Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kesadaran Peduli Lingkungan Melalui Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Guna Mengurangi Sampah Di Desa Sakakajang
Pengabdian pada Masyarakat ini didasarkan pada permasalahan tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir yang tersedia di SD Negeri 1 Sakakajang, sehingga menyebabkan banyaknya tumpukan sampah di sekitar lingkungan sekolah. Pengabdian pada masyarakat ini berbasis riset yang dilakukan oleh tim pengabdian Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya yang berlokasi di desa Sakakajang, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Reseach) dimana pengguna metode ini melakukan riset terhadap suatu masalah kemudian melibatkan pihak-pihak yang terlibat guna memecahkan masalah tersebut. Ada dua tahap pendekatan yaitu tahap pertama ialah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) guna mengatasi penumpukan sampah yang sering terjadi di SD Negeri 1 Sakakajang. Tahap yang kedua ialah pemberian sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna menciptakan lingkungan belajar yang bersih, kondusif, aman dan nyaman. Hasil dari pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah memberikan solusi atas permasalahan penumpukan sampah yang terjadi di SD Negeri 1 Sakakajang dengan mendirikan tempat pembuangan akhir. Selain itu, tim pengabdi juga membiasakan peserta didik SD Negeri 1 Sakakajang untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.
An Increasing Awareness of Environmental Care by Construction of Final Disposal Sites (FDS) to Reduce Waste in Sakakajang Village
This community service is based on the problem of the absence of a final disposal site available at SD Negeri 1 Sakakajang, causing a lot of piles of garbage around the school environment. This community service is based on research conducted by the service team of the Palangkaraya State Islamic Institute located in Sakakajang village, Jabiren District, Pulang Pisau Regency. The method of implementing this service uses a PAR (Participatory Action Research) approach where the user of this method conducts research on a problem and then involves the parties involved to solve the problem. There are two stages of approach, namely the first stage is the construction of a Final Disposal Site (TPA) to overcome the accumulation of waste that often occurs in SD Negeri 1 Sakakajang. The second stage is providing socialization about the importance of maintaining a clean environment in order to create a clean, conducive, safe and comfortable learning environment. The result of the service carried out by the service team is to provide a solution to the problem of garbage accumulation that occurs at SD Negeri 1 Sakakajang by establishing a final disposal site. In addition, the service team also familiarizes the students of SD Negeri 1 Sakakajang to keep the environment clean by not littering and throwing it in the place provided.
Peningkatan Kuantitas Dan Kualitas Produk Umkm Pupuk Cair Organik Di Desa Banyurip Kabupaten Gresik
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan Bantuan Manajemen Usaha dan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada para mitra atau UKM kami yang bergerak di bidang pembuatan pupuk organik cair sebanyak 2 orang, pupuk ini dibuat untuk mendukung budidaya bunga di desa Banyuurip, Gresik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah memberikan pendampingan TTG, peralatan produksi dan pengemasan, serta pendampingan manajemen dalam peningkatan kualitas produk dan kuantitas produk, serta memberikan pelatihan pengemasan produk, pemasaran dan pengelolaan keuangan agar UMKM mampu berproduksi dan menjual produk, karena selama ini mereka belum mampu melakukannya. Kegiatan pengabdian ini telah menyediakan peralatan produksi untuk menambah kuantitas produk berupa tong dan botol, sehingga kapasitas produksi meningkat dari 38 liter menjadi 300 liter per periode produksi. Selain itu beliau juga memberikan TTG berupa Alat Penghapus untuk produksi pupuk cair organik sehingga produksi menjadi lebih cepat dan berkualitas.
