Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Peningkatan Kualitas Lingkungan Perairan Melalui Program Jaga Laut Kita dari Sampah Plastik
Sampah plastik yang terdapat di perairan bukan hanya diproduksi oleh aktivitas rumah tangga di pesisir. Aktivitas di darat yang menghasilkan plastik sebagai buangan atau limbah dalam jangka waktu yang lama, dapat terbawa oleh ombak atau angin, dan limbah tersebut masuk ke badan perairan sungai serta akhirnya bermuara di tepi pantai. Tingginya jumlah sampah plastik yang masuk ke perairan memiliki dampak buruk pada biota perairan, yang secara signifikan akan menurunkan kualitas lingkungan perairan serta produktivitas hasil perikanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meminimalkan pembuangan limbah plastik ke perairan, salah satunya melalui pengedukasian siswa atau pelajar sekolah dasar secara dini melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas lingkungan perairan dengan mensosialisasikan slogan "Jaga Laut Kita dari Sampah Plastik". Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sikap bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, menggunakan wadah kemasan isi ulang, memisahkan sampah plastik (anorganik) dari sampah organik yang cenderung basah atau lembab, dan berupaya mendaur ulang limbah plastik yang sudah dikumpulkan. Mitra dalam kegiatan ini adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 13 Jeruju Besar, yang terdiri dari 26 anak siswa kelas 3. Kegiatan PKM berjalan lancar, dan evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kemampuan peserta antara sebelum dan setelah kegiatan, seperti yang terindikasi dari hasil penilaian kuesioner yang diisi oleh peserta.
Promotion to Quality Improvement of the Aquatic Environment through the program of Save Our Sea from Plastic Waste
Plastic waste found in waters is not only produced by household activities on the coast. Activities on land that produce plastic as waste or waste for a long time, can be carried away by waves or wind, and the waste enters river water bodies and eventually ends up on the beach. The high amount of plastic waste that enters the waters has a negative impact on aquatic biota, which will significantly reduce the quality of the aquatic environment and the productivity of fishery products. Therefore, efforts are needed to minimize the disposal of plastic waste into waters, one of which is through educating students or elementary school students early through community service activities (PKM). The aim of this activity is to improve the quality of the aquatic environment by socializing the slogan "Keep Our Sea from Plastic Waste". This activity aims to instill a responsible attitude towards cleanliness and environmental health, reduce the use of single-use packaging, use refillable packaging containers, separate plastic (inorganic) waste from organic waste which tends to be wet or damp, and attempt to recycle the plastic waste that has been collected. . The partners in this activity were Public Elementary School (SDN) No. 13 Jeruju Besar, which consisted of 26 grade 3 students. The PKM activities ran smoothly, and the evaluation of this activity showed an increase in the participants' abilities between before and after the activity, as indicated by the results assessment of the questionnaire filled out by the participants.
Enhancing the Quality of Learning Through Training in PBL and TPACK-Based Teaching Module
The goal of the PKM activity is to enhance the quality of learning through intensive training in the creation of teaching modules that integrate the concepts of PBL with the application of TPACK. This reflects the urgency of the teacher's role in adapting the learning approach to the current developments and preparing students to face future challenges. Focusing on the improvement of learning quality provides insights into the importance of integrating PBL and TPACK in innovative and relevant modern learning. The implementation method involves knowledge transfer and the Community Development Model through synchronous and asynchronous online activities. The partners in this activity are students of the PPG Daljab Biology Class of 2023 from the Mandalika University of Education. The activity is carried out for a total of 3 meetings. The results of the activity show that the partners' participation is very active, and there is a significant impact of the training on the partners' understanding of the PBL model and the TPACK approach, as well as their integration into teaching module
Penyuluhan Hukum Tentang Pencegahan Kenakalan Remaja Dan Penyalahgunaan Narkotika Di Pondok Madrasah Al Masthury Koya Timur
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu Penyuluhan Hukum ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang akibat hukum dari kenakalan remaja serta Penyalahgunaan Narkoba dan Bahayanya bagi Remaja dan memberikan pemahaman tentang pentingnya pengawasan terhadap remaja agar terhindar pergaulan yang salah dan dari penyalahgunaan narkoba. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Pondok Madrasah Al Masthury Koya Timur, Kota Jayapura dengan jumlah peserta kegiatan yang terlibat yaitu 41 orang yang terdiri dari siswa dan siswi madrasah Al Masthury. Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan dengan metode penyuluhan hukum dilakukan dengan tahapan yaitu 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Evaluasi. Program ini diharapkan dapat membantu Masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan Narkoba dikalangan Remaja sehingga dapat terhindar dari bahaya narkoba. Direkomendasikan agar guru-guru dapat lebih memberikan edukasi tentang pencegahan kenakalan remaja dan penyalhgunaan narkoba di setiap sekolah.
