Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pendampingan Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan Melalui Penyusunan Tiga Instrumen Utama Di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu
Kemampuan guru dalam menyusun instrument Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) belum dimiliki oleh guru SMP Muhammadiyah 2 Batu. Untuk itu perlu pendampingan tentang penyusunan instrumen soal berbasis AKM. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan peningkatan mutu satuan pendidikan melalui penyusunan instrumen utama di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah: (1) Pelatihan tentang pengembangan instrumen AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar, dan (2) Pendampingan tentang pengembangan instrumen AKM. Adapun rincian kegiatan adalah sebagai berikut. Berdasarkan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan pengembangan instrumen AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar pada guru SMP Muhammadiyah 2 Batu, telah dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini meliputi pelatihan instrumen AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar dan pendampingan penyusunan instrumen AKM berciri literasi membaca dan literasi numerasi. Guru SMP Muhammadiyah 02 Batu dapat mengembangkan instrumen dalam bentuk kumpulan soal berciri literasi membaca dan numerasi, yang selanjutnya instrumen ini dapat digunakan sebagai panduan pemberian tugas pada siswa dalam proses pembelajaran guna menyiapkan AKM. Produk instrumen yang dihasilkan memuat soal literasi membaca dan literasi numerasi pada matapelajaran IPA, Matematika, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Islam
Assistance in improving the quality of education units through the preparation of three main instruments at SMP Muhammadiyah 02 Batu City
The teacher's ability to develop the Minimum Competency Assessment (AKM) instrument is not yet owned by the teachers of SMP Muhammadiyah 2 Batu. For this reason, assistance is needed in the preparation of AKM-based question instruments. This activity aims to provide assistance to improve the quality of education units through the preparation of the main instrument at SMP Muhammadiyah 02 Batu City. The methods of implementing the activities carried out are (1) Training on the development of AKM instruments, Character Surveys, and Learning Environment Surveys, and (2) Assistance in the development of AKM instruments. The details of the activities are as follows. Based on a series of community service activities through assistance in developing AKM instruments, Character Surveys, and Learning Environment Surveys for SMP Muhammadiyah 2 Batu teachers, have been carried out well. These activities include training on AKM instruments, Character Surveys, and Learning Environment Surveys, and assistance in the preparation of AKM instruments characterized by reading literacy and numeracy literacy. Teachers of SMP Muhammadiyah 02 Batu can develop instruments in the form of a collection of questions characterized by reading literacy and numeracy, which then can be used as a guide for giving assignments to students in the learning process to prepare AKM. The resulting instrument product contains reading literacy and numeracy literacy questions in science, mathematics, social studies, Indonesian, English, Indonesian, and Islamic religious education subject
Pengembangan Usaha Jual Beli Barang Bekas Melalui Pemberdayaan Pemuda Masjid Al Irsyad
Masjid Al Irsyad adalah sebuah masjid yang berlokasi di Dusun Patukan, Desa Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak potensi yang dapat dikembangkan khususnya potensi pemudanya. Pemuda adalah aset masa depan Masjid. Namun ditengah pandemi covid-19, banyak pemuda yang kehilangan lapangan pekerjaan. Tim Pengabdian dari UNDIKMA bermitra dengan FORMASI (Forum Remaja Masjid Al Irsyad) dan Pengurus Ta’mir Masjid Al Irsyad sepakat untuk mengadakan kegiatan pengembangan usaha jual beli barang bekas melalui pemberdayaan pemuda Masjid Al Irsyad. Adapun kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan usaha jual beli barang bekas bagi pemuda Masjid Al Irsyad. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu diawali dengan Penyuluhan, penentuan jadwal dan lokasi, penentuan peserta, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Hasil pengabdian ini adalah terbentuknya kelompok usaha jual beli barang bekas yang beranggotakan pemuda masjid. Dalam penyuluhan ini juga memuat strategi yang dapat dilakukan oleh para pemuda masjid dalam memasarkan barang dan pemilahan barang bekas. Kegiatan ini berhasil terlaksana dengan sebanyak 20 peserta. Sebesar 75 persen (%) berhasil membentuk dua kelompok usaha jual beli barang bekas yang beranggotakan masing-masing 10 orang pemuda masjid. Dari hasil ini, maka direkomendasikan untuk menindaklanjuti kelompok yang terbentuk menjadi bentuk UMKM.
