Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme

    No full text
    Perkiraan jumlah limbah kulit buah kakao yang dihasilkan dari proses menghasilkan biji kering kakao KT Sidodadi sekitar 11.032 kg/tahun. Konversi limbah menjadi produk bernilai seperti eco-enzyme merupakan salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih serta dapat menghasilkan produk bernilai. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi serta ketrampilan petani tentang pengolahan limbah kulit kakao dengan teknologi pembuatan eco-enzyme. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di KT Sidodadi Kabupaten Gunungkidul yang diikuti oleh 15 orang anggota kelompok tani, dengan menggunakan kulit buah kakao sebagai bahannya. Dari hasil monitoring dan evaluasi ditemukan bahwa proses pembuatan berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan produk eco-enzyme yang siap digunakan. Dari evaluasi ditemukan bahwa 92% anggota kelompok mendapatkan manfaat dari kegiatan ini seperti pemahaman anggota kelompok terhadap teknologi eco-enzyme, manfaat, cara pembuatan, dan penggunaan eco-enzyme di kebun petani. Kegiatan ini juga mendukung kelompok dalam mengatasi limbah kulit kakao yang dihasilkan dari proses produksi biji kering kakao petani. Socialization of Utilization Cocoa Pod Waste Through the Production Eco-Enzyme Training  The estimated amount of cocoa pod shell waste resulting from KT Sidodadi's process of producing dry cocoa beans is around 11,032 kg/year. Converting waste into valuable products such as eco-enzymes is an effort to create a clean environment and produce valuable products. This activity aims to provide farmers with information and skills about processing cocoa shell waste using eco-enzyme manufacturing technology. The method used in this activity is Participatory Rural Appraisal (PRA), which is divided into three stages: preparation, implementation, and evaluation. The activity was carried out at KT Sidodadi, Gunungkidul Regency, using cocoa pod skin as an ingredient. The monitoring and evaluation results showed that the manufacturing process was running well and could produce eco-enzyme products that were ready for use. The evaluation found that 92% of group members benefited from this activity, such as their understanding of eco-enzyme technology, benefits, method of manufacture, and use of eco-enzyme in farmers' gardens. This activity also supports the group in dealing with cocoa shell waste from farmers' production process of dry cocoa beans.

    Upaya Menangani Gejala Virus Tungro Pada Padi Dengan Melatih Petani Membuat Biakan Trichoderma Sebagai Agen Hayati Kesuburan Tanah Dan Kesehatan Tanaman

    No full text
    Inflasi harga beras diberbagai daerah tidak terlepas dari ketersediaan produk ditingkat petani yang terganggu akibat gagal panen. Faktor utama yang memengaruhi hal tersebut adalah krisis iklim, sehingga mendorong munculnya faktor-faktor lain sebagai sub faktor. Epidemi tungro sebagai salah satu sub faktor yang dibawa oleh wereng hijau (vektor) telah menjadi sebab banyaknya tanaman padi yang gagal tumbuh dan malainya yang hampa. Epidemi ini akibat perubahan cuaca dan masifnya penggunaan bahan sintetik untuk memacu produktivitas tanaman, sehingga terjadi resistensi dan resurgensi organisme pengganggu tanaman. Oleh katena itu penggunaan agen hayati berupa Trichoderma spp diperlukan untuk menekan prevalensi penyakit tungro di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana. Tujuan kegiatan ini untuk memengaruhi perilaku para petani agar dapat menerapkan Trichoderma spp dalam menanggulangi masalah penyakit dan peningkatan kesuburan tanah. Dalam kegiatan ini diharapkan para petani mampu memproduksi sendiri biakan Trichoderma spp hasil ekplorasi lokal dari Desa Karang Indah. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran petani dalam tindak agronomi yang diberikan pada tanaman padi. Melalui kegiatan pelatihan ini, banyak dampak yang terasa dalam setiap komponen/ komunitas yang terlibat sehingga pada kegiatan yang akan datang, kolaborasi antar setiap komunitas tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk yang lebih komprehensif

    Sosialisasi Peran dan Fungsi BUMDES dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Potensi Desa Wisata Tetebatu

