Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Bimbingan Teknis Pengembangan Bakat Olahraga Sepak Takraw pada Siswa SMP Negeri 08 Kendari

    No full text
    Bimbingan teknis untuk mengembangkan bakat sepak takraw pada anak-anak memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan kemampuan mereka di bidang olahraga. Selain meningkatkan kebugaran fisik dan kesehatan, bimbingan ini juga bertujuan untuk memperkuat karakter dan keterampilan sosial anak-anak. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini fokus pada memberikan pemahaman tentang teknik dasar bermain sepak takraw kepada siswa SMP Negeri 08 Kendari. Pada tanggal 24 Mei 2023, program ini diikuti oleh 50 siswa dan siswi SMP Negeri 08 Kendari. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan demonstrasi dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 90% dari peserta sudah memahami teknik dasar permainan sepak takraw, sementara 10% masih memerlukan pemahaman lebih lanjut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui bimbingan teknis, peserta program ini mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis dan taktis sepak takraw. Mereka berhasil memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang teknik servis, pukulan, passing, dan taktik permainan. Selain itu, kegiatan ini membantu mengidentifikasi bakat-bakat individu dalam sepak takraw dan memberikan kesempatan untuk mengembangkannya lebih lanjut. Technical Guidance for Developing Takraw Sports Talent for Students at SMP Negeri 08 Kendari Technical guidance to develop sepak takraw talents in children has a very important role in supporting the development of their abilities in the field of sports. Apart from improving physical fitness and health, this guidance also aims to strengthen children's character and social skills. The implementation of this community service program focuses on providing an understanding of the basic techniques of playing sepak takraw to students at SMP Negeri 08 Kendari. On May 24 2023, this program was attended by 50 students of SMP Negeri 08 Kendari. The implementation method uses a demonstration approach with preparation, implementation and evaluation stages. The results showed that as many as 90% of the participants already understood the basic techniques of sepak takraw, while 10% still needed further understanding. Thus, it can be concluded that through technical guidance, participants in this program experienced significant improvements in the technical and tactical skills of sepak takraw. They succeeded in gaining a deeper understanding of serving, hitting, passing and game tactics. In addition, this activity helps identify individual talents in sepak takraw and provides opportunities to develop them further

    Pemberdayaan Siswa Melalui Pelatihan Pembuatan Buket Untuk Meningkatkan Kreativitas

    No full text
    Pemberdayaan siswa SMA sebagai anggota masyarakat yang aktif sangat penting dilakukan yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas siswa, sebab kreativitas mampu mendorong semangat dan motivasi serta membuat siswa selalu memiliki ide untuk melakukan inovasi serta mudah beradaptasi dengan berbagai situasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa melalui pelatihan pembuatan buket. Metode yang digunakanalam kegiatan ini adalah metode demonstrasi dengan tiga tahapan kegiatan yaitu : 1) Persiapan, dilakukan penyampaian tujuan kegiatan dan pengenalan alat dan bahan digunakan; 2) Tahap pelaksanaan, siswa praktek membuat buket dengan bimbingan dari tim pengabdian; dan 3) Tahap evalusi, untuk melihat antusiasme peserta pelatihan dalam mengikuti kegiatan serta kemahiran dan kreativitas siswa dalam membuat buket dengan mengisi questioner. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan yang belum pernah dilakukan sehingga siswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam menghasilkan produk prakarya berupa buket. Manfaat kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa, hal ini dapat dilihat persentase siswa yang dapat mengkreasikan ide dalam membuat buket sebesar 85%. Selain meningkatkan kreativitas siswa, buket juga dapat dijadikan sebagai peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan Empowering students through Bouquet Making Training to Increase Creativity It is very important to empower high school students as active members of society with the aim of fostering student creativity, because creativity can encourage enthusiasm and motivation and make students always have ideas for innovation and easily adapt to various situations. The aim of this community service activity is to increase student creativity through bouquet making training. The method used in this activity is a demonstration method with three stages of activity, namely: 1) Preparation, conveying the objectives of the activity and introducing the tools and materials used; 2) Implementation stage, students practice making bouquets with guidance from the service team; and 3) Evaluation stage, to see the enthusiasm of the training participants in participating in the activity as well as the students' skills and creativity in making bouquets by filling in the questionnaire. The results of the training show that this training activity is an activity that has never been carried out before so that students gain new knowledge and experience in producing craft products in the form of bouquets. The benefit of this activity is to increase student creativity, this can be seen from the percentage of students who can create ideas in making a bouquet of 85%. Apart from increasing students' creativity, bouquets can also be used as a business opportunity to earn additional incom

