Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Pemberdayaan Kelompok Usaha Gula Aren Melalui Pelatihan dan Pendampingan di Dusun Duman Utara, Desa Duman, Kec. Lingsar

    No full text
    Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pemberdayaan usaha bagi kelompok usaha gula aren “Berkah” di dusun Duman Utara. Tujuan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan pemerintah. Permasalahan yang dihadapi kelompok usaha gula aren “Berkah” adalah aspek manajemen usaha, aspek produksi dan pemasaran. Tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan serta inovasi teknologi. Pada tahap sosialisasi dimulai dari tahap observasi dan wawancara sampai proposal. Pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan manajemen usaha, pelatihan produksi dan pelatihan pemasaran digital/online. Pelatihan dan pendampingan manajemen usaha memberikan hasil peningkatan pengetahuan sebesar 25% dan peningkatan keterampilan sebesar 20% dari sebelum kegiatan PkM. Pelatihan produksi menggunakan inovasi teknologi mesin pemasak dan pengaduk gula aren tenaga listrik dengan bahan bakar kompos gas memberikan efisiensi waktu produksi 40% dari 5 jam menjadi 3 jam dalam sekali produksi, jumlah rata-rata produksi harian kelompok usaha meningkat 133% dari 15kg/hari menjadi 35kg/hari. Pelatihan pemasaran memberikan hasil peningkatan pendapatan anggota kelompok meningkat 133% dari Rp 60.000/hari menjadi Rp 140.000. Dari hal tersebut diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan pelatihan, pendampingan dan inovasi teknologi dari PkM ini memberikan dampak terhadap ekonomi khususnya kelompok usaha gula aren ddi Dusun Duman Utara. Empowering Palm Sugar Business Groups Through Training and Mentoring in Duman Utara Hamlet, Duman Village, Lingsar District The purpose of this Community Service (PkM) activity is to provide business empowerment for the "Berkah" palm sugar business group in Duman Utara hamlet. This goal is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs) launched by the government. The problems faced by the "Berkah" palm sugar business group are aspects of business management, production and marketing. The stages or steps in implementing the solutions offered include socialization, training and mentoring as well as technological innovation. The socialization stage starts from the observation and interview stage to the proposal. The training provided includes business management training, production training and digital/online marketing training. The business management training and mentoring resulted in a 25% increase in knowledge and a 20% increase in skills compared to before the PkM activity. Production training using technological innovations in electric palm sugar cooking and stirring machines with gas compost fuel provided a 40% production time efficiency from 5 hours to 3 hours in one production, the average daily production of the business group increased by 133% from 15kg/day to 35kg/day. The marketing training resulted in a 133% increase in group members' income, from Rp 60,000 per day to Rp 140,000. This finding suggests that the training, mentoring, and technological innovation provided by the Community Service Program (PKM) have had an impact on the economy, particularly on the palm sugar business group in Duman Utara Hamlet

    Optimalisasi Pemanfaatan Green House melalui Penerapan Teknologi Hidroponik Green NFT pada Kelompok P2L Gempur Asri di Kelurahan Majeluk”

    No full text
    Program Pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan pangan rumah tangga dan pendapatan masyarakat. Salah satu sarana pendukungnya adalah green house milik kelompok P2L Gempur Asri yang memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi dan diversifikasi usaha. Namun, pemanfaatannya saat ini masih terbatas sebagai rumah bibit, sehingga peluang pengembangan menjadi sarana budidaya yang lebih produktif masih terbuka lebar. Salah satu upaya pemanfaatan green house melalui penerapan sistem hidroponik. Metode ini mampu menghasilkan tanaman berkualitas tinggi dengan penggunaan lahan dan air yang lebih efisien. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan green house melalui penerapan teknologi hidroponik Green Nutrient Film Technique (NFT), sekaligus meningkatkan wawasan dan keterampilan anggota mitra di Majeluk dalam merancang dan mengoperasikan sistem hidroponik NFT. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, pelatihan teknis hidroponik, serta pendampingan instalasi sistem Green NFT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan green house dan keterampilan anggota kelompok dalam mengelola hidroponik. Penerapan teknologi ini berkontribusi pada peningkatan produksi pangan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat   Optimization of the Gempur Asri P2L Group Greenhouse Using Green NFT Hydroponic Technology to Enhance Food Production The sustainable food yard development program (P2L) is one of the government’s strategies to increase household food availability and community income. One of the supporting facilities is the greenhouses owned by the Gempur Asri P2L group, which has great potential to support increased production and business diversification. However, its current use is still limited to being a seedling house, so the opportunity to develop it into a more productive cultivation facility is still wide open. One effort to utilize the greenhouse is through the implementation of a hydroponic system. This method is able to produce high-quality plants with more efficient use of land and water. This community service activity aims to optimize the use of the greenhouse through the application of Green Nutrient Film Technique (NFT) hydroponic technology, while also increasing the insight and skills of partner members in Majeluk in designing and operating the NFT hydroponic system. The implementation method includes field surveys, hydroponic technical training, and assistance with the installation of the Green NFT system. The results of the activity show an increase in the efficiency of greenhouse use and the skills of group members in managing hydroponics. The application of this technology contributes to increasing sustainable food production and community economic empowerment

    Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Implementasi Program Kelurahan Cantik

    No full text
    Studi ini ingin melihat bagaimana permberdayaan Sumber Daya Manusia dalam mendukung proses implementasi Program Kelurahan Cantik pada setiap tingkatan RT di Kelurahan Tatura Selatan. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan data statistik bagi para ketua RT yang berjumlah 25 orang dan pejabat kelurahan, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam mengelola administrasi dan membuat keputusan berdasarkan data. Hasil studi menunjukkan bahwa program ini memberikan berbagai manfaat penting seperti peningkatan kualitas layanan publik, penggunaan sumber daya yang lebih efisien, partisipasi aktif masyarakat, pengembangan inovasi lokal, dan penguatan kapasitas administratif. Walaupun begitu, tantangan seperti keterbatasan teknologi dan keterampilan SDM tetap menjadi kendala yang perlu diatasi. Pengabdian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang kontribusi pemberdayaan SDM melalui program Kelurahan Cantik ini terhadap peningkatan kinerja pemerintah dalam hal ini kelurahan, serta membangun daya inovasi sumber daya manusia dalam bekerja. Empowerment of Human Resources to Support the Implementation of the “Kelurahan Cinta Statistik” Program This study aims to explore how Human Resource empowerment supports the implementation of the Kelurahan Cantik Program at each RT level in Kelurahan Tatura Selatan. The program's goal is to enhance the understanding and skills of the 25 RT heads and sub-district officials in using statistical data, enabling them to manage administration more effectively and make data-driven decisions. The study's results indicate that the program provides several significant benefits, including improved public service quality, more efficient resource use, active community participation, local innovation development, and strengthened administrative capacity. However, challenges such as technological limitations and gaps in human resource skills remain obstacles that need to be addressed. This initiative offers a deep understanding of how Human Resource empowerment through the Kelurahan Cantik Program contributes to improving local government performance and fostering human resource innovation in their work

    Pelatihan Kelompok Usaha Petani Kopi Dengan Metode Diversifikasi Produk Komoditas Kopi Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Gonoharjo Jawa Tengah

    No full text
    Desa Gonoharjo yang berlokasi di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah mempunyai permasalahan rendahnya harga jual panen kopi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan desa sebagai upaya untuk meningkatkan nilai jual kopi melalui pengolahan produk hasil panen kopi. Pelatihan diberikan kepada 60 warga Desa Gonoharjo. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dalam jangka waktu dua bulan, dari bulan Juli-Agustus 2024. Pelatihan ini dilaksanakan dalam empat tahap dengan metode diversifikasi produk dan menggunakan konsep one village one product. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa produk diversifikasi kopi cascara tea, sabun kopi, diffuser kopi dan kopi bubuk. Kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan warga dalam meningkatkan daya jual produk dan pemahaman mitra mengenai nilai produk yang diukur dari peningkatan skor pre-test dan post-test dari semula adalah 62,9 menjadi 93,4 poin. Tantangan dalam kegiatan pelatihan ini adalah kurangnya akses informasi bagi mitra terkait dengan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya diperlukan pendampingan pemasaran produk usaha. Workshop on Coffee Production for Farmers Community using Product Diversification Approach in Order To Enhance The Income of Community at Gonoharjo Village, Central Java Province, Indonesia Gonoharjo Village, which is located in Kendal Regency, Central Java Province, has the problem of low selling prices for coffee harvests. This community service activity aims to provide solutions to village problems as an effort to increase the selling value of coffee through processing coffee harvested products. Training was given to 60 residents of Gonoharjo Villagers. Duration of the program itself is two months, since July to August 2024. This training was carried out in four stages using the product diversification method and using the one village one product concept. This activity produces output in the form of diversified cascara tea coffee products, coffee soap, coffee diffusers and ground coffee. This training activity was successful in increasing residents' ability to increase product selling power and partners' understanding of product value as measured by increasing pre-test and post-test scores from 62.9 to 93.4 points. This program have some challenges, such as lack of information of marketing product to the villagers, hence the marketing workshop should embedded to the community service’s program in the future.

