Empiricism Journal
Not a member yet
    400 research outputs found

    Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Pedesaan di Indonesia

    No full text
    Kebijakan pembangunan pertanian dan pedesaan di Indonesia memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Namun, persoalan yang mendasar adalah fragmentasi kebijakan dan lemahnya efektivitas implementasi di tingkat lokal, sehingga banyak program tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat desa. Kajian literatur sebelumnya lebih banyak menyoroti aspek teknis peningkatan produksi atau ketahanan pangan, tetapi masih terbatas dalam mengulas keterpaduan kebijakan antar sektor serta sinerginya dengan konteks sosial-ekonomi pedesaan. Untuk itu, studi ini mengisi gap literatur dengan menganalisis arah kebijakan terkini melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka, dengan menekankan pada tiga pilar utama: keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pertanian saat ini berfokus pada peningkatan produksi, diversifikasi komoditas, perlindungan lahan, dan adopsi teknologi digital. Sementara itu, kebijakan pedesaan mengedepankan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, dan optimalisasi potensi desa. Tantangan besar yang masih dihadapi meliputi alih fungsi lahan, regenerasi petani yang minim, dan kesenjangan akses teknologi. Studi kasus di berbagai daerah membuktikan bahwa integrasi kebijakan yang adaptif dan partisipatif mampu meningkatkan produktivitas, menekan angka kemiskinan, dan memperkuat ekonomi desa. Secara praktis, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan petani, transformasi agribisnis berbasis kawasan, serta peningkatan literasi digital pertanian. Dengan demikian, rekomendasi kebijakan ini dapat menjadi acuan untuk merancang strategi pembangunan pertanian dan pedesaan yang lebih inklusif, efektif, dan berkelanjutan di Indonesia. Agricultural and Rural Development Policies in Indonesia Abstract Agricultural and rural development policies in Indonesia play a strategic role in addressing the challenges of food security, community welfare, and environmental sustainability. However, fundamental issues are policy fragmentation and weak implementation effectiveness at the local level, resulting in many programs not fully addressing the needs of rural communities. Previous literature reviews have focused primarily on the technical aspects of increasing production or food security, but have been limited in examining the integration of policies across sectors and their synergy with the rural socio-economic context. Therefore, this study fills this gap in the literature by analyzing current policy directions using a qualitative descriptive approach based on a literature review, emphasizing three main pillars: sustainability, community empowerment, and technology development. The results indicate that current agricultural policies focus on increasing production, diversifying commodities, protecting land, and adopting digital technology. Meanwhile, rural policies prioritize infrastructure development, empowering local economies, and optimizing village potential. Major challenges still faced include land conversion, limited farmer regeneration, and disparities in access to technology. Case studies from various regions demonstrate that adaptive and participatory policy integration can increase productivity, reduce poverty, and strengthen village economies. Practically, these findings underscore the importance of strengthening farmer institutions, transforming area-based agribusiness, and improving digital agricultural literacy. Therefore, these policy recommendations can serve as a reference for designing more inclusive, effective, and sustainable agricultural and rural development strategies in Indonesia

    Pengawasan Sistem Pigging Cerdas pada Pemeriksaan Pipa Saluran Bahan Bakar dari Tangki Penampung ke Terminal Pengisian

