yang terus berubah dan harus selalu diperbaharui, maka diperlukan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan administrasi kependudukan. Potensi pemanfaatan teknologi informasi meliputi keterampilan perangkat desa terkait teknologi informasi, dan sesuai RKPDes 2022 yaitu percepatan pencapaian SDGs desa dan tuntutan desa digital. Solusi yang direncanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain substitusi teknologi, pelatihan dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan aplikasi sistem administrasi kependudukan sebagai sistem database kependudukan di Desa Tlangoh. Keberhasilan pengabdian tersebut adalah perubahan pola kerja administrasi kependudukan dari manual menggunakan Buku Induk Kependudukan menjadi menggunakan aplikasi sistem administrasi kependudukan berbasis website. Hal ini memudahkan desa Tlangoh dalam mengelola data kependudukan di desa Tlangoh. Aplikasi sistem administrasi kependudukan dapat melakukan update, tambah dan hapus data kependudukan, sehingga data kependudukan Desa Tlangoh valid dan terupdate. Ekspor database aplikasi sistem administrasi kependudukan dapat digunakan untuk database Sustainable Development Goals (SDGs) desa. Penerapan sistem administrasi kependudukan mempercepat pendataan SGD desa yang merupakan program desa prioritas. Training on Using the Website-Based Population Administration Application for Tlangoh Village Officials  The problem faced by the Tlangoh Village Government is that the management of population administration is still manual, using the village population master book and the awareness of the people of Tlangoh Village that administrative order is still low, not reporting when there is a change in population data. Therefore, considering the population changes and must be updated, it is necessary to utilize information technology in population administration management. The potential for utilizing information technology includes the skills of village officials regarding information technology, and in accordance with the 2022 RKPDes, namely the acceleration of achieving village SDGs and the demands of digital villages. The solutions planned to solve these problems include technology substitution, training and mentoring. The purpose of this activity is to produce a population administration system application as a population database system in Tlangoh Village. The success of the service is a change in the population administration work pattern from manually using the Population Parent Book to using a website-based population administration system application. This makes it easier for Tlangoh village to manage population data in Tlangoh village. The population administration system application can update, add and delete population data, so that the population data of Tlangoh Village is valid and updated. The population administration system application database export can be used for the village's Sustainable Development Goals (SDGs) database. The application of the population administration system accelerates the data collection of village SGDs, which is a priority village program

    Aplikasi Tirtanadi Berbasis Android Sebagai Solusi Tagihan Air Warga Di Desa Kalisidi Kabupaten Semarang

    No full text
    Desa Kalisidi memiliki permasalahan dalam sistem informasi tagihan air yang masih dilakukan secara konvensional. Petugas air di Desa Kalisidi memiliki permasalahan inefisensi kerja karena proses pencatatan data tagihan air warga masih dilakukan dengan system tradisional. Permasalahan ini menyebabkan tim pengelola tagihan air tidak dapat memberikan layanan maksimal kepada warga. Kebutuhan terhadap system informasi berbasis teknologi dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh warga Desa Kalisidi. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Himpunan Mahasiswa Manajemen (PPK Ormawa HMM) melakukan analisis dan pemetaan masalah dengan metode Focus Group Discussion (FGD).  Tim PPK HMM mengembangkan aplikasi berbasis android sebagai system informasi tagihan air digital untuk warga Desa Kalisidi yang diberi nama “Tirtanadi”. Tirtanadi dirancang user friendly agar dapat digunakan dengan mudah oleh warga desa. Tujuan program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan agar warga Desa Kalisidi dapat meningkatkan efisiensi pada pengelolaan informasi tagihan air pegunungan. The Tirtanadi Android Application as the water billing system solution at Kalisidi Village Semarang Regency Kalisidi village face a problem in the water billing information system due to manual procedure on the process of information collection.  Since the process of information collection still using traditional system, it causes inefficiency work. These problems lead to the unsatisfied public services for Kalisidi vilaggers. The PPK Ormawa HMM team analyzed the problem using FGD method and find the solution. The PPK Ormawa HMM team develop the android based information system that is called “Tirtanadi”. The Tirtanadi application is a user friendly android application that can be used easily by the villagers. The purpose of this community program is to enhance the efficiency of the process of water billing information managemen

    Pelatihan Peningkatan Keterampilan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Microlearning menggunakan Aplikasi Bandicam dan Filmora