Increasing the Quantity and Quality of MSME Products of Organic Liquid Fertilizer in Banyuurip Village, Gresik Regency
The purpose of this activity is to provide Business Management Assistance and Appropriate Technology (TTG) for our partners or SMEs engaged in the manufacture of organic liquid fertilizer as many as 2 people, this fertilizer is made to support flower farming in Banyuurip village, Gresik. The implementation method used is to provide TTG assistance, production and packaging equipment, as well as management assistance in improving product quality and product quantity, as well as providing training on product packaging, marketing and managing finances so that MSMEs are able to produce and sell products, because so far they have not able to do. This service activity has provided production equipment to increase the quantity of products in the form of barrels and bottles, so that production capacity increases from 38 liters to 300 liters per production period. In addition, he also provided TTG in the form of an Eraser Tool for the production of organic liquid fertilizer so that production becomes faster and of higher quality
Rintisan Pelestarian dan Pengembangan Budidaya Anggur di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo
Permasalahan yang dihadapi mitra pengabdian kepada masyarakat (Kelompok Masyarakat Anggur Lestari yang berada di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo) ini adalah bahwa dalam budidaya anggur (1) mitra kesulitan untuk memilih jenis-jenis yang sesuai untuk dibudidayakan; (2) mitra masih memiliki pengetahuan yang masih rendah tentang budidaya anggur mulai dari penanaman dan perawatan tanaman anggur; (3) mitra belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk menghindari kerusakan anggur akibat erupsi gunung dan musim hujan yang lebih panjang dari siklus normal tahuanan; (4) mitra belum memiliki strategi untuk budidaya dan pelestarian anggur baik dari strategi budidaya maupun segi kewirausahaan; dan (5. mitra belum memiliki grand design untuk pengembangan tanaman anggur. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan dalam perintisan pelestarian dan pengembangan budidaya anggur di Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Metode kegiatan dalan program pengabdian ini meliputi (1) persiapan pelaksanaan bersama dengan mitra, (2) pelaksanaan yang meliputi pembuatan grand design, studi banding, diklat dan pendampingan pada penanaman sampai perawatan, dan pembentukan jejaring, serta (3) evaluasi. Indikator keberhasilan program adalah terlaksananya semua kegiatan (100% terlaksana). Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil dan telah meningkatkan pengetahuan kelompok dalam pemilihan varietas yang sesuai, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan budidaya anggur, dan membantu dalam pembuatan grand design pengembangan kegiatan budidaya anggur.
Pioneering Preservation and Development of Grape Cultivation in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency
The problems faced by community service partners (the Lestari Grape Community Group located in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency) are that in grape cultivation (1) partners have difficulty choosing the appropriate types for cultivation; (2) partners still have low knowledge about grape cultivation starting from planting and caring for grapevines; (3) partners do not have sufficient knowledge and skills to prevent damage to grapes due to mountain eruptions and rainy seasons which are longer than the annual normal cycle; (4) partners do not yet have a strategy for cultivating and preserving grapes, both from a cultivation strategy and an entrepreneurial perspective; and (5. partners do not yet have a grand design for the development of grapevines. Therefore, the purpose of this service is to provide assistance in pioneering the preservation and development of grape cultivation in Sumberbulu Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency. The method of activity in this service program includes (1) preparation joint implementation with partners, (2) implementation which includes making a grand design, comparative studies, training and assistance from planting to care, and forming networks, and (3) evaluation.The indicator of program success is the implementation of all activities (100% implemented). it was concluded that the community service activities had been successful and had increased the group's knowledge in selecting suitable varieties, increased the knowledge and skills of grape cultivation, and assisted in making a grand design for the development of grape cultivation activitie
Pengenalan Konsep Stok Karbon Pohon sebagai Usaha Mitigasi Perubahan Iklim Kepada Guru IPA dan Biologi se Jawa Tengah
