Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pendampingan Murid SMA Sa’idiyah di Pesantren Salafiyah Sa'idiyah Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan dalam Pemberian Motivasi Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi
Salafiyah Sa'idiyah Islamic Boarding School is one of the Islamic religious education institutions in Indonesia which is located in Arosbaya District, Bangkalan, East Java. The presence of Islamic boarding schools provides adequate religious lessons for students to face the future in a society that always experiences dynamic situations. However, the interest of students to continue their education to a higher level is still low. This is due to several factors such as economic, environmental factors and a lack of understanding of the importance of college. Another obstacle is regarding the thought of early marriage. the students of Sa'idiyah High School who tend to have the perspective of getting married rather than continuing their education. This is because the culture of thinking about marriage to avoid adultery has been firmly entrenched in Sa'idiyah High School students, so that the interest of students at Sa'idiyah High School is relatively low in continuing their education from school level to university. The method used in providing assistance this was to socialize the importance of studying in college for students, asking questions and simple games. The result of this assistance was that it was found that most of the 150 students of SMA Sa'idiyah had an interest and were motivated to continue their education to tertiary level. Meanwhile, prior to the mentoring of SMA Sa'idiyah students and students, they had no interest in continuing their education at tertiary institutions. This socialization was carried out with the hope that students would have the motivation to continue their further education after graduating from high school (SMA)
Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Mengurangi Pemikiran Tabu Tentang Reproduksi
Persiapan untuk remaja sebagai generasi penerus bangsa, tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni berupa perilaku dan budaya remaja saat ini. Pentingnya memberikan pengetahuan mengenai perilaku-perilaku negatif, antara lain: mengonsumsi alkohol tanpa pengawasan dokter, mengonsumsi narkoba, seks bebas, dan masih banyak lagi. Kurangnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi dapat memicu terjadi hal yang tidak diinginkan pada masa remaja saat ini. Seminar ini diharapkan dapat mengedukasi remaja untuk menambah pengetahuan tentang reproduksi dan mengurangi pemikiran tabu. Mitra dalam kegiatan ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universits Negeri Malang. Kegiatan seminar dilaksanakan secara online melalui zoom meeting dengan peserta sebanyak 160 orang. Hasil kegiatan seminar adalah sebanyak 99,4% peserta menyatakan jika kesehatan reproduksi tidak tabu untuk dibicarakan, sedangkan 0,6% menyatakan masih tabu. Peserta seminar dapat mengidentifikasi penyebab kenakalan remaja terbanyak disebabkan oleh pengetahuan seksual rendah (39,4%), pengaruh lingkungan (31,9%), dan akses pornografi lebih mudah (15%). Edukasi tentang kesehatan reproduksi dengan tujuan meningkatkan pengetahun perlu dilakukan secara berkala dengan pendekatan lebih personal.
Reproductive Health Seminar To Reduce Taboo Thoughts About Reproduction
Preparation for youth as the nation's next generation, depends on the readiness of society, to change behavior and culture of today's youth. The importance of providing knowledge about negative behaviors, including: consuming alcohol without a doctor's supervision, taking drugs, free sex, and many more. Lack of education about reproductive health can trigger unwanted things to happen in today's youth. This seminar is expected to educate youth to increase knowledge about reproduction and reduce taboo thinking. The partner in this activity is the Student Executive Board (BEM) of the Faculty of Sports Science, State University of Malang. The seminar activities were carried out online through a zoom meeting with 160 participants. The results of the seminar activities were that 99.4% of the participants stated that reproductive health was not taboo to discuss, while 0.6% stated that it was still taboo. Seminar participants were able to identify the most common cause of juvenile delinquency due to low sexual knowledge (39.4%), environmental influences (31.9%), and easier access to pornography (15%). Education about reproductive health with the aim of increasing knowledge needs to be carried out regularly with a more personal approach
Pelatihan Pembuatan Balsam Dari Minyak Jelantah Untuk Mengurangi Limbah Lingkungan
Minyak jelantah merupakan minyak yang berasal dari sisa minyak penggorengan bahan makanan. Setiap rumah menghasilkan minyak jelantah yang membahayakan lingkungan jika tidak tahu cara pemanfaatannya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melatih siswa SMA di Kota Palembang dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi balsam. Kegiatan ini juga untuk menambah wawasan ilmiah siswa terkait pengelolaan limbah dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan teknik ceramah, demonstrasi dan praktik langsung pembuatan balsam dari minyak jelantah, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk menjaring informasi kegiatan berupa kuesioner dengan 10 butir pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan siswa memahami konsep dan manfaat pembuatan balsam dari minyak jelantah. Selain itu, materi yang disampaikan merupakan pengetahuan baru bagi siswa dan dapat dipahami dengan baik, yang dibuktikan dengan persentase tertinggi sebesar 88,89%.
