Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Workshop Instrumen Akreditasi Puskesmas Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang
Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bertanggungjawab dalam menyelenggarakan upaya kesehatan bagi masyarakat. Sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, Pemerintah menetapkan kegiatan akreditasi sebagai persyaratan mutu pelayanan di Puskesmas. Kegiatan workshop diadakan oleh Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang agar mutu pelayanan Puskesmas di wilayah kerjanya menjadi lebih baik. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan kegiatan workshop instrumen akreditasi puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel PIA Kota Pangkalpinang pada bulan Maret hingga April tahun 2020. Peserta kegiatan sebanyak 45 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan melihat pelaksanaan workshop pada petugas Puskesmas mengenai pemahaman intrumen akreditasi Puskesmas melalui pendekatan manajemen proyek. Data didapatkan dari wawancara, observasi serta dokumentasi selama kegiatan workshop dilakukan. Hasil dari kegiatan ini kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk narasi. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan manajemen proyek yang terdiri dari tahap inisiasi kegiatan, tahap perencanaan, tahap implementasi, tahap monitoring dan supervisi serta tahap evaluasi dan pelaporan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian bahwa kegiatan workshop telah berjalan dengan lancar namun masih ditemukan beberapa kendala baik kendala internal maupun eksternal antara lain kurangnya koordinasi antar tim kerja dan peserta yang kurang aktif.
Workshop on Accreditation Instruments for Health Centers in the Pangkalpinang City Health Office's Work Area
The health center is the community's first-level health facility, in charge of organizing health efforts. The government requires accreditation activities as a requirement for service quality at health centers in order to improve the quality of health services. The Pangkalpinang City Health Office hosted workshops to improve the quality of health center services in their working areas. This activity aims to see the accreditation instrument workshop activities for the health center implemented in the Pangkalpinang City Health Office's work area. From March to April 2020, the training was held at the PIA Hotel meeting room in Pangkalpinang City. The activity drew 45 people. Through a project management approach, the activity was carried out by looking at the implementation of workshops for health center officers on understanding health center accreditation instruments. During the workshop activities, data were gathered through interviews, observations, and documentation. The outcomes of this activity are then processed and narratively presented. This activity is implemented using a project management approach that includes the following stages: activity initiation, planning, implementation, monitoring and supervision, and evaluation and reporting. The workshop activities went off without a hitch thanks to the outcomes of the community service activities. However, there were still some internal and external challenges, such as better coordination among work teams and more active participants
Pelatihan Resusitasi Jantung Paru sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Motivasi Mahasiswa sebagai Bystander di Masyarakat
Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan tindakan pertama untuk menolong pasien dengan henti nafas dan henti jantung. Perawat diharapkan bisa melakukan tindakan tersebut untuk dapat menolong pasien atau korban kecelakaan yang mengalami henti nafas dan henti jantung. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mahasiswa STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung terkait prosedur RJP. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah dengan pendampingan secara luring yang dilatih oleh tenaga professional dan menguasai tentang RJP. Peserta pendampingan adalah perwakilan prodi Sarjana Keperawatan dan D3 Keperawatan semester akhir yaitu sebanyak 42 mahasiswa. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang prosedur RJP dan Motivasi melaksanakan RJP. Hasil penilaian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pendampingan adalah 64,25 dan 87,50 sedangkan nilai rata-rata motivasi melakukan RJP sebelum dan sesudah pendampingan adalah 65 dan 85. Kegiatan pengabdian ini dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulanya adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang prosedur resusitasi jantung paru dari pentingnya 3A, assessment, Call for Help, melakukan RJP dengan benar hingga evaluasi akhir dan terdapat peningkatan motivasi peserta yang sebelumnya enggan melakukan RJP menjadi termotivasi untuk melakukan RJP.