Masalah lingkungan merupakan masalah kritis bersama yang dihadapi dunia saat ini. Melalui pendidikan lingkungan dalam mata pelajaran IPA dan Biologi, siswa diberikan pemahaman terhadap masalah-masalah lingkungan yang merupakan bagian dari proses pembelajaran mereka. Salah satu permasalahan lingkungan yang paling mengancam kelangsungan stabilitas biosfer adalah perubahan iklim. Salah satu bentuk pengamatan langsung di alam untuk mengintegrasikan pengetahuan lingkungan sebagai upaya pelestarian alam adalah pengenalan konsep stok karbon pohon. Salah satu metoda pendugaan stok karbon pohon sederhana yang bisa diaplikasikan pengukurannya di alam oleh siswa adalah metode secara tidak langsung dengan pendekatan ekuasi allometri. Tujuan: Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan konsep stok karbon pohon dengan sasaran guru IPA dan Biologi tingkat SD dan SMP se Jawa Tengah. Metode dan Langkah Kerja: metode pengabdian dilakukan dengan metode daring menggunakan aplikasi zoom untuk kegiatan sinkron dan metode diskusi secara asinkron dengan menggunakan aplikasi schoology. Metode pengumpulan Lembar Kerja Peserta (LKP) juga dilakukan dengan aplikasi schoology. Guru diberikan pengenalan-pengenalan mengenai konsep dasar stok karbon, metode pengukuran diameter pohon setinggi dada (dbh), konsep allometri dan praktek pengukuran dbh pohon langsung di lapangan seperti pekarangan sekolah, pekarangan rumah, kebun dan lahan lainnya yang ditumbuhi pohon. Pengabdian ini dihadiri oleh 47 peserta Hasil: Dari hasil evaluasi tugas LKP, sebanyak 95% guru sudah memahami konsep stok karbon namun baru 77% guru yang menguasai teknis estimasi stok karbon pohon sederhana. Rekomendasi: Diharapkan melalui kegiatan ini, guru dapat mengaplikasikan praktikum estimasi stok karbon pohon di sekolah sebagai bentuk kegiatan pengayaan yang bersifat kontekstual.
Introducing the Concept of Tree Carbon Stock as a Climate Change Mitigation Effort to Science and Biology Teachers in Central Java
Environmental problems are a common critical problem facing the world today. Through environmental education in science and biology subjects, students are given an understanding of environmental issues that are part of their learning process. One of the environmental problems that most threaten the stability of the biosphere is climate change. One form of direct observation in nature to integrate environmental knowledge as an effort to conserve nature is the introduction of the concept of tree carbon stocks. One method of estimating simple tree carbon stocks that can be applied for measurement in nature by students is the indirect method with an allometric equation approach. Objective: The purpose of this service is to introduce the concept of tree carbon stock with the target of science and biology teachers at the elementary and junior high school levels throughout Central Java. Working Methods and Steps: the service method is carried out using an online method using the zoom application for synchronous activities and asynchronous discussion methods using the Schoology application. The method of collecting Participant Worksheets (LKP) is also carried out using the Schoology application. Teachers are given introductions to the basic concepts of carbon stock, methods of measuring tree diameter at chest height (dbh), allometry concepts and the practice of measuring tree dbh directly in the field such as schoolyards, house yards, gardens, and other land overgrown with trees. This service was attended by 47 participants. Results: From the evaluation results of LKP assignments, 95% of teachers have understood the concept of carbon stock, but only 77% of teachers have mastered the technique of simple tree carbon stock estimation. Recommendation: It is hoped that through this activity, teachers can apply the practice of estimating tree carbon stocks in schools as a form of contextual enrichment activitie
Pembuatan Pupuk Kompos Limbah Peternakan dan Perkebunan Bagi Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten Lombok Utara
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkam limbah peternakan dan perkebunan masyarakat menjadi kompos. Keunggulan dari kompos ini adalah ramah lingkungan, dapat menambah pendapatan peternak dan dapat meningkatkan kesuburan tanah serta memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan. Peserta kegitan pelatihan ini adalah masyarakat desa Baturinggit Selelos Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara sebanyak 21 orang. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah Model Participatory Rapid Appraisal (PRA) dengan tahapan, (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan dan (3) Evaluasi. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dengan memberikan paket teknologi pembuatan pupuk organik padat dengan bahan dasar kotoran sapi dan limbah perkebunan masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk organik padat telah dilaksanakan di Masyarakat Desa Baturinggit Selelos Kabupaten Lombok Utara. Pehaman dan keterampilan mitra dalam memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah perkebunan untuk dijadikan kompos meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pretest dan posttest yang mengalami peningkatan mencapai 41.1 %. Kegitan pendampingan masih perlu dialkuakn pendampinagn secara kontinu agar masyarakat mitra dapat mandiri dalam mengelola dan mengolah limbah sekiar untuk dijadikan pupuk organik.
