Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembukuan dan Pemasaran Digital UMKM Industri Gerabah Desa Pejaten Kecamatan Kediri Tabanan Bali
Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM industri gerabah di Desa Pejaten, Bali, dalam manajemen keuangan, pemasaran digital, dan tata kelola perusahaan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, observasi langsung, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait pembukuan sederhana (50%), penerapan kebijakan tata kelola (75%), dan interaksi pemasaran digital (25%). Selain itu, penjualan melalui platform digital meningkat sebesar 15%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam mendukung transformasi digital. Kendati demikian, masih diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan implementasi dan konsistensi strategi. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan dan integrasi teknologi dapat memberikan dampak nyata pada pertumbuhan UMKM di era digital
Training on Bookkeeping and Digital Marketing for MSMEs in the Pottery Industry of Pejaten Village, Kediri District, Tabanan, Bali
This training and mentoring program aims to enhance the capacity of MSMEs in the pottery industry in Pejaten Village, Bali, focusing on financial management, digital marketing, and corporate governance. The implementation methods included interactive training, direct observation, and tailored mentoring sessions. The results showed significant improvements in participants' understanding of basic bookkeeping (50%), implementation of governance policies (75%), and digital marketing engagement (25%). Additionally, online sales increased by 15%, demonstrating the effectiveness of the training in supporting digital transformation. However, ongoing support is required to ensure consistent implementation and sustainability of strategies. These findings confirm that a needs-based approach and technology integration can have a tangible impact on the growth of MSMEs in the digital era
Manajemen Teknologi Pengolahan Usaha Bumbu Rajang Kering Pada Kelompok Paon D Jimbar Mesari, Bakbakan Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar
Pengabdian masyarakat di UKM Paon D Jimbar Mesari, Gianyar, berfokus pada penerapan teknologi rumah jemur knockdown dan strategi pemasaran digital untuk produksi bumbu rajang kering. Teknologi ini mengatasi kendala pengeringan manual yang bergantung pada cuaca, meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Strategi pemasaran melalui platform e-commerce dan media sosial, seperti Tokopedia, Shopee, Instagram, dan Facebook, memperluas pasar hingga skala nasional. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan manajemen produksi, implementasi teknologi, serta evaluasi berkala. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 6%, peningkatan penjualan 5%, serta kualitas produk yang lebih konsisten dan tahan lama. Program ini berdampak positif pada pendapatan dan kesejahteraan anggota UKM serta memberikan kontribusi pada ekonomi lokal Desa Bakbakan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna dan strategi digital yang optimal dapat meningkatkan daya saing UKM secara signifikan.
Management of Dry Rajang Spice Business Processing Technology at Paon D Jimbar Mesari Group, Bakbakan, Gianyar District, Gianyar Regency
The community service program at Paon D Jimbar Mesari SME, Gianyar, focused on implementing knockdown drying house technology and digital marketing strategies for the production of dried spices. This technology addressed the challenges of manual drying reliant on weather, improving efficiency and product quality. Marketing strategies through e-commerce platforms and social media, such as Tokopedia, Shopee, Instagram, and Facebook, expanded market reach to a national scale. The methods employed included socialization, production management training, technology implementation, and periodic evaluations. The results demonstrated a 6% increase in production capacity, a 5% increase in sales, and more consistent and durable product quality. This program positively impacted the income and welfare of SME members and contributed to the local economy of Bakbakan Village. The success underscores that appropriate technological solutions and optimal digital strategies can significantly enhance the competitiveness of SMEs
Optimalisasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDes) Layanan Mandiri Desa Tlangoh Kabupaten Bangkalan Jawa Timur
Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan penerapan Aplikasi SIMDes Layanan Mandiri di Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. Mitra kegiatan terdiri dari 12 perangkat desa, dengan sasaran masyarakat Desa Tlangoh. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya penggunaan aplikasi SIMDes oleh masyarakat untuk pengurusan surat-menyurat desa. Solusi yang diberikan adalah melalui sosialiasi dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi ini. Hasil kegiatan sosialiasi meningkatkan keterampilan perangkat desa dan masyarakat dalam menggunakan aplikasi SIMDes. Pendampingan berhasil meningkatkan jumlah masyarakat yang menggunakan aplikasi untuk mengurus surat menyurat, mencapai 160 kepala keluarga. Data menunjukkan bahwa mayoritas pengguna aplikasi berusia antara 18 hingga 22 tahun. Program sosialiasi dan pendampingan ini terbukti efektif dalam meningkatkan penggunaan Aplikasi SIMDes Layanan Mandiri di Desa Tlangoh, mempercepat administrasi desa dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Optimization of the Village Management Information System (SIMDes) Application for Independent Services in Tlangoh Village, Bangkalan Regency, East Java
The aim of this community service program is to optimize the implementation of the SIMDes Mandiri Service Application in Tlangoh Village, Tanjungbumi District, Bangkalan Regency. The partners involved are 12 village officials, with the target audience being the residents of Tlangoh Village. The issue at hand is the low usage of the SIMDes application by the community for processing village administrative services. The solution to address this issue includes optimizing socialization efforts and providing assistance in using the SIMDes Mandiri Service Application to the residents of Tlangoh Village. The result of the socialization activities was an increase in the skills of village officials and residents in using the SIMDes application. The assistance provided helped increase the number of residents using the application for administrative services to 160 households. Data shows that most users are between 18 and 22 years old. The socialization and assistance program proved effective in increasing the use of the SIMDes Mandiri Service Application in Tlangoh Village, streamlining village administration and making it more accessible to the community.
residents of Tlangoh Village, effectively increases the use of the SIMDes self-service application in managing village documents
Optimalisasi Pemahaman Asesmen Autentik Berorientasi HOTS Bagi MGMP Kimia Kabupaten Lumajang: -
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru Kimia di MGMP Kabupaten Lumajang dalam menerapkan asesmen autentik yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Asesmen autentik berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis siswa, yang sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia. Namun, penerapan asesmen berbasis HOTS masih terkendala oleh keterbatasan pemahaman dan praktik di lapangan. Melalui pelatihan, pendampingan, dan deseminasi produk asesmen yang dikembangkan dalam program ini, para guru dilatih untuk merancang instrumen penilaian yang lebih efektif dan sesuai dengan konteks lokal. Mitra kegiatan ini terdiri dari SMA, SMK dan MA yang berjumlah 23 sekolahan yang terdiri dari 28 guru Kimia di Kabupaten Lumajang. Metode pengabdian yang digunakan meliputi sosialisasi konsep asesmen autentik, pelatihan penyusunan soal HOTS, serta pendampingan implementasi asesmen di kelas. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan menggunakan instrumen penilaian yang relevan dengan HOTS. Rata-rata pemahaman guru-guru terhadap merancang dan menggunakan instrumen penilaian yang relevan dengan HOTS adalah sebesar 75,9%. Selain itu, produk asesmen yang dihasilkan dapat diadaptasi dan diterapkan oleh guru untuk mendukung proses pembelajaran kimia yang lebih mendalam dan bermakna. Dengan adanya kolaborasi di antara anggota MGMP, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk pengembangan berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pendidikan kimia di Kabupaten Lumajang.