    No full text
    Penggunaan media pembelajaran digital yang dikemas secara menarik merupakan salah satu cara yang efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik sehingga terjadi proses pembelajaran yang berkualitas. Namun, berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan bersama kepala sekolah SMA 9 Makassar dan hasil analisis situasi dan kondisi di sekolah, dapat diketahui bahwa mayoritas guru di SMA 9 Makassar belum mampu memanfaatkan sarana (jaringan internet bebas akses) yang tersedia di sekolah untuk mengembangkan sendiri media dan sumber belajar. Akhirnya hal tersebut menyebabkan; (1) Terbatasnya variasi media dan sumber belajar yang digunakan guru di sekolah, (2) Sumber belajar yang masih konvensional, (3) Guru belum mahir memanfaatkan teknologi dalam menyiapkan sumber belajar, (4) Minimnya referensi mengenai pembuatan e-modul berbasis microlearning. Oleh karena itu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan peningkatan keterampilan pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning menggunakan aplikasi Bandicam dan Filmora bagi guru SMA Negeri 9 Makassar. Kegiatan yang melibatkan 20 orang guru sebagai peserta kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap utama yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan pelatihan dibagi kedalam 3 materi utama yaitu pengantar pembuatan video pembelajaran, pengenalan aplikasi Bandicam dan Filmora, dan pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa  pelatihan berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning, dimana kompetensi guru memperoleh rata-rata sebesar 95 dalam pembuatan video pembelajaran berbasis microlearning. Microlearning-Based Learning Video Making Skills Improvement Training using Bandicam and Filmora Applications This Using digital learning media that is packaged attractively is an effective way to increase student interest in learning so that a quality learning process occurs. However, based on the results of discussions that have been carried out with the principal of SMA 9 Makassar and the results of the analysis of the situation and conditions, it can be seen that the majority of teachers at SMA 9 Makassar have not been able to take advantage of the facilities (free internet access) available at schools to develop their media and learning resources. Finally, it causes; (1) a limited variety of media and learning resources used by teachers in schools, (2) Conventional learning resources, (3) Teachers not yet proficient at using technology in preparing learning resources, (4) a Lack of references regarding the manufacture of microlearning-based e-modules. Therefore, this Community Partnership Program (PKM) aims to train to improve skills in making microlearning-based learning videos using the Bandicam and Filmora applications for SMA Negeri 9 Makassar teachers. The activity, which involved 20 teachers as participants, was carried out in 3 main stages: preparation, implementation, and evaluation. The training implementation stage is divided into three primary materials: an introduction to making learning videos, an introduction to Bandicam and Filmora applications, and microlearning-based learning videos.The evaluation of the activities showed that the training contributed to the improvement of teacher competence in making microlearning-based learning videos, where the teacher's competence obtained an average of 95 in making microlearning-based learning videos

