Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Literasi Informasi Kesehatan: Penyuluhan Informasi dalam Pencegahan Isu Hoaks Vaksinasi Covid-19 di Sosial Media bagi Pelajar SMK di Jawa Barat
Literasi informasi Kesehatan dilakukan untuk memberi solusi dari persoalan yang dihadapi oleh siswa dan siswi SMK di Jawa Barat yang mengakses internet dengan tujuan untuk mendapatkan informasi, agar tidak terpapar informasi hoaks vaksinasi Covid-19. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode workshop melalui penyuluhan informasi dalam pencegahan isu hoaks vaksinasi Covid-19 di sosial media. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring. Ada 42 (empat puluh dua) siswa SMK yang mengikuti secara penuh kegiatan ini. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan, siswa dan siswi SMK Rancaekek merasa sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan, terutama dengan pemberian penyuluhan terkait literasi informasi kesehatan. Pengabdi menemukan, selama ini banyak terdapat siswa dan siswi yang masih kesulitan menyaring informasi fakta dan hoaks terkait vaksinasi Covid-19 dikarenakan kurangnya literasi informasi Kesehatan. Setelah dilakukan workshop literasi informasi Kesehatan dalam pencegahan isu hoaks vaksin Covid-19, siswa dan siswi dapat memilah informasi fakta dan hoaks, selain itu siswa dan siswi SMK Pasundan Rancaekek dapat mengetahui cara mencegah adan menanggulangi isu hoaks vaksinasi Covid-19.
Health Information Literacy: Information Counseling in Preventing the Issue of Covid-19 Vaccination Hoaxes on Social Media for Vocational High School Students in West Java
Health information literacy is carried out to provide solutions to problems faced by SMK students in West Java who access the internet with the aim of obtaining information, so as not to be exposed to hoax information about the Covid-19 vaccination. This service is carried out using the workshop method through information counseling in preventing the issue of Covid-19 vaccination hoaxes on social media. This activity is carried out offline. There were 40 (forty two) SMK students who fully participated in this activity. Based on the series of activities that have been carried out, students at SMK Rancaekek feel very helped by the activities carried out, especially by providing counseling related to health information literacy. The servant found that so far there have been many students who still have difficulty sifting through factual and hoax information related to the Covid-19 vaccination due to a lack of health information literacy. After holding a health information literacy workshop in preventing the issue of Covid-19 vaccine hoaxes, students can sort out factual and hoax information. In addition, students at Pasundan Rancaekek Vocational School can find out how to prevent and deal with the issue of Covid-19 vaccination hoaxes
Pendampingan Persiapan dan Pelaksanaan Kurikulum Prototipe di SMP Muhammadiyah 02 Kota Batu
Kemampuan untuk mengimplementasikan kurikulum prototipe belum dimiliki oleh guru SMP Muhammadiyah 2 Batu, untuk itu perlu pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan Pendampingan persiapan dan pelaksanaan kurikulum prototipe di SMP Muhammadiyah 2 Kota Batu, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan dan pendampingan. Mitra kegiatan ini adalah 16 guru dan 1 kepala sekolah. Berdasarkan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan perencanaan dan pelaksanaan kurikulum prototipe di SMP Muhammadiyah 2 Batu dapat disimpulkan bahwa (1) para guru telah menguasai penyusunan perencanaan pembelajaran dalam kurikulum prototipe/kurikulum merdeka dan (2) Guru terampil melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum prototipe/merdeka. Kemampuan tersebut dimiliki dengan mengakomodir (a) penguasaan penggunaan Pembelajaran Berbasis Projek untuk pengembangan soft skills dan karakter, (b) penguasaan pembelajaran yang fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, (c) penguasaan fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.
Assistance in Preparation and Implementation Prototype Curriculum at Muhammadiyah Middle School 02 stone city
SMP Muhammadiyah 2 Batu teachers do not have the ability to implement a prototype curriculum, for this they need training and assistance. This activity aims to provide assistance in the preparation and implementation of the prototype curriculum at SMP Muhammadiyah 2 Batu City, East Java. The method used in implementing the activity is training and mentoring. The partners for this activity were 16 teachers and 1 school principal. Based on a series of community service activities through planning and implementing prototype curriculum assistance at SMP Muhammadiyah 2 Batu, it can be concluded that (1) the teachers have mastered the preparation of lesson plans in the prototype/independence curriculum and (2) the teachers are skilled in carrying out learning based on the prototype/independence curriculum . This capability is acquired by accommodating (a) mastery of using Project-Based Learning for the development of soft skills and character, (b) mastery of learning that focuses on essential material so that there is sufficient time for in-depth learning of basic competencies such as literacy and numeracy, (c) mastery flexibility for teachers to carry out learning according to students' abilities (teach at the right level) and make adjustments to the context and local content.
