Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Pelatihan dan Strategi Penjualan Olahan Kelapa dalam Bentuk Keripik Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Di Desa Semparu

    No full text
    Pengabdian Masyarakat didesa Semaparu bertujuan untuk Masyarakat dapat memahami materi tentang pengelolahan buah kelapa dalam bentuk keripik dan Masyarakat dpat memahami tentang strategi pemasaran keripik kelapa. Kegiatan ini dihadiri oleh staf dan PKK desa Semaparu berjumlah 20 peserta. Metode pelaksaan dalam pengabdian Masyarakat ini adalah metode ceramah/tutorial dan praktik.  Hasil yang didapat dari pengadian Masyarakat di desa Semaparu yaitu strategi pemasaraan dapat membantu Masyarakat untuk memasarkan produknya dnegna benar dan mendapatkan keuntungan dari hasi produknya, dan Masyarakat mendapatkan peningkatkan keterampilan dari pelatiahan pengolahan olahan kelapa serta membantu perekonomian keluarga. Berdasarkan hasil pengadian diharapakan Masyarakat dapat tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan dengan menggunakan inovasi baru dan dapat membangun brand image dari produk keripik kelapa.  Training and Sales Strategy for Processed Coconut in the Form of Chips in an Effort to Increase Family Income in Semparu Village  This Community Service in Semaparu village aims for the community to understand material about processing coconuts in the form of chips and the community to understand marketing strategies for coconut chips. This activity was attended by village staff and the Semaparu village PKK totaling 20 participants. The implementation method in community service is the lecture/tutorial and practical method. The results obtained from community service in Semaparu village are that marketing strategies can help the community to market their products correctly and gain profits from the results of their products, and the community can improve their skills from training in coconut processing and help the family economy. Based on the results of the trial, it is hoped that the community can continue activities using new innovations and can build a brand image of coconut chips product

    Pemberdayaan Kreativitas Guru Sekolah Indonesia Di Malaysia Melalui Mobile Learning Berbantuan Smart Apps Creator Untuk Mendukung Implementasi Pembelajaran Terdiferensiasi

    No full text
    Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendukung pemberdayaan kreativitas guru Sekolah Indonesia di Malaysia melalui penggunaan Mobile Learning dengan Smart Apps Creator untuk implementasi pembelajaran terdiferensiasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah 20 guru Sekolah Indonesia di Malaysia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penilaian awal kesiapan guru, seminar tentang mobile learning dan pembelajaran terdiferensiasi, workshop pengembangan konten menggunakan Smart Apps Creator, serta evaluasi dan umpan balik. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 90% guru mampu menggunakan elemen multimedia dalam pembelajaran, 85% guru berhasil mengimplementasikan desain yang mobile-friendly, dan 90% guru mampu menciptakan konten pembelajaran yang relevan dan aktual. Selain itu, 90% guru berhasil berinovasi dalam pengembangan media pembelajaran, melebihi target yang ditetapkan sebesar 70%. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya pelatihan lanjutan dan dukungan berkelanjutan untuk memastikan guru dapat terus mengembangkan dan mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan di Sekolah Indonesia di Malaysia dapat terus ditingkatkan untuk menghadapi tantangan masa depan. Empowering the Creativity of Indonesian School Teachers In Malaysia Through Mobile Learning Assisted by Smart Apps Creator to Support the Implementation of Differentiated Learning  The objective of this project is to support the empowerment of Indonesian school teachers in Malaysia through the use of Mobile Learning with Smart Apps Creator for the implementation of differentiated learning. The project partners are 20 teachers from Indonesian schools in Malaysia. The implementation method includes an initial assessment of teacher readiness, a seminar on mobile learning and differentiated instruction, a workshop on content development using Smart Apps Creator, and evaluation and feedback. The results of this activity show that 90% of teachers are able to use multimedia elements in teaching, 85% successfully implemented mobile-friendly designs, and 90% created relevant and up-to-date learning content. Additionally, 90% of teachers were innovative in developing educational media, exceeding the set target of 70%. Recommendations from this project include the need for ongoing training and continuous support to ensure that teachers can consistently develop and implement innovative and effective teaching methods. This is expected to enhance the quality of education in Indonesian schools in Malaysia to better face future challenges

    Pelatihan Guru IPA SMP Mendesain Media Praktikum Berbasis Physics Education Technology Di Kabupaten Konawe

