Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Optimalisasi Peran Ibu dalam pencegahan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) Anggota Keluarga di Musim Hujan

    No full text
    ISPA merupakan penyakit saluran pernafsan akut dengan angka kejadian yang cukup tinggi. Kejadian Ispa sering muncul pada musim hujan karena adanya perubahan cuaca yang ekstrim. Kejadian Ispa di kelurahan Sukabungah juga mengalami peningkatan dan ini banyak dialami oleh anak Balita. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu yang mempunyai anak Balita, anak-anak banyak yang mengalami Ispa dan ibu-ibu warga Rw.12 masih banyak yang belum tahu tentang ISPA, pencegahan dan penatalaksanaan pada anak dengan Ispa. Ibu sebagai salah satu anggota mempunyai peranan penting dalam mempertahankan kesehatan dalam keluarga. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Deskriptif kuantitatif yakni menjelaskan tentang fenomena yang ada di masyarakat. Intervensi yang dilakukan adalah memberian pendidikan kesehatan kepada ibu yang mempunyai Balita tentang Ispa, pencegahan dan penatalaksanaan Ispa. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi tentang penatalaksanaan pada pasien Ispa, ibu-ibu warga Rw.12 mempunyai pengetahuan yang lebih baik dan mengerti tentang Ispa, pencegahan dan penetalaksanaannya. Optimizing the Role of Mothers in preventing ARI (Acute Respiratory Infection) of Family Members in the Rainy Season ARI is an acute respiratory tract disease with a high incidence rate. ISPA events often occur during the rainy season due to extreme weather changes. The incidence of ARI in the Sukabungah sub-district has also increased and this has been experienced by many children under five. Based on the results of interviews with mothers who have children under five, many children experience ARI and the mothers of residents of Rw.12 still do not know about ARI, prevention and management of children with ARI. Mother as a member has an important role in maintaining health in the family. The method used in this community service is descriptive quantitative, namely explaining the phenomena that exist in society. The interventions carried out are providing health education to mothers who have toddlers about ISPA, prevention and management of ISPA. After being given health education and demonstrations about management of ISPA patients, residents of Rw.12 have better knowledge and understanding of ISPA, its prevention and management

    Implementasi Vaksinasi Covid-19 Di Puskesmas Gunung Kemala Kota Prabumulih

    No full text
    Pemerintah Indonesia, termasuk di Kota Prabumulih Barat, melakukan program vaksinasi COVID-19 untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Program tersebut dilaksanakan di Puskesmas Gunung Kemala dengan dukungan tenaga kesehatan yang kompeten. Mahasiswa kesehatan masyarakat juga turut serta dalam program ini. Mereka menggunakan metode praktikum kesehatan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang implementasi program-program kesehatan. Kegiatan ini berlangsung dari 1 Juli hingga 30 Juli 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa perawat, bidan, dan dokter terlibat dalam proses vaksinasi. Materi yang digunakan adalah laporan hasil pemeriksaan pasien dan data harian. Proses vaksinasi melibatkan verifikasi data sasaran, pemeriksaan kesehatan, pelaksanaan vaksinasi, dan pencatatan hasil vaksinasi. Hasil vaksinasi menunjukkan bahwa dosis pertama telah diberikan kepada 835 sasaran (89.78%) dan dosis kedua kepada 690 sasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program vaksinasi COVID-19 berjalan dengan baik. Puskesmas Gunung Kemala disarankan untuk meningkatkan jumlah vaksinator, menerapkan metode jemput bola, dan intensif dalam sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19. Implementation Of The Covid-19 Vaccination At Gunung Kemala Health Center, Prabumulih The Indonesian government, including West Prabumulih City, is carrying out a COVID-19 vaccination program to prevent the spread of this disease. The program is implemented at the Gunung Kemala Community Health Center with the support of competent health personnel. Public health students also participate in this program. They use public health practicum methods to increase their knowledge about implementing health programs.This activity took place from 1 July to 30 July 2021. The results show that nurses, midwives and doctors were involved in the vaccination process. The material used is patient examination results reports and daily data. The vaccination process involves verifying target data, health checks, carrying out vaccinations, and recording vaccination results.Vaccination results show that the first dose has been given to 835 targets (89.78%) and the second dose to 690 targets. This research concludes that the COVID-19 vaccination program is running well. Gunung Kemala Community Health Center is advised to increase the number of vaccinators, apply the pick-up-and-go method, and intensively educate the public about the importance of COVID-19 vaccination