Business Development of Selling and Buying Used Goods Through Youth Empowerment of Al Irsyad Mosque
Al Irsyad Mosque is a mosque located in Patukan, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta Special Region. There is a lot of potential that can be developed, especially the potential of the youth. Youth is the future asset of the mosque. However, in the midst of the COVID-19 pandemic, many young people have lost their jobs. The Service Team from UNDIKMA in partnership with FORMASI (Forum Remaja Masjid Al Irsyad) and the Ta'mir Management of the Al Irsyad Mosque agreed to conduct business development activities for buying and selling used goods through empowering the youth of the Al Irsyad Mosque. This service activity aims to develop the business of buying and selling used goods for the youth of the Al Irsyad Mosque. The method used in this service is Participatory Rural Appraisal (PRA). The activity is carried out through several stages, namely starting with counseling, determining the schedule and location, determining participants, implementing activities and evaluating. The result of this service is the formation of a business group for buying and selling used goods consisting of mosque youths. This counseling also contains strategies that can be carried out by mosque youths in marketing goods and sorting used goods. This activity was successfully carried out with as many as 20 participants. As many as 75 percent (%) succeeded in forming two business groups for buying and selling used goods, each consisting of 10 mosque youths. From these results, it is recommended to follow up on groups that are formed into the form of UMKM
IPTEK Pelatihan Pengelolaan Keuangan Sederhana Pada UMKM Ciledug Prima di Kecamatan Ciledug Tangerang Banten
Pada Usaha mikro kecil menengah (UMKM) mempunyai peran penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Pada saat krisis ekonomi berlangsung di Indonesia, kemampuan UMKM untuk tetap bertahan di masa krisis ekonomi adalah bukti bahwa sektor UMKM merupakan bagian dari sektor usaha yang cukup Tangguh. Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM merupakan bisnis yang juga memerlukan pengelolaan keuangan yang baik. Setiap bisnis akan membutuhkan pengelolaan keuanga yang tepat agar bisnis tetap bisa berjalan dengan lancar. Pengelolaan keuangan usaha penting untuk diterapkan pemilik UMKM. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan sederhana dalam bentuk paparan dan diskusi terkait komponen-komponen dalam mengelola keuangan disertai contoh-contoh. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah Pelaku usaha UMKM Ciledug Prima di Kecamatan Ciledug Kota Tangerang, Banten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diselenggarakan dari bulan Juli 2021 Sampai bulan Januari 2022. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman mengelola keuangan sederhana dalam rangka mengelola uang pribadi dan uang usaha agar bisa lebih berdaya saing kedepannya. Keberhasilan ini ditunjukkan antara lain oleh adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan mengelola keuangan, serta adanya semangat dari peserta pelatihan dalam mengikuti kegiatan serta dapat mengimplementasikan pelatihan yang dilaksanakan ke produk yang dihasilkan peserta.
Science and Technology Simple Financial Management Training At SMEs Ciledug Prima in Ciledug DistrictTangerang Banten
Micro, small and medium enterprises (MSMEs) have an important and strategic role in the country's economic growth, both developing and developed countries. During the economic crisis in Indonesia, the ability of MSMEs to survive during the economic crisis is proof that the MSME sector is part of a fairly resilient business sector. Micro, Small and Medium Enterprises or MSMEs are businesses that also require good financial management. Every business will need proper financial management to keep the business running smoothly. Business financial management is important for MSME owners to implement. The purpose of this community service activity is to provide training on simple financial management in the form of exposure and discussion regarding the components in managing finances with examples. Community service partners are Ciledug Prima SMEs in Ciledug District, Tangerang City, Banten. Community service activities are held from July 2021 to January 2022. The result of this activity is an increase in understanding of managing simple finances in order to manage personal money and business money so that they can be more competitive in the future. This success is shown, among others, by an increase in knowledge and ability to manage finances, as well as the enthusiasm of the training participants in participating in activities and being able to implement the training carried out to the products produced by the participants
Peningkatan Produktivitas Guru SMK melalui Kreativitas Pembuatan Bahan Ajar E-Learning
Perkembangan materi e-learning yang mengikuti perkembangan teknologi yang masih terbatas dan materi yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajarannya terbatas pada buku untuk siswa dan buku untuk guru. Hal ini berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan di SMK Bina Mandiri bahwa belum menggunakan e-learning. Upaya dan tindakan yang sesuai dengan situasi saat ini diperlukan berupa pelatihan dan pendampingan yang harus diberikan untuk mengatasi permasalahan mitra. Kegiatan ini bertujuan agar para guru dapat membuat materi e-learning berdasarkan keahliannya. Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 13 guru-guru di SMK Bina Mandiri dan dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 20 Agustus 2022 selama 5 (lima) hari secara luring berupa suatu pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian ini pendampingan dan pelatihan untuk menggunakan aplikasi e-learning. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik berdasarkan hasil Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik terbukti dengan adanya pengabdian setelah kegiatan selesai. Selain itu, peserta kegiatan masih membutuhkan pelatihan serupa dengan menggunakan aplikasi e-learning jenis lain.