Training on Processing Waste Used Cooking Oil into Balsam for High School Students in Palembang City
Used cooking oil is oil that has been used for food after it has been cooked. Every home generates used cooking oil, which, if utilized improperly, is bad for the environment. This community service activity aims to teach high school students in Palembang City how to turn used cooking oil into balsam. This activity also helps students achieve their Pancasila Student Profile while providing them with scientific insight into trash management. The method of implementing this program is by means of lectures, demonstrations and hands-on practice of making balsam from used cooking oil, and evaluation. A questionnaire with 10 items is the tool used to record activity information. The results of the activity demonstrate that the students are aware of the principles and advantages of producing balsam from wasted cooking oil. The highest result of 88.89% also shows that the students can understand the subject and that it is new to them.
Pelatihan Pembuatan Power Point Berbasis Canva Bagi Guru-Guru Di MA Anshor Beber
Tujuan dari program pengabdian ini untuk memberikan pelatihan kepada para peserta dalam membuat power point kepada 8 guru di lingkungan MA Anshor Beber berbasis canva. Pelatihan ini dilakukan dengan menggunakan model Direct Instruction. Beberapa persiapan yang dilakukan sebelum terjun ke lapangan, antara lain: (a) Melakukan pendataan dan verifikasi guru atau survey lokasi di MA Anshor Beber. (b) Sosialisasi program kepada guru di MA Anshor Beber terkait rencana program pengabdian dan karakteristik guru setempat yang akan dilibatkan dalam pelaksanaan program kerja. Pengabdian ini berjalan lancar dan sukses, terbukti dengan hasil dari pelatihan yang dilakukan, dari 8 orang guru yang mengikuti pelatihan, ke 8 orang guru tersebut berhasil memiliki akun canva dan para peserta juga sudah berhasil membuat power point sesuai mata pelajaran yang diajarkannya di sekolah. Pelatihan ini dirasa sangat penting karena agar guru-gurunya mampu membuat power point yang sedang booming dan tidak ketinggalan teknologi yang sedang berkembang, sehingga dapat mendukung dan mempermudah saat mengajar.
Canva-Based Power Point Creation Training for Teachers at MA Anshor Beber
The purpose of this service program is to provide training to participants in making power points for 8 teachers in the Canva-based MA Anshor Beber environment. This training is carried out using the Direct Instruction model. Several preparations were made before going into the field, including: (a) Conducting data collection and verification of teachers or site surveys at MA Anshor Beber. (b) Socialization of the program to teachers at MA Anshor Beber regarding the service program plan and the characteristics of local teachers who will be involved in implementing the work program. This service ran smoothly and was successful, as evidenced by the results of the training conducted, out of the 8 teachers who attended the training, the 8 teachers managed to have a Canva account and the participants also succeeded in making power points according to the subjects they taught at school. This training is considered very important because so that the teachers are able to make power points which are booming and are not left behind by developing technology, so that they can support and facilitate teaching
Branding Dan Digital Marketing Pada KTM Baturoko
Pelaku usaha KTM (Kelompok Tani Mangrove) Baturoko Kabupaten Donggala, terkendala pada pemasaran produk, sebagian besar belum memahami manfaat dari branding, dan rendahnya ilmu pengetahuan tentang digital marketing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat yang tergabung dalam KTM Baturoko terkait Branding dan Digital Marketing. Target khusus yang diharapkan dari kegiatan ini adalah 20 orang anggota KTM Baturoko, memahami proses pembuatan branding dan menggunakan digital marketing sebagai sarana promosi, terutama dalam design merek produk sehingga mampu secara mandiri mengembangkan usahanya dengan memperhatikan apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen. Kegiatan abdimas ini menggunakan metode pelatihan, desain merek dan penerapannya, diawali dengan diskusi tentang pentingnya branding, kemudian membuat brand/merek, dan menerapkannya pada produk usaha, selain itu diajarkan cara memasarkan produk menggunakan digital marketing melalui media sosial. Hasil kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang signifikan bagi mitra yaitu mitra memiliki tambahan pengetahuan tentang branding, penerapannya adalah memliki logo dan label usaha yang baru untuk mendukung peningkatan penjualan produk usaha mereka agar lebih menarik dan diminati konsumen.