    No full text
    Program kemitraan masyarakat internal (PKMI) dari LPPM UHO mengatasi masalah yang dihadapi oleh guru sains SMP di Kabupaten Konawe, yang jarang melakukan eksperimen, terutama selama pandemi Covid-19. Kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi laboratorium virtual dan peralatan laboratorium sekolah yang tidak memadai menjadi kendala utama. PKMI bertujuan untuk melatih guru-guru ini merancang media praktikum sains berbasis Physics Education Technology (PhET) Simulation. Pelatihan yang diadakan pada tanggal 7 Oktober 2022 di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Anggaberi ini diikuti oleh 19 peserta. Metode pelatihan meliputi tiga tahap: perencanaan (Plan), pelaksanaan (Do), dan refleksi (See). Analisis awal menunjukkan bahwa 78,9% peserta belum pernah menggunakan PhET untuk praktikum sains. Setelah pelaksanaan PKMI, 78,9% peserta menganggap materi pelatihan sangat membantu dalam mengatasi masalah praktikum sains. Selain itu, 73,7% menganggap materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan pengajaran sains saat ini. Kemampuan peserta dalam merancang eksperimen berbasis PhET dikategorikan sangat baik (52,6%), baik (31,6%), dan cukup baik (15,8%). Respon peserta terhadap pelaksanaan PKMI sangat positif, dengan 78,9% menyatakan sangat puas. Keberhasilan ini didukung oleh kemampuan tim PKM dalam membimbing peserta, yang dinilai sangat mampu oleh 84,2% peserta.  Training Junior High School Science Teachers to Design Practical Media Based on Physics Education Technology in Konawe Regency The internal community partnership program (PKMI) from LPPM UHO addresses issues faced by junior high school science teachers in Konawe Regency, who rarely conduct experiments, especially during the Covid-19 pandemic. Teachers' lack of ability to use virtual laboratory technology and insufficient school laboratory equipment were significant obstacles. PKMI aimed to train these teachers to design science practical media based on Physics Education Technology (PhET) Simulation. The training, held on October 7, 2022, at SMP Negeri 1 Anggaberi's Computer Laboratory, involved 19 participants. The method included three stages: planning (Plan), implementation (Do), and reflection (See). Initial analysis showed that 78.9% of participants had never used PhET for science practicums. After PKMI implementation, 78.9% of participants found the training material very helpful in addressing science practicum issues. Additionally, 73.7% deemed the training material highly suitable for current science teaching needs. Participants' ability to design PhET-based experiments was categorized as very good (52.6%), good (31.6%), and quite good (15.8%).The participants' response to PKMI implementation was overwhelmingly positive, with 78.9% expressing high satisfaction. This success is attributed to the PKM team's capability, rated very capable by 84.2% of participants

    Sosialisasi Pentingnya Sertifikasi Halal untuk Meningkatkan Mutu Produk Keripik KWT Nine Seru

    No full text
    KWT Nine Seru telah memproduksi berbagai jenis keripik sejak lama, namun produk ini belum memiliki sertifikat halal. Padahal kepemilikan sertifikat halal pada suatu produk cukup mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli barang. Kelompok ini menghadapi permasalahan karena kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya sertifikasi halal produk serta belum adanya pengetahuan dan pengalaman dalam mengurus pengajuan sertifikat halal. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan mutu produk keripik KWT Nine Seru. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, implementasi dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi ini telah berhasil dilaksanakan dan mendapatkan respon yang baik dari peserta. Hasil pre-test dan post-test peserta menunjukkan bahwa peserta telah sepenuhnya memahami pentingnya keberadaan label halal pada kemasan makanan dan pentingnya pemeriksaan keberadaan label halal dalam kemasan makanan atau minuman yang akan dikonsumsi. Peserta juga telah mendapatkan informasi mengenai adanya perubahan logo halal, tata cara pengajuan sertifikasi halal dan gambaran dokumen yang dibutuhkan dalam pengajuan tersebut. Socialization of the Importance of Halal Certification to Improve the Quality of KWT Nine Seru Chips Products KWT Nine Seru has been producing various types of chips for a long time, but this product does not yet have a halal certificate. In fact, having a halal certificate on a product is quite influential in consumer decisions in purchasing goods. This group faces problems due to a lack of knowledge about the importance of halal certification of products and the lack of knowledge and experience in managing halal certificate applications. Therefore, the purpose of this activity is to socialize the importance of halal certification to improve the quality of KWT Nine Seru chip products. Community service activities are carried out using lecture and question and answer methods consisting of three stages, namely preparation, implementation and evaluation. This socialization activity has been successfully implemented and received a good response from the participants. The results of the pre-test and post-test of participants showed that participants fully understood the importance of the existence of a halal label on food packaging and the importance of checking the existence of a halal label on food or beverage packaging that will be consumed. Participants have also received information about changes in halal logic, procedures for submitting halal certification and an overview of the documents needed in the application.