Optimizing Understanding of HOTS-Oriented Authentic Assessment for Chemistry MGMP of Lumajang Regency
This community service initiative aims to enhance the understanding and skills of Chemistry teachers in the MGMP of Lumajang Regency in implementing authentic assessments oriented toward Higher-Order Thinking Skills (HOTS). Authentic assessments play a critical role in fostering students' critical, creative, and analytical thinking—key competencies in chemistry learning. However, the application of HOTS-based assessments is often hindered by limited understanding and practical experience. Through a comprehensive program of training, mentoring, and dissemination of assessment products, teachers are equipped to design more effective and contextually appropriate assessment instruments. The program involved 28 Chemistry teachers from 23 high schools, vocational schools (SMK), and Islamic high schools (MA) across Lumajang Regency. Activities included the socialization of authentic assessment concepts, training on developing HOTS-oriented questions, and mentoring in implementing these assessments in classrooms. The results demonstrate a significant improvement in teachers’ understanding and ability to create and apply HOTS-relevant assessment instruments. The average understanding of teachers regarding designing and using assessment instruments relevant to HOTS is 75.9%. Furthermore, the assessment tools developed during the program can be adapted and utilized by teachers to promote deeper and more meaningful chemistry learning experiences. Through collaboration among MGMP members, this initiative is expected to serve as a foundation for sustainable efforts to enhance the quality of chemistry education in Lumajang Regency.
Penyuluhan Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Ampas Kopi Menjadi Sabun Cuci Piring di Kabupaten Bener Meriah
Ampas kopi dari kedai kopi selama ini pada umumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, minyak jelantah juga pada umumya dibuang ketika tidak dimanfaatkan dan dapat mencemari lingkungan. Minyak jelantah yang diolah dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Dari fakta tersebut, limbah minyak jelantah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sabun cuci piring. Ampas kopi juga dapat digunakan sebagai karbon aktif yang dapat digunakan untuk menyerap kotoran. Pada umumnya, minyak jelantah dari rumah tangga di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah, dimana angka pervalensi stunting cukup tinggi, dibuang atau digunakan kembali yang berdampak negatif bagi kesehatan tanpa dijadikan produk yang lebih berguna seperti sabun cuci piring. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada kepada masyarakat di Desa Kenine Kabupaten Bener Meriah melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang berjumlah dua puluh delapan orang di desa tersebut untuk memanfaatkan limbah ampas kopi dan minyak jelantah sebagai bahan utama pembuatan sabun cuci piring sebagai solusi alternatif dari sabun cuci piring komersil yang lebih ekonomis. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini adalah berubahnya cara pandang dan sikap dari peserta untuk menggunakan limbah minyak jelantah dan amps kopi yang dapat merusak lingkungan menjadi bahan yang lebih berguna yaitu sabun cuci piring serta keterampilan dan pemahaman terkait cara pembuatannya.
Used Cooking Oil and Coffee Grinds Utilization for Dish Soap Production Counselling in Bener Meriah District
Coffee grinds from coffee cafes should currently be used properly. Additionally, cooking oil can contaminate the environment because it is typically thrown away after use. Soap can be made using processed frying oil as a raw ingredient. These data suggest that leftover cooking oil may have a purpose as dishwashing soap. Additionally, coffee grinds can be utilized as activated carbon to draw dirt to the surface. Used cooking oil from homes in Kenine Village, Bener Meriah Regency, where stunting prevalence is rather high, is typically thrown out or reused without being converted into a more beneficial product like dishwashing soap, which is harmful to health. Based on these challenges, the Bener Meriah Regency's community service projects in Kenine Village involve reaching out to the locals to use leftover coffee grounds and cooking oil as the primary ingredients for dishwashing soap, which is a more affordable alternative to commercial dishwashing soap. As a result of this outreach program, participants' attitudes and perspectives regarding recycling waste that could harm the environment into more valuable commodities have changed.