    No full text
    Sistem intelligent pigging telah muncul sebagai teknologi penting untuk inspeksi in-line (ILI) pada jaringan pipa. Makalah ini memfokuskan ILI pada jaringan pipa bahan bakar hilir dari tangki penyimpanan ke stasiun pengisian. Makalah ini menawarkan metode non-intrusif untuk menilai integritas struktural, mendeteksi anomali, dan memastikan keselamatan operasional. Studi ini menyelidiki mekanisme sistem pemeriksaan pigging cerdas, dengan fokus pada akuisisi data dengan waktu yang tepat, pelayanan akurat, dan pengawasan adaptif dalam jaringan pipa yang kompleks. Sistem ini menggabungkan beberapa pengandaian penginderaan melalui kebocoran fluks magnetik (MFL) untuk memungkinkan memeriksa dalam pipa secara menyeluruh. Penekanan ditempatkan pada perancangan pengawasan algoritma yang mengelola kecepatan pig, menghubungkan sensor, dan perundingan rintangan dalam berbagai kondisi pipa bahan bakar. MFL berkaitan dengan pemrosesan sinyal, efisiensi daya dan komunikasi data di lingkungan yang terbatas. Hasil MFL menunjukkan metoda pengawasan efektif yang diusulkan dalam meningkatkan penemuan akurat dan keandalan operasional. Hasilnya menunjukan peningkatan manajemen integritas pipa dan mendukung praktik pemeliharaan prediktif di sektor transportasi bahan bakar. Intelligent Pigging System Supervision in Inspection of Fuel Line Pipeline from Storage Tank to Filling Terminal Abstract Intelligent pigging systems have emerged as an important technology for in-line inspection (ILI) of pipelines. This paper focuses on ILI in downstream fuel pipelines from storage tanks to filling stations. It proposes a non-intrusive method to assess structural integrity, detect anomalies, and ensure operational safety. This study investigates the mechanism of an intelligent pigging inspection system, focusing on timely data acquisition, accurate service, and adaptive monitoring in complex pipelines. The system combines multiple sensing modalities via magnetic flux leakage (MFL) to enable comprehensive in-pipe inspection. Emphasis is placed on designing a monitoring algorithm that manages pig speed, sensor coupling, and obstacle negotiation under various fuel pipeline conditions. MFL deals with signal processing, power efficiency, and data communication in a confined environment. The MFL results demonstrate the effectiveness of the proposed monitoring method in improving accurate detection and operational reliability. The results demonstrate the improvement of pipeline integrity management and support predictive maintenance practices in the fuel transportation sector

    Survei Persepsi Masyarakat Terhadap Implementasi Inovasi Pelayanan di Pemerintah Kecamatan Jereweh

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap efektivitas implementasi inovasi pelayanan di Pemerintah Kecamatan Jereweh, sebuah isu yang krusial namun belum banyak dikaji secara mendalam pada konteks lokal tingkat kecamatan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan selama periode Maret-Mei 2025 melalui wawancara mendalam dengan 3 kelompok informan kunci yang dipilih secara purposif (pejabat kecamatan, pengguna layanan, tokoh masyarakat), observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat secara umum positif, didorong oleh manfaat nyata seperti peningkatan kecepatan, kemudahan, dan transparansi layanan. Faktor-faktor kunci yang memengaruhi persepsi positif meliputi manfaat langsung inovasi, kualitas interaksi dengan petugas yang ramah dan kompeten, serta kejelasan informasi. Namun, implementasi ini masih menghadapi tantangan inklusivitas yang signifikan, di mana kelompok rentan (lansia, disabilitas, dan warga di area dengan infrastruktur digital minim) mengalami kesenjangan akses. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan teknis sebuah inovasi harus diimbangi dengan upaya menjamin pemerataan akses untuk mewujudkan pelayanan publik yang benar-benar inklusif. Public Perception on the Implementation of Public Service Innovation in Jereweh District Abstract This study aims to analyze public perceptions of the effectiveness of service innovation implementation in the Jereweh District Government, a crucial issue that has not been widely studied in depth in the local context at the sub-district level. Using descriptive qualitative methods, data were collected during March-May 2025 through in-depth interviews with three purposively selected key informant groups (sub-district officials, service users, community leaders), observations, and documentation studies. Data were analyzed using thematic analysis techniques. The results indicate that public perceptions are generally positive, driven by tangible benefits such as increased speed, convenience, and transparency of services. Key factors influencing positive perceptions include the direct benefits of the innovation, the quality of interactions with friendly and competent officers, and the clarity of information. However, this implementation still faces significant inclusivity challenges, where vulnerable groups (the elderly, people with disabilities, and residents in areas with minimal digital infrastructure) experience access gaps. These findings emphasize that the technical success of an innovation must be balanced with efforts to ensure equitable access to truly inclusive public services

    Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Modayag Barat

    No full text
    Pemberian kolostrum pada bayi baru lahir merupakan langkah penting dalam mendukung kesehatan dan menurunkan risiko kematian neonatal. Meski demikian, perilaku ibu dalam pemberian kolostrum masih bervariasi di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi pemberian semua kolostrum sebesar 83,0%, sedangkan di Provinsi Sulawesi Utara hanya 70,5%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Modayag Barat. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study pada 42 ibu yang memiliki bayi berusia 0–6 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan (p = 0,000 < 0,005) dan sikap (p = 0,000 < 0,005) berhubungan signifikan dengan pemberian kolostrum. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam memperkuat pemahaman mengenai faktor perilaku ibu yang memengaruhi pemberian kolostrum, serta dapat menjadi dasar bagi upaya promosi kesehatan di tingkat komunitas. The Relationship Between Mothers’ Knowledge and Attitudes Toward Colostrum Administration in Newborns in the Working Area of Modayag Barat Public Health Center Abstract Colostrum feeding in newborns plays a crucial role in supporting infant health and reducing neonatal mortality. However, maternal behavior regarding colostrum feeding still varies across Indonesia. According to the 2023 Indonesia Health Survey (SKI), the prevalence of mothers who provided all colostrum was 83.0%, while in North Sulawesi Province it was only 70.5%. This study aimed to analyze the relationship between mothers’ knowledge and attitudes toward colostrum feeding among newborns in the working area of Modayag Barat Health Center. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 42 mothers with infants aged 0–6 months. Data were collected using questionnaires and analyzed with Fisher’s Exact Test. The results showed a significant relationship between knowledge (p = 0.000 < 0.005) and attitude (p = 0.000 < 0.005) toward colostrum feeding. This study provides a scientific contribution by enhancing understanding of behavioral factors influencing colostrum feeding practices and serves as a basis for community-level health promotion interventions

    Analisis Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Industri Otomotif: Studi Literatur

    No full text
    Setiap hari PT.X menghasilkan ratusan liter limbah cair dari proses produksi dan berpotensi mengancam kestabilan ekosistem, khususnya badan air di sekitar perusahaan. Limbah cair tersebut dikontaminasi oleh tumpahan spray booth yaitu campuran air dengan katalis TEDAL-33 dan debris headliner dari water jet berupa bahan polypropylene (PP), Low Density Polyethylene (LDPE), polyethylene terephthalate (PET), dan glass fiber. Penelitian ini mengisi celah studi sebelumnya yang belum mengkaji integrasi pengendalian mikroplastik dalam sistem IPAL industri otomotif dengan diadakan analisis alat dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan serta air effluent yang dikeluarkan dari sistem IPAL sesuai standar baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 Lampiran XLVII. Penulis menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengobservasi secara langsung proses pengolahan air limbah dan studi literatur untuk mengimplikasikan 5 data sekunder dengan 25 artikel riset yang relevan. Hal ini dilakukan agar penulis mampu mengidentifikasi kekurangan dan akar permasalahan lingkungan yang timbul dari air limbah. Dalam artikel ini ditemukan bahwa air effluent yang dihasilkan oleh sistem IPAL PT.X sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 Lampiran XLVII, dengan 31 parameter memenuhi golongan I dan 2  parameter masuk golongan II, yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD). Namun ada hal teknis yang bisa dibenahi agar mampu mencapai pemanfaatan sistem IPAL yang lebih maksimal dan air limbah yang lebih bersih dari kontaminasi fisik, kimia dan mikrobiologis. Analysis of Wastewater Treatment System Installation in the Automotive Industry: A Literature Review Abstract Every day PT. X generates hundreds of liters of liquid waste from the production process and has the potential to threaten the stability of the ecosystem, especially the water bodies around the company. The liquid waste was contaminated by a spray booth spill, which was a mixture of water with a TEDAL-33 catalyst and headliner debris from the water jet in the form of polypropylene (PP), Low Density Polyethylene (LDPE), polyethylene terephthalate (PET), and glass fiber. This study fills the gap in the previous study that has not examined the integration of microplastic control in the automotive industry WWTP system so that it is necessary through analyzing the equipment in the Wastewater Treatment Plant (WWTP) system used as well as the effluent water discharged from the WWTP system according to the quality standard standards of the Regulation of the Minister of Environment No.5 of 2014 Appendix XLVII. The author uses a descriptive analysis method to directly observe the wastewater treatment process and a literature study to implicate 5 secondary data with 25 relevant research articles. This is done so that the author is able to identify the shortcomings and roots of environmental problems arising from wastewater. In this article, it was found that the effluent water produced by the PT. X is in accordance with the Regulation of the Minister of Environment No.5 of 2014 Appendix XLVII, with 31 parameters meeting group I and 2 parameters in group II, namely Chemical Oxygen Demand (COD) and Biological Oxygen Demand (BOD). However, there are technical things that can be improved in order to be able to achieve a more optimal utilization of the WWTP system and wastewater that is cleaner from physical, chemical and microbiological contamination

