Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Implementasi Smart Farming Melalui Metode Mix Crop Cultivation Dan Poultry Farming Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat
Desa Rumah Kampung terletak di Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Hasil pertanian utama yang dihasilkan meliputi jagung, cokelat, dan berbagai tanaman rempah. Selain bertani, sebagian warga juga beternak ayam, bebek, dan kambing di sekitar pekarangan rumah. Namun, masyarakat menghadapi berbagai kendala, seperti menurunnya hasil panen akibat keterbatasan pupuk urea, bantuan bibit yang belum merata, keterampilan pengelolaan pertanian dan peternakan yang masih terbatas, serta ancaman banjir saat musim hujan. Maka masyarakat membutuhkan solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam desa rumah kampung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan smart farming melalui metode mix crop cultivation dan poultry farming sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi program, pembentukan dan pembinaan kelompok tani, pengembangan lahan, penanaman dan pemeliharaan bibit tanaman, pemilihan dan pemeliharaan unggas, pelatihan pertanian modern, hingga monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terbentuknya 2 kelompok tani yang berjumlah 25 orang, peningkatan akses terhadap pangan bagi keluarga petani, pengurangan pestisida/pupuk kimia berlebihan, peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 39,5% berdasarkan hasil pre-test dan post-test pelatihan pertanian modern serta tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi (88,2%) terhadap program ini. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa implementasi smart farming melalui mix crop cultivation dan poultry farming dapat menjadi strategi pembangunan desa berbasis potensi lokal, berpeluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadikan Desa Rumah Kampung sebagai percontohan pertanian cerdas di wilayah pedesaan.
Implementation of Smart Farming Through Mixed Crop Cultivation and Poultry Farming Methods as an Effort to Improve the Community Economy
Rumah Kampung Village is located in Lawe Alas Subdistrict, Southeast Aceh Regency, with the majority of residents working as farmers. The main agricultural products include corn, cocoa, and various spice crops. In addition to farming, some villagers also raise chickens, ducks, and goats around their home yards. However, the community faces several challenges, such as declining crop yields due to limited urea fertilizer, uneven distribution of seed assistance, limited skills in agricultural and livestock management, and the threat of flooding during the rainy season. Therefore, the community requires solutions that can address these problems by utilizing the natural resource potential of Rumah Kampung Village. This community service activity aims to implement smart farming through the mix crop cultivation and poultry farming method as a solution to improve the community’s economy. The implementation methods include program socialization, formation and development of farmer groups, land development, planting and maintenance of seedlings, selection and care of poultry, modern agriculture training, and activity monitoring and evaluation. The outcomes of the program include the formation of two farmer groups comprising 25 people, improved food access for farming families, reduced use of excessive chemical pesticides/fertilizers, a 39.5% increase in community knowledge based on the pre- and post-test results of modern agriculture training, and a high community satisfaction rate (88.2%) with the program. The conclusion of this activity is that the implementation of smart farming through mix crop cultivation and poultry farming can serve as a village development strategy based on local potential, with the opportunity to enhance community welfare and position Rumah Kampung Village as a model for smart agriculture in rural areas
Pemberdayaan Masyarakat Desa Taman Sari Melalui Kearifan Lokal Anyaman Bambu untuk Meningkatkan Kualitas Irat, Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin anyaman bambu di Desa Taman Sari, Lombok Barat, melalui peningkatan kualitas irat, diversifikasi produk, dan pemasaran digital. Permasalahan utama yang dihadapi pengrajin adalah keterbatasan alat produksi, khususnya dalam proses pengiratan bambu yang masih dilakukan secara manual sehingga menghasilkan irat dengan kualitas tidak konsisten dan jumlah produksi terbatas. Selain itu, minimnya inovasi produk serta pemasaran yang masih konvensional menjadi kendala dalam memperluas jangkauan pasar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan serta evaluasi, dan keberlanjutan program. Pelatihan difokuskan pada penggunaan mesin pengirat bambu, diversifikasi produk dengan desain modern, serta pemanfaatan platform digital seperti marketplace dan website toko online. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas irat yang lebih tipis, seragam, dan rapi; keberagaman produk kerajinan yang lebih modern; serta kemampuan pengrajin dalam memasarkan produk melalui media digital. Evaluasi juga membuktikan ketercapaian target 100% dalam penguasaan teknologi, diversifikasi produk, dan pemasaran online. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan melalui integrasi teknologi produksi, inovasi desain, dan pemasaran digital mampu meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha kerajinan anyaman bambu, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pengrajin di Desa Taman Sari.