    Program Dahsyat (Dapur Higienis dan Sehat) bagi Kader Posyandu Anggrek Bulan untuk Pencegahan Stunting

    No full text
    Data Puskesmas Sembereng menunjukkan stunting  pada balita sebesar 18,8% pada tahun 2018 turun menjadi sebesar 13,0% di tahun 2019 dan sebesar 12,0% tahun 2020. Walaupun data tersebut menunjukan penurunan, kasus stunting tetap menjadi perhatian sebagai masalah kesehatan masyarakat dikarenakan berada pada rentang 12 – 19%. Untuk menurunkan proporsi dari stunting, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat diantaranya dengan dicanangkan 5 pilar sebagai Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting. Salah satu aksi dari pilar tersebut membutuhkan sumber daya manusia seperti kader posyandu untuk memiliki kapasitas yang memadai dan terlatih. Selain itu, pemanfaatan pangan lokal dinilai mampu memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Oleh karenanya, melalui kegiatan pengabdian masyarakat Program Dahsyat (dapur higienis dan sehat), diharapkan Kader Posyandu memiliki kapasitas dalam perencanaan menu gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa adanya peningkatan skor pengetahuan kader posyandu sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan dan Bakso Ikan Wortel sebagai produk dari pelatihan kader posyandu juga disukai oleh balita. Diharapkan penyuluhan dan pelatihan dapat dilakukan oleh Puskesmas secara rutin dengan materi dan bahan pangan lokal yang bervariasi. Dahsyat Program (Hygienic and Healthy Kitchen) for Cadres of Posyandu Anggrek Bulan for Stunting Prevention  The data from Sembereng Community Health Center shows that stunting in toddlers decreased from 18.8% in 2018 to 13.0% in 2019 and 12.0% in 2020. Although the data indicates a decrease, stunting remains a concern as a public health problem, as it falls within the range of 12-19%. To reduce the proportion of stunting, various efforts have been made by the central government, including the implementation of the 5-pillar National Strategy for Accelerating Stunting Prevention. One action from the pillar requires human resources, such as posyandu cadres, to have adequate and trained capacities. In addition, the utilization of local food is considered to be able to contribute to the prevention and mitigation of stunting. Therefore, through community service activities in the Dahsyat Program (hygienic and healthy kitchen), it is expected that Posyandu cadres have the capacity in planning a balanced nutrition menu by utilizing local food to support stunting prevention. The results of this activity show an increase in the knowledge score of Posyandu cadres before and after the counseling, and the Fish and Carrot Meatball product from the Posyandu cadres' training is also preferred by toddlers. It is hoped that counseling and training can be carried out regularly by the Community Health Center with varied local food materials and topics

    Aplikasi Si Centing Untuk Screening Pada Kader Kesehatan Di Pulau Pramuka

    No full text
    Aplikasi sicenting adalah aplikasi untuk deteksi dini dan pencegahan retardasi pertumbuhan pada bayi. Fungsi dari aplikasi ini adalah untuk membantu staf, tenaga medis, dan ibu dari anak mengidentifikasi dan mengidentifikasi keterlambatan perkembangan anak pada waktunya. Keuntungan orang tua menggunakan aplikasi ini adalah kemampuan untukmemahami dan mengeksplorasi gerakan akrobatik bayi sejak usia dini. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang aplikasi si centing kepada kader kesehatan dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang stunting. Pengabdian ini dilakukan di Pulau Pramuka dengan 16 orang kader sebagai partisipan. Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian pada masyarakat (PKM) dengan memberikan penyuluhan tentang stunting dan aplikasi si centing. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah pendidikan kesehatan tentang stunting dan penggunaan aplikasi si centing, terjadi peningkatan pengetahuan kader dan sebanyak 100% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang aplikasi tersebut. Berdasarkan hasil ini, disarankan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman para kader tentang stunting. Overall, aplikasi si centing bisa memberikan kontribusi yang baik dalam upaya deteksi dini dan pencegahan stunting pada bayi, dan kegiatan PKM bisa menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan aplikasi ini kepada masyarakat. Si Centing Application for Screening on Health Cadres on Pramuka Island  Sicenting application is an application for early detection and prevention of growth retardation in infants. The function of this application is to help staff, medical personnel, and mothers of children identify and identify developmental delays in time. The advantage parents use this app with is the ability to understand and explore the acrobatic movements of babies from an early age. The purpose of this study is to provide an understanding of the application of si centing to health cadres and increase their knowledge about stunting. This service was carried out on Pramuka Island with 16 cadres as participants. The method used is community service activities (PKM) by providing counseling about stunting and the application of the centing. The results of the analysis showed that after health education about stunting and the use of the si centing application, there was an increase in cadre knowledge and as many as 100% of respondents had a good level of knowledge about the application. Based on these results, it is recommended to carry out community service activities on an ongoing basis to increase the understanding of cadres about stunting. Overall, the si centing application can make a good contribution to efforts to early detection and prevention of stunting in infants, and PKM activities can be an effective way to introduce this application to the public

    Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium dan Pengenalan Praktikum Biologi Sederhana bagi Guru Biologi dan Siswa

    No full text
    Biologi sebagai cabang sains, bukan hanya belajar tentang pengetahuan konten melainkan juga belajar tentang proses. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya, diperlukan kegiatan praktikum yang merupakan bagian integral dari pembelajaran sains. Potensi besar dari kegiatan praktikum dalam pembelajaran biologi tersebut, tidak diimbangi dengan sarana prasarana di lapangan seperti laboratorium, alat-alat laboratorium dan bahan untuk melaksanakan praktikum. Oleh karena itu, Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mengisi atau menjembatani gap antara konsep ideal tersebut dengan kondisi di lapangan yang tidak ideal tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait alat-alat laboratorium beserta penggunaannya dan pengenalan praktikum sederhana biologi sekolah. Mitra pengabdian adalah 6 guru biologi dan 32 siswa dari SMP Pakenjeng yang terletak di wilayah selatan kota Garut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode ekspositori, pameran, demonstrasi dan diakhiri dengan refleksi. Data diambil menggunakan angket berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Indikator keberhasilan pengabdian adalah adanya peningkatan pengetahuan, minat, dan kesediaan untuk mengikuti pengabdian selanjutnya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa 81 % peserta sudah meningkat pengetahuannya tentang alat-alat laboratorium. Selain itu, 63% peserta sangat setuju bahwa dengan demonstrasi praktikum, antusiasme dalam menyimak pembelajaran biologi menjadi meningkat. Sementara itu, 80 % peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan pengabdian ini dan menyatakan bersedia mengikuti jika diadakan acara pengabdian kembali dengan tema lainnya Training on the Use of Laboratory Equipment and Introduction to Simple Biology Practicum Biology, as a branch of science, not only learns about content knowledge but also learns about processes. Therefore, practicum activities are needed in learning, which is an integral part of science learning. The great potential of practicum activities in biology learning needs to be balanced with infrastructure facilities in the field, such as laboratories, laboratory equipment, and materials to carry out the practicum. Therefore, it is necessary to take action to fill or bridge the gap between the ideal concept and the conditions in the field that could be better through community service activities. This service aims to provide knowledge related to laboratory equipment and its use and introduction to simple practicum in school biology. The service partners are six biology teachers and 32 students from SMP Pakenjeng, located in the southern area of Garut City. This community service activity is carried out through expository methods, exhibitions, and demonstrations and ends with reflection. Data were taken using a Likert scale-based questionnaire and analyzed using descriptive statistics. An indicator of successful service is increased knowledge, interest, and willingness to participate in further service. The results of service activities showed that 81% of participants had increased their knowledge of laboratory equipment. In addition, 63% of participants strongly agreed that enthusiasm for listening to biology learning increased with practicum demonstrations. Meanwhile, 80% of participants expressed satisfaction with the implementation of this service and expressed willingness to participate in a re-service event that was held with other themes

    Pelatihan Manajemen Referensi dan Sitasi Menggunakan Aplikasi Zotero untuk Penulisan Proposal Riset Eksakta pada Program Kreativitas Mahasiswa