    Pelatihan Budidaya Jamur Tiram di Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara

    No full text
    Jamur tiram merupakan salah satu komoditas pangan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Permintaan jamur tiram terus meningkat setiap tahunnya, sehingga kebutuhannya belum terpenuhi secara maksimal. Masalah yang dihadapi oleh masyarakat ialah kurangnya pemahaman tentang budi daya jamur tiram. Selain itu, masih ada masyarakat yang ingin menambah penghasilan dalam rumah tangga. Solusi yang dapat ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ialah memberikan pengetahuan tentang budidaya jamur tiram, dan mengarahkan masyarakat untuk menambah penghasilan keluarga dengan budidaya jamur tiram skala rumah tangga. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Materi yang disampaikan dalam pelatihan adalah pengenalan jamur tiram, manfaat, syarat tumbuh, dan cara budidaya jamur tiram. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan langkah sebagai berikut: Penakaran dan pencampuran media tumbuh; Pemeraman media; Pengisian media ke dalam baglog; Sterilisasi baglog; Pendinginan baglog; Inokulasi bibit jamur F3; Inkubasi dan pemindahan baglog ke dalam kumbung; Pemeliharaan; dan Pemanenan. Kegiatan pendampingan sampai dengan panen perdana dilakukan selama 13 minggu dengan rincian dua minggu pembuatan baglog, sterilisasi dan inokulasi bibit ke dalam baglog, delapan minggu inkubasi baglog sampai dengan siap dibuahkan, dua minggu proses pemindahan baglog ke dalam kumbung budi daya sampai siap dipanen, panen perdana jamur tiram hasil budidaya mitra sebanyak 5 kg. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa peserta pelatihan budidaya jamur tiram berhasil melakukan cara budidaya jamur tiram dari proses pembuatan media baglog, inokulasi bibit, pemeliharaan bibit selama diruang inkubasi dan kumbung, serta pemanenan. Dengan keberhasilan pengabdian ini, masyarakat sangat antusias untuk budidaya jamur tiram. Oyster Mushroom Cultivation Training in Rempek Village, Gangga District, North Lombok Regency Oyster mushrooms are one of the food commodities that are in demand by Indonesian people. Demand for oyster mushrooms continues to increase every year, so their needs have not been met optimally. The problem faced by the community is a lack of understanding about oyster mushroom cultivation. Apart from that, there are still community who want to increase their household income. The solution that can be offered to solve this problem is to provide knowledge about oyster mushroom cultivation, and direct people to increase their family income by cultivating oyster mushrooms on a household scale. The service activities had been carried out through four stages, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. The material presented in the training is an introduction to oyster mushrooms, benefits, growing conditions, and how to cultivate oyster mushrooms. Training activities are carried out with the following steps: Dosing and mixing the growing media; Media screening; Filling media into baglog; Baglog sterilization; Baglog cooling; Inoculation of F3 fungal seeds; Incubation and transfer of baglog into kumbung; Maintenance; and Harvesting. Assistance activities up to the first harvest are carried out for 13 weeks, with details of two weeks of baglog making, sterilization and inoculation of seeds into baglog, eight weeks of incubation of baglog until it is ready to be fruit, two weeks of the process of transferring baglog into cultivation kumbung until it is ready to be harvested, first harvest 5 kg of partner-cultivated oyster mushrooms. The results of community service show that participants in the oyster mushroom cultivation training were successful in cultivating oyster mushrooms from the process of making baglog media, inoculating seeds, maintaining seeds during incubation and kumbung rooms, as well as harvesting. With the success of this service, the community is very enthusiastic about cultivating oyster mushrooms.