    No full text
    Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa) merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian karena lambatnya pergerakan perekonomian di pedesaan. Kendala yang dihadapi tidak lain adalah kurangnya kemampuan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola dan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki. BUMDesa merupakan salah satu lembaga yang diharapkan dan diberikan wewenang dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang dimiliki oleh desa dalam bentuk beberapa jenis usaha yang nantinya dapat meningkatkan PADesa. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan peran dan fungsi BUMDesa dalam mengelola dan memanfaatkan aset dan potensi desa dalam meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat desa khususnya Desa Wisata Tetebatu di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan dihadiri sebanyak 20 peserta yang terdiri dari perwakilan pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, kelompok tani dan ternak, pengrajin (handcraft), anggota BUMDesa, dan pemerintah desa. Pengabdian dilaksanakan melalui beberapa kegiatan seperti observasi lokasi dan mitra, Focus Group Discussion, sosialisasi, dan evaluasi. Setelah dilaksanakannya sosialisasi, masyarakat desa memiliki kesadaran dan pemahaman akan pentingnya BUMDes dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masyarakat desa juga menunjukkan antusias yang positif dan berinisiatif memulai kembali kegiatan perekonomian berbasis kolaboratif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi desa yang dimiliki. Socialization Of The Role And Function Of “Bumdes” In Efforts To Improve The Community's Economy Through The Potential Of The Tetebatu Tourism Village Increasing Village Original Income (PADesa) is one of the issues that is of concern because of the slow movement of the economy in rural areas. The obstacle faced is none other than the lack of ability of the community and village government to manage and utilize the potential and resources they have. BUMDesa is one of the institutions that is expected and given authority to manage and utilize the resources and potential possessed by the village in the form of several types of businesses which can later increase PADesa. The purpose of this service is to socialize the role and function of BUMDesa in managing and utilizing village assets and potential in increasing the economic activities of village communities, especially Tetebatu Tourism Village in Sikur District, West Lombok Regency. The activity was attended by twenty people consist of representatives of MSME actors, tourism awareness groups, farmer and livestock groups, craftsmen (handcraft), BUMDesa members, and village government. Community service is carried out through several activities such as location and partner observations, Focus Group Discussions, outreach and discussions. After the socialization was carried out, the village community had awareness and understanding of the importance of BUMDes in improving the economy and community welfare. In addition, the village community also showed positive enthusiasm and took the initiative to restart collaborative and sustainable-based economic activities by utilizing the village's resources and potentia

    Edukasi Remaja Perempuan Tentang Hak Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi di SMK Bakti Utama Pati

    No full text
    Remaja perempuan harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai hak-hak reproduksi, dan layanan kesehatan apa yang seharusnya dapat mereka peroleh jika membutuhkan, agar mereka lebih siap untuk merencanakan masa depan dalam berkehidupan keluarga, dan menjadi pribadi yang lebih produktif dan sehat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja perempuan tentang hak-hak reproduksi, kegiatan ini dilakukan di SMK Bakti Utama Pati, dengan jumlah sasaran 38 siswa perempuan kelas XI. Pelaksanaan  kegiatan    dengan identifikasi isu penting, penetapan dan perencanaan kegiatan pemecahan masalah, pelaksanaan kegiatan PKM, evaluasi dan umpan balik. Hasil nilai pengetahuan siswi kelas XI setelah penyuluhan keseluruhannya mengalami kenaikan hal ini dilihat dari nilai positive rank sejumlah 38 dan nilai p= <0,001. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini memberikan efek yang sangat baik bagi peningkatan pengetahuan remaja mengenai Hak-Hak Reproduksi. Education of Adolescent Girls About Reproductive Rights as an Effort to Increase Reproductive Health Knowledge at SMK Bakti Utama Pati  Adolescent girls must have good knowledge about reproductive rights, and what health services they should be able to get if they need them, so that they are better prepared to plan for the future in family life, and become more productive and healthy individuals. The purpose of this community service activity is to increase young women's knowledge about reproductive rights. This activity was carried out at Bakti Utama Pati Vocational School, with a target number of 38 class XI female students. Implementation of activities with identification of important issues, determination and planning of problem solving activities, implementation of PKM activities, evaluation and feedback. The results of the knowledge value of class XI students after counseling as a whole have increased, this can be seen from the positive rank value of 38 and the p value = <0,001. This shows that this counseling activity has a very good effect on increasing youth's knowledge about Reproductive Rights.