    No full text
    Tingkat pemahaman dan keterampilan mahasiswa mengenai penggunaan Aplikasi Zotero dalam penulisan proposal Pekan Kreativitas Mahasiswa masih sangat rendah. Bahkan, masih banyak mahasiswa yang belum mengenal aplikasi Zotero. Oleh karena itu, tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat adalah memberikan pelatihan manajemen referensi dan sitasi yang efektif serta efisien menggunakan aplikasi Zotero. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengumpulkan, mengelola, dan memasukkan referensi dengan benar dan konsisten ke dalam proposal riset. Kegiatan ini melibatkan 10 orang mahasiswa dari program studi Pendidikan Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode transfer iptek dan Model Community Development, yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk mencapai indikator tujuan adalah soal tes kemampuan awal dan akhir, observasi keterampilan menggunakan Zotero, serta angket respon. Hasil kegiatan secara umum dilihat dari tiga indikator yangkni; 1) Tingkat pemahaman sebelum pemberian materi mencapai rata-rata 42 dengan kategori rendah. Setelah pemberian materi, rata-rata mencapai 96 dengan kategori sangat tinggi. Rata-rata peningkatan pemahaman sebesar 54%. 2) Keterampilan menggunakan Zotero. Pada indictor ini dikatagorikan sangat baik dengan skor rata-rata 92, dan 3) Respon terhadap kegiatan pelatihan. secara umum mahasiswa merespon dengan sangat baik.  Berdasarkan ketiga indikator ini maka pelaksanaan PKM dapat dinyatakan berhasil. Reference and Citation Management Training Using the Zotero Application for Exact Research Proposal Writing in the Student Creativity Program Students' awareness and abilities about the usage of the Zotero Application in submitting Student Creativity Week proposals remain extremely poor. In fact, many students are still unfamiliar with the Zotero application. As a result, the Community Partnership Program (PKM) aims to deliver effective and efficient reference and citation management training through the use of the Zotero program. This is done so that students can appropriately and consistently gather, manage, and enter references into research projects. Ten students from the Biology, Chemistry, Physics, and Mathematics Education departments participated in this project. The science and technology transfer technique and the Community Development Model, which comprises the stages of planning, are used to carry out this community service. Implementation, as well as assessment. Initial and end ability test questions, skill observation utilizing Zotero, and answer surveys were employed to produce the objective indicators. The three indicators show the outcomes of activities in general: 1) The degree of knowledge before presenting the information reaches an average of 42 in the poor category. Following the presentation of the content, the average reached 96, with a very high category. The average gain in comprehension is 54%. 2) Zotero proficiency. This indicator is rated as extremely good, with a score of 92 on average, and 3) Responses to training activities. In general, students performed admirably. PKM deployment can be deemed effective based on these three factors

    Pendampingan Akuntansi Dan Teknologi Tepat Guna(TTG) Untuk UMKM Krupuk Pati Dusun Miru Desa Banyuurip Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik

    No full text
    UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di sentra industri krupuk pati di Miru, Banyuurip, Kedamean, Gresik, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung variasi makanan dari singkong pasca pandemi COVID-19. Namun, banyak UMKM di sana menghadapi tantangan dalam akuntansi dan teknologi. Salah satu contohnya adalah Ibu Muadomah yang masih melakukan produksi secara manual, menyebabkan ketidakmemenuhiannya terhadap standar Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Hal ini mengakibatkan masalah produksi karena teknologi yang sederhana, persaingan bisnis lokal dan internasional, fluktuasi harga bahan baku, dan variasi produk. Melalui analisis kebutuhan, pendampingan akuntansi, dan penerapan teknologi sederhana, seperti sistem akuntansi, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kinerja dan keberlanjutan UMKM krupuk pati. Hasilnya adalah peningkatan efisiensi operasional, peningkatan kualitas produk, peningkatan daya saing di pasar lokal, peningkatan pengetahuan pemilik UMKM tentang akuntansi, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal yang terlibat dalam industri krupuk pati. Accounting Assistance and Right-to-use technology for MSMEs Krupuk Pati at Miru, Banyuurip, Kedamean, Gresik UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)  in the starch cracker industrial center in Miru, Banyuurip, Kedamean, Gresik, Indonesia have great potential to support food variations from cassava after the COVID-19 pandemic. However, many MSMEs there face challenges in accounting and technology. One example is Mrs. Muadomah who still carries out production manually, causing her not to comply with the standards for Good Processed Food Production Methods (CPPOB). This results in production problems due to simple technology, local and international business competition, fluctuations in raw material prices, and product variations. Through needs analysis, accounting assistance, and the application of simple technology, such as an accounting system, the main objective of this activity is to improve the performance and sustainability of the starch cracker MSMEs. The result is increased operational efficiency, improved product quality, increased competitiveness in the local market, increased knowledge of MSME owners about accounting, and increased economic welfare of local communities involved in the pati cracker industry.