    Marketing Management Training for UMKM Assisted by Baznas Microfinance Village (BMD) Gunungsari

    No full text
    Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) play a strategic role in Indonesia's economic growth, but they still face various obstacles, especially in product marketing. This research aims to identify and address the challenges in marketing the products of UMKM, particularly those under the guidance of Baznas Microfinance in the Gunungsari Village, NTB. The main focus of this research is marketing management training as a solution to enhance the marketing capabilities of UMKM. This research employs a qualitative descriptive approach to collect data through in-depth interviews, observations, and analysis of related documents. The findings indicate that marketing constraints for UMKM involve a lack of human resources understanding effective marketing concepts. Therefore, the Community Service Team initiates marketing management training as a concrete effort to strengthen the marketing capacity of UMKM. The training aims to improve the understanding of UMKM actors regarding marketing strategies, branding, and the application of technology in product promotion. The results of the training are expected to make a positive contribution to the development of UMKM, enhance product competitiveness, and expand market reach. This article provides a systematic, factual, and accurate overview of the role of marketing management training in empowering UMKM. By publishing this article in Lumbung Inovasi, it is hoped to contribute to a broader understanding of UMKM marketing literacy and inspire relevant parties in the development of similar training activities in various regions

    Pilah Dan Olah Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Memodifikasi Menjadi Produk Multi Fungsi

    No full text
    Program  Kemitraam Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk pembinaan masyarakat dalam gerakan pilah dan olah sampah organic rumah tangga menajadi produk multi fungsi. Mitra kegitan PKM adalah Waraga Rukun Tetangga (RT) 06 Perumahan Lingkar Permai dengan jumlah warga yang terlibat 10 orang. Pelaksanaan PKM pengabdian  menggunakan pendekatan Participatory  Rapid  Appraisal (PRA) dengan  tahapan  kegiatan,  yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, dan  3) evaluasi. Kegitan PKM telah meberikan dampak positif pada peningkatan pemahaman, keterampilan,  dan kesadaran masyarakat dalam pemilahan dan pengolahan sampah organic menjadi berbagai macam produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan Rumah Tangga. Kegitan pendampingan masih perlu dilakukan secara kontinu agar mitra dan masyarakat sekitar mitra dapat memahami secara utuh tentang pilah dan pengolahan sampah organic. Sort And Process Household Organic Waste By Modifying It Into Multi-Functional Products  The Community Partnership Program (PKM) aims to develop the community in sorting and processing household organic waste into multi-functional products. PKM's activity partner is Waraga Rukun Tetangga (RT) 06 Lingkar Permai Housing with 20 residents involved. The implementation of community service PKM uses the Participatory Rapid Appraisal (PRA) approach with the stages of activities, namely 1) planning, 2) implementation, and 3) evaluation. PKM activities have had a positive impact on increasing public understanding, skills and awareness in sorting and processing organic waste into various kinds of products that can be used by the community for household needs. Assistance activities still need to be carried out continuously so that partners and the community around partners can fully understand the sorting and processing of organic wast

    Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil Melalui Edukasi Pencegahan Penyulit Kehamilan Dengan Sigap Resti (Resiko Tinggi)