Legal Counseling On Preventing Youth Dependence And Narcotics Abuse At Al Masthury Madrasah Pondok, Koya Timur
This Community Service Activity, namely Legal Counseling, aims to increase knowledge about the legal consequences of juvenile delinquency and Drug Abuse and its Dangers for Teenagers and provide an understanding of the importance of supervising adolescents to avoid wrong association and from drug abuse. The partners involved in this activity were Pondok Madrasah Al Masthury Koya Timur, Jayapura City with the number of participants involved, namely 41 people consisting of students from Madrasah Al Masthury. Community Service is carried out using legal counseling methods carried out in stages, namely 1) Planning, 2) Implementation, 3) Evaluation. This program is expected to assist the community in supervising drug abuse among adolescents so they can avoid the dangers of drugs. It is recommended that teachers can provide more education about preventing juvenile delinquency and drug abuse in every school
Edukasi Dan Perencanaan Investasi Di Masa Pandemi: Kegiatan Pengabdian Masyarakat Bagi Kalangan Milenial
Munculnya kasus pandemi covid-19 di Indonesia memberikan dampak yang signifikan terhadap seluruh kegiatan dan aktivitas masyarakat dunia, khusnya di Indonesia. Masyarakat dituntut untuk tetap menjaga jarak, tetap dirumah dan mengurangi segala aktivitasnya untuk mengurangi intensitas tatap muka dengan orang lain. Salah satu kegiatan yang tetap dapat dilakukan di rumah yaitu kegiatan investasi Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu alternative yang sangat signifikan perannya untuk masyarakat dalam beraktifitas selama masa pandemi. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada investor khususnya investor muda atau pemula tentang strategi yang tepat dalam berinvestasi dimasa pandemi. Dengan narasumber yang merupakan seorang dosen dan praktisi pasar modal yaitu Dr. Leo Herlambang, kegiatan ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa semester 6 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya serta masyarakat umum yang didominasi kalangan milenial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil test, diperoleh bahwa kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan atas investasi dimasa pandemi. Diharapkan, pada kegiatan selanjutnya memperluas pembahasan tentang intrumen-instrumen dalam investasi
Education and Investment Planning During a Pandemic: Community Service Activities for Millennials
The emergence of the Covid-19 pandemic case in Indonesia has had a significant impact on all activities and activities of the world community, especially in Indonesia. People are required to keep their distance, stay at home and reduce all their activities to reduce the intensity of face-to-face meetings with other people. One of the activities that can still be carried out at home is investment activities. The use of technology is an alternative that has a very significant role for the community in their activities during the pandemic. The purpose of holding this activity is to provide an understanding to investors, especially young or novice investors, about the right strategy for investing during a pandemic. With sources who are lecturers and capital market practitioners, namely Dr. Leo Herlambang, this activity was attended by 150 participants consisting of 6th semester students of the Islamic Faculty of Economics and Business UIN Sunan Ampel Surabaya and the general public who are dominated by millennials. The method used in this study is the lecture and discussion method. Based on the test results, it was found that this community service activity increased knowledge of investing during a pandemic. It is hoped that the next activity will expand the discussion on investment instrument
Program Kemitraan Masyarakat untuk Meningkatkan Ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Perbaikan Trotoar di Universitas Kristen Maranatha
Tujuan pengabdian ini adalah menyediakan trotoar yang aman, nyaman, dan dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas dengan tongkat. Metode yang dilakukan terdiri dari inspeksi, evaluasi, rencana perbaikan, persiapan, perbaikan, dan pembersihan. Kendala yang terjadi dalam proses perbaikan trotoar adalah faktor cuaca, masalah teknis, koordinasi dengan pihak terkait, dan masalah anggaran. Namun, dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait, kendala dapat diatasi untuk mencapai tujuan perbaikan trotoar yang optimal. Pihak-pihak yang terlibat dalam perbaikan trotoar terdiri dari dua petugas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemerintah Kota Bandung dan dibantu oleh 10 pekerja dari PT Duta Dianinda Pratama. Sebelum perbaikan trotoar dilakukan, sering terjadi musibah pada pejalan kaki setiap bulannya. Namun, setelah dilakukan perbaikan trotoar dengan menambahkan jalur pemandu, angka kecelakaan pejalan kaki dapat diturunkan sampai tidak ada musibah yang dialami pejalan kaki. Perbaikan trotoar juga membawa dampak positif bagi masyarakat dalam hal peningkatan aksesibilitas bagi pejalan kaki yang memiliki gangguan mobilitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Proses keberlanjutan selanjutnya berfokus pada pemeliharaan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas tersebut adalah semua pihak termasuk pengguna trotoar itu sendiri. Pemangku kepentingan dalam perbaikan trotoar adalah pemerintah dan masyarakat. Dukungan masyarakat terhadap perlindungan dan pemeliharaan fasilitas trotoar sangat penting, karena pemerintah akan kesulitan untuk memelihara fasilitas tersebut tanpa dukungan masyarakat.