    Literasi dan Pengembangan Bank Sampah Sebagai Upaya Untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Sampah telah menjadi permasalahan nasional terutama di kota-kota besar di Indonesia begitu pula di desa. Tujuan dari pengabdian ini adalah literasi dan pengembangkan bank sampah sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di masa pandemi covid-19. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, pengembangan bank sampah dan pengelolaan bang sampah. Mitra dalam pengabdian ini yaitu Kp. Cirewed, jumlah mitra yang mengikuti terdiri dari 40 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat melalui literasi dan pengembangan bank sampah menunjukan tingkat pengetahuan masyarakat meningkat sangat nyata melalui kegiatan sosialisasi, pengembangan dan pengelolaan bank sampah, Adapun hasil sosialisasi dalam kegiatan sosialisasi bank sampah upaya untuk peningkatan pendapatan masyarakat pada masa pandemik Covid-19 di Kp Cirewed berjalan dengan lancar dari 23% menjadi 95%. Semua  masyarakat  terlihat  antusias  dan merasakan  manfaatnya.  Keberhasilan  ini  ditunjukkan  antara  lain:  (1) Adanya  kesesuaian materi dengan kebutuhan para masyarakatuntuk memahami tentang Sosialisasi Bank  Sampah  Dalam  Peningkatan Pendapatan  Masyarakat  Di  Masa  Covid  19. (2) beroprasinya kembali bank sampah kp,cirewed (3) adanya peningkatan nasabah baru setelah kegiatan sosialisasi. Dari hasil pengabdian diharapkan akan ada perubahan prilaku masyarakat dari yang tadinya membuang sampah sembarangan menjadi sadar untuk dapat mengumpulkam sampah. Selain itu masyarakat harus dapat memahami literasi dan pengembangan bank sampah sangat penting untuk meningkatkan pendafatan masayarakat. Literacy and Waste Bank Development as an Effort to Increase Community Income during the Covid-19 Pandemic Garbage has become a national problem, especially in big cities in Indonesia as well as in villages. The purpose of this service is literacy and the development of waste banks as an effort to increase people's income during the COVID-19 pandemic. The methods used in this service are socialization, development of waste banks, and waste management. Partners in this service, namely Kp. Crewed, the number of partners who participated consisted of 40 people. The results of community service through literacy and waste bank development show that the level of community knowledge has increased significantly through socialization, development, and management of waste banks. smoothly from 23% to 95%. Everyone seemed enthusiastic and felt the benefits. This success was demonstrated, among others: (1) The suitability of the material with the needs of the community to understand the Socialization of Waste Banks in Increasing Community Income During the Covid 19 Period. (2) the operation of the waste bank KP, Cirewed (3) an increase in new customers after the socialization activity. From the results of the service, it is hoped that there will be a change in people's behavior from those who used to litter to becoming aware of being able to collect garbage. In addition, the community must be able to understand literacy and the development of waste banks is very important to increase community income

    Sosialisasi Jaminan Kesehatan BPJS dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Rukun Ibu Kota Sukabumi

    No full text
    Permasalahan lansia tentang BPJS kesehatan yaitu lansia masih belum memahami mengenai cara mendapatkan dan tahapan dalam pengobatan dengan menggunakan BPJS mulai dari rujukan pelayanan kesehatan tingkat pertama ke rujukan pelayanan kesehatan tingkat paling tinggi. Lansia juga belum mendapatkan informasi secara maksimal mengenai jaminan kesehatan BPJS. Metode pemecahan permasalahan dalam pengabdian masyarakat menggunakan edukasi oleh tenaga kesehatan pada lansia, Tahapan pelaksanaan kegiatan pada pengabdian masyarakat ini yaitu menggunakan metode penyuluhan atau edukasi oleh tenaga kesehatan pada lansia. Konsep metode edukasi meliputi: 1) tahap orientasi; 2) kerja; 3) resolusi. Memberikan materi meliputi: 1) pengertian BPJS; 2) jenis-jenis BPJS; 3) pelayanan-pelayanan dalam BPJS; 4) pembayaran iuran BPJS; 5) prosedur pendaftaran BPJS; 6) manfaat BPJS bagi lansia. Hasil pengabdian masyarakat memberikan materi tentang BPJS selama 30 menit. Kegiatan sosialisasi informasi dan komunikasi jaminan kesehatan BPJS dalam meningkatkan pelayanan kesehatan lansia dapat meningkatkan pola hidup sehat lansia, sehingga lansia tetap produktif dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang terpenuhi secara komprehensif dan bertanggung jawab. Socialization of BPJS Health Insurance in Improving Health Services for the Elderly at the Tresna Werdha Rukun Social Home in the Capital City of Sukabumi The problem for the elderly with BPJS health is that the elderly still do not understand how to get and the stages in treatment using BPJS starting from referrals for health services at the first level to referrals for health services at the highest level. The elderly also have not received maximum information about BPJS health insurance. Problem-solving methods in community service use education by health workers for the elderly. The stages of implementing activities in this community service are using counseling or education methods by health workers for the elderly. The concept of educational methods includes: 1) orientation stage; 2) work; 3) resolution. Providing materials include: 1) the definition of BPJS; 2) types of BPJS; 3) services in BPJS; 4) payment of BPJS contributions; 5) BPJS registration procedure; 6) BPJS benefits for the elderly. The results of community service provide material about BPJS for 30 minutes. Information dissemination activities and communication of BPJS health insurance in improving health services for the elderly can improve the healthy lifestyle of the elderly so that the elderly remain productive and get health services that are fulfilled in a comprehensive and responsible manner

    Penguatan Peran Dan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa Dalam Meningkatkan Kualitas Kebijakan Pemerintah Dan Pemerataan Pembangun Pedesaan