    Dari Kebijakan ke Praktik: Model Implementasi Platform Rapor Pendidikan di SMA dan SMK Kota Jayapura

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi kebijakan pendidikan berbasis data melalui Platform Rapor Pendidikan yang diluncurkan secara nasional, namun implementasinya di Kota Jayapura masih menghadapi kendala teknis dan kelembagaan. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan kebijakan pada tingkat SMA dan SMK, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan model implementasi yang sesuai dengan konteks lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretivis dan desain studi kasus. Subjek penelitian melibatkan 28 informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas aktor kebijakan level makro (pemerintah dan legislatif), meso (dinas pendidikan dan kepala sekolah), dan mikro (guru, operator, komite, serta siswa). Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh SMA dan SMK di Kota Jayapura telah mengadopsi Platform Rapor Pendidikan, tetapi pemanfaatannya masih bersifat administratif dan belum sistematis. Data kuantitatif memperlihatkan fluktuasi capaian, termasuk penurunan literasi, iklim sekolah, dan kesejahteraan siswa. Faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah dan kepemimpinan, infrastruktur dan integrasi data, serta pelatihan dan pendampingan. Hambatan yang muncul mencakup keterbatasan kapasitas guru, ketidakmerataan infrastruktur, beban administrasi, dan rendahnya partisipasi komite sekolah. Penelitian ini menghasilkan model implementasi sembilan pilar dengan lima titik kendali utama: SOP perencanaan berbasis data, verifikasi data bulanan, forum refleksi triwulanan, transparansi hasil, dan penguatan peran komite. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi kebijakan pendidikan berbasis data membutuhkan penguatan kapasitas kelembagaan, tata kelola kolaboratif, dan konsistensi kebijakan lintas level. From Policy to Practice: Modeling the Implementation of the Education Report Card Platform in Jayapura Senior and Vocational High Schools Abstract This study explores the implementation of the Education Report Card Platform in senior high schools and vocational high schools in Jayapura City, Papua, as part of Indonesia’s national policy to strengthen data-driven education planning. The research aims to analyze how the platform is applied at the school level, to identify supporting and inhibiting factors, and to design an implementation model tailored to the local context. Employing a qualitative approach with an interpretivist paradigm and a case study design, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving 28 purposively selected informants from macro (government and legislative), meso (education offices and school leaders), and micro (teachers, operators, committees, and students) levels. Thematic analysis was used to reduce, categorize, and interpret data. Findings indicate that all senior and vocational high schools in Jayapura City have formally adopted the Education Report Card Platform, yet its utilization remains largely administrative and inconsistent. Quantitative indicators show fluctuations, with declines in literacy, school climate, and student well-being. Supporting factors include government commitment, leadership, infrastructure, training, and cross-sector coordination, while barriers involve limited teacher capacity, uneven infrastructure, administrative burdens, and low committee participation. The study proposes a nine-pillar implementation model with five control points: standardized procedures, monthly verification, quarterly reflection forums, transparency, and stronger committee roles. These findings highlight that optimizing data-driven education policy requires institutional capacity building, collaborative governance, and policy coherence across levels