Manufacture of Livestock and Plantation Waste Compost Fertilizer for the Village Community of Baturinggit Selelos, North Lombok Regency
The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the community in utilizing livestock and community plantation waste into compost. The advantages of this compost are that it is environmentally friendly, can increase the income of farmers, and can increase soil fertility and repair physical damage to the soil due to excessive use of inorganic fertilizers. The participants of this training activity were the villagers of Baturinggit Selelos, Gangga District, North Lombok Regency, as many as 21 people. The method of implementing this service is the Participatory Rapid Appraisal (PRA) model with stages, (1) Preparation, (2) Implementation, and (3) Evaluation. The implementation of this community service program is by providing a technology package for making solid organic fertilizer with the basic ingredients of cow dung and community plantation waste. Extension activities and practices for making solid organic fertilizers have been carried out in the Baturinggit Selelos Village Community, North Lombok Regency. The understanding and skills of partners in utilizing livestock manure and plantation waste to be used as compost have increased. This is indicated by the results of the pretest and posttest which increased to 41.1%. Mentoring activities still need to be carried out continuously so that partner communities can be independent in managing and processing surrounding waste to be used as organic fertilizer
Pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Untuk Peningkatan Kualitas Tidur Lanjut Usia
Lamanya tidur seseorang dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin tua usia maka semakin lama kebutuhan untuk tidurnya. Namun kenyataannya, pada lanjut usia terjadi penurunan berbagai fungsi dan kemampuan. Perubahan pada sistem saraf pusat juga mempengaruhi tidur pada lansia. Untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi dan prilaku manusia, diperlukan pemanfaatan kombinasi antara spiritual power dengan energy psychology untuk memperbaiki, pikiran, emosi, perilaku pada manusia. hal tersebut merupakan sistem kerja dari terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). SEFT dilakukan dengan cara pemberian ketukan ringan di bagian-bagian tubuh tertentu. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan meningkatkan kualitas tidur lanjut usia melalui terapi SEFT. Pengabdian dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Rukun Ibu Kelurahan Nanggeleng Kota Sukabumi. yang terdiri dari 12 orang lansia. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, demonstrasi dan latihan Terapi SEFT. Dari angket didapatkan hasil terdapat perbedaan pengetahuan saat sebelum dan setelah dberikan ceramah mengenai SEFT dengan nilai P-Value 0,000. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Terapi SEFT dapat membantu dalam pemenuhan peningkatan kualitas tidur lanjut usia yang mengalami kesulitan tidur (insomnia). Direkomendasikan Terapi SEFT dapat dijadikan sebagai program rutin di PSTW Rukun Ibu dan dapat diterapkan secara mandiri pada lansia untuk mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Training for Quality Sleep Increase To Elderly
The length of a person’s sleep is influenced by the factor. The older the age, the longer the need for sleep. But in reality, in the elderly, there is a decrease in various functions and abilities. Changes in the central nervous system also affect sleep in the elderly. They improve the state of mind, emotions, and human behavior, it is necessary to use a combination of spiritual power with energy psychology to improve thought, emotions, and behavior in humans. It is a working system of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy. SEFT is done by giving light taps on certain body parts. The purpose of this service is to provide knowledge, and understanding and improve the quality of sleep for the elderly through SEFT Therapy. The service was held at the Tresna Werdha Social (PSTW) Rukun Ibu Nanggulung Sukabumi. Consists of 12 geriatrics. The methods used in the service are lectures, demonstrations, and SEFT Therapy exercises. From the questionnaire, it was found that there was a difference in knowledge before and after being given a lecture on SEFT with a P-Value of 0.000. the conclusion of this activity is that SEFT therapy can help in improving the quality of sleep for the elderly who have difficulty sleeping (insomnia). It is recommended that SEFT therapy can be used as a routine program at PSTW Rukun Ibu and can be applied independently to the elderly to prevent insomnia and improve their quality of life the elderly
Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas SDM Masyarakat dengan Menggunakan Metode Asset Bassed Community Development (ABCD) di Desa Pecalongan Kec. Sukosari Bondowoso
Pecalongan adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso. Banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya kualitas sumber daya manusia, yang disebabkan rendahnya pengetahuan dan tingkat pendidikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemberdayaan dan peningkatan kualitas masyarakat di desa Pecalongan. Asset-Based Community Development (ABCD) merupakan salah satu pendekatan dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Data pengabdian yang dikumpulkan berasal dari observasi, dokumentasi, dan wawancara secara langsung yang dilakukan pada masyarakat Pecalongan. Kegiatan pengabdian ini berlangsung di Bulan Agustus 2021. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menjelaskan bahwa aset yang ada dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas SDM Desa Pecalongan yakni meliputi Aset manusia, Aset alam, Aset ekonomi, Aset sosial, dan Aset Tradisi-Budaya. Kelima Aset tersebut akan menjadi bermanfaat saat dikelola dengan baik oleh warga masyarakat. Pendampingan akan pengelolaan aset tersebut perlu dilakukan agar terjadi peningkatan aset individu dan kelembagaan yang mampu menjadi tambahan potensi yang kuat demi kemajuan Desa Pecalongan.