Cardiopulmonary Resuscitation Training as an Effort to Increase Knowledge and Motivation of Students as Bystanders in the Community
Cardiopulmonary resuscitation (CPR) is the first action to help patients with respiratory and cardiac arrest. Nurses are expected to be able to take these actions to help patients or accident victims who experience respiratory and cardiac arrest. This service aims to provide knowledge to STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung students regarding CPR procedures. The method of implementing community service activities (PkM) is by offline mentoring trained by professionals and mastering CPR. Mentoring participants are representatives of the Bachelor of Nursing and D3 Nursing study program in the final semester of 42 students. In order to see the value of the knowledge of service participants, before and after service activities, participants were asked to fill out a questionnaire about CPR procedures and motivation to carry out CPR. The results of the assessment show that the average value of participants' knowledge before and after mentoring is 64.25 and 87.50 while the average value of motivation to perform CPR before and after mentoring is 65 and 85. This service activity can run smoothly. The conclusion is that there is an increase in participants' knowledge about cardiopulmonary resuscitation procedures from the importance of 3A, assessment, Call for Help, doing CPR correctly to the final evaluation and there is an increase in the motivation of participants who were previously reluctant to do CPR to become motivated to perform CPR
Recycle Sampah Plastik di Era Digital untuk Menjaga Estetika Lingkungan di Kota Madiun
Sampah merupakan permasalahan yang sangat meresahkan bagi masyarakat mulai zaman dahulu hingga kini. Penggolongan sampah meliputi organik dan non organik. Non organik khususnya plastik sangat sulit terdaur ulang. Oleh karenanya keberadaan sampah plastik di tengah-tengah masyarakat yang semakin banyak menjadikan perhatian untuk menemukan bagaimana cara pengolahannya yang tepat dan tidak menyebabkan kerugian bagi lingkungan. Tujuan pengabdian adalah membuat pemberdayaan masyarakat terkait pengolahan sampah plastik di era digital dan memberikan edukasi kepada masyarakat Banjarejo, Kota Madiun terkait dengan pengolahan sampah plastik pada 25 anggota bank sampah. Metode yang dipakai dalam pengabdian adalah melakukan survei lokasi dan masyarakat anggota bank sampah, pelaksanaan sosialisasi, pengumpulan sampah plastik dan pelatihan, pembuatan dan pengenalan digital market. Hasilnya adalah 25 anggota Bank Sampah Sedoro Asri Banjarejo sebagai mitra sangat antusias dalam mengikuti pengabdian. Rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan kerja sama dengan pemerintah setempat dengan konsep PENTAHELIX, atau multi pihak, unsur pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa berkolaborasi serta berkomitmen untuk mencapai tujuan yang sama.
Recycle Plastic Waste in the Digital Era to Maintain Environmental Aesthetics in Madiun City
Garbage is a very troubling problem for people from ancient times until now. The classification of waste includes organic and non-organic. Non-organic, especially plastic, is very difficult to recycle. Therefore, the existence of plastic waste in the midst of society is increasingly making attention to find out how to process it properly and not cause harm to the environment. The purpose of the service is to empower the community regarding the processing of plastic waste in the digital era and provide education to the people of Banjarejo, Madiun City regarding the processing of plastic waste for 25 members of the waste bank. The method used in the community service is to survey the location and community members of the waste bank, carry out outreach, collect plastic waste and train, create and introduce digital markets. The result is that 25 members of the Sedoro Asri Banjarejo Garbage Bank as partners are very enthusiastic in participating in the service. The recommendation given is to increase cooperation with the local government with the PENTAHELIX concept, or multi-stakeholders, elements of government, academia, agencies and or business actors, communities or communities, and the mass media collaborate and are committed to achieving the same goals
Preventive Efforts to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Pematang Panjang Village, Seruyan Hilir Timur District
Desa Pematang Panjang yang terletak di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu desa yang terdampak penularan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari maraknya kasus yang terinfeksi DBD di Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Upaya preventif dalam pencegahan DBD memiliki peran krusial dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini. Upaya preventif dapat mencakup sejumlah strategi, termasuk pengendalian vektor nyamuk, sosialisasi dan edukasi masyarakat, pemantauan kasus, serta kampanye lingkungan bersih. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kami melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan praktek pembuatan Ovitrap. Tujuan dari sosialisasi ini adalah mengajak masyarakat dan siswa untuk menjaga dan membersihkan lingkungan sekitar serta memberikan pemahaman terkait pencegahan dan penanggulangan DBD agar menekan penyebaran vektor nyamuk DBD dan pembuatan Ovitrap dilakukan agar mengoptimalkan upaya preventif pencegahan DBD dan mengurangi populasi dari vektor nyamuk DBD. Metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah PAR (Participatory Action Research). Dari kegiatan sosialisasi tentang pencegahan DBD dan pelatihan pembuatan ovitrap yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa para peserta merasa lebih paham tentang cara penanggulangan dan dapat meneruskan informasi kepada siswa dan masyarakat luas.