    Peran Labeling Dalam Meningkatkan Penjualan Produk Keripik Kelapa UMKM Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi

    No full text
    UMKM Mandiri Tora Tora merupakan usaha industri rumah tangga yang memproduksi buah kelapa dan diolah menjadi produk makanan yaitu Keripik Kelapa. Dengan label yang menarik dapat meningkatkan minat konsumen. Konsumen lebih tertarik dengan label daripada produk yang tidak memiliki label. Label mampu menjadi identitas dan akan masuk dalam ingatan konsumen. Hal ini sangat mempengaruhi jika berniat untuk membeli kembali.  Hasil menunjukan bahwa peningkatan penjualan melalui perubahan labeling produk pada usaha industri rumah tangga yang berlokasi di Desa Sibalaya Utara Kecamatan Tanambulava kabupaten Sigi, dapat di laksanakan dengan baik meskipun masih bersifat sederhana akan tetapi dari waktu ke waktu mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Tujuan Pembuatan Labeling produk keripik kelapa pada UMKM Tora Tora untuk meningkatkan kualitas produk agar menjadi lebih menarik dimata para konsumen. Mitra yang terlibat dalam pembuatan olahan keripik kelapa pada UMKM Tora Tora berjumlah dua orang yakni ibu lilyana selaku pemilik Usaha dan saudara dari ibu lilyana. Metode pelaksaan kegiatan dalam pembuatan labeling produk keripik kelapa melalui observasi, sosialisasi, serta penerapan kepada pemilik UMKM Tora Tora. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan tersebut adalah adanya peningkatan kualitas produk pada kemasan olahan keripik kelapa melalui pembuatan labeling.  The Role Of Labeling In Increasing Sales Of UMKM Coconut Chip Products, North Sibalaya Village, Tanambulava District, Sigi Regency UMKM Mandiri Tora Tora is a home industry business that produces coconuts and processes them into food products, namely Coconuts Chips. An attractive label can increase consumer interest. Consumer are more interested in labels than products that do not have labels. Labels can become an identiy and will enter con sumers memories. This really influences whether you intend to buy again. The results show that sales in creased trought changes in product labeling in home industry businesses located in north Sibalaya Village, Tanambulava District, Sigi Regency. Can be implemented well even though it is still simple, but over time it changes for the better.  The aim of making labeling for coconut chips products at Tora Tora MSMEs is to improve product quality so that it becomes more attractive in the eyes of consumers. There are two partners involved in making processed coconut chips at Tora Tora UMKM, namely Mrs. Lilyana as the business owner and Mrs. Lilyana’s brother. The method for implementing activities in making labeling for coconut chips products is trough observation, outreach and application to Tora Tora MSME owners. The result of the service activities carried out was an increase in product quality on processed coconut chips packaging through labeling

    Pemberdayaan Masyarakat Mengatasi Masalah Stunting Melalui Penyuluhan Dan Pelatihan Pengukuran Status Gizi