Community Partnership Program to Improve Achievement of Sustainable Development Goals through Pavement Improvements at Maranatha Christian University
The objective of this community service is to provide safe, comfortable, and accessible sidewalks for all, including people with disabilities who use walking aids. The methods used consist of inspection, evaluation, repair planning, preparation, repair, and cleaning. The challenges encountered during the sidewalk repair process are weather factors, technical problems, coordination with relevant parties, and budget issues. However, with careful planning and good coordination among the parties involved, obstacles can be overcome to achieve optimal sidewalk repair goals. The parties involved in sidewalk repair consist of two officers from the Water Resources and Public Works Department of the Bandung City Government, assisted by ten workers from PT Duta Dianinda Pratama. Before the sidewalk repair was carried out, pedestrian accidents occurred frequently every month. However, after repairing the sidewalks by adding guide paths, the number of pedestrian accidents could be reduced to zero. Sidewalk repairs also have a positive impact on the community, in terms of improving accessibility for pedestrians with mobility impairments and efficient use of funds. The next sustainability process focuses on maintaining safe and comfortable pedestrian facilities. The responsibility for maintaining these facilities lies with all parties, including sidewalk users themselves. Stakeholders involved in sidewalk repair are the government and the community. Community support for the protection and maintenance of sidewalk facilities is crucial because the government will find it difficult to maintain these facilities without community support
Sosialisasi dan Edukasi “Go Green and Go Export” bagi UMKM Lampung dan Sabah Malaysia
Pengabdian ini bertujuan mengedukasi dan melatih UMKM Indonesia dan UMKM Malaysia khususnya UMKM Bandar Lampung dan UMKM Sabah Malaysia agar dapat menembus pasar internasional, serta dengan konsep industri hijau diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kepercayaan akan produk UMKM. Metode pengabdian yang akan dilaksanakan ialah berupa pelatihan dan workshop penerapan konsep go green, dan prosedur eksport produk ke pasar global dengan peserta atau mitra internal UMKM Bandar Lampung berjumlah 20 UMKM dan 15 UMKM Sabah Malaysia. sedangkan mitra eksternalnya merupakan Exportir CV. Keripik Panda yang telah berpengalaman melakukan praktik export ke beberapa negara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan antara lain persiapan, tahap pelatihan, dan tahapan monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan setelah treatment. Perolehan nilai hasil rata-rata pre-test adalah 57.00, sedangkan untuk perolehan nilai rata-rata post-test peserta adalah 76.00. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 6.6%. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan peserta, serta memberikan dampak positif bagi keberlangsungan dan kemajuan produk UMKM khusus nya UMKM Bandar Lampung Indonesia, dan UMKM Sabah Malaysia.