    Upaya Peningkatan Literasi Anak di Desa Mantaren dengan Memaksimalkan Fasilitas Taman Baca

    No full text
    Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan minat baca anak-anak sehingga mereka lebih fokus pada literasi daripada menghabiskan waktu di handphone atau media sosial. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR). Tim ini melaksanakan program taman baca dengan bekerja sama dengan Perpustakaan Desa Mantaren, menyediakan buku-buku dan ruang untuk kegiatan literasi. Hasilnya mencakup pemecahan masalah, mengajak anak-anak untuk membaca, khususnya di Sekolah Dasa, yang bertujuan untuk membiasakan anak-anak membaca dengan lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus pada anak-anak usia 7 hingga 15 tahun di pedesaan sebagai sumber data. Perpustakaan desa yang menarik bisa menjadi motivasi bagi anak-anak untuk membaca buku dan meningkatkan pengetahuan mereka di luar pembelajaran dari guru. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi baca anak-anak di Desa Mantaren masih rendah, dan perpustakaan kurang dimanfaatkan. Ketersediaan buku bacaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat baca, serta sarana perpustakaan yang lengkap dapat mendorong minat baca masyarakat, terutama anak-anak setempat. Kesimpulan dari pengabdian adalah bahwa upaya untuk meningkatkan literasi anak dilakukan melalui taman baca. Untuk mencapai hal ini, perlu adanya kemauan dari anak-anak, pengelola yang kompeten, dukungan orang tua, dan suasana serta sarana yang mendukung. Selain itu, upaya tersebut juga menjadi alternatif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan teknologi yang berlebihan. Efforts to Increase Children's Literacy in Mantaren Village by Maximizing Reading Park Facilities The aim of this program is to increase children's interest in reading so that they focus more on literacy rather than spending time on cellphones or social media. The approach used in this service is Participatory Action Research (PAR). This team implements a reading garden program in collaboration with the Mantaren Village Library, providing books and space for literacy activities. The results include problem solving, encouraging children to read, especially at the Dasa School, which aims to get children used to reading better. This research uses qualitative methods with a focus on children aged 7 to 15 years in rural areas as a data source. An attractive village library can be a motivation for children to read books and increase their knowledge beyond learning from teachers. However, the research results show that children's reading literacy in Mantaren Village is still low, and the library is underutilized. The availability of reading books is an important factor in increasing interest in reading, and complete library facilities can encourage people's interest in reading, especially local children. The conclusion from the service is that efforts to increase children's literacy are carried out through reading parks. To achieve this, there needs to be the will of the children, competent management, parental support, and a supportive atmosphere and facilities. Apart from that, this effort is also an alternative to divert children's attention from excessive use of technology

    Mengakomodasi Kreativitas Anak Usia Dini (AUD) Bermediasi Buku Tiga Dimensi

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan yang baik untuk anak usia dini. Program untuk mengakomodasi kemampuan kreatif anak usia dini dengan buku tiga dimensi menjadi salah satu solusi untuk mitra TK Aisyiah Bustanul Atfhal 5 yang kurang memiliki media pembelajaran berkenaan dengan tiga dimensi. Langkah-langkah kegiatan terdiri dari persiapan program, perencanaan kegiatan pembelajaran dan menyiapakan media buku tiga dimensi, implementasi program, dan evaluasi program. Keterlaksanaannya kegiatan terdiri dari 5 pertemuan dengan hasil menggunakan buku tiga dimensi memberikan suasana belajar yang menyenangkan. Sesuai dengan selisih skor antara kempuan kreatif siswa sebelum dan sesudah pembelajaran melalui penghitungan dari 63.4783 - 84.3043 = 20,826. Melalalui dari kolom t besarnya skor yaitu 17,3 dengan nilai signifansi 0,00. Sesuai dengan analisis data bahwa koefisien 0,00 lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05) maka dapat dinyatakan bahwa ada perbedaan secara signifikan tingkat kreativitas siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan. Accommodating the Creativity of Early Childhood (AUD) through Three-Dimensional Books improving the quality of good education for early childhood. The program to accommodate the creative abilities of young children with three-dimensional books is one solution for Aisyiah Bustanul Atfhal 5 Kindergarten partners who lack three-dimensional learning media. The activity steps consist of program preparation, planning learning activities and preparing three-dimensional book media, program implementation, and program evaluation. The implementation of the activity consisted of 5 meetings with the results of using three-dimensional books providing a pleasant learning atmosphere. In accordance with the difference in scores between students' creative abilities before and after learning through calculations from 63.4783 - 84.3043 = 20.826. From column t, the score is 17.3 with a significance value of 0.00. In accordance with the data analysis that the coefficient of 0.00 is smaller than 0.05 (0.00 < 0.05), it can be stated that there is a significant difference in the level of student creativity between before and after learning is carried out

    Pelatihan Batik Ecoprint Sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Wirausaha Kreatif Pada Siswa Luar Biasa