Increasing the Productivity of Vocational High School Teachers to Increase Potential in Facing the Digital Economy through Creativity in Making E-Learning Teaching Materials
The competence of teachers in developing current e-learning teaching materials following technological developments is still very limited, and the teaching materials used by teachers in learning activities are only limited to student books and teacher books. Efforts and actions following the current situation are needed in the form of training and assistance as a form of community service that needs to be done to bridge the existing problems. This community service activity has the aim that teachers can make e-learning teaching materials based on their expertise. The method of implementing this service consists of the planning, implementation and evaluation stages. This service activity was attended by 13 teachers at Bina Mandiri Vocational School and was held from 15 to 20 August 2022 for 5 (five) days offline in the form of training and mentoring. The results of this service activity include: 1) Providing training so that teachers know the competence of their respective fields to develop e-learning teaching materials according to competencies. 2) Can guide teachers to create e-learning teaching materials concepts according to their field of expertise. 3) Assist teachers in making e-learning teaching materials following the concepts that have been made. 4) Can provide knowledge about any platforms used as e-learning teaching materials. This service activity was carried out well, as evidenced by the service participants' reactions after completing it. In addition, activity participants still need similar training using other media or e-learning applications
Penyuluhan Wirausaha Home Industry Untuk Meningkatkan Kreativitas Karang Taruna Desa Matansala
Potensi sumber daya lokal di Desa Matansala Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali adalah kawasan mangrovenya. Akan tetapi, pemanfaatan dan pengelolaannya belum maksimal. Sehingga belum dapat dijadikan sebagai mata pencaharian potensial untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan desa secara berkelanjutan melalui keterlibatan karang taruna sebagai agen pengerak desa dalam menggaungkan dan menumbuhkan jiwa wirausaha skala home industry kepada masyarakat Desa Matansala. Metode penyuluhan dilakukan untuk memberikan informasi dan pengetahuan dalam meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat desa, sedangan diskusi dan tanya jawab dilakukan untuk menghimpun dan mengidentifikasi isu-isu strategis dan ide-ide kreatif mengenai potensi sumber daya mangrove yang bisa dimanfaatkan di desa tersebut. Hasil kegiatan ini memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat Desa Matansala mengenai pentingnya wirausaha home industry untuk meningkatkan perekonomian keluarga, serta merubah mindset masyarakat untuk lebih kreatif dan sadar akan potensi sumber daya lokal yang ada di desanya. Dengan demikian dalam jangka panjang wirausaha home industry dapat berkontribusi pada pembangunan desa secara berkelanjutan.
Home Industry Entrepreneurial Counseling to Increase the Creativity of Karang Taruna in Matansala Village
The potential of local resources in the village of Matansala, Bungku Tengah District, Morowali Regency is the mangrove area. However, its utilization and management has not been maximized. So that it cannot be used as a potential livelihood to improve the family economy. This service activity is expected to contribute to sustainable village development through the involvement of youth organizations as village mobilizing agents in echoing and growing the entrepreneurial spirit of home industry scale to the Matansala village community. The extension method is carried out to provide information and knowledge in improving the skills and creativity of the village community, while discussions and questions and answers are carried out to collect and identify strategic issues and creative ideas regarding the potential of mangrove resources that can be utilized in the village. The results of this activity provide information and knowledge to the Matansala village community about the importance of home-based entrepreneurship to improve the family economy, as well as change the mindset of the community to be more creative and aware of the potential of local resources in their village. Thus in the long term home-based entrepreneurs can contribute to sustainable village developmen
Training Making Plastic Tempeh Hygienic (TEPIS) Post- Pandemic Era Covid 19 in Tanah Merah Residents
Purpose activity devotion this is coaching residents of Tanah Merah deep making Tempe Plastic Hygienic (EDGE) as effort Upgrade immune body and free from coronas. Partner in activity this is residents of Tanah Merah Bangkalan. activity this implemented with knowledge transfer method knowledge and technology with stages activity; 1) Planning, 2) implementation , and 3) evaluation . As for results from activity this is an effort to train and empower farmers in Tanah Merah-Bangkalan residents by increasing skills in processing food ingredients where it is hoped that Tegalwero Village farmers can master >75% the skills of making tempeh from soybeans packaged in hygienic plastic and continue the business of making tempeh from soybeans effectively independent, grow to be large so that the plan of this program will be a success. The food processing skills that are the main focus are the technique of making hygienic soybean tempeh by utilizing the potential of existing farmers' harvest of soybeans, Tanah Merah-Bangkalan residents to the fullest and making tempe products a special food of the city of salt. After a successful small-scale agro-industry program is developed, the economy of the Tanah Merah-Bangkalan people will automatically change from a traditional agricultural system to an entrepreneurial-based economy. So that the community can also become entrepreneurs, coupled with the fact that the presence of tempeh consumed by humans will reduce the number of corona viruses that attack humans.
