Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Bertanam Hidroponik Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Yang Berkelanjutan Di Kampung Munjul Kabupaten Garut

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan di Kampung Munjul, Garut, melalui pengenalan sistem pertanian hidroponik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan. Bermitra dengan 10 ibu rumah tangga, program ini memanfaatkan kondisi lingkungan Munjul yang mendukung untuk menerapkan sistem hidroponik teknik film nutrisi (NFT). Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, akses sumber daya, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 25% serta peningkatan keterampilan dan kemandirian peserta dalam mengelola sistem hidroponik. Data kuantitatif dari survei kepuasan peserta menunjukkan 90% peserta sangat puas, dengan manfaat berupa peningkatan produktivitas dan pemberdayaan. Program ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan. Rekomendasi meliputi pengenalan teknologi hidroponik lain dan integrasi energi terbarukan untuk meningkatkan keberlanjutan. Pendekatan ini menjadi model yang dapat direplikasi untuk meningkatkan mata pencaharian lokal melalui pertanian modern yang efisien sumber daya. Women Empowerment Through Hydroponic Planting Activities to Improve Sustainable Welfare in Munjul Village, Cintarakyat Village, Samarang District, Garut Regency  This study aims to empower women in Munjul Village, Garut, by introducing hydroponic farming to improve sustainable family welfare. Partnering with 10 housewives, the project leveraged Munjul's favorable environmental conditions to implement a nutrient film technique (NFT) hydroponic system. The initiative involved socialization, training, resource access, mentoring, and evaluation. Results showed a 25% increase in productivity and significant improvements in participants' skills and independence in managing hydroponic systems. Quantitative data from participant satisfaction surveys revealed that 90% of participants were highly satisfied, citing increased productivity and empowerment. The project contributes to Sustainable Development Goals (SDGs), specifically in sustainable agriculture and food security. Recommendations include expanding to other hydroponic technologies and integrating renewable energy solutions to enhance sustainability. This approach demonstrates a replicable model for improving local livelihoods through modern, resource-efficient agriculture.

    Penyuluhan Tentang Pemanfaatan Gawai Bagi Masyarakat Dusun Bogem Kebonagung Sukodono Sidoarjo

    No full text
              Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat Dusun Bogem, Sidoarjo, khususnya dalam pemanfaatan gawai secara bijak untuk mendukung pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, dengan partisipasi 25 warga setempat. Program ini mencakup tiga tahap: koordinasi, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi. Materi yang disampaikan mencakup dasar penggunaan gawai, eksplorasi aplikasi produktif, serta etika dan keamanan digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap manfaat penggunaan gawai secara produktif dan risiko yang harus dihindari, seperti cyberbullying dan kecanduan. Evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta memahami materi yang disampaikan dan memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan program selanjutnya. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat, dengan rekomendasi untuk melanjutkan program serupa yang lebih adaptif dan interaktif guna menjangkau audiens yang lebih luas serta mendukung keberlanjutan dampak positifnya.  Counseling on the Use of Gadgets for the Community of Bogem Hamletm Kebonagung Sukodono Sidoarjo This community service program aimed to improve digital literacy among the residents of Bogem Hamlet, Sidoarjo, focusing on the wise use of gadgets to support education, work, and daily life. The methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice, involving 25 local participants. The program was implemented in three stages: coordination, delivery of counseling sessions, and evaluation. The materials covered basic gadget use, exploration of productive applications, as well as digital ethics and security. The results indicated an increased understanding among participants regarding the benefits of productive gadget use and awareness of risks such as cyberbullying and addiction. Evaluation showed that 100% of participants comprehended the materials and provided constructive feedback for program improvement. In conclusion, this program successfully enhanced the community’s digital literacy, with recommendations to continue similar initiatives that are more adaptive and interactive, aiming to reach a broader audience and sustain the positive impacts achieved