    No full text
    Peningkatan Kesehatan dan kesejateraan dalam masa kehamilan merupakan tujuan salah satu tujuan dalam program SGDs. Edukasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat Kesehatan, dengan meningkatnya pengetahuan tentang Kesehatan akan merubah sikap dan perilaku seseorang tentang Kesehatan. Pemberian edukasi ini selain menggunakan metode ceramah juga dilakukan pemberian leafleat sebagi pendukung edkuasi. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi secara ceramah dengan dibantu oleh media yang di modifikasi tentang kehamilan beresiko, penyulit kehamilan,serta tentang penguatan deteksi komplikasi dengan sigap resti.  Hal ini untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, juga mengubah perilaku dan sikap ibu hamil serta memberdayakan ibu hamil dalam mendeteksi diri terkait kondisi kehamilannya sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan. Kegiatan inti yang dilakukan yaitu pemberian edukasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat melibatkanbidan desa setempat, kader dan puskesmas. Kegiatan Pertama yaitu edukasi mengenai kehamilan beresiko, penyulit pada kehamilan serta penguatan pengahaman tentang sigap resti sebagai pemberdayaan ibu hamil dalam meningktakan kesehatannya. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang kehamilan beresiko sebelum dan sesudah yaitu sebesar 19 % kenaikan untuk tingkatan pengatahuan baik, dan sebesar 28,5 % pada tingkatan cukup, dan pada tingkatan pengetahuan kurang mengalami penurunan 48,1 %. Dengan adanya perubahan tingkat pengetahuan ini serta penguatan pemahaman dengan sigap resti diharapkan ibu hamil dapat lebih aware  terhadap kondisi kehamilannya dan lebih rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Efforts to Improve the Health of Pregnant Women Through Education on Prevention of Pregnancy Complications with a Sprightly Resti (High Risk) Improving health and well-being during pregnancy is one of the goals in the SGDs program. Education is one of the efforts to improve the degree of health, with increasing knowledge about health will change a person's attitude and behavior about health. In addition to using the lecture method, leafleat is also given as a supporter of education. This community service activity is carried out by providing lectures with the help of modified media about risky pregnancies, pregnancy complications, and about strengthening the detection of complications swiftly. This is to increase knowledge for pregnant women, also change the behavior and attitudes of pregnant women and empower pregnant women to detect themselves regarding their pregnancy conditions so that they can optimize health during pregnancy. The core activity carried out is the provision of education. Partners in community service activities involve local village leaders, cadres and puskesmas. The first activity is education about risky pregnancies, difficulties in pregnancy and strengthening understanding about swiftness as an empowerment of pregnant women in notarizing their health. The results obtained from this community service activity were an increase in knowledge about pregnancies at risk before and after, namely by 19% increase for the level of good knowledge, and by 28.5% at the sufficient level, and at the level of knowledge less decreased by 48.1%. With this change in the level of knowledge and strengthening understanding swiftly, it is hoped that pregnant women can be more aware of the condition of their pregnancy and more routinely conduct pregnancy check-ups

    Pelatihan dan Pendampingan Perencanaan Laba dan Laporan Keuangan pada UKM Binaan PT.Kimia Farma

    No full text
    Perencanaan laba merupakan kegiatan yang penting karena dapat mengoptimalkan pengguanaan sumber daya, dapat dimanfaatkan juga sebagai langkah awal membuat rencana pemasaran dalam rangka meningkatkan penjualan dan laba. Perencanaan laba tidak saja digunakan oleh perusahaan besar namun juga dapat diimplementasikan pada usaha kecil dan menengah. Selain itu peran laporan keuangan juga penting guna memberikan informasi bagi para pengguna laporan antara lain adalah pemerintah dalam rangka peningkatan pendapatan pajak. Oleh karena itu dilaksanakan pelatihan sekaligus praktek perencanaan laba dan pembuatan laporan keuangan pada UKM binaan PT. Kimia Farma. Praktek perencanaan laba dilakukan dengan presentasi materi oleh fasilitator kemudian peserta wajib mengerjakan tugas berupa pemisahan biaya tetap dan biaya variabel pada usaha masing-masing yang dilanjutkan dengan menghitung besaran nilai BEP. Pelatihan pembuatan laporan keuangan juga dilakukan dengan presentasi materi dan dilanjutkan dengan mengerjakan tugas melakukan pencatatan, dan pembuatan laporan sesuai dengan siklus akuntansi.  Profit Planning and Financial Reports Training and Mentoring on PT.Kimia Farma's assisted SMEs Profit planning is an important activity because it can optimize the use of resources, it can also be used as a first step in making a marketing plan in order to increase sales and profits. Profit planning is not only used by large companies but can also be implemented in small and medium enterprises. In addition, the role of financial reports is also important in providing information for report users, including the government in order to increase tax revenues. Therefore, training is carried out as well as the practice of profit planning and preparing financial reports for SMEs assisted by PT. Pharmaceutical Chemistry. The practice of profit planning is carried out by presenting material by the facilitator, then the participants are required to carry out tasks in the form of separating fixed costs and variable costs for each business, followed by calculating the BEP value. Training on making financial reports is also carried out by presenting material and continuing with work on recording tasks, and preparing reports in accordance with the accounting cycle