    Edukasi Financial Intelligence pada UMKM di Desa Lero Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala

    No full text
    Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi dan mempelajari keahlian dasar yang berkaitan dengan pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan pinjaman. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pendampingan pencatatan keuangan. Temuan utama kegiatan ini adalah masih rendahnya pemahaman tentang kecerdasan mengelola keuangan (financial intelligence) di Desa Lero Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala disebabkan oleh tingkat pendidikan mereka yang rendah, keterbatasan ekonomi dan lingkungan tempat tinggal sehingga menjadikan mereka kekurangan pengetahuan terhadap keuangan. Implikasi kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta dapat meningkatkan kemampuan literasi terkait pencatatan keuangan. Dari kegiatan tersebut diharapkan masyarakat Desa Lero memiliki kecerdasan dalam mengelola keuangan. Financial Intelligence Education for SMEs in Lero Village, Sindue District, Donggala Regency The purpose of this activity is to educate and learn basic skills related to income, expenses, savings, and loans. The methods used are lectures and financial recording assistance. The main findings of this activity are the low understanding of financial intelligence in Lero Village, Sindue District, Donggala Regency due to their low level of education, economic limitations, and residential environment, which makes them lack knowledge about finance. The implications of this community service activity provide understanding to micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and can improve literacy skills related to financial recording. From this activity, it is hoped that the people of Lero Village will have intelligence in managing finances

    Peran UMKM Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Sibalaya Utara

    No full text
    Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis peran UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami kondisi lapangan, serta pelaksanaan program berupa workshop yang mencakup teori dan praktik dalam pengelolaan UMKM, pemasaran, dan manajemen keuangan. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM lokal, termasuk UMKM Tora Tora Sigi yang memproduksi keripik kelapa dengan berbagai varian rasa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan keterampilan pelaku UMKM, terutama dalam pemasaran digital dan diversifikasi produk. Pendapatan rata-rata UMKM meningkat dari 58,73% menjadi 73,25% setelah pelaksanaan program. Faktor pendukung pengembangan UMKM mencakup bantuan pemerintah, sumber daya alam yang melimpah, dan partisipasi masyarakat, sementara hambatan utamanya adalah keterbatasan modal, akses pemasaran, dan sarana produksi. Kesimpulannya, UMKM berperan signifikan dalam peningkatan ekonomi masyarakat, namun memerlukan dukungan berkelanjutan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi digital, akses modal, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing UMKM di wilayah tersebut. Enhancing the Role of MSMEs to Support Economic Growth in the Community of Sibalaya Utara Village  This activity aims to analyze the role of MSMEs in improving the welfare of the community in Sibalaya Utara Village, Tanambulava District. The methods employed include observation, interviews, and documentation to understand field conditions, as well as the implementation of workshops that cover theoretical and practical aspects of MSME management, marketing, and financial management. The primary partners in this initiative were local MSME actors, including Tora Tora Sigi MSME, which produces coconut chips in various flavors. The results show that mentoring activities significantly enhanced the skills of MSME actors, particularly in digital marketing and product diversification. The average income of MSMEs increased from 58.73% to 73.25% after the program was implemented. Supporting factors for MSME development included government assistance, abundant natural resources, and community participation, while the main obstacles were limited capital, market access, and production facilities. In conclusion, MSMEs play a vital role in improving the community's economy but require ongoing support. Recommendations from this activity include enhancing digital literacy, improving access to capital, and fostering collaboration with stakeholders to strengthen the competitiveness of MSMEs in the regio