    No full text
    Badan Permusyawaratan Desa sebagai Lembaga representative publik memiliki peran dan fungsi strategis dalam memperjuangkan kepentingan publik melalui pengawasan kepada pemerintah desa dan kritik-saran untuk mewujudkan kebijakan desa yang berkualitas, pembangunan yang merata serta pengelolaan pemerintahan yang baik. Upaya menguatkan peran fungsi BPD sebagaimana diamanahkan dalam UU No.6 tahun 2014 sangat penting dan strategis untuk menjaga terpeliharanya kepentingan dan kebutuhan publik melalui kebijakan pemerintah desa dan pemerataan pembangunan desa. Tujuan pengabdian ini untuk menghuraikan secara terperinci penguatan peran dan fungsi badan permusyawaran desa dalam meningkatkan kualitas kebijakan dan pemerataan pembangunan desa Banuaju Barat Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini kualitatif diskriptif dan eksplanatif. Metode secara diskriptif tetantang permasalahan mitra dan dijelaskan secara mendalam tawaran solusi atas persoalan mitra. Hasil pengabdian penguatan peran dan fungsi BPD ini dikelompokkan dalam tiga unsur uama diantaranya: 1) pelatihan pemahaman peran dan fungsi BPD secara yuridis dan sosiologis; 2) pelatihan pendekatan aspiratif dan solutif; 3) analisis kebijakan dan implementasi kebijakan. Rangkaian hasil tersebut, dilakukan untuk menciptakan tatakelola pemerintahan yang baik sehingga menghasilkan kebijakan yang berkualitas, dan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Strengthening the Role and Function of the Village Consultative Body in Improving the Quality of Government Policies and Equity in Rural Development The Village Consultative Body as a public representative institution has a strategic role and function in fighting for the public interest through supervision of the village government and criticisms to realize quality village policies, equitable development, and good governance management. Efforts to strengthen the role of BPD functions as mandated in Law No. 6 of 2014 are very important and strategic to maintain the maintenance of public interests and needs through village government policies and equitable village development. The method used in the service is qualitative and explanative. The method is descriptively about partner problems and explained in-depth solutions to partner problems. In the service of strengthening the roles and functions of the BPD, three agendas are carried out including 1) training in understanding the roles and functions of the BPD in a juridical and sociological manner; 2) training on aspirational and solution approaches; 3) policy analysis and policy implementation. The role and function of the BPD need to be continuously improved to create good governance so as to produce quality policies and equitable and just developmen

    Pelatihan Atlet Bulu Tangkis Koni Kota Mataram

    No full text
    Tujuan Kegitan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah utuk melatih kondisi fisik atlit bulu tangkis Koni kota Mataram. PKM dilaksanakan di Koni Kota Mataram dengan Mitra Atlet Bulu tangkis yang berjumlah berjumlah 12 atlet yang sudah di verivikasi oleh KONI Kota Mataram. Metode yangg digunakan adalah pendekatan terpadu melalui implemetasi pendamping pelatihan yang sesuai dengan siklus kegiatan pelatihan yang terstandar, yang meliputi analisis kebutuhan pelatihan, perencanaan pelatihan, penyusunan bahan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi pelatihan. Adapun pelaksaan kegitan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut; 1) Sosialisasi atau pemaparan materi 2) peyusunan materi Pendamping Pelatihan peyusunan tes kondisi fisik, 3) pendampingan dalam mengimplementasikan Pelatihan, 4) Evaluasi dan analisis Pelatihan peyusunan instrumen tes serta pengukuran kegiatan. Hasil Pendampingan pelatihan antara lain; 1)  kondisi fisik atlet bulu tangkis KONI Kota Mataram, sebagai bahan rujukan dalam sehingga dapat merumuskan program latihan untuk meningkatkan prestasi atlet, dan 2) peningkatan pemahaman dan keterampilan tentang melaksanakan latihan fisik, Teknik, taktik, psikologisnya. Rekomendasi Diharapkan dari hasil pelatihan yang telah didapatkan oleh atlet dapat di mengaplikasikan pada proses latihan untuk merumuskan program latihan. Sehingga atlet juga harus meningkatkan keterampilan  secara terus menerus, sebagai wujud dari profesionalismenya seorang atlet. Dengan adanya Pendampingan pelatihan kondisi fisik atlet bulu tangkis Koni Kota Mataram dapat teratasi oleh kegiatan pendampingan pelatihan sehingga memberikan dampak positif untuk meningkatkan prestasi atlet KONI Kota Mataram secara terprogram dan sistematis. Mataram City Koni Badminton Athlete Training The purpose of this Community Partnership Activity (PKM) is to train the physical condition of the Koni badminton athletes in the city of Mataram. PKM was held at Koni Mataram City with Badminton Athlete Partners totaling 12 athletes who had been verified by KONI Mataram City. The method used is an integrated approach through the implementation of training assistants in accordance with a standardized training activity cycle, which includes training needs analysis, training planning, preparation of training materials, training implementation, and training evaluation. The implementation of activities with the following stages; 1) Dissemination or presentation of materials 2) Compilation of materials for Training Facilitators in the preparation of physical condition tests, 3) Assistance in implementing training, 4) Evaluation and analysis of training in the preparation of test instruments and measurement of activities. The results of the training assistance include; 1) the physical condition of the KONI badminton athletes in Mataram City, as reference material so that they can formulate training programs to improve athlete performance, and 2) increase understanding and skills in carrying out physical, technical, tactical, psychological exercises. Recommendations It is hoped that the results of the training that have been obtained by athletes can be applied to the training process to formulate an exercise program. So athletes also have to improve skills continuously, as a manifestation of the professionalism of an athlete. With training assistance, the physical condition of the Mataram City KONI badminton athletes can be overcome by training mentoring activities so that it has a positive impact on improving the achievements of Mataram City KONI athletes in a programmatic and systematic manne