    No full text
    Kalimantan Barat masuk dalam 10 besar tertinggi kasus sangat pendek dan pendek dari 34 provinsi di Indonesia. Di kota Pontianak proporsi balita pendek (TB/U) sebesar 18.1% dengan target yakni turun 17% pada tahun 2022 dan 14% di 2024. Kelurahan Parit Mayor merupakan puskesmas dengan salah satu penyumbang kasus stunting di Kota Pontianak dengan 457 pengukuran terdapat 9,2% Balita Pendek. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang tentang stunting dan pentingnya pemantauan status gizi, serta pelatihan pemantauan status gizi. Sasaran Pengabdian ini adalah 24 orang (kader kesehatan dan ibu yang memiliki balita). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di kelurahan Parit Mayor Pontianak Provinsi Kalbar. Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah yang didukung media booklet, serta demontrasi pengukuran status gizi. Hasil evaluasi terjadi peningkatan pengetahuan pasca penyuluhan dari rata-rata nilai pengetahuan 9,3 menjadi 13,6. Setelah kegiatan pengabdian ini masyarakat lebih siap dan memiliki kesadaran lebih untuk mencegah kasus stunting di lingkungannya.  Bagi pihak terkait agar memanfaatkan pemberian informasi stunting melalui media booklet ini untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap stunting serta pembinaan lanjutan terhadap pelatihan pengukuran status gizi pada masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memonitor pertumbuhan bayi dan balita secara mandiri untuk skrining awal pada tingkatan keluarga. Community Empowerment Overcoming Stunting Problems Through counseling and Training on Nutritional Status Measurement West Kalimantan is included in the top 10 highest cases of very short and short of 34 provinces in Indonesia. In Pontianak city the proportion of short toddlers (TB/U) is 18.1% with a target of decreasing by 17% in 2022 and 14% in 2024. Parit Mayor Village is a health center with one of the contributors to stunting cases in Pontianak City with 457 measurements there are 9.2 % Toddler Short. The purpose of this community service activity is to provide counseling about stunting and the importance of monitoring nutritional status, as well as training in monitoring nutritional status. The target of this Community Service is 24 people (health cadres and mothers with toddlers). This service activity was carried out in the Parit Mayor Pontianak sub-district, West Kalimantan Province. Community service activities use the lecture method supported by booklet media, as well as demonstrations of measuring nutritional status. The results of the evaluation showed an increase in post-counseling knowledge from an average knowledge value of 9.3 to 13.6. After this community service activity, the community is better prepared and has more awareness to prevent stunting cases in their environment. For related parties to take advantage of providing stunting information through this booklet media to increase public knowledge and awareness of stunting as well as further guidance on training in measuring nutritional status in the community so that they have the ability to monitor the growth of infants and toddlers independently for initial screening at the family level., and the results of scientific findings obtained and conclusions. Abstract for stil

    Peningkatan Kompetensi Diri untuk Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Di Era Society 5.0 bagi Pelajar Nahdlatul Ulama Di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang

    No full text
    Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat ini berdampak pada hilangnya jutaan pekerjaan lama dan munculnya pekerjaan-pekerjaan baru. Kondisi ini menyebabkan banyak calon tenaga kerja tidak memiliki kesiapan dalam persaingan mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baru tersebut. Ditambah lagi dengan munculnya konsep Society 5.0 yang menuntut calon tenaga kerja menguasai kecakapan creativity, critical thinking, communication dan collaboration. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah organisasi pelajar IPNU IPPNU di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang. Rendahnya kesiapan para pelajar yang tergabung dalam IPNU IPPNU dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan, ditambah dengan kurangnya pemahaman manajemen organisasi para pengurusnya, menjadi alasan Tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk memberikan workshop bagi anggota organisasi mitra. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai persiapan yang harus dilakukan bagi anggota mitra dalam menghadapi persasingan kerja di Era Society 5.0 serta memberikan pemahaman tentang manajemen organisasi yang efektif. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode workshop yang berisi penyampaian materi yang terbagi dalam 2 sesi, yaitu materi Manajemen Organisasi (Sesi 1) dan Personal Branding  untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja di Era Society 5.0 (Sesi 2). Pemberian program ini secara umum dapat memberikan manfaat bagi organisasi mitra dengan membantu mengurangi permasalahan yang dihadapi yaitu dengan bertambahnya pemahaman para pengurus organisasi mengenai manajemen organisasi yang baik serta semakin menguatnya kesiapan para peserta dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di era Society 5.0. Improving Self Competence for Readiness to Enter the World of Work in the Era of Society 5.0 for Nahdlatul Ulama Students The Industrial Revolution 4.0 affects the loss of millions of old jobs and the emergence of new jobs. This condition causes many prospective workers to be unprepared for the competition for these new jobs. It's coupled with the emergence of Society 5.0 that requires probable workers who are experts in creativity, critical thinking, communication and collaboration. Partner in this community service activity is the student organization, IPNU IPPNU, based in Sawangan District, Magelang Regency. The reason for the Community Service Team to provide workshops for members of the partner is that students who are members of IPNU IPPNU have low readiness to face job competition in the future, coupled with low understanding of the managerial knowledge of the organization. The purpose of this activity are to provide an understanding of managerial knowledge of the organization effectively. It also shared insight into the preparations made to enter the world of work in the Society 5.0 era. The implementation of Community Service was carried out using the workshop method that contains materials, divided into two sessions, i.e Modern Organizational Management (Session 1) and Personal Branding to increase readiness to enter the world of work in Era Society 5.0 (Session 2). This program provide benefits to partner organizations to reduce the problems faced, i.e. by increasing the understanding of managerial knowledge regarding good organizational management and strengthening the readiness of participants in preparing to enter the world of work in the era of Society 5.

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