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Optimalisasi Pemanfaatan Media Pembelajaran e-Learning Pada Masa Pandemi Covid-19 di MAN KOTIM
Teknologi mempunyai peranan yang penting untuk mendukung proses belajar-mengajar secara daring terutama di masa pandemi Covid-19. Namun, beberapa tenaga pengajar di MAN KOTIM belum terbiasa dalam pembelajaran dari rumah dan dituntut untuk membuat media pembelajaran yang berbasis teknologi yang mana digunakan selama pembelajaran daring. Sehingga, perlu dilakukan adanya pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran maupun optimalisasi media pembelajaran agar proses belajar-mengajar berjalan dengan optimal. Adapun pelatihan ini menggunakan penyusunan perangkat pembelajaran berupa RPP otomatis dan penggunaan powerpoint yang dapat digunakan sebagai evaluasi pembelajaran sekaligus diberi pelatihan mengenai evaluasi pembelajaran berbasis HOTS. Selain itu, pelatihan juga terkait tentang aplikasi pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi seperti e-modul, e-book, e-magazine, video interaktif dengan menggunakan bantuan aplikasi Flip Pdf Professional, Adobe InDesign, Android Magazine Maker, eXe Learning yang mudah dipelajari dan tidak membutuhkan bahasa pemrograman terlalu rumit. Hasil dari pelatihan mendapatkan respon positif dari berbagai pihak mitra sekolah dan diharapkan dapat dilakukan pelatihan lanjutan dan monitoring.
Training on the Preparation of Learning Devices and Optimizing the Utilization of e-Learning Learning Media During the Covid-19 Pandemic at MAN KOTIM
Technology has an important role to support the teaching and learning process, especially during the Covid-19 pandemic. However, some teachers at MAN KOTIM are not yet accustomed to learning from home and are required to create technology-based learning media that are used during online learning. So, it is necessary to do training in the preparation of learning devices and optimization of learning media so that the teaching-learning process runs optimally. This training uses the preparation of learning devices in the form of automatic RPP and the use of powerpoints that can be used as learning evaluations as well as being given training on HOTS-based learning evaluation. In addition, training is also related to information technology-based learning media creation applications such as e-modules, e-books, e-magazines, interactive videos using the help of Flip Pdf Professional application, Adobe InDesign, Android Magazine Maker, eXe Learning which is easy to learn and does not require too complicated programming languages. The results of the training received a positive response from various school partners and it is expected that further training and monitoring can be carried out.
Sosialisasi Dampak Keinginan Pindah Kerja (Turnover) Perawat Terhadap Kualitas Pelayanan Di Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi
Tujuan dedikasi pada warga ini merupakan buat sosialisasi akibat kemauan pindah kerja (turnover) Perawat Terhadap Mutu Pelayanan Rumah Sakit. Hingga aktivitas ini dilaksanakan di Rumah Sakit Sekarwangi Kabupaten Sukabumi dengan jumlah partisipan 20 orang. Tata cara yang dicoba merupakan tata cara ceramah serta dialog dengan modul tentang akibat kemauan pindah kerja (turnover) Perawat Terhadap Mutu Pelayanan Rumah Sakit. Hasil capaian kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman kepada Pimpinan di rumah sakit akan dempak yang akan terjadi jika angka turnover yang tinggi dan memberikan solusi apa yang bisa dilakukan untuk mengatisipasi adanya keinginan pidah kerja (turnover) Perawat. Dari angket didapatkan hasil kalau ada perbedan pengetahuan saat sebelum serta setelah di bagikan sosialisasi akibat kemauan pindah kerja (Turnover) Perawat Terhadap Mutu Pelayanan di Rumah Sakit dengan nilai P- Value: 0, 000. Direkomendasikan aktivitas sosialisasi semacam ini bisa dicoba secara teratur baik di posisi yang sama ataupun berbeda, dengan topic lain yang bisa menunjang terjadinya mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit lebih baik lagi.