Preventive Efforts to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Pematang Panjang Village, Seruyan Hilir Timur District
One of the communities impacted by the spread of the Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) virus as a result of the increase in DHF cases in East Seruyan Hilir District, Seruyan Regency, Central Kalimantan Province, is Pematang Panjang Village. Controlling the spread of dengue fever is mostly dependent on preventive measures. A variety of tactics can be used in preventive actions, such as mosquito vector control, public outreach and education, case monitoring, and clean-up initiatives. We conduct outreach regarding the practice of creating ovitrap and the prevention of dengue hemorrhagic fever (DHF) as a kind of community service. The purpose of this outreach is to promote environmental protection and cleanliness among the general public and students, to educate them about dengue fever prevention and control in order to stop the spread of dengue mosquito vectors, and to manufacture Ovitrap in order to maximize prevention efforts to stop dengue fever and lower the population of dengue mosquito vectors. Participatory Action Research (PAR) is the approach employed to address this issue. It may be inferred from the dengue prevention socialization activities and ovitrap making instruction that the participants felt more prepared to deal with the disease and impart knowledge to pupils and the larger community
Penyuluhan Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal Dalam Olahan Mp-Asi Pada Generasi Z
Permasalahan stunting menjadi fokus pemerintah, karena status kesehatan anak menjadi indikator utama kualitas kesehatan. Setiap daerah memiliki pangan lokal yang kaya akan nutrisi, namun masih belum banyak generasi Z memanfaatkan dalam olahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Masih minim pengetahuan generasi Z ini adalah salah satu penyebabnya. Pemanfaatan pangan lokal dalam olahan MP-ASI menjadi salah satu strategi dalam pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dalam olahan MP-ASI pada generasi Z di Desa Terap, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan MP-ASI berbahan dasar pangan lokal yang kaya nutrisi. Mitra yang terlibat dalam pengabdian ini adalah generasi Z yang memiliki anak usia 6-24 bulan sebanyak 11 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dengan rata-rata skor pengetahuan peserta penyuluhan pada saat pre-test sebesar 60,53 dan post-test sebesar 93.5, dengan kenaikan pengetahuan sebesar 54,6%. Diperlukan pendampingan oleh kader dan bidan desa dalam pemanfaatan pangan lokal dalam olahan MP-ASI sebagai upaya pencegahan stunting.
Counseling On Stunting Prevention Through The Use Of Local Food In Processed Mp-Asi In Generation Z
The problem of stunting is the government's focus, because children's health status is the main indicator of health quality. Every region has local food that is rich in nutrients, but not many Generation Z people use it to prepare complementary foods for breast milk (MP-ASI). Generation Z's lack of knowledge is one of the reasons. Utilizing local food in processing MP-ASI is one of the strategies for preventing stunting. The aim of this service activity is to provide education about stunting prevention through the use of local food in processed MP-ASI for generation Z in Terap Village, Toho District, Mempawah Regency, West Kalimantan. The method for implementing this service activity is through counseling and demonstrations on making MP-ASI made from local food that is rich in nutrients. The partners involved in this service are generation Z who have 11 children aged 6-24 months. The results of this service activity showed that there was an increase in knowledge about preventing stunting through the use of local food with the average knowledge score of counseling participants during the pre-test of 60.53 and post-test of 93.5, with an increase in knowledge of 54.5%. Assistance is needed by cadres and village midwives in the use of local food in MP-ASI processing as an effort to prevent stuntin
Upaya Pencegahan Stunting Dengan Pemberian Edukasi Pada Ibu Hamil Tentang Kehamilan Beresiko
kehamilan resiko tinggi yaitu kehamilan yang mengancam keadaan ibu dan janin. salah satu yang disebabkan oleh pendarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi persalinan lama, dll. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai kehamilan beresiko yaitu pemberian informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Sehingga ibu dapat melakukan upaya pencegahan kehamilan beresiko. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi terkait kehamilan beresiko dalam upaya pencegahan stunting. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang kehamilan beresiko dan pencegahan anemia dalam kehamilan dalam upaya pencegahan stunting dengan sebelum diberikan edukasi sebesar 47,06 % berpengetahuan kurang dan setelah diberikan edukasi sebesar 47, 06 % berpengetahuan cukup. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman tentang upaya mendeteksi diri diharapkan dapat memotivasi ibu hamil untuk rutin dalam melakukan pemeriksaan dan juga mengkonsumsi makanan yang menunjang dalam kebutuhan selama kehamilannya dalam upaya pencegahan stunting dengan mencegah anemia dalam kehamila
Pelatihan Pemanfaatan Talas Menjadi Kue Bolu Dengan Strategi Penjualan Melalui Pemasaran Tradisional Dan Digital Di Desa Jenggik Utara
Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan penolahan talas yang sebelumnya sebagai produk keripik menjadi produk bolu yang akan meningkatkan penghasilan masyarakat di desa Jenggik Utara. Kegiatan ini dihadiri 10 orang staf desa dan masyarakat sekitar. 90 persen masyarakat terbantu dan senang dengan pelatihan ini. Peserta pelatihan berharap dengan produk bolu talas akan menjadi ciri khas dari desa Jenggik Utara. Untuk pemasaran melalu whatss app group atau melalu situs pertemanan. Untuk penjualan langsung melalui penjualan di sekitas masyarakat.
