Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Melalui Edukasi Pengelolaan Sampah
Program pengabdian masyarakat di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang, bertujuan mengatasi permasalahan pengelolaan sampah, di mana wilayah ini menghasilkan 1004,86 ton sampah setiap hari. Tujuan kegiatan meliputi pengenalan teknologi pengepres sampah, peningkatan kesadaran masyarakat, dan mendorong praktik berkelanjutan sesuai SDG 12. Kegiatan melibatkan 30 peserta melalui pendekatan partisipatif, termasuk pengembangan modul dan sesi edukasi, yang meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 75% serta mengurangi sampah tak terkelola sebesar 60% di area percontohan. Tantangan berupa keterbatasan infrastruktur diatasi dengan upaya pengadaan mesin pengepres sampah. Pelatihan praktik direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan sampah.
Community Empowerment in Wonorejo Village, Singosari District, Malang Regency through Waste Management Education
This community service program in Wonorejo Village, Malang Regency, aimed to address significant waste management issues, with the region producing 1004.86 tons of waste daily. Objectives included introducing waste pressing technology, enhancing community awareness, and fostering sustainable waste practices aligned with SDG 12. Activities engaged 30 participants through a participatory approach, including module development and education sessions, resulting in a 75% increase in community knowledge and a 60% reduction in unmanaged waste in pilot areas. Challenges included limited infrastructure, with efforts to procure a waste pressing machine ongoing. Practical training is recommended to further enhance waste management skills
Pengembangan Bisnis UMKM melalui Perolehan Nomor Induk Bisnis (NIB) dan Keikutsertaan dalam Pameran UMKM di Kecamatan Ciledug
Pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sudah tidak dapat terelakkan, oleh karena itu, UMKM perlu mendapat perlindungan secara legal. Agar UMKM mendapat perlindungan tersebut, diperlukan adanya kepastian dan keamanan dari segi hukum dalam menjalankan usahanya. Untuk mendukung upaya ini, pemerintah Republik Indonesia memberikan fasilitas yaitu menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat diajukan melalui suatu platform bernama Online Single Submission (OSS). Dalam proses pendaftaran NIB ini, banyak UMKM di Kecamatan Ciledug, Tangerang, Banten, mengalami kesulitan dalam penyiapan dan pengumpulan dokumen, serta proses pengunggahan dokumen melalui OSS tersebut. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat yang bermitra dengan koordinator UMKM menyelenggarakan kegiatan pendampingan dalam pendaftaran NIB melalui OSS. Adapun aktivitas pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam proses perolehan NIB UMKM. Pendampingan ini dilakukan dengan metode welfare approach, yang terdiri dari sosialisasi NIB, pengumpulan dokumen pendaftaran, pendampingan OSS, dan evaluasi. Acara ini dihadiri oleh 33 peserta yang merupakan pelaku UMKM di Ciledug. Hasil dari acara ini adalah diperolehnya NIB UMKM yang diterbitkan sesuai kegiatan usaha/bidang usaha dan tertera pada sistem OSS. Setelah memperoleh OSS, pendampingan dilanjutkan untuk mempersiapkan UMKM ikut serta dalam Gerai UMKM Kecamatan Ciledug. Manfaat dari aktivitas pendampingan ini adalah peningkatan jejaring pemasaran dan peluang pengembangan bisnis UMKM melalui keikutsertaan dalam acara pameran atau gerai UMKM yang diadakan oleh Dinas Koperasi setempat. Rekomendasi yang muncul untuk kegiatan selanjutnya setelah diterbitkannya NIB adalah optimalisasi pemasaran melalui jejaring pemasaran yang lebih luas menggunakan akses yang didapatkan dari proses perolehan legalitas
Edukasi Rekam Medis Elektronik Sebagai Upaya Transformasi Kesehatan Digital Di Puskesmas Selogiri
Masalah yang dihadapi dalam pengabdian masyarakat di Puskesmas Selogiri adalah kurangnya pemahaman staf terhadap implementasi rekam medis elektronik (RME). Hal ini diperparah oleh minimnya partisipasi staf dalam sosialisasi dan pelatihan terkait RME yang diselenggarakan oleh dinas kesehatan dan organisasi profesi. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman staf Puskesmas Selogiri tentang RME untuk mendukung transformasi kesehatan digital. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode penyuluhan yang melibatkan tahapan identifikasi permasalahan, persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah seluruh staf Puskesmas Selogiri, termasuk kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan staf administrasi. Sebanyak 63 orang terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari berbagai profesi seperti dokter, perawat, dan staf lainnya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman staf terhadap RME. Data kuantitatif dari pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata nilai total dari 46,17 menjadi 88,35. Data kualitatif dari diskusi dan observasi mengindikasikan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman staf mengenai RME, yang dapat mendukung keberhasilan implementasi RME di Puskesmas Selogiri. Rekomendasi yang dihasilkan adalah perlunya pelatihan lanjutan mengenai alih media dari rekam medis berbasis kertas menjadi elektronik untuk memastikan kelancaran implementasi dan keberlanjutan program. Pelatihan tambahan juga dapat meningkatkan kesiapan dan keterampilan staf dalam menghadapi tantangan teknologi kesehatan di masa depan.