    Model Multivariat Faktor Psikososial sebagai Penentu Keberhasilan Belajar Pendidikan Jasmani di Sekolah Menengah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi, kepercayaan diri, kemandirian belajar, dan tanggung jawab personal–sosial terhadap hasil belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada siswa kelas X di Kecamatan Narmada. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eks-post facto dengan melibatkan 202 siswa yang dipilih melalui teknik sampling Slovin dari dua SMA negeri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert yang tervalidasi untuk keempat prediktor psikososial serta dokumentasi nilai resmi mata pelajaran PJOK, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji asumsi, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat prediktor, motivasi (R² = 0,138), kepercayaan diri (R² = 0,076), kemandirian belajar (R² = 0,151), dan tanggung jawab personal–sosial (R² = 0,149), berhubungan positif dan signifikan dengan hasil belajar PJOK. Pada model multivariat, keempat prediktor secara simultan menjelaskan 20,6% variasi capaian PJOK (R² = 0,206), dengan kemandirian belajar dan tanggung jawab personal–sosial sebagai kontributor terkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang mendukung otonomi serta pendekatan Teaching Personal and Social Responsibility (TPSR) dalam PJOK untuk meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan kemandirian siswa sehingga berdampak pada perbaikan hasil belajar. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan bukti empiris mengenai determinan psikososial hasil belajar PJOK serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan pedagogi berbasis karakter di sekolah menengah Indonesia

    Studi Komparatif Latihan Over Barrier Hop dan Single Leg Hop terhadap Frekuensi Tendangan Depan Atlet Tapak Suci

    No full text
    This study compared the effectiveness of two plyometric modalities Over Barrier Hop (OBH) and Single Leg Hop (SLH) in improving front-kick frequency among adolescent pencak silat athletes while accounting for baseline leg-power strata. Twenty-four athletes completed a four-week intervention (three sessions per week) and underwent pre–post assessments of front-kick frequency and lower-limb power. Descriptively, both groups improved after training, confirming the utility of short-term plyometrics for kick-related performance. Two-way ANOVA revealed no significant interaction between training modality and initial leg-power level and no statistically significant main effect of modality; however, the practical magnitude of the training effect was moderate-to-large, with higher estimated marginal means favoring SLH over OBH. These findings align with the mechanistic rationale and prior evidence supporting unilateral plyometrics to enhance neuromuscular control, reduce inter-limb asymmetry, and improve rate of force development relevant to kick cadence. The absence of an interaction suggests that, within a short time frame, relative benefits of both modalities are broadly similar across leg-power strata. Practically, coaches should combine unilateral and bilateral drills, implement progressive loading, and integrate strength and technique sessions to maximize transfer. Future randomized factorial trials with larger samples, longer interventions, and validated performance metrics (e.g., CMJ/RSI, ground-reaction asymmetry) are warranted to delineate modality superiority and optimize dose–response relationships.Studi ini membandingkan efektivitas dua modalitas plyometrik Over Barrier Hop (OBH) dan Single Leg Hop (SLH) dalam meningkatkan frekuensi tendangan depan di antara atlet pencak silat remaja sambil memperhitungkan strata kekuatan kaki dasar. Dua puluh empat atlet menyelesaikan intervensi empat minggu (tiga sesi per minggu) dan menjalani penilaian pra-pasca frekuensi tendangan depan dan kekuatan tungkai bawah. Secara deskriptif, kedua kelompok membaik setelah pelatihan, mengonfirmasi kegunaan plyometrik jangka pendek untuk kinerja yang berhubungan dengan tendangan. ANOVA dua arah tidak mengungkapkan interaksi yang signifikan antara modalitas pelatihan dan tingkat kekuatan kaki awal dan tidak ada efek utama modalitas yang signifikan secara statistik; namun, besarnya efek pelatihan praktis adalah sedang hingga besar, dengan estimasi rata-rata marginal yang lebih tinggi mendukung SLH daripada OBH. Temuan ini sejalan dengan alasan mekanistik dan bukti sebelumnya yang mendukung plyometrik unilateral untuk meningkatkan kontrol neuromuskular, mengurangi asimetri antar tungkai, dan meningkatkan laju pengembangan gaya yang relevan dengan irama tendangan. Tidak adanya interaksi menunjukkan bahwa, dalam jangka waktu yang singkat, manfaat relatif kedua modalitas secara umum serupa di seluruh strata kekuatan kaki. Secara praktis, pelatih harus menggabungkan latihan unilateral dan bilateral, menerapkan pembebanan progresif, dan mengintegrasikan sesi kekuatan dan teknik untuk memaksimalkan transfer. Uji coba faktorial acak di masa mendatang dengan sampel yang lebih besar, intervensi yang lebih lama, dan metrik kinerja yang tervalidasi (misalnya, CMJ/RSI, asimetri reaksi-tanah) diperlukan untuk menggambarkan keunggulan modalitas dan mengoptimalkan hubungan dosis-respons