Training on the use of taro into sponge cakes with sales strategies through traditional and digital marketing in Jenggik Utara Village
This community service aims to improve the taro processing from product chips to other product likes taro sponge that increase income of community North Jenggik Village. This activity attended 10 person consist of staf and other community and has strong desire to learn product of taro sponge. The method is implementing and training. The evaluating activity is 90 % participants are pleasing and helpful for this training. They can practicing for processing taro as a chips to other product likes taro sponge. The participants hope taro product could be special product of North Jenggik. For taro sponge this product can be sold through whats app group or friendship site. For direct sale, taro sponge will be sold through neighbourhood
Pelatihan Akuntansi Sederhana pada UMK Binaan Kimia Farma dan Peningkatan Brand Image pada UMK Wilayah Tangerang Selatan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Usaha Mikro Kecil dalam melakukan pencatatan transaksi untuk membuat laporan keuangan. Memberikan pemahaman tentang pentingnya logo, merek dan meningkatkan citra merek serta pentingnya mengenali konsumen sasaran agar penjualan meningkat. Kegiatan dimulai bulan Agustus sampai November 2021 dilakukan secara online dengan jumlah peserta pelatihan akuntansi sebanyak 30 pelaku usaha dan 25 pelaku usaha untuk pelatihan strategi pemasaran, logo brand dan peningkatan brand image. Metode pelaksanaan dengan pemaparan materi, praktek dan diskusi serta coaching khusus untuk kegiatan pelatihan akuntansi. Objek Usaha Mikro Kecil difasilitasi oleh Sinergy Artha Pinasthika dan Tripa Maju Bersama. Hasil Kegiatan 1) Pelatihan berjalan dengan lancar, 2) Beberapa pelaku usaha telah mempraktekkan pencatatan transaksi satu bulan dan membuat neraca awal, neraca periode transaksi yang dipilih serta laporan laba rugi untuk periode transaksi yang dipilih, demikian pula pelaku usaha yang mengikuti pelatihan strategi pemasaran, logo, merek dan peningkatan citra merek atau brand image. Untuk kegiatan abdimas kedepan sebaiknya dilakukan melibatkan banyak pelaku usaha dan per bidang usaha sehingga lebih fokus dan pelaku usaha bisa saling berkolaborasi.
Simple Accounting Training for Kimia Farma's Small Micro Businesses and Brand Image Improvement for UMK in South Tangerang Region
This community service activity aims to improve the ability of Micro Small businesses in recording transactions to make financial reports. Provide an understanding of the importance of logos, brands and improve the brand image as well as the importance of recognizing consumers in order to increase sales. Activities starting from August to November 2021 are carried out online with the number of accounting training participants as many as 30 entrepreneurs and 25 entrepreneurs for training on marketing strategies, brand logos, and brand image enhancement. Implementation method with a material presentation, practice, and discussion as well as special coaching for accounting training activities. The UMK object was facilitated by Sinergy Artha Pinasthika and Tripa Maju Bersama. The training went well. Some entrepreneurs have practiced recording transactions for one month and making initial balance sheets, balance sheets for the selected transaction period, and profit and loss statements for the selected transaction period, as well as entrepreneurs who have attended training on marketing strategies, logos, brands, and brand image enhancement. For future service activities, it should be carried out involving many business actors and per business sector so that they are more focused and entrepreneurs can collaborate with each other.