Electronic Medical Records Education to Accelerate Digital Health Transformation at Selogiri Community Health Center
The main issue addressed in the community service program at Selogiri Community Health Center was the limited understanding of staff regarding the implementation of electronic medical records (EMR). This issue was exacerbated by the low participation of staff in EMR-related training and socialization conducted by health authorities and professional organizations. The goal of this initiative was to enhance the knowledge and understanding of Selogiri Community Health Center staff about EMR to support digital health transformation. The implementation method employed was the counseling method, involving stages of problem identification, preparation, implementation, monitoring, and evaluation.The partners involved in this activity were the entire staff of Selogiri Community Health Center, including the head of the health center, healthcare professionals, and administrative staff. A total of 63 participants were involved, comprising various professions such as doctors, nurses, and other staff members. The results of this program indicated a significant increase in staff understanding of EMR. Quantitative data from pre-test and post-test assessments showed an increase in the average total score from 46.17 to 88.35. Qualitative data from discussions and observations indicated increased enthusiasm and active participation among participants during the training sessions.The conclusion of this program is that the counseling method is effective in improving staff understanding of EMR, which can support the successful implementation of EMR at Selogiri Community Health Center. The recommendations derived from this activity include the need for further training on the transition from paper-based medical records to electronic records to ensure the smooth implementation and sustainability of the program. Additional training can also enhance staff readiness and skills in facing future challenges related to health technology
Penguatan Kapasitas Guru Dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi di Sekolah Dasar Se-Kecamatan Praya Barat Daya
Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar di Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Mitra dalam program ini adalah sepuluh sekolah dasar dengan total partisipasi 50 guru. Metode pelaksanaan melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan, pelatihan intensif, pendampingan mentor-mentee, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknologi para guru. Sebelum pelatihan, 75% guru kurang percaya diri menggunakan aplikasi pembelajaran, namun setelah pelatihan, lebih dari 85% guru merasa lebih percaya diri dan terampil. Selain itu, partisipasi dan hasil belajar siswa juga meningkat, dengan nilai rata-rata kelas meningkat sekitar 15%. Rekomendasi dari program ini adalah pentingnya penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan institusi pendidikan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Pendekatan holistik dan kolaboratif yang diterapkan terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan keterampilan teknologi di kalangan guru, menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan interaktif bagi siswa.
Strengthening Teacher Capacity in Technology-Based Learning in Elementary Schools in Praya Barat Daya District, Central Lombok Regency
The purpose of this Community Service (PKM) activity is to improve teacher competence in technology-based learning in elementary schools in Praya Barat Daya District, Central Lombok Regency. Partners in this program are ten elementary schools with a total participation of 50 teachers. The implementation method involves needs analysis, planning, intensive training, mentor-mentee assistance, and ongoing evaluation. The results show a significant increase in teachers' technology skills. Before the training, 75% of teachers were less confident in using learning applications, but after the training, more than 85% of teachers felt more confident and skilled. In addition, student participation and learning outcomes also increased, with the average class score increasing by around 15%. The recommendations of this program are the importance of providing adequate technology infrastructure, ongoing training, and support from educational institutions to ensure the sustainability and effectiveness of the use of technology in learning. The holistic and collaborative approach applied has proven effective in bridging the gap in technology skills among teachers, creating a more dynamic and interactive learning environment for students.
Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Dalam Mewujudkan Kerukunan Interen Umat Hindu Di Pura Giri Prajanatha
Pengabdian kepada Masyarakat adalah salah satu tugas yang harus dilaksanakan oleh semua dosen dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan adanya dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Tim Dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Umat Hindu di Kabupaten Sigi khususnya merasa lebih tersentuh dan diperhatikan keberadaannya. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memberikan teori dan praktek mengenai keagamaan. Metode yang digunakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) seperti; penyuluhan (dharmawacana), pembinaan, kerja bakti, persembahyangan bersama, penyerahan dana punia, Cendramata berupa pakaian Pinandita, dan wastra untuk Pura. Waktu dan Tempat pelaksanaan pada tanggal 17-19 Juni 2023, di Pura Giri Prajanatha Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, pada hari suci tilem, yang disambut dengan suka cita dan ramah oleh pengurus Pura, PHDI, Ketua kerukunan umat, dan Seluruh Umat Hindu Kabupaten Sigi. Hasil diperoleh dalam kegiatan Pengabdian kepda Masyarakat ini diantara peningkatan pemahaman, perubahan perilaku dan komunitas yang aktif.
Implementation Of Tri Hita Karana Teachings In Realizing Internal Harmony Of The People At Giri Prajanatha Pura, Central Sulawesi
Community Service is one of the tasks that must be carried out by all lecturers in implementing the Tri Dharma of Higher Education. By carrying out Community Service activities by the Team from the Hindu Dharma Sentana College of Central Sulawesi, Hindus in Sigi Regency in particular feel more touched and cared for. its existence. The purpose of choosing this location is to provide theory or material regarding religion. The methods used are Community Service activities such as counseling (dharmawacana), coaching, community service, group prayers, handing over of punia funds, souvenirs in the form of Pinandita clothing, and wastra for temples. Time and place of implementation on June 17-19 2023, at Giri Prajanatha Temple, Sigi Regency, Central Sulawesi Province, on the holy day of tilem, which was welcomed with joy and friendliness by the temple administrators, PHDI, Head of Community Harmony, and all Hindus in Sigi Regency. The results obtained in this Community Service activity can be carried out in a sustainable manner, synergy can always be maintained well and smoothly
Edukasi Gizi Remaja dan Pencegahan Stunting
Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Trend masalah kesehatan pada remaja antara lain kekurangan zat besi (anemia), kurang tinggi badan, kurang energi kronis dan obesitas. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita dengan ditandai tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Penyebab stunting multidimensi dimana salah satunya adalah gizi ibu mulai dari masa remaja. Gizi Remaja putri yang buruk menyebabkan peningkatan kejadian stunting. Pengetahuan tentang gizi pada remaja sangat penting karena akan berdampak pada jangka panjang terhadap derajat kesehatan. Pengetahuan remaja yang baik tentang gizi berkolerasi dengan kesehatan dilihat dari status gizi yang juga baik. Untuk membekali remaja dalam pengetahuan gizi dan pencegahan stunting maka pengabdian masyarakat perlu dilakukan. Kegiatan bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran dalam menerapkan gizi seimbang pada remaja dan pencegahan stunting di Pesantren Yayasan Lima Menara. Pemberian edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Evaluasi pre dan post-test dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Hasil yang diperoleh adanya peningkatan pengetahuan sebagian besar (70%) cukup, dengan nilai rata-rata 71,8. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi/penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta.
Adolescent Nutrition Education and Stunting Prevention
Adolescence is a transition period from children to teenagers. Trends in health problems in adolescents include iron deficiency (anemia), lack of height, chronic lack of energy and obesity. Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter body height compared to children their age. The causes of stunting are multidimensional, one of which is maternal nutrition starting from adolescence. Poor nutrition among young women causes an increase in the incidence of stunting. Knowledge about nutrition in adolescents is very important because it will have a long-term impact on health status. Adolescents' good knowledge about nutrition is correlated with health as seen from their good nutritional status. To equip teenagers with nutritional knowledge and stunting prevention, community service needs to be carried out. The activity aims to increase knowledge and awareness in implementing balanced nutrition for teenagers and preventing stunting at the Lima Menara Foundation Islamic Boarding School. Education is provided using lecture and discussion methods. Pre and post-test evaluations are carried out to determine increases in knowledge. The results obtained were that the majority (70%) had a sufficient increase in knowledge, with an average value of 71.8. This shows that education/counseling can increase the knowledge of participants
Penyusunan Rencana Pembelajaran Model Pembelajaran Berbasis Proyek Bagi Pembimbing di SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia
Sanggara Bimbingan (SB) Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia yang didirikan sejak 2022 oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (PCIM), sampai saat ini masih menghadapi berbagai masalah dalam pemberikan layanan pendidikan kepada warga migran Indiensia. Guru pengajar atau tenaga pendidik atau pembimbing di sanggar masih kurang. Kurangnya tenaga pendidik pada lembaga-lembaga pendidikan Indonesia yang ada di Malaysia, berpengaruh terhadap kualitas pendidikannya. Bukan hanya jumlah tenaga pendidik atau pembimbing di sanggar yang masih kurang, tetapi permasalahan metode pembelajaran yang digunakan guru atau tenaga pendidik di SB juga belum sesuai dengan berkembangan tantangan jaman sekarang dan masa yang akan datang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan wawasan pemahaman dan keterampilan pedagogik kepada tenaga pendidik melalui pendidikan dan pelatihan penyusunan RPP Model Pembelajaran Berbasis Projek. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah tenaga pendidik SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia sebanyak 11 orang guru atau pendamping. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendidikan dan latihan atau workshop. Setelah dilakukan pengabdian selama 1 bulan, peserta (guru/pembimbing) SB Kepong memberi respon, yaitu: 1) Sebanyak 60% menyatakan pengabdian kepada masyarakat sangat bermanfaat, 2) Menurut 80% guru/pembimbing materi yang disampaikan sudah sesui, (3) metode penyampaian menurut 40% guru/pembimbing sangat sesuai, dan (4) Sebanyak 60% guru/pembimbing setuju jika pengabdian diadakan lagi dengan masalah yang lain. Kesimpulan dari hasil pengabdian kepada masyarakat Internasional di SB Kepong Kuala Lumpur Malaysia sangat bermanfaat dan perlu dilakukan kembali di masa yang akan datang.