    Pelatihan Pembuatan Konten Edukasi Berbahasa Inggris di Panti Asuhan

    No full text
    Pelatihan Pembuatan Konten Edukasi Berbahasa Inggris di Panti Asuhan di Surabaya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak-anak panti asuhan melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan pendekatan komunikatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah workshop intensif yang melibatkan pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru di panti asuhan dalam penggunaan media dan metode pembelajaran yang inovatif. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah satu panti asuhan di Surabaya yang menampung anak-anak dengan keterbatasan akses pendidikan. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, catatan lapangan, serta kuis dan tes evaluasi untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan bahasa Inggris siswa dengan rata-rata skor meningkat dari 60 menjadi 80, serta N-Gain sebesar 0,50. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah metode pembelajaran yang diterapkan efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris siswa, meskipun masih diperlukan peningkatan dalam pemanfaatan teknologi dan manajemen waktu. Rekomendasi untuk pelatihan selanjutnya mencakup peningkatan pendampingan teknologi bagi guru dan penyesuaian materi untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran berbasis audio. Pelatihan ini berpotensi untuk direplikasi di panti asuhan lain dengan penyesuaian sesuai kebutuhan setempat. English Language Educational Content Creation Training at Orphanages. The English Language Educational Content Creation Training at an Orphanage in Surabaya aims to enhance the English language skills of children in the orphanage through enjoyable learning methods and a communicative approach. The implementation method involved intensive workshops that provided training and mentoring for the orphanage teachers in using innovative teaching media and methods. The partner involved in this program is an orphanage in Surabaya, which accommodates children with limited access to education. Data collection instruments included observations, field notes, as well as quizzes and evaluation tests to measure students' understanding before and after the training. The training results showed a significant improvement in students' English language skills, with the average score increasing from 60 to 80 and an N-Gain of 0.50. The conclusion from this training is that the applied teaching methods were effective in enhancing students' English skills, although improvements are needed in the use of technology and time management. Recommendations for future training include increasing technological mentoring for teachers and adjusting materials for students who face difficulties with audio-based learning. This training has the potential to be replicated in other orphanages with adjustments based on local needs

    Pengembangan Sistem Informasi Pengelolaan Data Warga RT 42 sebagai Inisiatif Pemberdayaan Komunitas Digital

    No full text
    Tujuan dari PKM ini adalah mengembangkan Sistem Informasi Pengelolaan Data Warga untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan keterlibatan warga di RT.42, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Mitra utama adalah pengurus dan warga RT.42 yang mengalami kendala dalam pengelolaan data secara manual. Metode yang digunakan meliputi perancangan, pengembangan, dan pelatihan penggunaan sistem informasi kepada warga dan pengurus. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan data dan penyampaian informasi yang lebih cepat. Rekomendasi diberikan untuk pemeliharaan sistem dan pengembangan fitur tambahan guna mendukung tata kelola yang lebih baik di lingkungan RT. Development of RT 42 Resident Data Management Information System as a Digital Community Empowerment Initiative The purpose of this PKM is to develop a Citizen Data Management Information System to enhance administrative efficiency and citizen engagement in RT.42, Gunung Bahagia Subdistrict, South Balikpapan. The main partners are the RT.42 administrators and residents, who face challenges in managing data manually. The methodology includes the design, development, and training on the information system for residents and administrators. Results indicate improved efficiency in data management and faster dissemination of information. Recommendations are provided for system maintenance and feature enhancements to support better governance in the RT environmen

    Pemberdayaan Pendidikan Melalui Pembentukan Rumah Belajar untuk Anak Pesisir: Program Penguatan Literasi Dasar dan Numerasi di Kec.Tallo Kota Makassar