    Edukasi Kepengurusan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Melalui Sistem Online Single Submission (OSS)

    No full text
    Keterbatasan pemahaman para pelaku usaha terkait pentingnya mendaftarkan produk usahanya secara resmi membuat para pelaku usaha sedikit mengentengkan hal tersebut. Sejak disahkannya omnibus law, pemerintah mengeluarkan produk baru mereka yang orientasinya yakni pemanfaatan teknologi informasi berbasis online.  Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik. Sistem OSS ditujukan untuk percepatan dan peningkatan penanaman modal dan berusaha serta mempermudah Pelaku Usaha, baik perorangan maupun non perorangan. Pemanfaatan teknologi yang sudah diakses setiap masyarakat dipilih guna menyempurnakan program kerja pemerintah dalam mengembangkan dan meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko pada dasarnya mengubah konsep perizinan yang bersifat ex-ante (persyaratan dipenuhi dulu di awal) dengan konsep peizinan ex-post (verifikasi dilakukan setelahnya). Kebijakan perizinan dirancang untuk mencegah terjadinya kegagalan pasar. Bentuk perizinan haruslah disiapkan dengan sedemikian rupa sehingga pemerintah tidak harus menanggung suatu kerugian yang ditimbulkan oleh tidak terkendalinya kegiatan ekonomi masyarakat. Online single submission atau OSS diluncurkan pada 8 Juli 2018 dalam rangka menyederhanakan proses perizinan berusaha. Disebut pertama kali dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017, aturan pelaksanaan OSS tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018. Education on Risk-Based Business Licensing Management Through the Online Single Submission (OSS) System The limited understanding of business actors regarding the importance of officially registering their business products makes business actors take it lightly. Since the enactment of the omnibus law, the government has issued their new product which is oriented towards the use of online-based information technology. As regulated in Government Regulation Number 24 of 2018 concerning Electronically Integrated Business Licensing Services. The OSS system is aimed at accelerating and increasing investment and doing business as well as facilitating business actors, both individuals and non-individuals. The use of technology that has been accessed by every community is chosen to perfect the government's work program in developing and improving the creative economy in Indonesia. Risk-Based Business Licensing basically changes the concept of licensing which is ex-ante (requirements are met at the beginning) with the concept of ex-post licensing (verification is carried out afterward). Licensing policies are designed to prevent market failures from occurring. The form of licensing must be prepared in such a way that the government does not have to bear a loss caused by uncontrolled community economic activities. Online single submission or OSS was launched on July 8, 2018 in order to simplify the business licensing process. First mentioned in Presidential Regulation Number 91 of 2017, the rules for implementing OSS are contained in Government Regulation Number 24 of 2018