Penggunaan Communicative Games dalam Kegiatan Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Siswa Mts Panti Asuhan Nurul Iman
Pengabdian masyarakat yang dilakukan pada Panti Asuhan Nurul Iman, Depok ini bertujuan untuk menyajikan pengajaran yang lebih menyenangkan dengan metode pembelajaran yang tidak siswa dan guru gunakan dalam pembelajaran di dalam kelas. Siswa yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini adalah 18 siswa Madrasah Tsanawiyah yang berasal dari kelas campuran kelas 7, 8, dan 9. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan communicative games ini dibagi dalam tiga tahapan penbelajaran: pre, whilst, dan post teaching. Dari hasil observasi dan juga analisa kuesioner yang telah dilengkapi oleh para siswa, bisa disimpulkan bahwa siswa-siswi Panti Asuhan Nurul Iman ini menyukai penggunaan metode learner-centered dengan melalui communicative games karena manfaat yang mereka rasakan selama pelatihan. Selain pembelajaran yang lebih menyenangkan, siswa mendapatkan motivasi dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan belajar menggunakan metode konvensional yang befokus pada guru (teacher-centered) yang banyak menghabiskan waktu pembelajaran dengan ceramah dan mengerjakan soal pada buku LKS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada satu kemampuan, yakni berbicara. Karena itu, perlu adanya inovasi lain yang perlu dilakukan untuk peningkatan kemampuan bahasa yang lain.
The Use of Communicative Games in English Learning Activities for Mts Nurul Iman Orphanage Students
The community service carried out at the Nurul Iman Orphanage in Depok aims to present teaching that is more enjoyable with the learning methods that they students and teacher do not use in learning in the classroom. The students involved in this community service were 18 Madrasah Tsanawiyah students from mixed grades of grades 7, 8 and 9. The implementation of learning using communicative games was divided into three learning stages: pre, whilst, and post teaching. From the observations and also the analysis of the completed questionnaires by the students, it can be concluded that the students at the Nurul Iman Orphanage like the use of the learner-centered method through communicative games because of the benefits they experience during the training. In addition to making learning more enjoyable, students get higher motivation and self-confidence compared to learning using conventional methods that focus on the teacher (teacher-centered) in which they spend a lot of learning time with lectures and answering questions from textbook. This community service activity focuses on speaking. Therefore, there is a need for other innovations that need to be done to improve other language skills
Revitalisasi Taman Pendidikan Al Qur’an di Mushola At-Taqwa Desa Henda
TPA Mushola At-Taqwa Desa Henda merupakan salah satu sektor pendidikan non formal dalam bidang keagamaan yang terhenti operasinya selama pandemi Covid-19. Revitalisasi dilakukan dengan tujuan penataan agenda pengajaran, pelaksanaan kegiatan mengaji, dan pemanfaatan kembali keberadaan TPA sebagai wadah bimbingan keislaman bagi anak-anak Desa Henda. Metode yang digunakan adalah penggabungan dari Service Learning (SL) dan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang berupa pelayanan mengajar dengan libatan dari masyarakat adapun mitra yang terlibat dalam pelaksanan kagiatan ini yaitu,mahasiswa sebagai pelaksana, anak-anak dari SD-SMA desa Henda, ibu-ibu desa Henda sebagai partisipan serta bapak/ibu penyuluhan dari Kemenang yang ikut berkontribusi, dan. Kegiatan yang terlaksana meliputi pembelajaran al-qur’an dan mengaji, penulisan huruf arab hijaiyah, pembelajaran tata cara beribadah yakni wudhu dan sholat, dan pengenalan nyanyian islami yang terlaksana selama periode Juli-September dengan jadwal setiap Senin – Kamis pada pukul 13.30 – 15.00. Dari hasil pengabdian masyarakat melalui revitalisasi yang dilakukan adalah timbulnya kecintaan anak-anak Desa Henda terhadap Al-Qur’an dan semangat dalam mendalami dan mempelajari Islam meningkat, Selain itu TPA Mushola At-Taqwa teroptimalisasi pula pelaksanaanya, yang dilihat dari hasil evaluasi tes membaca Al-qur’an.