    Implementasi Metode Mengajar Convergent dan Divergent untuk Meningkatkan Kebugaran Jasmani serta Motivasi Belajar Pendidikan Jasmani pada Siswa SMPN 2 Sakra

    No full text
    This study aims to examine the effect of convergent and divergent teaching styles on physical fitness and learning motivation of eighth grade students of SMPN 2 Sakra. Based on the main hypothesis, it is expected that there will be significant differences in the improvement of physical fitness and learning motivation between the two teaching styles, both independently and through interaction with the gender variable. The method used was a 2x2 factorial experiment with a sample of 96 students, divided evenly into convergent and divergent groups, and measured through pre-test and post-test physical fitness including 60 m running, sit-ups, pull-ups, and vertical jumps, as well as a Likert-scale learning motivation questionnaire. The results of the Two-Way ANOVA analysis showed that teaching style did not significantly affect changes in physical fitness scores (p > 0.05), but the convergent style showed a tendency to maintain more stable physical performance. Conversely, there was a significant effect of teaching style on learning motivation (p < 0.05), where the convergent style increased student commitment and focus, while the divergent style maintained enthusiasm through freedom of exploration. Analysis of gender effects revealed significant differences in post-test physical fitness between male and female students (p < 0.05), while differences in learning motivation based on gender were not significant. The interaction between teaching style and gender was only significant for physical fitness (p < 0.05), indicating different responses across demographic groups, but not for learning motivation.Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh gaya mengajar convergent dan divergent terhadap kebugaran jasmani serta motivasi belajar siswa kelas VIII SMPN 2 Sakra. Berdasarkan hipotesis utama, diharapkan terdapat perbedaan signifikan pada peningkatan kebugaran jasmani dan motivasi belajar antara kedua gaya mengajar tersebut, baik secara mandiri maupun melalui interaksi dengan variabel jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah eksperimen faktorial 2×2 dengan sampel 96 siswa, terbagi merata ke dalam kelompok convergent dan divergent, serta diukur melalui pre-test dan post-test kebugaran jasmani meliputi lari 60 m, sit-up, pull-up, dan lompat vertikal, serta kuesioner motivasi belajar ber-skala Likert. Hasil analisis Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa gaya mengajar tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan nilai kebugaran jasmani (p > 0,05), namun gaya convergent memperlihatkan kecenderungan pemeliharaan performa fisik yang lebih stabil. Sebaliknya, terdapat pengaruh signifikan gaya mengajar terhadap motivasi belajar (p < 0,05), di mana gaya convergent meningkatkan komitmen dan fokus siswa, sedangkan gaya divergent menjaga antusiasme melalui kebebasan eksplorasi. Analisis efek jenis kelamin mengungkap perbedaan signifikan pada kebugaran jasmani post-test antara siswa laki-laki dan perempuan (p < 0,05), sedangkan perbedaan motivasi belajar berdasarkan jenis kelamin tidak signifikan. Interaksi antara gaya mengajar dan jenis kelamin hanya bermakna pada kebugaran jasmani (p < 0,05), menandakan respons yang berbeda antar kelompok demografis, namun tidak pada motivasi belajar

