Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Inovasi Pemberdayaan di Panti Asuhan Aisyiyah Bekonang: Menumbuhkan Kemandirian Melalui Budidaya dan Pengolahan TOGA
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bekonang Sukoharjo, memberikan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi anak-anak panti, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Komunitas sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah anak-anak Panti Asuhan Putri Aisyiyah Bekonang yang berjumlah 27 orang yang terdiri dari dua latar belakang pendidikan yaitu siswa SMP dan SMA. Metode pengabdian adalah pendekatan edukatif yang dilakukan melalui berbagai aktivitas, seperti sosialisasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA), praktik langsung penanaman TOGA, pembuatan produk berbasis TOGA dan sosialisasi dan praktik pengemasan produk. Indikator keberhasilan diukur dengan pre dan post-test yang mengukur pengetahuan anak panti terkait TOGA, cara penanaman, pengolahan dan pengemasan produk. Kegiatan pemberdayaan anak panti melalui TOGA terlaksana dengan baik. Dari kegiatan ini, peserta sudah mampu menciptakan empat produk hasil TOGA yaitu minuman herba (kunyit asem dan wedang jahe), teh kelor, dan rempeyek herbal yang dikemas dalam bentuk kemasan siap jual. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata peserta terkait TOGA sebesar 12.47 %. Peningkatan ini berdampak pada minat anak panti untuk melanjutkan kegiatan inovasi TOGA ini sampai pemasaran.
Empowerment Innovation at the Aisyiyah Bekonang Orphanage: Fostering Autonomy Through TOGA Cultivation and Processing
This community service aims to develop Family Medicinal Plants (TOGA) at the Women Orphanage of Aisyiyah, Bekonang Sukoharjo, providing useful life skills for orphanage children, as well as supporting environmental conservation efforts. The target community in this service activity is the 27 children of the Putri Aisyiyah Bekonang Orphanage, consisting of two educational backgrounds, namely middle school and high school students. The service method is an educational approach carried out through various activities, such as socialization about Family Medicinal Plants (TOGA), direct practice of planting TOGA, making TOGA-based products and socialization and product packaging practices. Success indicators are assessed using pre- and post-tests that evaluate orphanage children's understanding of TOGA, as well as their skills in planting, processing, and packaging products. Empowerment activities for orphanage children through TOGA were carried out well. From this activity, participants were able to create four TOGA products, namely herbal drinks (turmeric tamarind and ginger tea), moringa tea, and herbal peanut brittle packaged in ready-to-sell packaging. The evaluation results showed that there was an increase in the average knowledge of participants related to TOGA of 12.47%. This rise affects the desire of orphaned children in continuing TOGA innovative initiatives through marketing
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Diapers Bekas: Implikasi terhadap Kesehatan Lingkungan dan Potensi Ekonomi Lokal
Pengelolaan limbah diapers menjadi isu lingkungan serius karena rendahnya tingkat biodegradabilitasnya dan praktik pembuangan langsung ke sungai. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah diapers serta membuka peluang ekonomi bagi ibu rumah tangga melalui daur ulang limbah tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan, terdiri dari edukasi teori dan praktik langsung. Hasil uji non-parametrik menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap peserta terkait pengelolaan limbah (p<0,05). Selain itu, beberapa peserta tertarik menjadikan daur ulang diapers sebagai usaha, menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti vas, dompet, dan pupuk organik. Program ini direkomendasikan berkelanjutan demi kesehatan lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal.