Empowering the Taman Sari Village Community Through Local Bamboo Weaving Wisdom to Improve the Quality of Irat, Product Diversification and Digital Marketing
This community service activity aims to empower bamboo weaving artisans in Taman Sari Village, West Lombok, by improving irat quality, product diversification, and digital marketing. The main problems faced by artisans are limited production tools, particularly in the bamboo splitting process which is still done manually, resulting in inconsistent quality and low productivity. In addition, limited product innovation and conventional marketing methods hinder wider market reach. The program was carried out in five stages: socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation, and sustainability. Training focused on the use of bamboo splitting machines, product diversification with modern designs, and the utilization of digital platforms such as marketplaces and online shops. The results showed significant improvements in producing thinner, more uniform, and neater irat; more diverse and modern woven products; and increased artisan capacity in digital marketing. Evaluation also confirmed 100% achievement in mastering the use of technology, product diversification, and online marketing. The conclusion of this program is that empowerment through the integration of production technology, design innovation, and digital marketing enhances competitiveness and sustainability of bamboo weaving businesses, ultimately improving the welfare of artisans in Taman Sari Villag
GEN-Z SEHAT (Gerakan Edukasi Gizi, PHBS untuk Sehat Anak dan Keluarga di Desa)
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran gizi seimbang dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Desa Ganti. Permasalahan utama adalah rendahnya pemahaman anak terhadap pentingnya gizi dan kebersihan diri. Melalui program GEN-Z SEHAT (Gerakan Edukasi Gizi, PHBS untuk Sehat Anak dan Keluarga di Desa) dilakukan sosialisasi, demonstrasi kebersihan tangan, dan pendampingan pembiasaan hidup sehat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan perilaku anak dalam menerapkan PHBS serta kebiasaan makan bergizi, dengan nilai rata-rata berada pada kategori baik, yang sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan SDGs nomor 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta memiliki potensi keberlanjutan melalui pembiasaan perilaku sehat di lingkungan sekolah. Program ini menyimpulkan bahwa edukasi interaktif berbasis pendampingan efektif menumbuhkan perilaku sehat anak sekolah di lingkungan pedesaan.
GEN-Z SEHAT: Nutrition and CHLB Education Movement for Healthy Children and Families in Rural Areas
This community service program aims to increase awareness of balanced nutrition and clean and healthy living behavior (PHBS) among elementary school students in Ganti Village. The main issue identified is the low level of children’s understanding of the importance of nutrition and personal hygiene. Through the GEN-Z SEHAT Program (Nutrition and PHBS Education Movement for Healthy Children and Families in the Village), activities included socialization sessions, hand hygiene demonstrations, and mentoring to develop healthy lifestyle habits. Evaluation results showed an improvement in students’ understanding and behavior in practicing PHBS and healthy eating habits, with average scores categorized as good. This outcome contributes to the achievement of SDG Goal 3: Good Health and Well-being, and demonstrates sustainability potential through the habituation of healthy behaviors within the school environment. The program concludes that interactive, mentoring-based education is effective in fostering healthy behaviors among elementary school children in rural areas.Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran gizi seimbang dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Desa Ganti. Permasalahan utama adalah rendahnya pemahaman anak terhadap pentingnya gizi dan kebersihan diri. Melalui program GEN-Z SEHAT (Gerakan Edukasi Gizi, PHBS untuk Sehat Anak dan Keluarga di Desa) dilakukan sosialisasi, demonstrasi kebersihan tangan, dan pendampingan pembiasaan hidup sehat. Berdasarkan observasi, anak menunjukkan perubahan positif dalam menjaga kebersihan, mencuci tangan sebelum makan, dan membawa bekal bergizi. Program ini menyimpulkan bahwa edukasi interaktif berbasis pendampingan efektif menumbuhkan perilaku sehat anak sekolah di lingkungan pedesaa
Optimalisasi Proses Pengeringan Minyak dengan Inovasi Teknologi Deep Fry untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Keripik Lokal