    No full text
    Pendidikan merupakan salah satu pilar utama pembangunan manusia, namun disparitas pendidikan di wilayah perkotaan dan pesisir, seperti di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, masih menjadi tantangan besar. Rendahnya tingkat literasi dan numerasi anak-anak pesisir menjadi perhatian utama, diperburuk oleh kurangnya fasilitas pendidikan, tenaga pengajar, dan dukungan belajar di rumah. Program pengabdian ini bertujuan membentuk rumah belajar sebagai pusat pendidikan gratis yang mendukung peningkatan literasi dasar (CALISTUNG) bagi siswa kelas 1–3 SD dan penguatan bahasa Inggris serta matematika bagi siswa kelas 4–6 SD. Kegiatan berlangsung selama enam bulan, menggunakan metode pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Anak-anak dibagi dalam kelompok kecil berdasarkan kemampuan, dengan tujuan meningkatkan fokus dan efektivitas belajar. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi dasar hingga 70% dan penguasaan matematika serta bahasa Inggris hingga 60%. Hasil ini menegaskan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dan pentingnya dukungan kolaboratif dari mitra strategis seperti PT Pelindo Makassar. Program ini tidak hanya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 terkait pendidikan berkualitas dan inklusif, tetapi juga menjadi model pemberdayaan pendidikan yang relevan untuk wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Educational Empowerment Through the Establishment of Learning Homes for Coastal Children: Basic Literacy and Numeracy Strengthening Program in Tallo District, Makassar City Education is one of the main pillars of human development, yet disparities in education between urban and coastal areas, such as in Tallo District, Makassar City, remain a significant challenge. The low literacy and numeracy levels among coastal children are of primary concern, exacerbated by limited educational facilities, inadequate teaching staff, and lack of support for learning at home. This community engagement program aims to establish a learning center as a free educational hub to enhance basic literacy (CALISTUNG) for 1st–3rd grade students and strengthen English and mathematics skills for 4th–6th grade students. The program was conducted over six months, utilizing interactive teaching methods designed to create an enjoyable learning environment. Children were grouped into small clusters based on their abilities to improve focus and learning effectiveness. The program evaluation revealed significant improvements, with literacy skills increasing by up to 70% and mathematics and English proficiency by 60%. These results highlight the effectiveness of community-based approaches and the importance of collaborative support from strategic partners, such as PT Pelindo Makassar. This program not only supports the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4 on inclusive and quality education but also serves as a relevant educational empowerment model for other coastal regions in Indonesia

    Pemberdayaan Santriwati Pondok Pesantren Qamarul Huda untuk Meningkatkan Peran dan Kontribusi Remaja dalam Pencegahan Stunting

    No full text
    Abstrak Salah satu faktor penyebab terjadinya stunting adalah kondisi ibu pada saat remaja. Pondok pesantren sebagai salah satu institusi formal bagi para remaja putri dapat menjadi media penyebaran informasi guna mengatasi pemasalahan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan pemberdayaan kepada santriwati sehingga diharapkan santriwati yang telah mendapatkan pemberdayaan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) khususnya bagi rekan sebayanya. Adanya pertukaran informasi antar rekan sebaya akan mempermudah informasi tersebut untuk diterima, difahami dan diyakini dalam mempercepat proses perubahan perilaku. Sehingga harapannya semakin luas informasi yang tersebar ke masyarakat akan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya dalam peningkatan kesehatan keluarga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan yang dilakukan kepada 25 orang santriwati di Pondok Pesantren Qamarul Huda. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang  stunting, kesehatan dan gizi remaja, perencanaan keluarga, peran remaja dalam pencegahan stunting, kesehatan reproduksi dan pernikahan dini serta teknik komunikasi dan konseling sebesar  26,80 atau 53,54%. Langkah berikutnya diperlukan sebuah wadah dalam bentuk komunitas untuk menyebarluaskan informasi terkait stunting kepada sesama santriwati dan masyarakat luas. Empowering Female Students at Qamarul Huda Islamic Boarding School to Increase the Role and Contribution of Teenagers in Preventing Stunting One of the factors of stunting is mother’s condition when she was a teenager. Islamic boarding schools as a formal institution for young women can be a medium for disseminating information to overcome these problems. The aim of this service is to empower female students so that it is hoped that female students who have received empowerment can become agents of change, especially for their peers. The exchange of information between peers will make it easier for this information to be received, understood and believed in, accelerating the process of behavior change. So it is hoped that the wider the information that is spread to the public will increase public awareness, especially in improving family health. The method used in this activity was counseling carried out to 25 female students at the Qamarul Huda Islamic Boarding School. From the results of this service activity, it was found that there was an increase in teenagers' knowledge about stunting, teenage health and nutrition, family planning, the role of teenagers in preventing stunting, reproductive health and early marriage as well as communication and counseling techniques by 26.80 or 53.54%. The next step requires a forum in the form of a community to disseminate information related to stunting to fellow female students and the wider community