    Pemberdayaan Kelompok Remaja Melalui Edukasi dan Praktek Pengurusan Jenazah Di Desa Tolawawo Kec. Lalonggasumeeto

    No full text
      Masa remaja didefinisikan sebagai masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, perlunya pemberdayaan remaja sebagai pendekatan untuk mendidik, menginspirasi, dan mengembangkan kapasitas diri,  untuk memaksimalkan perubahan dan dampak yang  bermanfaat bagi masyarakat.  Tujuannya ;  adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan  peserta remaja mesjid dan masyarakat dewasa muda melalui pemberian  edukasi dan pelatihan pengurusan jenazah susuai protokol kesehatan. Metode yang digunakan:  Persuasif edukatif, dan praktek  dengan menggabungkan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Pelaksanaan dari tanggal 5 September-14 November, Jumlah peserta pelatihan 65 orang. Hasil : Pengetahuan, pre test, nilai kurang,  67,69%, nilai cukup, 18,46%, dan nilai baik, 13,85%.  Sedangkan post testnya  nilai kurang 1,54%, cukup 56.67 % dan nilai baik 56,92 %. Adapun nilai praktek/ketrampilan pre test nilai kurang, 67,69 %,  nilai cukup, 27,69 %,  dan nilai baik, 4,62 %, Sedangkan post testnya nilai kurang  10,77 %, cukup 36,92% dan nilai baik 52,31. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pada kegiatan pemberdayaan remaja dengan edukasi dan pelatihan jenazah Empowerment Of Adolescent Groups Through Education And Managing Corpses In Tolawwo Village, Kec. Lalonggasumeeto Adolescence is defined as a transitional period between childhood and adulthood, the need for youth empowerment as an approach to educate, inspire, and develop self-capacity, to maximize change and beneficial impact on society. objective; there is an increase in the knowledge and skills of youth participants in mosques and young adults through the provision of education and training in care corpses with health protocols. Method : Persuasive educative, and practice by combining lecture, question and answer and practice methods. Implementation from September 5 to November 14, The number of training participants is 65 people. results: Knowledge, pre test, less value, 67.69%, enough value, 18.46%, and good value, 13.85%. While the post test score is less than 1.54%, enough is 56.67% and good value is 56.92%. As for the practice/skills pre-test score, the value is less, 67.69%, the value is sufficient, 27.69%, and the value is good, 4.62%, while the post-test value is less, 10.77%, 36.92% is enough and the value is good 52,31. Conclusion: There was an increase in the participants' knowledge and skills in Adolescence empowerment activities with corpse education and trainin

    Edukasi Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Tebang Kacang dalam Pencegahan Kebakaran Lahan

    No full text
    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Tebang Kacang dalam pencegahan kebakaran lahan, dengan fokus pada pemahaman hukum terkait pembukaan lahan serta tanggung jawab kolektif dalam menjaga lingkungan. Mitra program adalah masyarakat setempat yang sebagian besar merupakan petani, dengan 20 peserta aktif yang dipilih untuk mewakili komunitas. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi partisipatif, simulasi pencegahan kebakaran lahan, dan studi kasus berbasis kejadian lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman hukum, dari rata-rata 38% sebelum kegiatan menjadi 96% setelahnya, dengan nilai N-Gain 0,94. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi hukum yang komprehensif dapat secara efektif meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Rekomendasi meliputi integrasi teknologi digital dalam edukasi dan pelibatan aktif masyarakat dalam pelaporan aktivitas ilegal untuk pencegahan kebakaran yang berkelanjutan.   Educate the Legal Awareness of the Tebang Kacang Village Community in Preventing Land Fires  This activity aimed to enhance the legal awareness of Tebang Kacang Village residents in preventing land fires, focusing on understanding laws related to land clearing and fostering collective responsibility for environmental preservation. The program partnered with local farmers, involving 20 active participants representing the community. The implementation methods included educational lectures, participatory discussions, fire prevention simulations, and case studies based on local incidents. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure participants' understanding before and after the activity. Results showed a significant improvement in legal awareness, with the average understanding rising from 38% pre-activity to 96% post-activity, achieving an N-Gain score of 0.94. The activity concluded that comprehensive legal education effectively increases community legal awareness. Recommendations include integrating digital technology into education efforts and actively involving the community in reporting illegal activities for sustainable fire prevention efforts.