Raising Public Awareness in the Management of Used Diaper Waste: Implications for Environmental Health and Local Economic Potential
Diaper waste poses a significant environmental issue due to its low biodegradability and the common practice of direct disposal into rivers. This community engagement project aims to increase public awareness of diaper waste management and create economic opportunities for homemakers through recycling initiatives. A participatory approach was employed, involving the community in all program stages, including both theoretical education and hands-on practice. Non-parametric test results showed a significant improvement in participants' knowledge and attitudes toward waste management (p<0.05). Additionally, some participants expressed interest in developing diaper recycling into a small business, producing economically valuable products such as vases, wallets, and organic fertilizer. Sustaining this program is recommended to support environmental health and enhance local economic growth
Peningkatan Harga Diri Untuk Mengurangi Shyness Pada Siswa
Fenomena shyness sering menghambat siswa dalam berinteraksi sosial dan mempengaruhi performa akademik. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan harga diri guna mengurangi tingkat shyness siswa di MAN 1 Polman. Metode pelaksanaan mencakup psikoedukasi, permainan interaktif, dan refleksi. Kegiatan ini diikuti oleh 10 siswa dengan tingkat shyness yang tergolong sedang. Pada tahap awal, dilakukan pre-test menggunakan skala shyness untuk mengukur tingkat shyness awal, diikuti dengan kegiatan intervensi yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan harga diri. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor shyness dari rata-rata 72,6 pada pre-test menjadi 64,2 pada post-test, menunjukkan efektivitas intervensi dengan penurunan median dari 69,0 menjadi 63,5. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai W = 47, p < 0,05 dengan efek besar 0,709, mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari peningkatan harga diri terhadap penurunan tingkat shyness. Observasi menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam kegiatan kelas dan peningkatan rasa percaya diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan harga diri melalui pendekatan psikoedukatif dan permainan dapat membantu mengurangi shyness secara signifikan. Disarankan agar sekolah mengadopsi program serupa secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan konselor untuk menjaga hasil positif ini.
Enhancing Self-Esteem to Reduce Shyness Among Students
Shyness often hinders students from engaging in social interactions and affects their academic performance. This study aims to enhance self-esteem to reduce shyness levels among students at MAN 1 Polman. The implementation method includes psychoeducation, interactive games, and reflection. This program involved 10 students with moderate shyness levels. Initially, a pre-test using a shyness scale was conducted to measure the baseline level of shyness, followed by a specifically designed intervention to boost self-esteem. Results showed a decrease in shyness scores from an average of 72.6 in the pre-test to 64.2 in the post-test, indicating the intervention's effectiveness, with a median reduction from 69.0 to 63.5. The Wilcoxon test yielded W = 47, p < 0.05, with a large effect size of 0.709, suggesting a significant impact of self-esteem enhancement on reducing shyness levels. Observations highlighted an increase in student engagement in classroom activities and improved self-confidence. This study concludes that self-esteem enhancement through psychoeducational and game-based approaches can significantly help reduce shyness. It is recommended that schools adopt similar programs on an ongoing basis with support from teachers and counselors to maintain these positive outcomes.
Optimalisasi Kesehatan Masyarakat dengan Senam Kebugaran di Wilayah Kota Kendari
Kendari melalui program senam kebugaran yang berfokus pada manfaat kesehatan fisik dan mental. Metode pelaksanaan melibatkan beberapa tahap, yaitu survei kebutuhan masyarakat, kampanye edukasi, implementasi senam rutin, dan evaluasi program. Pelaksanaan senam diikuti oleh 30 orang, terdiri dari 17 wanita dan 13 pria, yang terlibat secara rutin dalam kegiatan mingguan. Data menunjukkan bahwa 75% peserta merasakan manfaat fisik dan mental dari senam, sedangkan 25% lainnya belum sepenuhnya merasakannya. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kesehatan fisik, pengurangan tingkat stres, serta peningkatan suasana hati dan kepercayaan diri melalui kegiatan senam berkelompok. Kesimpulannya, program senam kebugaran terbukti efektif dalam optimalisasi kesehatan masyarakat. Rekomendasi selanjutnya adalah memperluas kampanye edukasi, mengembangkan aplikasi panduan senam, dan membentuk komunitas senam melalui media sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Optimizing Public Health with Fitness Gymnastics in Kendari City Area