Revitalization of the Qur'an Education Park at the At-Taqwa Mosque in Henda Village
TPA At-Taqwa Mushola Henda Village is one of the non-formal education sectors in the religious field which stopped its operations during the Covid-19 pandemic. The revitalization was carried out with the aim of structuring the teaching agenda, implementing recitation activities, and reusing the existence of the TPA as a place for Islamic guidance for the children of Henda Village. The method used is a combination of Service Learning (SL) and Participatory Rural Appraisal (PRA) in the form of teaching services with the involvement of the community. The partners involved in implementing this activity are students as executors, children from SD-SMA in Henda village, the women of Henda village as participants and the counselors from the Ministry of Justice who contributed, and. Activities carried out include learning the Koran and reciting the Koran, writing hijaiyah Arabic letters, learning procedures for worship, namely ablution and prayer, and the introduction of Islamic chants which are carried out during the July-September period with a schedule every Monday - Thursday at 13.30 - 15.00. From the results of community service through the revitalization that was carried out, the love of the Henda Village children for the Al-Qur'an and enthusiasm for studying and studying Islam increased, besides that TPA At-Taqwa Mosque also optimized its implementation, which was seen from the results of the evaluation of Al-Qur'an reading tests -Quran
Strategi Pelestarian Museum Blambangan Pada Era Industri 4.0 Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Di Banyuwangi
Museum Blambangan adalah tempat berharga yang menyimpan warisan kerajaan Blambangan dan kerajaan lainnya di Nusantara. Pemerintah perlu memperhatikan masa depan museum ini sebagai platform ilmu pengetahuan, bukan hanya sebagai gudang artefak sejarah. Untuk mengubah persepsi bahwa museum hanya untuk menyimpan barang tua, pemerintah harus memperluas peran museum dan mendorong kunjungan pelajar dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk domestik dan mancanegara, di Era Industri 4.0. Kami menggunakan pendekatan pengembangan masyarakat dengan melibatkan mitra sebagai obyek dan subyek dalam program pengabdian masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa promosi melalui media sosial, situs web, brosur, pamflet, dan media cetak lainnya akan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan museum. Selain itu, menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah, sekolah, dan organisasi masyarakat dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Banyuwangi, baik lokal maupun internasional.
The Strategy for Preserving the Blambangan Museum in the Industrial Age 4.0 in Increasing Tourist Visits in Banyuwangi
The Blambangan Museum is a valuable place that stores the heritage of the Blambangan kingdom and other kingdoms in the archipelago. The government needs to pay attention to the future of this museum as a science platform, not just as a warehouse for historical artifacts. To change the perception that museums are only for storing old items, the government must expand the role of museums and encourage visits by students and the public. This research aims to evaluate the strategy of the Banyuwangi Culture and Tourism Office in increasing tourist visits, including domestic and foreign, in the Industrial Era 4.0. We use a community development approach by involving partners as objects and subjects in community service programs. The results show that promotion through social media, websites, brochures, pamphlets and other print media will increase public involvement in promoting the museum. Apart from that, establishing partnerships with local governments, schools and community organizations can increase tourist visits to Banyuwangi, both local and international.
English Corner at PGRI 7 Vacational High School English Room for Students at SMK PGRI 7
The Community Partnership Program (PKM) aims to increase the creativity of English teachers and overcome several problems such as lack of understanding of learning methods, administrative limitations, learning tools and infrastructure. The solutions offered include providing training to vocational school teachers, providing learning tools according to the curriculum, making teaching aids, building adequate facilities and infrastructure, and holding training to design innovative learning tools. Solution methods for partners involve Information Technology (IT) training, using media and conversation modules as teaching materials, as well as providing English conversation modules for vocational students. Apart from that, internships are recommended for STKIP Bina Insan Mandiri students. The target of this PKM activity is to help English teachers improve the learning process and learning outcomes, as well as increase vocational school students' ability to communicate actively using English through conversation
Pelatihan Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Usaha Kecil Jamu Serbuk Jahe Merah “Aku Djamoe” Di Kecamatan Bergas Ungaran
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha kecil “Aku Djamoe” dalam penentuan harga pokok produksi. Ketepatan dalam perhitungan dapat meningkatkan kemampuan dalam persaingan produk sejenis. Ketepatan dalam penentuan harga pokok produksi dalam satuan, maka akan tepat juga dalam penentuan harga jual. Sehingga membantu pemilik untuk bisa mengetahui tingkat keuntungan yang didapat. Mitra dalam kegiatan pelatihan ini adalah Metode kegiatan dilakukan melaului diskusi bersama (Focus Grroup Discussion-FGD) diawali dengan pemaparan materi dan pelatihan penghitungan harga pokok produksi. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan PKM adalah peningkatan pengetahuan mitra dan keterampilan mitra dalam penentuan harga pokok produksi. Peningkatan pemahaman mengenai kemampuan mitra tercapai 80% dari perolehan hasil post-test.