Simulasi Tanggap Darurat Bencana Tsunami Pada Masyarakat di Desa Keboireng Tulungagung
Ancaman bencana geologis seperti gempa bumi dan tsunami di Indonesia, meskipun jarang terjadi dalam skala besar dibandingkan dengan bencana hidrometeorologis, dapat menyebabkan kerusakan yang serius dan korban jiwa besar. Kesiapsiagaan yang rendah dalam menghadapi risiko bencana merupakan penyebab utama dampak negatif. Wilayah pesisir Kabupaten Tulungagung, terutama terhadap tsunami, memiliki peran sebagai pelindung alam namun juga rentan terhadap bencana. Diperlukan peningkatan pengetahuan terkait upaya mitigasi bencana tsunami di wilayah tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan masyarakat tentang tanggap darurat menghadapi bencana tsunami. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode sosialisasi dan roleplay simulasi tanggap darurat bencana tsunami. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa Keboireng yang berada pada pesisir pantai gemah sebanyak 40 orang. Guna melihat nilai bagaimana pengetahuan peserta pengabdian, maka sebelum dan setelah kegiatan pengabdian, peserta akan diminta untuk mengisi kuesioner yang dibuat tentang kesiapsiagaan tanggap darurat bencana tsunami. Hasil hasil penelitian, skor pengetahuan pre-test didapatkan nilai rata-rata 74,80 dengan nilai minimal dan maksimal 67-83. Setelah diberikan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat bencana tsunami skor pengetahuan post-test didapatkan hasil rata-rata 84,25 dengan skor minimal dan maksimal 75-95. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi dapat disimpulkan bahwa kegiatansimulasi ini terbukti sangat efektif dalam memberikan pemahaman mendalam tentang langkah-langkah setelah menerima peringatan bencana, termasuk strategi penyelamatan diri dan jalur evakuasi.
Emergency Response Simulation for Tsunami Disaster in the Community of Keboireng Village, Tulungagung
Geological disaster threats such as earthquakes and tsunamis in Indonesia, although occurring less frequently on a large scale compared to hydro-meteorological disasters, can cause severe damage and significant loss of life. Low preparedness in facing disaster risks is a major contributor to negative impacts. The coastal area of Tulungagung Regency, particularly in relation to tsunamis, plays a role as a natural protector but is also vulnerable to disasters. Enhancing knowledge related to tsunami disaster mitigation efforts is necessary in this area. This community service aims to improve the community's knowledge of emergency response to tsunami disasters. The implementation method involves socialization and role-play simulation of emergency response to tsunami disasters. The target participants are 40 residents of Keboireng village located on the Gemah coastal area. To assess the participants' knowledge, a questionnaire on emergency response preparedness for tsunami disasters will be administered before and after the community service. The research results show that the pre-test knowledge score averages 74.80, with a minimum and maximum score of 67-83. After receiving socialization and simulation of emergency response to tsunami disasters, the post-test knowledge score averages 84.25, with a minimum and maximum score of 75-95. Based on the activities carried out by the service team, it can be concluded that this simulation activity is proven to be highly effective in providing in-depth understanding of the steps to take after receiving disaster warnings, including self-rescue strategies and evacuation routes
Peningkatan Kompetensi Guru TK ABA Se-Kota Mataram Melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Canva