Pengolahan hasil pertanian pascapanen memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk serta memperkuat daya saing ekonomi masyarakat, terutama pada skala rumah tangga. Kelompok Wanita Tani (KWT) Nine Seru di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, merupakan salah satu kelompok yang aktif memproduksi olahan pangan, khususnya keripik. Walaupun telah mengantongi sertifikat SPP-IRT, kelompok ini masih menghadapi kendala terkait pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai penggunaan teknologi penggorengan modern berupa deep fryer melalui pendekatan partisipatif dan pembelajaran berbasis pengalaman. Pelaksanaan kegiatan pada 14 Agustus 2024 meliputi Focus Group Discussion (FGD), diskusi interaktif, dan praktik langsung, yang dibagi ke dalam tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta, terlihat dari kenaikan skor pre-test 57,3 menjadi 86,8 pada post-test. Observasi juga mencatat peningkatan keterampilan teknis, di mana sebagian besar peserta mampu mengoperasikan alat secara higienis, mengatur suhu penggorengan dengan benar, dan memahami standar mutu produk. Penerapan teknologi deep fryer dan spinner turut meningkatkan kapasitas produksi sekitar 30–40%. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam memperkuat kapasitas teknis KWT dan berpotensi direplikasi untuk pengembangan ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi desa.
Enhancing Oil-Reduction Efficiency Through Deep-Fry Technology to Strengthen the Competitiveness of Local Snack Products
Post-harvest processing plays a crucial role in increasing the added value of agricultural products and strengthening the economic competitiveness of rural communities, particularly at the household level. The Women Farmers Group (KWT) Nine Seru in Lantan Village, Batukliang Utara District, Central Lombok, is actively involved in producing processed food products, especially chips. Although the group already holds an SPP-IRT certification, limited access to modern technology remains an obstacle to improving product quality and production efficiency. This community service program was designed to transfer knowledge and skills related to the use of modern frying technology, specifically deep fryers, through a participatory approach and experiential learning methods. The activity, conducted on August 14, 2024, included a Focus Group Discussion (FGD), interactive dialogue, and hands-on training, carried out in the stages of preparation, implementation, and evaluation. Evaluation results indicated a significant improvement in participants’ abilities, reflected in the increase of average scores from 57.3 (pre-test) to 86.8 (post-test). Observations also showed enhanced technical competence, with most participants able to control optimal frying temperature, operate the equipment hygienically, and understand product quality standards. The adoption of deep fryer and spinner technology further boosted production capacity by approximately 30–40%. Overall, the program effectively strengthened the group’s technical capacity and has strong potential for replication in local food security and rural economic empowerment initiativesThis community engagement program aims to enhance the capacity of the Nine Seru Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) in agricultural product processing through the introduction of deep fry technology as a solution to optimize the oil-draining process in chip production. Manual production methods previously used were found to be inefficient and negatively affected product quality and competitiveness. Through a participatory approach, this initiative involved needs assessment, preparation of training materials, and the implementation of technical training using hands-on learning methods. Evaluation results demonstrated a significant improvement in participants' knowledge and skills, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test scores and field observations. The spinner technology effectively accelerated the oil-draining process, reduced excess oil content, and improved the final product’s quality. This initiative highlights that appropriate technology interventions, when tailored to local needs and delivered through active learning methods, can be an effective strategy for empowering rural women and enhancing household-based agro-industries. Continued training, technology diversification, and multi-stakeholder collaboration are essential to ensure the sustainability and growth of micro-scale agricultural enterprise
Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat (SISFOHATMAS) Berbasis Website di Kecamatan Mejobo