    Penerapan Massage Tu Ina dan Edukasi Untuk Pencegahan Stunting Pada Anak

    No full text
    Permasalahan stunting masih tinggi di Indonesia mencapai 24,4% melebihi standar World Health Organization yaitu 20%. Dampak yang ditimbulkan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas anak. Tujuan untuk memberikan edukasi pemahaman terkait pencegahan stunting dan memberikan keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan nafsu makan anak. Metode kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan keterampilan dengan dibantu oleh media power poin serta memberikan contoh dari keterampilan massage Tui Na untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua yang memiliki anak di RW 10 dan RW 13, Desa Nagrog yang berjumlah 44 orang. Hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan orang tua meningkat setelah diberikan edukasi dan keterampilan massage Tui Na dengan hasil sebelum diberikan edukasi sebesar 41% cukup dan setelah diberikan edukasi sebanyak 90,9% baik. Kesimpulan bahwa orang tua yang memiliki anak setelah diberikan edukasi menjadi paham terkait dengan pencegahan stunting dan penerapan massage Tui Na. Rekomendasi diharapkan orang tua dapat menerapkan keterampilan massage Tui Na di kehidupan sehari-hari agar nafsu anak meningkat sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting. Application of Tui Na Massage and Education to Prevent Stunting in Children The problem of stunting is still high in Indonesia, reaching 24.4%, exceeding the World Health Organization standard of 20%. The resulting impact increases child morbidity and mortality rates. The aim is to provide educational understanding regarding stunting prevention and provide Tui Na massage skills to increase children's appetite. This community service activity method is carried out by providing education and skills assisted by power point media as well as providing examples of Tui Na massage skills to increase the understanding and skills of parents who have children in RW 10 and RW 13, Nagrog Village, totaling 44 people. The results obtained were that parents' knowledge increased after being given education and Tui Na massage skills with the results before being given education being 41% adequate and after being given education being 90.9% good. The conclusion is that parents who have children after being given education understand the prevention of stunting and the application of Tui Na massage. The recommendation is that parents can apply Tui Na massage skills in everyday life so that children's appetite increases so that they can reduce the incidence of stunting

    Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang Melalui Praktik Penggunaan Biodigester untuk Pengelolahan Sampah Organik

    No full text
    Sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, terjadi peningkatan volume sampah yang semula 68,5 juta ton pada tahun 2021 menjadi 70 juta ton di tahun 2022. Perlu adanya upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut salah satunya dengan memanfaatkan media biodigester. Biodigester merupakan salah satu alat pengelolahan sampah organic menjadi bahan bakar pengganti elpigi dan sebagai energi listrik yang ramah lingkungan, ekonomis, dan menggunakan sumber daya yang mudah dicari. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang menggunakan alat yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil observasi, Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang belum pernah memanfaatkan biodigester sebagai media pengelolahan sampah organik. Selama ini pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang masih menggunakan metode hulu hilir untuk menampung sampah yang ada. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun tahap pelaksanaan ini terdiri atas penyuluhan, demonstrasi dan praktik penggunaan biodigester. Sasaran kegiatan ini adalah 30 WBP dan petugas lapas. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang karena tidak hanya dapat mengelola sampah, melainkan dapat meningkatkan keterampilan WBP sehingga mampu meningkatkan kualitas hunian WBP sebagai upaya pembinaan. Adapun rekomendasi yang kami berikan yaitu dengan membagikan media cetak kepada sasaran sebagai bahan bacaan, sehingga ketika tim sudah tidak memonitoring kegiatan, WBP maupun petugas tetap dapat mengikuti tahapan-tahapan dalam pembuatan dan penggunaan biodigester secara mandiri. Empowering Inmates of the Class IIA Women's Prison in Malang City Through the Practice of Using a Biodigester for Organic Waste Management  Waste is one of the main challenges in achieving sustainable development. In Indonesia, there has been an increase in the volume of waste from 68.5 million tons in 2021 to 70 million tons in 2022. Efforts are needed to overcome this problem, one of which is using biodigester media. Biodigester is a tool for processing organic waste as a substitute fuel for LPG and as electrical energy that is environmentally friendly, economical, and uses resources that are easy to find. This empowerment activity aims to overcome the waste problem in the Class II A Women's Prison environment in Malang City using environmentally friendly tools.Based on observations, the Class IIA Women's Prison in Malang City has never used a biodigester as a medium for managing organic waste. So far, the Class IIA Women's Prison in Malang City is still using upstream and downstream methods to accommodate existing waste. This activity is carried out through the planning, preparation, implementation, and evaluation stages. The implementation stage consists of counseling, demonstrations, and practice in using the biodigester. The target of this activity is 30 WBP and prison officers. This activity was highly appreciated by the Class IIA Women's Prison in Malang City because it not only managed waste but also improved the skills of inmates so that they could improve the quality of inmates' housing as a coaching effort. The recommendation we give is to distribute printed media to targets as reading material, so that when the team is no longer monitoring activities, WBP and officers can still follow the stages in making and using a biodigester independently