    Pencegahan Anemia pada Remaja Putri

    No full text
    Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia serta mengidentifikasi status gizi dan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD). Mitra program ini adalah Posyandu Bukit Tinggi di desa Bukit Tinggi, Lombok Barat, dengan partisipasi 46 remaja putri. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif selama 45 menit dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) selama 60 menit. Materi edukasi mencakup definisi anemia, penyebab, tanda dan gejala, serta pencegahan dan perawatan anemia. Pengukuran IMT dilakukan dengan menimbang berat badan dan tinggi badan, serta pemberian TTD sebanyak 4 butir yang diminum setiap minggu. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja putri dari kategori cukup (70%) menjadi kategori baik (82%) setelah edukasi. Selain itu, sebagian besar remaja putri memiliki status gizi kurus. Rekomendasi program ini adalah perlunya keberlanjutan program pencegahan anemia untuk memastikan tidak terjadinya peningkatan kejadian anemia pada remaja di Bukit Tinggi. Program ini mendukung upaya global mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mengakhiri kelaparan dan memastikan kehidupan yang sehat serta sejahtera. Prevention of Anemia in Adolescent Girls The aim of this program is to enhance young women's knowledge about anemia, identify their nutritional status, and provide Iron Supplement Tablets (TTD). The program's partner is Posyandu Bukit Tinggi in Bukit Tinggi village, West Lombok, with 46 young women participating. The implementation methods included a 45-minute educational lecture and a 60-minute Body Mass Index (BMI) measurement. The educational material covered the definition of anemia, its causes, symptoms, prevention, and care for those with anemia. BMI measurements were conducted by weighing and measuring the height of the participants, and four iron tablets were given to be taken weekly. The results showed an increase in the knowledge of young women from a sufficient category (70%) to a good category (82%) after the education. Additionally, most young women were found to be underweight. The program recommends the continuation of anemia prevention programs to ensure that anemia incidence does not increase among young women in Bukit Tinggi. This program aligns with global efforts to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in ending hunger and ensuring healthy lives and well-being

    Pendampingan Lokakarya Ke-1 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 Kota Mataram

    No full text
    Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) berperan krusial dalam meningkatkan efektivitas pengajaran dan hasil belajar siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung 19 Calon Guru Penggerak (CGP) dalam memahami, mengidentifikasi posisi, serta merencanakan pengembangan kompetensi mereka. Tujuan utama pengabdian ini adalah memastikan CGP memiliki pemahaman komprehensif tentang alur PGP, peran tim pendukung, serta kompetensi yang diharapkan dari lulusan. Pelaksanaan dilakukan melalui lokakarya dengan metode presentasi, diskusi interaktif, evaluasi formatif, dan refleksi bersama. Hasil menunjukkan bahwa 89% CGP berhasil meningkatkan pemahaman, sementara 85% peserta merancang rencana pengembangan diri sebagai Guru Penggerak. Meskipun tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses internet dihadapi, program ini tetap berhasil mendukung pertumbuhan profesional CGP. Kesimpulannya, pengabdian ini menekankan pentingnya investasi dalam pelatihan guru untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dan hasil belajar siswa.   Workshop Mentoring to Enhance Teacher Competence in the 8th Cohort of the Teacher Leadership Program in Mataram City.  The Teacher Leadership Program (PGP) plays a crucial role in improving teaching effectiveness and student learning outcomes. This community service activity aimed to support 19 prospective Teacher Leaders (CGP) in understanding, identifying their position, and planning their competence development. The main objective was to ensure that CGP have a comprehensive understanding of the PGP structure, the roles of the support team, and the expected competencies of graduates. The program was delivered through workshops involving presentations, interactive discussions, formative evaluations, and joint reflections. Results showed that 89% of CGP improved their understanding, while 85% successfully developed their personal growth plans as Teacher Leaders. Despite challenges such as limited time and internet access, the program effectively supported CGP’s professional development. In conclusion, this activity highlights the importance of investing in teacher training to enhance education quality and student learning outcomes

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