This community service project aimed to improve public health in Kendari City through a fitness gymnastics program focused on physical and mental health benefits. The implementation method involved several stages: a community needs survey, an educational campaign, regular fitness sessions, and program evaluation. The fitness sessions were attended by 30 individuals, including 17 women and 13 men, who participated weekly. Data indicated that 75% of participants reported positive physical and mental benefits from the fitness activities, while 25% had yet to fully experience these benefits. Program results showed improvements in physical health, reduced stress levels, and enhanced mood and self-confidence through group fitness activities. In conclusion, the fitness program proved effective in optimizing community health. Future recommendations include expanding educational campaigns, developing a fitness guidance app, and creating fitness communities on social media to increase public participation
Ergonomic Education to Reduce the Risk of Musculoskeletal Disorders
Workers are mainly human resources with a significant influence on the production process, in particular manual work. Activities in manual material handling include carrying, lifting, lowering, pushing, and pulling loads. Transport labor is one type of work that requires energy and great muscle strength and a strong physique to carry the load at work. Workers who are in the wrong position during prolonged work will increase the risk of musculoskeletal complaints. The purpose of this community service activity is to provide ergonomic education to reduce the risk of Musculoskeletal Disorders. Methods: This service activity uses counseling methods, leaflet giving, demonstrations, simulations, and discussions. The participants were given questionnaires before and after educational activities, namely ergonomics knowledge questionnaires to determine the level of ergonomics knowledge and also musculoskeletal complaint questionnaires. Results: This activity was attended by 21 participants who were all male. In the knowledge variable, the mean pre-test value was 56.67 and the post-test was 68.57. In the Musculoskeletal complaint variable, the mean pre-test value was 30.05 and the post-test was 28.76. Conclusion: Based on the results of the pre-test and post-test, shows that ergonomics education can help improve ergonomic knowledge and reduce the risk of musculoskeletal disorders in workers
Psikoedukasi Berbasis Kelompok dengan Berbantuan Teknologi Untuk Meningkatkan Pemahaman Gizi Seimbang Pada Orang Tua Sebagai Upaya Menurunkan Tingkat Stunting Di Desa Madiredo Kecamatan Pujon
Stunting merupakan permasalahan hambatan tumbuh kembang anak yang saat ini menjadi fokus pemerintah Indonesia. Hal ini dikareunakan stunting dapat mengancam kualitas perkembangan individu. Salah satu daerah yang menjadi pusat perhatian mengenai kejadian stunting di Kabupaten Malang, adalah di Desa Madiredo Kecamatan Pujon. Oleh karenanya perlu untuk melakukan pencegahan terjadinya prevalensi stunting dengan cara memberikan psikoedukasi kepada orangtua mengenai pentingnya pemberian gizi seimbang untuk anak. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi berbasis kelompok dengan menggunakan bantuan teknologi terhadap tingkat pemahaman gizi seimbang pada orangtua dengan anak terindikasi stunting. Manfaat dari Pengabdian ini diharapkan dapat menurunkan prevalensi tingkat stunting yang ada di Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode Penganbdian menggunakan Participatory Action Research dengan jumlah 38 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur pemahaman gizi seimbang dengan reliabilitas 0.78. Sebelum diberikan perlakukan, partisipan diukur tingkat pemahamannya melalui pre-test. Kemudian partisipan diberikan perlakuan berupa psikoedukasi mengenai pentingnya pemahaman gizi seimbang pada anak secara berkelompok dengan beberapa metode yakni seminar, diskusi kelompok, pamphlet, dan vidio. Setelah perlakuan, partisipan diukur kembali tingkat pemahamannya. Hasil pengabdian dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa psikoedukasi kelompok dengan menggunakan bantuan teknologi mampu meningkatkan pemahaman gizi seimbang pada orangtua. Rata-rata pemahaman partisipan sebelum diberikan psikoedukasi adalah sebesar 5.868 dan setelah diberikan psikoedukasi rata-rata pemahaman meningkat sebesar 7.026. Berdasarkan hasil tersebut maka Kader Kesehatan setempat, diharapkan dapat memberikan penyuluhan mengenai gizi seimbang dengan bantuan tehnologi untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah anak tumbuh dengan stunting.