Branding and Digital Marketing at KTM Baturoko
The business actors of the Mangrove Farmer Group (Kelompok Tani Mangrove) in Baturoko, Donggala Regency, face challenges in marketing their products. Most of them do not yet understand the benefits of branding and have limited knowledge of digital marketing. This community engagement activity aims to provide knowledge and skills to the members of the Baturoko Mangrove Farmer Group related to Branding and Digital Marketing. The specific target for this activity is 20 members of the Baturoko Mangrove Farmer Group, who will gain an understanding of the branding process and the use of digital marketing as a means of promotion, especially in product brand design. This will enable them to independently develop their businesses while considering the needs and desires of consumers. The community engagement activity utilizes training methods, brand design, and its implementation, starting with discussions on the importance of branding, followed by creating a brand and applying it to their products. In addition, they will be taught how to market their products using digital marketing through social media. The results of this community engagement activity have had a significant impact on the partners, as they have gained additional knowledge about branding. They have applied this knowledge by creating new logos and labels for their businesses to enhance the sales of their products, making them more attractive and appealing to consumers
Pengenalan Permainan Tradisional Lombok Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Untuk Siswa Dasar Di Kecamatan Bayan
Permainan tradisional memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan intelektual, sosial, dan karakter anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional khas Lombok, dengan tujuan untuk membangkitkan minat anak-anak dalam bermain permainan tradisional tersebut serta meningkatkan aktivitas fisik mereka. Metodenya melibatkan kegiatan sosialisasi yang mencakup teori dan praktik langsung. Hasil dari kegiatan ini mencakup beberapa hal. Pertama, anak-anak usia sekolah dasar menjadi lebih aktif secara fisik dan terlibat dalam melestarikan permainan tradisional Lombok. Kedua, melalui pengenalan permainan tradisional yang dulu sering dimainkan oleh masyarakat kepada anak-anak, aktivitas fisik mereka meningkat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesehatan dan tingkat kebugaran jasmani. Ketiga, sebagai hasil lainnya, artikel-artikel mengenai program pengenalan permainan tradisional juga dihasilkan. Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional Lombok kepada anak-anak sekolah dasar melalui sosialisasi dan bermain bersama, yang dapat meningkatkan aktivitas fisik mereka dan mendukung pelestarian permainan tradisional.
Introducing The Traditional Lombok Game To Preserve The Culture Of Elementary School Students In Bayan District
Traditional games are closely related to children's intellectual, social and character development. Therefore, efforts are needed to reintroduce traditional Lombok games, with the aim of arousing children's interest in playing these traditional games and increasing their physical activity. The method involves outreach activities that include theory and direct practice.The results of this activity include several things. First, elementary school age children become more physically active and involved in preserving traditional Lombok games. Second, through introducing children to traditional games that people used to play, their physical activity increases, which in turn can improve their health and physical fitness levels. Third, as another result, articles regarding traditional game introduction programs were also produced. Overall, this program aims to introduce traditional Lombok games to elementary school children through socialization and playing together, which can increase their physical activity and support the preservation of traditional games
Social Media Marketing Training to Support Gen Z Entrepreneurs in Malang City
Persaingan di tempat kerja sangat ketat; setiap tahun, lulusan baru berdatangan. Hal ini mengharuskan individu mencari usaha alternatif untuk memenuhi kualitas hidup yang dibutuhkan, salah satunya dengan menciptakan bisnis. Saat ini, kelompok generasi Z mencapai 20% dari seluruh populasi pada tahun 2020. Karena fleksibilitas yang dimilikinya, Generasi Z memiliki cara pandang tersendiri dalam berwirausaha. Kurangnya informasi tentang bagaimana menggunakan teknik pemasaran yang sukses untuk terhubung dengan pelanggan di tengah persaingan yang keras dan keadaan ekonomi global yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan, serta persaingan yang ketat, dan membutuhkan inovasi. Berdasarkan permasalahan yang dialami, maka alternatif pemecahan masalah yang dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan social media marketing sebagai strategi bisnis bagi generasi Z di Kota Malang. Pelatihan ini untuk mempersiapkan Generasi Z agar mampu bersaing. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan secara langsung digital marketing. Kegiatan mendapat respon positif dari peserta pelatihan. Selain itu, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi Z dalam memanfaatkan teknologi digital pemasaran. Dari hasil pelatihan yang diberikan, para peserta kegiatan memiliki wawasan dan pandangan baru tentang bagaimana terus berinovasi dalam memaksimalkan pemasaran digital melalui copywriting.