    Sosialisasi dan Edukasi Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan pada Siswa SMPN 5 Kubu Raya

    No full text
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mensosialisasikan mitigasi bencana kebakaran kepada siswa SMPN 5 Kubu Raya yang berlokasi di wilayah Tebang Kacang. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa SMPN 5 Kubu Raya, dengan jumlah mitra sebanyak 30 orang siswa. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi ceramah edukatif, pemutaran video edukatif, dan simulasi pemadaman kebakaran. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada siswa tentang risiko kebakaran hutan dan cara-cara pencegahannya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai mitigasi kebakaran, dengan peningkatan pemahaman dari rata-rata kurang dari 50% menjadi lebih dari 80%. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda, dalam upaya pencegahan kebakaran hutan. Edukasi yang terus-menerus dan kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif yang lebih efektif untuk melindungi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Socialization and Education on Forest Fire Disaster Mitigation among SMPN 5 Kubu Raya Students This community service activity (PKM) aims to socialize disaster mitigation for forest fires to students of SMPN 5 Kubu Raya, located in the Tebang Kacang area. The partners in this activity are 30 students from SMPN 5 Kubu Raya. The implementation methods include educational lectures, educational video screenings, and fire extinguishing simulations. This activity is designed to provide students with understanding and practical skills regarding forest fire risks and prevention measures. The results show a significant increase in students' understanding of fire mitigation, with comprehension levels rising from an average of less than 50% to over 80%. Recommendations from this activity emphasize the need for continuous education and active community involvement, especially among the younger generation, in forest fire prevention efforts. Ongoing education and collaboration with various stakeholders are expected to enhance awareness and more effective preventive actions to protect ecosystems and community well-being

    Pelatihan Menggunakan Question.AI dalam Membantu Bapak/Ibu Warga Aik Are Mendampingi Belajar Anaknya di Rumah

    No full text
    Pelatihan penggunaan aplikasi Question.AI di Dusun Aik Are bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi warga dalam mendampingi pembelajaran anak-anak di rumah, khususnya pada mata pelajaran matematika. Metode pelaksanaan mencakup pendataan peserta, sosialisasi, dan pelatihan langsung dengan pendekatan direct instruction. Kegiatan ini melibatkan fasilitator dari Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) yang memberikan panduan teknis, mulai dari instalasi aplikasi hingga penggunaannya. Mitra utama pelatihan adalah warga Dusun Aik Are yang memiliki keterbatasan akses teknologi pendidikan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam menggunakan aplikasi Question.AI, dengan 100% peserta menyatakan pelatihan efektif membantu instalasi dan penggunaan aplikasi. Dampak positif mencakup meningkatnya kepercayaan diri warga dalam mendampingi pembelajaran anak-anak dan terciptanya budaya belajar berbasis teknologi di rumah. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi teknologi warga dan memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas. Rekomendasi meliputi perluasan materi pelatihan untuk mencakup aplikasi pembelajaran lain dan evaluasi keberlanjutan dampak pelatihan. Training Using Question.AI to Help Aik Are Residents Accompany Their Children's Learning at Home The training on using the Question.AI application in Dusun Aik Are aimed to enhance the community's technological literacy in supporting their children's learning at home, particularly in mathematics. The implementation methods included participant data collection, socialization, and hands-on training using the direct instruction approach. Facilitators from Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) provided technical guidance, from app installation to its usage. The primary partners for the training were the residents of Dusun Aik Are, who faced limited access to educational technology. The results showed improved participant proficiency in using the Question.AI application, with 100% of participants affirming the training's effectiveness in assisting installation and application use. Positive impacts included increased confidence among residents in guiding their children's learning and the establishment of a technology-based learning culture at home. In conclusion, this training successfully improved technological literacy and delivered long-term benefits for the community. Recommendations include expanding the training materials to cover other educational applications and evaluating the sustainability of the training's impact

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