    Peningkatan Keterampilan Wirausaha Pondok Pesantren Melalui Budidaya Lele

    No full text
    Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan wirausaha pondok pesantren melalui kegiatan budidaya ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bermitra dengan Pondok Pesantren Selamat Kota Magelang dengan peserta pelatihan sejumlah 30 orang. Melalui kegiatan ini diharapkan santri memiliki keterampilan dalam mengembangkan budidaya ikan lele diantaranya adalah (1) Keterampilan jiwa wirausaha, (2) Keterampilan budidaya lele, (3) keterampilan manajemen produksi, (4) Keterampilan promosi dan pemasaran. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang menggunakan metode diskusi dan demontrasi. Hasil pelaksanaan merujuk pada hasil perbandingan rata-rata pretest dan postest yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan jiwa wiraudaha yang dimiliki santri, aspek keterampilan jiwa wirausaha mengalami peningkatan sebesar 9,9 %, pada aspek keterampilan budidaya ikan lele mengalami peningkatan sebesar 4,8%, pada aspek keterampilan manajemen produksi mengalami peningkatan 4,4%, pada keterampilan promosi dan pemasaran mengalami peningkatan sebesar 2,9%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan adanya peningkatan keterampilan budidaya ikan lele pada antri di longkungan pondok pesantren selamat. Kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan pondok pesantren dikarenakan keterampilan berwirausaha di lingkungan pondok pesantren dapat mendukung kemajuan pondok.  Improving Islamic Boarding School Entrepreneurial Skills Through Catfish Cultivation  The purpose of this community service is to improve the entrepreneurial skills of Islamic boarding schools through catfish farming activities. Community service activities in partnership with the Selamat Pondok Pesantren Magelang City with 30 training participants. Through this activity, students are expected to have skills in developing catfish farming including (1) entrepreneurial spirit skills, (2) catfish cultivation skills, (3) production management skills, (4) promotion and marketing skills. The method of implementing the activities consists of the stages of preparation, implementation and evaluation using discussion and demonstration methods. The results of the implementation refer to the results of the comparison of the average pretest and posttest carried out showing an increase in the entrepreneurial spirit of the students, the entrepreneurial spirit skill aspect has increased by 9.9%, the catfish cultivation skill aspect has increased by 4.8%, in aspects of production management skills have increased by 4.4%, in promotion and marketing skills have increased by 2.9%. Based on these results, it shows that there is an increase in catfish farming skills in queues in the safe environment of the Islamic boarding school. The activities carried out can provide added value to the Islamic boarding school environment because entrepreneurship skills in the Islamic boarding school environment can support the progress of the boarding school

    Pembuatan Aplikasi Smadita ASEAN School sebagai Media Pembelajaran ASEAN di SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang

    No full text
    Program pengabdian masyarakat ini bertujua menyediakan media belajar tentang ASEAN yang kreatif dan inovatif bagi guru dan siswa di SMA Diponegoro Tumpang. Hal itu sejalan dengan visi sekolah yang tengah mengembangkan sekolah berwawasan ASEAN melalui program Smadita ASEAN School. Namun, masalah yang dihadapi adalah kurangnya informasi dan sumber belajar tentang ASEAN bagi guru dan siswa. Karena itu, kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan aplikasi Smadita ASEAN School yang dapat diakses melalui ponsel android dengan berisi berbagai informasi tentang ASEAN disertai kuis. Melalui program pengabdian ini diperoleh temuan bahwa sekolah membutuhkan kontribusi perguruan tinggi sebagai mitra, pentingnya media pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta perlunya diseminasi informasi tentang ASEAN, terutama terkait peluang dan tantangan Masyarakat ASEAN. Making the Smadita ASEAN School Application as an application ASEAN Learning Media at Diponegoro High School Tumpang Malang Regency  This community service program aims to provide creative and innovative learning media about ASEAN for teachers and students at Diponegoro Tumpang High School. This is in line with the school's vision of developing an ASEAN-oriented school through the Smadita ASEAN School program. However, the problem faced is the lack of information and learning resources about ASEAN for teachers and students. Therefore, the activity carried out is the creation of the Smadita ASEAN School application that can be accessed via Android phones containing various information about ASEAN along with quizzes. Through this service program, it was found that schools need the contribution of universities as partners, the importance of creative and innovative learning media, and the need to disseminate information about ASEAN, especially related to the opportunities and challenges of the ASEAN Community

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