Socialization and Education "Go Green and Go Export" for UMKM in Lampung and Sabah Malaysia
This service aims to educate and train Indonesian UMKM and Malaysian UMKM, especially Bandar Lampung MSMEs and Sabah Malaysia MSMEs so that they can penetrate the international market, and with the green industry concept it is hoped that it can increase the quality and trust in UMKM products. The service method that will be carried out is in the form of training and workshops on the application of the go green concept, and product export procedures to the global market with participants or internal partners of Bandar Lampung MSMEs totaling 20 UMKM and 15 Sabah UMKM. while its external partner is an Exporter of CV. Panda chips who have experience in exporting to several countries. This community service activity is carried out through three stages including preparation, training stage, and activity monitoring and evaluation stages. The results showed that there was an increase in participants' knowledge before and after treatment. The average score for the pre-test was 57.00, while the average score for the post-test was 76.00. There was an increase in participants' knowledge of 6.6%. Thus, this activity can increase the participants' knowledge, as well as have a positive impact on the sustainability and progress of MSME products, especially the Bandar Lampung Indonesian MSME, and Sabah Malaysia MSME
Workshop Pembuatan Video Pembelajaran bagi Guru SD IT Adzkia Kare sebagai Optimalisasi Kurikulum Merdeka
Perkembangan kurikulum, menjadi kurikulum Merdeka menuntut pemanfaatan teknologi di dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar guru Di SD IT Adzkia Kare mengalami kendala dalam menyajikan media pembelajaran digital. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi sekolah yang menjadi salah satu sekolah penggerak. Oleh sebab itu, perlu diadakan pelatihan pembuatan video pembelajaran di SD IT Adzkia Kare. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membekali guru-guru SD IT Adzkia Kare dalam pembuatan media pembelajaran digital berupa video membelajaran. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan workshop ini sebanyak 15 guru di SD IT Adzkia Kare. Hasil yang didapatkan yaitu sebagian besar guru di SD IT Adzkia Kare mampu membuat video pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi editor OpenShot Video Editor. Para guru-guru antusias dalam mengikuti kegiatan workshop ini. Hal ini di buktikan pada saat evaluasi kegiatan, bahwa 86,67% mampu dalam perencanaan materi, 100% mampu melakukan shooting video menggunakan HP, 80% mampu dalam penggunaan transisi, dan 93,33% mampu dalam penggunaan teks.
Workshop on Making Video Learning for SD IT Adzkia Kare Teachers as the Optimization of ‘Kurikulum Merdeka’
Curriculum development, becoming an independent curriculum, demands the use of technology in the learning process. At SD IT Adzkia Kare it was found that most of the teachers experienced problems in presenting digital learning media. This condition is inversely proportional to the condition of the school which is one of the driving schools. Therefore, it is necessary to hold training on making learning videos at SD IT Adzkia Kare. The purpose of this service activity is to equip SD IT Adzkia Kare teachers in making digital learning media in the form of teaching videos. The method of implementing this service consists of preparation, implementation, and evaluation of activities. The target of this workshop activity is 15 teachers at SD IT Adzkia Kare. The results obtained are that most of the teachers at SD IT Adzkia Kare are able to make learning videos by using the OpenShot Video Editor editor application. The teachers enthusiastically participated in this workshop. This was proven during the activity evaluation, that 86.67% were capable in material planning, 100% were capable of shooting videos using HP, 80% were capable in using transitions, and 93.33% were capable in using text.
Optimalisasi Aplikasi Desa Wisata Pantai Tlangoh Sebagai Media Promosi Pantai Tlangoh Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan Jawa Timur
Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan keterampilan pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh dalam mengoptimalkan aplikasi desa wisata Pantai Tlangoh berbasis android sebagai media promosi objek wisata Pantai tlangoh. Masalah utama yang dihadapi pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh yaitu Aplikasi Desa Wisata Pantai Tlangoh tidak dilakukan secara optimal. Rencana ruang lingkup solusi yang akan diimplementasikan yaitu pelatihan dan pendampingan kepada pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh. Hasil temuan pengabdian ini yaitu meningkatnya kompetensi sumber daya manusia pengelola POKDARWIS dalam rangka pemanfaatan TIK untuk promosi aplikasi desa wisata Pantai Tlangoh. Oleh karena itu, sebagai mitra pengabdian ini pengelola POKDARWIS sebagai penggerak dalam pengoptimalisasian aplikasi desa wisata Pantai Tlangoh dengan memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan skill dan keterampilan dalam penggunaan dan pembuatan video konten dan berita marketing yang baik dan menarik.