Group-based Psychoeducation with the Help of Technology to Increase Understanding of Balanced Nutrition Among Parents as an Effort to Reduce Stunting Rates
Stunting is a problem that hinders children's growth and development which is currently the focus of the Indonesian government. This is because stunting can threaten the quality of individual development. One of the areas that has become the center of attention regarding stunting incidents in Malang Regency is Madiredo Village, Pujon District. Therefore, it is necessary to prevent the prevalence of stunting by providing psychoeducation to parents regarding the importance of providing balanced nutrition for children. This community service aims to determine the effect of group-based psychoeducation using technological assistance on the level of understanding of balanced nutrition in parents whose children are diagnosed with stunting. The benefits of this community service are expected to reduce the prevalence of stunting levels in Madiredo Village, Pujon District, Malang Regency. The method of this community service used participatory action research with 38 participants. The measuring instrument used is a measuring instrument for understanding balanced nutrition with a reliability of 0.78. Before being given treatment, participants' level of understanding was measured through a pre-test. Then participants were given treatment in the form of psychoeducation regarding the importance of understanding balanced nutrition in children in groups using several methods, namely seminars, group discussions, pamphlets and videos. After treatment, participants' level of understanding was again measured. The results of community service were analyzed using the paired sample t-test. The results of this community service show that group psychoeducation using technological assistance is able to increase parents' understanding of balanced nutrition. The average understanding of participants before being given psychoeducation was 5,868 and after being given psychoeducation the average understanding increased by 7,026. Based on these results then It is hoped that local health cadres can provide education about balanced nutrition with the help of technology to increase understanding of the importance of balanced nutrition in preventing children from growing up with stunting
Praktek Manajemen Persediaan dan Laporan Keuangan Level 2 pada UKM Binaan Perum Peruri
Pelatihan manajemen persediaan dan laporan keuangan level 2 bertujuan agar pelaku usaha UKM mampu merencanakan pembelian bahan /pembelian persediaan barang/perlengkapan supaya efisien dan efektif serta menghasilkan laporan keuangan yang benar. Persediaan perlu direncanakan dan dikendalikan karena persediaan yang terlalu banyak akan membutuhkan biaya simpan dan akan mempengaruhi besaran utang serta cashflow perusahaan. Selain pengelolaan persediaan, perusahaan juga memerlukan laporan keuangan. Perum Peruri memberikan kesempatan kepada pelaku UKM melalui pelatihan dan praktek pelaporan keuangan. Pelaksanaan pelatihan pelaporan keuangan level 2 diperuntukkan untuk peserta yang sudah melaksanakan pelatihan pelaporan keuangan sebelumnya. Perum Peruri juga menambahkan materi manajemen persediaan pada kegiatan ini. Adapun jumlah peserta yang mengikuti pelatihan manajemen persediaan 20 peserta dan 15 peserta untuk pelaporan keuangan. Pelatihan ini dikoordinir oleh PT. Sinergy Artha Pinasthika. Metode pelaksanaan kegiatan melalui presentasi materi oleh fasilitator kemudian peserta wajib mengerjakan tugas berupa menghitung besaran pembelian yang ekonomis untuk setiap kali melakukan pembelian. Melalui pelatihan manajemen persediaan, 15 pelaku UKM berhasil menghitung EOQ untuk persediaan dari kegiatan usahanya sedangkan 5 lainnya masih perlu perbaikan. Selanjutnya 7 Peserta pelatihan pelaporan keuangan telah berhasil membuat neraca dan laba rugi dari kegiatan usahanya, sisanya masih perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil tersebut, perlu kiranya kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk pelaku UKM binaan lainnya.
Inventory Management Practices and Level 2 Financial Reports in UKM under the guidance of Perum Peruri
Inventory management and financial reporting level 2 training aims to enable SME entrepreneurs to plan the purchase of materials/ goods so that they are efficient and effective and generate correct financial reports. Inventory planning will reduce storage costs and the amount of debt as well as the company's cash flow. Apart from inventory management, companies also need financial reports. Level 2 financial reporting training is intended for participants who have carried out previous financial reporting training. Perum Peruri provides training and financial reporting practices and added inventory management material to this activity. The number of inventory management training participants was 20 participants and 15 participants for financial reporting. This training is coordinated by PT. Synergy Artha Pinasthika. The activity is carried out through a presentation of material by the facilitator, then participants are required to complete the task of calculating the economical purchase amount. Through inventory management training, 15 SMEs succeeded in calculating EOQ for inventory from their business activities, while 5 others still needed improvement. Furthermore, 7 financial reporting training participants have succeeded in making balance sheets and profit and loss from their business activities, the rest still need further training. Based on these results, it is necessary that activities like this continue to be carried out for other assisted UKM
Innovative Technical Guidance: Processing Corn Straw into Quality Feed for Beef Cattle for Veterinary Medicine Students at UNDIKMA with an Entrepreneurship Focus