    Literasi Kesehatan: Edukasi “Bijak dalam Konsumsi Obat dan Makanan pada Anak” di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung

    No full text
    Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu-ibu Tim PKK dan Posyandu di Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, terutama dalam penggunaan obat dan pemilihan makanan yang bijak untuk anak-anak. Program ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan kader Posyandu. Metode yang digunakan adalah workshop edukasi "Bijak Konsumsi Obat dan Makanan pada Anak", yang dilaksanakan secara luring dengan menggunakan media audio visual dan metode ceramah. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang literasi kesehatan. Sebelum edukasi, rata-rata skor pengetahuan mereka adalah 7.467 dengan total skor 224 poin. Setelah edukasi, rata-rata skor meningkat menjadi 8.433 dengan total skor 253 poin. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang penggunaan obat yang aman dan pemilihan makanan bergizi bagi anak-anak. Rekomendasi dari program ini adalah untuk melanjutkan kolaborasi dengan Kelurahan Cipadung Kidul, Dinas Kesehatan Kota Bandung, dan Puskesmas setempat untuk memperluas cakupan edukasi literasi kesehatan ke seluruh kelurahan di Kota Bandung. Selain itu, diharapkan edukasi literasi kesehatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan peningkatan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Health Literacy: Education "Wisely Consuming Medicine and Food for Children" in Panyileukan District, Bandung City This Community Service Program aims to enhance the health literacy of PKK (Family Welfare Movement) and Posyandu (Integrated Health Service Post) mothers in Panyileukan District, Bandung City, particularly regarding the wise use of medicine and food selection for children. The program involved 30 participants, comprising PKK mothers and Posyandu cadres. The method used was a workshop titled "Wise Consumption of Medicine and Food for Children," conducted offline using audio-visual media and lecture methods. The program results showed an improvement in participants' knowledge of health literacy. Before the education, their average knowledge score was 7.467 with a total score of 224 points. After the education, the average score increased to 8.433 with a total score of 253 points. This increase indicates that the education provided was effective in enhancing the participants' understanding of safe medication use and selecting nutritious food for children. The recommendation from this program is to continue collaboration with Cipadung Kidul Village, the Bandung City Health Office, and local health centers to expand the scope of health literacy education to all villages in Bandung City. Additionally, it is hoped that this health literacy education can be conducted continuously to ensure sustainable improvement in community health

    Implementasi Program Pesantren Ramadhan dalam Mengembangkan Karakter Islami Siswa di Sanggar Bimbingan Kampung Baru Malaysia

    No full text
    Pengabdian ini berfokus pada peranan penting dari kegiatan perantren Ramadhan dalam mengembangkan karakter Islami di kalangan peserta didik di sanggar bimbingan yang berlokasi di Kampung Baru, Kuala Lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kegiatan perantren Ramadhan dalam membina karakter Islami pada peserta didik di sanggar tersebut. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan peserta didik serta pengajar yang terlibat dalam perantren Ramadhan. Temuan dari studi ini menunjukkan bahwa kegiatan perantren Ramadhan memegang peranan vital dalam pembentukan karakter Islami peserta didik. Ini termasuk peningkatan pemahaman mengenai prinsip-prinsip Islam, pengembangan ketakwaan kepada Allah, dan penguatan nilai-nilai moral seperti kesabaran, keikhlasan, dan ukhuwah islamiyah. Implementation of the Ramadan Islamic Boarding School Program in Developing Students' Islamic Character at Kampung Baru Guidance Studio Malaysia This research focuses on the important role of perantren Ramadhan activities in developing Islamic character among learners in a guidance center located in Kampung Baru, Kuala Lumpur. This study aims to explore the effectiveness of perantren Ramadhan activities in fostering Islamic character in learners at the center. The methodology used is descriptive, with data collection through observation and interviews with learners and teachers involved in perantren Ramadhan. The findings of this study show that perantren Ramadhan activities play a vital role in the formation of learners' Islamic character. This includes increased understanding of Islamic principles, development of piety towards Allah, and strengthening moral values such as patience, sincerity, and collaboration.