Optimization of the Tlangoh Beach Tourism Village Application as a Promotional Media for Tlangoh Beach, Tanjungbumi District, Bangkalan Regency, East Java
The purpose of this community service activity is to improve the skills of Tlangoh Beach POKDARWIS managers in optimizing the Android-based Tlangoh Beach tourist village application as a media for promoting Tlangoh Beach tourism objects. The main problem faced by Tlangoh Beach POKDARWIS managers is that the Tlangoh Beach Tourism Village application is not carried out optimally. The scope of the solution plan that will be implemented is training and assistance to Tlangoh Beach POKDARWIS managers. The findings of this service are increasing the competence of POKDARWIS management human resources in the context of utilizing ICT for the promotion of the Tlangoh Beach tourism village application. Therefore, as a service partner, the POKDARWIS manager is the driving force in optimizing the Tlangoh Beach tourism village application by utilizing information technology to improve skills and skills in using and creating good and interesting video content and marketing news
Pendampingan Dan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Sungai Kakap
Stunting adalah kondisi dimana seseorang memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari pada yang umumnya terjadi pada orang sebaya. Sungai Kakap merupakan salah satu lokasi intervensi stunting yang terintegrasi di Kota Pontianak. Puskesmas Sungai Kakap mencatat adanya 206 kasus stunting di wilayahnya, dengan angka tertinggi terjadi di Desa Sungai Kakap sebanyak 105 kasus. Kegiatan ini melibatkan 30 kader kesehatan dari Desa Sungai Kakap sebagai mitra. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader kesehatan dalam memberikan informasi mengenai stunting kepada masyarakat, meningkatkan keterampilan pengukuran antropometri balita, pemantauan pertumbuhan balita secara digital, serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai makanan pendamping ASI. Pendekatan yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA), melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini antara lain terlaksananya lokakarya kecil, peningkatan kapasitas kader kesehatan, sosialisasi aplikasi pemantauan pertumbuhan balita, serta promosi tentang ASI eksklusif di Desa Sungai Kakap. Terdapat peningkatan pengetahuan kader sebesar 60% mengenai stunting dan 68% mengenai ASI eksklusif setelah kegiatan ini dilaksanakan
Assistance and Capacity Building for Health Cadres in Efforts to Prevent Stunting in Sungai Kakap Village
Stunting is a condition where a person has a shorter height than is generally found in people of the same age. Kakap River is one of the integrated stunting intervention locations in Pontianak City. Sungai Kakap Community Health Center recorded 206 cases of stunting in its area, with the highest figure occurring in Sungai Kakap Village with 105 cases. This activity involved 30 health cadres from Sungai Kakap Village as partners. The aim of this service activity is to increase the knowledge and role of health cadres in providing information about stunting to the community, improve skills in anthropometric measurements of toddlers, monitor toddler growth digitally, as well as community skills in utilizing local food as complementary food for breast milk. The approach used is community empowerment through the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, through a series of ongoing outreach, counseling, training and mentoring activities. The results of this activity include the implementation of small workshops, increasing the capacity of health cadres, socializing the toddler growth monitoring application, and promoting exclusive breastfeeding in Sungai Kakap Village. There was an increase in cadres' knowledge of 60% regarding stunting and 68% regarding exclusive breastfeeding after this activity was implemente
PKM Pengembangan Ekosistem Petani Kopi melalui Kelompok Tani Desa Karangbayat dengan Penerapan Teknologi Mesin Electik Grinder
Kegiatan PKM di Kelompok Tani Desa Karangbayat, Sumberbaru, Jember, menghadapi beberapa masalah. Pertama, kelompok tani hanya berperan sebagai kelas belajar, menyebabkan hambatan dalam aktivitas produksi. Kedua, petani kesulitan menjual hasil panen kopi dengan harga layak karena tergantung pada ijon/tengkulak. Ketiga, kurangnya variasi produk pertanian kopi karena mitra belum mampu mengembangkan olahan kopi berkualitas. Tujuan PKM: meningkatkan kelompok tani menjadi unit produksi, membeli hasil panen petani dengan harga pasar yang layak dan menghasilkan kopi berkualitas. Melalui penggunaan mesin Electric Grinder dan roaster, mitra berhasil mengembangkan kelompok tani dalam produksi serta memperoleh pengetahuan dalam pengolahan kopi.
PKM Development of Coffee Farmer Ecosystem through Karangbayat Village Farmer Group with the Application of Electik Grinder Machine Technology
PKM activities in the Karangbayat Village Farmers Group, Sumberbaru, Jember, are facing several problems. First, farmer groups only act as learning classes, causing obstacles in production activities. Second, farmers have difficulty selling their coffee harvest at a reasonable price because they depend on debt bondage/middlemen. Third, there is a lack of variety in coffee farming products because partners have not been able to develop quality coffee products. PKM's goal: to increase farmer groups into production units, buy farmers' harvests at fair market prices and produce quality coffee. Through the use of Electric Grinder and roaster machines, partners have succeeded in developing farmer groups in production and gaining knowledge in coffee processin