Empowerment and Quality Improvement of Community Human Resources using the Asset Based Community Development (ABCD) Method in Pecalongan Village, Kec. Sukosan Bondowoso
Pecalongan is one of the villages in Sukosari District, Bondowoso Regency. There are many potentials that have not been utilized optimally, one of which is the quality of human resources, which is caused by the low level of knowledge and education. This community service activity aims to explain how to empower and improve the quality of the community in Pecalongan village. Asset-Based Community Development (ABCD) is one approach in empowering and improving the quality of Human Resources (HR). The community service data collected came from observations, documentation, and direct interviews conducted with the Pecalongan community. This community service activity takes place in August 2021. The results of this community service explain that the assets in empowering and improving the quality of human resources in Pecalongan Village include human assets, natural assets, economic assets, social assets, and cultural-traditional assets. These five assets will be useful when managed properly by the community members. Accompaniment in asset management needs to be carried out so that there is an increase in individual and institutional assets that are able to become additional strong potentials for the development of Pecalongan Villag
Diseminasi Teknologi Pembuatan Fat Oil Magot Bsf Pertahanan Tanaman Sebagai Adaptasi Pandemi Covid 19 Masyarakat Desa Belener Kabupaten Cianjur
Kegiatan diseminasi ini bertujuan agar petani ikan Santani Nurul Huda Al-Majani mampu membuat fat oil sebagai sumplemen pakan ikan. Metode Sosial Teknologi Masyarakat (STM) dilakukan dengan pengarahan, pembinaan, dan pemberian keterampilanan (training) dalam memperbanyak black soldier fly dan mengolahnya menjadi fat oil. Hasil diseminasi ini adalah menurut para petani ikan materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan mereka untuk mengurangi ongkos produksi dengan mengunakan suplemen “Fat Oil” magot BSF (60%) dan materi ini bermanfaat karena dapat memecahkan masalah ekonomi dan lingkungan yang dihadapi. Petani ikan juga menerapkan agar diterapkan di lapangan karena mudah didapat dan murah.
Dissemination of Technology for Making Fat Oil Maggot Bsf Plant Defense as an Adaptation to the Covid 19 Pandemic Community of Belener Village, Cianjur Regency
This dissemination activity aims to make Santani Nurul Huda Al-Majani fish farmers able to make fat oil as a fish feed supplement. The Social Technology Community (STM) method is carried out by directing, coaching, and providing skills (training) in multiplying black soldier fly and processing it into fat oil. The result of this dissemination is that according to the fish farmers, the training material is very suitable for their needs to reduce production costs by using the BSF "Fat Oil" supplement (60%) and this material is useful because it can solve the economic and environmental problems they face. Fish farmers also apply to be applied in the field because it is easy to obtain and cheap.
Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pengelolaan Dana Desa Di Desa Molas Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo
Kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu yang harus menjadi perhatian pemerintah karena hal demikian telah menjadi tanggung jawabnya, agar tidak ada rakyat Indonesia yang miskin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada pemerintah Desa Molas, agar mampu lebih memahami bagaimana memanfaatkan dana desa dengan sebaik-baiknya untuk menyejahterakan masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam proses pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan tentang penggunaan dana desa secara efektif dan efisien agar tujuan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tercapai. Lokasi pengabdian dilakukan di Desa Molas, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, yakni pada 31 Mei hingga 1 Juni 2022. Hasil kegiatan yang dilakukan dalam proses pengabdian kepada masyarakat adalah aparat desa dapat lebih paham cara pengelolaan dana desa sesuai peruntukkannya, hal ini sebagaimana tertuang dalam undang-undang, dimana tujuannya antara lain adalah untuk kesejahteraan masyarakat.