Pengelolaan data kesehatan masyarakat di berbagai desa di Kecamatan Mejobo selama ini masih dilakukan secara manual sehingga rentan terhadap kesalahan pencatatan, keterlambatan pelaporan, serta inkonsistensi data antarkategori. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan efektivitas administrasi kesehatan melalui pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat (SISFOHATMAS) berbasis web. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, pelatihan pengguna, dan pendampingan intensif selama proses implementasi. Sistem yang dibangun memungkinkan pencatatan terstruktur untuk lima kategori data kesehatan balita, ibu hamil, remaja, dewasa, dan lansia dilengkapi fitur pencarian data, rekap otomatis, dashboard visual, serta ekspor laporan ke PDF dan Excel. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi kerja perangkat desa, ketepatan pelaporan, dan kemudahan monitoring kesehatan masyarakat. Pengguna juga menunjukkan peningkatan kapasitas literasi digital setelah mengikuti pelatihan. Secara keseluruhan, SISFOHATMAS terbukti mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan masyarakat dan layak dikembangkan lebih lanjut sebagai model integrasi data kesehatan tingkat desa dan kecamatan
Implementation of a Website-Based Public Health Information System (SISFOHATMAS) in Mejobo Subdistrict
The management of community health data in the villages of Mejobo Subdistrict has long relied on manual documentation, which often results in data inconsistencies, recording errors, and delays in reporting. This community service program aims to improve the effectiveness of public health administration through the development and implementation of a web-based Community Health Information System (SISFOHATMAS). The program involved several stages, including needs assessment, system design, application development, user training, and intensive assistance during deployment. The developed system enables structured recording for five health categories toddlers, pregnant women, adolescents, adults, and the elderly supported by data search tools, automated recaps, visual dashboards, and report exports to PDF and Excel. Implementation results indicate substantial improvements in work efficiency, reporting accuracy, and ease of monitoring health trends. Users also demonstrated increased digital literacy following the training sessions. Overall, SISFOHATMAS effectively supports the digital transformation of community health services and has strong potential to be expanded as a scalable model for village–subdistrict health data integration.Kecamatan Mejobo merupakan salah satu wilayah yang cukup aktif dalam menyelenggarakan layanan kesehatan masyarakat, namun pencatatan datanya masih dilakukan secara manual. Hal ini menyebabkan keterlambatan laporan, kehilangan data, dan kesulitan integrasi lintas kategori usia seperti balita, ibu hamil, remaja, dewasa, dan lansia. Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan sistem informasi kesehatan masyarakat berbasis web. Sistem ini dirancang untuk membantu proses pencatatan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diakses kapan saja, serta terdapat fitur inovatif seperti grafik perkembangan individu. Implementasi sistem ini terbukti meningkatkan efisiensi layanan, mempermudah pemantauan secara real-time. Selain itu, data yang direkap oleh sistem menjadi sumber yang sangat berguna untuk kegiatan evaluasi dan perencanaan program kesehatan di tingkat kecamatan. Salah satunya adalah pemanfaatan data sebagai dasar untuk menyusun kegiatan penyuluhan kesehatan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat di tiap desa. Inovasi ini memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan di tingkat lokal
Pemberdayaan MGMP Biologi SMA Kabupaten Sidoarjo dalam Mengefektifkan PR Siswa Melalui Penerapan Flipped Classroom
Pengabdian kepada Masyarakat yang berjudul Pemberdayaan MGMP Biologi SMA dalam Mengefektifkan PR Siswa Melalui Penerapan Flipped Classroom Berbasis IT di Sidoarjo bertujuan; (1) untuk memberikan kemampuan manajemen persiapan pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan (2) untuk melatih keterampilan pemanfaatan IT dalam menyiapkan sumber dan media pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom. Mitra pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode workshop dan pelatihan yang meliputi workshop penyusunan perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan flipped classroom, pelatihan pembuatan video bahan ajar berbasis Bandicam, pelatihan penggunaan LMS berbasis Moodle, dan pelatihan pemanfaatan VR. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu sebanyak 90% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu mengadminstrasikan persiapan pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom pada platform LMS berbasis Moodle, sebanyak 85% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu membuat video bahan ajar berbasis Bandicam, 95% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu menggunakan VR. Adanya pengabdian kepada masyarakat ini sangat membantu guru MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kompetensi manajemen mengimplementasikan pendekatan Flipped Classroom dan keterampilan memanfaatkan IT pada pembelajaran biologi. Pengabdian kepada masyarakat serupa atau bentuk lain perlu terus dilakukan kepada guru dalam menunjang tercapainya pendidikan yang lebih berkualitas dan Indonesia Emas 2045.