Cost of Good Sold Workshop for ”Aku Djamoe” Small Business in Bergas Ungaran District
Community service activity aims to increase the ability of small business practitioners of "Aku Djamoe" in determining the cost of production. Accuracy in calculations can increase capabilities in competition with similar products. Accuracy in determining the cost of production in units will also be accurate in determining the selling price. So it helps the owner to know the level of profit obtained. The activity method is carried out through joint discussions (Focus Group Discussion-FGD) starting with the presentation of material and training on the distribution of the cost of production. The results obtained are an increase in partner knowledge and partner skills in determining the cost of production. Increased understanding of partner capabilities was achieved by 80% of the post-test results
Sosialisasi Pengelolaan Perpustakaan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI
Perpustakaan kampus adalah salah satu sarana penunjang utama proses pembelajaran di dalam kampus, sehingga perlu mendapatkan perhatian penting dalam pengelolaannya. Peran perpustakaan kampus sebagai sarana pencarian referensi oleh mahasiswa, sekaligus menjadi salah satu tolak ukur kemajuan kampus, sedapat mungkin memiliki standar pelayanan pengunjung yang representative, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya pustakawan dalam pengelolaan perpustakaan sehingga memudahkan akses pengunjung dalam memperoleh referensi yang diperlukan. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui observasi dan wawancara dengan pengelola perpustakaan yang dilanjutkan dengan pendampingan tenaga perpustakaan dalam mengelola perpustakaan dengan baik dan terarah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan tenaga kepustakaan dalam mengelola perpustakaan, ditunjukkan oleh hasil pengecekan pekerjaan dari awal sampai akhir kegiatan, meliputi kemampuan dan keterampilan tenaga kepustakaan dalam mendata buku dan memberikan nomor registrasi menggunakan scan barcode, menyediakan fitur online di mana mahasiswa dapat mengakses ketersediaan buku-buku diperpustakaan secara online, serta kontrol peminjaman yang terintegrasi dengan semua komputer dalam perpustakaan.
Socialization of Library Management on the YARSI College of Health Sciences Campus
The campus library is one of the main supporting facilities for the learning process on campus, so it needs important attention in its management. The role of the campus library is as a means of searching for references by students, as well as being a benchmark for campus progress, as far as possible having representative visitor service standards, so that it can significantly improve the quality of learning. Community service activities (PKM) aim to increase the resource capabilities of librarians in library management so as to facilitate access for visitors to obtain the necessary references. This activity was carried out using a qualitative descriptive approach, through observations and interviews with library managers, followed by assistance to library staff in managing the library well and with direction. The results of the activity show an increase in the knowledge of library staff in managing libraries, shown by the results of checking work from the beginning to the end of the activity, including the ability and skills of library staff in registering books and providing registration numbers using barcode scanning, providing online features where students can access the availability of books. books in the library online, as well as lending control that is integrated with all computers in the library
Pelatihan Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif di SMP Mutu Menggunakan Articulate Storyline
SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu (SMP MUTU) mencanangkan program unggulan berupa pembelajaran berbasis teknologi informasi. Namun, keterampilan guru dalam hal mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis Information Communication and Technology (ICT) masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif. Multimedia interaktif dikembangkan menggunakan aplikasi Articulate Storyline versi 3.12. Kegiatan ini meliputi empat tahapan umum, yaitu (1) sosialisasi dan persiapan, (2) penyiapan modul pelatihan, (3) pelaksanaan, dan (4) evaluasi dan monitoring. Empat tahap tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan virtual dan diikuti oleh 12 guru SMP MUTU. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai penguasaan materi pelatihan oleh guru berkisar antar 67,85 sampai dengan 100. Sedangkan kategori nilai individu guru tentang penguasaan materi pelatihan adalah baik dengan jumlah 3 orang dan sangat baik dengan jumlah 9 orang. Pada akhir kegiatan, lebih dari 83% guru merespon kegiatan ini dengan sangat baik dalam hal peningkatan kualitas multimedia pembelajaran interaktif. Pelatihan meningkatkan kemampuan guru di SMP MUTU dalam mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis ICT.