Development Of Project-Based Learning Model Lesson Plans For Supervisors at SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia
Sanggara Guidance (SB) Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia, which was founded in 2022 by the Leadership of the Special Branch of Muhammadiyah Malaysia (PCIM), is still facing various problems in providing educational services to Indonesian migrant citizens. There are still not enough teachers or teaching staff or supervisors in the studio. The lack of teaching staff at Indonesian educational institutions in Malaysia has an impact on the quality of education. Not only is the number of teaching staff or supervisors in studios still lacking, but the problem is that the learning methods used by teachers or teaching staff in SB are also not in line with the development of current and future challenges. This community service aims to provide insight into understanding and pedagogical skills to teaching staff through education and training in preparing RPP Project-Based Learning Models. The target of this community service is SB Muhammadiyah Kepong Kuala Lumpur Malaysia's teaching staff, totaling 11 teachers or assistants. The service methods used are education and training or workshops. After serving for 1 month, SB Kepong participants (teachers/supervisors) responded, namely: 1) As many as 60% stated that community service was very useful, 2) According to 80% of teachers/supervisors the material presented was appropriate, (3) method According to 40% of teachers/supervisors, the delivery was very appropriate, and (4) 60% of teachers/supervisors agreed if the service was held again with other problems. The conclusion from the results of service to the international community at SB Kepong Kuala Lumpur Malaysia is very useful and needs to be done again in the futur
Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas Di Daerah Wisata Sekotong
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini berfokus pada "Membangun Perilaku Masyarakat Sekitar Tambang Emas Dalam Mencegah Penggunaan Merkuri Pada Pengglondong Emas di Daerah Wisata Sekotong". Tujuan utama adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat di Kecamatan Sekotong, khususnya di Desa Taman Baru, untuk mencegah dan mengurangi penggunaan merkuri dalam proses penambangan emas. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 orang yang aktif dalam penggelondongan sebagai mitra langsung. Metode pelaksanaan program ini termasuk tahapan persiapan, pelaksanaan kegiatan pengabdian, dan monitoring serta evaluasi, dengan menggunakan logbook sebagai alat bantu. Kader dilatih untuk melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan monitoring aktivitas penggelondongan. Focus Group Discussions (FGD) diadakan untuk mengumpulkan informasi dari pemangku kepentingan dan masyarakat tentang praktik pengelolaan merkuri dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perilaku masyarakat. Sebanyak 92,3% penggelondong secara konsisten mencuci tangan setelah aktivitas penambangan, dan 69,2% telah memasang pembatas di kolam penampungan limbah. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam penggunaan APD dan penanganan limbah yang aman.