Empowering High School Biology MGMPs to Make Student Homework Effective Through the Implementation of IT-Based Flipped Classrooms in Sidoarjo
Community Service entitled Empowerment of MGMP Biology SMA in Making Student Homework Effective Through the Implementation of IT-Based Flipped Classroom in Sidoarjo aims to provide learning preparation management capabilities with a flipped classroom approach in improving the quality of education and to train IT utilization skills in preparing learning resources and media with a flipped classroom approach. The partner in this community service is MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency. The implementation of the service uses workshop and training methods which include workshops on preparing biology learning tools with a flipped classroom approach, training on making Bandicam-based teaching material videos, training on using Moodle-based LMS, and training on using VR. The results of this community service, namely as many as 90% of MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency participants were able to administer learning preparation with a flipped classroom approach on a Moodle-based LMS platform, as many as 85% of MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency participants were able to make Bandicam-based teaching material videos, 95% of MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency participants were able to use VR. This community service program significantly assisted high school/Islamic high school biology teachers in Sidoarjo Regency in improving their management competency in implementing the Flipped Classroom approach and their skills in utilizing IT in biology learning. Similar or other forms of community service need to be continuously carried out by teachers to support the achievement of higher quality education and Golden Indonesia 2045.Di Indonesia, guru mata pelajaran di sekolah-sekolah sudah biasa memberikan tugas tambahan berupa pekerjaan rumah (PR). Namun, efektivitas PR dipandang kurang berhasil, bahkan dianggap sebagai beban bagi peserta didik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu: (1) untuk memberikan kemampuan administrasi persiapan pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom (Asta Cita ke-4; SDGs ke-4); (2) untuk melatih keterampilan pemanfaatan IT dalam menyiapkan sumber dan media pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom (SDGs ke-4). Mitra pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode workshop dan pelatihan yang meliputi workshop penyusunan perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan flipped classroom, pelatihan pembuatan video bahan ajar berbasis Bandicam, pelatihan penggunaan LMS berbasis Moodle, dan pelatihan pemanfaatan VR. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu sebanyak 90% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu mengadminstrasikan persiapan pembelajaran dengan pendekatan flipped classroom pada platform LMS berbasis Moodle, sebanyak 85% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu membuat video bahan ajar berbasis Bandicam, 95% peserta MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo mampu menggunakan VR. Adanya pengabdian kepada masyarakat ini sangat membantu guru MGMP Biologi SMA/MA Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kompetensi manajemen mengimplementasikan pendekatan Flipped Classroom dan keterampilan memanfaatkan IT pada pembelajaran biologi. Pengabdian kepada masyarakat serupa atau bentuk lain perlu terus dilakukan kepada guru dalam menunjang tercapainya pendidikan yang lebih berkualitas dan Indonesia Emas 2045.
Empowering the Biology MGMP of Senior High Schools in Sidoarjo Regency to Make Student Homework Effective Through the Implementation of Flipped Classrooms
In Indonesia, teachers in schools are accustomed to giving additional assignments in the form of homework (PR). However, the effectiveness of PR is seen as less successful, even considered a burden for students. The objectives of this community service are: (1) to provide administrative skills in preparing learning with a flipped classroom approach (Asta Cita 4; SDGs 4); (2) to train IT utilization skills in preparing learning resources and media with a flipped classroom approach (SDGs 4). The partner in this community service is the MGMP Biology SMA/MA Sidoarjo Regency. The implementation of the service uses workshop and training methods which include a workshop on preparing biology learning tools with a flipped classroom approach, training on making Bandicam-based teaching material videos, training on using a Moodle-based LMS, and training on using VR. The results of this community service program showed that 90% of the Biology MGMP participants in Sidoarjo Regency were able to administer learning preparations using the flipped classroom approach on the Moodle-based LMS platform, 85% of the Biology MGMP participants in Sidoarjo Regency were able to create Bandicam-based teaching material videos, and 95% of the Biology MGMP participants in Sidoarjo Regency were able to use VR. This community service program significantly assisted the Biology MGMP teachers in Sidoarjo Regency in improving their management competencies in implementing the Flipped Classroom approach and their skills in utilizing IT in biology learning. Similar or other forms of community service need to continue to be provided to teachers to support the achievement of higher-quality education and the Golden Indonesia 2045
Mitigasi bencana dalam mempersiapkan kader siaga bencana dan perawatan luka akut pada kondisi cedera di Desa Mandalahaji Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung: Mitigasi Bencana
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Mandala Haji dalam menghadapi bencana melalui pelatihan kader siaga bencana dan perawatan luka akut. Mitra dalam program ini adalah kader desa, pemerintah desa, serta tenaga akademik dari Universitas Bhakti Kencana. Metode yang digunakan mencakup edukasi, simulasi, serta praktik mitigasi bencana dan penanganan kegawatdaruratan, seperti bantuan hidup dasar dan penanganan patah tulang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman kader, di mana sebelum pelatihan hanya 18% yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sementara setelah pelatihan meningkat menjadi 72%. Kesimpulannya, edukasi dan simulasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan kader terhadap bencana. Program ini berkontribusi dalam membangun kapasitas masyarakat secara berkelanjutan, sehingga dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan strategi mitigasi berbasis komunitas.