    Pencegahan Pornografi dan Pelecehan Seksual di Internet bagi Kalangan Siswa Madrasah Aliyyah Al-Istiqamah Bandung

    No full text
    Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk Penyampaian edukasi,  pencegahan bahaya pornografi dan Pelecehan seksual di Internet dengan literasi digital di Madasah Aliyyah Al-istiqamah. Peserta PKM ini adalah siswa dan siswi MA al-istiqamah Bandung berjumlah 450 siswa/siswi. Kegiatan ini dilakukan secara Daring dengan menggunakan metode Ceramah, tutorial diskusi atau tanya jawab dan Role Play. Kegiatan ini sejalan dengan program dan visi misi sekolah. Di mana bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan  terjadinya kekerasan seksual di internet. Pelaksanaan seminar literasi digital ini terdapat peningkatan pengetahuan siswa/siswi dengan rata-rata skornya sebesar 43.82. saran untuk kegiatan ini adalah keterlibatan mitra lain sebagai pendukung masih perlu ditingkatkan untuk lebih mendalam dalam penyampaian materi dan lebih banyak khazanah keilmuan dari pakarnya seperti keterlibatan   Diskominfo atau JAPELIDI  (jaringan  Pegiat  literasi  digital). Selain itu, Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian perlu ditambah agar tujuan kegiatan dapat tercapai sepenuhnya. Prevention of Pornography and Sexual Harassment in the Internet for Students of Madrasah Aliyyah Al-Istiqamah  this acitvity (PKM) aims at providing education, prevention of pornography hazards and sexual harassment on the Internet with digital literacy in Madasah Aliyyah Al-istiqamah. The participants of this PKM are students of MA al-istiqamah Bandung with 450 students . This activity is done online using the Lecture method, discussion tutorial or question answer and Role Play. These activities are in line with the school’s program and mission vision. Where the aim is to provide education on the prevention of the occurrence of sexual violence on the Internet., Implementation of this digital literacy seminar there is an increase in the knowledge of students with an average score of 43.82. This activity must be inreased in the involvement of other partners as supporters still need to be enhanced to more deeply in the delivery of materials and more treasures of science from its experts such as the participation of Diskominfo or JAPELIDI  (jaringan  Pegiat  literasi  digital). In addition, the duration of the service activity must be increased so that the purpose of the activity can be fully achieved.

    Pelatihan dan Pendampingan Pelaksanaan Basic Life Support (BLS)