    TRADISI MUNA PEREMPUAN MBOJO DI DESA RENDA KECAMATAN BELO KABUPATEN BIMA

    No full text
    Tradisi muna atau menenun yang dilakukan oleh perempuan Mbojo di Desa Renda, Kabupaten Bima, merupakan warisan budaya yang kaya makna dan masih bertahan di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses tradisi muna, mengidentifikasi motif-motif kain tenun khas Renda, serta menganalisis manfaat ekonomi dan sosial dari aktivitas menenun. Penelitian menggunakan metode etnografi dengan teknik triangulasi data (wawancara, observasi, dan dokumentasi) terhadap penenun, tokoh adat, dan pelaku ekonomi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses muna terdiri dari tiga tahap utama: persiapan (penyediaan alat dan bahan), pelaksanaan (menghani hingga menenun), dan penutupan (pemberesan alat). Terdapat enam motif utama, yaitu garis, rebung, bunga nanas, bunga satako, kapi keu, dan pado wai, yang memiliki makna simbolik seperti perlindungan, kesuburan, dan kesinambungan hidup. Menenun berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi perempuan, menambah pendapatan rumah tangga, serta memperkuat solidaritas dan identitas budaya. Penelitian ini mengisi kekosongan studi tentang tenun Bima secara lokal dan memberikan rekomendasi bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas serta pelestarian warisan budaya di tingkat desa. The Muna Tradition of Mbojo Women in Renda Village, Belo District, Bima Regency Abstract The muna weaving tradition practiced by Mbojo women in Renda Village, Bima Regency, represents a culturally rich heritage that persists despite modernization. This study aims to explore the muna process, identify distinctive local textile motifs, and analyze the economic and social benefits of weaving for women. Using ethnographic methods and data triangulation (interviews, observations, and documentation), the research involved weavers, cultural leaders, and local economic actors. Findings reveal that the muna process comprises three key stages: preparation (tools and materials), execution (from warping to weaving), and closure (tidying up). Six primary motifs were identified lines, bamboo shoots, pineapple flowers, satako (single-stem flower), crab pincers, and parallelograms each symbolizing protection, fertility, and continuity. Weaving significantly contributes to women’s economic empowerment, household income, and cultural identity. It also fosters social solidarity and transmits traditional knowledge intergenerationally. This research addresses a gap in ethnographic studies on Bima weaving and provides practical recommendations for strengthening community-based creative economies and safeguarding intangible cultural heritage at the village level.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses tradisi muna (menenun) perempuan mbojo di desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima, (2) mengetahui motif kain tenun desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima, dan (3) mengetahui manfaat muna (menenun) bagi perempuan desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data yang di gunakan dengan sumber data primer dan data sekunder dengan sumber data subjek dan informan penelitian. Pengumpulan data ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik kualitatif dengan model miles dan hubermen. Dengan tahap tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pelaksanaan tradisi muna (menenun) dilakukan pada tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan penutup (2) terdapat beberapa motif kain tenun yang ada di desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima yaitu motif garis, rebung, bunga nanas, bunga setangkai, penjepit kepiting dan jajar genjang (3) terdapat manfaat muna (menenun) bagi perempuan desa Renda Kecamatan Belo Kabupaten Bima yaitu manfaat secara ekonomi dan manfaat secara sosial.   Kata Kunci : Proses tradisi muna, motif kain tenun dan manfaat menenun bagi perempuan                             &nbsp

    0

    full texts

    400

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Empiricism Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