Disaster Mitigation in Preparing Disaster Preparedness Cadres and Acute Wound Care in Injury Conditions in Mandala Haji Village, Pacet District, Bandung Regency
This program aims to enhance the disaster preparedness of the Mandala Haji Village community through training for disaster preparedness cadres and acute wound care. The partners in this program include village cadres, the village government, and academic staff from Bhakti Kencana University. The methods used involve education, simulations, and practical training in disaster mitigation and emergency response, such as basic life support and fracture management. The evaluation results showed a significant improvement in cadre knowledge, with only 18% having a good level of knowledge before the training, increasing to 72% afterward. In conclusion, the provided education and simulations were proven effective in enhancing cadre preparedness for disasters. This program contributes to building sustainable community capacity and can serve as a model for other regions in developing community-based disaster mitigation strategies
Pemberdayaan Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan Iwak Sumber Rejeki Tulungagung Melalui Paket Pengolah Abon Ikan dan Pemasaran Berbasis Digital
Kabupaten Tulungagung, yang terletak di pesisir selatan Jawa Timur, merupakan salah satu daerah penghasil ikan yang potensial, khususnya dari hasil tangkapan laut dan budidaya. Meskipun potensi perikanan di Tulungagung sangat besar, tantangan yang dihadapi oleh kelompok pengolah ikan di daerah ini masih cukup kompleks salah satunya pada proses pemasaran ikan seperti yang dialami oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan ‘Iwak Sumber Rejeki’. Upaya mengatasi permasalahan yang terjadi maka dilakukan Penelitian pengabdian masyarakat menggunakan metode pemberdayaan partisipatif dengan pendekatan observasi, diskusi, pelatihan, dan evaluasi. Dengan hasil melalui paket pengolah abon ikan dan pemasaran berbasis digital telah memberikan dampak signifikan berupa peningkatan kapasitas,waktu,dan tenaga sebesar 60 % dari produksi semula dalamsehingga meningkatkan efisiensi produksi dan efektivitas pemasaran sealigus memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal di Tulungagung, sejalan dengan tujuan pemberdayaan komunitas dan pengembangan UMKM.
Empowerment of the Sumber Rejeki Tulungagung Iwak Processing and Marketing Group through Fish Shredded Processing Packages and Digital-Based Marketing
Tulungagung Regency, located on the southern coast of East Java, is one of the potential fish-producing areas, especially from marine capture and aquaculture. Although the potential of fisheries in Tulungagung is very large, the challenges faced by fish processing groups in this area are still quite complex, one of which is the fish marketing process as experienced by the 'Iwak Sumber Rejeki' Fish Processing and Marketing Group. In an effort to overcome the problems that occur, community service research is carried out using participatory empowerment methods with observation, discussion, training, and evaluation approaches. With the results, the shredded fish processing package and digital-based marketing have had a significant impact in the form of an increase in capacity, time, and energy by 60% from the original production in order to increase production efficiency and marketing effectiveness while making a positive contribution to the local economy in Tulungagung, in line with the objectives of community empowerment and MSME development
Edukasi Kelainan Genetik Pada Sistem Reproduksi Pada Mahasiswa
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan 122 mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mengenai kelainan genetik pada sistem reproduksi. Mahasiswa diperkenalkan berbagai kelainan, seperti sindrom Turner, Klinefelter, Kallmann, Swyer, dan Congenital Adrenal Hyperplasia, yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan seks sekunder dan infertilitas. Kegiatan dilaksanakan melalui pre-test, penyampaian materi edukasi tentang DNA, gen, kromosom, serta mutasi, disertai diskusi interaktif, dan diakhiri dengan post-test. Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan mahasiswa setelah edukasi (p=0,000). Meski pemahaman meningkat, masih ditemukan miskonsepsi terkait penyebab kelainan genetik di masyarakat. Evaluasi menunjukkan mayoritas mahasiswa menyatakan materi bermanfaat dan menyadari pentingnya skrining genetik pra-nikah untuk mencegah kelahiran anak dengan kelainan genetik. Program ini dinilai efektif memperluas wawasan mahasiswa, dengan harapan mereka dapat mengenali tanda-tanda klinis kelainan genetik pada anak didik di masa depan dan berperan sebagai agen edukasi di masyarakat.