Pelatihan Pembelajaran Daring yang Interaktif dan Menyenangkan di Perguruan Islam Miftahul Husna
Pandemi Covid 19 mengharuskan lembaga-lembaga pendidikan dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi di Indonesia merubah pola mengajar dari luring ke daring. Proses pembelajaran daring juga digunakan di sekolah-sekolah kota Medan, proses pembelajaran dilaksanakan dengan daring dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp dan Google Classroom. Pembelajaran dengan mengunakan sistem ini dirasakan tidak efektif sehingga berdampak pada tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran kurang. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan melatih guru-guru terkait model pembelajaran daring yang interaktif dan menyenangkan. Mitra PKM adalah Perguruan Islam Miftahul Husna dengan jumlah 21 orang tenaga guru. Metode pelaksanaan dengan Transfer of Knowledge and Technology dengan tahapan kegitan; 1) persiapan; 2) Pelaksanaan; dan (3) Evaluasi. Secara umum PKM dapat berjalan sesuai dengan schedule of activities dan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran daring yang menarik dan interaktif. Kegian PKM ini sangat menarik dan dapat membantu guru dalam menerapkan pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan sehinga kedepannya perlu dilakukan dengan melibatkan guru-guru dari sekolah lain.
Fun and Interactive Online Teaching Training at Miftahul Husna Islamic Academy
The Covid 19 pandemic requires educational institutions from elementary schools to universities in Indonesia to change teaching patterns from offline to online. The online learning process is also used in schools in the city of Medan, the learning process is carried out online using the WhatsApp and Google Classroom applications. Learning by using this system is felt to be ineffective so it has an impact on the level of student understanding of the subject matter is lacking. This Community Cooperation Service (PKM) is carried out with the aim of training teachers for interactive and fun online learning models. PKM partners are Miftahul Husna Islamic College with 21 teachers. The implementation method is the Transfer of Knowledge and Technology with the activity stages; 1) preparation; 2) Implementation; and (3) Evaluation. In general, PKM can run according to the schedule of activities and there is an increase in knowledge and skills about planning and implementing interesting and interactive online learning. This PKM activity is very interesting and can help teachers implement interesting and fun online learning so that in the future it needs to be done by involving teachers from other schools
Implementasi Coping Strategy Perusahaan Selama Masa Pandemi COVID-19 : Pelatihan Bagi Kelompok Wirausaha Indonesian Capital Human Management Institute (IHCMI)
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman mitra mengenai coping strategy perusahaan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 50 mitra yang merupakan pelaku usaha UMKM yang tergabung dalam forum Indonesian Human Capital Management Institute (IHCMI). Permasalahan yang dihadapi oleh mitra secara umum selama pandemi COVID-19 adalah penurunan kinerja perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah para mitra mampu mengidentifikasi kondisi perusahaan, mengidentifikasi dampak pandemi COVID-19 pada aktivitas bisnis mereka dan peluang yang dapat diambil, serta mampu untuk mengimplementasikan pilihan coping strategy yang cocok untuk perusahaan. Proses pemilihan coping strategy sebaiknya tidak berfokus pada strategi efisiensi biaya dan pengurangan karyawan, namun dapat mempertimbangkan pilihan strategi lain yang dapat diterapkan. Para mitra disarankan untuk terus meningkatkan kemampuan analisis dan kepercayaan diri untuk menghadapi kondisi ketidakpastian ekonomi akibat pandemi COVID-19.
Corporate Coping Strategy Implementation During the COVID-19 Outbreak: Training for Businesses Practitioners in the Indonesian Human Capital Management Institute (IHCMI) Forum
The community service event intends to enhance the understanding and ability of the community partners regarding the corporate’s coping strategy. Coping strategy training is the form of a community service event. The participants are 50 businesses practitioners from different industry sectors. They are members of the Indonesian Capital Human Management Institute (IHCMI) forum. The participants of the training faced problems during the COVID-19 outbreak. Focus Group Discussions (FGD) was used as a data collection method. The outcome from this training event is the partner able to identify the conditions of their company, identify the effect of the COVID-19 outbreak on their businesses and its opportunity, and also be able to implement the right coping strategy into their businesses. The process of selecting coping strategies should not only be focused on the cost-cutting strategy and downsizing but also the other strategies. The partners were suggested to keep improving their capabilities and self-confidence in order to cope with the unpredictable conditions caused by the COVID-19 outbreak