Permasalahan dan kendala utama yang dihadapi oleh guru-guru TK ABA se-kota Mataram adalah tidak tersedianya media pembelajaran inovatif, keterbatasan pengetahuan tentang teknologi pembuatan media pembelajaran inovatif. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru TK ABA se-kota Mataram dalam pembuatan media pembelajaran inovatif berbasis canva. Kegiatan PKM ini dilakukan selama 8 bulan pada tahun akademik 2023/2024. Metode pelaksanaan PKM menggunakan metode presentasi yang diterapkan dalam pengenalan aplikasi, kemanfaataannya, dan penerapannya dalam pembuatan media pembelajaran inovatif. Metode demonstrasi mengenai pengoperasionalisasian aplikasi canva sedangkan metode praktik dimana guru-guru mempraktikkan secara langsung pembuatan media pembelajaran sesuai materi masing-masing yang diajarkan sampai menghasilkan produk berupa media pembelajaran inovatif berbasis canva. Berdasarkan hasil temuan menunjukkan bahwa semua peserta mampu membuat media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi canva. Hal ini dikarenakan terjadi transfer knowledge tentang pemahaman dan keterampilan dalam membuat media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi canva yang merupakan salah satu aplikasi pendukung dalam pembuatan media pembelajaran inovatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran inovatif yang dibuat menggunakan aplikasi canva dapat menjadi salah satu alternatif bagi para guru TK ABA se-kota Mataram dalam memilih aplikasi pendukung pembelajaran untuk anak usia dini sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Increasing the Competence of ABA Kindergarten Teachers in Mataram City through Training on Making Innovative Learning Media-based Canva
The main problems and obstacles faced by ABA kindergarten teachers in Mataram are the unavailability of innovative learning media and limited knowledge about the technology of making innovative learning media. PKM activities aim to improve the understanding and skills of ABA kindergarten teachers throughout the city of Mataram in making innovative Canva-based learning media. This PKM activity is carried out for 8 months in the 2023/2024 academic year. The PKM implementation method uses presentation methods applied in the introduction of applications, their usefulness, and their application in making innovative learning media. The demonstration method is regarding the operationalisation of the Canva application while the practice method is where teachers practice directly making learning media according to their respective materials taught to produce products in the form of innovative Canva-based learning media. Based on the findings, show that all participants can create innovative learning media using the Canva application. This is because there is a transfer of knowledge about understanding and skills in making innovative learning media using the Canva application which is one of the supporting applications in making innovative learning media. Thus, it can be concluded that innovative learning media created using the Canva application can be an alternative for ABA kindergarten teachers throughout the city of Mataram in choosing learning support applications for early childhood so that learning activities can run well
Pelatihan Pembuatan References Manager Untuk Mendukung Tugas Kuliah Mahasiswa
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan penelitian dan integritas akademik mahasiswa melalui pelatihan pembuatan manajer referensi menggunakan Microsoft Word. Kegiatan ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) dan melibatkan 38 mahasiswa semester 1 prodi PTI. Metode yang digunakan adalah instruksi langsung dengan penjelasan langkah demi langkah mengenai fitur seperti insert citation, manage sources, dan bibliography di Microsoft Word. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan mahasiswa tentang manajemen referensi. Hal ini dibuktikan dengan nilai N-gain, di mana 29 mahasiswa mencapai kategori sedang dengan nilai N-gain di atas 0,3 dan 9 mahasiswa mencapai kategori tinggi dengan nilai N-gain sebesar 0,7. Pelatihan ini membuat mahasiswa lebih mahir dalam mengelola referensi mereka secara efisien dan akurat, serta meningkatkan kualitas tugas dan karya ilmiah mereka. Rekomendasinya adalah untuk mengintegrasikan pelatihan serupa ke dalam kurikulum agar memberikan manfaat jangka panjang. Dukungan berkelanjutan melalui pelatihan tambahan dan sumber daya yang memadai sangat penting untuk memastikan perkembangan terus-menerus dalam keterampilan manajemen referensi. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa lebih siap memenuhi standar profesional dan akademik di masa depan.