Socialization Of The Impact Of Nurse Turnover On The Quality Of Services In Sekarwangi Hospital Sukabumi Regency
The purpose of this community service is to socialize the impact of nurses' turnover intentions on the quality of hospital services. So this activity was carried out at the Sekarwangi Hospital, Sukabumi Regency with a total of 20 participants. The method used is the lecture and discussion method with material about the impact of the desire to change jobs (turnover) of nurses on the quality of hospital services. The results of this activity include providing an understanding to the leadership at the hospital about the impact that will occur if the turnover rate is high and providing solutions for what can be done to anticipate the desire to switch jobs (turnover) of nurses. From the questionnaire, it was found that there was a difference in knowledge before and after being given the Socialization of the Impact of Nurse Turnover on the Quality of Service in Hospitals with a P-Value: 0.000. It is recommended that socialization activities like this can be carried out routinely in the same or different locations, with other topics that can support the formation of a better quality of nursing services in hospital
Pelatihan Pengembangan Soal Berbasis HOTS bagi Guru Sekolah Dasar
Pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 diindikasi berdampak pada menurunnya keterampilan berpikir kritis siswa, terlebih kecenderungan guru kesulitan dalam mengembangkan soal berbasis HOTS. Pengabdian ini bertujuan melakukan melatih guru sekolah dasar dalam mengembangkan soal berbasis HOTS dalam rangka meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa selama pembelajaran daring. Metode pelaksanaan pengabdian ini mengacu pada analisis situasi dengan pihak sekolah, meliputi diskusi, sosialisasi, pelatihan, workshop, dan praktek langsung. Pengabdian dilakukan selama bulan Juli – September 2021, melibatkan 24 orang guru. Instrumen pengukuran berpikir kritis yang digunakan dalam pengembangan soal HOTS merujuk kepada penelitian Zubaidah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan soal berbasis HOTS perlu dikembangkan secara tersistem dari perencanaan hingga evaluasi. Lebih lanjut, hasil pengabdian juga memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang bagaimana membelajarkan HOTS dengan menggunakan model pembelajaran inovatif.
HOTS-Based Question Development Training for Elementary School Teachers
Online learning during the Covid-19 pandemic is indicated to impact the decline in students' critical thinking skills, especially for teachers to find it challenging to develop HOTS-based questions. This service aims to train elementary school teachers to develop HOTS-based questions to improve students' critical thinking skills during online learning. Implementing this service refers to situation analysis with the school, including discussions, socialization, training, workshops, and hands-on practice. The service is carried out from July to September 2021, involving 24 teachers. The critical thinking measurement instrument used in developing HOTS questions refers to Zubaidah's research. The service results show that the development of HOTS-based questions needs to be developed systematically from planning to evaluation. Furthermore, the service results also provide a deeper perspective on how to teach HOTS using innovative learning models
Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Anorganik Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa untuk mengolah sampah rumah tangga an organik menjadi produk bernilai ekonomi. Mitra dalam pelatihan siswa kelas XI IPA SMA AL-Hamzar Tembeng Putik kecamatan wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Metode pelaksanaan pelatihan mencakup tiga tahapan yaitu tahap sosialisasi dan penyuluhan, tahap pelaksanaan pengolahan sampah, tahap refleksi dengan langkah-langkah kegiatan pelatihan mulai dari pembuatan bagian dasar bunga dengan tutupan toples dan sampah kantong pelastik, botol dan glas plastik dengan teknik pemanasan, pembuatan batang utama, cabang dan ranting, pembuatan daun dan pemasangan daun. Produk yang di hasilkan bunga hias dari sampah rumah tangga an-organik yang di pasarkan secara online. Rekomendasi dari pelatihan ini akan terus di kembangkan oleh siswa dan guru dalam meminimalisir sampah pada lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.
Training on Processing Household Waste An Organic Into Products of Economic Value
The purpose of this training is to provide knowledge to students to process household waste into products of economic value. Partners in training class XI science students at SMA AL-Hamzar Tembeng Putik, Wanasaba sub-district, East Lombok Regency. The method of implementing the training includes three stages, namely the socialization and counseling stage, the implementation stage of waste processing, and the reflection stage with the steps of training activities starting from making the base of flowers with jars and plastic bags, bottles, and plastic cups with heating techniques, making the main stem, branches and twigs, leaf making and leaf installation. Products made from ornamental flowers from inorganic household waste are marketed online. Recommendations from this training will continue to be developed by students and teachers in minimizing waste in the school environment and the surrounding environment