Education on Genetic Disorder in the Reproductive System for Undergraduate Students
This community service program aimed to improve the knowledge of 122 undergraduate students from the Physical Education Department at Universitas PGRI Adi Buana Surabaya regarding genetic disorders affecting the reproductive system. Students were introduced to various disorders, including Turner syndrome, Klinefelter syndrome, Kallmann syndrome, Swyer syndrome, and Congenital Adrenal Hyperplasia, which can lead to secondary sexual development disorders and infertility. The program included a pre-test, educational sessions on DNA, genes, chromosomes, and mutations, followed by an interactive discussion and a post-test. Wilcoxon analysis showed a significant increase in student knowledge after the intervention (p = 0.000). Although understanding improved, some misconceptions about the causes of genetic disorders remain prevalent in society. Evaluation results indicated that most students found the material beneficial and recognized the importance of premarital genetic screening to prevent the birth of children with genetic disorders. The program was considered effective in broadening student awareness and preparing them to become educational agents in the community
Pelatihan Pembuatan Batik Ecoprint Sebagai Sarana Peningkatan Ekonomi Kreatif di Desa Wonorejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar
yang bertujuan memberdayakan pemuda Karang Taruna dalam mengolah sumber daya alam lokal menjadi produk ekonomi kreatif bernilai jual. Mitra kegiatan ini adalah Karang Taruna Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, meliputi persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, praktik langsung teknik ecoprint (pemanfaatan daun, bunga, dan pewarna alami), serta pendampingan pengembangan produk dan strategi pemasaran digital. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan peserta. Dari 34 peserta, 100% mampu menghasilkan kain batik ecoprint yang layak jual. Sebanyak 82% peserta menyatakan minat melanjutkan usaha ecoprint secara mandiri, sementara 65% mulai memanfaatkan media digital untuk pemasaran produk. Program ini juga memperkuat identitas budaya desa dan membuka potensi pengembangan ekowisata. Kegiatan ini perlu dilanjutkan secara berkala dan diperluas melalui kolaborasi antara pemerintah desa, UMKM, dan lembaga pendidikan untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Ecoprint Batik Making Training as a Means of Increasing the Creative Economy in Wonorejo Village, Talun District, Blitar Regency
The ecoprint batik-making training in Wonorejo Village is a community service program aimed at empowering the youth of Karang Taruna by transforming local natural resources into marketable creative economy products. The program's partner is Karang Taruna of Wonorejo Village, Talun District, Blitar Regency. The implementation method adopts a participatory and educational approach, consisting of preparation, execution, mentoring, and evaluation. The training was conducted through material presentations, hands-on practice of ecoprint techniques (utilizing leaves, flowers, and natural dyes), as well as product development guidance and digital marketing strategies. The training results showed a significant improvement in participants' skills. Out of 34 participants, 100% were able to produce marketable ecoprint batik fabric. A total of 82% expressed interest in continuing ecoprint ventures independently, while 65% had started utilizing digital media for product marketing. This program also strengthened the village's cultural identity and opened opportunities for ecotourism development. The activity should be continued regularly and expanded through collaboration among village authorities, MSMEs, and educational institutions to promote a creative economy based on local wisdom