Improving Community Welfare Through Village Fund Management in Molas Village, Bongomeme District, Gorontalo Regency
Community welfare is one that the government should pay attention to because it has become its responsibility, so that no Indonesian people are poor in the life of the nation and state. The purpose of this community service is to provide counseling to the government of Molas Village, so that they are able to better understand how to make the best use of village funds for the welfare of their people. The method used in the community service process is counseling on the effective and efficient use of village funds so that the goal of improving community welfare is achieved. The location of the service is carried out in Molas Village, Bongomeme District, Gorontalo Regency, namely from 31 May to 1 June 2022. The results of the activities carried out in the community service process are that village officials can better understand how to manage village funds according to their designation, this is as stated in the law -law, where the goal is among others for the welfare of the community
Pendampingan Agenda Haflah Khatmil Qur’an Ke 45 Dan Haul KH. Muntaha Al-Hafidz Ke 18 (Al-Qur’an Sumber Kebahagiaan dan Spirit Kejayaan)
Kegiatan pendampingan bertujuan membantu proses Khatmil Qur’an di Pondok pesantren Al-Asy’ayyariyah, bermitra dengan pengurus pondok pesantren al-Asyariyyah, dengan jumlah 429 panitia melputi kepanitiaan internal pengurus pondok pesantren dan kepanitian warga kampung. Metode pendampingan melalui terlibat langsung dalam kepanitian, Dengan Srategi Pendampingan melalui pembentukan, konsolidasi, pemastian tugas panitia dan pemenuhan sarana prasarana. Hasil menyimpulkan: Haflah Khatmil Qur'an dan Haul KH. Muntaha Al-Hafidz merupakan tradisi pengukuhan pada santri sebagai legalitas atas prestasi dalam mempelajari Al-Qur’an baik tahfidz maupun binnadzri, sekilgus berkirim do’a kepada pengasuh pesantren yang telah tiada, memiliki makna dan nilai sosial budaya, religus, dan pendidikan. Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya santri, wali santri, alumni, dan masyarakat. Dengan mengusung tema “Al-Qur’an sebagai sumber kebahagiaan dan spirit kejayaan”, bermaksud mengajak kepada penyadaran untuk membaca dan mengkaji lebih jauh agar manfaat tersebut bisa diperoleh. Penelitian merekomendasi agar kegiatan Haflah Khatmil Qur'an menjadi media pendidikan umat, maka tema kegiatan menjadi penting terkait memberi pencerahan terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Assistance for the 45th Haflah Khatmil Qur'an Agenda And Haul KH. Vomiting Al-Hafidz 18th (Al-Qur'an Source of Happiness and Spirit of Victory)
The mentoring activity aims to assist the Khatmil Qur'an process at the Al-Asy'ayyariyah Islamic boarding school, partnering with the administrators of the al-Asyariyyah Islamic boarding school, with a total of 429 committees including the internal committee of the boarding school management and the committee of village residents. The mentoring method is through being directly involved in the committee, with the Mentoring Strategy through the formation, consolidation, ascertainment of committee duties and the fulfillment of infrastructure. The results conclude: Haflah Khatmil Qur'an and Haul KH. Muntaha Al-Hafidz is a tradition of inauguration to santri as legality for achievements in studying the Qur'an both tahfidz and binnadzri, while sending prayers to pesantren caregivers who have died, having socio-cultural, religious, and educational meanings and values. This activity is a gathering place for students, guardians of students, alumni, and the community. By carrying the theme "Al-Qur'an as a source of happiness and the spirit of glory", intends to invite awareness to read and study further so that these benefits can be obtained. The research recommends that the Haflah Khatmil Qur'an activity be a media for educating the people, so the theme of the activity is important related to providing enlightenment on issues that develop in society.