Social Media Marketing Training to Support Gen Z Entrepreneurs in Malang City
Competition in the workplace is fierce; every year, new graduates arrive. This requires individuals to seek alternative ventures to fulfill their quality of life needs, one of which is by creating a business. Currently, the Generation Z cohort will account for 20% of the entire population by 2020. Due to their flexibility, Generation Z has its own perspective on entrepreneurship. Lack of information on how to use successful marketing techniques to connect with customers amidst harsh competition and a global economy that is oriented towards sustainable growth as well as fierce competition and requires innovation Based on the problems experienced, the alternative solution is to conduct training on social media marketing as a business strategy for Generation Z in Malang City. This training is to prepare Generation Z to be able to compete. The method of implementing the activity is by providing socialization, training, and direct digital marketing assistance. The activity received a positive response from the training participants. In addition, the evaluation results also showed that this activity was able to effectively increase the knowledge and skills of Generation Z in utilizing digital marketing technology. From the results of the training provided, the activity participants gained new insights and views on how to continue to innovate in maximizing digital marketing through copywriting.
Sistem Informasi Manajemen Administrasi Berbasis Website RT.61 KM.8 Balikpapan Utara Dan Branding Aneka Batik Balikpapan
Di Tengah era kemajuan teknologi yang cukup pesat, kenyataannya masih banyak masyarakat Balikpapan yang tertinggal, salah satunya adalah RT. 61 Kilometer 8, Balikpapan Utara. Penduduk yang bermukim disekitar wilayah tersebut memiliki berbagai macam profesi mulai dari petani, buruh, pembatik, pedagang, hingga karyawan swasta Kondisi wilayah yang sulit terjangkau menjadi salah satu alasan kenapa wilayah tersebut sulit berkembang. Sistem administrasi yang masih dilakukan secara manual menjadi salah satu faktor wilayah tersebut tertinggal. Wilayah tersebut juga mempunyai usaha batik yang dikelola oleh warga disabilitas yang dimana masih belum dilirik oleh Masyarakat luar. Sehingga, melalui pengabdian masyarakat ini dilakukan pengoptimalan dengan membuat Sistem Informasi Manajemen berbasis website dan personal branding usaha Batik Balikpapan dengan tujuan untuk memajukan sistem pembukuan yang masih manual dan menyebarluaskan pemasarkan produk usaha batik yang ada pada wilayah tersebut. Pada pelaksanaan kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga kegiatan antara lain pembuatan website, pelatihan penggunaan website, dan personal branding usaha batik melalui akun instagram.