This study aims to improve the knowledge and skills of Veterinary Medicine students at UNDIKMA in processing corn straw into quality beef cattle feed through entrepreneurship-focused technical guidance. Our partners included local beef cattle farmers and student groups from the Faculty of Veterinary Medicine, UNDIKMA. We utilized a technology demonstration method showcasing four corn straw processing technologies: hay making, wet ammoniation, dry ammoniation, and haylage making. Results from pretest and posttest assessments of 41 students showed significant improvements in knowledge (average increase of 46.9%) and skills (average increase of 70.8%). Participants also demonstrated high willingness and readiness to apply and disseminate the techniques learned. We recommend the expansion of this training model to include more innovative processing methods and wider dissemination through various extension methods to effectively address the feed challenges in the beef cattle industry
Pengembangan Kemampuan Soft Skill Dan Kepemimpinan dalam Mengefektifkan Pengelolaan UMKM Binaan Islamic Relief
Islamic Relief, sebuah organisasi kemanusian dan pembangunan independent berbasis BIrmigham, Inggris, didirikan pada tahun 1984 sebagai amal kecil. Islamic relief berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusian dan proyek-proyek pembangunan kepada individu, keluarga dan komunikasi dilebih dari dari 45 negara. Penelitian ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dan metode pelatihan. Untuk mengeksplorasi dan memahami bagaimana pengembangan kemampuan soft skill dan kepemimpinan dalam mengektifkan pengelolaan usaha pada UMKM yang mendapatkan bantuan dana sebenar Rp 4.000.000 / perorang dari Islamic Relief. Pelatihn yang dilakukan oleh Islamic Relief yaitu pelatihan literasi keuangan di sampaikan kepada 60 orang pelaku usaha budidaya ikan lele di Tanamodindi. Organisasi terkait menunjukan tingkat pemahaman dan penerapan soft skill yang tinggi oleh para peserta. Peserta meningkatkan keterampilan interpersonal, manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan keterampilan kepemimpinan. Peningkatan kemampuan soft skill dan kepemimpinan sangat penting untuk mengelola usaha dengan lebih baik. Untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja tim, kemampuan soft skill seperti komunikasi, kerjasama, pemecahan masalah, dan manajemen waktu sangat penting.
Development of Soft Skills and Leadership in Effectivizing UMKM Management Assisted by Islamic Relief
Islamic Relief, an independent humanitarian and development organization based in Brmigham, UK, was founded in 1984 as a small charity. Islamic Relief is committed to providing humanitarian aid and development projects to individuals, families and communities in more than 45 countries. This research uses community education methods and training methods. To explore and understand how the development of soft skills and leadership abilities in streamlining business management in MSMEs that get real financial assistance of IDR 4,000,000 / per person from Islamic Relief. The training conducted by Islamic Relief, namely financial literacy training, was delivered to 60 catfish farming business actors in Tanamodindi. The relevant organizations showed a high level of understanding and application of soft skills by the participants. Participants improved their interpersonal skills, time management, decision-making and leadership skills. Improved soft skills and leadership skills are essential to better manage the business. To improve productivity and team performance, soft skills such as communication, cooperation, problem solving, and time management are essential.
Edukasi Kesehatan dan Pemanfaatan Herbal untuk Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi di Kabupaten Bandung
Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi kesehatan dan pemanfaatan herbal untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Kabupaten Bandung. Program ini dirancang untuk mengatasi tingginya prevalensi hipertensi melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan edukasi meliputi seminar kesehatan interaktif, demonstrasi praktis penggunaan herbal, serta skrining kesehatan yang mencakup pengukuran tekanan darah, glukosa, kolesterol, dan asam urat. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, di mana persentase peserta dengan pemahaman memadai tentang hipertensi meningkat dari 19% menjadi 72%. Selain itu, peserta mulai menerapkan perilaku hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam dan meningkatkan aktivitas fisik. Pengenalan herbal seperti jahe, kunyit, dan seledri memberikan alternatif strategi pengendalian tekanan darah yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Inisiatif ini menunjukkan efektivitas intervensi berbasis komunitas secara holistik dalam meningkatkan hasil kesehatan masyarakat dan pentingnya program edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
Health Education and Herbal Utilization for Hypertension Prevention and Management in Bandung Regency
This community service program focused on health education and herbal utilization for the prevention and management of hypertension in Bandung Regency. The program was designed to address the high prevalence of hypertension through promotive and preventive approaches. Activities included interactive health seminars, practical demonstrations on herbal utilization, and health screenings for blood pressure, glucose, cholesterol, and uric acid levels. The results showed a significant improvement in community knowledge, with the percentage of participants with adequate understanding of hypertension increasing from 19% to 72%. Additionally, participants adopted healthier behaviors, such as reducing salt intake and increasing physical activity. The introduction of herbal remedies, including ginger, turmeric, and celery, offered alternative strategies for blood pressure control, integrating local wisdom with modern science. This initiative demonstrated the effectiveness of holistic community-based interventions in improving public health outcomes and underscored the importance of sustainable health education programs