Training on Development of Interactive Learning Multimedia at SMP MUTU Using Articulate Storyline
Teachers' skills at SMP Muhammadiyah 7 Colomadu (SMP MUTU) in developing technology-based interactive learning multimedia need to be improved. This program aims to provide a training to the teachers of SMP MUTU in developing interactive learning multimedia. Interactive multimedia was developed using the Articulate Storyline application version 3.12. This program includes four general stages, namely (1) socialization of activities, (2) preparation of training modules, (3) implementation, and (4) evaluation. The four stages were carried out by face-to-face and virtual methods. The results of the evaluation showed that the value of mastery of training materials by teachers ranged from 67.85 to 100 scores. In addition, three teachers belong to the category of good and nine teachers belong to the category of excellent in terms of mastery of training materials. Also, more than 83% of teachers responded very well to this program in terms of improving the quality of interactive learning multimedia. In summary, this program can provide significant understanding and experience to teachers at SMP MUTU in developing interactive learning multimedi
Pemantauan Upaya Penurunan AKI AKB Melalui Kegiatan ANC Gedor Desa Di Kabupaten Musi Rawas Utara
Akibat tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melakukan upaya penurunan AKI & AKB melalui program ANC Gedor Desa. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat upaya penurunan AKI & AKB melalui program ANC Gedor Desa di Kabupaten Musi Rawas Utara. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan manajemen proyek. Kegiatan dilaksanakan dengan mengunjungi 11 desa di Kabupaten Musi Rawas Utara pada Bulan Agustus hingga September 2021 dengan subjek sebanyak 176 orang. Kegiatan dilakukan dengan pemeriksaan USG Gratis dan penyuluhan kepada ibu hamil. Media yang digunakan dalam penyuluhan ialah poster dan modul. Data didapatkan dari wawancara dan observasi secara langsung. Data hasil kegiatan kemudian akan diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Pelaksanaan program kegiatan ANC Gedor Desa dilaksanakan karena jumlah AKI dan AKB di Kabupaten Musi Rawas Utara belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pemeriksaan USG Gratis dan disusul dengan pemberian penyuluhan mengenai kehamilan dan melahirkan. Berdasarkan hasil kegiatan disimpulkan bahwa kegiatan telah dijalankan dengan baik namun masih ditemukan beberapa kendala yang menghambat. Kendala internal yang ditemukan yaitu pada kendala akses jalan, jadwal dokter serta dana yang terbatas. Pengetahuan ibu yang kurang menjadi kendala eksternal pada kegiatan ini. Diharapkan melalui kegiatan ini, pengetahuan ibu-ibu mengenai proses kehamilan dan melahirkan dapat meningkat.
Monitoring Efforts to Decrease MMR IMR via ANC Gedor Desa Activities in the Musi Rawas Utara Regency
Because of Indonesia's high maternal and infant mortality rates, the North Musi Rawas Regency Government has worked to reduce MMR and IMR through the ANC Gedor Desa program. This activity aims to monitor efforts to reduce MMR and IMR in Musi Rawas Utara Regency through the Gedor Desa ANC program. Activities are carried out using a project management approach. From August to September 2021, the activity was carried out by visiting 11 villages in Musi Rawas Utara Regency with 176 subjects. Free ultrasound examinations and counseling for pregnant women are part of the activities. Posters and modules are examples of counseling media. Data was gathered through interviews and direct observation. The activity's data will then be processed and presented in a descriptive format. Because the number of MMR and IMR in Musi Rawas Utara Regency remained constant, the ANC Gedor Desa activity program was implemented. The activity was carried out by providing free ultrasound examinations and pregnancy and childbirth counseling. Based on the activity results, it was concluded that the activity was well-executed, but some obstacles could still have been overcome. Internal barriers included road access, doctor schedules, and limited funds. This activity is hampered by the mother's lack of knowledge. This activity is intended to increase mothers' knowledge of pregnancy and childbirth