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa intervensi edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan praktik penambangan yang lebih aman dan berkelanjutan di kalangan masyarakat. Rekomendasi untuk masa depan meliputi penguatan kerjasama antara pemerintah, komunitas, dan institusi pendidikan untuk memperluas cakupan edukasi dan memastikan kepatuhan terhadap praktik yang lebih aman serta regulasi yang mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area
This Community Service Activity focuses on "Building Community Behavior Around Gold Mines in Preventing the Use of Mercury in Gold Miners in the Sekotong Tourism Area." The primary goal is to enhance awareness and capabilities among the community in Sekotong Subdistrict, specifically in Taman Baru Village, to prevent and reduce the use of mercury in gold mining processes. The initiative involves approximately 30 active gold miners as direct partners. The implementation method includes preparatory stages, the execution of community service activities, and monitoring and evaluation, utilizing a logbook as a supportive tool. Community facilitators were trained to conduct socialization, education, and monitoring of mining activities. Focus Group Discussions (FGD) were held to gather information from stakeholders and the community about mercury management practices and the use of Personal Protective Equipment (PPE). Results from this activity indicate a significant improvement in community awareness and behavior. Approximately 92.3% of miners consistently washed their hands after mining activities, and 69.2% had installed barriers at waste containment ponds. However, there remains a need for improvement in PPE usage and safe waste handling. The conclusion from this activity is that educational and training interventions can enhance safer and more sustainable mining practices among the community. Future recommendations include strengthening cooperation between the government, community, and educational institutions to expand education coverage and ensure compliance with safer practices and regulations supporting sustainable environmental management.
Literasi Digital Internet Addiction Pada Anak Usia Sekolah
Internet mempunyai banyak dampak positif bagi pengguna terutama terkait dengan peningkatan ilmu dan pengetahuan yang berkembang sesuai kemajuan zaman. Akan tetapi, penggunaan internet berlebihan juga menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan fisik hingga kesehatan mental termasuk pada anak usia sekolah. Oleh karena itu dibutuhkan literasi digital mengenai internet addiction serta penanganannya. Pengetahuan tentang dampak dan bagaimana self-control pada internet addiction sangat penting karena akan berdampak pada jangka panjang terhadap kesehatan anak usia sekolah. Untuk membekali anak usia sekolah dalam pengetahuan internet addiction serta penanganannya maka pengabdian masyarakat perlu dilakukan. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan dalam mengurangi dampak negatif akibat internet addiction pada siswa dan siswi SMK Bhakti Kencana Cileunyi. Pemberian edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi dan sharing sesion. Evaluasi pre dan post-test dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Hasilnya yang diperoleh adanya peningkatan pengetahuan mengenai internet addiction dan penanganannya yang bermakna, dengan nilai p=0,02. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi/penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta.
Internet Addiction Digital Literacy in School Age Children
The internet has many positive impacts on users, especially related to increasing knowledge and knowledge which develops according to the times. However, excessive internet use also has several negative impacts on physical health and mental health, including for school-aged children. Therefore, digital literacy is needed regarding internet addiction and its treatment. Knowledge about the impact and how to self-control internet addiction is very important because it will have a long-term impact on the health of school-aged children. To equip school-age children with knowledge of internet addiction and how to treat it, community service needs to be carried out. The activity aims to increase understanding and application in reducing the negative impact of internet addiction on students of SMK Bhakti Kencana Cileunyi. Providing education is carried out using lecture methods, demonstrations and sharing sessions. Pre and post-test evaluations are carried out to determine increases in knowledge. The results obtained were a significant increase in knowledge about internet addiction and its treatment, with a value of p = 0.02. This shows that education/counseling can increase the knowledge of participants.
Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat Melalui Pembuatan Tanaman Obat Keluarga
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa SMPN 5 Kubu Raya tentang pentingnya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam menjaga kesehatan. Mitra dalam kegiatan ini adalah siswa SMPN 5 Kubu Raya yang berjumlah 20 orang. Metode pelaksanaan terdiri dari penyuluhan, demonstrasi, dan praktek langsung penanaman TOGA di pekarangan sekolah. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang manfaat TOGA, dari 20% sebelum kegiatan menjadi 90% setelah kegiatan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya melanjutkan dan mengembangkan program serupa di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang manfaat TOGA serta mempromosikan pola hidup bersih dan sehat melalui pemanfaatan tanaman obat tradisional.
Socialization of clean and healthy lifestyle through the manufacture of family medicinal plants
This community service activity (PKM) aims to increase the awareness and knowledge of students of SMPN 5 Kubu Raya about the importance of family medicinal plants (Toga) in maintaining health. Mitra in this activity was a student of SMPN 5 Kubu Raya, totaling 20 people. The implementation method consists of counseling, demonstrations, and direct practice of planting toga in the school yard. Evaluation is carried out using a questionnaire before and after activities to measure increased student understanding. The results showed a significant increase in students' understanding of the benefits of Toga, from 20% before the activity became 90% after the activity. The recommendation of this activity is the need to continue and develop similar programs in other schools to increase student awareness and knowledge about the benefits of Toga and promote a clean and healthy lifestyle through the use of traditional medicinal plants.