Training on Making References Managers to Support Student Lecture Assignments
The primary objective of this activity is to enhance research skills and academic integrity of students through training in creating reference managers using Microsoft Word. Conducted in the Information Technology Education (PTI) Study Program at the University of Mandalika Education (UNDIKMA), this activity involved 38 first-semester PTI students. The direct instruction method was used, providing step-by-step explanations on features like insert citation, manage sources, and bibliography in Microsoft Word. The training resulted in a significant increase in students' knowledge of reference management. This was evidenced by the N-gain scores, with 29 students achieving medium category scores above 0.3 and 9 students achieving high category scores of 0.7. The training made students more proficient in efficiently and accurately managing their references, improving the quality of their assignments and scientific papers.The recommendation is to integrate similar training into the curriculum for long-term benefits. Ongoing support through additional training and resources is essential to ensure continuous development in reference management skills. This will better prepare students to meet future professional and academic standards
Usaha Penurunan Angka Penderita Demam Berdarah melalui Peran Aktif Siswa SMPN 8 Kubu Raya
Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, menjadi ancaman serius di banyak negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Edukasi pencegahan DBD pada anak sekolah di wilayah Kalimantan Barat menjadi krusial mengingat tingginya angka infeksi di kalangan anak-anak dan dampaknya terhadap kesehatan serta aktivitas belajar mereka. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik SMPN 8 Kubu Raya tentang penyakit DBD meliputi pola penyebaran, gejala dan pencegahan serta pengobatannya. Kegiatan diikuti oleh 20 orang siswa, dilaksanakan dengan metode ceramah edukatif dan pengenalan tanaman zodia, lavender dan sereh wangi yang dapat digunakan dalam pencegahan penyakit DBD. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada peserta kegiatan. Diharapkan program edukasi pada anak usia sekolahj dapat dilakukan secara periodik untuk meningkatkan kesadaran anak-anak, mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan di rumah dan lingkungan sekitar.
Reducing the Number of Dengue Fever Sufferers through the Active Role of Students at SMPN 8 Kubu Raya
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito, is a serious threat in many tropical and subtropical countries, including Indonesia. Education on dengue prevention among school children in the West Kalimantan region is crucial considering the high number of infections among children and the impact on their health and learning activities. The aim of this Community Service (PKM) activity is to increase the knowledge of SMPN 8 Kubu Raya students about dengue fever including spread patterns, symptoms and prevention and treatment. The activity was attended by 20 students, carried out using an educational lecture method and an introduction to the zodiac plant, lavender and citronella which can be used to prevent dengue fever. The evaluation results showed an increase in knowledge among activity participants. It is hoped that educational programs for school-age children can be carried out periodically to increase children's awareness, encouraging them to become agents of change at home and in the surrounding environment
Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Bagi Guru SMA Negeri 19 Surabaya
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PBL) oleh para guru, dengan dukungan media pembelajaran Prezi Video yang menarik. Program ini diikuti oleh 17 guru dari berbagai disiplin ilmu, dengan fokus pada presentasi interaktif, sesi diskusi, dan pendampingan. Pelatihan dilaksanakan secara luring, meliputi pemberian materi, diskusi, dan bimbingan individu. Berdasarkan evaluasi kuantitatif, 85% peserta berhasil membuat video berbasis Prezi, menunjukkan peningkatan pemahaman dan motivasi di kalangan guru. Tingkat kepuasan peserta tinggi, dengan 16 dari 17 guru menyatakan materi yang disampaikan jelas dan relevan. Hasil kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan ini dalam mendorong penerapan pembelajaran inovatif. Kesimpulannya, pelatihan ini membuktikan bahwa PBL yang didukung oleh media digital seperti Prezi dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru. Rekomendasi ke depan mencakup penggunaan alat digital lainnya dan memperpanjang waktu pelatihan untuk penerapan praktik yang lebih mendalam.
The Implementation of Innovative Learning Models for Teachers of SMA Negeri 19 Surabaya
This activity's objective is to enhance teachers' understanding and application of project-based learning (PBL) supported by Prezi Video as an engaging instructional media. The program was attended by 17 teachers across various disciplines, focusing on interactive presentations, discussions, and mentoring. Conducted offline, the training included material delivery, discussion sessions, and individual guidance. Based on the quantitative evaluation, 85% of participants successfully created Prezi-based videos, highlighting an increase in understanding and motivation among teachers. Participant satisfaction was high, with 16 out of 17 reporting clear and relevant material presentation. The session results indicate the effectiveness of this approach in fostering innovative learning applications. In conclusion, this training demonstrates that PBL supported by digital media like Prezi can enhance teachers' instructional skills. Future recommendations include expanding to other digital tools and extending training time for better hands-on application