    Pembentukan dan Pelatihan Kader Kesehatan Reproduksi Remaja di Kelurahan Serangan

    No full text
    Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan calon kader Posyandu Remaja di Kelurahan Serangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, demonstrasi, dan redemonstrasi. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah UPTD Puskesmas III Kecamatan Denpasar Selatan, Kelurahan Serangan, dan komunitas remaja setempat. Jumlah mitra yang berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 47 orang, terdiri dari 33 remaja dan 14 kader kesehatan Posyandu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan skor pretest rata-rata sebesar 52,76 dan posttest rata-rata sebesar 75,53. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan calon kader tentang Posyandu Remaja. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya adalah memberikan pendampingan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan dan dukungan dana dari pemerintah melalui APBD untuk memastikan keberlangsungan dan efektivitas kegiatan Posyandu Remaja. Formation and Training of Adolescent Reproductive Health Cadres in Serangan Subdistrict The objective of this community service activity is to establish and enhance the knowledge of prospective adolescent integrated health post (Posyandu Remaja) cadres in Serangan Subdistrict. The methods used in this activity include lectures, demonstrations, and re-demonstrations. The partners involved in this activity are UPTD Puskesmas III of South Denpasar District, Serangan Subdistrict, and the local youth community. A total of 47 participants took part in this activity, consisting of 33 adolescents and 14 child health post (Posyandu Balita) cadres. The results showed a significant increase in knowledge, with an average pre-test score of 52.76 and an average post-test score of 75.53. The conclusion from this activity is that the training successfully increased the knowledge of prospective cadres about Posyandu Remaja. Recommendations for future activities include ongoing support from healthcare workers and financial support from the government through the regional budget (APBD) to ensure the sustainability and effectiveness of Posyandu Remaja activities

    Pendampingan Rancangan Asesmen Formatif Kerangka Backward Desain Dalam Konsep Understanding By Desain Kurikulum Merdeka

    No full text
    Rancangan asesmen formatif merupakan salah satu komponen kurikulum merdeka sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara bersama kepala sekolah ditemukan beberapa informasi bahwa guru di sekolah masih kurang wawasan terkait asesmen formatif  kurikulum merdeka, belum mengetahui rancangan asesmen formatif dalam konsep understanding sebagai wujud paradigma baru pembelajaran. Kegiatan pengambian ini dilakukan dan disusun sesuai waktu pelaksanaan pengabdian untuk mengetasi permasalahan tersebut. Pengabdian dilaksanakan menggunakan metode interaktif, alur kegiatan yaitu survei pendahuluan, pelatihan/ sosialisasi, bimbingan dan pendampingan, evaluasi serta seminar. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi bagi guru melalui kegiatan sosialisasi pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen PGSD tentang asesmen formatif kurikulum merdeka sekaligus dosen PGSD sebagai fasilitator nasional sekolah penggerak program merdeka belajar, tentunya  akan memberi manfaat dan solusi dari permasalahan yang dihadapi guru. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini ialah : 1). Guru memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk merancang asesmen formatif kurikulum merdeka 2) Dilakukan pendampingan yang bersifat konsultatif dalam merancang asesmen formatif

    Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM dalam Menjalankan Usaha pada UMKM Binaan Inkubator Bisnis