Website Based Administration Management Information System RT.61 KM.8 North Balikpapan and Branding of Aneka Batik Balikpapan
In the midst of an era of rapid technological progress, in reality there are still many people in Balikpapan who are left behind, one of which is the RT. 61 Kilometer 8, North Balikpapan. The residents who live around the area have various professions ranging from farmers, laborers, batik makers, traders, to private employees. The condition of the area which is difficult to reach is one of the reasons why the area is difficult to develop. An administrative system that is still carried out manually is one of the factors behind the region's lagging behind. This area also has a batik business managed by disabled residents which is still not noticed by the outside community. So, through this community service, optimization was carried out by creating a website-based Management Information System and personal branding for the Balikpapan Batik business with the aim of advancing the bookkeeping system which is still manual and spreading the marketing of batik business products in the area. The implementation of this activity was divided into three activities, including creating a website, training on using the website, and personal branding of the batik business via an Instagram account
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sarana Pengembangbiakan Tanaman Rimpang Jahe Merah Di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur
Secara umum kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Sarana Pengembangbiakan Tanaman Rimpang Jahe Merah Di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan tujuan khususnya adalah: (1) Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman rimpang jahe merah pada lahan pekarangan warga; (2) Menunjukkan kepada anggota kelompok wanita tani jika tanaman rimpang jahe merah dapat menjadi salah satu komoditas hortikultura yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan tumbuhan herbal yang dapat di manfaatkan untuk kesehatan dan menjaga sistem imune tubuh terutama untuk mencegah paparan Virus COVID-19, serta dapat di manfaatkan sebagai sumber pendapatan tammbahan bagi masyarakat; dan (3) Menjalin hubungan antara UNRAM dengan masyarakat. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode andragogi yang dilakukan melalui penyuluhan dan pendampingan kepada kelompok wanita tani. Dalam kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 orang peserta yang merupakan anggota kelompok wanita tani Bila Sundung. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa: (1) Kegiatan ini telah mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta sebesar 60% dari sebelum diadakan kegiatan penyuluhan, terutama yang berkaitan dengan aspek teknik dan aspek sosial ekonomi terutama terkait dengan peningkatan ekonomi masyarakat, khusunya kelompok wanita tani di desa Paok Pampang dengan mengembangbiakan tanaman rimpang jahe merah, hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakukan menunjukan danya tambahan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 50.000 dari hasil pengembangbiakan jahe merah di lahan pekarangan warga, artinya selain dapat sebagai pemenuhan kebutuhan pribadi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga masyarakat di Desa Paok Pampang; (2) Respon anggota kelompok tani Bila Sundung terhadap kegiatan penyuluhan cukup tinggi yakni dengan persentase respon positif sebesar 100% dari 15 orang peserta; (4) Kegiatan ini juga telah ikut mendorong semakin intensifnya komunikasi timbal balik antara, UNRAM dengan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Bila Sundung.
Empowerment of Women Farmers Groups in Utilizing Yard Land as a Means of Breeding Red Ginger Rhizome Plants in Sukamulia District, East Lombok Regency
In general, this service activity aims to empower the Women Farmers Group in utilizing yard land as a means of breeding red ginger rhizome plants in Sukamulia District, East Lombok Regency. While the specific objectives are: (1) This activity aims to increase knowledge about the utilization of red ginger rhizome plants on residents' yard land; (2) Showing members of the farmer women's group if red ginger rhizome plants can be one of the horticultural commodities that can meet the community's need for herbal plants that can be used for health and maintain the body's immune system, especially to prevent exposure to the COVID-19 Virus, and can be used as a source of additional income for the community; and (3) Establishing a relationship between UNRAM and the community. The implementation of the service was carried out using the andragogy method which was carried out through counseling and mentoring to farm women's groups. This service activity was attended by 15 participants who were members of the Bila Sundung farm women's group. The results of the implementation of the activity show that : (1) This activity has been able to increase the knowledge and skills of participants by 60% from before the extension activities were held, especially those related to technical aspects and socio-economic aspects, especially related to improving the community's economy, especially the women's farmer group in Paok Pampang village by breeding red ginger rhizome plants, this can be seen from the results of evaluations that have been carried out showing and the additional income of an average of Rp. 50,000 from the breeding of red ginger in the residents' yards, meaning that in addition to meeting personal needs it can also be an additional source of income for community members in Paok Pampang Village.; (2) The response of Bila Sundung farmer group members to extension activities is quite high, with a percentage of positive responses of 100% of the 15 participants; (4) This activity has also helped encourage the intensification of mutual communication between UNRAM and the community who are members of the Bila Sundung farmer group
Development of Economic Creativity of Craftsmen Woven Bags from Typical Lombok Rattan Through Digitalization of Business Management in Beleka Village
The Beginner Community Empowerment Program (PMP) aims to increase the knowledge and skills of craftsmen groups, with a focus on the "Bilalbeleke-art Group," which consists of eight members who are experts in making woven bags from typical Lombok rattan. This group of partners often faces a number of problems in running their business, especially related to organizational management, finance and marketing. In addition, they face challenges in production, including design and production equipment, as well as business and marketing planning, especially in the use of information technology. Therefore, implementing this activity is very important to overcome the problems faced by these partners. Thus, the main aim of this program is to solve the problems faced by partner groups and simultaneously empower them through the development of the creative economy