    No full text
    Era disrupsi membawa perkembangan yang cukup pesat dalam seluruh bidang. Pergerakan manusia dalam berfikir dan bergerak turut mengalami perubahan dan berdampak pada ketersediaan lapangan pekerjaan sumber daya manusia. Tidak meratanya akses kerja dan adanya formalitas pekerjaan antara penyandang disabilitas dengan masyarakat normal menjadi penghambat bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan kesempatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dalam menumbuhkan jiwa wirausaha secara kreatif dan mandiri kepada para siswa SLBN Gedangan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Kegiatan dilakukan melalui bebrapa tahap dan diikuti oleh para siswa SLBN Gedangan dengan antusias dan motivasi yang baik. Pelatihan batik ecoprint dapat melatih kreativitas peserta didik dan menumbuhkan  sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Ecoprint Batik Training As An Effort To Realize The Generation Of Creative Entrepreneurs In Extraordinary Students The era of disruption brought quite rapid development in all fields. The movement of manusai in thinking and moving has also changed and has an impact on the availability of human resource jobs. Unequal access to work and the formality of work between persons with disabilities and normal society are obstacles for persons with disabilities to get opportunities. The purpose of this study is to determine the potential in cultivating an entrepreneurial spirit creatively and independently to the students of SLBN Gedangan. This research method uses a qualitative type of research. The activity was carried out through several stages and was attended by the students of SLBN Gedangan with enthusiasm and good motivation. Ecoprint batik training can train the creativity of students and grow in accordance with their competencie

    Strategi pembentukan karakter peduli lingkungan pelajar SMP Sei Glugur melalui edukasi konservasi dan wisata Yayasan Ekosistem Lestari di Orangutan Haven

    No full text
    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memberikan dampak terhadap karakter manusia. Bukan hanya dampak positif tetapi juga dampak negative seperti budaya sopan santun dan rasa peduli lingkungan yang kurang akibat sifat individualisme dan ketidakpedulian terhadap orang lain dan lingkungan, sehingga dilakukan kegiatan meningkatkan karakter peduli lingkungan terhadap pelajar sekolah menengah pertama Sei Glugur melalui edukasi konservasi dan wisata bertujuan untuk memberikan edukasi dan juga penanaman karakter peduli lingkungan terhadapat pelajar melalui kegiatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Yayasan Ekosistem Lestari dan kontribusi mahasiswa Universitan Islam Negeri Sumatera Utara, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Biologi terhadap 34 pelajar SMP Sei Glugur di Orangutan Haven, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kegiatan pengabdian ini dengan cara metode edukasi konservasi berupa kegiatan lapangan yang terdiri atas eco trail, animal walare, eco farming dan pohon komitmen. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat 44,1 % pelajar mengalami peningkatan nilai tentang edukasi dan konservasi. Dari pengabdian masyarakat ini diharapkan pelajar SMP Sei Glugur lebih peduli lingkungan lagi dalam kehidupan sehari hari. The strategy for building the environmental awareness character of Sei Glugur Junior High School students through conservation education and tourism at the Yayasan Ekosistem Lestari in Orangutan Haven Advances in science and technology have had a huge impact on human character. Not just positive impacts but also negative impacts such as a culture of courtesy and a sense of environmental care that is lacking due to individualism and indifference to others and the environment. So that activities to increase the character of environmentally friendly to Sei Glugur junior high school students through conservation and tourism education aim to provide education and also instill the character of environmental care to students through the activities carried out. This social activity was carried out by Yayasan Ekosistem Lestari and the contribution from college student of Universitan Islam Negeri North Sumatra, Faculty of Science and Technology, Biology Study Program to 34 Sei Glugur junior high school students at Orangutan Haven, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. This community service activity uses the conservation education method in the form of field activities consisting of eco trail, animal ware, eco farming and commitment tree. From the results of community service activities, 44.1% of students experienced an increase in values about education and conservation. From this community service, it is hoped that Sei Glugur Junior High School students will care more about the environment in their daily lives

    Pengelolaan Keuangan UMKM (Mangrove) Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala

    No full text
    Desa Enu memiliki satu UMKM yaitu UMKM Mangrove. UMKM Mangrove memilki 4 produk yaitu roti pacolo, rono dange, instan jahe dan sambal teri yang berdiri sejak bulan 10 tahun 2020 silam. UMKM dalam menjalankan usahanya tentu membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik, agar usaha tersebut dapat terus berjalan. Akan tetapi UMKM Mangrove belum mengelola keuangan dengan baik karena belum menerapkan pencatatan pembukuan sederhana dan belum menetapakan pembagian upah produksi bagi anggota UMKM Mangrove. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan adalah focus pada pengelolaan keuangan. Tujuan dilakukan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk memberikan pengetahuan dan penerapan dalam pengelolaan keuangan khususnya pencatatan pembukuan sederhana dan penetapan upah produksi bagi anggota. Metode pelaksanaan yang dilakukan melalui observasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Adapun hasil yang dicapai dari pelaksanaan tersebut yaitu UMKM Mangrove sudah menerapkan pencatatan pembukuan sederhana seperti pembuatan buku arus kas, buku persediaan barang, buku penjualan produk dan buku biaya produksi dan juga sudah menerapkan Profit Sharing dalam pembagian upah produksi.    Financial Management Of (Mangrove) MSMES In Enu Village, Sindue District, Donggala Regency  Enu Village has one MSME, namely Mangrove MSME. Mangrove MSMEs have 4 products: Roti Pacolo, Rono Dange, Instan Jahe, and Sambal Teri, established in October 2020. In running their business, MSMEs need sound financial management to run their business. However, Mangrove MSMEs need to manage finances properly because they have not implemented simple bookkeeping records and have yet to determine the distribution of production wages for Mangrove MSME members. The Community Service activities carried out are focused on financial management. The purpose of Community Service is to provide knowledge and application in financial management, especially simple bookkeeping and determining production wages for members. The implementation method involves observation, training, mentoring, and evaluation. The results achieved from this implementation are that Mangrove MSMEs have implemented simple bookkeeping such as making cash books, inventory books, product sales books, and production cost books, and have also implemented Profit Sharing in the distribution of production wages

    Etika Bermedia Sosial Di Lingkungan Pelajar SMP Dan SMA Di Kota Bandung Sebagai Upaya Pemahaman Literasi Digital

    No full text
    Kebebasan berpendapat dan berekspresi menjadi hak setiap orang di media sosial. Namun Hal ini menjadi berlebihan manakala tidak diimbangi dengan etika dalam bermedia sosial. Kegiatan ini berupa Penyuluhan atau edukasi terkait Etika bermedia sosial di mana Siswa dan siswi diberikan edukasi dan pemahaman etika media sosial, edukasi  pencegahan dan melawan  perundungan di media sosial dan edukasi mencegah pelecehan seksual di media sosial kepada siswa SMP dan SMA AL biruni. Populasi dalam kegiatan PKM ini adalah siswa dan siswi SMP dan SMA Al-Biruni  Bandung berjumlah 100(seratus) orang. Kegiatan ini dilakukan secara Daring dan Luring dengan menggunakan metode Ceramah, tutorial dan diskusi atau tanya jawab. kegiatan ini sejalan dengan program dan visi misi sekolah, sehingga dalam pelaksanaan berjalan lancar. Pemahaman Etika di media sosial pun  mengalami peningkatan dari sebelum test dan sesudah test. Dari rata-rata pemahaman 55, 22 meningkat menjadi 59,5. Mitra mengharapkan adanya kegiatan rutin yang masih berhubungan dengan tema pengmas kali ini sehingga adanya keberlanjutan kegiatan dan hasilnya bisa lebih terlihat. Selnjutnya,  penambahan jumlah mitra menjadi pertimbangan kegiatan selanjutnya, seperti keterlibatan Diskominfo, JAPELIDI (jaringan Pegiat literasi digital) atau yang sejenis agar lebih menambawah wawasan. penyebaran luasan poster pun harus lebih di perluas agar daya jangkaunya merata baik di setiap ruang sekolah atau informasi di media sosial instantsi terkait. The Ethics of Social Media in Middle and High School Student Environments in the City of Bandung as an Effort to Understand Digital Literacy Freedom of opinion and expression is everyone's right on social media. However, this becomes excessive when it is not balanced with ethics in social media. This activity is in the form of counseling or education related to social media ethics where students are given education and understanding of social media ethics, education on prevention and against bullying on social media and education on preventing sexual harassment on social media for AL Biruni Middle School and High School students. The population in this PKM activity was 100 (one hundred) students of SMP and SMA Al-Biruni Bandung. This activity is carried out online and offline using lecture, tutorial and discussion or question and answer methods. This activity is in line with the school's program, vision and mission, so that the implementation runs smoothly. Understanding of ethics on social media has also increased from before the test and after the test. From an average understanding of 55, 22 increased to 59.5. Partners hope that there will be routine activities that are still related to the theme of the Community Service this time so that the continuity of activities and results can be more visible. Furthermore, increasing the number of partners is a consideration for further activities, such as the involvement of Diskominfo, JAPELIDI (digital literacy activist network) or the like in order to gain more insight. The distribution of the poster area must also be expanded so that the reach is evenly distributed both in every school room or information on the social media of related institutions

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