    No full text
    UMKM memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia, namun banyak yang menghadapi tantangan dalam pemasaran dan manajemen keuangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM UMKM Alnata Taste dan Batik Nation, yang berada di bawah naungan inkubator bisnis, melalui pelatihan berbasis teknologi dan strategi manajerial. Metode yang digunakan mencakup seminar, diskusi, dan bimbingan langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan bisnis, keahlian teknis, dan kemampuan manajerial, terutama dalam pemasaran digital dan manajemen keuangan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas UMKM untuk bersaing di pasar yang lebih luas, namun perlu penguatan lebih lanjut pada diversifikasi produk dan branding. Disarankan agar program pelatihan berkelanjutan dilaksanakan untuk mendukung pengembangan UMKM secara komprehensif. Training to Improve Human Resource Competencies in Running a Business in Micro, Small, and Medium Enterprises Assisted by Business Incubators UMKM play a crucial role in Indonesia's economy, yet many face challenges in marketing and financial management. This community service activity aimed to enhance the human resource competencies of MSMEs Alnata Taste and Batik Nation, under the guidance of a business incubator, through technology-based training and managerial strategies. The methods included seminars, discussions, and direct mentoring. The evaluation results showed significant improvements in business knowledge, technical skills, and managerial capabilities, particularly in digital marketing and financial management. In conclusion, the training effectively increased the capacity of these UMKM to compete in broader markets; however, further strengthening is needed in product diversification and branding. It is recommended that continuous training programs be implemented to support the comprehensive development of UMKM

    Digitalisasi dan Penerapan E-CRM dalam Pengembangan Kelompok Usaha Cemilan Khas Lombok di Desa Ombe Baru

    No full text
    Kelompok Usaha Cemilan Khas Lombok adalah salah satu UMKM di Desa Ombe Baru yang dikelola oleh 10 orang warga setempat. Fokus usaha dari kelompok ini adalah cemilan atau makanan ringan seperti kerupuk makaroni besar, kerupuk makaroni kecil atau sepat, jagung pedes, kerepek singkong rasa balado, kerepek singkong orginal, kerepek sukun, kerepek pisang, kerupuk rindu, basreng, seblak dan lain-lain. Kelompok usaha ini memliki beberapa kendala diantaranya mengenai pemasaran produk yang belum menjangkau pasar yang luas, branding yang belum ada dan kuat, packaging belum dibuat dengan baik, mitra kerjasama dan kolaborasi masih kurang, loyalitas dan kepuasan pelanggan belum dapat dikeloa dan dijaga dengan baik dan lain-lain. Permasalahan ini adalah merupakan sebuah tantangan yang perlu dicari solusinya. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) yang yang dilakukan oleh Dosen dari Perguruan Tinggi, sangat perlu untuk membantu mengatasi permasalahan yang dialami kelompok usaha ini. Dengan demikian, tujuan utama dari pelaksanaan PMP  atau pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memecahkan permasalahan yang dihadapi kelompok usaha Cemilan Khas Lombok agar mampu untuk terus berinovasi dan tetap mampu bersaing di zaman yang semakin kompetitif. Digitalization and Implementation of E-CRM in the Development of Lombok's Typical Snack Business Group in Ombe Baru Village The Lombok Special Snack Business Group is one of the MSMEs in Ombe Baru Village managed by 10 residents. The focus of this group's business is snacks or light foods such as large macaroni crackers, small macaroni crackers or sepat, spicy corn, cassava crackers with balado flavor, original cassava crackers, breadfruit crackers, banana crackers, longing crackers, basreng, seblak, and others. This business group has several obstacles including product marketing that has not reached a wide market, branding that does not exist and is strong, packaging that has not been made properly, cooperation and collaboration partners are still lacking, customer loyalty and satisfaction not being managed and maintained properly, and others. This problem is a challenge that needs to be solved. For this reason, the Beginner Community Service (BCS) activity carried out by Lecturers from Universities is very necessary to help overcome the problems experienced by this business group. Thus, the main objective of implementing this BCS is to solve the problems faced by the Lombok Special Snacks business group so that they can continue to innovate and remain competitive in an increasingly competitive era

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