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pelatihan dan pendampingan dalam Basic Life Support (BLS). Mahasiswa umumnya menghadapi beberapa permasalahan dalam BLS, seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam konsep serta teknik, kurangnya pengalaman praktis, dan kesulitan mengimplementasikan pengetahuan teoritis ke dalam situasi nyata. Solusi untuk membantu mahasiswa adalah melalui pelatihan komprehensif yang mencakup pengetahuan teoritis BLS dan latihan praktis dalam simulasi situasi darurat. Pelatihan yang terstruktur dan berulang dapat membantu mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara bertahap. Simulasi realistis dengan manekin atau model manusia dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat yang membutuhkan tindakan BLS. Sebagai hasilnya, mahasiswa yang mengikuti pelatihan BLS dapat mengembangkan keterampilan praktis dan pemahaman yang lebih dalam tentang pertolongan pertama. Mereka menjadi lebih siap dalam merespons keadaan darurat seperti henti jantung, pernapasan terhenti, atau kecelakaan, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi situasi darurat yang memerlukan tindakan BLS. Training and Implementation Assistance Basic Life Support (BLS)  Community service aims to increase students' understanding of the importance of training and mentoring in Basic Life Support (BLS). Students generally face several problems in BLS, such as lack of knowledge and skills in concepts and techniques, lack of practical experience, and difficulty implementing theoretical knowledge into real situations. The solution to help students is through comprehensive training that includes BLS theoretical knowledge and practical exercises in simulated emergency situations. Structured and repetitive training can help students gain knowledge and skills gradually. Realistic simulations with mannequins or human models can reduce anxiety and increase student confidence in dealing with emergency situations that require BLS action. As a result, students who take BLS training can develop practical skills and a deeper understanding of first aid. They become better prepared to respond to emergencies such as cardiac arrest, respiratory arrest, or accidents, and increase their confidence in dealing with emergency situations that require BLS action.  

    Edukasi Praktek Swamedikasi dengan Penggunaan Obat Rasional bagi Masyarakat Pesisir Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya

    No full text
    Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah sikap atau tindakan dalam mengobati diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter atau paramedis, baik dengan menggunakan obat tradisional/herbal atau obat modern yang biasa diresepkan di tempat pelayanan kesehatan formal. Banyak faktor yang mendukung swamedikasi ini membudaya di kalangan masyarakat seperti mudahnya menemukan obat yang diinginkan melalui promosi obat di media massa, merasa cocok dengan obat yang dibeli bebas dan keterbatasan jarak tempuh atau waktu untuk datang ke pelayanan formal dalam mendapatkan distribusi obat serta beberapa faktor lain yang dipertimbangkan oleh konsumen. Kegiatan PKM mandiri tentang edukasi praktek swamedikasi pada Masyarakat pesisir Desa Sungai Nibung Kabupaten Kubu Raya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam melakukan praktek medikasi agar menggunakan obat secara rasional, yaitu pemilihan obat yang tepat dan benar sehingga tujuan pengobatan secara efektif dapat tercapai. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang warga msyarakat pesisir desa Sungai Nibung yang terdiri dari kader PKK dan ibu rumah tangga, dilaksanakan secara offline menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan persentase 40% peserta menjadi rata-rata 90% peserta yang sudah memiliki pemahaman yang benar terkait  penggunaan obat yang rasional dalam melakukan swamedikasi. Education on Self-Medication Practices with Rational Use of Medicines for Coastal Communities in Nibung Village Self-medication or self-medication is the attitude or action of treating oneself without consulting a doctor or paramedic, either by using traditional/herbal medicine or modern medicine that is usually prescribed in formal health care settings. There are many factors that support self-medication to become a culture among the community, such as the ease of finding the desired drug through drug promotion in the mass media, feeling comfortable with over-the-counter drugs and limited travel distance or time to come to formal services to get drug distribution and several other factors that considered by consumers. This independent PKM activity regarding education on self-medication practices in the coastal communities of Sungai Nibung Village, Kubu Raya Regency aims to increase the community's knowledge and understanding in carrying out medication practices in order to use drugs rationally, namely choosing the right and correct drugs so that treatment goals can be achieved effectively. This activity was attended by 20 residents of the coastal community of Sungai Nibung village consisting of PKK cadres and housewives, carried out offline using lecture and discussion methods. The evaluation results show an increase in the percentage of 40% of participants to an average of 90% of participants who already have a correct understanding regarding the rational use of drugs in self-medicatio

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